cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aksara
Published by Balai Bahasa Bali
ISSN : 08543283     EISSN : 25800353     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSARA is a journal that publishes results of literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in AKSARA have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. AKSARA is published by Balai Bahasa Bali twice a year, June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
PERNIKAHAN DINI DALAM CERPEN AHMAD TOHARI DAN PRAMOEDYA ANANTA TOER Novita Dewi
Aksara Vol 30, No 2 (2018): Aksara, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.697 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v30i2.305.173-188

Abstract

Penelitian ini bertujuan membahas imajinasi pernikahan di bawah umur dalam dua karya sastra Indonesia. Masalah penelitian adalah bagaimana dan mengapa pernikahan di bawah umur digambarkan dalam cerpen “Si Minem Beranak Bayi” karya Ahmad Tohari dan “Inem” yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer. Penelitian ini memakai metode kualitatif, khususnya riset kepustakaan dengan data primer kedua cerpen tersebut, sedangkan data sekunder berupa penelitian terdahulu dan informasi relevan yang dapat diacu seputar pernikahan di bawah umur. Data dianalisis dengan teknik analisis konten, kedua cerpen diteliti dengan terang teori feminisme-multikulturalisme dalam konteks masyarakat Indonesia yang pascakolonial. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pertama, kemiskinan bukan satu- satunya penyebab pernikahan di usia muda. Imajinasi pernikahan di bawah umur berbeda satu dengan yang lainnya sesuai konteks budaya dan masyarakat yang berbeda-beda pula. Kedua, imajinasi pernikahan di bawah umur ditampilkan melalui tokoh utama cerpen Ahmad Tohari, yakni perempuan muda yang menyintas. Ketiga, imajinasi perempuan muda yang terkalahkan dalam pernikahan di bawah umur juga ditampilkan melalui karya Pramoedya Ananta Toer. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa memaknai pernikahan di bawah umur secara partisan (semata-mata korban tradisi atau upaya pengentasan kemiskinan) berarti menampik realitas dan kompleksitas keragaman budaya dan gender. 
KEBERADAAN AKSARA WRÉSASTRA DALAM AKSARA BALI I Nengah Duija
Aksara Vol 29, No 1 (2017): Aksara, Edisi Juni 2017
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1827.701 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v29i1.98.19-32

Abstract

Aksara Bali yang disebut Wrésastra merupakan aspek penting yang mengemas kebudayaan Bali dari zaman ke zaman yang terus mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan teknologi. Atas dasar pemikiran itu, kajian difokuskan untuk menjawab dua masalah, yaitu bagaimana bentuk aksara itu di dalam inskripsi, tinggalan lainnya, dan perkembangannya sehingga menjadi aksara Bali sekarang dan bagaimana nilai-nilai filosofis aksara itu dalam berbagai inskripsi yang memiliki fungsi religius dalam masyarakat Bali. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengungkap bentuk aksara Wrésastra di dalam inskripsi dan tinggalan lainnya sehungga menjadi akasara Bali seperti sekarang ini dan mengungkap nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Teori yang digunakan membedah masalah adalah teori simbol dan teori religi. Teori dipilih dilandasi oleh pertimbangan bahwa manusia menerjemahkan kehidupannya melalui simbol dan bahkan juga menciptakan simbol serta simbol itu diyakini memberikan andil dalam kelestarian hidupnya yang dijiwai oleh  konsep religi sehingga dapat memperkuat keyakinannya kepada Tuhan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.  Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa aksara Wrésastra merupakan salah satu jenis aksara Bali yang dipakai untuk menuliskan bahasa Bali. Dintinjau dari inskripsi, akasara ini diketahui memiliki bentuk yang beragam dan dituliskan dari berbagai bahan, seperti batu, tembaga, dan lontar. Aksara ini mengalami perkembangan dari aksara Brahmi dan Pallawa menjadi aksara Jawa Kuno, Bali Kuno, Kadiri Kuadrat, dan aksara Bali yang sekarang. Aksara ini juga memiliki nilai religius yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Bali, seperti dalam kaitannya dengan pengaturan batas wilayah, pajak, dan denda.  
KARAKTERISTIK GAYA BAHASA KRITIKAN RIZAL RAMLI: KAJIAN ANALISIS WACANA Ali Kusno
Aksara Vol 28, No 2 (2016): Aksara, Edisi Desember 2016
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.159 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i2.131.197-212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik gaya bahasa kritikan Rizal Ramli. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi dengan teknik catat. Sumber data berupa dokumen, yaitu tuturan kritikan Rizal Ramli yang dimuat dalam media cetak atau pun media daring. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan teknik interpretatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori wacana kritis. Hasil dan pembahasan penelitian menunjukkan bahwa karakteristik gaya bahasa kritikan Rizal Ramli adalah gaya bahasa sederhana, metafora, personifikasi, ironi, dan sarkasme. Gaya bahasa sederhana dan berbagai gaya bahasa kiasan kritikan Rizal Ramli tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Meskipun tegas dan cenderung ceplas-ceplos, kritikan Rizal Ramli masih dalam batas kesantunan. Akan tetapi, dalam konteks pemerintahan hal itu menimbulkan persepsi bahwa sinergi antarmenteri di kabinet tidak berjalan dengan baik. Dari hasil penelitian itu disimpulkan bahwa karakteristik gaya bahasa Rizal Ramli dapat memengaruhi keputusan Presiden Jokowi untuk menggantinya dari jabatan Menko Maritim dan Sumber Daya. 
PEMBELAJARAN AKSARA JAWA UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BOARD GAME Yovita Febriana Avianto; T. Arie Setiawan Prasida
Aksara Vol 30, No 1 (2018): Aksara, Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.823 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v30i1.223.133-148

Abstract

Bahasa Jawa merupakan salah satu dari sekian banyak bahasa daerah di Indonesia yang memiliki sistem keaksaraan khusus, yaitu aksara Jawa. Meski aksara Jawa tersebar di seluruh provinsi di Pulau Jawa, namun belum banyak kalangan masyarakat di Pulau Jawa yang paham dengan aksara Jawa, termasuk para siswa yang mendapatkan mata pelajaran aksara Jawa sekalipun. Aksara Jawa dinilai sebagai pelajaran yang sulit bagi siswa. Penelitian ini membahas tentang pembelajaran aksara Jawa untuk siswa Sekolah Dasar menggunakan media board game. Tujuan penelitian ini adalah merancang board game “Tepok Aksara” sebagai media belajar dan penumbuhan minat terhadap aksara Jawa. Metode deskriptif, pendekatan kombinasi, dan strategi linear digunakan dalam penelitian ini. Didapatkan hasil bahwa siswa menjadi lebih menguasai dan berminat terhadap aksara Jawa setelah memainkan board game “Tepok Aksara”.  
ANALISIS FONOLOGIS PADA TERJEMAHAN BUKU RESEP MASAKAN BAHASA INGGRIS KE DALAM BAHASA INDONESIA Kadek Ayu Ekasani
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.915 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.19.77-90

Abstract

Analisis penelitian ini difokuskan pada aspek fonologi terjemahan buku resep masakan bahasaInggris ke dalam bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan fonologiyang terjadi pada terjemahan buku resep. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan datapenelitian adalah (1) metode simak dan (2) metode deskriptif-komparatif. Data dianalisisdengan teori linguistik untuk menganalisis perubahan bunyi yang terjadi pada terjemahanbuku resep masakan bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkanbahwa ada perubahan fonologi yang terjadi pada hasil terjemahan buku resep masakanbahasa Inggris ketika terserap ke dalam bahasa Indonesia, penguatan bunyi vokal [ʊ]→[u],[ɪ]→[i], [ǝ]→[u], [ɛ]→[i],[ə]→[i], [a]→[e], [ʌ]→[u], [ɛ]→[e], [ɒ]→[o], [ɒ]→[ɔ], dan[ɔ]→[u]; pelemahan bunyi vokal [i]→[ǝ], [ǝ]→[a], [ǝ]→[ɔ], [e]→[a], [ʌ]→[a], dan [ɪ]→[e];apokope, penghilangan fonem /t/,/i/, dan /əʊ/ → /ø/ di akhir kata; sinkope, penghilanganvokal panjang [ɑː], [i:], dan [u:] → [a], [i], dan [u] di tengah kata; epentesis, penyisipankonsonan [d], [l] dan penyisipan vokal [u], [ǝ], dan [a]; paragog, penambahan bunyi [r], [ci]di akhir kata; proses perpaduan vokal, yaitu monoftongisasi [əʊ]→[a], [eɪ]→[a], [eɪ]→[e],[eɪ]→[u], [eɪ]→[i]. Dengan demikian, pada proses penyerapan kata-kata dari bahasa Inggriske dalam bahasa Indonesia terutama pada buku resep masakan terjadi perubahan fonologiyang menunjukkan bahwa adanya penyesuaian bunyi terhadap kata-kata yang terserap daribahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia bertujuan untuk menyederhanakan pelafalan katakataserapan terhadap penutur bahasa Indonesia sehingga mudah diucapkan.
THE ANALYSIS OF UNIT SHIFT IN THE RESEARCH OF TRANSLATION WITH COMMENTARY: ENGLISH INTO INDONESIAN Fika Agistiawaty
Aksara Vol 31, No 1 (2019): AKSARA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4327.795 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v31i1.316.123-136

Abstract

Unit shift is one of a shift that is found in the translation. Unit shift is a translation strategy that changes the unit of the source text, such as a word into a phrase, a phrase into a clause, and a phrase into a word. This article aims to find out the unit shift in the translation of the novel Counting by 7s that is from English into Indonesian. The methods used in this article are introspective and retrospective method. The procedure of the research were reading the novel, translating it, marking the problem found, taking the problem concerning unit shift to be analyzed, and analyzing the chosen data based on Duff’s principles of translation, Chesterman’s unit shift translation strategy, and theories of languages. The results of this research show that the translation strategy of unit shift can be combined with the translation strategy of expansion, compression, cohesion change, and antonymy. Besides, the unit shift analyzed is only from a word to a phrase and vice versa.
BAHASA PERGAULAN SEHARI-HARI ETNIS CINA DI TABANAN I Nengah Sukayana
Aksara Vol 27, No 1 (2015): Aksara, Edisi Juni 2015
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.764 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v27i1.168.25-35

Abstract

Etnis Cina di kota Tabanan hidup membaur dengan masyarakat Bali yang mayoritas menggunakan bahasa Bali sebagai  bahasa ibu. Etnis Cina berusaha menguasai bahasa sehari-hari yang digunakan oleh masyarakat Bali. Tulisan ini mengkaji frekuensi dan faktor yang memotivasi etnis Cina di Tabanan menggunakan bahasa Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  frekuensi dan mengetahui faktor-faktor motivasi penggunaan bahasa Bali oleh etnis Cina di Tabanan. Teori yang dijadikan acuan dalam tulisan ini adalah teori fungsional yang dikemukakan oleh Bell. Dalam pengumpulan  data digunakan metode wawancara dengan teknik rekam dan catat, dibantu dengan kuesioner. Dalam analisis data digunakan metode kuantitatif dengan teknik statistik berupa tabel. Dalam penyajian analisis digunakan metode formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Bali paling kerap digunakan oleh etnis Cina. Faktor yang memotivasi mereka untuk menggunakan bahasa Bali, yaitu lingkungan, mata pencaharian, kemanfaatan bahasa, dan kurangnya penguasaan para leluhur mereka terhadap bahasa Cina.
REPRESENTASI KOLONIALISME DALAM TJERITA NJI PAINA KARYA H. KOMMER Diah Meutia Harum
Aksara Vol 29, No 2 (2017): Aksara, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.054 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v29i2.72.155-169

Abstract

                                                The study describes the life in colonial era using the theory of postcolonialism. This theory is used to reveal the facts of the story in a short story titled Tjerita Nji Paina by H. Kommer about representation and treatment of natives by colonialist society in those days. The short story of Tjerita Nji Paina brings the theme of domination and hegemony against indigenous and women. H. Kommer was one of the writers of the Dutch East Indies who often criticize the Dutch colonial government, especially against sugar businessmen. His works voiced opposition to the sugar businessman who oppressed the indigenous workers from that period. This research try to reveal the image of colonialism through the description of the figures contained in this story by using the theory of characterization. There are three figures described in this study. Each character represents superior and inferior binary opposition in colonial society in the Indies at that time. Furthermore, postcolonial theory from Edward Said used to reveal hegemony and domination of the natives by the Dutch colonials. From the theory used to the Tjerita Nji Paina text it is seen that hegemony and dominance got the legitimacy from the Dutch rulers who deceived the character Niti as subordinates at the sugar factory to hand over his daughters to become “nyai” or concubine to the character of Mr. Briot, his superior at the sugar factory. AbstrakPenelitian yang menggambarkan kehidupan di era kolonialial ini menggunakan teori poskolonialisme. Teori ini digunakan untuk mengungkapkan fakta cerita dalam cerita pendek berjudul Tjerita Nji Paina karya H. Kommer tentang representasi dan perlakuan terhadap pribumi oleh masyarakat kolonialis di masa itu. Cerpen Tjerita Nji Paina membawakan tema dominasi dan hegemoni terhadap pribumi dan terhadap perempuan. H. Kommer adalah salah satu penulis di zaman Hindia Belanda yang sering mengkritik pemerintah pendudukan Belanda, khususnya terhadap kaum pengusaha gula. Karya-karyanya menyuarakan perlawanan terhadap pengusaha gula yang menindas pekerja pribumi di masa itu  Penelitian ini mencoba mengungkap gambaran kolonialisme itu melalui deskripsi tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita ini dengan menggunakan teori penokohan. Ada tiga tokoh yang akan dideskripsikan dalam penelitian ini. Setiap tokoh merepresentasikan oposisi biner superior dan inferior dalam masyarakat kolonial di Hindia Belanda pada masa itu. Selanjutnya, digunakan teori poskolonial oleh Edward Said untuk melihat hegemoni dan dominasi terhadap kaum pribumi oleh kolonial Belanda. Dari teori yang digunakan terhadap teks Tjerita Nji Paina terlihat bahwa hegemoni dan dominasi mendapat legitimasi dari penguasa Belanda yang memperdaya tokoh Niti sebagai bawahan di pabrik gula untuk menyerahkan anak gadisnya menjadi nyai atau gundik dari tokoh Tuan Briot, atasannya di pabrik.   
MODALITAS EPISTEMIK PENGUNGKAP PERKIRAAN (SHI) SOUDA DAN PADANANNYA DALAM BAHASA INDONESIA: KAJIAN SINTAKSIS DAN SEMANTIK Nurfitri Nurfitri; Yuyu Yohana Risagarniwa; Puspa Mirani Kadir
Aksara Vol 26, No 1 (2014): Aksara, Edisi Juni 2014
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2420.234 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v26i1.144.57-66

Abstract

Konstruksi kalimat bahasa Jepang terdiri atas proposisi medai) dan modalitas( modariti). Modalitas epistemik adalah semua yang menunjukkan sikapepistemik pembicara terhadap informasi atau peristiwa (proposisi). Verba bantu (shi) souda adalah bentuk yang termasuk ke dalam modalitas epistemik dan melekat pada kata dasar (/goki) verba dan ajektiva sehingga bekerja dalam kalimat predikatif ( /jutsugo bun). Secara semantis, verba bantu (shi) souda digunakan untuk mengungkapkan perkiraan pembicara berdasarkan tanda. Verba bantu ini dipadankan dengan adverbia kelihatannya, tampaknya, dan sepertinya dalam bahasa Indonesia. Padanan verba bantu (shi) souda dalam bahasa Indonesia mengalami transposisi karena perbedaan tipologi bahasa. Secara sintaksis, verba bantu (shi) souda berada di belakang proposisi, sedangkan adverbia kelihatannya, tampaknya dan sepertinya dapat berpindah posisi dalam bahasa Indonesia. Secara semantis, verba bantu (shi)souda dengan adverbia kelihatannya, tampaknya, dan sepertinya memiliki kesamaan makna semantis. Verba bantu (shi) souda menunjukkan perkiraan berdasarkan tanda, sedangkan adverbia kelihatannya, tampaknya, dan sepertinya menunjukkan keteramalan inferensial. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari novel Norwegian Wood, Botchan, Shin Suikoden, dan novel karya Kicchin.
FACTORS HINDERING THE ACHIEVEMENT OF ENGLISH COMMUNICATIVE COMPETENCE Sebastianus Menggo; I Nyoman Suparwa; I Gede Astawa
Aksara Vol 31, No 1 (2019): AKSARA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.778 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v31i1.235.137-152

Abstract

 English communicative competence is one of the prime preferences for learners in this current century, including tourism academy students. As the consequence, learners are equipped by relevant skills including how to articulate English communicative competence insight effectively. Learners are encouraged to fulfill the of micro and macro components of English communicative competence and minimize the factors hindered to be a competent English speaker. The aims of this research were to analyze the factors hindering communicative competence and disclose the micro and macro component problems of English communicative competence at the fourth semester of hotel department students enrolled in three-year diploma program in Denpasar tourism academy. This was descriptive-quantitative study and involved 30 students and one English lecturer as respondents at this college. Data were collected through in-depth interview, questionnaire, field observation, and students’ English communicative competence document. Then, data were analysed by using software program, Excel Chart Data Series. The result indicates that internal factors were more affecting than external factors and micro components were more complicated than macro components in the students’ English communicative competence.