cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
staialhikmahjakarta10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Hikmah : Journal of Islamic Studies
ISSN : 20882629     EISSN : 25810146     DOI : -
Core Subject : Education,
HIKMAH (ISSN. 2088-2629) is a journal of Islamic Studies which published by ALHIKMAH Islamic Studies Institute Jakarta. This journal is published each semester. It is publication media for research results and the thoughts of lectures, intelectuals, and the observer of Islamic studies. By upholding the spirit of multi disciplinary studies, the HIKMAH journal is providing various research report and articles which related to the f eld of education, social, culture, law, politics, economy, and science. T ey are seriously studied in terms of islamic perspective. the substance of the writings is the responsibility of the writers and doesn’t necessarily ref ected the oppinion of the redaction.
Arjuna Subject : -
Articles 158 Documents
IHSAN KEPADA KEDUA ORANG TUA: TINJAUAN TAFSIR SOSIAL KONTEMPORER Muhammad Shodiq
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 16, No 1 (2020): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v16i1.163

Abstract

Abstract This study aims to reveal the interpretation of the Koran about doing good (ihsan) to parents which is explicitly mentioned 13 (thirteen) times, and which is mentioned 7 (seven) times directly after Allah swt invites and calls on people to tauhid and thanksgiving. to him. In social practice, how a person has good character to both parents is revealed in this study with Tafsir al-Amthal fi Tafsir Kitabillah al-Munzal by Makarim Syairazi as the primary source. This Interpretasion is a contemporary social interpretation. Meanwhile, the secondary data in this study are other authoritative and relevant social interpretation works. The findings of this research are that the meaning of ihsan applies to both parents in the Koran is in the form of monotheism that must be put forward to accompany the worship of both parents. Ihsan is absolute covering all goodness, including the category whether the religious status of both parents is Muslim or infidel. be civilized when both parents are weak, old and old, who desperately need protection and affection from their children. Be gentle and respectful when communicating with him. Be tawadhu 'and pray for them when they are still alive or not. Always ask Allah for an easy way to serve both parents. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penafsiran Al-Quran tentang berbuat baik (ihsan) kepada orang tua yang secara tersurat disebutkan sebanyak 13 (tiga belas) kali, dan yang 7 (tujuh) kali disebut langsung setelah Allah swt mengajak dan menyerukan umat kepada tauhid dan sukur kepada-Nya. Dalam praktik sosial, bagaimana seseorang berakhlaq baik kepada kedua orang tua diungkap dalam penelitian ini dengan Tafsir al-Amthal fi Tafsir Kitabillah al-Munzal karya Makarim Syairazi sebagai sumber primer. Tafsir Al-Amthal merupakan tafsir yang bercorak sosial kontemporer. Sedang data sekunder dalam penelitian ini adalah karya tafsir sosial lainnya yang otoritatif dan relevan dengan kajian ini. Temuan penelitin ini adalah bahwa makna berlaku ihsan kepada kedua orang tua dalam Al-Quran adalah berupa tauhid yang harus dikedapankan yang mengiringi kebaktian terhadap kedua orang tua. Ihsan bersifat mutlak meliputi semua kebaikan termasuk kategori apakah status agama kedua orang tua muslim ataupun kafir. bersikap beradab ketika kedua orang tua dalam masa lemah, renta dan tua yang sangat membutuhkan perlindungan dan kasih sayang dari anaknya. Bersuara lembut dan hormat ketika berkomunikasi dengannya. Bersikap tawadhu’ dan mendoakan mereka ketika masih hidup maupun telah tiada. Selalu memohon kepada Allah untuk di anugerahi jalan mudah untuk berkhidmat kepada kedua orang tua.
MASHLAHAH AL-MURSALAH SEBAGAI DALIL DAN METODE IJTIHAD Isnaini Isnaini
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 16, No 2 (2020): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v16i2.175

Abstract

Abstract Mashlahah al-mursalah (consideration of public interest) is a part of mashlahah (public interest), functions as argument and method to formulate the law when no legal argument to do or not to do. There is a ulama consensus on the allowance to consider public interest as argument or ijtihad method. This article explores various problem dealing with, ranging from the terminology, etymology, various of it, the requirement of mashlahah al-mursalah, and mashlahah al-mursalah as argument and ijtihad method and the implementation of mashlahah al-mursalah in early period, contemporary and the future. Abstrak Mashlahah al-mursalah adalah bahagian dari mashlahah, yang berfungsi menjadi dalil serta alat perumus hukum ketika tidak ada dalil hukum yang menyuruh atau melarang. Maka di sini terdapat ketidaksepakatan ulama tentang kebolehan berhujjah sebagai dalil dan metode ijtihad. Walaupun seperti itu, mashlahah mursalah telah memberikan solusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan perbuatan manusia yang terkait hukum semenjak zaman Nabi Saw. sampai sekarang. Dalam artikel ini akan dipaparkan berbagai persoalan terkait dengan mashlahah al-mursalah, mulai terminology mashlahah al-mursalah dari sisi etimologi dan terminologi, macam-macam, syarat-syarat kehujjahan mashlahah al-mursalah, mashlahah al-mursalah sebagai dalil dan metode ijtihad dan perwujudan mashlahah al-mursalah di zaman klasik, kontemporer dan masa mendatang.
KEBIJAKAN PENDIDIKAN TENTANG SEKOLAH ISLAM ELIT DAN DAMPAKNYA TERHADAP MUTU DAN AKSES PENDIDIKAN SERTA TOLERANSI BERAGAMA Ahmad Faozan
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 16, No 1 (2020): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v16i1.165

Abstract

Abstract This article discusses the policy of education on elite Islamic school in Indonesia and its impact to the quality and access of education and religious tolerance. The such policy education in this article is government policy on education affair. The elite Islamic schools are the excellent Islamic school founded by government such as Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia in some provinces in Indonesia, or the excellent private school founded by society, organization or pioneering-international standard school/ state madrasah dissolved by the decision of the Constitutional Court (MK). The main focus of this article is analyzed by sociological perspective and also by library research and formulated as follows: what is government policies on elite schools? And what is the impact of education policies on elite schools to the quality and access of education and religious tolerance? This article answers these two questions. Abstrak Artikel ini membahas kebijakan pendidikan tentang sekolah elit di Indonesia dan dampaknya pada mutu dan akses pendidikan serta toleransi beragama. Kebijakan pendidikan yang dimaksud dalam tulisan ini adalah kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan. Sekolah Islam elit yang dimaksud adalah sekolah Islam unggulan yang dibiayai pemerintah seperti Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia di beberapa daerah di Indonesia maupun sekolah Islam unggulan yang didirikan masyarakat, yayasan atau organisasi Islam serta madrasah negeri rintisan sekolah/madrasah bertaraf internasional yang telah dihapus melalui putusan Mahkamah Konstitusi. Pokok masalah dalam artikel ini akan ditelaah dengan menggunakan perspektif sosiologis dengan melakukan studi literatur atau kepustakaan. Fokus kajian masalah ini dirumuskan dalam rumusan masalah berikut. Bagaimana kebijakan pendidikan tentang sekolah elit? bagaimana dampak kebijakan pendidikan tentang sekolah elit pada mutu dan akses pendidikan serta toleransi beragama? Berpijak dari dua rumusan masalah tersebut, kajian dalam artikel ini dilakukan.
RELEVANSI KITAB MAULID SIMTUDDUROR KARYA AL IMAM AL HABIB ALI BIN MUHAMMAD ALHABSYI PADA NILAI AKHLAK Sita Husnul Khotimah; Muhammad Arfan
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 17, No 1 (2021): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v17i1.184

Abstract

Abstract This study aims to determine the relevance of the content of moral education values in the book of Maulid Simtudduror by al-Imam al-Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi. The research is a library research type using descriptive analysis technique by collecting data or documents relating to the discussion theme and formulation of problems obtained from library sources, and then analyzed by reducing data, displaying data, and finally drawing the conclusion. The research result show Moral values contained in Simtud Duror book are; 1) chastity to Allah SWT that is by Exalting and Praising His Name, begs for blessing and be grateful, 2) chastity to Rasulullah PBUH that is by hail Sholawat when mentioning his name, 3) chastity to oneself, that is, by having a sense of shame, tell the truth, behave zuhud, have a strong determination, be gentle, and generous, 4) engage in matrimony, by selecting a good, fair, and compassionate spouse, 5) chastity in the society, that is, to fulfill any invitation without distinct its status, and always honest even when in joking. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi kandungan nilai pendidikan akhlak dalam kitab maulid simtudduror karya al-Imam al-Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi. Penelitian ini merupakan jenis Library Research dengan teknik analisis deskriptif analisis, dengan cara mengumpulkan data atau bahan-bahan yang berkaitan dengan tema pembahasan dan permasalahannya, yang diambil dari sumber-sumber kepustakaan, kemudian dianalisis dengan mereduksi data, men-display data lalu memberikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai Akhlak yang terkandung dalam kitab Simtud Duror antara lain; 1) akhlak kepada Allah SWT yaitu menyucikan dan memuji asma-Nya, memohonkan ridho, dan bersyukur, 2) akhlak kepada Rasulullah SAW yaitu membacakan shalawat ketika disebutkan namanya, 3) akhlak kepada diri sendiri yaitu mempunyai rasa malu, berkata jujur, berperilaku zuhud, memiliki tekad kuat, lemah lembut, dan dermawan, 4) berkeluarga yaitu mampu memilih pasangan hidup yang baik, adil, dan kasih sayang, 5) akhlak bermasyarakat yaitu memenuhi undangan tanpa membeda-bedakan dan berkata jujur walaupun dalam bergurau.
HUKUM TALAQ ISTERI KETIKA HAIDH: SATU ANALISIS HADITH DAN FIQH Nabilah Yusof
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 16, No 2 (2020): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v16i2.171

Abstract

Abstract This article deals with the divorce occurred during the wife’s menstrual period. It aims to examine the status of hadiths on the law of divorce during the wife’s menstrual period and also the opinion of fiqih madhab on it. The research is library research with analysis and descriptive method. Some hadiths on it are analyzed with takhrij method, either the text of hadith or the chains of transmitter (sanad). The article also analyses the opinion of fiqh scholars on the law of divorce during the wife’s menstrual period. Based on shariah, the divorce is allowed if the husband divorce the wife in non-menstrual and before having a sexual intercourse. But if the divorce occurred during the wife’s menstrual period, there are many opinions among ulama. The result of this research shows that majority ulama stated it is unlawful if if the husband divorce the wife during her menstrual period, and his divorce is unlawful. But, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah said that the divorce is not in line with shariah and unlawful and the husband is regarded sin doer. Abstrak Artikel ini adalah berkaitan dengan Talak Isteri Ketika Haidh. Penulisan ini bertujuan untuk meneliti status hadis-hadis berkaitan hukum talak isteri ketika haidh serta pandangan mazhab fiqh mengenainya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode deskriptif-analisis. Penulis menganalisis hadis-hadis tersebut melalui kaedah takhrij (redaksi) hadis yaitu, analisis matan (teks) dan sanad hadis seterusnya meneliti pandangan para fuqaha sekitar hukum talak ketika isteri dalam keadaan haidh. Menurut hukum syarak, talak sah apabila suami menceraikan isteri pada saat isteri dalam keadaan suci yang sebelumnya tidak digauli. Namun jika talak dijatuhkan saat isteri dalam keadaan Haidh, antara jumhur dan Ibn Qayyim al-Jauziyyah serta beberapa fuqaha berbeda pandangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut jumhur ulama, hukum suami yang mentalak isteri ketika Haidh adalah haram dan hukum talaknya adalah sah. Namun, menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, talak tersebut tidak disyariatkan dan talak yang dijatuhkan tidak sah, serta suami tetap dianggap telah berdosa.
Pemikiran Pendidikan Humanistik dalam Islam Musthofa Musthofa
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 13, No 2 (2017): Arah Baru Pendidikan Islam
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v13i2.185

Abstract

Since its birth, Islam has brought a humanitarian mission as it is manifested in the apostolate of Muhammad with the main vision of mercy and kindness to humankind. Islamic education is built on the humanitarian mission with a goal to humanize humans (humanization). In other words, Islamic education is very close to human values. The thought about education that humanizes humans brings to the concept of humanistic education. The concept of humanistic education is strongly influenced by three philosophical thoughts namely pragmatism, progressivism, and existentialism. Each of them contributes a lot to the thoughts of humanistic education. Humanistic is interpreted more asone approach of education that uses humanism approach. This paper explores the process of humanizing humans (humanization) in the concept of humanistic education as an issue and the main goalsince the birth ofIslam. The process of humanizing people in Islamic education is manifested in the process of humanization, liberation, and transcendence which have strong roots in the teachings ofIslam.
ANALISIS DESKRIPTIF METODE ISTINBAT HUKUM MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) Mustori Mustori
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 17, No 2 (2021): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v17i2.199

Abstract

AbstractMajelis Ulama Indonesia (MUI)/The Council of Indonesia Ulama a body of muslim scholars established by the Indonesia government as the channel of communication to the society. One of MUI’s task and authority is delivering the fatwa (Islamic legal opinion) to the need individually or institutionally. Legal problems addressed to MUI varied, ranging from private to public ones.  In term of that, MUI compiled the guidance of fatwa establishment. It is based on Decision Letter of Board Leader of Majelis Ulama Indonesia, Number: U-596/MUI/X/1997. It is stated in the guidance of fatwa that every fatwa is legal opinion based on high authoritative law and bring the goodness (maslahah) to people. The basic principles in determining fatwa are al-Qur’an, hadith, Ijmak (consensus), qiyas (analog), and others principles of law. AbstrakMajelis Ulama Indonesia (MUI) merupakan lembaga yang dibentuk oleh pemerintah dengan fungsi sebagai saluran komunikasi umat Islam. MUI memiliki sejumlah tugas dan wewenang, salah satunya adalah memberikan fatwa bagi orang yang membutuhkannya, baik yang bersifat individual ataupun lembaga pemerintahan. Permasalahan yang diajukan kepada MUI untuk dimintai fatwa pun beragam, baik masalah pribadi bahkan masalah publik. MUI telah menyusun pedoman penetapan fatwa sebagai acuan dalam memutuskan suatu permasalahan, sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan nomor: U-596/MUI/X/1997. Dalam pedoman ini dikatakan bahwa setiap fatwa yang dikeluarkan harus berupa pendapat hukum yang didasarkan oleh dalil-dalil yang paling kuat, serta membawa kemaslahatan bagi umat. Dasar-dasar yang dijadikan pegangan dalam penetapan fatwa adalah al-Qur’an, hadits, ijmak, kiyas, dan dasar-dasar hukum lainnya. 
EFEK GLOBALISASI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN Yazid Hady; Ade Zaenudin
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 17, No 2 (2021): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v17i2.202

Abstract

AbstractGlobalization can be interpreted as a condition where human interaction is not separated by space and time. In this condition, the competition for life is getting tougher because it does not only intersect with the local community but with the global community. This study focuses on analyzing the effects of globalization on education programs in Indonesia. This study uses qualitative research methods with literature studies. Based on the results of literature research, globalization has implications for the face of the world of education, start shifting from tradition to modernization, from social spiritual to commercial, and from local to universal. The researcher also identified the presence of eight programs as an effect of globalization in the world of education, the inclusion of foreign languages as learning materials, the presence of foreign language/literature majors, program collaboration between cross-country educational institutions, collaboration with foreign donor agencies, the existence of an international level Student Competency Assessment, establishment of cross-border educational institutions, cross-country lecturer exchanges, and student exchanges between countries.AbstrakGlobalisasi bisa dimaknai sebagai sebuah keadaan dimana interaksi manusia sudah tidak bersekatkan ruang dan waktu. Dalam kondisi ini, persaingan hidup semakin ketat karena tidak hanya bersinggungan dengan komunitas lokal saja tapi jauh lebih luas yaitu dengan komunitas global. Penelitian ini fokus menganalisis bagaimana efek globalisasi terhadap program Pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian literatur ditemukan fakta bahwa globalisasi berimplikasi pada wajah dunia pendidikan mulai dari pergeseran tradisi ke modernisasi, sosial spiritual ke komersial, dan dari lokal ke universal. Peneliti juga mengidentifikasi hadirnya delapan program sebagai efek globalisasi di dunia pendidikan, yaitu masuknya bahasa asing sebagai materi pembelajaran, hadirnya jurusan bahasa / sastra asing, kerjasama program antar lembaga pendidikan lintas negara, kerjasama dengan lembaga donor luar negeri, adanya Asesmen Kompetensi Siswa tingkat internasional, pendirian lembaga pendidikan lintas negara, pertukaran dosen lintas negara, dan adanya pertukaran pelajar antar negara. 
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH INKLUSI Mhd Saleh
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 17, No 2 (2021): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v17i2.198

Abstract

AbstractThrough this research, the researcher aimed to analyze and integrate the character education strategy in Sumbersari Primary School 1 Kota Malang and Muhammadiyah Primary School 04 Kota Batu, to become a mixed character education strategy that includes morals knowledge,  moral love and moral action. The results of this study indicate that the moral knowledge strategy includes: psychological testing when students want to go to school, planning character education through RPP, transmission of character values through the method of course, character information, extracurricular activities and assessment carried out with the student's character assessment sheets or through tortuous activities. Although the moral strategy of love is achieved through a teacher or character, extracurricular activities, visits to inspiring places such as a hero's grave, character films, 'peer therapy, religious activities and punishment activities that arouse students. While moralizing strategies such as helping each other, collecting trash together and pointing fingers, going to class with your right foot and praying, praying when you start the lesson, speaking and being polite, and pray together.AbstrakPenelitian ini menganalisis dan menggabungkan strategi pendidikan karakter yang ada di sekolah inklusif  yaitu SDN Sumbersari 1 Kota Malang dan SD Muhammadiyah 04 Kota Batu, menjadi strategi  penanaman karakter gabungan yang meliputi pengetahuan moral, cinta moral  dan tindakan moral. Kajian menunjukkan bahwa strategi penanaman pengetahuan moral  meliputi: tes psikologi ketika siswa akan masuk sekolah, perencanaan pendidikan karakter melalui RPP, penanaman nilai karakter proses atau metode pembelajaran, informasi tentang karakter, kegiatan ekstrakurikuler dan penilaian yang dilakukan dengan lembar evaluasi karakter siswa, maupun melalui kegiatan kelompok. Sedangkan cinta moral dilakukan melalui wibawa dan tindakan guru atau inspirasi tokoh teladan, kegiatan ekstrakurikuler, kunjungan ke tempat-tempat yang merangsang seperti Makam Pahlawan, menonton film karakter, kegiatan terapi sebaya, kegiatan keagamaan dan hukuman yang menyadarkan siswa. Adapun pembiasan tindakan moral dilakukan seperti gotong royong, mengumpulkan sampah secara bersama-sama dan berkala, masuk kelas dengan kaki kanan dan memanjatkan doa, memulai kelas pembelajaran dengan berdoa, berbicara dan berperilaku santun, sholat dhuha dan zuhur berjamaah.AbstractThrough this research, the researcher aimed to analyze and integrate the character education strategy in Sumbersari Primary School 1 Kota Malang and Muhammadiyah Primary School 04 Kota Batu, to become a mixed character education strategy that includes morals knowledge,  moral love and moral action. The results of this study indicate that the moral knowledge strategy includes: psychological testing when students want to go to school, planning character education through RPP, transmission of character values through the method of course, character information, extracurricular activities and assessment carried out with the student's character assessment sheets or through tortuous activities. Although the moral strategy of love is achieved through a teacher or character, extracurricular activities, visits to inspiring places such as a hero's grave, character films, 'peer therapy, religious activities and punishment activities that arouse students. While moralizing strategies such as helping each other, collecting trash together and pointing fingers, going to class with your right foot and praying, praying when you start the lesson, speaking and being polite, and pray together.Keywords:character education; inclusion schoolAbstrakPenelitian ini menganalisis dan menggabungkan strategi pendidikan karakter yang ada di sekolah inklusif  yaitu SDN Sumbersari 1 Kota Malang dan SD Muhammadiyah 04 Kota Batu, menjadi strategi  penanaman karakter gabungan yang meliputi pengetahuan moral, cinta moral  dan tindakan moral. Kajian menunjukkan bahwa strategi penanaman pengetahuan moral  meliputi: tes psikologi ketika siswa akan masuk sekolah, perencanaan pendidikan karakter melalui RPP, penanaman nilai karakter proses atau metode pembelajaran, informasi tentang karakter, kegiatan ekstrakurikuler dan penilaian yang dilakukan dengan lembar evaluasi karakter siswa, maupun melalui kegiatan kelompok. Sedangkan cinta moral dilakukan melalui wibawa dan tindakan guru atau inspirasi tokoh teladan, kegiatan ekstrakurikuler, kunjungan ke tempat-tempat yang merangsang seperti Makam Pahlawan, menonton film karakter, kegiatan terapi sebaya, kegiatan keagamaan dan hukuman yang menyadarkan siswa. Adapun pembiasan tindakan moral dilakukan seperti gotong royong, mengumpulkan sampah secara bersama-sama dan berkala, masuk kelas dengan kaki kanan dan memanjatkan doa, memulai kelas pembelajaran dengan berdoa, berbicara dan berperilaku santun, sholat dhuha dan zuhur berjamaah.Kata Kunci:pendidikan karakter; sekolah dasar inklusi
KESEHATAN MENTAL PERSPEKTIF TAFSIR AL-MISBAH KARYA M. QURAISH SHIHAB Hilmy Rabi’ah Nur; Iffaty Zamimah
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 17, No 2 (2021): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v17i2.200

Abstract

AbstractThis article discusses mental health in Muhammad Quraish Shihab's Tafsir Al-Misbah, which discusses verses related to mental health in the Qur'an. The conclusion of this article, first: mental health has a close relationship with faith and efforts to obtain and maintain mental health. With high faith accompanied by an attitude of patience, sincerity, gratitude, ridha, and piety and optimizing self-potential through remembrance and good deeds, mental health will be obtained which is marked by peace and tranquility and a happy life in the world and the hereafter, as well as the Qur'an. 'an is a psychotherapy for mental illness and psychosomatic illness. Second, M. Quraish Shihab's concept of mental health has relevance to modern mental health based on Abraham H. Maslow's hierarchy of needs theory. Faith and spirituality are at the level of the highest needs, namely self-actualization, and enjoyment of the world is at the level of the most basic needs, namely physiological needs. The concept of mental health from the perspective of M. Quraish Shihab's interpretation based on Maslow's hierarchy of needs can be described as follows: physiological needs, safety needs, social needs and self-actualization needs.AbstrakArtikel ini mengkaji ayat-ayat kesehatan mental dalam Al-Qur`an menurut perspektif Kitab Tafsir Al-Misbah karya Muhammad Quraish Shihab. Adapun hasil dari penelitian diantaranya adalah, pertama: kesehatan mental sangat berkaitan erat dengan keimanan dan upaya dalam memperoleh, menjaga kesehatan mental. Melalui Keimanan, kesabaran, ikhlas, syukur, ridha dan takwa kepada Allah yang disertai memaksimalkan potensi diri dengan zikir dan amal saleh, kesehatan mental akan hinggap pada kehidupan yang ditandai dengan munculnya ketentraman dan ketenangan hati serta kehidupan yang bahagia di dunia maupun nanti akhirat, serta Al-Qur’an merupakan psikoterapi bagi penyakit jiwa dan penyakit psikosomatik. Kedua, konsep kesehatan mental M. Quraish Shihab berkaitan dengan konsep kesehatan mental modern berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham H. Maslow. Akidah dan spiritualitas berada pada tingkat kebutuhan tertinggi yaitu aktualisasi diri, dan kenikmatan dunia menempati tingkat kebutuhan paling dasar yaitu kebutuhan fisiologis. Konsep kesehatan mental perspektif penafsiran M. Quraish Shihab berdasarkan hierarki kebutuhan Maslow dapat diuraikan sebagai berikut: kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan keamanan (safety needs), kebutuhan akan rasa memiliki dan kasih sayang (social needs), dan kebutuhan aktualisasi diri (self-actualization Needs).

Page 10 of 16 | Total Record : 158


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2025): Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 21, No 1 (2025): Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 20, No 2 (2024): Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 20, No 1 (2024): Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 19, No 2 (2023): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 19, No 1 (2023): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 18, No 2 (2022): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 18, No 1 (2022): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 17, No 2 (2021): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 17, No 1 (2021): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 16, No 2 (2020): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 16, No 1 (2020): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 15, No 2 (2019): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 15, No 1 (2019): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 15, No 1 (2019): Studi Islam Kontemporer Vol 14, No 2 (2018): Kontekstualisasi Pemahaman Hadis Vol 14, No 2 (2018): Kontekstualisasi Pemahaman Hadis Vol 14, No 1 (2018): Deradikalisasi Pemahaman Keagamaan Islam Vol 14, No 1 (2018): Deradikalisasi Pemahaman Keagamaan Islam Vol 13, No 2 (2017): Arah Baru Pendidikan Islam Vol 13, No 1 (2017): Ragam Model dan Metode Pembelajaran dalam Pendidikan Islam Vol 13, No 1 (2017): Ragam Model dan Metode Pembelajaran dalam Pendidikan Islam Vol 12, No 2 (2016): Al-Qur'an dan Fakta-fakta Ilmiah Vol 12, No 1 (2016): Memahami Islam: Pernak Pernik Kehidupan Keagamaan Nusantara Vol 11, No 2 (2015): Pendidikan Progresif Vol 11, No 1 (2011): Islam dan Kearifan Lokal More Issue