cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 355 Documents
Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Materi Interaksi Sosial Melalui Penggunaan Model Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) Juliastuti, .
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p32-39

Abstract

AbstrakBerdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran IPS di SMPN 33 Surabaya Kota Surabaya, diperoleh bahwa nilai rata-rata penguasaan materi siswa kelas X1 pada materi Interaksi Sosial tahun pelajaran 2012/2013 masih rendah. Aktivitas siswa yang relevan dengan pembelajaran rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan aktivitas siswa dan penguasaan materi Interaksi Sosial adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Asissted Individualization). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penggunaan pembelajaran kooperatif tipe TAI untuk meningkatkan persentase rata-rata : (1) tiap jenis aktivitas siswa; (2) penguasaan materi siswa dari siklus ke siklus. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak tiga siklus. Data penelitian ini terdiri dari data kualitatif, yaitu data aktivitas on task siswa yang diperoleh dari lembar observasi, serta data kuantitatif berupa nilai penguasaan materi interaksi sosial yang diperoleh melalui tes formatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I 65,63%, siklus II 100%.                                                                                                      AbstractBased on observations and interviews with a social studies teacher at SMPN 33 Surabaya Surabaya, found that the average value of students' mastery of the material in the material class X1 Social Interaction in the academic year 2012/2013 is still low. Activities relevant to the learning of students is low. One effort to increase student activity and mastery of Social Interaction is to implement cooperative learning model type TAI (Team Asissted Individualization). The purpose of this study was to describe the use of cooperative learning TAI to increase the percentage of the average: (1) each type of student activity; (2) The students' mastery of the material from cycle to cycle. This research is a class act who performed three cycles. Data of this study consisted of qualitative data, ie data on the activity of the student task derived from the observation sheets, as well as quantitative data such as the value of social interaction mastery of the material obtained through formative tests. The results of this study indicate that the use of cooperative learning model has a positive impact in improving student achievement marked by increased mastery learning students in each cycle, ie 65.63% the first cycle, the second cycle of 100% 
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning dengan Menggunakan Media Video Terhadap Hasil Belajar Siswa Rahmayani, April Lia
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 4, No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v4n1.p59-62

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning dengan menggunakan media video tehadap hasil belajar siswa kelas IV SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk Pre-Experimental Design dengan jenis One Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD N Gemah. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa kelas IV SD N Gemah yang terdiri dari 40 siswa dengan menggunakan teknik sampling yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Dalam pengumpulan data menggunakan teknik observasi,dan wawancara.
Tracer Study Lulusan Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Gorontalo Rahim, Maryam; Puluhulawa, Meiske
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2, No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n2.p121-127

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas pengelolaan program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Gorontalo berdasarkan informasi yang diperoleh melalui tracer study. Secara khusus, penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi tentang lulusan, yang meliputi (1) rata-rata masa tunggu lulusan, (2) jenis pekerjaan yang ditekuni, dan (3) tanggapan terhadap pengguna lulusan.Permasalahan penelitian ini adalah: (1) berapa rata-rata masa tunggu lulusan?, (2) jenis pekerjaan apa yang ditekuni lulusan?, dan (3) bagaimana tanggapan pengguna terhadap lulusan?. Anggota populasi dalam penelitian ini berjumlah 408 orang, dari jumlah tersebut 58% (238 orang) dijadikan sebagai anggota sampel dengan menggunakan cluster sampling. Indikator penelitian meliputi: (1) rata-rata masa tunggu lulusan, (2) jenis pekerjaan yang ditekuni lulusan, dan (3) tanggapan pengguna terhadap lulusan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tracer study. Data yang terkumpul dianalisis secara kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan: (1) rata-rata masa tunggu lulusan adalah 3 bulan; (2) jenis pekerjaan yang ditekuni lulusan terdiri dari 13 kategori yakni (a) Guru BK (PNS) sebanyak 27.31%; (b) Guru BK (Non PNS) sebanyak 50.00%; (c) Guru PAUD sebanyak 0.84%; (d) Guru TK sebanyak 5.04%; (e) Guru SD sebanyak 4.20%; (f) Guru SLB sebanyak 0.42%; (g) Pegawai instansi pemerintah sebanyak 2.52%; (h) Pegawai perusahaan sebanyak 0.84%; (i) Dosen sebanyak 1.26%; (j) Dosen luar biasa sebanyak 1.26%; (k) Wirausaha sebanyak 3.78%; (l) Anggota DPR sebanyak 0.42%; (m) dan lain-lain sebanyak 2.10%; dan (3) tanggapan pengguna terhadap lulusan, yang menyangkut: (a)  integritas (etika dan moral) = 89.60 (sangat baik); (b) keahlian berdasarkan bidang ilmu (profesionalisme) = 82.92 (baik); (c) bahasa Inggris = 67.89 (cukup); (d) penggunaan teknologi informasi = 81.71 (baik); (e) komunikasi = 84.06 (baik); (f) kerjasama tim = 85.04 (sangat baik); dan (g) pengembangan diri = 83.83 (baik).      AbstractThis research is expected to improve and improve the quality of the management of Study Program Guidance and Counseling of State University of Gorontalo based on information obtained through tracer study. Specifically, this study was undertaken to obtain information about graduates, which included (1) the average waiting period for the graduates, (2) the type of work being undertaken, and (3) responses to graduate users.The problems of this research are: (1) what is the average waiting period of graduates ?, (2) what kind of work is graduated ?, and (3) how is the user's response to the graduates ?. The population members in this study amounted to 408 people, of which 58% (238) were used as sample members using cluster sampling. Research indicators include: (1) average waiting period for graduates, (2) types of work occupied by graduates, and (3) user responses to graduates. Data collection was done by using tracer study instrument. The collected data is analyzed quantitatively.The results showed: (1) the average waiting period of the graduates was 3 months; (2) the type of work occupied by graduates consists of 13 categories, namely (a) Teacher BK (PNS) as much as 27.31%; (B) Teacher BK (Non PNS) as much as 50.00%; (C) PAUD teachers as much as 0.84%; (D) Kindergarten teachers as much as 5.04%; (E) elementary school teachers as much as 4.20%; (F) SLB Teachers as much as 0.42%; (G) Employees of government agencies as much as 2.52%; (H) Company employees 0.84%; (I) Lecturer as much as 1.26%; (J) Unusual lecturer as much as 1.26%; (K) Entrepreneur as much as 3.78%; (L) Members of the People's Legislative Assembly of 0.42%; (M) and others as much as 2.10%; And (3) user responses to graduates, which include: (a) integrity (ethics and morals) = 89.60 (excellent); (B) expertise by field of science (professionalism) = 82.92 (good); (C) English = 67.89 (enough); (D) use of information technology = 81.71 (good); (E) communication = 84.06 (good); (F) teamwork = 85.04 (excellent); And (g) self-development = 83.83 (good). 
Pentingnya Pengembangan Geography Virtual Laboratory (Geo V-Lab) sebagai Media Pembelajaran Litosfer Wijayanto, Pradika Adi; Rizal, Muhammad Fatkhur; Subekti, Elok Ayu Khumaerok Ertika; Novianti, Tiara Annisa
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3, No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v3n2.p119-125

Abstract

Laboratorium geografi sangat dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA). Keberadaan laboratorium geografi rill dan alami mampu menunjang proses pembelajaran geografi pada materi litosfer menjadi aktif, efektif, serta menyenangkan. Pengadaan laboratorium geografi di SMA memiliki kendala terkait biaya, peningkatan kompetensi profesional pendidik dalam memanajemen laboratorium, serta kurangnya partisipasi dari berbagai pihak. Kendala  tersebut dapat diminimalisir dengan mengembangkan geography virtual laboratory yang berguna untuk mengatasi keterbatasan dalam penyediaan laboratorium geografi rill dan alam. Kajian ini membahas pentingnya pengembangan geography virtual laboratory (GEO V-LAB) yang bermanfaat sebagai media pembelajaran materi litosfer yang praktis, efektif meningkatkan pemahaman konstekstual  siswa, menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter, menghemat waktu dan biaya. Memenuhi  hal tersebut maka pengembangannya diharapkan menjadi solusi alternatif pihak Sekolah.AbstractGeography laboratory is needed in the learning activities at Senior High School (SMA). The existence of a laboratory of natural and natural geography able to support the process of geography learning on lithosphere material to be active, effective, and fun. The procurement of geography laboratories in SMA has cost related constraints, increased professional competence of educators in laboratory management, and lack of participation from various parties. These constraints can be minimized by developing a virtual laboratory geography that is useful to overcome the limitations in the provision of laboratory geography of nature and nature. This study discusses the importance of the development of virtual laboratory geography (GEO V-LAB) which is useful as a learning media of practical lithosphere materials, effectively improving students' contextual understanding, instilling character education values, saving time and cost, Fulfilling it is expected to be the solution school alternative.
Pengembangan Materi Pada Mata Pelajaran IPA Dalam Platform Course Networking Sebagai Media Pembelajaran Secara Blended Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Keterampilan Kolaborasi Peserta Didik Kelas VII SMP Prasetyorini, Heni; ., Mustaji; Bachri, Bachtiar Syaiful
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p50-58

Abstract

AbstrakTujuan penelitian adalah mengembangkan materi pembelajaran pada suatu platform e-learning berbasis opensource dan Learning Management System (LMS) sebagai media pembelajaran secara Blended Learning. Pembelajaran dilakukan pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Media tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai suplemen pembelajaran atau alat bantu untuk meningkatkan hasil belajar dan keterampilan kolaborasi peserta didik kelas VII SMP Terpadu Daarul Muttaqien Surabaya. Penelitian pengembangan ini menggunakan platform Course Networking untuk mendesain dan mengatur pembelajaran. Prosedur pengembangan media pembelajaran menggunakan model pengembangan Borg & Gall. Dengan 10 tahapan yaitu, (1) Identifikasi kebutuhan instruksional, (2) Analisis Tujuan Instruksional, (3) Mengidentifikasi karakteristik dan konteks awal peserta didik, (4) Penjabaran tujuan instruksional umum ke dalam tujuan instruksional khusus, (5) Mengembangkan instrumen penilaian, (6) Mengembangkan strategi instruksional, (7) Mengembangkan bahan ajar (materi), (8) Mendesain dan menyelenggarakan evaluasi formatif, (9) Revisi instruksional, (10)  Mendesain dan melakukan evaluasi sumatif. Produk pengembangan yang dihasilkan berbentuk (1) model web learning materi ekosistem, dan (2) panduan penggunaan untuk peserta didik dan guru. Pengembangan media ini telah diujicoba pada kegiatan pembelajaran untuk materi ekosistem kelas VII SMP Terpadu Daarul Muttaqien Surabaya semester genap tepatnya pada bulan Maret hingga awal Mei tahun pelajaran 2015. Hasil pengembangan telah divalidasi ahli materi dan ahli media masing-masing mendapatkan prosentase 77,17% dan 77,5%. Hasil tersebut menunjukkan hasil pengembangan produk sudah baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Untuk hasil implementasi penggunaan media dalam meningkatkan hasil belajar dan keterampilan kolaborasi peserta didik, digunakan uji T Independen, yang menunjukkan hasil post-test hasil belajar menunjukkan thitung = 2,079 , sedangkan keterampilan kolaborasi thitung = 1,127, dengan ttabel = 2,000 (signifikansi 5%, df=60). Hal ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan media pembelajaran secara blended learning, yaitu pengembangan materi pembelajaran dalam platform Course Networking tersebut dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, namun belum dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi peserta didik. AbstractThe purpose of research is to develop learning material on an e-learning platform based on open source and the Learning Management System (LMS) as a medium of learning in Blended Learning course. Learning is done on the subjects of Natural Sciences (IPA) class. Media are expected to be used as a learning supplement and be a learning tool to improve learning outcomes and collaborative skills of students of class VII SMP Integrated Daarul Muttaqien Surabaya. This development research Course Networking platform to design and organize learning. Procedure development of instructional media used development model of Borg & Gall. With 10 stages, namely, (1) identification of instructional needs, (2) Analysis of Instructional Objectives, (3) Identify the characteristics and context of early learners, (4) Translation of instructional objectives general to the specific instructional objectives, (5) Developing assessment instruments, (6) Develop instructional strategies, (7) Develop teaching material (material), (8) Designing and conducting formative evaluation, (9) Revision instructional, (10) Design and conduct summative evaluation. The resulting shaped product development (1) model of learning material web ecosystem, and (2) guidelines for the use of students and teachers. The development of this medium has been tested on learning activities for class VII SMP material Integrated ecosystem Daarul Muttaqien Surabaya precisely semester from March to early May in the academic year 2015. The result of the development of a validated matter experts and media experts each get a percentage of 77.17% and 77.5%. These results show the results of product development has been good and deserve to be used in learning. For the implementation of the use of media in improving learning outcomes and skills of collaborative learners, used the T test Independent, which shows the results of post-test learning results showed t = 2.079, while the skills of collaboration t = 1.127, with table = 2.000 (5% significance, df = 60). This shows that by using media learning blended learning, namely the development of learning materials in the Course Networking platform that can improve student learning outcomes, but has not been able to improve the collaboration skills of learners. 
PERBEDAAN KEMANDIRIAN BELAJAR DAN HASIL BELAJAR DESAIN GRAFIS PERCETAKAN KARENA PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CBL DAN PBL BERBANTUAN VIDEO TUTORIAL PADA SISWA KELAS XI MULTIMEDIA SMK NEGERI 1 GEMPOL Sari, Ruhul Hardiana
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 4, No 2 (2019): Volume 4, Nomor 2, September 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the research is to reveal the contribution of Independence Students and Learning Facilities Availability against the Result of Wireless Network Study of Students of Computer and Network Engineering in SMKN 8 Malang. The result of the study were obtained from the skill competence and knowledge competencies. This research used expost facto method. Type and data analysis of the research is using a quantitative approach with a sample of the research amounted to 95 students XII Computer And Network Engineering in Vocational High School 8 Malang. Data collection for independece and learning facilities is using quetionnaire, while data collection for result of the study is using value documentation. Data analysis included descriptive and regression. The result of the research showed that: (1) independence students contributed to the skill competence amounted to 14,1%, (2) independence students contributed to the knowledge competence is amounted to 19%, (3) learning facilities availability contributed to the skill competence is amounted to 23,5%, (4) learning facilities availability contributed to the knowledge competence is amounted to 7%, (5) independence students and learning facilities are jointly contribute to the skill competence by 25,6% and (6) independence students and learning facilities are jointly contribute to the knowledge competence by 19,2%.
Penerapan Metode Hypnoteaching dalam Pembelajaran Bermain Peran Siswa Kelas V SDN Lidah Kulon IV Surabaya Asteria, Prima Vidya; Rohmah, Shovia Khoirur; Renhoran, Fatima Zahra
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2, No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n2.p150-155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran bermain peran siswa kelas V SDN Lidah Kulon IV Surabaya dengan menerapkan metode hypnoteaching. Hypnoteaching adalah metode pembelajaran yang dalam menyampaikan materi pelajaran, guru menggunakan teknik berkomunikasi yang sangat persuasif dan sugestif dengan tujuan agar peserta didik mudah memahami materi pelajaran.  Langkah-langkah hypnoteaching  meliputi:  1)  niat dan motivasi dalam diri sendiri; 2) pacing atau menyamakan posisi, gerak tubuh, bahasa, serta gelombang otak dengan orang lain atau peserta didik;  3) leading  atau mengarahkan peserta didik; 4)  menggunakan  kata-kata positif;  5)  memberikan pujian; 6) modeling atau memberi teladan melalui ucapan dan perilaku. Data mengenai pembelajaran bermain drama dan penerapan metode hypnoteaching dikumpulkan melalui observasi dan tes. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama proses pembelajaran, suasana pembelajaran bermain peran di kelas akan lebih kondusif, peserta didik merasa penting, aman dan nyaman dengan penerapan metode hypnoteaching. Hasil belajar siswa mencapai 100. AbstractThis study aims to describe the planning, implementation, and evaluation of learning to play the role of grade V SDN Lidah Kulon IV Surabaya by applying the hypnoteaching method. Hypnoteaching is a method of learning that in delivering the subject matter, the teacher uses very persuasive communication techniques and suggestive with the aim that learners easily understand the subject matter. The steps of hypnoteaching include: 1) intention and self-motivation; 2) pacing or equating positions, gestures, language, and brain waves with other people or learners; 3) leading or directing learners; 4) use positive words; 5) give praise; 6) modeling or modeling through speech and behavior. Data on the learning of drama play and the application of hypnoteacing method were collected through observation and test. Data analysis was done by using quantitative descriptive analysis. The results show that during the learning process, the atmosphere of learning to play a role in the classroom will be more conducive, learners feel important, safe and comfortable with the application of hypnoteaching methods. Student learning outcomes reached 100. 
MEDIA NUMBER SENSE UNTUK MENGENALKAN BILANGAN PADA ANAK USIA DINI DENGAN MULTISENSORI Anwar, Ruqoyyah fitri
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v5n2.p55-64

Abstract

Rendahnya pengenalan konsep bilangan pada anak usia dini disebabkan pengajaran number sense bersifat abstrak dan banyak menggunakan lembar kerja, sehingga dibutuhkan pengembangan media pembelajaran yang dilengkapi panduan bagi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan keefektifan media pembelajaran Number Sense yang telah dikembangkan dalam meningkatkan kemampuan mengenal bilangan pada anak usia 5-6 tahun di TK Islam Terpadu Al Ibrah Gresik. Metode pengembangan yang dipakai mengikuti model pengembangan Borg and Gall yang mengadaptasi 10 langkah pengembangan model Dick and Carey. Teknik analisis data dengan desain Quasi Eksperimen menggunakan One Group Pretest Posttes Design dengan seluruh sampel yang berjumlah 36 anak. Berdasarkan hasil validasi tiga orang ahli terhadap produk yang dikembangkan, dinyatakan bahwa produk media pembelajaran number sense sudah sesuai dan baik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata kemampuan anak sesudah diberi pembelajaran menggunakan media number sense.  Peningkatan ini disebabkan anak tertarik untuk bermain dan senang menggunakan media berupa kartu dan kepingan hitung karena media tersebut bersifat multisensori, yaitu melibatkan modalitas belajar anak baik visual, auditory, kinesthetic, maupun tactile sehingga anak bisa dengan mudah mengenal konsep bilangan dan operasinya secara konkret sambil bermain. Penelitian ini memberi ide efisien tentang cara mengenalkan number sense di taman kanak-kanak secara multisensori dan diperlukan penelitian lanjutan tentang implikasi media ini pada kemampuan matematika anak di sekolah dasar.
Mengembangkan Keterampilan Memecahkan Masalah melalui Pembelajaran Berdasar Masalah Rahayu, Imami Arum Tri; Adistana, Gde Agus Yudha Prawira
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3, No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v3n2.p86-91

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah tujuan pembelajaran level tinggi dalam ranah kognitif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran tertentu memberikan dampak peningkatan yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar kognitif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah dan sikap sosial pebelajar. Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dilakukan selama dua siklus dan pengukuran hasil belajar dilakukan dengan menggunakan instrumen penilaian non-test berupa lembar penilaian. Analisis data selanjutnya dilakukan dengan menggunakan metode penskoran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus satu kemampuan pemecahan masalah siswa belum optimal karena 75% subyek tidak berhasil menyelesaikan permasalahan. Selain itu, masih banyak ditemukan sikap yang tidak relevan dengan proses pembelajaran. Pada siklus kedua terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah dengan indikasi bahwa 75% siswa mampu menyelesaikan permasalahan yang diberikan dan disertai dengan penurunan sikap yang tidak relevan. AbstractProblem solving ability is a high level learning goal in the cognitive domain. Some studies show that using certain learning models has a significant impact on improving cognitive learning outcomes. This research is a collaborative classroom action research which aims to find out how the influence of the use of problem-based learning models on students' problem solving abilities and social attitudes. The application of the problem-based learning model was carried out for two cycles and the measurement of learning outcomes was carried out using a non-test assessment instrument in the form of an assessment sheet. Data analysis is then carried out using the scoring method. The results showed that in the cycle one the problem solving ability of students was not optimal because seventy-five percent of the subjects did not succeed in solving the problem. In addition, there are still many attitudes that are not relevant to the learning process. In the second cycle there is an increase in problem solving ability with an indication that seventy-five percent of students are able to solve the problems given and accompanied by a decrease in irrelevant attitudes.
Meningkatkan Ketuntasan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIII-F SMP Negeri 33 Surabaya Melalui Penerapan Model Pengajaran Langsung Dengan Kegiatan Laboratorium Mini Pada Materi Pembentukan Harga Pasar Mudjianingsih, .
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p40-49

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilaksanakan dengan latar belakang masih banyak kesulitan  yang ditemui peserta didik dalam mempelajari IPS. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, pembelajaran di kelas VIII-F SMPN 33 Surabaya menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Penerapan metode ini menjadikan peserta didik hanya sebagai obyek belajar, peserta didik yang duduk di belakang cenderung pasif dan kemungkinan hasil belajarnya tidak tuntas. Untuk mengatasi pemasalahan tersebut peneliti mengunakan model pengajaran langsung dengan kegiatan praktikum. Kegiatan praktikum ini merupakan bagian pengetahuan prosedural. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tahapan  berupa rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi dan revisi. Penelitian ini terdiri dari 3 putaran. Data penelitian diambil dengan menggunakan lembar observasi dan tes yang dilakukan pada bulan Maret s/d April 2013. Berdasarkan analisis data diperoleh informasi tentang keterampilan guru dalam pengelolaan model pengajaran langsung pada putaran I sampai putaran III mengalami peningkatan dari kriteria kurang baik menjadi baik. Keterampilan psikomotor peserta didik pada aspek transaksi pada putaran I mencapai skor 2,6 (kategori baik), sedangkan putaran II mencapai 2,4 (kategori kurang baik), hal ini peserta didik kurang serius pada saat melakukan kegiatan dan pengamatan, kemudian pada putaran III meningkat menjadi 3,8 (kategori sangat baik). Keterampilan afektif peserta didik dalam bertanya/ mengemukakan pendapat pada putaran I mencapai 2,8 (kategori baik), sedangkan putaran II menurun mencapai 2,4 (kategori kurang baik), dan putaran III mengalami peningkatan menjadi 3,3 (kategori sangat baik). Hasil belajar peserta didik sudah mencapai standar ketuntasan di sekolah. Pada putaran I ketuntasan belajar 70%, putaran II mencapai 91,06% sedangkan putaran III mencapai 88,62%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik sudah mencapai standar ketuntasan belajar di sekolah setelah menerapkan model pengajaran langsung dengan kegiatan praktikum sederhana sedangkan kinerja peserta didik pada aspek psikomotor dan aspek afektif mengalami peningkatan. AbstractThe research conducted because the students in the 8th grade of SMPN 33 Surabaya found difficulties to learn Social Science. Based on the observation, in fact, the use of lacture method and the question-answer method made the students as the learning object. The studens who sat at the back tended to be passive and may be their achievement was not good or they could not pass the minimal passing grade. To overcome the problem, the researcher conducted the Class Action Research presenting the direct learning model with the practical activity in the class because the practical activity is as a part of procedural knowledge. The steps how to do the research are: planning, acting, observation, reflection, and revision. This research conducted three cycles and took th data from the observation sheet and test perfomed in March to April 2013. Based on the data analyze, it shows the teacher was able to manage the class using the direct learning model in the first to third cycle. The learning result improved to be better. In the first cycle, psychomotoric skill of the students in the transactional aspect reached the skore 2.6 (good category), while in the second cycle reached 2.4 (less good category), it caused the student were less serious to do the activity and observation, then in the third cycle improved again to reach 3.8 (very good category). The students’ afective skill in asking or expressing opnion in the first cycle reached 2.8 (good category), while in the second cycle it decreased to be 2.4 (less good category), and in the third cycle improved again to get 3.3 (very good category). The students’ learning achievement reached the standart of school passing grade. While the learning succes of the students in the 8th grade reached 70% in the first cycle, 91.06% in the second cycle, and 88,62% in third cycle. Based on all data, the researcher can conclude that the students’ learning achievement reached the standart of school passing grade after the teacher implemented the direct learning model accompanied with the simple practical activity, while the students’ work in psycho motoric aspect and afective aspect improved, too. 

Page 10 of 36 | Total Record : 355


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11, Nomor 1, Januari 2026 Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10, Nomor 2, September 2025 Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 (2025): Volume 10, Nomor 1, April 2025 Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 9, Nomor 2, September 2024 Vol 9 No 1 (2024): Vol. 9 No. 1 (2024): Volume 9, Nomor 1, April 2024 Vol 8 No 1 (2023): Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 8, Nomor 1, April 2023 Vol 8 No 2 (2023): September 2023 Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 7, Nomor 2, September 2022 Vol 7 No 1 (2022): Vol. 7 No. 1 (2022): Volume 7, Nomor 1, April 2022 Vol 6 No 2 (2021): Vol. 6 No. 2 (2021): Volume 6, Nomor 2, September 2021 Vol 6 No 1 (2021): Vol. 6 No. 1 (2021): Volume 6, Nomor 1, April 2021 Vol 5 No 2 (2020): VOLUME 5, NOMOR 2, September 2020 Vol 5 No 1 (2020): Volume 5, Nomor 1, April 2020 Vol 5, No 1 (2020): Volume 5, Nomor 1, April 2020 Vol 5, No 2 (2020) Vol 4 No 2 (2019): Volume 4, Nomor 2, September 2019 Vol 4, No 2 (2019): Volume 4, Nomor 2, September 2019 Vol 4 No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019 Vol 4, No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019 Vol 3 No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3, No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3, No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 3, No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 3, No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 2, No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2, No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2 No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1 No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 More Issue