cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
staialhikmahjakarta10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Hikmah : Journal of Islamic Studies
ISSN : 20882629     EISSN : 25810146     DOI : -
Core Subject : Education,
HIKMAH (ISSN. 2088-2629) is a journal of Islamic Studies which published by ALHIKMAH Islamic Studies Institute Jakarta. This journal is published each semester. It is publication media for research results and the thoughts of lectures, intelectuals, and the observer of Islamic studies. By upholding the spirit of multi disciplinary studies, the HIKMAH journal is providing various research report and articles which related to the f eld of education, social, culture, law, politics, economy, and science. T ey are seriously studied in terms of islamic perspective. the substance of the writings is the responsibility of the writers and doesn’t necessarily ref ected the oppinion of the redaction.
Arjuna Subject : -
Articles 158 Documents
SENGKARUT FORMALISASI SYARIAH DI INDONESIA Mohamad Mahrusillah
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 16, No 2 (2020): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v16i2.172

Abstract

Abstract This paper tries to trace the dispute (pro-konta) on sharia formalization in Indonesia and presents the description how far the sharia formalization is implemented. Regardless to the dispute, the difficulties to implement the formalization is no country in the world implement the sharia totally. This research is used social and historical approaches and also literary reviews on legislation, journal, quoting ulama’ ideas and their activities and others related opinions. Abstrak Artikel ini berupaya untuk melacak kekacauan (baca: pro-konta) mengenai formalisasi syariat di Indonesia, dan mencoba memberi gambaran seberapa jauh peluang formalisasi syariat ini disetujui. Namun terlepas dari adanya pro dan kontra mengenai gagasan formalisasi syariat, kesulitan dalam mewujudkan formalisasi tersebut adalah hingga saat ini tidak ada satu pun negara di dunia yang menerapkan formalisasi syariat secara utuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosial historis dengan menggunakan penelitian kepustakaan melalui pengumpulan dan studi literatur, legislasi, jurnal, dan mengutip pendapat ulama dan aktivis serta pendapat terkait lainnya.
KAJIAN MA’ANIL HADIS TENTANG PEREMPUAN BEPERGIAN TANPA DIDAMPINGI MAHRAM Isnaini Isnaini
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 17, No 1 (2021): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v17i1.183

Abstract

Abstract The study aims to convey the meaning contained in the hadith on a woman travels without accompanied by a mahram. The research is quite interesting to study recently, particularly concerning the relevance of the early fuqaha's understanding of the hadith with recent cases. This article describes some hadith explaining the prohibition to woman travels without accompanied by a mahram. Nevertheless, the hadith is implemented in the contemporary era, which commonly known as the millennial era. If the hadith were understood textually and carelessly, it would understand that all hadith has been attached nasakh by the period and place. However, it needs to reconsider why the hadith about women travels without accompanied by mahram emerges. From the review in this article, it is found that Rasulullah states the prohibition for a woman to travel without accompanied by a mahram. The prohibition was influenced by many factors, such as safety, chastity, and the situation was rather hostile for a woman at the time. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna yang terkandung dalam hadis tentang perempuan bepergian tanpa mahram. Kajian ini cukup menarik dibahas dewasa ini, terutama terkait relevansi pemahaman para fuqaha’ terdahulu tentang hadis tersebut dengan kasus-kasus yang muncul belakangan. Dalam artikel ini diuraikan tentang sejumlah hadis yang menjelaskan tentang larangan perempuan bepergian dengan tidak ditemani mahram. Bagaiamana hadis-hadis tersebut diterapkan dalam era kontemporer ini yang sering disebuat era millennial. Kalau semua hadis itu dipahami secara tekstual dan tergesa-gesa maka akan muncul pengertian bahwa semua hadis itu telah dinasakh oleh zaman dan tempat. Namun perlu direnungkan kembali kenapa Hadis tentang perempuan bepergian tanpa mahram itu muncul. Dari kajian dalam artikel ini ditemukan bahwa Rasulullah menyatakan ketidakbolehan seorang perempuan melakukan perjalanan seorang diri tanpa mahram. Larangan ini dipengaruhi faktor keamanan, kesucian dan ketidakberpihakan keadaan saat itu pada perempuan.
PERANAN PERHATIAN ORANG TUA DALAM MENSTIMULUS KECERDASAN KOGNISI ANAK Nofi Maria Krisnawati
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 16, No 1 (2020): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v16i1.167

Abstract

Abstract The research on the role of parents in stimulating children cognitive intelligence aims to uncover parents attention to the children cognitive intelligence, namely the result of learning. It is a non-experiment qualitative research examined to 33 students the fourth grade in social sciences subject. The date is qualitatively and descriptively analysed. The result shows that parents attention influences the stimulus of children cognitive intelligence. It can be concluded from the result of student learning. The result is in line with calculated-t hypothesis greater than ttabel with dk = n-k = 33-2 =31 on significant level 0,05. A one-tailed test is 1.695 meaning t value (17,447) is greater than ttabel (1,695). It means Ho rejected. Therefore, the hypothesis is sound that parents attention contributes positively to the stimulus of children cognitive intelligence. It can be seen form the student result of learning. In other word, the more attention the parent give to the children, the better the result of children’s learning and vice versa. Abstrak Penelitian peranan perhatian orang tua dalam menstimulus kecerdasan kognisi anak bertujuan untuk mengetahui pengaruh perhatian orang tua terhadap kecerdasan kognisi anak yang berupa hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non experiment yang diujicobakan kepada 33 peserta didik kelas IV mata pelajaran IPS, sedangkan data dianalisis secara diskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan perhatian orang tua mempengaruhi stimulus kecerdasan kognisi anak, dapat dilihat dari hasil belajar siswa IPS. Hal ini sesuai dengan pengujian hipotesis t hitung yang lebih besar dari ttabel dengan dk = n-k = 33-2 =31 pada taraf signifikansi 0,05 uji satu sisi adalah 1.695 yang berarti thitung (17,447) lebih besar dari ttabel (1,695) hal ini berarti Ho ditolak. Dengan demikian hipotesis penelitian terbukti kebenarannya bahwa Perhatian Orang Tua berpengaruh positif terhadap stimulus kecerdasan kognisi anak yang berupa hasil belajar siswa. Simpulannya bahwa adanya pengaruh perhatian orang tua dalam menstimulus kecerdasan kognisi anak, yang mana semakin tinggi perhatian orang tua, maka cenderung semakin tampak kecerdasan anak dari segi hasil belajarnya, sebaliknya semakin rendah perhatian orang tua maka semakin rendah pula hasil belajarnya.
PROFESIONALISME GURU REGULER DALAM PENDIDIKAN INKLUSIF Riani Alfianita; Neti Karnati; Supadi Supadi
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 17, No 1 (2021): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v17i1.180

Abstract

Abstract Regular or public teacher requires a collaboration professionally to provide learning to the disabled children in the inclusive school. The research aims to explain the method to make assessment correctly and learning strategy for disabled students. The study is crucial to be conducted because it can increase regular teachers' professionalism in handling disabled children. Based on the Ministry of Education and Culture data in 2015/2016 in dapodik, the number of Junior High School (SMP) held inclusive education was 3,817 schools. According to Dunn, the method used in this research is the policy analysis method with normative and descriptive analysis. Guru pendidikan reguler atau umum memerlukan suatu kolaborasi dengan professional dalam memberikan pembelajaran pada anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusif. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjelaskan cara melakukan asesmen yang benar dan strategi pembelajaran untuk siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini penting dilakukan karena secara khusus dalam meningkatkan profesionalisme guru reguler dalam menghadapi anak berkebutuhan khusus. Berdasarkan data Kemendikbud yang berupa dapodik tahun pelajaran 2015/2016 menunjukkan bahwa jumlah sekolah menengah pertama (SMP) yang menyelenggarakan pendidikan inklusif di seluruh Indonesia berjumlah 3.817 sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kebijakan menurut Dunn, dengan analisis deskriptif dan normatif.
IJTIHAD ‘VIRTUAL’ DAN FIQIH CORONA: RESPON ULAMA INDONESIA DI MUSIM PANDEMI Abdul Wafi Muhaimin
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 16, No 2 (2020): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v16i2.173

Abstract

Abstract Covid-19 has been announced as global pandemic by World Health Organization (WHO). All countries, including Indonesia, implemented the health protocols in preventing the spread of viruses. Among those protocols is social distancing either in lockdown or physical distancing. This policy disrupted the life order and habit, especially in religious ritual. The religious problems should be answered by the ulamas for the law certainty. In the normal situation, the discussion on fatwa is usually held by collective ijtihad (Ijtihad Jama’i). This way is done by MUI and its fatwa commission, NU and Its Bahtsul Masail, Muhammadiyah and Its Majlis Tarjih. Unfortunately, in covid-9 pandemic, the meeting for collective ijtihad is not easy to do because of the healthy protocol. Instead of that, the discussion to determine fatwa should be done as responding religious problems, but by virtual ijtihad via Zoom and others application, such as whatsapp groups. Therefore, this article discuss about the way ulamas responds the law-religious problems during Covid-19 pandemic. Abstrak Covid-19 telah ditetapkan sebagai pandemi global oleh World Health Organization (WHO) sehingga berbagai negara, termasuk Indonesia, menetapkan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran virus ini. Salah satunya adalah dengan melakukan social distancing baik dengan cara lockdown maupun hanya dengan melakukan physical distancing. Kebijakan ini tentu berpengaruh terhadap tatanan kehidupan manusia, termasuk dalam ritual keagamaan. Tentu persoalan keagamaan harus mendapatkan jawaban dari para ulama agar umat mendapatkan kepastian hukum. Problemnya adalah, setiap persoalan hukum biasanya dalam kondisi normal dilakukan dengan cara kolektif (ijtihad jama’i), baik yang dilakukan oleh MUI dengan komisi fatwanya, NU dengan Lembaga Bahtsul Masailnya, Muhammadiyah dengan Majlis Tarjihnya, dan ormas-ormas lainnya. Namun dalam kondisi seperti sekarang ini (masa pandemi Covid-19) tentu tidak mudah untuk dilakukan. Maka muncullah terobosan baru dengan cara memaksimalkan kecanggihan teknologi, sehingga persoalan keummatan tetap bisa direspon dengan baik melalui ijtihad ‘virtual’, baik dengan cara melalui aplikasi Zoom maupun melalui chatting dengan memaksimalkan group-group Whatsapp (WAG). Oleh karena itu, kajian ini akan membahas tentang bagaimana para kyai (ulama) merespons persoalan hukum selama pandemi Covid-19.
KLASIFIKASI AYAT-AYAT MUHKAMAT DAN MUTASYABIHAT MENURUT AL-ZAMAKHSYARI DALAM TAFSIR AL-KASYSYAF Efin Faridho; Abusiri Abusiri
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 17, No 1 (2021): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v17i1.179

Abstract

Abstract The discussion in this article is intended to analyze az-Zamakhsyari's classification of muhkamat and mutasyabihat verses. Theoretically, the concept proposed by az-Zamakhsyari regarding muhkam and mutasyabih is actually similar to what has been classified by the previous ulema in general. Likewise, according to him, the mutasyabihat verses are the muhkamat verses by other ulemas. When finding the mutasyabihat verses, az-Zamakhsyari constantly measures or returns to muhkamat verses. In determining the muhkamat and mutasyabihat verses, az-Zamakhsyari uses at least two criteria: language and theological criteria. Abstrak Pembahasan dalam artikel ini dimaksudkan untuk menganalisis pengklasifikasian az-Zamakhsyari terhadap ayat-ayat muhkamat dan mutasyabihat. Secara teoritis, konsep yang ditawarkan al-Zamakhsyari tentang muhkam dan mutasyabih sebenarnya tidaklah jauh berbeda dengan yang diungkapkan ulama pada umumnya. Tetapi dalam prakteknya tidak jarang ayat-ayat yang muhkamat menurut beliau dianggap mutasyabihat oleh para ulama yang lain. Demikian juga sebaliknya, ayat-ayat yang mutasyabihat menurut beliau adalah muhkamat bagi ulama yang lain. Ketika menjumpai ayat-ayat mutasyabihat beliau mentolok-ukurkan atau mengembalikannya kepada ayat-ayat muhkamat. Dalam menentukan ayat-ayat muhkamat dan mutasyabihat tersebut az-Zamakhsyari setidaknya menggunakan dua kriteria, yaitu kriteria bahasa dan teologi.
ANAK-ANAK DAN HAFALAN AL-QURÁN: STUDI METODE MENGHAFAL AL-QURÁN UNTUK ANAK-ANAK Nurlaila Nurlaila
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 16, No 1 (2020): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v16i1.168

Abstract

Abstract This article discusses the method of Qur’an memorization for children based on the age levels. Mushrooming tahfiz programs in schools, this library research elaborates some pivotal consideration that parents should take into account before deciding to take their children into tahfiz program. Qur’an memorization can not be instantly conducted. It need perseverance and persistence in the process of repeating in order the memorization resulted is very strong in the heart. Implementation of proper method in Qur’an memorization will make children attracted in memorizing the Qur’an with no coercion. Abstrak Tulisan ini membahas metode menghafal Al-Qurán untuk anak-anak yang sesuai dengan jenjang usianya. Dilatarbelakangi oleh maraknya sekolah-sekolah berprogram tahfiz (menghafal Al-Qurán), kajian dengan metode library research ini sedikit memberikan ulasan beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan para orangtua sebelum memutuskan anak-anak mengikuti program hafalan Al-Qurán. Menghafal Al-Qurán tidak bisa dilakukan secara instan. Butuh ketekunan dan kontinuitas dalam proses pengulangannya agar hafalan yang dihasilkan benar-benar kuat. Penggunaan metode menghafal Al-Qurán yang tepat dapat membuat anak-anak tertarik untuk menghafal Al-Qurán tanpa paksaan.
KEDUDUKAN FATWA DI NEGARA MUSLIM: INDONESIA, BERUNAI DARUSSALAM, MALAYSIA, MESIR M. Zainul Hasani Syarif
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 16, No 2 (2020): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v16i2.174

Abstract

Abstract Muslims will face many complex problem. They need solution to overcome. When Prophet Muhammad lived, all the problem either worldly or heavenly, were attributed to him. But after his death, the role of the companions, successor and ulamas at that time were such fatwa giver/council. It continues today. So, council of fatwa has significant position, dealing with religious affairs and also state-nation problems. They will be a reference to solve the problems. The position of the fatwa council is different in every muslim countries. It also influenced to the products of fatwa. Abstrak Dari hari ke hari permasalahan yang dilami oleh ummat Islam khususnya semakin kompleks sehingga membutuhkan solusi yang tepat untuk mengatasinya. Saat Nabi Muhammad masih hidup, semua urusan baik yang bersifat duniawi, terlebih yang menyangkut ukhrawi langsung disandarkan sepenuhnya kepadanya. Namun beda halnya setelah ia wafat maka peran sahabat, tabi’in, ulama atau sejenis majelis fatwa kemudian menjadi estafet dalam melanjutkan tradisi sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi sebelumnya. Itulah maka majelis fatwa mempunyai kedudukan penting, tidak hanya dalam urusan agama tetapi meyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara serta berkehidupan sebagai salah satu sumber rujukan yang bersifat logis maupun yuridis secara eksplisit dalam menata kehidupan yang layak dan semestinya. Sebagai salah satu referensi atau rujukan dalam mengatasi problematika, namun kedudukan fatwa pada masing-masing negara bebeda-beda sehingga berdampak pula terhadap kualitas fatwa yang diproduksi.
A PROPORTIONAL ALLOCATION OF FORMATIVE AND SUMMATIVE ASSESSMENT: A Quest of Shaping an Effective Assessment Policy Sabilil Muttaqin
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 16, No 1 (2020): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v16i1.164

Abstract

Abstract This paper outlines and discusses most of the literatures on formative and summative assessment. It considers some of the key features of both formative and summative assessment as a means of evaluating teaching and learning processes. This study suggests that both types of assessment should be proportionally designed and aligned with learning goals. More importantly, this study proposes three key aspects of assessment that should be considered in designing effective assessment policy: (a) assessment forms an integral part of planning, assessing, and reporting, (b) the use of assessment as a means to monitor the progress of student learning and achievement, (c) assessment as a tool to determine the effectiveness of teaching. The three aspects of assessment policy can help educational leaders to design a proportional formative and summative assessment for an effective assessment policy. Abstrak Artikel ini memaparkan dan mendiskusikan literatur-literatur tentang penilaian formatif dan sumatif. Artikel ini juga menyuguhkan gambaran penting penilaian formatif dan sumatif sebagai alat evaluasi pengajaran dan proses pembelajaran. Kajian ini menemukan bahwa kedua jenis penilaian tersebut harus didesain secara proporsional dan harus sejalan dengan tujuan pembelajaran. Lebih penting lagi, kajian ini menawarkan tiga aspek penting yang harus dipertimbangkan dalam merancang kebijakan penilaian yang efektif.: (a) penilaian harus membentuk sebuah bagian integral dari perencanaan, penilaian dan pelaporan, (b) penggunaan penilaian sebagai alat untuk memonitor progress pembelajaran siswa dan pecapaiannya, (c) penilaian sebagai alat untuk menentukan efektivitas mengajar. Tiga aspek kebijakan penilaian tersebut dapat membantu pemimpin pendidikan untuk merancang penilaian formatif dan sumatif yang proporsional untuk sebuah kebijakan penilaian yang efektif.
SUMBERDAYA PERAIRAN (AQUATIC RESOURCES) DALAM PARADIGMA KEBAHARIAN ISLAM Abu Khaer
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 17, No 1 (2021): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v17i1.177

Abstract

Abstract The research aims to explain the Malayan and Nusantara maritime paradigm comprehension compared to the maritime, coastal, and nautical paradigm. The research of maritime terms are usually reduced and equal to a place containing plenty of saltwater quality and quantity, e.g. sea or maritime. Although, based on the writer's finding, in line with the notion's of the language and Middle East experts, al-baḥr, which then absorb in Indonesian as the word 'bahari', aside from saltwater civilization, is also intended to cover plenty of freshwater quality and quantity in the land. The study is qualitative research by combining and excavating thoroughly through data prepared before and emphasizing library research. Therefore, the writer conducts some exploration toward some data concerning maritime management in Islam and nautical management in the world. In addition, the writer also uses articles related to the research topic, writings, documents, or national or international journals. The data analysis of the article uses the qualitative content analysis technique. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kekomprehensifan paradigma kebaharian Nusantara dan Melayu jika dibandingkan dengan paradigma kelautan, pesisir, atau kemaritiman. Penelitian tentang kebaharian cenderung direduksi dan disamakan hanya merujuk pada suatu tempat yang menampung sejumlah kualitas dan kuantitas air yang hanya bersifat asin yang banyak, yaitu laut atau maritim. Padahal, berdasarkan temuan penulis, sejalan dengan pendapat para pakar bahasa dan kebudayaan Timur-Tengah, konsep al-baḥr yang kemudian diserap dalam Bahasa Indonesia terbakukan dalam istilah bahari, selain untuk peradaban air asin, juga diperuntukan bagi suatu tempat yang menampung sejumlah kualitas dan kuantitas air tawar yang terdapat di daratan. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan mengungkapkan dan menggali data secara lebih mendalam melalui data-data yang telah disediakan dan menitikberatkan pada kajian kepustakaan (library research). Karenanya yang dilakukan adalah eksplorasi terhadap sejumlah data, yang berkaitan dengan pengelolaan laut dalam Islam dan kelautan di dunia. Selain itu, artikel yang berkaitan dengan topik penelitian, baik berupa tulisan-tulisan, dokumen-dokumen, jurnal nasional, maupun internasional juga penulis gunakan. Analisa data artikel ini menggunakan teknik analisis isi secara kualitatif (qualitative content analysis).

Page 9 of 16 | Total Record : 158


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2025): Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 21, No 1 (2025): Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 20, No 2 (2024): Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 20, No 1 (2024): Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 19, No 2 (2023): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 19, No 1 (2023): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 18, No 2 (2022): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 18, No 1 (2022): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 17, No 2 (2021): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 17, No 1 (2021): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 16, No 2 (2020): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 16, No 1 (2020): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 15, No 2 (2019): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 15, No 1 (2019): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 15, No 1 (2019): Studi Islam Kontemporer Vol 14, No 2 (2018): Kontekstualisasi Pemahaman Hadis Vol 14, No 2 (2018): Kontekstualisasi Pemahaman Hadis Vol 14, No 1 (2018): Deradikalisasi Pemahaman Keagamaan Islam Vol 14, No 1 (2018): Deradikalisasi Pemahaman Keagamaan Islam Vol 13, No 2 (2017): Arah Baru Pendidikan Islam Vol 13, No 1 (2017): Ragam Model dan Metode Pembelajaran dalam Pendidikan Islam Vol 13, No 1 (2017): Ragam Model dan Metode Pembelajaran dalam Pendidikan Islam Vol 12, No 2 (2016): Al-Qur'an dan Fakta-fakta Ilmiah Vol 12, No 1 (2016): Memahami Islam: Pernak Pernik Kehidupan Keagamaan Nusantara Vol 11, No 2 (2015): Pendidikan Progresif Vol 11, No 1 (2011): Islam dan Kearifan Lokal More Issue