cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman
ISSN : 02164949     EISSN : 26154870     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 146 Documents
Ijtihad dan Dinamika Hukum Islam: Ijtihad and the Dynamics of Islamic Law Said Syaripuddin Abu Baedah; Zulkifli Wahab
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 19 No 2: Juli 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v19i2.5322

Abstract

Al-Qur;an merupakan sumber ajaran islam yang pertama, setelah itu sunnah Nabi Saw. Baik al-Qur’an maupun sunnah Nabi terbatas jumlahnya, sementara kondisi sosial senantiasa berubah dan bekembang, untuk itu para Ulama berupaya untuk menjawab segala permasalahan yang muncul itu dengan istilah ijtihad. Ijtihad dalam pengertian demikian adalah upaya untuk mengantisipasi tantangan baru yang senantiasa muncul sebagai akibat evolusioner kehidupan. Di sini peran manusia sebagai khalifah Tuhan dituntut untuk senantiasa berfikir dan berinovasi, tentunya dalam batas bingkai Islam, yaitu senantiasa terikat dengan wahyu al-Qur’an dan sunnah Nabi Saw.
Implementasi Batas Usia Minimal Pernikahan Sesuai UU Nomor 16 Tahun 2019 Perspektif Hukum Islam di Wilayah Kerja Kementerian Agama Kabupaten Barru: Implementation of the Minimum age Limit for Marriage According to Law Number 16 of 2019 Perspective of Islamic Legal in the Working Area of the Ministry of Religion, Barru District M. Risa; Muhammad Arif
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 19 No 2: Juli 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v19i2.5386

Abstract

Di tengah perdebatan yang terus berlangsung tentang pernikahan di bawah umur di Indonesia, pemerintah telah merevisi Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 dengan mengesahkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Undang-undang baru ini menaikkan batas usia minimal untuk menikah menjadi 19 tahun baik untuk laki-laki maupun perempuan, dengan tujuan melindungi hak-hak anak dan mencegah pernikahan dini beserta risikonya. Penelitian ini mengkaji implementasi persyaratan batas usia minimal baru ini dalam konteks hukum Islam di wilayah kerja Kementerian Agama Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Melalui pendekatan kualitatif yang melibatkan wawancara, analisis dokumen, dan observasi lapangan, penelitian ini mengeksplorasi perspektif para pemuka agama, pejabat pemerintah, anggota masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait tentang isu ini. Temuan mengungkapkan berbagai sudut pandang, menyoroti tantangan dalam menyeimbangkan norma-norma sosial budaya, interpretasi agama, dan reformasi hukum. Dengan menggunakan wawasan dari para sarjana seperti Asifa Quraishi-Landes dan Siti Musdah Mulia, studi ini berkontribusi pada wacana pencegahan pernikahan anak dan menawarkan rekomendasi praktis untuk implementasi yang efektif dalam konteks regional dan agama tertentu.
Efektivitas Pengawasan Pengelolaan Benda Wakaf pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Belopa Utara Kabupaten Luwu: Effectiveness of Supervision of Waqf Asset Management at the Religious Affairs Office, North Belopa District, Luwu Regency Ahmad Fauzan; Muhammadiyah Amin; Patimah
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 19 No 2: Juli 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v19i2.5397

Abstract

Wakaf merupakan aktivitas keislaman yang sangat erat dengan sosial ekonomi masyarakat. Wakaf ajaran nya tidak hanya dilihat dari sudut pandang religi saja melainkan juga dari aspek sosial, sebab wakaf bisa membantu mengatasi persoalan tentang sosial- ekonomi kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat melalui banyaknya tempat ibadah juga sarana pendidikan yang asalnya dari pengelola wakaf. Maka dari itu wakaf mempunyai bagian penting pada kemajuan peradaban islam jika dikelola dan dimanfaatkan dengan maksimal. Ada dua permasalahan yang dihadapi, yaitu peran KUA dalam pengawasan terhadap pengelolaan benda wakaf di Kecamatan Belopa Utara Kabupaten Luwu dan Faktor apa saja yang menjadi kendala KUA dalam pengawasan terhadap pengelolaan benda wakaf di kecamatan belopa utara kabupaten luwu, Penelitian lapangan (field research) merupakan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Sedangkan data primer, yaitu informasi yang diperoleh di lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, digunakan dalam pengumpulan data. Data sekunder adalah informasi yang dikumpulkan dari buku dan artikel yang relevan dengan penelitian, dan analisis deskriptif kualitatif adalah metode yang digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Faktor yang menjadi kendala implementasi dalam proses pengawasan tentang penanganan benda wakaf pada Kantor Urusan Agama Kabupaten Belopa Utara secara khusus yakni kurangnya sumber daya pada KUA selaku PPAIW, kurangnya sarana dan prasarana perwakafan, kurangnya pembinaan hukum perwakafan di masyarakat, sehingga nazhir kurang memiliki kepedulian terhadap tugas dan fungsinya selaku pengelola wakaf. 2) peran KUA dalam pengawasan terhadap pengelolaan benda wakaf selaku edukator belum terlaksana dengan baik oleh KUA Kecamatan Belopa Utara sebagai PPAIW. Hal ini terlihat dari lemahnya pelaksanaan pembinaan dan pengawasan nazhir sehingga tidak memungkinkan untuk menilai kinerja nazhir dan menyisakan beberapa nazhir yang meninggal dunia tanpa ada penggantinya.
Penerapan Pembelajaran Berbasis Sains: Application of Science Based Learning Abdul Mufarik A. Marhum; Mansur; Kuliawati; Rahmawati; Abdul Rahman
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 19 No 2: Juli 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v19i2.5821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil studi tentang Penerapan Pembelajaran Berbasis Sains di Tk Zamrud Maleni. Untuk mengungkap data yang akurat, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data melalui data primer dan data sekunder. Adapun prosedur pengumpulan data yakni melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian adalah: 1) Temuan lapangan ini bahwa aspek sains memiliki beberapa kelebihan dalam proses pelaksanaannya, antara lain: Menunjukkan hasil yang positif dalam pengetahuan science anak; mengajarkan peserta didik untuk berpikir untuk menyelesaikan masalah secara aktif, kreatif dan inovatif; memupuk kreativitas peserta didik dalam menciptakan alat belajar yang menyenangkan; dengan pendekatan sain peserta didik dapat mengaplikasikan hasil pembelajaran yang diperoleh ke dalam kehidupan sehari-hari. 2) Media-media yang digunakan dalam pembelajaran melalui aspek sains berupa media Loose Part, alat permainan edukatif anak yang berupa barang-barang yang ada di sekitar lingkungan bisa dari bahan alam. 3) Pendekatan aspek sains membantu melatih anak didik untuk mampu menganalisa permasalahan-permasalahan yang ada dalam pembelajaran.
Pola Asuh Orang Tua dalam Membentuk Perilaku Sopan Santun pada Remaja Pedesaan : Parenting Patterns in Forming Polite Behavior in Rural Adolescents Mochamad Fakhri Ariono; Noor Amirudin
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 19 No 2: Juli 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v19i2.6155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh orang tua dalam membentuk perilaku sopan santun pada remaja pedesaan di Dusun Tlogogede. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskripsi kualitatif dengan metode studi kasus. Tempat penelitian ini dilaksanakan di Dusun Tlogogede Desan Ngasin Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Pola asuh keluarga merupakan pondasi dalam pembentukan manusia di masa depan, membekali generasi muda dengan budi pekerti luhur sehingga menjadi manusia berkarakter, pola asuh terbaik sebagai bentuk tanggung jawab orang tua dalam hal membimbing serta mendidik anak-anaknya. Terdapat tiga jenis pola asuh, meliputi: pola asuh otoriter, demokratis, dan permisif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diberikan orang tua di Dusun Tlogogede adalah pengasuhan otoriter. Pola asuh otoriter sejak kecil, membuat anak merasa selalu dikekang dan tidak mendapatkan kebebasan sehingga membuat anak memberontak dan bersikap kurang sopan santun pada orang tua. Meski begitu orang tua harus memberikan pengertian dan nasehat.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pencegahan Perilaku Bullying di SMPIT Al Ibrah: The Role of Islamic Religious Education Teachers in Preventing Bullying Behavior at Al Ibrah Smpit Wardatul Khumairoh; Mohammad Ahyan Yusuf Sya’bani
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 19 No 2: Juli 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v19i2.6179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk perilaku bullying, faktor penyebab terjadinya bullying, dan peran Pendidikan Agama Islam dalam upaya menghentikan bullying di SMPIT Al Ibrah. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan studi lapangan untuk mendapatkan informasi tersebut. Pengumpulan informasi melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Temuan penelitian yang telah dikumpulkan menunjukkan bahwa bentuk perilaku bullying di SMPIT Al Ibrah adalah bentuk perilaku verbal. Faktor penyebab bullying di SMPIT Al Ibrah yaitu faktor keluarga, pergaulan bebas, dan ketidakpahaman siswa terkait perilaku bullying. Peran guru Pendidikan Agama IslamSMPIT Al Ibrah dalam mencegah bullying yaitu sebagai pendidik, teladan, dan penasehat. Selain itu, sekolah mengadakan project anti bullying setiap tahun, kultum, dan sholat berjamaah di sekolah.
Efektivas Pembelajaran PAI dalam Meningkatkan Sikap Kedisiplinan Melalui Apel Pagi di SMP Muhammadiyah 4 Kebomas: The Effectiveness of PAI Learning in Improving Disciplinary Attitudes Through Morning Assembly at SMP Muhammadiyah 4 Kebomas Muhammad Afifur Rahman; Hasan Basri
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 19 No 2: Juli 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v19i2.6180

Abstract

Artikel ini menyelidiki efektivitas pembelajaran pendidikan agama Islam dalam meningkatkan sikap kedisiplinan siswa di SMP Muhammadiyah 4 Kebomas melalui kegiatan apel pagi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan apel pagi, yang dipadukan dengan penyampaian nilai-nilai PAI, berperan penting dalam membangun kesadaran dan sikap disiplin siswa. Para guru dan siswa mengungkapkan bahwa apel pagi tidak hanya meningkatkan keteraturan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran PAI dalam kegiatan sehari-hari efektif dalam membentuk karakter disiplin siswa. Artikel ini merekomendasikan agar sekolah terus mengembangkan program serupa untuk mendukung pembentukan kedisiplinan dan karakter yang lebih baik di kalangan siswa.
Optimalisasi Punishment terhadap Kedisiplinan Siswa Kelas 8 Saat Shalat Dhuhur Berjama’ah di SMP Muhammadiyah 8 Benjeng: Optimization of Punishment on the Discipline of Class 8 Students During Dhuhur Prayers in Congregations at SMP Muhammadiyah 8 Benjeng Ahmad Ramdhani; Ode Mohamad Man Arfa Ladamay
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 19 No 2: Juli 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v19i2.6554

Abstract

Artikel ini membahas tentang kedisiplinan siswa kelas 8 pada saat kegiatan shalat dhuhur berjama’ah di SMP Muhammadiyah 8 Benjeng . Penelitian ini dilatar belakangi karena adanya siswa yang melanggar kedisiplinan pada saat kegiatan shalat dhuhur berjama’ah. Kedisiplinan adalah sikap dan perasaan taat dan patuh terhadap nilai yang dipercayai merupakan tanggungjawabnya,tanpa ada rasa keterpaksaan sedikitpun. Shalat adalah tiang agama dan juga sebagai pertanda keimanan dan keyakinan manusia terhadap allah, banyak efek positif shalat yang berguna untuk pengembangan kepribadian, salah satunya adalah kedisplinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru ISMUBA di SMP Muhammadiyah 8 Benjeng. Pada pengumpulan data, peneliti menggunakan metode wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data,penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa optimalisasi Punishment dapat meningkatkan kedisiplinan siswa saat shalat dhuhur berjama’ah, ditemukan bahwa sebelum melakukan optimalisasi punishment hanya 36% siswa yang disiplin saat shalat dhuhur berjama’ah dan setelah dilakukannya optimalisasi punishment terhadap siswa yang sebelumnya hanya 36% kini meningkat menjadi 76%. Hal ini menunjukkan bahwasannya kedisiplinan siswa saat shalat dhuhur berjama’ah meningkat setelah dilakukannya optimalisasi punishment. Oleh karena itu optimalisasi punishment dapat menjadi alternatif dalam mendisiplinkan siswa didunia Pendidikan.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menumbuhkan Rasa Kepedulian Sosial pada Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah 1 Gresik: The Role of Islamic Religious Education Teachers in Cultivating a Sense of Social Concern in Grade X Students of SMA Muhammadiyah 1 Gresik Adelya Indah Safirah; Noor Amirudin
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 19 No 2: Juli 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v19i2.6624

Abstract

Artikel ini membahas tentang bagaimana cara guru Pendidikan gama islam dalam menumbuhkan karakter kepedulian sosial pada siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Tantangan yang dihadapi meliputi kurangnya waktu dalam kurikulum untuk mendalami topik - topik kepedulian sosial dan beragam latar belakang siswa yang mempengaruhi pemahaman mereka terhadap materi. Guru dalam lingkungan sekolah menjadi tauladan bagi peserta didik, juga sebagai berperan penting dalam menumbuhkan rasa kepedulian sosial bagi peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah: Mendeskripsikan peran guru dalam menumbuhkan karakter kepedulian sosial peserta didik, dan Mendeskripsikan bentuk kepedulian sosial yang dilakukan oleh peserta didik.
Penerapan Media Youtube secara Daring untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kelas XI. IPA. 1 di MAN Pinrang: The Use of Online Youtube Media to Improve Learning Outcomes of Class XI Islamic Cultural History Subjects. IPA. 1 in MAN Pinrang Andi Abd. Muis; Mabrur
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 20 No 1: Januari 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v20i1.4377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media youtube dalam pembelajaran peserta didik dan mengetahui peningkatan pengetahuan SKI peserta didik kelas pada kelas XI. IPA. 1 di MAN Pinrang. Penelitian ini digolongkan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desian penelitian penerepan siklus di dalamnya terdapat komponen perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Dalam siklus tersebut diterapkan dua metode pembelajaran, pada siklus I peserta didik diberikan materi dengan bentuk pdf, dan pada siklus II peserta didik dibagikan link youtube sebagai media dalam menyampaikan materi pembejalaran. Hasil penelitian ini yaitu pada pelaksanaan siklus I aktivitas belajar peserta didik tanpa memggunakan media youtube pada mata pelajaran SKI sebesar 58,24% dengan kriteria cukup. Data hasil belajar peserta didik pada pelaksanaan siklus I peneliti belum menerapkan media youtube dalam proses pembelajaran, motede yang digunakan dalam pembelejaran yaitu metode membaca dengan rata-rata perolehan 75,80. Pelaksanaan siklus II aktivitas belajar setelah penggunaan media youtube pada mata pelajaran SKI sebesar 78,85% dengan kriteria baik. Data hasil belajar pada siklus II peniliti menerapkan media youtube dalam proses pembelajaran dengan rata-rata perolehan 82,25. Dari hasil tersebut dapat dilihat adanya peningkatan aktivitas belajar peserta didik setelah diterapkan media youtube.Dengan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II maka penelitian cukup sampai pada siklus II.