cover
Contact Name
Indriyanti
Contact Email
indriyanti.iyt@bsi.ac.id
Phone
+62274-4342536
Journal Mail Official
jurnal.pariwisata@bsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Kramat Raya No.98, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10450
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pariwisata
ISSN : 25282220     EISSN : 23556587     DOI : https://doi.org/10.31311/par
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal PARIWISATA Terbit pertama kali pada 2014. Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran dan kajian analisis-kritis mengenai Kepariwisataan dan Destinasi Wisata. Dengan lingkup keilmuan pada bidang: 1. Destinasi Pariwisata 2. Kualitas Pelayanan 3. Perhotelan 4. Budaya 5. Makanan
Articles 190 Documents
ANALISIS TREN PENELITIAN PARIWISATA KESEHATAN: PENDEKATAN BIBLIOMETRIK MENGGUNAKAN R-SQUARE Adiyanti, Assyifa Shafia; Noviastuti, Nina
Jurnal Pariwisata Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/par.v11i2.23560

Abstract

ABSTRAK Studi ini menyajikan analisis bibliometrik Wellness Tourism, segmen yang berkembang pesat dalam industri perjalanan global yang menekankan kesehatan dan kesejahteraan, khususnya setelah pandemi COVID-19. Dengan menganalisis 648 dokumen dari 313 sumber yang diterbitkan antara tahun 2014 dan 2024, penelitian ini berupaya mengidentifikasi tren, pola, dan kesenjangan dalam literatur yang ada, memberikan wawasan bagi para pemangku kepentingan industri dan memandu kebijakan serta praktik di masa mendatang. Dalam penelitian ini, metodologi R Square digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara berbagai faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pariwisata kesehatan, termasuk permintaan konsumen dan karakteristik destinasi. Temuan mengungkapkan prioritas kesehatan oleh konsumen selama perjalanan dan menyoroti destinasi utama, terutama India, yang terkenal dengan tradisi kesehatannya yang kaya. Meskipun terdapat penurunan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar -9,24%, rata-rata kutipan per dokumen menunjukkan dampak signifikan pada wacana ilmiah. Analisis mengidentifikasi tema-tema utama, seperti “Wellness Tourism,” “Wellness,” “Health Tourism,” “Medical Tourism,” dan “Covid-19,” yang menunjukkan keterkaitan kuat dengan isu kesehatan. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar kebijakan pengembangan pariwisata kesehatan mengedepankan integrasi layanan kesehatan dan medis serta kolaborasi antara pemerintah dan penyedia jasa. Tinjauan ini bertujuan menciptakan dasar ilmiah yang kuat bagi perumusan kebijakan yang efektif dalam Wellness Tourism yang terus berkembang, berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan sektor ini. Kata kunci: Pariwisata Kesehatan, Analisis Bibliometrik, Pariwisata ABSTRACT This study presents a bibliometric analysis of Wellness Tourism, a rapidly growing segment of the global travel industry that emphasizes health and well-being, especially in the wake of the COVID-19 pandemic. Analyzing 648 documents from 313 sources published between 2014 and 2024, the study seeks to identify trends, patterns, and gaps in the existing literature, providing insights for industry stakeholders and guiding future policies and practices. The study uses the R Square methodology to evaluate the relationship between various factors influencing the growth and development of wellness tourism, including consumer demand and destination characteristics. The findings reveal consumers’ prioritization of wellness during travel and highlight key destinations, especially India, known for its rich wellness traditions. Despite a -9.24% decline in the annual growth rate, the average citations per document showed a significant impact on the scientific discourse. The analysis identifies key themes, such as “Wellness Tourism,” “Wellness,” “Health Tourism,” “Medical Tourism,” and “Covid-19,” which show a strong association with health issues. Based on these findings, it is recommended that health tourism development policies prioritize the integration of health and medical services and collaboration between government and service providers. This review aims to create a strong scientific basis for effective policy formulation in the ever-evolving Wellness Tourism, contributing to the sustainable growth of the sector.. Keywords : Wellness Tourism, Bibliometrics Analysis,, Tourism
POTENSI DAYA TARIK WISATA ALAM NAGARI SUNGAI BATANG KABUPATEN AGAM Riesa, Rafidola Mareta; Dwikinanti, Putri Kenanga; Rahmawati, Mutiara Fahmi; Salas, Tantriana Dika; Kurniawan, Topik
Jurnal Pariwisata Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/par.v11i2.22772

Abstract

ABSTRAK Sumatera Barat sebagai tujuan destinasi wisata di Indonesia ikut menyumbangkan banyak potensi daya tarik wisata alam yang bisa dinikmati oleh wisatawan. Salah satunya di Kabupaten Agam khususnya di Nagari Sungai Batang. Namun, potensi daya tarik wisata alam belum dimaksimalkan secara baik oleh masyarakat sebagai income generator pariwisata di Nagari Sungai Batang. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan secara deskriptif apa saja objek wisata yang merupakan potensi daya tarik wisata alam yang terdapat di Nagari Sungai Batang Kabupaten Agam, sehingga mampu dimanfaatkan secara maksimal sebagai income generator pariwisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara untuk mencari informasi-informasi terkait objek wisata yang menjadi temuan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini berfokus kepada objek daya tarik wisata alam di Nagari Sungai Batang yang terdiri dari 1) Aia Bajurai (Jorong Labuah), 2) Ulu Ranggeh View (Jorong Labuah), 3) Tapian Kualo (Jorong Kubu), 4) Puncak Tampuniak (Jorong Tanjung Sani), 5) Kawasan Wetland Danau Maninjau (Jorong Tanjung Sani), dan 6) Air Terjun Sarasah Hulu Aia (Jorong Data Kampung Dadok). Dengan dipetakannya objek-objek wisata alam ini, diharapkan kedepan masyarakat mampu memaksimalkan potensi daya tarik wisata alam yang ada sehingga bisa dikunjungi wisatawan dan dikelola oleh masyarakat sehingga menjadi income generator pariwisata di Nagari Sungai Batang. Keyword : Potensi, Daya Tarik Wisata, Alam, Nagari Sungai Batang ABSTRACT West Sumatra as a tourist destination in Indonesia contributes many potential natural tourist attractions that can be enjoyed by tourists. One of them is in Agam Regency, especially in Nagari Sungai Batang. However, the potential of natural tourist attractions has not been maximized properly by the community as a tourism income generator in Nagari Sungai Batang. This research aims to descriptively map what tourist objects are potential natural tourist attractions in Nagari Sungai Batang, Agam Regency, so that they can be utilized optimally as tourism income generators. This research uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques carried out by means of observation and interviews to search for information related to the tourist attractions that are the findings in this research. The results of this research focus on natural tourist attractions in Nagari Sungai Batang which consist of 1) Aia Bajurai (Jorong Labuah), 2) Ulu Ranggeh View (Jorong Labuah), 3) Tapian Kualo (Jorong Kubu), 4) Puncak Tampuniak (Jorong Tanjung Sani), 5) Lake Maninjau Wetland Area (Jorong Tanjung Sani), and 6) Sarasah Hulu Aia Waterfall (Jorong Data Kampung Dadok). By mapping these natural tourist objects, it is hoped that in the future the community will be able to maximize the potential of existing natural tourist attractions so that they can be visited by tourists and managed by the community so that they become tourism income generators in Nagari Sungai Batang. Kata kunci: Potential, Tourist Attraction, Nature, Nagari Sungai Batang
PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT: BENTUK PARTISIPASI AKTIF MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN DESA WISATA GEDEPANGRANGO, SUKABUMI Hulu, Meitolo; Kristanto, Eko
Jurnal Pariwisata Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/par.v11i2.24310

Abstract

Abstrak Pembangunan desa wisata tidak hanya bermodalkan pemandangan alam saja, tetapi kontribusi masyarakat dalam mendukung kegiatan pariwisata sangat diperlukan. Keunikan sebuah desa wisata adalah indikator penting dalam mengembangkan dan sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan. Penelitian ini sepenuhnya dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Kreativitas dari masyarakat lokal dalam mengemas potensi yang ada membutuhkan dukungan dari pemerintah. Tradisi lokal, kreativitas dan inovasi merupakan indikator yang harus di dukung oleh pemangku kepentingan di desa wisata. Partisipasi aktif masyarakat di suatu destinasi dapat menentukan keberlangsungan kegiatan wisata yang berkualitas. Kegiatan wisata yang berkualitas yang dimaksud adalah pelestarian nilai-nilai lokal dan budaya yang berbasis pada masyarakat dan di dukung penuh oleh pemangku kepentingan terkait untuk menciptakan kepuasan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk keterlibatan masyarakat, pengembangan desa wisata Gedepangrango, dan rencana keberlanjutan desa wisata melalui partisipasi masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer dan sekunder. pengumpulan data primer dilakukan melalui focus group discussion dan wawancara kepada pemerintah daerah dan masyarakat pelaku wisata, serta observasi lapangan di desa wisata Gedepangrango. Sementara data sekunder dilakukan melalui pengumpulan dokumen terkait fokus penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) masyarakat lokal telah berpartisipasi dalam kegiatan wisata, namun menemui keterbatasan dalam menciptakan kreativitas seperti pembuatan paket-paket wisata ayang menarik, (2) pengembangan prosuk-produk lokal sudah yang menajadi ciri khas lokal sudah berjalan, namun mengalami keterbatasan dalam pengemasan dan standarisasi, (3) rencana keberlanjutan desa wisata Gedepangrango di dukung sepenuhnya oleh pemerintah desa dan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaku wisata di desa wisata Gedepangrango perlu pendampingan dalam mengembangkan dan menciptakan kreativitas yang dapat menarik kunjungan wisatawan. Penelitian ini menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pengembangan pariwisata berbasis komunitas sebagai bagian dari strategi keberlanjutan, meliputi partisipasi masyarakat, pengembangan dan rencana keberlanjutan desa wisata. Penelitian ini memberikan dasar yang kuat bagi penelitian selanjutnya yang dapat berfokus pada analisis implementasi program pelatihan berkelanjutan, peningkatan daya saing UMKM, dan studi mengenai dampak jangka panjang pariwisata berbasis komunitas terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal. Selain itu, masyarakat memiliki kesadaran akan peluang dan kesiapan menangkap manfaat yang dapat dikembangkan dari kegiatan pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Kata Kunci: Pariwisata berkelanjutan; Pariwisata berbasis masyarakat; Partisipasi aktif. Abstact The development of tourist villages is not solely reliant on natural scenery; community contributions in supporting tourism activities are essential. The uniqueness of a tourist village is a key indicator for development and serves as an attraction for tourists. This study was conducted entirely using a qualitative approach. The creativity of the local community in packaging existing potentials requires government support. Local traditions, creativity, and innovation are indicators that should be supported by stakeholders in tourist villages. Active community participation at a destination can determine the sustainability of quality tourism activities. Quality tourism activities here refer to the preservation of local values and culture, based on the community and fully supported by relevant stakeholders to create visitor satisfaction. This study aims to assess forms of community involvement, the development of the Gedepangrango tourist village, and the sustainability plan of the village through community participation. This study was conducted using a descriptive qualitative approach with primary and secondary data collection. Primary data collection was carried out through focus group discussions and interviews with local government and tourism community actors, as well as field observations in the Gedepangrango tourist village. Secondary data were obtained through document collection related to the research focus. The findings of this study indicate that (1) the local community has participated in tourism activities but faces limitations in creating appealing tourism packages, (2) the development of distinctive local products has been progressing, though there are constraints in packaging and standardization, and (3) the sustainability plan of the Gedepangrango tourist village is fully supported by the village government and community. Based on the results, it is evident that tourism actors in the Gedepangrango tourist village need assistance in developing and creating attractions that can attract visitors. This research emphasizes the importance of community involvement in developing community-based tourism as part of the sustainability strategy, including community participation, development, and sustainability planning for tourist villages. It provides a strong foundation for future studies that could focus on analyzing the implementation of sustainable training programs, enhancing the competitiveness of MSMEs, and examining the long-term impact of community-based tourism on the economic well-being of local communities. Additionally, the community demonstrates awareness of opportunities and readiness to capture benefits that can be developed from tourism activities to improve their economic well-being. Keywords: Sustainable tourism; Community-based tourism; Active participation
DAMPAK SOSIAL BUDAYA PARIWISATA DI DESA WISATA KUBU GADANG PADANG PANJANG SUMATERA BARAT Sari, Rini Eka
Jurnal Pariwisata Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/par.v11i2.21847

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak pariwisata di desa wisata Kubu Gadang Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat dari segi sosial budaya di kalangan masyarakat setempat. Dampak tersebut merupakan akibat dari perubahan yang terjadi pada masyarakat sebelum dan sesudah masuknya pariwisata ke desa ini, yang dapat menjadi acuan evaluasi pengembangan pariwisata di desa wisata ini sehingga dampak negatif dapat diminimalisir. Sebagai salah satu desa wisata yang berada pada tahap maju di Sumatera Barat, Kubu Gadang tidak hanya membawa dampak di bidang ekonomi, tetapi juga dampak sosial budaya bagi masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan beberapa pelaku dan anggota masyarakat di desa wisata Kubu Gadang. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pariwisata telah membawa perubahan di desa wisata Kubu Gadang bagi masyarakat setempat khususnya yang terlibat dalam kegiatan pariwisata. Terdapat dampak positif dan negatif dari pariwisata dari segi sosial budaya terhadap masyarakat di desa wisata Kubu Gadang. Dampak positifnya antara lain meningkatnya nilai-nilai kebaikan di kalangan masyarakat, munculnya tokoh-tokoh pemimpin, meningkatnya kesadaran masyarakat dalam melestarikan seni dan budaya lokal, dan interaksi yang mendalam antara wisatawan dan masyarakat, sedangkan dampak negatifnya adalah terjadinya konflik di kalangan masyarakat pelaku dan pengelola pariwisata dan munculnya budaya komersialisasi dan komodifikasi. Kata Kunci : Dampak sosial budaya, pariwisata, desa wisata, Kubu Gadang ABSTRACT This study aims to explore the impact of tourism in the Kubu Gadang tourism village in Padang Panjang, West Sumatra Province from a socio-cultural perspective among the local community. The impact is a result of changes that occur in the community before and after the exixtance of tourism into this village, which can be a reference for evaluating tourism development in this tourism village so that negative impacts can be minimized. As one of the tourism villages that is at an advanced stage in West Sumatra, Kubu Gadang not only brings economic impacts, but also socio-cultural impacts to the community. Data were collected through observation and in-depth interviews with several actors and community members in Kubu Gadang tourism village. Data analysis used a qualitative descriptive method. The results showed that tourism has brought changes in Kubu Gadang tourism village for the local community, especially those involved in tourism activities. There are positive and negative impacts of tourism in terms of socio-culture on the community in Kubu Gadang tourism village. The positive impacts include the increase in good values among the community, the emergence of leaders, increased public awareness in preserving local arts and culture, and in-depth interaction between tourists and the community, while the negative impacts are the occurrence of conflicts among the community of tourism actors and managers and the emergence of a culture of commercialization and commodification. Keywords: Socio-cultural impacts, tourism, tourism village, Kubu Gadang
PENGARUH DAYA TARIK WISATA TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG DAN KEPUASAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI MUSEUM GAJAH, JAKARTA INDONESIA Hendradewi, Savitri; Pangkerego, Eduard Rudolf; Chairani, Alda
Jurnal Pariwisata Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/par.v12i1.25369

Abstract

ABSTRAK Industri pariwisata budaya di Indonesia, khususnya di Jakarta, memiliki potensi besar untuk berkembang, dengan Museum Gajah sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh daya tarik wisata terhadap keputusan berkunjung dan kepuasan pengunjung, serta peran kepuasan sebagai variabel intervening di Museum Gajah. Pendekatan kuantitatif dengan metode analisis jalur (path analysis) digunakan untuk mengukur hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel independen (daya tarik wisata) dan variabel dependen (keputusan berkunjung dan kepuasan pengunjung). Sampel penelitian terdiri dari 100 responden yang dipilih secara accidental sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa daya tarik wisata memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pengunjung (koefisien 1.613, t-statistic 4.022, p-value 0.000) dan keputusan berkunjung (koefisien 1.270, t-statistic 3.670, p-value 0.000), serta kepuasan pengunjung berperan signifikan dalam mendorong keputusan berkunjung kembali (koefisien 1.528, t-statistic 4.820, p-value 0.000). Kepuasan pengunjung juga berperan penting dalam mendorong keputusan berkunjung kembali. Analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel daya tarik wisata dapat menjelaskan 53,6% keputusan berkunjung, dan 62,3% kepuasan pengunjung. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pengelola Museum Gajah meningkatkan kualitas koleksi artefak, memperbaiki fasilitas dan infrastruktur, menyediakan program edukasi interaktif, meningkatkan promosi melalui media sosial dan kerja sama dengan sekolah, serta melatih staf untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, guna meningkatkan daya tarik wisata, kepuasan pengunjung, dan mendorong kunjungan ulang. Pemerintah DKI Jakarta perlu meningkatkan infrastruktur, aksesibilitas, dan promosi digital untuk menjadikan Museum Gajah sebagai destinasi wisata utama, sambil menyelenggarakan event bertema sejarah Indonesia untuk menarik pengunjung lokal dan mancanegara. Kata Kunci, Daya Tarik Wisata, Kepuasan Pengunjung, Keputusan Berkunjung ABSTRACT The cultural tourism industry in Indonesia, particularly in Jakarta, has great potential for growth, with the Elephant Museum being one of the attractive tourist destinations. This study aims to examine the impact of tourist attraction on visit decisions and visitor satisfaction, as well as the role of satisfaction as an intervening variable at the Elephant Museum. A quantitative approach with path analysis was used to measure the direct and indirect relationships between the independent variables (tourist attraction) and the dependent variables (visit decision and visitor satisfaction). The research sample consisted of 100 respondents selected through accidental sampling. The analysis results show that tourist attraction has a significant impact on visitor satisfaction (coefficient 1.613, t-statistic 4.022, p-value 0.000) and visit decisions (coefficient 1.270, t-statistic 3.670, p-value 0.000), with visitor satisfaction playing a significant role in encouraging repeat visits (coefficient 1.528, t-statistic 4.820, p-value 0.000). Visitor satisfaction also plays a crucial role in driving the decision to visit again. The coefficient of determination analysis shows that the tourist attraction variable explains 53.6% of the visit decision and 62.3% of visitor satisfaction. Based on the research findings, it is recommended that the management of the Elephant Museum enhance the quality of artifact collections, improve facilities and infrastructure, provide interactive educational programs, increase promotion through social media and collaboration with schools, and train staff to provide better service, in order to boost tourist attraction, visitor satisfaction, and encourage repeat visits. The DKI Jakarta government needs to improve infrastructure, accessibility, and digital promotion to make the Elephant Museum a main tourist destination, while organizing events themed around Indonesian history to attract local and international visitors. Keywords, Tourist Attractions, Visitor Satisfaction, Visiting Decisions
TRANSFORMASI PARIWISATA DAN KESEHATAN BERBASIS POTENSI DESTINASI WISATA DI DESA WISATA CIREUNDEU BANDUNG Ekawaty, Donna; Sihombing, Unedo Hence Markus; Wibowo, Ary Iswanto
Jurnal Pariwisata Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/par.v12i1.25894

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran tentang transformasi pariwisata dan kesehatan berbasis potensi pengembangan destinasi wisata tradisional di Desa Cireundeu sebagai upaya masyarakat desa melestarikan adat, tradisi, dan budaya lokal yang dimiliki. Pemanfaatan kearifan lokal oleh warga mampu meningkatkan pendapatan ekonomi mereka sebesar 54%, bahkan mampu memberikan kontribusi positif pada pendapatan anggaran daerah Pemerintah Daerah, dan devisa negara. Pengemasan paket produk wisata yang unik mampu menciptakan pengalaman yang autentik bagi wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara melalui kekayaan alam dan tradisi lokal yang ada sebagai tindakan dari transformasi pariwisata. Penelitian menggunakan metode kualitatif evaluatif dengan teknik analisa data terdiri dari pengumpulan data observasi awal, pengumpulan dokumentasi, wawancara, dan kajian pustaka. Kegiatan penelitian bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat lokal melalui transformasi pariwisata berbasis  potensi destinasi wisata yang masih bersifat tradisional. Kebaharuan dalam transformasi pariwisata dan Kesehatan menyatukan wisata yang ramah budaya, ramah lingkungan, dan peduli kesehatan baik bagi wisatawan maupun masyarakat lokal yang mampu meningkatkan nilai perekonomian. Hasil penelitian didapatkan bahwa desa wisata Cireundeu telah berhasil menciptakan destinasi wisata tradisional yang menarik dengan pengemasan produk wisata yang unik dan tetap menjaga dan melestarikan adat, tradisi, dan budaya yang telah ada berdasarkan kearifan lokal dalam meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat lokal, meningkatkan nilai ekonomi pendapatan Pemerintah Daerah, menambah devisa negara, dan peduli pada kesehatan wisatawan maupun masyarakat lokal di Desa Wisata Cireundeu. Penelitian memerlukan kolaborasi dari berbagai bidang keilmuan. Sehingga desa Cireundeu dapat lebih berkembang dan dikenal di kalangan Wisatawan mancanegara.Keywords:  destinasi wisata tradisional; ekonomi kerakyatan; kearifan lokal; Kesehatan; transformasi pariwisata. ABSTRACT This study aims to provide an overview of the transformation of tourism and health based on the potential for developing traditional tourist destinations in Cireundeu Village as an effort by the village community to preserve local customs, traditions, and culture. The use of local wisdom by residents can increase their economic income by 54%, and can even make a positive contribution to the regional government's regional budget revenue and state foreign exchange. The packaging of unique tourism product packages can create authentic experiences for local and foreign tourists through the natural wealth and local traditions that exist as an action of tourism transformation. The study uses an evaluative qualitative method with data analysis techniques consisting of collecting initial observation data, collecting documentation, interviews, and literature reviews. Research activities aim to improve the economy of local communities through tourism transformation based on the potential of tourist destinations that are still traditional. The novelty in tourism and health transformation unites culturally friendly, environmentally friendly, and health-conscious tourism for both tourists and local communities that can increase economic value. The results of the study showed that the Cireundeu tourist village has succeeded in creating an attractive traditional tourist destination with unique tourism product packaging and still maintaining and preserving existing customs, traditions, and culture based on local wisdom in increasing the economic income of local communities, increasing the economic value of local government income, increasing foreign exchange, and caring about the health of tourists and local communities in the Cireundeu Tourist Village. Research requires collaboration from various scientific fields. So that the Cireundeu village can develop further and be known among foreign tourists.Keywords:  health; local wisdom; people's economy; traditional tourist destinations; tourism transformation
THE EFFECT OF TOURIST LEVY IMPOSITION Johan, Suwinto
Jurnal Pariwisata Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/par.v12i1.21791

Abstract

ABSTRACTBeginning in February 2024, Bali will introduce a tourist tax, a development that calls for an in-depth analysis of its introduction, impacts, rationale, and the utilization of its proceeds. ourism tax is a tax imposed on tourists who visit an area or country. This tax is a new type of tax. This research aims to assess the sosial and economics’ effects of the tourist tax and its application, utilizing a normative research approach. The findings indicate that while the imposition of a tourist tax is likely to be effective in established tourist areas, its effectiveness in newer tourist regions may not be as significant. New areas will have a smaller impact because the areas are new and many tourist visits are also new, so implementing taxes is easier. Moreover, the research highlights the necessity for explicit guidelines on the management and allocation of the tax revenue, emphasizing that it should predominantly benefit the enhancement of local tourism infrastructure and services, rather than being allocated to non-tourism-related expenditures. The government needs to issue regulations regarding the imposition of this tax and the allocation of the use of this tax. If the regulations are local government then regional government regulations are needed. The research further emphasizes the critical need for transparency and accountability in the processes of monitoring and reporting the tax collection and expenditure. It recommends that local regulations be developed or refined to specifically address these aspects, ensuring that the application of the tourist tax is conducted in a manner that is both transparent and accountable to the public and stakeholders involved. In general, the tax aspects are the taxpayer principle, the nationality principle, and the source of payment principleKeywords: Effect, Tourist Tax, Tourism, Supervision, Legal Basis ABSTRAKDimulai pada bulan Februari 2024, Bali akan memberlakukan pajak pariwisata, sebuah perkembangan yang memerlukan analisis mendalam tentang penerapannya, dampaknya, alasan, dan pemanfaatan hasilnya. Pajak pariwisata adalah pajak yang dikenakan kepada wisatawan yang berkunjung ke suatu daerah atau negara. Pajak ini merupakan jenis pajak baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak sosial dan ekonomi dari pajak pariwisata dan penerapannya, dengan menggunakan pendekatan penelitian normatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun pengenaan pajak pariwisata kemungkinan efektif di daerah wisata yang sudah mapan, efektivitasnya di daerah wisata yang lebih baru mungkin tidak begitu signifikan. Daerah baru akan memiliki dampak yang lebih kecil karena daerah tersebut baru dan banyak kunjungan wisatawan juga baru, sehingga penerapan pajak lebih mudah. Lebih lanjut, penelitian ini menyoroti perlunya pedoman yang tegas tentang pengelolaan dan alokasi penerimaan pajak, dengan menekankan bahwa penerimaan pajak harus lebih banyak digunakan untuk peningkatan infrastruktur dan layanan pariwisata lokal, daripada dialokasikan untuk pengeluaran yang tidak terkait dengan pariwisata. Pemerintah perlu mengeluarkan peraturan mengenai pengenaan pajak ini dan alokasi penggunaan pajak ini. Jika peraturan tersebut adalah pemerintah daerah, maka diperlukan peraturan pemerintah daerah. Penelitian ini lebih lanjut menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam proses pemantauan dan pelaporan pemungutan dan pengeluaran pajak. Penelitian ini merekomendasikan agar peraturan daerah dikembangkan atau disempurnakan untuk secara khusus menangani aspek-aspek ini, memastikan bahwa penerapan pajak pariwisata dilakukan dengan cara yang transparan dan akuntabel kepada publik dan pemangku kepentingan yang terlibat. Secara umum, aspek pajak adalah asas wajib pajak, asas kewarganegaraan, dan asas sumber pembayaran. Kata kunci: Dampak, Pajak Pariwisata, Pariwisata, Pengawasan, Dasar Hukum
STUDI PERKEMBANGAN BISNIS SPIKOE RESEP KUNO SEBAGAI PANGAN SPESIALITI KOTA SURABAYA Kesuma, Birgitta Allison; Dawawrata, Anak Agung Ngurah Kenarya; Saleh, Mellisa Erika; Handojo, Mitha Ayu Pratama
Jurnal Pariwisata Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/par.v12i1.21906

Abstract

ABSTRAK Persepsi masyarakat sangat dibutuhkan sebagai pertimbangan dalam upaya mengklasifikasikan Spikoe Resep Kuno sebagai salah satu pangan spesialti Kota Surabaya. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi persepsi masyarakat zaman sekarang terhadap beberapa aspek Spikoe Resep Kuno diantaranya keautentikan, kekhasan bahan baku, sejarah bisnis hingga peranan produk yang berpotensi sebagai salah satu pangan spesialti Kota Surabaya. Terdapat salah satu oleh-oleh autentik khas Surabaya yaitu Spikoe Resep Kuno yang memiliki keterkaitan dengan sense of place beserta dinamika budaya Kota Surabaya. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dengan melakukan pengolahan data dari hasil survei pada 275 responden yang berasal atau berdomisili di Surabaya serta keduanya. Survei dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2024 dengan kuesioner menggunakan media Google Form. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan persepsi yang sangat positif dengan persentase lebih dari 90% dari setiap parameter yang diuji. Hal tersebut membuktikan Spikoe Resep Kuno memiliki potensi sebagai ikon kuliner Surabaya yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Parameter dengan nilai tertinggi diantaranya kemudahan membeli oleh-oleh rasa (mean 4,44), aroma produk (mean 4,41) dan identifikasi Spikoe sebagai ikon Kota Surabaya (mean 4,39). Data yang didapatkan memberikan bukti bahwa Spikoe Resep Kuno dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai pangan spesialti Kota Surabaya dan memiliki potensi pasar yang luas baik secara ekonomi maupun budaya. Kata Kunci : Pangan spesialti, Kota Surabaya, Spikoe Resep Kuno, Sense of place, Oleh-olehABSTRACT Public perception is crucial in considering the classification of Spikoe Resep Kuno as one of Surabaya's specialty foods. This study aims to evaluate contemporary public perception regarding several aspects of Spikoe Resep Kuno, including its authenticity, the uniqueness of its ingredients, business history, and its role as a potential specialty food of Surabaya. One of Surabaya’s authentic souvenirs, Spikoe Resep Kuno, is closely linked to the city’s sense of place and cultural dynamics. This research was conducted using a quantitative method by analyzing survey data from 275 respondents who are either residents of or currently living in Surabaya. The survey was carried out from March to April 2024 using a questionnaire distributed via Google Forms. The results indicate a highly positive perception, with over 90% approval across all tested parameters. This finding confirms that Spikoe Resep Kuno has significant potential to be developed further as a Surabaya culinary icon. The highest-rated parameters include ease of purchasing as a souvenir (mean 4.44), product aroma (mean 4.41), and recognition of Spikoe as a symbol of Surabaya (mean 4.39). The collected data provides strong evidence that Spikoe Resep Kuno can be further developed as a specialty food of Surabaya, with broad market potential both economically and culturally. Keywords: Specialty food, Surabaya City, Spikoe Resep Kuno, Sense of place, Souvenir 
MEMBANGUN PENGALAMAN POSITIF SEBAGAI STRATEGI MENINGKATKAN KEPUASAN WISATAWAN DI OBJEK WISATA LEDOK SAMBI Hadi, Wisnu; Yulianto, Atun; -, Yulianto; Safitri, Lina Ayu
Jurnal Pariwisata Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/par.v12i1.25206

Abstract

ABSTRAK Setiap kunjungan wisatawan menghasilkan pengalaman positif, yang mencakup aspek fisik seperti keindahan alam dan kenyamanan akomodasi serta interaksi emosional yang tercipta selama kunjungan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang kepuasaan wisatawan dari pengalaman positif yang didapat para wisatawan berkunjung di Ledok Sambi Sleman Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah analisis data kualitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, studi literatur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 44% pengunjung menyatakan mereka akan membicarakan pengalaman positif mereka selama di Ledok Sambi kepada orang lain, dan 44% lainnya menilai hal tersebut baik. Penilaian terhadap fasilitas dan pelayanan menunjukkan bahwa 48% responden menilai sangat baik, 32% menilai baik, dan 20% menilai cukup baik. Citra obyek wisata yang meliputi  rasa aman, nyaman, keramahtamahan, kebersihan, harga tiket masuk dan makanan yang terjangkau yang menjadi bagian dari pengalaman positif wisatawan. Selain itu data 44% pengunjung akan membicarakan pengalaman positif mereka selama di Ledok Sambi kepada orang lain, dan 44% lainnya menilai hal tersebut baik. Namun, terdapat 4% pengunjung merasa cukup baik dan hanya 8% yang merasa kurang baik mengenai pengalaman selama berwisata. Pengalaman positif sebagai strategi untuk meningkatkan kepuasan wisatawan yang berkunjung di Ledok Sambi, menunjukkan bahwa pengelola wisata telah berhasil memberikan pelayanan yang baik dalam hal fasilitas, atraksi, aksesibilitas, dan citra destinasi.Kata Kunci : Pengalaman Positif, Kepuasan, Wisatawan ABSTRACT Every tourist visit produces a positive experience, which includes physical aspects such as natural beauty and accommodation comfort, as well as emotional interactions created during the visit. This research aims to understand tourist satisfaction from the positive experiences obtained by tourists visiting Ledok Sambi, Sleman, Yogyakarta. The method used is qualitative data analysis with data collection through questionnaires, observations, literature studies, and documentation. The results show that 44% of visitors stated that they would share their positive experiences during their time at Ledok Sambi with others, and another 44% rated this as good. Evaluations of facilities and services indicate that 48% of respondents rated them as very good, 32% rated them as good, and 20% rated them as satisfactory. The image of the tourist attraction, which includes feelings of safety, comfort, hospitality, cleanliness, and affordable ticket prices and food, is part of the tourists' positive experience. Additionally, data shows that 44% of visitors would discuss their positive experiences at Ledok Sambi with others, and another 44% rated it as good. However, 4% of visitors felt it was satisfactory, and only 8% felt it was not good regarding their experience during the visit. Positive experiences serve as a strategy to enhance tourist satisfaction for those visiting Ledok Sambi, indicating that tourism managers have successfully provided good service in terms of facilities, attractions, accessibility, and destination image. Keyword: Positive Experience, Satisfaction, Tourists
METODE PENGOLAHAN TIRAMISU ALMOND CAKE SEBAGAI VARIAN MENU DI HOTEL NEW SAPHIR YOGYAKARTA Putri, Indi Winnadiawanda; Widyaningsih, Heni; Atmoko, T. Prasetyo Hadi
Jurnal Pariwisata Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/par.v12i1.25557

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi proses pembuatan tiramisu almond cake sebagai varian menu di Hotel New Saphir Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan mengkaji proses pembuatan dan penyajian tiramisu almond cake. Berdasarkan hasil penelitian, pembuatan tiramisu almond cake di Hotel New Saphir menggunakan adonan base sponge cake. Proses sponge method diawali dengan menyiapkan alat dan bahan. Pembuatan tiramisu almond cake diawali dengan membuat sponge cake yaitu mencampur gula, telur dan ovellet hingga mengembang dan pucat. Campurkan bahan kering (terigu, susu bubuk) dengan speed mixer yang rendah, kemudian masukan margarine yang sudah di lelehkan lalu aduk rata dengan spatula. Dilanjutkan dengan pembuatan cream tiramisu kemudian penyusunan menjadi tiramisu almond cake. Tiramisu almond cake di hotel New Saphir disajikan  dengan menggunakan  sprinkle mutiara, chocochips, chocolate decorating,strawberry, chocochip, daun mint agar penampilannya menjadi lebih cantik dan menarik. Kata kunci: Metode, Pengolahan Tiramisu Almond Cake, Varian Menu.   ABSTRACTThe purpose of this study is to evaluate the process of making tiramisu almond cake as a menu variant at the New Saphir Hotel Yogyakarta. This study uses a qualitative descriptive method, with data collection through observation, documentation, and literature studies. Data analysis was carried out by examining the process of making and serving tiramisu almond cake. Based on the results of the study, the making of tiramisu almond cake at the New Saphir Hotel uses sponge cake base dough. The sponge method process begins with preparing tools and materials. Making tiramisu almond cake begins by making a sponge cake, which is mixing sugar, eggs and ovellets until fluffy and pale. Mix dry ingredients (flour, milk powder) with a low speed mixer, then add the melted margarine and mix well with a spatula. Followed by making cream tiramisu then the preparation into tiramisu almond cake. Tiramisu almond cake at New Saphir hotel is served using pearl sprinkles, chocochips, chocolate decorating, strawberries, chocochips, mint leaves to make the appearance more beautiful and attractive. Keywords: Method, Tiramisu Almond Cake Processing, Menu Variants