cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+62451425627
Journal Mail Official
fkm@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Palu City, Central Sulawesi
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 25031139     DOI : https://doi.org/10.56338/pjkm
Core Subject : Health,
Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2503-1139 (Online ) || 2089-0346 (Print). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of Public Health.
Articles 331 Documents
Hubungan Kadar Kolesterol Tinggi (Hiperkolesterol) Dengan Kejadian Hipertensi Derajat 1 Pada Pekerja di Bandara Soekarno Hatta Tahun 2017 Suci, Leonita; Adnan, Nurhayati
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 2: DESEMBER 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.202 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v10i2.1365

Abstract

Angka prevalensi hipertensi terus meningkat di dunia. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia cukup tinggi sebesar 34,1%. Salah satu faktor risiko hipertensi yang dapat dirubah adalah hiperkolesterol. Hasil skrining pemeriksaan kesehatan pekerja di Bandara Soekarno Hatta tahun 2017 menunjukkan angka hiperkolesterol yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui besar asosiasi antara hiperkolesterol dengan kejadian hipertensi derajat 1 pada pekerja di Bandara Soekarno Hatta. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dari data sekunder kegiatan Posbindu PTM tahun 2017. Subyek penelitian adalah pekerja di instansi pemerintah dan BUMN di Bandara Soekarno Hatta yang melakukan pemeriksaan kesehatan di Posbindu PTM sebanyak 411 orang. Analisis multivariat menggunakan cox regression dan besar pengaruh dinyatakan dalam prevalensi rasio (PR). Hasil menunjukkan bahwa prevalensi kejadian hipertensi derajat 1 pada pekerja yang hiperkolesterol sebesar 28,4%. Kadar kolesterol tinggi berisiko sebesar 1,09 (95% CI: 0,66-1,80), sedangkan kadar kolesterol sedang berisiko sebesar 1,16 (95% CI: 0,76-1,78) untuk dapat mengalami hipertensi derajat 1. Mengoptimalkan kegiatan Posbindu PTM di tempat kerja diharapkan dapat mengendalikan hiperkolesterol dan hipertensi.
Studi Pengelolaan Managemen Logistik di Instalasi Farmasi RSUD Raha Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara Tahun 2019 Pratiwi Mundari, Hana; Razak, Amran; Surahman Batara, Andi
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 2: DESEMBER 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.062 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v10i2.1366

Abstract

Penelitian ini menentukan penerapan Manajemen Logistik di Rumah Sakit Umum Daerah Raha dari Gudang Farmasi Kabupaten Rumah Sakit Daerah Muna. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung. Hasil penelitian menjelaskan bahwa, perencanaan (oleh kepala instalasi dan manajemen, pemilihan obat berdasarkan penipisan stok, kebutuhan, pola penyakit, e-katalog, dan permintaan, menentukan jumlah kebutuhan obat berdasarkan obat kosong , stok obat terakhir, sistem analisis ABC, pola penyakit dan penggunaan di masa lalu), pengadaan (dilakukan kapan saja ketika obat akan habis, berdasarkan tender dan pembelian langsung, pemesanan ulang terjadi ketika stok obat kosong di distributor Diharapkan Direktur Rumah Sakit untuk mengikuti peraturan farmasi di Rumah Sakit, dan ke Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Raha untuk membentuk tim perencanaan, dalam pengadaan direkomendasikan untuk menjamin ketersediaan obat untuk distributor dan untuk mengantisipasi kekosongan obat.
Determinan Ability To Pay dan Willingness To Pay Iuran Peserta Mandiri BPJS Kesehatan di Kecamatan Takabonerate (Studi Kasus di Kabupaten Kepulauan Selayar) Nur Hildayanti, Andi; Surahman Batara, Andi; Alwi, Muh. Khidri
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 2: DESEMBER 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.056 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v10i2.1367

Abstract

Program BPJS Kesehatan dapat menjadi jaminan kesehatan yang tepat bagi pekerja yang berpenghasilan tidak tetap agar dapat merasakan pelayanan kesehatan yang cukup memadai dan dapat mengurangi risiko masyarakat menanggung biaya kesehatan dari kantong mereka sendiri out of pocket dalam jumlah yang sangat besar dan sulit diprediksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi ability to pay dan willingness to pay  iuran BPJS Kesehatan pada peserta mandiri di Kecamatan Takabonerate. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang merupakan peserta mandiri BPJS Kesehatan. Pengambilan sampel menggunakan tehnik simple random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak/random. Sampel penelitian sebanyak 72 responden. Penelitian ini menemukan bahwa kemampuan membayar (ability to pay) iuran BPJS Kesehatan sebesar 68,1% yang sanggup mengeluarkan pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Dan reponden yang mempunyai kemauan membayar (willingness to pay) sebesar 66,7% responden yang mau mengeluarkan pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Faktor yang paling dominan mempengaruhi kemampuan membayar (ability to pay) dan kemauan membayar (willingness to pay) iuran BPJS Kesehatan pada peserta mandiri di Kecamatan Takabonerate yaitu faktor persepsi mutu pelayanan kesehatan.
Determinan Pemanfaatan Posbindu PTM di Desa Uwie Wilayah Kerja Puskesmas Muara Uya Kabupaten Tabalong Anggraeni, Septi; Fauziah, Erfina
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 2: DESEMBER 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.367 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v10i2.1368

Abstract

Salah satu upaya deteksi dini kasus-kasus penyakit tidak menular yaitu melalui Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM). Pemeriksaan kesehatan berkala dan konsultasi kesehatan merupakan kunci keberhasilan dari upaya pemeliharaan kesehatan secara berkala, sehingga keadaan penyakit dapat diketahui lebih dini dan jika ada faktor yang berisiko dapat segera dicegah. Namun tingkat pemanfaatan posbindu PTM masih rendah. Persentasi pemanfaatan posbindu di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Muara Uya terendah yaitu di  Desa  Uwie (Posbindu Srikandi) sebesar 7%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan posbindu PTM dengan rancangan cross sectional study dengan pendekatan kuantitatif dan sampel sebesar 94 responden. Secara deskriptif diperoleh hasil pengetahuan responden 65% dalam kategori kurang, sikap terhadap posbindu PTM 53% negatif, persepsi tentang dukungan keluarga 56% kurang mendukung, persepsi tentang dukungan tenaga kesehatan 53% mendukung serta akses ke posbindu PTM 78% responden menyatakan  mudah dijangkau dan hanya sebesar 31% responden yang memanfaatkan layanan Posbindu PTM. Untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel tersebut dilakukan uji statistik multiple logistic regression yang menunjukkan hasil bahwa pengetahuan, sikap dan persepsi dukungan keluarga berpengaruh sebesar 58% terhadap pemanfaatan posbindu PTM.
Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Pekerja Pengelasan di Kecamatan Balongan Akbar, Hairil; Darmawansyah, Darmawansyah; Sutriyawan, Agung; Hatta, Herman; Fauzan, Moh. Rizki
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 2: DESEMBER 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.986 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v10i2.1369

Abstract

Penggunaan APD merupakan tahap akhir dari pengendalian bahaya. Manfaat dari penggunaan APD saat bekerja sangat besar dalam pencegahan kecelakaan kerja. Namun dalam kenyataannya masih banyak pekerja yang tidak menggunakan APD saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri pada pekerja pengelasan di Kecamatan Balongan. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja bengkel las yang berada di wilayah Kecamatan Balongan dengan jumlah sampel sebanyak 43 orang. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian terdapat hubungan pengetahuan (p value = 0,003) dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri (APD) pada pekerja pengelasan di Kecamatan Balongan. Pemilik usahaa pengelasan harus mempersiapkan APD yang lengkap dan sesuai dengan standar sebelum pekerja melakukan pengelasan agar pekerja terhindar dari resiko baya kerja.
Korelasi Antropometri Ibu Hamil dengan Panjang Badan Bayi Baru Lahir sebagai Prediktor Stunting Abadi, Ellyani; Ayu Rizka Putri, Linda
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 2: DESEMBER 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.452 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v10i2.1370

Abstract

Panjang badan lahir merupakan salah satu masalah kesehatan bagi anak yang perlu mendapat perhatian khusus karena akan berdampak pada kejadian stunting. Pertambahan berat badan ibu selama kehamilan merupakan salah satu faktor yang menggambarkan pertumbuhan janin dalam kandungan. Tinggi badan orang tua juga berperan dalam menentukan panjang badan bayi lahir.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antropometri Ibu Hamil (berat badan dan tinggi badan) dengan Panjang Badan Bayi Baru Lahir. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang terdaftar di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu sebanyak 35 orang dan sampel sebanyak 35 orang yang diperoleh menggunakan sampel jenuh. Pengumpulan data tinggi badan menggunakan mikrotoice dan berat badan menggunakan timbangan injak PER, sedangkan panjang badan bayi lahir menggunakan medline dengan ketelitian 0,1. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro wilk dan diperoleh hasil nilai p value <0,05 sehingga data tidak terdistribusi normal dan selanjutnya dilakukan uji korelasi person. Hasil penelitian ditemukan antara berat badan ibu dan tinggi badan ibu hamil dengan panjang badan lahir, masing-masing diperoleh nilai r value = 0,033, r =0,361 dan nilai r value = 0,037, r=0,354, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang sedang antara berat badan dan panjang badan ibu dengan panjang badan bayi lahir. Saran dalam penelitian ini adalah bagi ibu hamil diharapkan dapat mengontrol berat badannya dengan meningkatkan asupan energi dan zat gizi lain seperti protein, lemak, karbohidrat dan vitamin mineral sehingga mendukung pemenuhan kebutuhan ibu dan janin selama kehamilan dan berdampak pada panjang badan bayi yang normal sehingga tidak berisiko stunting.
Proyeksi dan Pemetaan Wilayah Sebaran Balita Stunting Di Kota Makassar Berbasis Sistem Informasi Geografi (SIG) Halimah, Nur; Suntin, Suntin
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 2: DESEMBER 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1344.217 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v10i2.1371

Abstract

Salah satu point dalam arah kebijakan pembangunan gizi di Indonesia adalah penguatan riset dan pengembangan termasuk monitoring dan evaluasi. Artinya riset merupakan salah satu jalan menuju pembangunan gizi yang berkualitas, baik perorangan maupun masyarakat. Data menunjukan bahwa Indonesia merupakan negara dengan stunting nomor kelima didunia, dan merupakan nomor satu di Asia Tenggara. Secara umum, riset ini bertujuan untuk memberi informasi wilayah sebaran balita stunting di Kota Makassar. Sedangkan secara khusus untuk menganalisis dan memproyeksikan kedepan terkait perkembangan stunting di Kota Makassar, dan memetakan wilayah sebaran balita stunting berdasarkan hasil proyeksi. Riset ini menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis data statistik yaitu data trend perkembangan stunting di Kota Makassar, selama beberapa tahun terakhir (data runut) kemudian melakukan proyeksi dengan membaca trend data stunting, menggunakan alat analisis eksponential smothing dengan software microsoft exel dan software IBM SPSS statistik 22 dengan model holt’s linear trend. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Proyeksi jumlah kasus stunting di Kota Makassar pada periode 2020-2029 mengalami penurunan atau dengan kata lain terjadi trend positif. 2) Pemetaan wilayah persebaran kasus stunting dilakukan di 47 Puskesmas atau 47 titik koordinat pemasangan dengan Global Positioning System (GPS), yang tersebar di 15 Kecamatan atau seluruh wilayah Kota Makassar, hasil analisis menunjukan bahwa Kecamatan Manggala merupakan kecamatan dengan persentase kasus stunting tertinggi pada tahun 2016 dan kasus terendah terdapat di kecamatan ujung tanah. Sedangkan kasus tertinggi pada tahun 2019 terdapat di Kecamatan Biringkanaya dan kasus terendah di Kecamatan Wajo.
Analisis Faktor Risiko Anemia pada Ibu Hamil di Klinik Pratama Martua Sudarlis Medan Hutahaean, Nurmalina; Asriwati, Asriwati; J. Hadi, Anto
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 2: DESEMBER 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.624 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v10i2.1372

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan dampak dari kurang zat mikro nutrien (vitamin dan mineral) dengan tanda-tanda lemah, letih, lesu, pusing. Di Indonesia prevalensi anemia sangat tinggi sebanyak 70% yaitu 7 dari 10 orang wanita hamil mengalami kematian disebabkan  anemia dalam kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko anemia pada ibu hamil di Klinik Pratama Martua Sudarlis Medan.Metode: Penelitian ini bersifat survey analitik dengan pendekatan metode case control study. Populasi dan sampel sebanyak 136 orang ibu hamil terdiri dari 68 orang ibu hamil anemia, dan 68 ibu hamil tidak anemia serta teknik pengambilan sampel secara total sampel. Analisis data secara univariate, bivariate dan multivariate.Hasil: Hasil penelitian terhadap 136 ibu hamil berdasarkan umur 20 sampai 35 tahun mayoritas 79 ibu hamil (58,1%),paritas multipara 111 ibu hamil (81,6%), status gizi dengan bumil KEK mayoritas 111 ibu hamil (81,6%), frekuensi ANC yang sesuai  ( ≥ 4 kali selama hamil) sebanyak 86 orang ibu hamil (63,2%). Secara bivariat menunjukkan ada hubungan umur dengan kejadian anemia diperoleh nilai p= 0,001, ada hubungan paritas dengan kejadian anemia dengan nilai p=0,015, ada hubungan status gizi dengan kejadian anemia dengan nilai p=0,015, serta ada hubungan frekuensi ANC dengan kejadian anemia dengan nilai p=0,013.Kesimpulan: Kesimpulan diperoleh bahwa ada hubungan antara umur, paritas, status gizi, dan frekwensi ANC terhadap kejadian Anemia. Diharapkan kepada ibu hamil agar dapat mengosumsi makanan yang bergizi serta meningkatkan pengetahuan terkait anemia.
Analisis Perbedaan Koding Diagnosis antara Dokter Penyakit dalam dan Asuransi Kesehatan BPJS Berdasarkan ICD 10 di RSUD dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur Ruwaida, Fahlepi; Sudiro, Sudiro; Moriza, Tengku; Simanjorang, Asyiah; Megawati, Megawati
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 1: JUNE 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.342 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v10i1.1447

Abstract

Dokter penanggung jawab pasien (DPJP) mengalami kendala pada banyaknya pasien yang harus ditangani, pemahaman tentang INA CBG’s dan penulisan kode diagnosis sesuai ICD-10. Verifikator melakukan verifikasi kode diagnosis sesuai dengan sistem INA CBG’s. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana terjadinya perbedaan koding diagnosis antara DPJP dan verifikator BPJS. Metode pengumpulan data kualitatif menggunakan informan utama sebanyak 3 orang yaitu 1 orang DPJP dan 2 orang verifikator. Untuk informan triangulasi sebanyak 3 orang yaitu 1 orang Kabid. Pelayanan Medis dan 2 orang koder rumah sakit. Data yang diambil meliputi data dokter tentang pengetahuan, sikap dan praktek yang dilakukan dengan metode wawancara mendalam. Analisis data digunakan dengan analisis isi. Hasil penelitian ini adalah manajemen rumah sakit tidak menyiapkan fasilitas dalam penulisan kode diagnosa untuk Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) sehingga menyebabkan kurangnya pemahaman DPJP tentang sistem INA CBG’s, tidak adanya intervensi dari manajemen rumah sakit menimbulkan ketidakpedulian DPJP dalam penulisan kode diagnosa sehingga mengakibatkan rumah sakit mengalami kerugian dalam pengklaiman BPJS namun rumah sakit terus aktif karena mendapatkan suntikan dana dari pemerintah, keterbatasan waktu yang dimiliki dokter menimbulkan hambatan dalam pengodean diagnosis. Saran peneliti meliputi melengkapi fasilitas dalam mendukung penulisan kode diagnosa, adanya intervensi manajemen kepada DPJP untuk melengkapi penulisan kode diagnosis, adanya standar operasional prosedur dan clinical pathway dalam pengodean.
Faktor Determinan Kejadian HIV pada Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) di Indonesia Tahun 2018 Hasby, Rizky; Korib, Mondastri
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 1: JUNE 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.235 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v11i1.1511

Abstract

Jumlah ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) di Indonesia terus meningkat dan masih terkonsentrasi pada kelompok tertentu diantaranya kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL). Prevalensi HIV pada LSL di Indonesia berdasarkan data Kemenkes Tahun 2015 masih cukup tinggi yaitu 25,8%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor determinan yang berhubungan dengan kejadian HIV pada kelompok LSL. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan menggunakan data sekunder Survei Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) HIV AIDS dan IMS Kemenkes Tahun 2018 dan jumlah sampel sebanyak 4.284 LSL. Analisis univariat dan bivariat dilakukan pada bulan Juni-Juli 2020. Hasil penelitian menunjukkan umur LSL ≥25 tahun, tidak kawin, tidak melakukan sirkumsisi, pernah mengikuti pesta seks, dan status sifilis positif merupakan faktor risiko untuk kejadian HIV pada LSL. Berikut hasilnya secara berurutan PR= 1.82 (95% CI: 1,58-2,09; p-value 0,0001);  2,54 (95% CI: 1,89-3,41; p-value 0,0001); 1,23 (95% CI: 1,04-1,46; p-value 0,019); 1,36 (95% CI: 1,10-1,67; p-value 0,006); dan 3,41 kali (95% CI: 3,02-3,86; p-value 0,0001). Status positif sifilis merupakan faktor risiko terbesar terhadap kejadian HIV pada LSL.