cover
Contact Name
Gde Putu Arya Oka
Contact Email
imedtechjournal@gmail.com
Phone
+6281236518677
Journal Mail Official
imedtechjournal@gmail.com
Editorial Address
P2M STKIP Citra Bakti Jl. Trans Flores, Malanuza, Golewa
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
ejurnal imedtech
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : -     EISSN : 25806033     DOI : http://dx.doi.org/10.38048/imedtech.v4i2.227
Core Subject : Science, Education,
ejurnal Imedtech fokus pada Instructional Media, Design dan Instructional Technology. Body of Knowledge instructional technology atau teknologi pembelajaran menjadi ruang lingkup dari jurnal ini. Adapun ruang lingkupnya adalah sebagai berikut: Artikel terkait dengan desain sistem pembelajaran, strategi pembelajaran dan obyek kajian tentang pebelajar beserta karakteristiknya; Artikel terkait dengan kawasan pengembangan, seperti: pengembangan bebasis teknologi cetak seperti bahan ajar, media pembelajaran, terknologi audiovisual, teknologi berbasis komputer dan teknologi terpadu; Artikel terkait dengan kawasan pemanfaatan, seperti: pemanfaatan media, difusi inovasi dan implementasi kelembagaan serta kebijakan dan regulasi; Artikel terkait dengan kawasan pengelolaan, seperti pengelolaan pusat dan sumber belajar, sistem penyampaian (online learning) dan pengelolaan informasi pembelajaran; Artikel terkait dengan kawasan penilaian, seperti evaluasi formative maupun sumatif terkait.
Articles 106 Documents
PERAN MANAJER KEPALA SEKOLAH DALAM MENGELOLA EKSTRA-KURIKULER KURIKULUM 2013 Abdul Majir; Fransiskus Nendi
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 2, No 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.658 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v2i1.156

Abstract

Latar belakang penelitian adanya kewajiban setiap sekolah/madrasah melaksanakan kegiatan ekatrakurikuler wajib kepramukan dalam kurikulum 2013.Tujuanan dilaksanakan penelitian ini,  untuk mengetahui tentang peran manajer  kepala sekolah  MAN 2 Manggarai dalam mengelola ekstrakurikuler kurikulum 2013 terhadap peningkatan mutu sekolah.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif  kualitatif dengan desain penelitian studi kasus yang  difokuskan pada satu fenomena saja yang dipilih untuk dipahami secara mendalam, dengan mengabaikan fenomena-fenomena lainnya. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara terstruktur, observasi partisipasi dan studi dokumentasi.Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah peneliti sendiri dan didukung instrumen lain yaitu lembaran pedoman wawancara dan lembaran pedoman observasi serta kamera.Untuk mengetahui  keabsahan data, penelitimenggunakan teknik perpanjangan keikutsertaan, ketekunan dalam  pengamatan dantrianggulasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatifinteraktif.Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, dapat rumuskan lima kesimpulan  yaitu: 1) Peranmanajer Kepala Sekolah MAN 2 Manggarai mulai dari proses perencanaan, proses pengorganisasian,  proses pelaksanaan, dan proses evaluasi sangat baik, 2) mutu sekolah terwujud,perlunya komitmen tinggi terhadap perubahan zaman, 3) Selalu mengembangkan kemampuan mengajar dan memilki komitmen tinggi terhadap tugas, 4) Tanggungjawab terhadap kerja,  mengembangkan diri,  peningkatan kinerja, 5) Membangun kerjasama internal (sekolah) dan eksternal (pemerintahdan masyarakat atau komite sekolah).The upbringing of this study is the obligation of every school/madrasah to carry out the extracurricular scouting activities of the 2013 curriculum. The goalmouth of this study is to know the role of the headmaster of MAN 2 Manggarai in supervision the extracurricular activity of 2013 curriculum to improve the school quality. This research is a qualitative descriptive research with the case study investigation project is focus on a chosen phenomenon to be fathomed deeply, nonetheless other phenomena.Data collection of this research is using edifice interview technique, accomplice observation and documentation study. The used instrument in this research is the researcher himself and is supported by other instruments such as interview guide sheets and observation charts and camera.To determine the validity of the data, researcher used extension techniques of participation, persistence in observation and triangulation. Data analysis technique used is interactive qualitative analysis.Based on the research results and data analysis, five conclusions can be formulated as: 1) The role of manager,the Principal of MAN 2 Manggarai from the planning process, organizing process, implementation process, and evaluation process werevery good, 2) the quality of school is achieved needasahigh commitment towardstransformation (4) Responsibility for working, self-development, performance improvement, 5) buildingan internal (school) and external cooperation (government and community or school committee)
EVALUASI STATUS KEBUGARAN JASMANI DAN TINGKAT PENGUASAAN KETERAMPILAN OLAHRAGA SEPAKBOLA DAN BOLA VOLI MAHASISWA PJKR SEMESTER V STKIP CITRA BAKTI NGADA BERDASARKAN AKTIVITAS PERKULIAHAN PRAKTEK DAN PEMBINAAN KEGIATAN UKM Yohanes Bayo Ola Tapo
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 4, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.925 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v4i1.223

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik tes dan pengukuran untuk mengevaluasi status kebugaran jasmani dan tingkat penguasaan keterampilan olahraga berdasarkan keterlibatan mahasiswa pada perkuliahan praktek dan pembinaan kegiatan UKM sepakbola dan bola voli. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa PJKR semester V yang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh peneliti yang berjumlah 20 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI), tes keterampilan sepakbola menurut STO Bandung dan tes keterampilan bola voli menurut AAHPERD Volleyball Test. Hasil tes dan pengukuran dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif, dan diperoleh simpulan penelitian bahwa: secara keseluruhan status tingkat kesegaran jasmani dan penguasaan keterampilan kecabangan olahraga mahasiswa PJKR semester V berada pada kategori “SEDANG”, sehingga pelaksanaan kegiatan perkuliahan praktek dan pembinaan kegiatan UKM keolahragaan harus benar-benar ditingkatkan dengan pendampingan yang lebih serius, displin dan terprogram secara baik dari para dosen PJKR dengan kemasan berbagai model, formasi, serta strategi pembelajaran dan latihan untuk meningkatkan status kesegaran jasmani dan keterampilan kecabangan olahraga sebagai salah satu kompetensi dasar yang diperlukan mahasiswa PJKR.
PENGEMBANGAN VIDEOSCRIBE BERFIKIR SIMBOLIK REPRESENTASI BERBAGAI MACAM BENDA PADA KELOMPOK ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD LAB ANANDA CITRA BAKTI Gde Putu Arya Oka; Ferdinandus Bate Dopo
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 3, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.914 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v3i2.213

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian Desain dan Pengembangan (Design & Development Research, DDR). Tujuan pengembangan  adalah untuk mengetahui tingkat kelayakan videoscribe berfikir simbolik berbagai macam benda pada kelompok anak usia 5-6 tahun. Model  pengembangan mengadopsi kerangka model pengembangan produk multimedia pathways Cathie Sherwood. Tahapan multimedia patways terdiri dari (1) initiation, (2) specification, (3) design, (4) production, (5) review and evaluation dan (6) delivery and implementation. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Adapun hasil pengembangan adalah produk videoscribe yang telah diuji dengan parameter hali isi, media dan desain pembelajaran. Analisis draft I pengembangaan dengan tingkat pencapaian kualitas isi videoscribe sebesar 92%, setelah dikonversi berada dalam kualifikasi Sangat Baik. Kemudian Analisis draft II pengembangan dengan tingkat pencapaian kualitas media videoscribe sebesar 90%, setelah dikonversi berada sangat baik. Begitupun tingkat pencapaian kualitas desain pembelajaran videoscribe sebesar 94,67%, setelah dikonversi berada dalam kualitas sangat baik. Sedangkan analisis draft III pengembangan, tingkat pencapaian kualitas dalam uji perseorangan sebesar 93%. Setelah dikonversi berada dalam kualifikasi sangat baik. Begitupun tingkat pencapaian kualitas videoscribe dalam uji kelompok kecil sebesar 88% dan setelah dikonversi berada dalam kualifikasi juga baik. Dengan demikian, mengacu pada parameter-parameter diatas maka dapat disimpulkan pengembangan videoscribe berfikir simbolik representasi berbagai macam benda untuk anak usia dini  5-6 tahun layak untuk diimplementasikan dalam pembelajaran anak usia dini, khususnya untuk mencapa Kompotensi Dasar (KD) 3.3, 3.5, 3.6 dan 3,9.This research is a Design & Development Research (DDR). The purpose of the development is to determine the feasibility of videoscribe to symbolic thinking of various objects in the group of children aged 5-6 years. The development model adopts Cathie Sherwood's pathway for multimedia product development model frameworks. The stages of multimedia patways consist of (1) initiation, (2) specification, (3) design, (4) production, (5) review and evaluation and (6) delivery and implementation. The method of data analysis uses quantitative and qualitative descriptive analysis. The results of the development are videoscribe products that have been tested with content, media and learning design parameters. Analysis of draft I development with the level of achieving video quality content of 92%, after being converted is in a Very Good qualification. Then Analysis II draft development with the level of achieving video quality video subscription by 90%, after being converted is very good. Likewise the level of quality achievement of videocribe learning design is 94.67%, after being converted it is in very good quality. While the analysis of draft III development, the level of quality achievement in individual tests was 93%. Having converted is in very good qualifications. Likewise, the level of achieving videocribe quality in the small group test was 88% and after being converted was also in good qualifications. Thus, referring to the parameters above, it can be concluded that the development of videoscribe to think symbolic representations of various objects for early childhood 5-6 years is feasible to be implemented in early childhood learning, especially to achieve Basic Compotence (KD) 3.3, 3.5, 3.6 and 3.9 Keyword:   videoscribe development, symbolic mindset, AUD 5-6 Tahun
PENGGUNAAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK BAGI SISWA KELAS V SDI TARAWAJA TAHUN PELAJARAN 2018 / 2019 YUSTINA LEWA
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.054 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v2i2.174

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar melalui penggunaan pendekatan saintifik bagi siswa kelas V SDI Tarawaja Tahun Pelajaran 2018/2019. Jenis Penelitan penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Desain penelitian  yang digunakan adalah model Kemmis  dan Mc Taggart yang pada hakikatnya terdiri dari 3 tahap yaitu, perencanaan, tindakan & pengamatan, dan refleksi yang mana ke 3 tahap diatas merupakan satu siklus. Metode atau Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode tes dengan bentuk tes pilihan ganda. Sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian pada siklus I setelah diterapkan dengan pendekatan saintifik  telah menunjukan  bahwa rata-rata  skor hasil belajar  yang dicapai oleh siswa sebesar 69,5% dan berada pada kategori cukup aktif.  Sedangakan pada siklus II, rata-rata skor hasil belajar yang diperoleh peserta didik yaitu 80,5% dan berada pada kategori baik. Sedangkan peningkatan dari siklus I ke siklus II adalah 11%, hal ini menunjukan bahwa penggunaan pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran pendidikan agama katolik di kelas V SDI Tarawaja. Peningkatan ini terjadi karena siswa telah memahami materi, pendekatan yang diterapkan membuat siswa aktif, kreatif dan mengasah pikiran siswa untuk mampu memecahkan tugas yang diberikan guru. Dengan demikian  dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar pendidikan agama katolik bagi siswa kelas V SDI Tarawaja tahun pelajaran 2018/2019
PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN DI TK/PAUD SE-GUGUS 3 BAJAWA, KECAMATAN BAJAWA, KABUPATEN NGADA Pulheria Meo Meka
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 4, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.167 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v4i2.228

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru-guru TK/PAUD Gugus  Bajawa 3,  Kecamatan Bajawa  dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian melalui pelaksanaan supervise akademik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah. Kegiatan dalam penelitian ini terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan,observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Tempat penelitian di TK/PAUD Gugus Bajawa 3 ,  Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada. Yang menjadi subyek dalam penelitian  ini adalah  guru  - guru TKK/PAUD  di Gugus  Bajawa 3  yang berjumlah 13 orang, yang diambil dari 4 sekolah yang mewakili 7 sekolah yang ada di gugus  Bajawa 3.  Teknik pengumpulan data menggunakan teknik waawancara, obeservasi kelas, dan diskusi. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif komparatif. Data kuantitatif yang diperoleh dideskripsikan dalam bentuk kata-kata atau penjelasan. Selanjutnya dilakukan komparasi data untuk memastikan ada tidaknya peningkatan kemampuan guru dalam penilaian menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH).  Dari rata-rata nilai supervise akademik guru dalam menyusun RPPH  pada kondisi awal diperoleh 62,61 % . Pada ahir Siklus I rata – rata nilai  yang diperoleh 71,23%, di akhir siklus II  diperoleh  87,77%, dan dari kondisi awal sampai dengan akhir siklus II nilai supervisi akademik meningkat sebesar 25,16%.  Hal ini dapat disimpulkan bahwa dengan Pelaksanaan Supervisi akademik , maka dapat meningkat kompetensi guru dalam menyusun RPPH di TK/PAUD  Gugus Bajawa 3, Kecamatan Bajawa, TA 2018/2019
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI THINK TALK WRITE BERBASIS BLENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS MATEMATIK SISWA SMP maria carmelita wangge
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 4, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.351 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v4i1.211

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) Menghasilkan perangkat pembelajaran dengan strategi Think Talk Write (TTW) pada materi persamaan dan pertidaksamaan, (2) Mendeskripsikan keefektifan strategi think talk write pada materi persamaan dan pertidaksamaan. Proses pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 4 langkah, yaitu: analisis (analysis), perancangan (design), pengembangan (develop), penerapan (implementation) dan evaluasi (evaluation). Hasil pengembangan perangkat pembelajaran berupa Lembar Kerja Siswa (LKS). Berdasarkan hasil analisis deskriptif pada proses pengembangan perangkat pembelajaran, diperoleh perangkat pembelajaran yang baik, yakni perangkat pembelajaran yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif.Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif pada penelitian eksperimen, diperoleh kesimpulan bahwa Pembelajaran dengan menggunakan strategi Think Talk Write (TTW) untuk mengajarkan materi persamaan dan pertidaksamaan baik. Hal ini dapat dilihat dari 1) Aktivitas siswa dalam pembelajaran berkategori efektif, 2) Respon siswa terhadap pembelajaran berkategori positif.Berdasarkan hasil analisis, Pembelajaran dengan menggunakan model ADDIE pada materi persamaan dan pertidaksamaan memperoleh hasil yang baik. 
PENGARUH PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK BERBANTUAN LKS TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SD GUGUS 2 KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA-FLORES Wilibaldus Bhoke
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 3, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.189 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v3i1.203

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan matematika realistik berbantuan LKS terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari motivasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan menggunakan dasain faktorial 2 × 2.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus 2 Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada-Flores, dengan anggota sampel sebanyak 80 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling terhadap kelas.  Data yang dikumpulkan ada dua  yaitu angket motivasi dan instrumen pilihan ganda.  Analisis data menggunakan analisis varians dua jalur dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pendidikan matematika realistik lebih tinggi daripada hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (FA = 2,95, p < 0,05); 2) terdapat interaksi antara pembelajaran dan motivasi balajar terhadap hasil belajar matematika (FAB = 3,132, p < 0,05); 3) Bagi siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pendidikan matematika realistik lebih tinggi daripada hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Qhitung = 4,61 dan Qtabel 5%= 3,96, Qhitung > Qtabel); 4) Bagi siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional lebih tinggi daripada hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pendidikan matematika realistik (QHitung = 5,76 dan Qtabel 5%= 3,96, Qhitung > Qtabel). Kata kunci: Hasil belajar matematika,  motivasi belajar, Pendidikan Matematika Realistik  ABSTRACTThe present study examines the effect of realistic mathematics education using students’ work sheet (LKS) on mathematics achievement viewed from students’ learning motivation. The study was quasi experimental by using 2 × 2 factorial design. The population in this study was the fifth grade primary school students of cluster 2 from Bajawa sub-district, Ngada regency, Flores. Samples in this study were 80 students which were chosen randomly . There were two collected data; motivational questionnaires and multiple choice instruments. Data were analyzed by using double stripe variant analysis and continued with Tukey test. The result of study showed that: 1) mathematics achievement of students following realistic mathematics education was better than the students following conventional learning (FA = 2,95, p < 0,05); 2) there was an interaction between learning and learning motivation on mathematics achievement (FAB = 3,13, p < 0,05); 3) to the students having higher learning motivation, mathematics achievement of students following realistic mathematics education was higher than mathematics achievement of students following conventional learning (Qobserved= 4,61 danQtable5% = 3,96, Qobserved>Qtable); 4) to the students having lower learning motivation, mathematics achievement of students following conventional learning was higher than mathematic achievement of students following realistic mathematics education (Qobserved= 5,76 danQtable5% = 3,96, Qobserved>Qtable). Key words: Mathematics achievement, learning motivation, Realistic Mathematics Education
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFTIPE TGTDAN MOTIVASI BERPRESTASITERHADAP HASIL BELAJAR PENJAS SISWA KELAS XISMA NEGERI 2 ELAR KAB. MANGGARAI TIMUR Ferdinandus Samri
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 2, No 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.21 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v2i1.157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGTditinjau dari motivasi berprestasi terhadap hasil belajar Penjas. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XISMA Negeri 2Elardengan menggunakan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 108  orang yang dipilih dengan menggunakan teknik Random Sampling. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur melalui uji F dan dilanjutkan dengan uji Tukey.            Hasil penelitiannya adalah : (1) secara keseluruhan, hasil belajar Penjas siswa yang belajar dengan model pembelajaran  kooperatif tipe TGT lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional , (2) untuk siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi, hasil belajar siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGTlebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional , (3) untuk siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, hasil belajar penjas yang belajar dengan model pembelajaran konvensional lebih rendah daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGTdan (4) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa.Dari hasil temuan penelitian, disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGTdan motivasi berprestasi  berpengaruh terhadap hasil belajar Penjaspada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Elar.            Penelitian ini memberikan implikasi antara lain : 1) model pembelajaran kooperatif tipe TGTmerupakan model pembelajaran yang perlu dipertimbangkan untuk dilaksanakan dalam proses pembelajaran, dan 2) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGThendaknya mempertimbangkan tingkat motivasi berprestasi siswa.This study aimed at finding out and analyzing the effect ofTGTTyped Cooperative Learning Model And Prestige Motivation on the increase of Sport Science learning chievement in Sport Scienceteaching and learning. This study was conducted at SMA Negeri 2 Elar with Post Test Only Control Group Design. The sample of this study consisted of 108 students  that were selected by using Random Sampling. The data obtained were analyzed by ANAVA two path (Analysis of Varians) with F test, which was followed by Tukey test. The result of the study show the followings : (1) on the whole, the  achievement of Sport Scienceof the students who studied by TGTTyped Cooperative Learning Model was higher than those who studied by conventional , (2) the student who had high prestige motivation and studied by TGTTyped Cooperative Learning Model had higher on sportlearning achievement  than those who had high prestige motivation and studied by conventional,  (3) the student who had low prestige motivation and studied by conventional had higher on sportlearning achievement  than those who had low prestige motivation and studied TGTTyped Cooperative Learning Model and (4) there  was an interaction effect between the use of teaching learning model and prestige motivation From the result of the study, it can be concluded that the TGTTyped Cooperative Learning Model And Prestige Motivation effected the increase of learning achievement in sportteaching and learning at class XISMA Negeri 2 Elar             Some implications of this study were : 1) the TGTTyped Cooperative Learning Model is one of the teaching learning model must be used in learning sportand 2) in applying TGTTyped Cooperative Learning Model, one should consider the prestige motivation.
TABUNG SUNTIK UNTUK HUKUM BOYLE, SIMULASI PENGUKURAN TEKANAN UDARA DENGAN REAL WORLD PROBLEM SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH Maria Yuliana Kua
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 4, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.579 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v4i2.225

Abstract

Telah dilakukan eksperimen untuk membuat sebuah alat sederhana berbasis hukum dasar termodinamika. Teori dasar yang digunakan berdasar hukum Boyle dan konsep gas ideal. Tujuan dari pembuatan alat ini adalah untuk menunjukkan fenomena dalam hukum Boyle ketika suhu gas yang berada dalam suatu wadah tertutup dipertahankan konstan, maka tekanan gas akan berbanding terbalik dengan volume. Alat yang dimaksud berupa sebuah wadah yang dibuat hampa udara dan diletakkan sebuah balon di dalamnya. Pada tutup wadah diletakkan beberapa selang plastik yang dihubungkan dengan tabung suntik untuk memanipulasi besar volume udaranya. Dipasang pula sebuah manometer untuk mengukur besar tekanan udaranya. Metode yang digunakan adalah dengan memberi gaya pada piston tabung suntik untuk memanipulasi besar volume yang akan memberikan pengaruh pada balon yaitu mengembang dan mengempis serta perubahan tekanan udara yang terbaca pada manometer. Media pembelajaran fisika ini didesain untuk membantu peserta didik memahami konsep termodinamika secara sederhana menggunakan real world problem sebagai alternatif pemecahan masalah.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI PENDAMPINGAN BERKELANJUTAN DI SMPN SATU ATAP I BAJAWA KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA TAHUN 2019 wunu veronika veronika
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 3, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.099 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v3i2.215

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada Kurikulum 2013 melalui Pendampingan yang berkelanjutan. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru-guru SMPN SATAP I Bajawa. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan tindakan, akting, pengamatan, dan refleksi. Pada umumnya, RPP yang digunakan belum sesuai dengan RPP standar dan belum mematuhi kaidah-kaidah penyusunan RPP. Hal ini terjadi karena kurangnya kemampuan guru dalam menyusun RPP dan juga untuk pemetaan materi yang tertera dalam silabus. Oleh karena itu, dibutuhkan bimbingan berkelanjutan yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam menyusun RPP dan juga untuk meningkatkan kemampuan guru. Metode yang digunakan adalah Metode Penelitian Tindakan Sekolah dengan 2 (dua) siklus. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan angket. Terkait dengan permasalahan di atas, perlu adanya bantuan penanganan yang memadai. Dalam hal ini, upaya yang  dilakukan adalah dengan melaksanakan pendampingan, yang bertujuan  pada peningkatan kompetensi guru melalui siklus yang sistematis. Teknik analisis data adalah menggunakan diskriptif komparatif. Penelitian ini dilakukan dengan tahapan siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 (empat) langkah meliputi : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pada kondisi awal memperoleh nilai rata–rata  kemampuan guru dalam menyusun RPP yakni 67,61. Pada siklus pertama memperoleh nilai rata–rata kemampuan guru dalam menyusun RPP yakni 78,91. Pada siklus kedua memperoleh nilai rata-rata kemampuan guru dalam menyusun RPP adalah 91,47. Hasil penelitian ini, agar guru memiliki kebiasaan dan menunjukkan peningkatan kompetensi sesuai dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan dalam menyusun RPP. Saran yang diajukan adalah : (1) perlu diintensifkan peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP melalui kegiatan pendampingan atau sejenisnya (2) untuk meningkatkan kompetensi guru, sekolah, perlu adanya wahana semacam In House Training (IHT), agar mereka dapat saling bertukar pengalaman melalui dialog akademis.Kata kunci: Kompetensi Guru Menyusun RPP, Pendampingan Berkelanjutan ABSTRACT This study aims to improve the competence of teachers in preparing a lesson plan (RPP) on Curriculum 2013 through ongoing mentoring. Subjects in this study were teachers SMPN SATAP I Bajawa. The study consisted of two cycles, each cycle consisting of four stages: planning the action, acting, observing and reflecting. In general, the RPP is used not in accordance with standard CSP and has not complied with the rules of preparation of the RPP. This happens because of the lack of ability of teachers in preparing lesson plans and also for mapping the material contained in the syllabus. Therefore, it needs continuous counseling conducted by the principals in preparing the RPP and also to improve the ability of teachers. The method used is the method of Action Research School with two (2) cycles.Related to the above problems, the need for adequate management assistance. In this regard, the efforts made by implementing the assistance, which aims at improving the competence of teachers through a systematic cycle. The data analysis technique is using descriptive comparative. This research was conducted in stages, cycles, each cycle consisting of four (4) steps include: planning, implementation, observation and reflection, In the initial condition of obtaining the average value of the ability of teachers in preparing a lesson plan that is 67.61. In the first cycle of obtaining the average value of the ability of teachers in preparing a lesson plan that is 78.91. In the second cycle obtain the average value of the ability of teachers in preparing the RPP is 91.47, The results of this study, so that teachers have the habit and showed an increase of competence in accordance with predetermined indicators of success in preparing the RPP. Suggestions put forward are: (1) need to be intensified to increase the competence of teachers in preparing lesson plans through mentoring or the like (2) to improve the competence of teachers, schools, the need for some sort of vehicleIn House Training (IHT), so that they can exchange experience through academic dialogue. Keywords: Develop Teacher Competence RPP, Sustainable Assistance

Page 2 of 11 | Total Record : 106