cover
Contact Name
DWIKEN AULIA SUGESTI
Contact Email
dwiken@pknstan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpbc@pknstan.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI
ISSN : 26206757     EISSN : 2614283x     DOI : -
Core Subject : Economy,
JPBC invite authors to submit papers (research-based articles) related to all aspects of the activities of Customs and Excise, for example, exports, imports, public accounting, auditing, law, management, logistics, taxation, public policy, economics, administration, information technology and communications for Customs and Excise. The author(s) who willing to submit must use journal template and include the following forms: Ethics statement and Copyright statement.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2023)" : 9 Documents clear
MANAJEMEN PERSEDIAAN JUST-IN-TIME SEKTOR PUBLIK UNTUK LAYANAN PITA CUKAI Ali Tafriji Biswan Biswan; Hasyim Azhari
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Unit Penerbitan Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuntutan masyarakat terhadap layanan prima membuat organisasi beradaptasi dan bersikap responsif dalam memenuhinya secara cepat dan tepat. Salah satu bentuk adaptasi dunia bisnis ke sektor publik adalah manajemen persediaan dengan sistem just-in-time. Meskipun pada mulanya diterapkan pada sektor bisnis, just-in-time selaras dengan karakter layanan sektor publik terkini. Studi ini bertujuan mengkonfirmasi layanan pita cukai di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai berdasarkan karakteristik dan filosofi just-in-time. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam studi ini untuk menelusuri lebih mendalam proses bisnis objek studi. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi P3C dan CK-1 online dalam penyediaan dan pemesanan pita cukai merupakan wujud pull inventory system sebagaimana filosofi just-in-time. Tidak hanya untuk permintaan pokok, permintaan cukai tambahan juga menggunakan asas JIT. Bahkan dalam rangka efisiensi, pita cukai tak terpakai pihak pemesan mengganti biaya, sehingga efisiensi anggaran terjaga. Implikasinya layanan JIT hendaknya terus dikembangkan selaras perkembangan teknologi informasi.
IMPLEMENTASI CRISP-DM DENGAN MENGGUNAKAN TABLEAU UNTUK VISUALISASI DATA DALAM UPAYA PENINGKATAN PENERIMAAN IMPOR PADA KPU BEA CUKAI TIPE B BATAM yafie lucky sukmana
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Unit Penerbitan Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan perdagangan internasional menuntut proses customs clearance dilakukan dengan cepat dapat menyebabkan proses penelitian dokumen impor dalam rangka peningkatan penerimaan kurang optimal. Penelitian ini mencoba memberikan salah satu alternatif solusi pada permasalahan tersebut dengan memanfaatkan Tableau Server DJBC dalam melakukan analisis tarif dan nilai pabean melalui visualisasi data. Penelitian exploratory ini membangun dashboard interaktif dan real time untuk menemukan data dengan kesamaan uraian namun memiliki disparitas tarif dan nilai pabean. Visualisasi data yang dibuat juga memungkinkan Pejabat Bea dan Cukai melakukan drill down untuk menemukan informasi lebih rinci. Penelitian ini menggunakan model Cross-industry Standard Process for Data Mining (CRISP-DM) dan Tableau Server. Berdasarkan visualisasi data yang dibentuk didapatkan bahwa uraian barang dan klasifikasi paling berpotensi dijadikan parameter dalam analisis tarif maupun nilai pabean. Selanjutnya, nama pengirim berpotensi dijadikan parameter untuk dilakukan drill down aktivitas entitas. Akhirnya, penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan pada Pejabat Peneliti Dokumen pada saat customs clearance dan post-clearance control.
MENELISIK MODUS TINDAK PIDANA PENJUALAN ROKOK TANPA PITA CUKAI ATAU DILEKATI PITA CUKAI PALSU Destiny Wulandari
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Unit Penerbitan Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap modus tindak pidana penjualan rokok tanpa pita cukai atau yang dilekati pita cukai palsu, upaya yang dilakukan petugas Bea dan Cukai (BC) dalam menangani tindak pidana tersebut, dan menyajikan rekomendasi upaya penanganan tindak pidana serupa ke depannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan studi kasus dengan menganalisis seluruh putusan pengadilan negeri yang memuat pokok sengketa tindak pidana penjualan rokok tanpa pita cukai atau yang dilekati pita cukai palsu yang diputus tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis modus tindak pidana yang dilakukan, yaitu modus sebagai pedagang perantara yang menjual rokok tanpa pita cukai milik pihak lain dan modus sebagai produsen rokok yang menjual rokok yang dilekati dengan pita cukai palsu yang dibeli dari pihak lain. Dalam menindak tindak pidana tersebut, petugas BC melakukan fungsi intelijen, fungsi penyidikan, dan fungsi penindakan. Untuk penanganan tindak pidana serupa ke depannya, petugas BC dapat mengedukasi masyarakat mengenai ketentuan tindak pidana tersebut dan melakukan intensifikasi pengawasan terhadap tindak pidana tersebut.
DAMPAK IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBATASAN IMPOR SEPEDA PADA POLA PERDAGANGAN INTERNASIONAL Marsanto Adi Nurcahyo; Ario Seno Nugroho
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Unit Penerbitan Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menghadapi persaingan liberalisasi perdagangan, Indonesia menerapkan kebijakan tarif maupun nontarif. Hal ini menimbulkan efek ekonomi pada kegiatan perdagangan internasional. Penelitian ini membahas dampak perdagangan internasional setelah penerapan aturan pembatasan. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kuantitatif dan penelitian ini menggunakan data time series pada kegiatan impor barang sepeda ke Indonesia pada periode 2016 – 2021. Metode pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan t-test dan ARIMA. Hasil penelitian mengungkapkan pembatasan impor mempunyai dampak pada kegiatan perdagangan internasional. Nilai impor bertambah signifikan sebelum pembatasan dan berkurang signifikan setelah pembatasan. Hasil t-test menunjukkan tidak ada perbedaan antara sebelum dan sesudah pembatasan. Analisis peramalan model terbaik untuk nilai impor barang sepeda ialah model ARIMA (2,1,5). Hasil peramalan menunjukkan nilai impor aktual berada di bawah nilai impor hasil peramalan. Hal tersebut menunjukkan bahwa aturan pembatasan mampu menurunkan nilai impor sepeda.
EKSTENSIFIKASI CUKAI KERTAS: POTENSI DAN DAMPAK PEREKONOMIAN DI INDONESIA Didik Purwanto; Bryan Habib Gautama; Anggi Prastyono; Nasutra
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Unit Penerbitan Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Target penerimaan Cukai selalu mengalami peningkatan setiap tahun. Di sisi lain, penerimaan cukai paling besar didominasi oleh Cukai Hasil Tembakau sehingga diperlukan ekstensifikasi Barang Kena Cukai agar terjadi keseimbangan penerimaan cukai. Produk kertas merupakan salah satu barang yang memiliki potensi besar untuk dikenakan cukai karena sesuai dengan karakteristik Barang Kena Cukai yang diatur dalam Undang-Undang. Pengenaan kertas sebagai Barang Kena Cukai baru juga akan mendukung program pemerintah dalam gerakan ekonomi hijau. Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauh mana potensi dan dampak ekstensifikasi cukai atas produk kertas terhadap perekonomian Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode analisis Input-Output.  Hasil penelitian ini menerangkan bahwa produk kertas merupakan barang yang potensial sebagai barang kena cukai karena memenuhi karakteristik dalam Undang-undang. Pengenaan cukai atas produk kertas akan menghasilkan tambahan penerimaan negara sebesar 2,52%-7,56% dari target penerimaan cukai pada APBN 2023, sedangkan penurunan permintaan akhir terjadi sebesar 10,41%-31,23% dari total permintaan akhir industri kertas. Penurunan nilai tambah bruto terjadi sebesar 40,68% dari tambahan penerimaan cukai sehingga masih terdapat tambahan keuntungan sebesar 59,32%. Kesimpulannya, pengenaan cukai atas produk kertas di Indonesia perlu dipertimbangkan melihat penerimaan negara yang dihasilkan lebih besar dibandingkan dampak ekonomi yang terjadi.
MANIFESTASI SLOGAN “GLOBAL HOME OF BATIK” SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN EKSPOR BATIK INDONESIA Ivan Yulianto; Priadana Mahfudz Sidik; Meirinaldi Roesli
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Unit Penerbitan Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2009 Batik Indonesia disahkan UNESCO sebagai The Intangible Cultural Heritage of Humanity. Momentum ini telah mendorong pertumbuhan industri batik di berbagai daerah di Indonesia, dari 27 propinsi di Indonesia diperkirakan jumlah industri batik mencapai 6.120 unit dengan tenaga kerja sebanyak 37.093 orang. Kondisi ini tidak cukup hanya menjadi kebanggaan semata, Indonesia mempunyai tugas untuk mempertahankan warisan budaya pada generasi mendatang. Lebih jauh, agar batik tidak diklaim oleh negara lain di kemudian hari serta mendorong pertumbuhan ekonomi, perlu kiranya Pemerintah membuat perencanaan strategis dalam promosi ekspor yang masif dan terintegrasi, melibatkan semua pihak terkait, dari pengusaha, pemerintah daerah, pemerintah pusat, sektor pembiayaan, sektor industri TPT dan pengolahan, kedutaan, teknologi, transportasi, pariwisata, sektor perdagangan. Penulis menggunakan metode analisis TOWS untuk merumuskan usulan strategi peningkatan ekspor batik Indonesia. Dari hasil analisis TOWS tersebut, penulis mengusulkan penguatan program “Global Home for Batik”, yaitu strategi pemasaran ekspor produk batik yang mengkonsolidasikan berbagai kepentingan untuk tujuan “National Interest” yang lebih besar.
ANALISIS TIPOLOGI TINDAK PIDANA DI BIDANG KEPABEANAN Aditya Subur Purwana; Hari Kusuma Setia Negara
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Unit Penerbitan Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besarnya nilai perdagangan luar negeri Indonesia yang mencapai total ekspor 854,463.46 juta usd dan total impor 746,481.61  juta usd serta luasnya daerah pengawasan pabean Indonesia berpotensi terjadinya pelanggaran di bidang kepabeanan. Periode 2020 s.d. maret 2022 terjadi pelanggaran di bidang kepabeanan yang bersifat pidana dan dilanjutkan ke tahap penyidikan sebanyak 139 kasus. Penelitian bertujuan menganalisis tipologi tindak pidana di bidang kepabeanan berdasarkan proses penyidikan dan keputusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Metode yang digunakan yaitu mixed method, menggunakan data periode 2020 s.d. maret 2022. Metode kuantitatif dilakukan dengan analisis statistika deskriptif dan metode kualitatif dengan reseacrh design berupa case study. Berdasarkan tindak pidana di bidang kepabeanan yang masuk tahap penyidikan: Tindak pidana di bidang Kepabeanan banyak terjadi pada Kanwil DJBC Kepri, KPUBC Tipe C Soekarno Hatta, dan KPUBC Tipe B Batam; didominasi oleh pidana pabean impor; Pasal UU kepabeanan yang banyak dilanggar yaitu pasal 102 huruf a, pasal 103 huruf a, pasal 102 huruf f dan pasal 102A huruf a; dan delik banyak terjadi yaitu Penyelundupan Impor Unmanifest, Customs fraud, Penyelundupan Ekspor, Pengeluaran Tanpa Ijin Impor, Penyelundupan Impor Bongkar Tanpa Ijin, Penadahan barang ekspor/impor, dan Penyembunyian Impor Secara Melawan Hukum.
DAMPAK KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) SEI MANGKEI TERHADAP PEREKONOMIAN DI KABUPATEN SIMALUNGUN Indri Riesfandiari; Budhi Setyawan; Imam Tri Wahyudi
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Unit Penerbitan Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil laporan perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus oleh Sekjendenas KEK (2021), menunjukkan bahwa kinerja KEK Sei Mangkei dikategorikan optimal, namun performa dalam segi realisasi investasi dan rasio realisasi investasi terhadap luas wilayah belum sebaik KEK lain khususnya KEK Galang Batang yang operasionalnya lebih akhir dibandingkan KEK Sei Mangkei. Sementara berdasarkan hasil perbandingan manfaat dan biaya pengembangan KEK Sei Mangkei sebesar 0,52, terindikasi bahwa manfaat yang ditimbulkan KEK Sei Mangkei masih relatif kecil (Yanuar & Muhammad, 2021) Untuk melengkapi penelitian sebelumnya terkait KEK Sei Mangkei yang masih terbatas, maka penelitian ini melakukan evaluasi dampak KEK terhadap perekonomian Kabupaten Simalungun, dengan metode regresi linear difference in difference (DiD) pada tingkat kecamatan, dengan Kota Pematang Siantar sebagai control group Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat dampak yang signifikan dari beroperasinya KEK Sei Mangkei terhadap pertumbuhan PDRB kecamatan di Kabupaten Simalungun. Pertumbuhan PDRB per kapita di kecamatan di Kabupaten Simalungun tempat KEK Sei Mangkei beroperasi lebih tinggi sebesar 0,06 poin persentase dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan di Kota Pematang Siantar yang tidak memiliki KEK, pada periode setelah KEK beroperasi. Namun, dampak terhadap kenaikan pertumbuhan PDRB tergolong kecil.
THE RESPONSE OF CROSS-BORDER E-COMMERCE MERCHANTS TO DE MINIMIS THRESHOLDS IN INDONESIA Tito Wibisono; Khoirunurrofik
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Unit Penerbitan Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In four years, Indonesia has changed the de minimis threshold twice. This study aims to describe on how merchants react to tax regulations, especially international trade taxes, when conducting cross-border e-commerce transactions. By using administrative data on imported documents for shipments for the period 2017-2020, which includes the application period of the three de minimis thresholds of USD 100, USD 75 and USD 3, this study found that in each application period of the De -Minimis a bunching behavior gave threshold for exemption from import duties and taxes related to imports. This study also finds a similar phenomenon at the threshold of low-value shipments around the $1,500 value, where merchants are bunching to use simplified declarations and flat-rate pricing with faster procedures and lower costs.

Page 1 of 1 | Total Record : 9