cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Didaktika Biologi (Biology Didactics, in english) is a journal that contains scientific articles of research results in the field of biological education. Didaktika Biologi is for teachers, lecturers, students, researchers, and practitioners who concentrate and contribute in the field of biological education.
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
PROFIL KETERAMPILAN LITERASI SAINS SISWA DI SALAH SATU SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI DI SURAKARTA Utama, Muhammad Nanda; Ramadhani, Rizka; Rohmani, Silmi Nur; Prayitno, Baskoro Adi
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 3, No 2 (2019): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v3i2.1296

Abstract

Salah satu keterampilan penting yang termasuk dalam pengetahuan yang harus dimiliki peserta didik pada abad 21 adalah keterampilan literasi sains. Penelitian yang meneliti profil kompetensi Abad 21 siswa akan dapat menjadi dasar untuk pembuatan kebijakan dalam pendidikan serta dasar lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keterampilan literasi sains siswa di salah satu SMA Negeri di Surakarta. Metode penelitian adalah survei. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa di salah satu SMA Negeri di Surakarta dengan jumlah 890 siswa. Teknik sampling menggunakan stratified random sampling sebesar 10% sehingga sampel penelitian adalah 90 siswa. Literasi sains diukur dengan menggunakan soal pilihan ganda PISA dengan pengembangan Moore & Foy (1997) tentang kemampuan dan sikap terhadap literasi sains. Analisis dilakukan dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah didapatkan kemampuan literasi sains di sebuah SMA Negeri di Surakarta adalah 55% dan tergolong dalam kategori rendah. Perlunya mengintegrasikan keterampilan literasi sains dalam pembelajaran agar siswa mampu menyelesaikan masalah dengan konsep-konsep sains dan memanfaatkan teknologi yang ada. One of the important skills included in the knowledge that must be possessed by students in the 21st century is scientific literacy skill. Research examining the 21st Century competency profile of students will be the basis for policy making in education as well as further foundation. This study aimed to measure students' scientific literacy skill in one of State High Schools in Surakarta. The study method was survey. Population in the study was all students in one of State High Schools in Surakarta with 890 students.The sampling technique used stratified random sampling of 10% so that the study sample was 90 students. Science literacy was measured by using PISA multiple choice questions with the development of Moore & Foy (1997) about abilities and attitudes towards scientific literacy. The analysis was carried out with quantitative descriptive. The obtained result of the study was that scientific literacy skill in one of State High Schools in Surakarta was 55% and classified as low. The need to integrate scientific literacy skill in learning so students are able to solve problems with science concepts and utilize existing technology.
IDENTIFIKASI KREATIVITAS SISWA SMA DALAM PEMBELAJARAN LEVELS OF INQUIRY PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN MELALUI ASESMEN KINERJA Situmorang, Sundy M. S.; Rustaman, Nuryani Y; Purwianingsih, Widi
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 4, No 1 (2020): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v4i1.2287

Abstract

Kreativitas merupakan bagian berpikir kritis-kreatif yang penting dalam pembelajaran. Pembelajaran berbasis inkuiri menggunakan Levels of Inquiry (LOI) diterapkan untuk mendukung aspek kreativitas siswa yang dinilai melalui penilaian atau asesmen kinerja pada materi sistem pernapasan. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kreativitas siswa SMA dalam pembelajaran Levels of Inquiry (LOI) dengan penerapan asesmen kinerja pada materi sistem pernapasan. Penelitian yang dilakukan adalah deskriptif dengan sampel 30 siswa secara cluster random sampling. Instrumen penelitian adalah instrumen asesmen kinerja (utama) dan tes kreativitas gambar (pendukung). Indikator kreativitas adalah fluency, elaboration dan originality yang mengacu Torrance (1977). Asesmen kinerja mencakup discovery learning, interactive demonstration, inquiry lesson, dan inquiry laboratory yang dillaksanakan dalam 2 pertemuan. Asesmen menilai kreativitas siswa (secara kelompok) dalam melakukan kegiatan LKPD dan produk sebagai tugas individu di akhir pembelajaran. Kriteria ketercapaian kreativitas dianalisis dalam persentase menggunakan tingkat penguasaan dari Purwanto (2006) dengan kategori dari NRC (2011). Hasil penelitian menunjukkan kreativitas siswa dapat teridentifikasi menggunakan asesmen kinerja dan dapat diterapkan pada pembelajaran LOI dengan persentase tertinggi indikator elaboration dan originality. Pembelajaran menggunakan LOI dapat digunakan untuk mengembangkan kreativitas siswa SMA, ditunjukkan dari persentase indikator di atas 60% (kegiatan kelompok pertemuan II dan tugas individu) dengan kategori cukup atau emerging (kreativitas telah muncul). Creativity is an important creative-critical thinking part of learning. Inquiry-based learning using the Levels of Inquiry (LOI) is applied to support student’s creativity that is assessed through performance assessment on respiratory system material. The research objective was to identify the creativity of high school students in learning Levels of Inquiry (LOI) by applying performance assessment on respiratory system material. The conducted research was descriptive with a sample of 30 students using cluster random sampling. The research instruments were the performance assessment instrument (main) and the image creativity test (supporting). The indicators of creativity were fluency, elaboration and originality which refer to Torrance (1977). The performance assessment included discovery learning, interactive demonstration, inquiry lesson, and laboratory inquiry which was carried out in 2 meetings. The assessment assessed students' creativity (as a group) in carrying out LKPD activities and product as individual assignment at the end of the lesson. Criteria for creativity achievement were analyzed in percentage using the level of Purwanto (2006) with the category of NRC (2011). The results showed that students' creativity could be identified using performance assessment and could be applied to LOI learning with the highest percentage of elaboration and originality indicators. Learning using LOI could be used to develop the creativity of high school students, as indicated by the percentage of indicators above 60% (group activities in meeting II and individual assignment) with emerging category (creativity has emerged).
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INKUIRI: TINJAUAN DARI KEIKUTSERTAAN GURU BIOLOGI DALAM DIKLAT Purbowati, Dwi; Saifuddin, Much Fuad
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 4, No 1 (2020): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v4i1.2707

Abstract

Keberhasilan implementasi suatu model pembelajaran sangat dipengaruhi oleh pengalaman seorang guru baik dari latar belakang pendidikan maupun pengalaman dalam mengikuti kegiatan diklat. Tujuan penelitian untuk mengetahui implementasi model pembelajaran inkuiri oleh guru biologi berdasarkan keikutsertaan diklat di SMA Negeri Kota Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di tujuh SMA Negeri Kota Surakarta dengan sampel penelitian sebanyak 7 guru biologi kelas X. Data pendukung penelitian ini adalah penerimaan perlakuan guru oleh siswa kelas X. Instrumen penelitian adalah lembar observasi, lembar kuesioner, lembar angket, lembar dokumentasi, dan lembar pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan guru biologi dengan durasi keikutsertaan dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) lebih dari 3 kali dan berlatar belakang pendidikan S2 Pendidikan Biologi mampu melaksanakan sintaks pembelajaran inkuiri dengan keterlaksanaan yang lebih baik. Guru dengan kualifikasi pendidikan yang tinggi memberikan performansi yang baik di kelas dan keikutsertaan dalam diklat akan menyebabkan seseorang mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seseorang. The successful implementation of a learning model is strongly influenced by the experience of a teacher from both the educational background and the experience in participating in training activities. The research objective was to determine the implementation of the inquiry learning model by biology teachers based on training participation in State Senior High Schools (SMA Negeri/SMAN) in Surakarta. This research was a descriptive qualitative. The research was conducted in seven SMAN Surakarta with a research sample of 7 biology teachers for class X. Supporting data for this research was the acceptance of teacher treatment by class X students. The research instrument were: observation sheets, questionnaire sheets, questionnaire sheets, documentation sheets, and interview guideline sheets. The results showed that the biology teacher with more than three times participation in education and training and a master's education background in Biology Education was able to carry out inquiry learning syntax with better implementation. Teachers with high educational qualifications provide good performance in class and participation in training will cause a person to have the skills and knowledge needed to improve one's performance.
MOTIVASI DALAM MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA KONSEP EKOSISTEM Ratnasari, Dwi; Amelia, Evi; Suhartono, Arief
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 4, No 1 (2020): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v4i1.2303

Abstract

Siswa perlu memiliki motivasi, khususnya dalam hal belajar. Penggunaan model pembelajaran dapat menjadi salah satu aspek penting untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa. Ekosistem merupakan salah satu konsep pelajaran biologi yang cukup mudah untuk ditemukan di lingkungan sekitar siswa dan dapat diterapkan dengan model pembelajaran berbasis masalah (PBM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi yang dimiliki oleh siswa SMA di Kota Serang dalam model pembelajaran berbasis masalah pada penerapan konsep ekosistem. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan April 2019. Populasi penelitian adalah seluruh kelas X MIPA SMA 5 Kota Serang dan 15 siswa kelas X MIPA 1 digunakan sebagai sampel yang diambil secara acak. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari lembar angket motivasi belajar siswa, lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran berbasis masalah, dan jurnal reflektif guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa melalui model pembelajaran berbasis masalah pada konsep ekosistem berada pada kategori sedang. Motivasi eksternal siswa sedikit lebih tinggi dari pada motivasi internal siswa dalam model PBM pada konsep ekosistem. Motivasi yang timbul dari dalam diri (internal) akan lebih stabil dibandingkan dengan motivasi belajar eksternal yang muncul dari faktor luar diri. Students need to be motivated, especially in terms of learning. The use of learning models can be an important aspect of fostering student motivation. Ecosystem is one of the concepts of biology that is quite easy to find in the environment around students and can be applied with problem-based learning model. The purpose of study was to analyze the motivation possessed by high school students in Serang City in problem-based learning on ecosystem concept. The method used in this study was descriptive qualitative. The study was conducted in April 2019. The study population was all grade X MIPA SMA 5 Serang City and 15 students of grade X MIPA 1 were used as samples taken randomly. The instrument used consisted of a student learning motivation questionnaire sheet, an observation sheet for the implementation of problem-based learning, and a teacher's reflective journal. The results showed that students' motivation through learning based on ecosystem concept was in the medium category. Students' external motivation was slightly higher than students' internal motivation in the problem based learning for the ecosystem concept. Motivation that arises from within (internal) will be more stable than external motivation that arises from external factors.
PENGEMBANGAN E-MODUL TERINTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM PADA MATERI SISTEM RESPIRASI Larasati, Anggia Dwi; Lepiyanto, Agil; Sutanto, Agus; Asih, Triana
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 4, No 1 (2020): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v4i1.2766

Abstract

Modul dapat digunakan bagi peserta didik untuk belajar mandiri dan diintegrasikan nilai keIslaman dengan harapan peserta didik memiliki pondasi agama yang kokoh dengan cara mengetahui kaitannya materi Biologi dengan nilai Islami. Selain itu, modul harus disesuai dengan perkembangan zaman, yaitu kebutuhan teknologi elektronik (e-modul). Tujuan penelitian adalah mengembangkan dan melihat kelayakan bahan ajar berupa e-modul yang terintegrasi nilai-nilai Islam. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Pengembangan menggunakan model pengembangan Thiagarajan (4D) yang terdiri dari empat tahapan: pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Tahap pengembangan terdiri atas validasi dan revisi. Validasi dilakukan melalui uji coba dengan 2 tahap, yaitu uji ahli (ahli desain oleh 2 dosen, ahli materi oleh 2 dosen dan 1 guru, dan ahli tafsir Ayat Al-Qur’an oleh 1 dosen) dan uji kelompok kecil (25 peserta didik). Validasi digunakan untuk kelayakan produk yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan e-modul terintegrasi nilai KeIslaman yang telah dikembangkan layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran biologi pada materi sistem respirasi dengan penilaian sangat baik berdasarkan penampilan desain 85,36%, isi materi 89,22%, tafsir ayat Al-Qur’an 96,36%, dan respon peserta didik 85,60%. e-Modul dapat diakses dimana saja dan kapan saja pada Playstore melalui smartphone android dengan kata kunci “Sistem Respirasi Manusia by Anggia”. Module can be used for students to learn independently and be integrated with Islamic values in the hope that students have a solid religious foundation by knowing the relationship between Biology material and Islamic values. In addition, the module must be adapted to the times, namely the need for electronic technology (e-module). The research objective was to develop and determine the feasibility of teaching materials in the form of e-module that was integrated with Islamic values.This type of research was research and development using the Thiagarajan development model (4D) which consists of four stages: define, design, develop, and disseminate. The development stage consists of validation and revision. Validation was carried out through trials with 2 stages, namely expert testing (design experts by 2 lecturers, material experts by 2 lecturers and 1 teacher, and exegesis of the Qur'anic Verses by 1 lecturer) and small group testing (25 students). Validation was used for the feasibility of the developed product. The results showed that the integrated e-module of Islamic values that has been developed was feasible for learning biology on the respiratory system material with a very good assessment. It based on the appearance of the design was 85.36%, the content of the material was 89.22%, the exegesis of the Qur'anic Verses was 96.36%, and students' response was 85.60%. e-Module can be accessed anywhere and anytime on Playstore via an Android smartphone with the keyword " Sistem Respirasi Manusia by Anggia".
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK DIGITAL BERBASIS KARAKTER HERO INDONESIA PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH Wijaya, Sonya Novisca; Johari, Asni; Wicaksana, Ervan Johan
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 4, No 2 (2020): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v4i2.2582

Abstract

Berdasarkan observasi dan wawancara guru untuk kelas VIII SMPN 17 Kota Jambi ditemukan bahwa materi tersulit adalah sistem peredaran darah dan kegiatan pembelajaran di kelas kurang kondusif, sehingga dibutuhkan media pembelajaran yang dapat menarik minat siswa. Penelitan bertujuan mengembangkan media pembelajaran komik digital berbasis karakter hero Indonesia pada materi sistem peredaran darah manusia. Dalam pengembangan media ini dibutuhkan penilaian ahli media dan materi, persepsi guru dan siswa serta pengaruh penggunaan media terhadap hasil belajar siswa. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE (analysis, design, development, implementation, evaluation). Instrumen penelitian terdiri atas: 1) daftar wawancara, kuesioner dan lembar observasi untuk analisis kebutuhan, 2) lembar validasi materi dan media untuk kelayakan media, 3) angket persepsi guru dan siswa untuk ujicoba produk, dan 4) soal pretest-posttest untuk mengetahui pengaruh media terhadap hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komik digital berbasis karakter hero Indonesia yang dikembangkan dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada materi sistem peredaran darah manusia untuk siswa kelas VIII SMPN 17 Kota Jambi. Penilaian validasi materi adalah sebesar 89,06% (sangat baik), penilaian validasi media adalah 81,25% (sangat baik), persepsi guru sebesar 72,92% (baik), persepsi siswa dalam kelompok kecil sebesar 84,72% (sangat baik), dan persepsi siswa dalam kelompok besar sebesar 90,09% (sangat baik). Sedangkan hasil uji t independensi menunjukkan bahwa nilai signifikansi (2-tailed) 0,00 < ? 0,01, terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Selisih rata-rata hasil pretest-postest yang diperoleh kelas kontrol adalah 34,38 dan kelas eksperimen adalah 53,03. Based on the observation and teacher interview for class VIII SMPN 17 Jambi City, it was found that the most difficult material was the circulatory system and the learning activities in the classroom were not conducive, so that learning media was needed that could attract students' interest. The research aimed to develop digital comic learning media based on Indonesian heroic characters on the material of the human circulatory system. In developing this media, it required the assessment of media and material experts, teacher and student perceptions and the effect of media use on student learning outcomes. This development research used the ADDIE development model (analysis, design, development, implementation, evaluation). The research instruments consisted of: 1) list of interview, questionnaires and observation sheets for needs analysis, 2) material and media validation sheets for media feasibility, 3) teacher and student perceptions questionnaires for product trials, and 4) pretest-posttest questions to determine the effect.of media on learning outcomes. The results showed that the digital comics based on Indonesian heroic characters that were developed could be used as the learning media on the material of the human circulatory system for class VIII students of SMPN 17 Jambi City. The material validation assessment was 89.06% (very good), the media validation assessment was 81.25% (very good), the teacher's perception was 72.92% (good), students' perception in small group was 84.72% (very good), and students' perceptions in large group was 90.09% (very good). While the results of the independence t test showed that the significance value (2-tailed) 0.00 < ? 0.01, there was significant difference between the control and the experimental class. The average difference between the pretest-posttest results obtained by the control class was 34.38 and the experimental class was 53.03.
MEMAHAMI ASPEK KOGNITIF TERKAIT KESULITAN BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS: FOKUS PADA MATERI SEL Murwitaningsih, Susanti; Susilo, Susilo; Yarza, Husnin Nahry; Wibisono, Danu
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 4, No 2 (2020): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v4i2.2385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ragam kesulitan belajar dan faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa dari aspek kognitif dan setiap sub pokok bahasan materi Sel Kelas XI SMA.  Sebanyak 72 siswa kelas XI IPA terlibat dalam penelitian ini. Instrumen penelitian kami sajikan dalam bentuk tes pilihan ganda sebanyak 22 butir soal untuk analisis data tentang kesulitan belajar pada aspek kognitif dan angket tertutup sebanyak 20 butir soal untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa.Analisisdata kuatitativedigunakanrumuspersentase. Analisis data tes hasil belajar diperoleh persentase kesulitan belajar yaitu pada aspek kognitif C4 dan aspek kognitif C2 dengan masing-masing persentase 63,89% dan 68,75% dengan kriteria kesulitan belajar tinggi. Untuk aspek kognitif C1 dan C3 diperoleh masing-masing persentase kesulitan belajar 57.64% dan 53,89% dengan kriteria kesulitan belajar sedang. Pada sub pokok bahasan Sintesis Protein memiliki persentase kesulitan tertinggi yaitu sebesar 70,37% dengan kriteria tingkat kesulitan tinggi. Hasil penelitian menunjukan aspek kognitif C2 memiliki persentase tertinggi dari pada aspek kognitif lainnya. Sub pokok bahasan Sintesis Protein memiliki persentase kesulitan tertinggi. Faktor kesulitan belajar siswa yang dominan berasal dari guru bidang studi, media dan sumber belajar siswa, dari diri siswa itu sendiri dan fasilitas sekolah.
PROFIL KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI PADA MATERI SISTEM EKSKRESI Nurhayati, Nurhayati; Ramdhan, Billyardi; Suhendar, Suhendar
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 4, No 1 (2020): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v4i1.2566

Abstract

Salah satu pembelajaran yang menekankan penguasaan keterampilan berupa kemampuan memecahkan masalah adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kemampuan ini termasuk ke dalam aspek critical thinking. Karakteristik siswa SMP yang sudah mulai mampu berpikir kritis secara mandiri perlu dilakukan pengembangan kemampuan tersebut ke depannya. Oleh karena itu, tujuan penelitian adalah mengetahui profil kemampuan memecahkan masalah siswa SMP kelas VIII. Metode penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan subjek penelitian siswa kelas VIII SMP Negeri Kabupaten Sukabumi yang dipilih berdasarkan purposive sampling. Instrumen  penelitian berupa soal kemampuan memecahkan masalah sebanyak 10 soal uraian dengan 5 indikator (mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, menetapkan hipotesis, menguji hipotesis, dan menarik kesimpulan) pada materi sistem ekskresi. Instrumen pendukung adalah lembar wawancara. Analisis data penelitian dilakukan dengan menghitung capaian rata-rata skor kemampuan memecahkan masalah siswa perindikator dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan persentase kemampuan memecahkan masalah siswa adalah 40,3% (dikategorikan kurang). Berdasarkan wawancara diketahui bahwa kurangnya kemampuan memecahkan masalah siswa dikarenakan metode pembelajaran yang digunakan belum melatihkan kemampuan memecahkan masalah. Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab dan diskusi. Kemampuan memecahkan masalah dapat ditingkatkan dengan cara guru memilih metode pembelajaran yang mampu melatih dan mengembangkan kemampuan ini, yaitu dengan metode praktikum. One of the lessons that emphasizes mastery of skill in the form of problem solving skills is Natural Sciences (IPA). These skills are included in the critical thinking aspect. The characteristics of junior high school (SMP) students who have begun to be able to think critically independently need to develop these skills in the future. Therefore, the study aimed to determine the profile of the problem solving skills of junior high school student in class VIII. The study method was descriptive using the subjects of class VIII students of SMP Negeri Sukabumi who were selected based on purposive sampling. The study instrument was 10 questions in description with 5 indicators (identifying problems, collecting data, establishing hypotheses, testing hypotheses and drawing conclusions) on the excretory system material. The supporting instrument was an interview sheet. Data analysis was carried out by calculating the average achievement score of the indicator student's problem-solving skills in the form of a percentage. The results showed the percentage of students' problem solving skills was 40.3% (categorized as less). Based on the interview, it was known that the students' lack of problem solving skills was due to the learning methods used had not yet practiced problem solving skills. The learning methods used are lectures, question and answer, and discussion. The problem solving skills can be improved by the teacher chooses learning methods that are able to train and develop these skills, one of those is the practicum method.
KELAYAKAN BOOKLET KERAGAMAN ANGIOSPERMAE DI HUTAN CAGAR ALAM GUNUNG MUTIS (CAGM) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SISWA Nau, Getrudis Wilhelmina; Buku, Maria Novita Inya
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 4, No 2 (2020): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v4i2.2919

Abstract

Keragaman Angiospermae di Cagar Alam Gunung Mutih (CAGM) belum termanfaatkan sebagai sumber belajar dan sumber belajar yang digunakan dalam proses pembelajaran di SMAN 1 Mollo Utara adalah buku paket yang tersaji dengan gambar yang tersaji tidak berwarna, sehingga dibutuhkan media pembelajaran berupa booklet. Tujuan penelitian adalah mengetahui kelayakan booklet keragaman Angiospermae di hutan CAGM sebagai media pembelajaran bagi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE (analysis, design, development, implemention, evaluation). Namun, pengembangan booklet dalam penelitian ini hanya sampai fase development (pengembangan) yang  meliputi 2 tahap, yaitu penyusunan hasil identifikasi Spermatophyta menjadi media booklet dan validasi media booklet untuk melihat kelayakannya sebagai media pembelajaran berdasarkan penilaian aspek format, isi, dan bahasa. Hasil penelitian pengembangan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa booklet keragaman Angiospermae di hutan Cagar Alam Gunung Mutis (CAGM) layak digunakan sebagai media pembelajaran bagi siswa SMAN 1 Mollo Utara. Berdasarkan aspek format, booklet dinilai layak karena menampilkan gambar dan tulisan dengan jelas serta tersusun secara sistematis. Penilaian aspek isi booklet menunjukkan materi pada booklet sesuai dengan tujuan pendidikan yang dijadikan dasar dalam penulisan. Untuk aspek bahasa, media booklet sesuai dengan kaidah EYD dan penggunaan kalimat tidak menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian. The Angiosperms diversity in the Gunung Mutih Nature Reserve (CAGM) has not been utilized as a learning resource and the learning resource used in the learning process at SMAN 1 Mollo Utara was textbook that are presented with pictures in colorless, so the learning media was needed in the form of booklet. The study aimed to determine the feasibility of the Angiosperms diversity booklet in the CAGM forest as a learning media for students. This study was a research and development with the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation). However, the development of the booklet in this study only reached the development phase which included 2 stages, namely preparation of the identification results of Spermatophyta into booklet media and validation of the booklet to determine its feasibility as the learning media based on the assessment of the format, content, and language aspects.The results of the development research showed that the Angiospermae diversity booklet in the Gunung Mutis Nature Reserve (CAGM) forest was suitable for use as the learning media for students of SMAN 1 Mollo Utara. Based on the aspect of format, the booklet was considered feasible because it displayed pictures and writing clearly and systematically arranged. The assessment of booklet content aspect showed that the material in the booklet was in accordance with the educational objectives that were used as the basis for writing. For the language aspect, the booklet media was in accordance with the EYD rules and the use of sentences did not cause multiple interpretations or misunderstandings.
PELAKSANAAN PRAKTIKUM PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI BINGIN TELUK DENGAN ANALISIS MODEL RASCH Sari, Dewi Sartika; Auliandari, Lia; Nawawi, Sulton
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 4, No 1 (2020): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v4i1.3300

Abstract

Syarat dalam pembelajaran biologi adalah kegiatan praktikum yang bertujuan membantu siswa untuk menghubungkan objek nyata dan konsep. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran pelaksanaan praktikum pada pembelajaran Biologi kelas XI di SMA Negeri Bingin Teluk. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan dua kali pelaksanaan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA dengan 63 siswa pada Tahun Ajaran 2018/2019. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket dengan emapt indikator, yaitu keadaan laboratorium, waktu pelaksanaan prakrikum, minat siswa terhadap praktikum, dan persiapan dan pelaksanaan praktikum. Pernyataan angket diukur dalam skala Likert dan dianalisis menggunakan Rasch model melalui program Winstep dengan melihat person item map dan person measure. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan praktikum memiliki nilai logit rata-rata di atas 0,00, yaitu 1,18 untuk praktikum kesatu dan 1,32 untuk praktikum kedua. Artinya, adanya kecenderungan siswa yang lebih banyak menyetujui butir pernyataan angket, yang menandakan bahwa kegiatan pelaksanaan praktikum termasuk dalam kategori baik. Namun, salah satu butir pernyataan pada indikator keadaan laboratorium sangat sulit disetujui siswa karena menunjukkan suatu kondisi yang tidak tersedianya alat-alat penunjang, seperti sumber air, pemadam api, dan P3K. Oleh karena itu, saran dari penelitian adalah sekolah diharapkan untuk meningkatkan perlengkapan penunjang laboratorium, sehingga pelaksanaan praktikum dapat lebih baik lagi. Requirement for learning biology is practicum activities that aims to help students connect the real objects and concepts. The research purpose was to provide an overview of the practicum implementation in Biology class XI at SMA Negeri Bingin Teluk. This research was a quantitative descriptive research with two implementations. The research subjects were students of class XI IPA with 63 students in the 2018/2019 Academic Year. The data collection instrument used a questionnaire with four indicators, namely laboratory conditions, practical implementation time, student interest in practicum, and preparation and implementation of practicum. Questionnaire statements were measured on a Likert scale and analyzed using the Rasch model through the Winstep program by looking at the person item map and person measure. The results showed that the practicum implementation had an average logit value above 0.00, namely 1.18 for the first practicum and 1.32 for the second practicum. Those meant there was a tendency for students to agree more with the questionnaire statement items, which indicated that the practicum implementation was good. However, one of the statement items on the laboratory condition indicator was very difficult for students to agree because it indicated a condition where supporting equipment was not available, such as a water source, fire extinguisher, and first aid kit. Therefore, the suggestion from the research is that school is expected to improve laboratory supporting equipment, so that the practicum implementation can be even better.

Page 11 of 15 | Total Record : 150