cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
Peran Pemerintah dalam Penanggulangan Perbaikan Gizi Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Putra, Prima; Iriansyah, Iriansyah; Afrita, Indra
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk201

Abstract

Indonesia is a rich country but has health problems, one of which is unbalanced nutrition. The problems range from malnutrition to excess nutrition, even stunting cases are still high. The government has an important role to play in preventing this from getting worse. The role of the government as a facilitator, service implementer and regulator must be optimal to be accessible to the entire community. This study aims to analyze the role of the government in overcoming nutrition improvement based on the law through a literature study. This literature study uses three databases, namely PubMed, ScienceDirect and Google Scholar. The framework used in this literature review is PICOS (population, intervention, compare, outcome, study design) and exposure in the literature search using the PRISMA flow chart. The inclusion criteria for articles are full text in Indonesian or English and published in 2010-2020. This research is original research and examines government policies in health, especially the management of malnutrition. The author found eight articles that met the inclusion criteria. There are various types of government roles in overcoming nutrition improvement based on applicable laws and policies. Overall, from eight articles, it was found that the government's role is very important in overcoming nutrition improvement and there needs to be cross-departmental collaboration to be able to achieve the goal of optimal nutrition improvement.Keywords: The role of government; nutrition improvement; health policy ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang kaya akan tetapi mempunyai masalah kesehatan salah satunya masalah gizi tidak seimbang. Permasalahannya mulai dari kurang gizi sampai dengan kelebihan gizi, bahkan kasus stunting juga masih tinggi. Pemerintah memiliki peranan penting dalam mencegah hal ini agar tidak semakin memburuk. Peran pemerintah sebagai fasilitator, pelaksana pelayanan dan regulator harus optimal untuk dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah dalam penanggulangan perbaikan gizi berdasarkan undang-undang melalui studi literatur. Studi literatur ini menggunakan tiga database yaitu PubMed, ScienceDirect dan Google Scholar. Framework yang digunakan dalam literature review ini yaitu PICOS (population, intervension, compare, outcome, study design) dan pemaparan dalam pencarian literatur menggunakan diagram alir PRISMA. Kriteria inklusi artikel yaitu full text berbahasa Indonesia atau bahasa Inggris serta diterbitkan pada tahun 2010-2020. Penelitian merupakan original research dan menelaah kebijakan pemerintah dalam kesehatan terutama penanggulanagan gizi buruk. Penulis menemukan delapan artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Terdapat berbagai jenis peran pemerintah dalam penanggulangan perbaikan gizi berdasarkan undang-undang dan kebijaknna yang berlaku. Secara keseluruhan dari delapan artikel didapatkan bahwa peran pemerintah sangat penting dalam penanggulangan perbaikan gizi dna perlu ada kerjasama lintas dinas untuk dapat mencapai tujuan perbaikan gizi yang optimal.Kata kunci: Peran pemerintah; perbaikan gizi; kebijakan kesehatan
Perilaku Preventif Keputihan Berdasarkan Health Promotion Model pada Remaja Putri Dahlan, Febry Mutiariami; Suprihatin, Suprihatin; Noeraini, Vina Aresya; Aulya, Yenny
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk214

Abstract

Leucorrhoea can be caused by poor preventive efforts, such as an unhealthy lifestyle, poor personal hygiene, and so on. Health promotion model theory emphasizes the active role of individuals in regulating their behavior with the aim of preventing a disease, one of which is prevention of vaginal discharge. This study aims to determine the factors associated with vaginal discharge prevention behavior based on health promotion model theory in adolescent girls. This study used an analytical design with a cross-sectional design. The research was conducted at SMK Madya Depok, which involved 111 female students, who were selected using simple random sampling technique. The dependent variable in this study is vaginal discharge preventive behavior, while the independent variables are self-motivation, perceived benefits of action, interpersonal influence, and commitment to action. The research instrument is a questionnaire. The collected data were analyzed by Chi-square statistical test. The results of the analysis showed that 69.4% of respondents performed vaginal discharge preventive behavior, 73.9% of respondents had high self-motivation, 64.9% of respondents had high perceived benefits of action, 54.1% of respondents had high interpersonal influence, and 64 ,0% of respondents have a strong commitment to action. The results of the hypothesis test showed that there was a relationship between the variables of self-motivation (p=0.008), benefits of action (p=0.000), and interpersonal influence (p=0.044) with vaginal discharge preventive behavior. Meanwhile, there is no relationship between action commitment (p=0.335) and vaginal discharge prevention behavior.Keywords: prevention of vaginal discharge; adolescent girls; health promotion model ABSTRAK Keputihan dapat disebabkan oleh upaya preventif yang kurang baik, seperti pola hidup yang tidak sehat, personal hygiene yang buruk, dan sebagainya. Health promotion model theory menekankan pada peran aktif individu dalam mengatur perilakunya dengan tujuan sebagai upaya pencegahan suatu penyakit, salah satunya yaitu upaya preventif terjadinya keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku preventif keputihan berdasarkan health promotion model theory pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan rancangan cross-sectional. Penelitian dilakukan di SMK Madya Depok, yang melibatkan 111 siswi, yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu perilaku preventif keputihan, sedangkan variabel independen yaitu motivasi diri, perceived benefits of action, pengaruh interpersonal, dan komitmen tindakan. Instrumen penelitian berupa kuisioner. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji statistik Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa 69,4% responden melakukan perilaku preventif keputihan, 73,9% responden memiliki motivasi diri tinggi, 64,9% responden memiliki perceived benefits of action yang tinggi, 54,1% responden memiliki pengaruh interpersonal yang tinggi, dan 64,0% responden memiliki komitmen tindakan yang kuat. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa ada hubungan antara variabel motivasi diri (p=0,008), manfaat tindakan (p=0,000), dan pengaruh interpersonal (p=0,044) dengan perilaku preventif keputihan. Sementara itu, tidak ada hubungan antara komitmen tindakan (p=0,335) dengan perilaku preventif keputihan.Kata kunci : pencegahan keputihan; remaja putri; health promotion model
Hypnobirthing sebagai Self Hypnosis dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Legina Anggraeni; Dinni Randayani Lubis
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.1912

Abstract

Hypnobirthing is a way to reduce anxiety and has no effect on fetal growth and development. The purpose of this study was to determine the effect of hypnobirthing as self hypnosis in reducing anxiety in pregnant women. This study used a quasi-experimental design with a sample size of 50 people. The location for data collection was the Independent Practice Midwife in the Jakarta area. Mother's anxiety level was measured before and after being given hypnobirthing using the HARS questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon sign test. The results of the analysis showed that the p-value = 0.0001 or there was a difference in the level of anxiety between before and after being given hypnobirthing. Furthermore, it is concluded that hypnobirthing is effective for reducing anxiety in pregnant women.Keywords: hypnobirthing; pregnancy; worryABSTRAK Hypnobirthing merupakan cara untuk mengurangi kecemasan dan tidak memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hypnobirthing sebagai self hypnosis dalam menurunkan kecemasan ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimental dengan ukuran sampel 50 orang. Lokasi pengambilan data adalah Bidan Praktik Mandiri wilayah Jakarta. Tingkat kecemasan ibu diukur sebelum dan sesudah diberikan hypnobirthing menggunakan kuesioner HARS. Data dianalisis menggunakan adalah Wilcoxon sign test. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,0001 atau ada perbedaan tingkat kecemasan antara sebelum dan sesudah diberikan hypnobirthing. Selanjutnya disimpulkan bahwa hypnobirthing efektif untuk menurunkan kecemasan ibu hamil.Kata kunci: hypnobirthing; kehamilan; kecemasan
Aplikasi Mobile JKN untuk Memudahkan Akses Pelayanan BPJS Suhadi Suhadi; Jumakil Jumakil; Irma Irma
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1847

Abstract

Advances in information technology today have a broad impact on health services. The presence of information technology will facilitate services in the health sector. The purpose of this study was to determine the effect of using the "Mobile JKN" application on the ease of access to services "Health Social Security Implementing Agency" (BPJS Kesehatan) in Kendari City. This study is a qualitative study involving 7 informants, namely 5 JKN participants and 2 BPJS officers. Data was collected through observation and in-depth interviews. The results of the study indicate that the use of the "Mobile JKN" application has an effect on the ease of access to BPJS services. Some of the conveniences that can be obtained by JKN participants are easy registration, changing membership data, access to participant data information, billing payments, payment of contributions, complaints and requests for JKN information. It can be concluded that the use of the "Mobile JKN" application facilitates access to BPJS services.Keywords: BPJS service; Mobile JKN; access ABSTRAK Kemajuan teknologi informasi saat ini berdampak luas pada pelayanan kesehatan. Hadirnya teknologi informasi akan memudahkan pelayanan pada sektor kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi ”Mobile JKN” terhadap kemudahan akses pelayanan ”Badan Pelaksana Jaminan Sosial Kesehatan” (BPJS Kesehatan) di Kota Kendari. Studi ini adalah penelitian kualitatif yang melibatkan 7 informan, yakni peserta JKN sebanyak 5 orang dan petugas BPJS sebanyak 2 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi ”Mobile JKN” berpengaruh terhadap kemudahan akses pelayanan BPJS. Beberapa kemudahan yang dapat diperoleh oleh peserta JKN adalah kemudahan pendaftaran, pengubahan data kepesertaan, akses terhadap informasi data peserta, tagihan pembayaran, pembayaran iuran, pengaduan dan permintaan informasi JKN. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi ”Mobile JKN” memudahkan akses terhadap pelayanan BPJS.Kata Kunci: pelayanan BPJS; Mobile JKN; akses
Faktor Maternal sebagai Determinan Stunting di Kawasan Timur Indonesia: Analisis Data Indonesian Family Life Survey 5 Iing Merillarosa Kharisma Wardani; Siti Nurrochmah; Dian Mawarni
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i1.1769

Abstract

The proportion of children under five with stunting in Indonesia is still high at 27.7% in 2019. Provinces in the Eastern Region of Indonesia have a higher proportion of children under five with stunting compared to provinces in the Western Region of Indonesia. The purpose of this study was to examine the determinants of stunting in children aged 1-5 years in Eastern Indonesia by examining maternal factors. The study used secondary data taken from the Indonesian Family Life Survey 5 (IFLS 5). The sample in this study were all children aged 1-5 years living in Eastern Indonesia who were respondents in IFLS 5. The dependent variable was the incidence of stunting, while the independent variables included maternal height, maternal education level, and maternal age during pregnancy. Data were analyzed using logistic regression test. The results showed that the p-value for maternal height = 0.000), education level = 0.001, and maternal age at pregnancy = 0.039. Thus, it can be concluded that maternal factors consisting of maternal height, maternal education level, and maternal age during pregnancy are determinants of stunting in children under five in Eastern Indonesia.Keywords: stunting; toddler; maternal factors; mother's height; mother's education; mother's age at pregnancy ABSTRAK Proporsi balita dengan stunting di Indonesia masih tinggi yaitu 27,7% pada tahun 2019. Provinsi yang berada di Kawasan Timur Indonesia memiliki proporsi balita dengan stunting yang lebih tinggi dibandingkan dengan provinsi yang berada di Kawasan Barat Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji determinan stunting pada anak usia 1-5 tahun di Kawasan Timur Indonesia dengan meneliti faktor maternal. Penelitian menggunakan data sekunder yang diambil dari Indonesian Family Life Survey 5  (IFLS 5). Sampel pada penelitian ini merupakan seluruh anak usia 1-5 tahun yang tinggal di Kawasan Timur Indonesia yang menjadi responden IFLS 5. Variabel terikat adalah kejadian stunting, sedangkan variabel bebas meliputi tinggi badan ibu, tingkat pendidikan ibu, dan usia ibu saat hamil. Data dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk tinggi badan ibu = 0,000), tingkat pendidikan = 0,001, dan usia ibu saat hamil = 0,039. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor maternal yang terdiri dari tinggi badan ibu, tingkat pendidikan ibu, dan usia ibu saat hamil merupakan determinan stunting pada balita di Kawasan Timur Indonesia.Kata kunci: stunting; balita; faktor maternal; tinggi badanibu; pendidikan ibu; usia ibu saat hamil
Multimedia Compaign Akronim FAST (SeGeRa) untuk Meningkatkan Pengetahuan Kegawatdaruratan Stroke pada Masyarakat di Desa Rohmoni, Maluku Muhammad Taufan Umasugi; Endah Fitriasari; Leni Nurdiyanti Sangadji
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 2 (2022): April 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i2.1729

Abstract

Stroke is a major health problem in the community that can cause disability and decrease a person's quality of life, even to death. The impact caused by the emergency of a stroke can be minimized with the knowledge by the family or the community in assessing the early signs and symptoms of a stroke, so that efforts to seek treatment can be made immediately. The purpose of this study was to analyze the effect of the Multimedia Compaign Acronym FAST (SeGeRa) on knowledge of stroke emergencies in the community in Rohmoni Village, Maluku. The design of this research is one group pre-post test without control group. The subjects of this study were 91 Rohmoni villagers who were selected using a simple random sampling technique. Knowledge data before and after treatment were collected through filling out a questionnaire, then analyzed using the Wilcoxon test. The results showed that there was an increase in knowledge after the intervention was indicated by the value of p = 0.000. Furthermore, it can be concluded that the Multimedia Campaign Acronym FAST (SeGeRa) is effective in increasing public knowledge about early detection of stroke. It is hoped that the public can apply knowledge about the early signs and symptoms of stroke as an effort to reduce the rate of disability and death due to delays in handling stroke patients.Keywords: FAST method; knowledge; strokeABSTRAK Stroke merupakan masalah kesehatan uatama di masyarakat yang dapat menyebabkan kecacatan serta menurunnya kualitas hidup seseorang, bahkan sampai pada kematian. Dampak yang ditimbulkan oleh kegawatdaruratan stroke ini dapat diminimalisir dengan adanya pengetahuan oleh keluarga atau masyarakat dalam menilai tanda dan gejala awal serangan stroke, sehingga upaya mencari pengobatan dapat dilakukan dengan segera. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Multimedia Compaign Akronim FAST (SeGeRa) terhadap pengetahuan kegawatdaruratan stroke pada masyarakat di Desa Rohmoni, Maluku. Rancangan penelitian ini adalah one group pre-post test without control group. Subyek penelitian ini adalah 91 masyarakat desa Rohmoni yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data pengetahuan sebelum dan sesudah perlakuan, dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan intervensi yang ditunjukkan dengan nilai p = 0,000. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa Multimedia Campaign Akronim FAST (SeGeRa) efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang deteksi dini stroke. Diharapkan masyarakat dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang tanda dan gejala awal stroke sebagai upaya dalam menurunkan angka kecacatan dan kematian akibat keterlambatan dalam penanganan pada pasien stroke.Kata kunci: metode FAST; pengetahuan; stroke
Tingkat Kecemasan Penderita Hipertensi Selama Masa Pandemi Covid-19 di Kota Yogyakarta Nining Indrawati; Demaris Demaris; Kristin Eka Restuti Laoli; Ni Putu Ira Sudiantari; Rista Royani; Vrisa Krismi Damayanti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 2 (2022): April 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i2.1650

Abstract

COVID-19 is a disease that has become a global pandemic. The most common comorbidity found in patients with COVID-19 is hypertension by 48%. This can affect psychological conditions that can cause anxiety. The purpose of this study was to describe the level of anxiety of hypertension sufferers during the COVID-19 pandemic in the city of Yogyakarta, with a descriptive design. The research subjects were 96 respondents who were selected by accidental sampling technique. Data were collected by measuring instrument in the form of a questionnaire, then analyzed descriptively. The results of the study show that the most gender was male (53.1%), the most age was 31-44 years (42.7%), the most education was junior high school (26.0%), the most occupation was other (32.3%), environmental conditions were exposed to COVID-19 (76.0%), a history of hypertension for 1-5 years was 83.3% and the level of anxiety was not anxious: 28.1%, mild anxiety: 63 .5%, and moderate anxiety: 8.3%. It can be concluded that most people with hypertension in the city of Yogyakarta experience mild anxiety.Keywords: COVID-19; anxiety level; hypertension ABSTRAK COVID-19 merupakan penyakit yang sudah menjadi global pademic. Komorbid yang banyak ditemukan pada penderita COVID-19 yaitu hipertensi sebesar 48%. Hal ini dapat mempengaruhi kondisi psikologis yang dapat menimbulkan kecemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan penderita hipertensi selama masa pandemi COVID-19 di kota Yogyakarta, dengan desain deskriptif. Subyek penelitian adalah 96 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan dengan alat ukur berupa kuesioner, selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki (53,1%), usia terbanyak adalah 31-44 tahun (42,7%), pendidikan terbanyak adalah SMP (26,0%), pekerjaan terbanyak adalah lain-lain (32,3%), kondisi lingkungan ada yang terpapar COVID-19 (76,0%), riwayat hipertensi selama 1-5 tahun sebanyak 83,3% dan tingkat kecemasan adalah tidak cemas: 28,1%, kecemasan ringan: 63,5%, dan kecemasan sedang: 8,3%. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar penderita hipertensi di Kota Yogyakarta mengalami kecemasan ringan.Kata kunci: COVID-19; tingkat kecemasan; hipertensi
SEVOO (Extrac Spirulina & Extra Virgin Olive Oil) Terapi Baru untuk Menurunkan Tingkat Mordibitas dan Mortilitas Akibat Kanker Mira Komariah; Lia Herliana; Heru Santoso Wahito Nugroho
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i1.1726

Abstract

Global Burden of Cancer (GLOBOCAN) data released by the World Health Organization (WHO) states that the number of cases and deaths from cancer until 2018 was 18.1 million cases and 9.6 million deaths, and this will continue to increase to more than 13 .1 million cases in 2030. Cancer treatment with chemotherapy has side effects or toxic effects on the body. Spirulina (Spirulina platensis) contains quite complete phytonutrients and has the potential as an effective anti-cancer agent. Extra Virgin Olive Oil is known to have various benefits for the human body. The general purpose of writing this article is to overcome health problems as stated in the SDGs, with the SEVOO innovation product to reduce morbidity and mortality from cancer. The method of writing this article is based on scientific literature searches and also the results of research that has been carried out. The results of the analysis of the effectiveness of the substances in Spirulina against cancer indicate that Spirulina contains antioxidants and anti-cancer substances in phycocyanin. Phycoisanine from Spirulina cultivated with Zarrouk media was able to inhibit various types of cancer cells, one of which was MCF-7 cells. The results of the analysis of the effectiveness of EVOO substances contain antioxidants and anti-cancer. The main content in EVOO as an antioxidant and anticancer is polyphenols. Phenols (polyphenols) contain hydroxytyrosol (HTyr), tyrosol (Tyr), and secoiridoid oleacein and oleocanthal which play a central role as anti-inflammatory, neuroprotective, and anticancer agents. The antioxidant activity of methanol extract in virgin olive oil extract is known to have potential activity as an antioxidant with an IC50 value of 474,901 ppm so it is effective for the prevention and treatment of cancer. SEVOO's new innovation is a combination of Spirulina and olive oil as a new formulation in cancer prevention and treatment to reduce morbidity and mortality from cancer. SEVOO's innovative products use natural ingredients namely spirulina extract and EVOO to create a high level of effectiveness against cancer cells.Keywords: Spirulina (Spirulina platensis); anti cancer; SEVOO ABSTRAK Data Global Burden of Cancer (GLOBOCAN) yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa jumlah kasus dan kematian akibat kanker hingga tahun 2018 adalah 18,1 juta kasus dan 9,6 juta kematian, dan ini akan terus meningkat menjadi lebih dari 13,1 juta kasus pada tahun 2030. Pengobatan kanker dengan kemoterapi memiliki efek samping atau efek toksik pada tubuh. Spirulina (Spirulina platensis) mengandung fitonutrien yang cukup lengkap dan berpotensi sebagai agen anti kanker yang efektif. Extra Virgin Olive Oil dikenal memiliki berbagai manfaat bagi tubuh manusia. Tujuan umum penulisan artikel ini adalah untuk mengatasi masalah kesehatan sebagaimana tertuang dalam SDGs, dengan produk inovasi SEVOO untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker. Metode penulisan artikel ini dibuat berdasarkan penelusuran pustaka ilmiah dan juga hasil penelitian yang sudah dilaksanakan. Hasil analisis efektivitas zat dalam Spirulina terhadap kanker menunjukkan bahwa Spirulina mengandung zat antioksidan dan anti kanker pada zat phycocyanin. Phycoisanine dari Spirulina hasil kultivasi dengan media Zarrouk mampu menghambat berbagai jenis sel kanker, salah satunya sel MCF-7. Hasil analisis efektivitas zat EVOO mengandung antioksidan dan anti kanker. Kandungan utama dalam EVOO sebagai antioksidan dan antikanker adalah polyphenol. Fenol (polyphenol) mengandung hydroxytyrosol (HTyr), tyrosol (Tyr), dan secoiridoid oleacein dan oleocanthal yang berperan sentral sebagai agen antiinflamasi, neuroprotektif, dan antikanker. Aktivitas antioksidan ekstrak metanol pada ekstrak virgin olive oil diketahui memiliki aktivitas potensial sebagai antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 474.901 ppm sehingga efektif untuk pencegahan dan pengobatan kanker. Inovasi baru SEVOO merupakan kombinasi Spirulina dan minyak zaitun sebagai formulasi baru dalam pencegahan dan pengobatan kanker guna menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker. Produk inovatif SEVOO menggunakan bahan-bahan alami yaitu ekstrak spirulina dan EVOO untuk menciptakan tingkat efektivitas yang tinggi terhadap sel kanker.Kata kunci: Spirulina (Spirulina platensis); anti kanker; SEVOO
Intervensi Manajemen Perawatan Diri Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Wilayah Pedesaan pada Masa Pandemi Covid-19 Ahmad Guntur Alfianto; Kurniawan Erman Wicaksono; Mizam Ari Kurniyanti; Miftakhul Ulfa
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 2 (2022): April 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i2.1907

Abstract

There is anxiety and fear of patients with type 2 diabetes mellitus in rural areas during the Covid-19 pandemic in conducting self-care interventions. This study aims to describe the intervention carried out by type 2 diabetes mellitus patients in self-care management in rural areas during the Covid-19 pandemic. This type of research is descriptive with a survey approach. The sample of this study was 149 patients with type 2 diabetes mellitus in rural areas selected by accidental sampling technique. The measuring instrument used is the Summary Diabetes Self care (SDSC) questionnaire. The research was carried out in three areas of public health centers in Malang Regency. The results showed that the level of self-care intervention for type 2 diabetes mellitus patients in rural areas during the Covid-19 pandemic was less (55%). While the level of self-care management intervention at the level of dietary patterns in the good category (53.7%), physical activity and exercise patterns in the less category (53.7%), blood sugar examination in the less category (50.3%), medication in the less category (83.2%) and self-care in the less category (51%). Furthermore, it was concluded that the description of self-care management interventions for type 2 diabetes mellitus patients in rural areas during the Covid-19 pandemic was in the less category.Keywords: type 2 diabetes mellitus; self care; pandemic ABSTRAK Ada kecemasan dan ketakutan pasien diabetes mellitus tipe 2 di wilayah pedesaan pada masa pandemi Covid-19 dalam melakukan intrevensi perawatan diri. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran intervensi yang dilakukan oleh pasien diabetes mellitus tipe 2 dalam melakukan manajemen perawatan diri di wilayah pedesaan pada masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini adaah deskriptif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian ini adalah 149 pasien diabetes mellitus tipe 2 di wilayah pedesaan yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Summary Diabetes Self care (SDSC). Penelitian dilaksanakan di tiga wilayah puskesmas di Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat intervensi perawatan diri pasien diabetes mellitus tipe 2 di wilayah pedesaan pada masa pandemi Covid-9 adalah kurang (55%). Sedangkan tingkat intervensi manajemen perawatan diri pada tingkatan pola diet dalam kategori baik (53,7%), pola aktivitas fisik dan olahraga dalam kategori kurang (53,7%), pemeriksaan gula darah dalam kategori kurang (50,3%), pengobatan dalam kategori kurang (83,2%) serta perawatan diri dalam kategori kurang (51%). Selanjutnya disimpulkan bahwa gambaran intervensi manajemen perawatan diri pasien diabetes mellitus tipe 2 di wilayah pedesaan pada masa pandemi Covid-19 dalam kategori kurang.Kata kunci: diabetes mellitus tipe 2; perawatan diri; pandemi 
Pertumbuhan Bakteri Bacillus Cereus dan Salmonella Typhi pada Ekstrak Mentimun (Cucumis Sativus) Lully Hanni Endarini; Diah Titik Mutiarawati; Alda Nugrahini
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13317

Abstract

Enteropathy caused by ingestion of food contaminated with bacteria causes morbidity and mortality in many countries. Several bacteria, including Salmonella typhi and Bacillus cereus have been reported to cause food poisoning. Cucumis sativus is useful for humans as antibacterial, hepatoprotective, antioxidant, anthelmintic, antiulcer and anti-inflammatory. Antibacterial test of cucumber ethanol extract was carried out with agar disc-diffusion according to the Kirby Bauer method. The ready test bacterial suspension was then inoculated and put into an incubator at 37°C for 24 hours in an inverted position. After 24 hours, the antibacterial activity around the disc in the test dish was observed by looking at the clear zone around the disc. The results showed that the inhibition zone formed on Salmonella typhi bacteria with concentrations of 30%, 50% and 70% had an average of 11.4 mm, 15 mm and 18.5 mm. Meanwhile, Bacillus cereus bacteria have an average inhibition zone of 7 mm, 18.7 mm and 19.1 mm. The results of the one way ANOVA test obtained a sig value. p<0.05 which proves the presence of antibacterial effect in inhibiting the growth of Salmonella typhi and Bacillus cereus.Keywords: cucumber extract; Salmonella typhi; Bacillus cereus; antibacterial ABSTRAK Enteropati yang disebabkan oleh konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri menyebabkan morbiditas dan mortalitas di banyak negara. Beberapa bakteri, termasuk Salmonella typhi dan Bacillus cereus telah dilaporkan menyebabkan keracunan makanan. Cucumis sativus bermanfaat bagi manusia sebagai antibakteri, hepatoprotektif, antioksidan, anthelmintik, antiulkus dan antiinflamasi. Uji antibakteri ekstrak etanol mentimun dilakukan dengan agar disc-diffusion menurut metode Kirby Bauer. Suspensi bakteri uji yang telah siap kemudian diinokulasi dan dimasukan ke dalam inkubator dengan suhu 37OC selama 24 jam dengan posisi terbalik. Setelah 24 jam, aktivitas antibakteri disekitar cakram dalam cawan uji diamati dengan melihat adanya clear zone di sekitar cakram. Hasil penelitian menunjukkan zona hambat terbentuk pada bakteri Salmonella typhi dengan konsentrasi 30%, 50% dan 70% memiliki rerata 11,4 mm, 15 mm dan 18,5 mm. Sedangkan pada bakteri Bacillus cereus memiliki rerata zona hambat 7 mm, 18,7 mm dan 19,1 mm. Hasil uji one way ANOVA didapatkan nilai sig. p<0,05 yang membuktikan terdapatnya efek antibakteri dalam menghambat pertumbuhan Salmonella typhi dan Bacillus cereus.Kata kunci: ekstrak mentimun; Salmonella typhi; Bacillus cereus; antibakteri

Page 76 of 174 | Total Record : 1733


Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue