cover
Contact Name
Arif Abadi, S.Kom.
Contact Email
penerbitan@isbi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penerbitan@isbi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Panggung
ISSN : -     EISSN : 25023640     DOI : 10.26742/panggung
Core Subject : Education,
Panggung is online peer-review journal focusing on studies and researches in the areas related to performing arts and culture studies with various perspectives. The journal invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in those areas mentioned above related to arts and culture in Indonesia and Southeast Asia in different perspectives.
Arjuna Subject : -
Articles 913 Documents
Laras dan Rumpaka dalam Garap Karawitan Jaipongan Jugala Ruchimat, Ismet; -, R.M. Soedarsono; Haryono, Timbul; Narawati, Tati
PANGGUNG Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v23i4.155

Abstract

ABSTRACT   This paper analyzes characteristic and musical identity of garap karawitan Jaipongan which is focused on the identity of laras and rumpaka. The identity of karawitan Jaipongan is a genre of today’s Sundanese karawitan which developes without any acculturation influence. Most verbal form of rumpaka on garap karawitan Jaipongan Jugala represents a dialogue or text that requires comprehension of the content. The characteristic of laras and rumpaka which are verbal and musical in garap karawitan Jaipongan show a multidimensional artistic expression. Keywords: characteristic, laras, rumpaka, Jaipongan, and jugala    ABSTRAK Tulisan ini menguraikan ciri-ciri atau identitas musikal garap karawitan Jaipongan Ju- gala yang dititikberatkan pada identitas laras dan rumpaka. Identitas karawitan Jaipongan merupakan suatu genre karawitan Sunda kiwari yang berkembang tanpa pengaruh besar akulturasi. Bentuk verbal rumpaka pada garap karawitan Jaipongan Jugala sebagian besar merepresentasikan suatu pembicaraan atau teks yang menuntut pemahaman isi. Karakter- istik laras dan rumpaka yang bersifat verbal dan musikal dalam garap karawitan Jaipongan menunjukkan ekspresi artistik yang multidimensional. Kata kunci: karakteristik, laras, rumpaka, Jaipongan, dan jugala  
Pajajaran dan Siliwangi dalam Lirik Tembang Sunda Muhsin, Mumuh -
PANGGUNG Vol 22, No 2 (2012): Signifikasi Makna Seni Dalam Berbagai Dimensi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v22i2.56

Abstract

ABSTRACT History and literature are two of the many ways to describe the reality. These two ways have a difference extremely. History must be tightly based on fact, while literature is fictional and imagina- tive. However, between these two extreme points there is a slice. Its means that in history there is in certain limits an element of imagination and in literature there is an element of fact although just a name. Therefore, the reality of history can be used as a raw material of literature. In turn, therefore literature can critically be used as a source of history. In Tatar Sunda there are a number of literary works, especially in the form of lyrics Tembang Sunda, which the material is taken from historical facts. The name most widely used materials of lyrics are Pajajaran and Siliwangi. These two names refer to the golden age of the Sundanese throughout its history. Keywords: Pajajaran, Siliwangi, rumpaka, Tembang Sunda, history.  
WUJUD VISUAL GAMBAR - ILUSTRASI PADA NASKAH NASKAH TUA NUSANTARA SEBAGAI REFLEKSI INTELEKTUALITAS LELUHUR BANGSA INDONESIA Adisasmito, Nuning Y. Damayanti
PANGGUNG Vol 22, No 3 (2012): Manifestasi Konsep, Estetika, dan Makna Seni dalam Keberbagaian Ekspresi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v22i3.79

Abstract

Manuscript is a cultural product belongs to every civilized community that understands letters and words. Visual communication, before script and writing were established, such as ancient drawings, has been used by people since thousands years ago.  The discovery of picture in prehistoric caves is considered as the beginning of drawing tradition towards the modern illustration. The discovery of scripts and writing shifted the tradition of drawing, although the simplest and the most effective communication is still the visual language.   It explains why an illustrative drawing in the old manuscript was used as a communication device which reflects the cultural development and the way of thinking from the society who created it. The tradition of writing and drawing in illustration was found in the Javanese and Balinese old manuscripts. The visual illustration, theme, and media of manuscripts shown similar in diversity, depend on their role in social life. Some parts of those old manuscripts show unique illustrations as well as the local identity of the society. The illustration on manuscript reflects the society culture of thinking and aesthetic achievement of visual art.     Key Words: Illustration, old Indonesian manuscript, visual language. 
Fungsi Dan Mitos Upacara Adat Nyangku Di Desa Panjalu Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis Fahmi, Rezza Fauzi Muhammad; Gunardi, Gugun; Mahzuni, Dade
PANGGUNG Vol 27, No 2 (2017): The Revitalization of Tradition, Ritual and Tourism Arts
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v27i2.261

Abstract

ABSTRAKKonservasi Budaya Lokal Mikanyaah Munding sebagai Landasan Village Breeding Center Kerbau adalah penelitian yang dilaksanakan oleh kami terkait dengan bentuk penangkaran kerbau berbasis budaya tradisional, yang dilaksanakan di Desa Cikeusal-Tasikmalaya. Di dalam budaya “Mikanyaah Munding” juga ternyata terdapat pelestarian berbagai seni tradisi Sunda, diantaranya adalah Seni Terbang Gebes. Dalam tulisan ini digunakan metode penelitian kualitatif dengan kajian etnografi, sedangkan teknik pengumpulan data digunakan teknik wawancara. Dari pembahasan hasil penelitian diperoleh antara lain; sistem penangkaran kerbau berbasis budaya lokal Mikanyaah Munding, yang di dalamnya terdapat; kebiasaan masyarakat setempat di dalam memperlakukan ternak kerbau, kosa kata khusus terkait dengan peternakan kerbau, hajat lembur yang ada hubungannya dengan peternakan kerbau, dan berbagai bentuk kesenian tradisional Sunda yang dilaksanakan dalam rangka budaya Mikanyaah Munding. Dalam artikel ini akan dibahas salah satu kesenian terkait, yaitu Seni Terbang Gebes.Kata Kunci: Budaya, Mikanyaah-Munding, Seni Terbang GebesABSTRACTConservation of local culture “Mikanyaah Munding” (or Nurturing Buffalos) as the base of Village Breeding Center of “Kerbau” is a research done on traditional “kerbau” breeding in Cikeusal, Tasikmalaya. “Mikanyaah Munding”reserve a variety of Sundanese traditional art performance, one of which is “Seni Terbang Gebes”. This essay uses qualitative method involving ethnography as its perspective. The data is collected from interviews. Our findings from analysis are: the habit of locals in treating their buffalos; specific vocabulary on breeding; festivities in relation to breeding and all kinds of Sundanese traditional art performance included in “Mikanyaah Munding”. This essay discusses one of its art performance, “Seni Terbang Gebes”.Keywords: Culture, Mikanyaah Munding, Seni Terbang Gebes
Tradisi, Bentuk, Nilai dan Identitas Desain Produk Abad 19-20 Santoso, Imam
PANGGUNG Vol 24, No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v24i2.113

Abstract

ABSTRACT The design has meaning and value. It is not only point out to the object but also refers to the dif- ference meaning contained. The design has a variety of meanings therefore no singular definition will suffice to explain the whole process in design. Design can refer to the knowledge, work and discourse. The process of creating a design in that sense requires consideration of aspects of unity between form, function, meaning and value. Along with the development of science, technology, art and culture, they expanded the meaning of design started by the issues of form into value that ultimately relates to identity. Through literature study of design works from some types of products in a particular period, that every country that has its roots in traditional design were not uniform in defining or classifying designs. A variety of meanings of the design can be determined design position in tradition activities, and actualize it in a different national identity. Keywords: Education of Art, Design, Tradition, Value and Identity    ABSTRAK Desain memiliki makna dan nilai, tidak hanya mengacu pada objek tetapi perbedaan mak- na yang dikandungnya. Desain memiliki beragam arti, karenanya definisi tunggal tidak akan cukup menjelaskan seluruh proses dalam desain. Desain dapat mengacu kepada ilmu, karya maupun wacana. Proses membuat desain dalam pengertian tersebut, membutuhkan pertim- bangan aspek kesatuan antara bentuk, fungsi, makna dan nilai. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya, desain mengalami perluasan makna dari persoalan bentuk menjadi persoalan nilai yang pada akhirnya berkaitan dengan identitas. Melalui studi literatur karya-karya desain dari beberapa jenis produk pada masa tertentu, bahwa setiap Ne- gara yang memiliki akar dalam tradisi desain, tidak seragam dalam menentukan atau mem- buat klasifikasi desain. Dari keragaman pemaknaan terhadap desain, dapat ditentukan posisi desain dalam aktivitas tradisi, serta mewujudkannya dalam identitas nasional yang berbeda. Kata kunci: Pendidikan seni, Desain, Tradisi, Nilai dan Identitas
Subjektivitas Dalam Iklan Ambient Media Miracle Aesthetic Clinic Murwonugroho, Wegig; Pilliang, Yasraf Amir
PANGGUNG Vol 25, No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v25i2.6

Abstract

Subjektivitas di dalam iklan adalah kuasa yang dimiliki iklan untuk mengkonstruksi trend, kebenaran, hingga ideologi yang terjadi melalui alam bawah sadar. Iklan berfungsi menyampaikan pesan, yang direpresentasi-visualkan melalui metafora-metafora yang menjembatani antara gambaran imajinasi dan realitas. Ambient media merupakan media beriklan yang memanfaatkan lingkungan di mana iklan ditempatkan. Miracle Aesthetic Clinic (Miracle) merepresentasi-visualkan iklan ambient media-nya dengan cara menghilangkan tampilan wajah kedua boneka perempuan. Wajah model iklan merupakan komoditi pencitraan yang pada umumnya memiliki nilai jual, namun dalam kedua iklan ini justeru ditenggelamkan ke dalam alas meja dan dinding tembok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Analisa Wacana Kritis untuk menganalisa subjektivitas di dalam pemaknaan ambient media. Subjektivitas iklan Miracle menyudutkan perempuan tidak dapat hadir, tersisih, menjadi sosok yang mengerikan di dalam tataran sosialnya ketika wajah berjerawat.  Iklan ambient media Miracle ini berhasil mengkonstruksi wacana trend baru kecantikan wajah yang tidak terbatas pada tolok ukur karakteristik kecantikan pada umumnya.Kata kunci: ambient media, subjektivitas, kuasa, kecantikan ideal perempuan.
Proses Kreatif Koreografi Karya Tari ‘Subur’ Maryani, Dwi
PANGGUNG Vol 23, No 3 (2013): Sejarah, Konseptualisasi, dan Praksis Tradisi Kreatif Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v23i3.145

Abstract

ABSTRACT This paper describes the creative process of choreography of fat people. It also explains that a dancer with a fat posture is not always unpleasant. A fat person is more represented, in a posi- tive way of thinking, with “subur” person. The questions to be discussed are: how is the character of dance movement of the fat people? And how is the choreography of the fat people in order to be looked beautiful and attractive? The creative process has been conducted through analyzing self dance movements and comprehending someone’s painting works. The result of the study shows that dances which are performed by fat people can also be looked attractive, smooth and beautiful. Keywords: creative process, choreography  ABSTRAK Tulisan ini menguraikan proses kreatif koreografi orang bertubuh gemuk. Tulisan ini juga menjelaskan bahwa seorang penari bertubuh gemuk tidak selalu jelek. Orang yang gemuk,  dalam  pengertian  positif,  lebih  banyak  diartikan  dengan  orang  yang  ‘subur ’. Permasalahan yang diangkat ialah bagaimana karakter gerak tarian orang bertubuh ge- muk? Serta bagaimana koreografi orang bertubuh gemuk agar kelihatan indah dan me- narik? Proses kreatif dilakukan melalui penelaahan gerak-gerak dari diri sendiri serta pemahaman terhadap karya seni lukis seseorang. Hasil kajian menunjukkan bahwa ta- rian yang ditampilkan oleh orang gemuk bisa juga terlihat menarik, halus, dan indah. Kata kunci: proses kreatif, koreografi  
Kembalikan Lagu Anak-anak Indonesia: Sebuah Analisis Struktur Musik Ardipal, Ardipal Ardipal
PANGGUNG Vol 25, No 4 (2015): Representasi, Transformasi, Identitas dan Tanda Dalam Karya Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v25i4.42

Abstract

ABSTRACTIt appears there are two opposing poles of art music once intertwined within Indonesian society. That is music as art development in certain environments and music as commercial art. In terms of commercial music, almost two decades this song children disappear in the mass media. Was replaced by the song of adults. This certainly influenced the development of psychological, physical, and mental children. Theoretically, this problem this can be seen from the production of music through approach (1) konfik (hegemony) and (2) the interpretation / meaning. This study aimed to compare the musical structure of childrens songs and musical structures adults. Data taken from childrens songs and pop songs adults. The method of analysis is focused on the features songs based on the structure of the music and effects. Is a key instrument in the researchers own research and auxiliary instruments in the form of codification guide data. Then describe the elements contained in some of the songs of children and adults. To maintain the validity of the data, performed data triangulation activity. Activity data analysis starts from the stage of selecting and codify the data, analyze the data according to the music features of each, and draw conclusions as well as the verification stage. From the data tracks taken as a sample, it appears that the pattern of rhythmic, melodic, intervals, tempo, tone range is not worthy to be sung by children. Coercion of children to imitate the song can be fatal as damage to the vocal cords, jaw muscle cramps. Finally, it is suggested that participants of art, and also Likewise art network infrastructure, must be able to have the same view and strong in the development of the art of music in Indonesia, especially for a childrens song.Keywords: children song, patriotic song, adult song, music structure.ABSTRAKTerlihat ada dua kutub seni musik yang bertentangan sekaligus berjalin di dalam masyarakat Indonesia. Yaitu musik sebagai pengembangan seni di lingkungan tertentu dan musik sebagai seni komersial. Dari sisi musik komersial, hampir dua dekade terakhir ini lagu anak-anak menghilang di media massa. Digantikan oleh lagu orang dewasa. Hal ini tentu mempengaruhi perkembangan psikologis, fisik, dan mental anak-anak. Secara teoritik, masalah ini hal ini dapat ditinjau dari produksi musik melalui pendekatan (1) konfik (hegemoni) dan (2) interpretasi/ makna. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan struktur musik lagu anak-anak dan struktur musik orang dewasa. Data diambil dari lagu anak-anak dan lagu pop orang dewasa. Metoda analisis difokuskan pada fitur lagu berdasarkan struktur musik dan dampaknya. Instrumen kunci dalam penelitian adalah peneliti sendiri dan instrumen pembantu berupa panduan kodifikasi data. Kemudian mendeskripsikan unsur-unsur tersebut yang terdapat dalam beberapa lagu anak-anak dan dewasa. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap memilih dan mengodifikasi data, menganalisis data sesuai dengan fitur musiknya masing-masing, dan tahap menarik kesimpulan serta verifikasi. Dari data lagu yang diambil sebagai sampel penelitian, terlihat bahwa pola ritmis, melodis, interval, tempo, hingga rentang nada belum laik dinyanyikan oleh anak-anak. Pemaksaan anak-anak untuk meniru lagu tersebut dapat berakibat fatal seperti kerusakan pita suara, kram otot rahang. Akhirnya, disarankan agar partisipan seni , dan juga Demikian juga jaringan infrastuktur seni, harus dapat memiliki pandangan yang sama dan kuat dalam pengembangan seni musik di Indonesia, khususnya untuk lagu anak-anak.Kata Kunci: lagu anak-anak, lagu perjuangan, lagu orang dewasa, struktur musik 
Fungsi dan Nilai pada Kain Batik Tulis Gedhog Khas Masyarakat di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur Ciptandi, Fajar; Sachari, Agus; Haldani, Achmad
PANGGUNG Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v26i3.190

Abstract

ABSTRACTKerek subdistrict, Tuban residence in East Java is an area whose people work on field and have a tradition on making fabric with gedhog weaving. Each fabric produced by Kerek people have specific characteristic which distinguish them from batik fabric on another area in Indonesia. This is because they have special knowledge concerning fungtion, cosmology, aesthetics, as well as their ability on making fabric which they have been learned from generation to generation.Then, through art and design approaching through method of etnograph,visual morphology, and Focus Group Disscusion, which is convinced able to give tangible contribution for developing of art and design and impact on sustainability of tradition.Keywords: Fungtion, Kerek subdistrict, Textile, Tradition, ValueABSTRAKKecamatan Kerek, Kabupaten Tuban di Jawa Timur merupakan sebuah kawasan dengan karakteristik masyarakat peladang dan memiliki tradisi membuat kain dengan teknik tenun tradisional gedhog. Setiap lembar kain yang dihasilkan oleh masyarakat Kerek ini memiliki ciri khas pada tampilan visual, teknik, serta makna yang membedakannya dengan kain-kain batik dari daerah lain di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh adanya kekhasan pengetahuan masyarakat Kerek terhadap konsep kosmologi dan estetika, akulturasi budaya asing dengan budaya lokal stempat, serta bekal keterampilan yang dimilikinya dalam menciptakan kain yang dipelajari secara turun temurun dari generasi ke generasi.Maka melalui pendekatan ilmu seni dan desain dengan metodologi etnografi, morfologi visual, dan kelompok diskusi terarah yang diyakini mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan dunia seni dan desain serta berdampak terhadap keberlangsungan tradisi tersebut.Kata kunci: Fungsi, Kecamatan Kerek, Nilai, Tekstil. Tradisi
Transformasi Tradisi Dalam Teater Piktografik Putu Wijaya Yohanes, Benny
PANGGUNG Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v22i4.70

Abstract

ABSTRACTThis article considers the fundamental premise of realism methodology that theory has a ground in social basic structures. Factual reality, including the artistic form creation, can be seen as referential background for theory formation. Theory draws its coherence from its referent. By using the epistemic mode of realism methodology, which combines religion and myth theory, this article illustrates Putu Wijaya’s theatrical creations through a causal and deep interpretation. The aim of analysis is to know and to reveal what is underneath that exist behind Putu Wijaya’s theatre performance. The result of the research shows that Putu Wijaya’s aesthetic choice that manifested as mental terror theatre is understood as the process of replication. This replication process aims at inventing pictographic representation as a way to transform tradition.Key words : deep interpretation, transformation, pictographic theatre ABSTRAKArtikel ini membahas premis dasar metodologi realisme bahwa teori memiliki dasar dalam struktur dasar sosial. Realitas faktual, termasuk penciptaan bentuk artistik, dapat dilihat sebagai latar belakang referensial untuk pembentukan teori. Teori menarik koherensinya dari rujukan. Dengan menggunakan modus epistemis metodologi realisme, yang menggabungkan agama dengan teori mitos, artikel ini menggambarkan kreasi teater Putu Wijaya melalui interpretasi kausal dan mendalam. Tujuan dari analisis adalah untuk mengetahui dan mengungkapkan apa yang ada di balik pertunjukan teater Putu Wijaya. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pilihan estetika Putu Wijaya yang dinyatakan sebagai teater teror mental dipahami sebagai proses replikasi. Proses replikasi bertujuan untuk menciptakan representasi piktografik sebagai sebuah cara untuk mengubah tradisi.Kata kunci: interpretasi mendalam, transformasi, teater piktografik

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 4 (2025): Transformasi, Simbolisme, dan Kreativitas dalam Ekspresi Budaya Nusantara: Studi Vol 35 No 3 (2025): Estetika, Identitas, dan Digitalisasi: Praktik Seni dan Budaya Nusantara dalam P Vol 35 No 2 (2025): Representasi, Transformasi, dan Negosiasi Budaya dalam Media, Seni, dan Ruang So Vol 35 No 1 (2025): Wacana Seni dalam Identitas, Simbol, Pendidikan Karakter, Moral Spiritual dan Pr Vol 34 No 4 (2024): Dekonstruksi dan Rekonstruksi Identitas Budaya Vol 34 No 3 (2024): Kreativitas, Seni Kontemporer, dan Pariwisata Berkelanjutan Vol 34 No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni Vol 34, No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni Vol 34, No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik Vol 33 No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern Vol 33, No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif Vol 33, No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreati Vol 33 No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media Vol 33, No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media Vol 33, No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi Vol 33 No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi Vol 32 No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media Vol 32, No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media Vol 32, No 3 (2022): Komodifikasi dan Komoditas Seni Budaya di Era industri Kreatif Vol 32, No 2 (2022): Ragam Fenomena Budaya dan Konsep Seni Vol 32, No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni Vol 32 No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni Vol 31 No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi Vol 31, No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi Vol 31, No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas Vol 31, No 2 (2021): Estetika Dalam Keberagaman Fungsi, Makna, dan Nilai Seni Vol 31 No 1 (2021): Eksistensi Seni Budaya di Masa Pandemi Vol 31, No 1 (2021): Eksistensi Seni Budaya di Masa Pandemi Vol 30 No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni Vol 30, No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni Vol 30, No 3 (2020): Pewarisan Seni Budaya: Konsepsi dan Ekspresi Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif Vol 30, No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif Vol 30 No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif Vol 30, No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif Vol 29, No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik Vol 29 No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik Vol 29, No 3 (2019): Transformasi Bentuk dan Nilai dalam Seni Budaya Tradisi Vol 29 No 3 (2019): Transformasi Bentuk dan Nilai dalam Seni Budaya Tradisi Vol 29, No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra Vol 29 No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra Vol 29, No 1 (2019): Pegeseran Estetik Dalam Seni Budaya Tradisi Masa Kini Vol 28, No 4 (2018): Dinamika Seni Tradisi dan Modern: Kontinuitas dan Perubahan Vol 28, No 3 (2018): Identitas Kelokalan dalam Keragaman Seni Budaya Nusantara Vol 28, No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi Vol 28, No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi Vol 28, No 1 (2018): Kontestasi Tradisi: Seni dalam Visualisasi Estetik, Naskah, dan Pertunjukan Vol 28, No 1 (2018): Kontestasi Tradisi: Seni dalam Visualisasi Estetik, Naskah, dan Pertunjukan Vol 27, No 4 (2017): Comparison and Development in Visual Arts, Performing Arts, and Education in C Vol 27, No 4 (2017): Comparison and Development in Visual Arts, Performing Arts, and Education in Co Vol 27, No 3 (2017): Education, Creation, and Cultural Expression in Art Vol 27, No 3 (2017): Education, Creation, and Cultural Expression in Art Vol 27, No 2 (2017): The Revitalization of Tradition, Ritual and Tourism Arts Vol 27, No 2 (2017): The Revitalization of Tradition, Ritual and Tourism Arts Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi Vol 26, No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Estet Vol 26, No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Este Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Vol 26, No 2 (2016): Semiotika, Estetika, dan Kreativitas Visual Budaya Vol 26, No 2 (2016): Semiotika, Estetika, dan Kreativitas Visual Budaya Vol 26, No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa Vol 26, No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa Vol 25, No 4 (2015): Representasi, Transformasi, Identitas dan Tanda Dalam Karya Seni Vol 25, No 4 (2015): Representasi, Transformasi, Identitas dan Tanda Dalam Karya Seni Vol 25, No 3 (2015): Ekspresi, Makna dan Fungsi Seni Vol 25, No 3 (2015): Ekspresi, Makna dan Fungsi Seni Vol 25, No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni Vol 25, No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni Vol 25, No 1 (2015): Kontribusi Seni Bagi Masyarakat Vol 25, No 1 (2015): Kontribusi Seni Bagi Masyarakat Vol 24, No 4 (2014): Dinamika Seni Tari, Rupa dan Desain Vol 24, No 4 (2014): Dinamika Seni Tari, Rupa dan Desain Vol 24, No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni Vol 24, No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni Vol 24, No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni Vol 24, No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni Vol 24, No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni Vol 24, No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental Vol 23, No 3 (2013): Sejarah, Konseptualisasi, dan Praksis Tradisi Kreatif Seni Vol 23, No 3 (2013): Sejarah, Konseptualisasi, dan Praksis Tradisi Kreatif Seni Vol 23, No 2 (2013): Eksplorasi Gagasan, Identitas, dam Keberdayaan Seni Vol 23, No 2 (2013): Eksplorasi Gagasan, Identitas, dam Keberdayaan Seni Vol 23, No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelaja Vol 23, No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelajar Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni Vol 22, No 3 (2012): Manifestasi Konsep, Estetika, dan Makna Seni dalam Keberbagaian Ekspresi Vol 22, No 3 (2012): Manifestasi Konsep, Estetika, dan Makna Seni dalam Keberbagaian Ekspresi Vol 22, No 2 (2012): Signifikasi Makna Seni Dalam Berbagai Dimensi Vol 22, No 2 (2012): Signifikasi Makna Seni Dalam Berbagai Dimensi Vol 22, No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni Vol 22, No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni Vol 21, No 3 (2011): Narasi Metaforik. Strategi, dan Elanvital Vol 21, No 3 (2011): Narasi Metaforik. Strategi, dan Elanvital Vol 21, No 2 (2011): Simbol, Dokumentasi, dan Pengaruh Eksternal Seni Vol 21, No 2 (2011): Simbol, Dokumentasi, dan Pengaruh Eksternal Seni Vol 21, No 1 (2011): Seni, Lokalitas, Vitalitas, dan Pemaknaan Vol 18, No 1 (2008): Komunikasi, Makna Tekstual dan Kontekstual dalam Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2008): Komunikasi, Makna Tekstual dan Kontekstual dalam Seni Pertunjukan Vol 15, No 36 (2005): JURNAL PANGGUNG: JURNAL SENI STSI BANDUNG Vol 1, No 31 (2004): Aksi Parsons Dalam Bajidor: Sistem Mata Pencaharian Komunitas Seni Tradision Vol 1, No 31 (2004): Aksi Parsons Dalam Bajidor: Sistem Mata Pencaharian Komunitas Seni Tradisional More Issue