cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Ardhia : Jurnal Perhubungan Udara
ISSN : 02159066     EISSN : 25284045     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Warta Ardhia is an Air Transport Journal containing research, review related to evaluation policy and technological development with the scope of air transport, airport, aircraft, flight navigation, aviation human resources, flight safety and security. Warta Ardhia is managed by Civil Aviation Research and Development Center of Ministry of Transportation of The Republic Indonesia and published 2 (two) times a year, June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 306 Documents
Analisa Kesesuaian Dan Kesenjangan Antara yang Diinginkan dengan yang Diterima oleh Penumpang Terhadap Pelayanan di Bandar Udara Juanda Surabaya Arman Mardoko
WARTA ARDHIA Vol 39, No 2 (2013)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.112 KB) | DOI: 10.25104/wa.v39i2.116.168-181

Abstract

Juanda International Airport Surabaya as a gateway to East Java Province has increasing number of passenger every year. With the increasing number of passenger and flight number, resulted in many claims and complaints from passengers with the services provided by the airport authority. The aim of his research is to determine the level of conformity and the gap between desired and accepted by passengers to airports services that have been performed by the airport authority. The analytical method used is GAP analysis. The analysis showed, attributes that need improvement of the management are airport facilities and equipment for carring passengers luggage, the ease of getting information about the arrangements/ flight departure schedule, number of baggage claim officers (Porter or PT . Angkasa Pura).Bandar udara Internasional Juanda Surabaya sebagai pintu gerbang provinsi Jawa Timur setiap hari semakin ramai dengan kegiatan penerbangan. Dengan semakin bertambah ramai dan sibuk kegiatan penerbangan di bandar udara Juanda Surabaya mengakibatkan banyaknya tuntutan dan keluhan dari para penumpang terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak pengelola bandar udara, terutama yang diinginkan dan yang diterima. Untuk itu dilakukan penelitian mengenai persepsi penumpang terhadap pelayanan yang diinginkan dan yang diterima di Bandar udara Internasional Juanda Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kesesuaian dan kesenjangan antara yang diinginkan dan diterima oleh penumpang terhadap pelayanan di bandar udara yang telah dilakukan oleh pengelola bandar udara. Metode analisis yang digunakan adalah analisis GAP. Hasil analisis menunjukkan, atribut - atribut yang perlu mendapatkan prioritas perbaikan paling utama dari pengelola bandar udara adalah fasilitas dan peralatan yang membantu penumpang dalam membawa barang bawaannya, kemudahan mendapatkan informasi mengenai pengaturan/kepastian jadwal keberangkatan pesawat, kemudahan dan cepatnya proses pengambilan barang di Baggage Claim dan Petugas bandar udara yang cepat saat dibutuhkan (Portir atau PT. Angkasa Pura).
Strategi Pengembangan Pelayanan Publik di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta - Cengkareng Dina Yuliana
WARTA ARDHIA Vol 41, No 4 (2015)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.922 KB) | DOI: 10.25104/wa.v41i4.155.181-200

Abstract

The Ministry of Transportation has instructed to Airport Management to improve public service. The instructions contained in the Circular of the Ministry of Transportasion No. HK.209/I/16PHB.2014 dated December 31, 2014 about Improvement of Public Service at the Airport in Indonesia. This research is aimed to evaluate development strategy of Soekarno Hattta Airport in improving public services based on a combination of internal and external factors. The method used SWOT analysis which is then formulated in the Cartesian diagram, External Internal matrix and SWOT matrix. Result of the analysis shows that the Cartesian Diagram of Soekarno Hatta International Airport in Cengkareng currently resides in quadrant I that means the Soekarno Hatta International Airport in Cengkareng on the competitive position of a very strong market in the business of airport with high competitiveness. There are four alternative strategies (SO, WO, ST, WT) which can be applied in the development of public services at Soekarno Hatta International Airport Cengkareng. Keywords: public services, airport, SWOT, alternative strategies. Kementerian Perhubungan telah menginstruksikan kepada pengelola bandara untuk meningkatkan pelayanan kepada publik. Instruksi tersebut termuat dalam Surat Edaran Kementerian Perhubungan No. HK.209/I/16PHB.2014, tertanggal 31 Desember 2014, tentang Peningkatan Pelayanan Publik di Bandar Udara Seluruh Indonesia. Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi pengembangan Bandara Soekarno Hattta Cengkareng dalam peningkatan pelayanan publik di bandara berdasarkan kombinasi dari faktor internal dan faktor eksternal bandar udara. Metode penelitian menggunakan analisis SWOT yang kemudian dirumuskan pada Diagram Cartesius, Matrik Internal Eksternal dan Matrik Swot. Hasil analisis pada Diagram Cartesius menunjukkan bahwa posisi Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng terletak pada kuadran I berarti Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng pada posisi kompetitif pasar yang sangat kuat dalam bisnis kebandarudaraan dan berdaya saing tinggi. Terdapat empat alternatif strategi (SO, WO, ST, WT) yang dapat diterapkan dalam pengembangan pelayanan publik di Bandara Internasional Soekarno Hatta - Cengkareng. Kata kunci: pelayanan publik, bandar udara, SWOT, strategi alternatif
Manfaat Limbah Domestik di Bandara Soekarno-Hatta Siti Masrifah
WARTA ARDHIA Vol 33, No 2 (2007)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4798.234 KB) | DOI: 10.25104/wa.v33i2.50.235-246

Abstract

Pada saat ini pertumbuhan angkutan udara sangat pesat sehingga membutuhkan sarana/prasarana yang memadai dan dapat mengikuti perkembangan yang ada, salah satunya adalah memfasilitasi berbagai perkembangan kegiatan. Adapun keberadaan suatu bandar udara dapat memberikan keuntungan terhadap daerahnya, namun juga keberadaannya dapat menimbulkan suatu dampak sampingan diantaranya limbah domestik bandar udara (limbah padat dan cair).Dan yang dimaksud limbah domestik adalah limbah cair dan limbah padat yang dihasilkan/diperoleh dari kegiatan pengoperasian bandar udara, juga keberadaan perkantoran, gedung-gedung di sekitar wilayah bandar udara.Dalam kajian ini khususnya Bandara Soekarno Hatta pada pengolahan dan hasil limbah domestik yang melalui pemprosesan sampai mengalir ke masyarakat sekitar bandar udara dan juga melihat lingkungan hidup di wilayah sekitar bandar udara dari segi positif dari pada limbah domestik tersebut yang dapat dimanfaatkan kegunaannya dalam lingkungan hidup di bandar udara dan masyarakat wilayah sekitarnya.
Budaya Keselamatan di Bengkel Perawatan Pesawat Udara pada Garuda Maintenance Facility (GMF AEROASIA) Minda Mora
WARTA ARDHIA Vol 37, No 4 (2011)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6302.74 KB) | DOI: 10.25104/wa.v37i4.182.322-334

Abstract

Safety is the most important thing in aviation. Safety level has to improved in highest performance. One way to improve safety is to implement safety culture in organization. In case of aviation safety, safety is affected by many factors. Aircraft maintenance is of the factor. The goal of his research is to asess the aviation safety culture in maintenance facilities, case study: Garuda Maintenance Facilities (GMF) using Safety Culture Indicator Scale Measurement System (SCISMS). The Safety Culture Grid System is used to analize the data. Result shows that safety culture in Garuda Maintenance Facilities is COLLABORATIVE. In a Collaborative safety culture, safety is seen as a primary integrated concern throughout the organization.
Evaluasi Pelayanan Penumpang di Bandara Mutiara Pada Rute Palu-Toli Toli Hartati Yusminah
WARTA ARDHIA Vol 35, No 4 (2009)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6521.951 KB) | DOI: 10.25104/wa.v35i4.74.183-196

Abstract

Usaha pengembangan sistem keperintisan adalah bagian pengembangan sistem transportasi nasional yang memiliki fungsi strategis dalam mendukung upaya pengembangan dan pembangunan wilayah di daerah yang belum berkembang atau masih terisolir, dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mewujudkan trilogi pembangunan yaitu pemerataan pembangunan menuju terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat, pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, serta stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. Dan bandar udara yang merupakan suatu komponen dari sistem perhubungan udara mempunyai peranan penting dalam medorong terselenggaranya transportasi udara dan fasilitas pelayanan yang prasarana tambahan bagi pengguna jasa/penumpang baik yang berangkat maupun yang datang. Kualitas pelayanan yang diberikan oleh pengelola bandar udara akan mempengaruhi terhadap kinerja bandar udara tersebut sekaligus akan menjadi penilaian bagi pengguna jasa/penumpang berkaitan dengan kepuasan dan harapannya.
Kajian Perbaikan Apron Bandar Udara Ahmad Yani Semarang Ali Murtadho; Welly Pakan
WARTA ARDHIA Vol 40, No 2 (2014)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3853.228 KB) | DOI: 10.25104/wa.v40i2.223.71-84

Abstract

Increasing the number of air traffic flow at airports must be accompanied by an increase in the capability and capacity of the air side facilities and land side of airport. Collapse accident of apron number 6 on January 8, 2014 at Ahmad Yani airport indicate a need for maintenance, repair and improvement of the facilities and continous oversight. So that, it need to increase capability of runway and apron to support increasing number of aircraft. The purpose of this research was to determine the strength of the airport apron Ahmad Yani Semarang before and after reconstruction by the airport management. PCN value obtained from the calculation before breakage is need to be increased from 27 F/D/X/T to 34 F / C / X / T or need to overlay for 8 cm thick. Adding a concrete slab and the addition of asphalt over concrete with a total thickness of 40 cm is already eligible. Peningkatan jumlah arus lalu lintas penerbangan di bandar udara harus diiringi dengan peningkatan kemampuan dan kapasitas fasilitas Sisi udara dan Sisi darat. Kejadian amblesnya apron nomor 6 pada tanggal 8 Januari 2014 di bandar udara Ahmad Yani menunjukkan bahwa perlu dilakukan perawatan, perbaikan dan peningkatan pengawasan serta kemampuan fasilitas Sisi udara secara terus menerus dan berkesinambungan seiring dengan peningkatan arus lalu lintas yang berkembang dengan pesat. Peningkatan kemampuan landas pacu dan apron dalam mendukung beban pesawat yang terus berkembang perlu terus dilakukan. Tujuan dari kajian ini adalah mengetahui kekuatan apron bandar udara Ahmad Yani Semarang sebelum dan setelah dilakukan oleh pihak manajemen bandara. Dari perhitungan didapatkan nilai PCN perekerasan flexible sebelum terjadi kerusakan adalah perlu ditingkatkan dari 27 F/D/X/T menjadi 34 F/C/X/T atau dioverlay setebal 8 cm. Hasil perbaikan dengan menggunakan plat beton dan penambahan aspal diatas beton dengan tebal total 40 cm sudah memenuhi syarat karena melebihi dari tebal hasil perhitungan yaitu 35,56 cm.
Pengembangan Model Manajemen Untuk Optimasi Pendapatan Penjualan pada Penerbangan Multi-Leg dengan Mempertimbangkan Jarak Tempuh dan Biaya Operasional Budiarto Subroto; Nelson Pardede
WARTA ARDHIA Vol 39, No 1 (2013)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.525 KB) | DOI: 10.25104/wa.v39i1.107.1-24

Abstract

This study is aimed at applying yield management to optimize the airlines selling income by determining or allocating the number of passengers in multi-leg flight in which each leg has two fares classes. Basically, yield management is one of allocating and controlling passenger’s seats methods to optimize the airlines income. Normally, the existing yield management model will only consider the fare, demands and capacity variables. Other variables such as operational and distance will not be covered. When those variables are covered, they are considered as constant variables that will not affect the income optimization. The development of yield management model in this study is applying the linear program model approach, in order to obtain an optimum solution in the multi-leg flight. The approach will produce a decision variable; i.e. the number of passengers that will be allocated in each leg for business and economy fares; and objective function; i.e. maximum income and multi-leg flight route being served. The result of the study is a smaller solution, both for the decision variable and objective function. However, the solution is more valid because it considers more aspects, which are ideally more suitable to the actual condition of the flight operational.Penelitian ini bertujuan mengaplikasikan model yield management untuk mengoptimasikan pendapatan penjualan perusahaan penerbangan dengan cara pengalokasian jumlah penumpang pada penerbangan multileg dimana masing-masing leg mempunyai dua jenis kelas tarif. Pada dasarnya, yield management adalah metode pengalokasian dan pengendalian kursi penumpang untuk mengoptimasikan pendapatan perusahaan penerbangan.. Pengembangan model yield management dalam studi ini menggunakan pendekatan model programa linier, untuk mendapatkan solusi optimum dalam penerbangan multileg. Pendekatan ini akan menghasilkan suatu variabel keputusan yaitu jumlah penumpang yang akan dialokasikan pada setiap leg untuk harga tiket bisnis dan ekonomi; dan fungsi tujuannya adalah memaksimumkan pendapatan dan rute penerbangan multileg yang dilayani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solusi yang lebih kecil, baik untuk variabel keputusan maupun untuk fungsi tujuan. Meskipun demikian, solusi ini lebih valid karena mempertimbangkan banyak aspek, dimana idealnya lebih sesuai dengan kondisi aktual dari operasi penerbangan.
Analisis Sistem Kendali Terbang dengan Gain Scheduling Pada Pesawat Efek Permukaan Sayuti Syamsuar
WARTA ARDHIA Vol 43, No 2 (2017)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.241 KB) | DOI: 10.25104/wa.v43i2.295.141-148

Abstract

This paper provides an overview of the design of adaptive flight control system of wing in surface effect craft Lippisch configuration 8 passengers capacity during cruise in the low speed and low altitude. The control system will be used the control surface, such as elevator deflection as input and pitch angle deflection as output response or by using engine throttle setting as input and others output response in the longitudinal mode. This paper describes some methodologies control system method and analysis such as PID controller system with gain scheduling approach, and root locus method. The observable matrices (4 x 4) on the longitudinal mode that used in the control system became from aerodynamic derivative parameters of 8 seaters configuration that calculated by DATCOM numerical simulation or wind tunnel test result and dummy data. Kajian ini merupakan rancangan sistem kendali terbang adaptif pada pesawat efek permukaan konfigurasi Lippisch kapasitas 8 orang saat terbang mendatar pada kecepatan dan ketinggian terbang rendah. Sistem kendali terbang yang digunakan, seperti defleksi elevator sebagai input dan defleksi sudut pitch sebagai respon output atau penggunaan defleksi throttle mesin sebagai input dan parameter respon output lain pada gerak matra longitudinal. Kajian menjelaskan penggunaan beberapa metodologi dan analisis sistem kendali terbang adaptif, seperti kontroler PID dengan pendekatan gain scheduling, dan metoda root locus. Matriks ruang keadaan berukuran (4 x 4) pada matra longitudinal yang digunakan pada sistem kendali terbang adaptif diperoleh dari parameter turunan aerodinamika hasil perhitungan numerik DATCOM atau hasil uji terowongan angin dan data dummy.
Harapan dan Kepentingan Pengguna Jasa Angkutan Udara Terhadap Pelayanan di Bandar Udara H.AS Hanandjoeddin–Tanjung Pandan Belitung Arman Mardoko
WARTA ARDHIA Vol 41, No 2 (2015)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.15 KB) | DOI: 10.25104/wa.v41i2.146.69-80

Abstract

Bandar Udara H.AS. Hanandjoeddin – Tanjung Pandan sebagai pintu gerbang kedatangan wisatawan di Kepulauan Belitung diharapkan mampu untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna jasa angkutan udara. Tujuan pengkajian adalah menganalisis harapan dan kepentinganyang dirasakan oleh pengguna jasa angkutan udara (penumpang) terhadap pelayanan yang telah diberikan oleh pihak penyelenggara Bandar Udara H.AS Hanandjoeddin – Tanjung Pandan Belitung. Analisis yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Responden adalah pengguna jasa angkutan udara (penumpang). Hasil dari analisis yang menjadi prioritas utama perbaikan adalah pelayanan kebersihan fasilitas umumseperti toilet, kios, mushola dan lain-lain, penataan terminal penumpang khususnya untuk antrian dan sirkulasi bagi penyandang cacat, fasilitas dan peralatan yang membantu penumpang dalam membawa barang bawaannya, tersedianya layanan sarana transportasi umum, dan kemampuan petugas untuk cepat tanggap menyelesaikan keluhan/masalah. Kendala dan permasalahan yang terjadi adalah terbatasnya dana pemeliharaan yang tersedia, terbatasnya SDM untuk pemeliharaan sarana dan prasarana.[Air Transport Passenger Expectations and Interest of Airport Services in H.A.S Hanandjoeddin Airport – Tanjung Pandan] H. AS. Hanandjoeddin Airport of TanjungPandan, as the tourism gateway in Belitung Islands, is expected to provide its best service performance to the air transport user.The purpose of this study is to analyze the expectation and the importance of service that is provided by H. AS. Hanandjoeddin Airport that perceived by the user. Furthermore, quantitative and qualitative analysis was applied and air transport passengers are subjected as the respondent. The results indicate certain attributes that should be the main priority in improving the airport service, namely public facilities; toilet, kiosk, praying room, etc., queue arrangement for handicap, supporting facilities for carrying luggage, public transport for accessing the airport, and officer competence in solving the problems related to the passenger service. However, the limitation of maintenance budget and human resource has become the hindrance for service improvemnt.
Pengkajian Ganti Rugi Bagi Penumpang Angkutan Udara Atas Terjadinya Keterlambatan Keberangkatan Pesawat Yuke Sri Rizki
WARTA ARDHIA Vol 33, No 1 (2007)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7863.385 KB) | DOI: 10.25104/wa.v33i1.41.78-99

Abstract

Pengguna jasa angkutan udara di Indonesia setiap tahun terus meningkat dimana pada tahun 2006 telah mencapai 34 juta orang. Kondisi pelayanan yang kurang optimal menimbulkan banyak permasalahan terutama masalah penundaan penerbangan (keterlambatan keberangkatan).Dalam Undang-Undang No. 8 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang No. 15 tahun 1992 Tentang Penerbangan dan Peraturan Pemerintah No. 3 tahun 2000 Tentang Angkutan Udara menyatakan mengenai ganti rugi yang diberikan pada pengguna jasa atas kerugian karena menggunakan (dalam hal ini angkutan udara yang mengalami keterlambatan jasa penerbangan).Dasar hukum diatas belum memiliki aturan pelaksanaannya (Kep Men) sehingga belum dapat dilaksanakan di lapangan, namun setiap airline telah memiliki aturan sendiri mengenai pemberian ganti rugi atas keterlambatan keberangkatan meskipun belum dilaksanakan secara konsisten. Dari pelaksanaan saran-saran yang diajukan, diharapkan pemberian ganti rugi/kompensasi dapat dilaksanakan dengan konsisten sesuai ketentuan pihak airline dalam upaya peningkatan pelayanan dan kepuasan pengguna jasa.