cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman
ISSN : 02164949     EISSN : 26154870     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 146 Documents
Pendayagunaan Pendayagunaan Zakat dalam Meningkatkan Ekonomi Mikro untuk Kesejahteraan Ummat di Desa Padende Kecamatan Marawola kabupaten sigi Propinsi Sulawesi Tengah: Utilization of Zakat in Improving Microeconomics for the Welfare of the Ummah in Padende Village, Marawola District, Sigi Regency, Central Sulawesi Province Abdul Mufarik A. Marhum; Muhamad; Muhammad Rizal Masdul
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 19 No 1: Januari 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v19i1.4587

Abstract

Zakat adalah salah satu rukun Islam yang berdimensi keadilan social kemasyarakatan. Secara etiomologi zakat berarti suci, baik, tumbuh, bersih dan berkembang, dan secara terminologi zakat adalah sejumlah harta yang diwajibkan oleh Allah diambil dari harta orang-orang tertentu (aghniy?’) untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya dengan syarat syarat tertentu. Esensi dari zakat adalah pengelolaan dana yang diambil dari aghniy?’ untuk diserahkan kepada yang berhak menerimanya dan bertujuan untuk mensejahterakan kehidupan sosial kemasyarakatan umat Islam. Hal tersebut setidaknya tercermin dari firman-firman Allah yang berkaitan dengan perintah zakat. Selain itu, diperkuat pula dengan perintah Nabi Muhammad SAW kepada Mu’adz bin Jabal yang diperintahkan untuk mengambil dan mengumpulkan harta (zakat) dari orang-orang kaya yang kemudian dikembalikan kepada fakir miskin dari kelompok mereka. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa peran strategis daripada zakat bagi masyarakat itu antara lain sebagai berikut: (1). Membangkitkan keadilan sosial di tengah masyarakat, disamping karena munculnya sumber-sumber penerimaan zakat dari jenis-jenis penghasilan baru juga karena zakat diberdayakan untuk kepentingan fakir-miskin yang ditunaikan oleh orang-orang kaya di tengah-tengah mereka; (2) Terciptanya keseimbangan sosial yang dibangun oleh zakat menjadikan fakir mendapat bagiannya yang diperoleh dari sebagian kekayaan orang-orang kaya yang ada disekitarnya, sehingga kesenjangan sosial tidak terpaut tinggi; (3) Masyarakat merasa mendapat jaminan ketika zakat bisa diwujudkan dalam bentuknya, sehingga fakir miskin tidak perlu khawatir untuk berobat atau mendapatkan pelayanan pendidikan karena tiadanya uang jaminan misalnya; (4 Dengan terhimpunnya dana zakat yang besar disamping sebagai modal pembangunan, juga bermanfaat bagi dana siaga yang siap digunakan setiap saat terutama terhadap kejadian-kejadian di luar dugaan baik bencana alam, kebakaran, banjir dan lain-lain. Dalam Islam upaya pengatasan kemiskinan adalah dengan zakat. Oleh karena itu, zakat seharusnya dikelola secara produktif dan profesional sehingga zakat dapat mengambil bagian dalam merealisasikan ide-ide Islam untuk mensejahterakan masyarakat Saah satu lembaga yang terbukti telah mengelola zakat secara terpercaya, transparan, dan profesional adalah Badan Amil Zakat , Infaq dan Shadaqah (BAZIS) desa Padende Kecamatan Marawola Kab. sigi, yang menjadi obyek penelitian ini.. Kajian ini menggunakan pendekatan sosial-ekonomi, Analisis yang yang digunakan bertujuan untuk mempermudah data ke dalam bentuk yang lebih mudah untuk dibaca dan diinterpretasikan. Analisis yang digunakan dalam kajian ini adalah analisis deskriptif.
Multikulturalisme dalam Rancangan Pendidikan Islam: Analisis Pemahaman di Pondok Pesantren Modern Asyifa Balikpapan: Multiculturalism in Islamic Education Design: Understanding Analysis at Modern Asyifa Balikpapan Islamic Boarding School Hasanuddin; Zamroni
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 19 No 1: Januari 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v19i1.4606

Abstract

Penelitian ini mendiskusikan pendidikan multikultural di Pondok Pesantren Modern Asyifa, menyoroti relevansinya dalam konteks pendidikan Islam di tengah era globalisasi dan keragaman budaya yang semakin berkembang. Penelitian ini juga mengeksplorasi konsep multikulturalisme, tantangan konflik di Indonesia akibat keragaman suku, agama, dan ras, serta urgensi pendidikan multikultural sebagai penanganan alternatif terhadap konflik sosial. Pesantren di Indonesia, khususnya Pondok Pesantren al-Syifa, memiliki potensi besar dalam memperkenalkan dan menerapkan konsep pendidikan multikultural. Pada dasarnya pesantren mengintegrasikan nilai-nilai toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan pemahaman terhadap keragaman budaya dan agama dalam kurikulumnya. Melalui metodologi penelitian kualitatif, studi ini menelusuri dimensi-dimensi utama dari pendidikan multikultural di Pondok Pesantren al-Syifa. Dimensi Isi menekankan peningkatan kemampuan bahasa internasional dan pemahaman terhadap keberagaman budaya. Dimensi Pengajaran dan Pembelajaran menampilkan adaptasi metode pengajaran, terutama dalam pengajaran bahasa Arab, untuk mendukung pemahaman yang lebih mendalam terhadap konten-konten multikultural. Sementara itu, Dimensi Evaluasi menunjukkan penggunaan evaluasi formatif secara berkala untuk memantau kemajuan siswa dalam setiap materi pembelajaran. Secara menyeluruh, Pondok Pesantren al-Syifa memegang tinggi nilai-nilai multikulturalisme dalam proses pendidikannya. Pendekatan ini tidak hanya menanamkan pemahaman terhadap berbagai budaya, tetapi juga menerapkan integrasi keberagaman dalam konten pembelajaran dan evaluasi. Dengan demikian, pendekatan ini memperkuat pemahaman siswa terhadap keragaman budaya lokal dan global, menggabungkannya dalam pengalaman pembelajaran yang beragam dan inklusif.
Hukum Pernikahan Tanpa Wali Perbandingan Pemikiran Hukum Fiqhi Imam Abu Hanifah dan Kompilasi Hukum Islam: The Law of Marriage Without a Guardian is a Comparison of the Legal Thinking of Fiqhi Imam Abu Hanifah and the Compilation of Islamic Law Rasyidah; Hannani; M. Ali Rusdi; Rahmawati; Aris
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 19 No 2: Juli 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v19i2.4632

Abstract

Salah satu aspek penting dalam pernikahan adalah persyaratan kehadiran seorang wali. Mengenai kedudukan wali dalam pernikahan, ulama berbeda pendapat apakah wali termasuk rukun pernikahan atau tidak karena memang berbeda pendapat dalam menentukan jumlah rukun pernikahan. Namum perbedaan tersebut bukanlah dalam hal yang substansial, hanya disebabkan karena perbedaan dalam memaknai ayat-ayat al-Qur’an dan hadis yang berkaitan dengan permasalahan wali dalam pernikahan. 1) Bagaimana Status Wali dalam Pernikahan Pendapat Imam Abu Hanifah dan Kompilasi Hukum Islam (HKI). 2) Dasar Hukum Yang dipakai Imam Abu Hanifah dan Kompilasi Hukum Islam (HKI) tentang Pernikahan tanpa Wali. 3) Analisa Maqashid Al Syari’ah terhadap Pendapat Imam Abu Hanifah dan Kompilasi Hukum Islam (HKI) tentang kedudukan pernikahan tanpa wali. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pustaka (Library Research) Pendekatan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami. Adapun pengumpulan datanya menggunakan Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, dengan menganalisis data menggunakan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Konstruksi penelitian dalam menjawab persoalan yang muncul dengan menggunakan teori maqashid al syari’ah. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan Dalam konteks keindonesiaan melihat pendapat Imam Abu Hanifah yang membolehkan pernikahan tanpa wali maka tujuan syariah terutama dalam hal tercapainya penjagaan terhadap keturunan, penjagaan terhadap akal dan harta ini kelihatannya kecil kemungkinan bisa tercapai dimana di indonesia pernikahan tanpa wali itu dianggap tidak sah. Kecuali Kompilasi Hukum Islam yang mengatur tentang pernikahan tersebut direvisi kembali sehingga terdapat pengecualian terhadap wanita yang menikahkan dirinya sendiri dikarenakan kondisi dan situasi tertentu yang mendesak seseorang itu harus melakukannya.
Pemenuhan Hak-Hak Istri Dalam Masa Iddah Pasca Penerapan Surat Edaran No.P005/DJ.III/Hk.00.7/10/2021 Studi Di Kantor Urusan Agama Parepare (Perspektif Hukum Keluarga Islam): Fulfillment of Wives' Rights During the Iddah Period After the Implementation of Circular No.P005/DJ.III/Hk.00.7/10/2021 Study at the Parepare Religious Affairs Office (Islamic Family Law Perspective) Nurul Aqidatul Izzah; Rusdaya Basri; Rahmawati; Hannani; Fikri
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 19 No 1: Januari 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v19i1.4673

Abstract

Pemenuhan hak-hak istri dalam masa iddah pasca penerapan surat edaran No.P005/Dj.iii/Hk.00.7/10/2021 . Permasalahan utama pada penelitian ini adalah 1) Bagaimana realita pemenuhan kewajiban suami dalam masa iddah pasca penerapan surat edaran No.P005/Dj.Iii/Hk.00.7/10/2021 di kota Parepare 2) Bagaimana penyebab tidak terpenuhinya hak-hak istri dalam masa iddah pasca penerapan surat edaran No.P005/Dj.III/Hk.00.7/10/2021 di kota Parepare dan 3) Bagaimana tinjauan hukum keluarga islam terhadap pemenuhan hak-hak perempuan pasca penerapan surat edaran no.p005/dj.iii/hk.00.7/10/2021 di kota parepare Jenis penelitian ini adalah lapangan (field research) dengan pendekatan yuridis empiris, penelitian yang dilakukan secara langsung untuk mengetahui permasalahan yang sebenarnya terjadi, kemudian akan dihubungkan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan teori hukum yang ada. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Konstruksi penelitian dalam menjawab persoalan yang muncul dengan menggunakan teori keabsahan hukum, teori kemanfaatan hukum dan teori perubahan sosial. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa:. 1) Realita pelaksanaan pemenuhan kewajiban suami masa iddah istri di kelurahan galung maloang Kecamatan Bacukiki tidak berjalan sesuai dengan syariat islam karena mantan suami ketika sudah bercerai dengan istrinya tidak memberikan nafkah lagi meskipun masih dalam keadaan iddah. Di kantor urusan agama bacukiki surat edaran ini sudah diterapkan namun penerapannya di masyarakat masih tidak sesuai. 2) Hubungan antara kedua belah pihak tidak terjalin dengan baik, mantan suami beranggapan bahwa setelah bercerai maka sudah tidak menjadi kewajibannya lagi. Pernikahan suami yang terjadi dalam masa iddah istri cenderung mengakibatkan pemenuhan hak istri tidak terpenuhi karena sudah fokus dengan pernikahan kedua. Hal yang menjadi penyebab utama adalah kondisi ekonomi begitupun tingkat pendidikan juga sangat mempengaruhi. 3) Berdasarkan hukum islam perlindungan terhadap hak asasi dan kehormatan perempuan menjadi tujuan dari surat edaran tersebut . Pemenuhan kewajiban mantan suami disesuaikan dengan kemampuan dan kadar kepantasan yang berlaku di masyarakat agar tidak memberatkan beban
Tinjauan Kritis terhadap Hakekat Teori Pengetahuan dan Kebenaran dalam Konteks Pendidikan Islam: Suatu Analisis Komprehensif: Critical Review of the Nature of the Theory of Knowledge and Truth in the Context of Islamic Education: A Comprehensive Analysis Suharman; Khojir; Rahmat Soe’oed
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 19 No 1: Januari 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v19i1.4772

Abstract

Hakekat teori pengetahuan dan kebenaran dalam konteks pendidikan Islam melibatkan pemahaman mendalam terhadap sumber-sumber pengetahuan, proses memperoleh pengetahuan, dan kriteria kebenaran yang sesuai dengan ajaran Islam. Dalam pandangan Islam, pengetahuan dan kebenaran dianggap sebagai bagian integral dari pengembangan spiritual, moral, dan intelektual individu. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara kritis hakekat teori pengetahuan dan kebenaran dalam konteks Pendidikan Islam.Sedangkan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus menggunakan metode studi pustaka (library research). Sumber Data diambil dari dua sumber yaitu Literatur Akademis yang melibatkan tinjauan literatur dari jurnal-jurnal akademis, buku-buku, dan artikel-artikel ilmiah terkait hakikat pengetahuan, dan kebenaran dalam konteks pendidikan Islam. Hasil pembahasan bahwa hubungan antar hakekat teori pengetahuan dan kebenaran dengan Pendidikan Agama Islam adalah pengetahuan membantu merumuskan cara bagaimana pengetahuan agama dipahami, diterima, dan diterapkan. Sedangkan teori kebenaran membantu menentukan apakah suatu pemahaman atau keyakinan sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam. Teori pengetahuan terkait dengan bagaimana pemahaman terhadap nilai-nilai dan moralitas agama dikembangkan.
Pendidikan Sosial dalam Perspektif Al Qur’an Surah Ali Imran Ayat 64: Social Education in the Perspective of the Qur'an Surah Ali Imran Verse 64 Suharman; Mahyuddin Barni; Iskandar
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 19 No 1: Januari 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v19i1.4773

Abstract

Studi ini meneliti pendidikan sosial yang terdapat dalam surah Ali Imran ayat 64. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research), yaitu usaha memperoleh data dalam kepustakaan.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini juga berupa penelitian kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan seorang tokoh.karena penelitian ini membahas tafsir dalam satu tema, maka penelitian ini juga menggunakan metode maudhu’i (tematik).Sementara sumber data yang digunakan ada dua yaitu sumber data primer dan sumber data skunder. Sumber data primer yang digunakan adalah dua buku tafsir klasik karangan At Thabary dan Ibnu Katsir dan dua buku tafsir kontemporer karya Hamka dengan tafsirnya Al Azhar dan Qurash Shihab dengan tafsirnya Al Misbah.Paling tidak ada tiga hal yang disampaikan dalam surah Ali Imran ayat 64 yaitu nilai-nilai tauhid, persatuan, dan kesaksian atas kepatuhan pada Allah yang tunggal. Dalam ayat ini meneguhkan kepada kita penyembahan kepada satu-satunya tuhan yaitu Allah SWT. Kemudian dilanjutkan dengan sikap persatuan walaupun antara kita sekalipun ada yang berpaling. Dan orang-orang muslim adalah kesaksian bahwa mereka adalah orang-orang yang berserah diri.
Legalitas Pernikahan Via Live Streaming aalam Perspektif Hukum Islam: Legality of Marriage Via Live Streaming Islamic Legal Perspective Rusdaya Basri; Amiruddin; Agus Muchsin; Zainal Said; Rahmawati
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 19 No 1: Januari 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v19i1.4778

Abstract

Penelitian ini membahas tentang legalitas pernikahan via live streaming dalam persfektif hukum Islam penelitian tesis ini bertujuan untuk mengetahui legalitas serta realita pernikahan via live streaming, landasan yuridis pernikahan via live streaming serta bagaiamana pandangan para ulama klasik dan kontemporer menyikapi pernikahan via live streaming. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) yang bersumber dari kitab-kitab ulama empat mazhab yang membahas pernikahan dan yang terkait dengannya, buku-buku yang terkait hukum pernikahan, jurnal ilmiah, yang resmi menjadi pegangan dan berkaitan dengan pokok bahasa penelitian. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pernikahan via live streaming merupakan pernikahan yang diselengarakan oleh pasangan yang tidak dapat melaksanakan pernikahan secara langsung serta berada dalam situasi jarak yang jauh sehingga mengharuskan terjadinya akad melalui jalan telekomunikasi suara serta gambar yang tayang dilayar. (2) Hukum akad nikah menurut peraturan pernikahan di Indonesia sudah memenuhi rukun dan syarat pernikahan serta tidak bertentangan dengan Kompilasi Hukum Islam, maka pernikahan tersebut sah. Hal ini dikuatkan dengan ketentuan pasal 27 sampai dengan pasal 29 Kompilasi Hukum Islam. (3) Para ulama berbeda pendpat dalam masalah legalitas pernikahan live streaming, Ulama dari Mazhab Hanafi dan Hambali condong membolehkan pernikahan disebabkan mereka tidak mensyaratkan kesatuan tempat antara ijab dan qabul. Berbeda dengan para ulama dari kalangan Mazhab Malikiyah dan Syafi‘iyah mereka cenderung lebih ketat dan mengharuskan ittihadul majelis, masalah ini berkaitan erat dengan masalah syahadah (kesaksian) dalam akad nikah, saksi harus dapat melihat serta menyaksikan dengan mata kepala, bahwa rangkaian pengucapan ijab kabul benar-benar dilakukan sebagaimana yang telah ditentukan, dan ijab kabul itu benar-benar dari dua orang yang sedang melakukan akad.
Konsep Kafa’ah dalam Perkawinan Wanita Syarifah dengan Pria Non Sayyid Dikalangan Habaib Kota Palu: The Concept of Kafa'ah in the Marriage of a Syarifah Woman with a Non Sayyid Man Among the Habaib of Palu City Ardi, Muh Zaitun; Samsidar Jamaluddin; Nadyatul Hikmah Shuhufi
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 19 No 2: Juli 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v19i2.5183

Abstract

Terdapat ratusan bahkan ribuan keluarga Nabi Muhammad SAW yang tiinggal dan menetap di Indonesia. Salah satu daerah yang banyak terdapat keluarga cucu Nabi Muhammad SAW adalah Kota Palu dan mereka mayoritas berasal dari Hadhramaut (Yaman). Dalam kurun waktu 5 tahun terdapat setidaknya 20 kali pernikahan antara Syarifah dan non Sayyid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menggambarkan kondisi atau kasus pernikahan antara Syarifah dan non Sayyid di kalangan Habaib Kota Palu mendeskripsikan penerapan kafa’ah dalam aturan pernikahan antara Syarifah dan non sayyid menurut pandangan beberapa habaib yang ada di Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan metode wawancara,dan study pustaka, yang keduanya mencoba menjawab fenomena yang terjadi tentang implementasi kafa’ah dalam penerapan aturan pernikahan antara Syarifah dan non Sayyid. Menurut Pandangan Mayoritas Habaib di Kota Palu bahwa syarifah tidak diperkenankan menikah dengan non sayyid karena dianggap tidak sekufu ban bagi mereka keturuna Nabi Muhammad SAW memiliki kemuliaan serta keutamaan yang tidak dimiliki oleh semua orang. Oleh karena itu masalah kafa’ah sangat diperhatikan oleh para Habaib di kota Palu.
Pengembangan Kompetensi Komunikasi Interpersonal Penyuluh Agama dalam Bimbingan Pra Nikah Calon Pengantin Kantor Urusan Agama Watang Sidenreng Kabupaten Sidrap: Development of Interpersonal Communication Competence for Religious Counselors in Pre-Marital Guidance for Bride and Groom Candidates, Watang Sidenreng Religious Affairs Office, Sidrap Regency Rahmat, Rahmat; Muhammad Qadaruddin; Ramli; Abd. Rahim Arsyad; Iskandar
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 19 No 2: Juli 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v19i2.5314

Abstract

Penelitian dengan memfokuskan penelitian pada Pengembangan Kompotensi Komunikasi Interpersonal Penyuluh Agama Dalam Bimbingan Pra Nikah Pada Calon Pasangan Suami Istri Di Kantor Urusan Agama Kecamatan Watang Sidenreng Kabupaten Sidrap. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, yakni penelitian yang memberikan gambaran tentang stimulasi dan kejadian faktual dan sistematis mengenai faktor-faktor, sifat-sifat, serta hubungan antara fenomena yang dimiliki untuk melakukan dasar-dasarnya saja. Penelitian ini menyajikan data deskriptif berupa data tertulis atau lisan dari informan dan perilaku yang akan diamati, karena peneliti bertujuan untuk memberikan pandangan yang lengkap dan mendalam mengenai subjek yang diteliti. Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah Secara keseluruhan, Kompetensi presentasi diri yang dimiliki oleh Penyuluh Agama di kantor urusan agama kecamatan watang sidrap sudah mencapai tingkat yang baik dalam hal penguasaan materi dan strategi namun penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa potensi perbaikan yang harus diperbaiki oleh penyuluh untuk menyempurnakan kompetensinya adalah pemahaman teoritis yang lebih mendalam terkait dengan bimbingan pranikah, yang dapat membantu mereka memberikan pemahaman yang lebih dalam dan kontekstual kepada calon pengantin dan administrasi perencanaan bimbingan penyuluhan yang perlu diperbaiki oleh penyuluh Agama Islam Kecamatan watang sidrap, karena meskipun penyuluh memiliki kompetensi yang baik akan tetapi tidak melengkapi perencanannya maka tidak dapat dibuktikan secara administrasi dan persyaratan tuntutan prfesionalisme Penyuluh Agama Islam. Pengembangan Kompetensi keterampilan dan komunikasi yang lebih lanjut dapat membantu mereka dalam menyampaikan pesan-pesan agama dengan lebih efektif dan memotivasi pasangan yang akan menikah untuk lebih mendalam memahami nilai-nilai yang mereka anut. Upaya berkelanjutan dalam mengembangkan kompetensi Penyuluh Agama ini diharapkan akan memberikan dampak positif pada kualitas bimbingan pranikah yang diberikan, sehingga dapat memperkuat pondasi pernikahan yang lebih kuat, begitu pun dengan kepala Kantor Urusan Agama dalam meningkatkan mutu Penyuluh Agama Islam dalam Bimbingan Pranikah di Kecamatan watang Kabupaten sidrap telah memberikan motivasi yang baik kepada penyuluh Agama Islam ,meningkatkan kesejahteraan Penyuluh Agama Islam, mengikuti seminar dan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), dan melanjutkan pendidikannya kejenjang berikutnya, memberikan reword bagi penyuluh atau pegawai yang memiliki kinerja yang baik ini merupakan upaya untuk meningkatkan motivasi kerja.
Perencanaan Dakwah dan Komunikasi Kelompok Kerja Penyuluh (POKJALUH) dalam Pembentukan Karakter Narapidana di lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Barru: Da'wah Planning and Communication of the Extension Working Group (POKJALUH) in Forming the Character of Prisoners in Class IIB Barru Penitentiary Rosdiana, Rosdiana; Iskandar, Iskandar; A. Nurkidam; Muhammad Qadaruddin; Ramli, Ramli
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 19 No 2: Juli 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v19i2.5316

Abstract

Perencanaan dan komunikasi dakwah Pokjaluh di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Barru, dalam perencanaan Penyuluhan kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam, telah membuat program penyuluhan dengan melibatkan para penyuluh yang ada di Tujuh kecamatan secara bergiliran, agar dakwah yang disampaikan berpariasi sesuai kompetensi yang dimiliki penyuluh Agama Islam, Selain itu Penyuluh membuat dakwah ini berpariasi dan tidak membosankan bagi narapidana kerena penyuluh agama Islam yang ada di tujuh kecamatan, memiliki kompetensi dan perbedaan latar belakang pendidikan, perencanaan sudah sangat baik namun pelaksanaanya belum terealisasi dengan baik. Dakwah dalam pembinaan karakter yang diberikan kepada narapidana tidak hanya dalam bentuk kegiatan ceramah saja tapi juga diselingi dengan pemberian motivasi kepada narapidana. Kegiatan dakwah dalam pembinaan karakter narapidana dengan bentuk lisan kepada narapidana baik yang dilakukan oleh penyuluh dan pegawai lembaga pemasyarakatan menggambarkan bahwa memberikan kebaikan kepada setiap orang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Mengubah narapidana menjadi lebih baik dapat dilakukan dengan melakukan dakwah di dalam instansi terkait. Selain itu bekerjasama dengan pihak yang dianggap mampu untuk melakukan kegiatan dakwah dapat membantu proses pembinaan bagi para narapidana.

Page 11 of 15 | Total Record : 146