cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)
ISSN : -     EISSN : 26138972     DOI : -
Core Subject : Education,
Early Childhood Education Indonesian Journal (ECEIO adalah jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Prodi PG-PAUD Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Palu.Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (Original article research paper) dengan focus dan scope bidang Pendidikan Anak Usia Dini.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
Upaya Meningkatkan Kemampuan Baca Huruf Hijaiyah Dengan Reading Aloud di PAUD TK: Efforts to Improve Reading Ability Hijaiyah Letters By Reading Aloud in TK PAUD Syamsidar; Fitriani Ayuningtias
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol. 5 No. 3: September 2022
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan baca huruf hijaiyah menggunakan metode Reading Aloud di PAUD Kemampuan membaca huruf hijaiyah yang diteliti adalah membaca huruf hijaiyah secara acak dan membedakan huruf hijaiyah yang bentuknya hampir mirip. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian ini adalah 16 anak kelompok A1 yang terdiri dari 11 perempuan dan 5 laki-laki. Obyek penelitian adalah kemampuan membaca huruf hijaiyah dengan Reading Aloud. Teknik Pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Indikator keberhasilan pada penelitian ini dikatakan berhasil apabila kemampuan membaca huruf hijaiyah anak dengan kategori BSB sudah mencapai persentase minimal sebesar 86%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca huruf hijaiyah dapat ditingkatkan melalui metode Reading Aloud. Keberhasilan tersebut dilakukan dengan langkah-langkah, mempersiapkan media Reading Aloud beserta item itemnya, memberi contoh penggunaan metode Reading Aloud untuk membaca huruf hijaiyah pada iqra’ 1, membaca bersama-sama menggunakan metode Reading Aloud, memberi anak kesempatan untuk membaca sendiri menggunakan metodeReading Aloud memberi kesempatan lebih besar pada anak yang peningkatan kemampuan membaca huruf hijaiyah masih sulit serta guru memotivasi dan mendampingi anak. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari perubahan kategori BSB disetiap siklusnya, pada saat pra tindakan menunjukkan hasil 12,5%, kemudian mulai meningkat pada Siklus I sebesar 68,75% dan pada Siklus II sebesar 87,5%.
Peran Guru Dalam Mengembangkan Perilaku Pada Anak Usia Dini Di TK Mutiara Hati: The Role of Teachers in Developing Behavior in Early Childhood in Kindergarten Heart Pearl Nurhaeda
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol. 5 No. 3: September 2022
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) peran guru dalam mengembangkan perilaku pada anak usia dini di Kelompok B 2) factor penghambat dan pendukung dalam meningkatkan perilaku pada anak usia dini di TK Mutiara Hati. Penelitian ini menggunakan metode pelaksanaan deskriptif. Subjek sasaran dalam penelitian ini pengelola/kepala sekolah TK Mutiara Hati dan pendidik TK Mutiara Hati. Teknik pengumpulan data dalam pengabdian ini dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif terdiri dari pemeriksaan akan kelengkapan jawaban, dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) secara garis besar peran guru dalam mengembangkan perilaku anak usia dini sudah dilakukan 100% di TK Mutiara Hati, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi dilakukan dengan baik. Perencanaan yang dibuat mengacu pada panduan perilaku anak usia dini dan silabus pada kurikulum. Perencanaan dimulai dari pembuatan perencanaan semester, RPPM, dan RPPH serta setting lingkungan sekolah dengan nuansa yang kental akan perilaku anak. Pelaksanaan dilakukan dengan metode dan teknik pembelajaran yang bervariatif, keterlibatan orang tua, strategi pengembangan perilaku dan diaplikasikan dalam KBM .Sementara evaluasi dalam peran guru dalam mengembangkan periaku dilakukan dengan penilaian, tidak ada penilaian secara khusus tetapi bergabung dalam segala bidang. 2) factor pendukung dalam peran guru dalam mengembangkan perilaku anak usia dini di TK Terpadu Mutiara Hati meliputi: a) adanya workshop bagi pendidik dalam mengembangkan perilaku anak usia dini, b) adanya papan pembiasaan dan papan nasehat tentang perilaku bagi peserta didik dan pendidik, c) adanya sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai. Sementara factor penghambat dalam mengembangkan periaku anak di TK Mutiara Hati meliputi: a) perbedaan pola asuh orang tua pada peserta didik, b) kurangnya kerjasama dari orang tua murid, c) waktu pembelajaran yang terbatas, d) perbedaan kemampuan anak dalam mengikuti pembelajaran.
Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus melalui Kegiatan Bermain Balok di masa Pandemi Pada Anak Kelompok B Di TK Mutiara Hati Kecamatan Palu Selatan: Improving Fine Motor Development through Block Playing Activities during the Pandemic For Children in Group B in Mutiara Hati Kindergarten, South Palu District Husen
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol. 5 No. 3: September 2022
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kegiatan bermain dilakukan anak usia (5-6) tahun dalam melibatkan motorik halus anak usia (5-6) tahun di TK Mutiara Hati Kecamatan Palu Selatan, selama masa pandemi covid-19. Penelitian ini melibatkan anak usia (5-6) tahun di TK Mutiara Hati Kecamatan Palu Selatan. Identifikasi dilakukan menggunakan Teknik pengumpulan data dengan metode observasi dan dokumentasi wawancara. Hasil dari identifikasi kegiatan bermain motorik halus anak usia (5-6) tahun di TK Mutiara Hati Kecamatan Palu Selatan, berupa bermainan balok, mewarnai, bermain robot-robotan, menyusun puzzle, bermain pasir, menulis, bermain lego dan sebagainya. Penelitian menggunakan metode kualitatif, pelaksanaan deskriptif. Subjek sasaran dalam penelitian ini pengelola/kepala sekolah TK Mutiara Hati guru dan anak TK Mutiara Hati. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif terdiri dari pemeriksaan akan kelengkapan jawaban, dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil observasi anak-anak untuk perkembangan motorik halus dalam kegiatan bermain balok selama masa pandemi covid-19 di TK Mutiara Hati Kecamatan Palu Selatan, memperoleh hasil yang baik dengan kategori BSB (berkembang sangat baik). Dalam perkembangan motorik halus anak melalui permainan balok yang dilakukan merupakan sesuatu yang dianggap wajib dilakukan sebagai sarana untuk perkembangan motorik halus anak bagi anak usia dini. Permainan balok yang sekarang ini sering dimainkan oleh anak-anak di TK Mutiara Hati lebih cenderung mengasah kemampuan motorik halus, oleh karena itu kepada para orang tua dan guru disarankan lebih memperkenalkan pada anak-anak mengenai jenis-jenis permainan yang lebih melatih kekuatan otot-otot dan jari -jari mereka dan permainan ini dapat juga menjadi salah satu solusinya untuk mengatasi pandemi Covid 19 ini. kemampuan motorik halus anak terus meningkat. Kegiatan bermain balok dalam masa pandemi ini tersebut dapat dikatakan dapat membantu anak dalam mengembangkan kemampuan motorik halus baik ketika anak mengambil benda, memindahkan benda dan menyusun benda dari tangan yang satu ke tangan yang lain. Beragam perkembangan motorik halus anak melalui permainan balok secara langsung dapat memberikan kontribusi kepada anak-anak diantaranya biasanya mulai berkembang seiring tubuh sikecil menjadi lebih stabil saat bergerak,serta saat kognitif dan sosialnya berkembang,dimana anak-anak belajar menggunakan tangannya dengan baikuntuk dapat mengontrolobjek dan memperoleh kemandirian seperti saat makan, berpakaian, dan menulis, dan membentuk kemampuan sosial, yaitu mampu bersaing, bekerjasama, berdisiplin, bersahabat, dan berkebangsaan.
Perkembangan Gerak Manipulatif Anak Melalui Permainan Bola di TK Mutiara Hati: Children's Manipulative Movement Development Through Ball Games at Mutiara Hati Kindergarten Fitriani Ayuningtias
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol. 5 No. 3: September 2022
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal penelitian ini berjudul “Perkembangan Gerak Manipulatif Anak melalui permainan bola di TK Mutiara Hati”. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui teknik studi literatur sebagai suatu teknik yang digunakan untuk mempelajari penelitian yang sudah dilakukan, terdahulu yang dianggap sudah relevan dan sesuai dengan masalah yang akan dikaji. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh permainan menggunakan bola untuk kemampuan keterampilan gerak dasar manipulatif anak usia dini. Temuan dalam penelitian ini mengenai terdahulu yang mengkaji permainan bola dalam berbagai bentuk aturan permainan dan fokus penelitian yang berbeda-beda. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa permainan bola sangat berpengaruh terhadap perkembangan gerak dasar manipulatif anak usia dini, dalam melakukan permainan menggunakan bola akan tetapi masuk dalam kategori aspek manipulatif anak usia dini. Hasil dari penelitian menunjukan hasil yang signifikan bahwa permainan-permainan untuk anak dengan menggunakan media bola dapat mengembangkan keterampilan gerak dasar manipulatif anak usia dini.
Persepsi Orang Tua dan Guru Terhadap Pendidikan Kebencanaan Pada Anak Usia Dini: Parents and Teachers' Perceptions of Disaster Education in Early Childhood Megi Rahayu; Abdul Salam
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol. 5 No. 3: September 2022
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya kasus bencana alam di Indonesia. Dimana anak usia dini baik disadari maupun tidak disadari kerap kali menjadi korban dari bencana alam tersebut baik secara fisik maupun psikologis. Anak termasuk dalam kelompok paling rentan dalam situasi bencana. Mereka memiliki kemampuan dan sumber daya yang terbatas untuk mengontrol atau mempersiapkan diri ketika merasa takut sehingga tergantung pada pihak-pihak di luar dirinya supaya dapat pulih kembali dari bencana tersebut. Kerentanan anak-anak terhadap bencana dipicu oleh faktor keterbatasan pemahaman tentang resiko- resiko disekeliling mereka. Dalam pengenalan proses kesiapsiagaan pada usia prasekolah tentunya memiliki metode yang harus sesuai dengan usia mereka. Dikarenakan model pembelajarn memiliki peranan yang sangat penting dalam proses kegiatan belajar dan merupakan salah satu parameter utama keberhasilan pengajar dalam mengajar Banyak guru dan orang tua yang belum memahami cara mengajarkan pendidikan kebencaaan untuk anak usia dini, sehingga anak tidak diajarkan secara optimal hanya berdasarkan pengalaman orang tua semata. Maka, dari sinilah titik balik peneliti ingin menggali lebih dalam mengenai persepsi orang tua dalam kasus tersebut, bagaimanapun tolak ukur pemahaman mereka dapat membantu dalam mencairkan masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi guru dan orang tua terhadap pendidikan kebencanaan pada anak usia dini, baik dalam pengetahuan maupun pemahaman orang tua. Sedangkan, metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil temuan penelitian menunjukan bahwa pemahaman guru dan orang tua masih kurang mengetahui dalam hal pendidikan kebencanaan, hal ini terlihat saat guru dan orang tua mengajarkan pendidikan kebencaan hanya berdasarkan pengalaman orang tua saja. Rekomedasi dari penelitian ini ditunjukan pada guru dan orang tua untuk tetap mempersiapkan diri dengan ilmu pengetahuan yang memadai agar anak memperoleh pendidikan kebencanaan yang tepat dan sesuai dengan tumbuh kembangnya. Rekomedasi lain dari penelitian ini ditunjukan pada peneliti selanjutnya agar dapat meneliti lebih lanjut dengan mengungkap masalah yang sama namun dengan subjek dan variable yang berbeda. Sehingga kedepannya penelitian ini dapat dikembangkan dan kebermanfaatannya lebih luas bagi banyak orang.
Kompetensi Profesional Guru Paud Dalam Peningkatkan Kualitas Belajar Anak Usia Dini Di Kelompok Bermain Tunas Bangsa Handramifa Danar Paluja; Asri Hente; Fitriani Ayuningtiyas
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol. 6 No. 1: Januari 2023
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah apakah Guru harus mampu menguasaikeilmuan tentang anak, mengelola program belajar mengajar, dan menggunakan mediapembelajaran/teknologi untuk meningkatkan kompetensi profesional. Berdasarkan haltersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi profesional guruPAUD dalam peningkatan kualitas belajar anak usia dini di KB Tunas Bangsa Desa LoliPesua Kab. Donggala. Penelitian ini termasuk dalam jenis kualitatif, Teknik pengumpulandata penelitian ini menggunakan beberapa metode yaitu metode observasi, metodewawancara dan metode dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian mengenai kompetensi profesional guru PAUD dalampeningkatan kualitas belajar anak usia dini di KB Tunas Bangsa Desa Loli Pesua Kab.Donggala dapat diketahui bahwa menguasai materi, struktur, dan pola pikir keilmuan matapelajaran yang di ampuh di lakukan dengan cara mengamati peserta didik dalam menguasaiaspek-aspek penting dari suatu pelajaran dan meningkatkan minat serta perhatian pesertadidik terhadap pelajaran. Penguasaan standar kompetensi dan kompetensi dasar bidangpengembangan yang di ampuh, setiap guru sudah cukup baik dalam melakukan evaluasisetelah selesai proses pembelajaran. Peran guru juga sangat penting dalam penigkatankualitas belajar anak usia dini karena guru tidak hanya mengajar didalam kelas tetapi haruskreatif dan inovatif dalam segala hal. Selain itu media pembelajaran juga berperan pentingdalam pembelajaran. Faktor pendukung adalah buku penunjang pembelajaran, APE indoormaupun outdoor yang lengkap, peran guru, peran orang tua, suasana dan kondisilingkungan sekolah. dan faktor penghambat adalah orang tua anak yang selalu menjagaanak – anaknya dari pagi hingga pulang sekolah yang menyebabkan guru tidak leluasadalam mengajar, serta tidak ada kemandirian dari anak karena dijaga, serta guru yangbelum terlalu paham mengenai media pembelajaran yang berbasis IT.
Penerapan Metode Bermain Peran untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Kelompok B di TK Bustanul Athfal III Poso Siti Hijrah Mohi; Husen Tolleng; Abdul Salam
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol. 6 No. 1: Januari 2023
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/eceij.v6i1.8126

Abstract

Setiap anak dalam hidupnya akan selalu mengalami perkembangan sesuai dengan usianya. Keberhasilan anak dalam mencapai tugas perkembangan didukung oleh beberapa factor internal dan eksternal.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan fisik pada perkembangan anak di PAUD. Hasil penelitian menunjukan bahwa factor lingkungan keluarga hampir seluruhnya mempengaruhi perkembangan anak di PAUD. Lingkungan fisik mempunyai peran penting masah tumbuh kembang terutama pada golden age (0-6 tahun), karena paling sering di tangkap langsung oleh panca indra anak. Selaing lingkungan rumah, lingkungan fisik yang memiliki intensitas interaksi yang tinggi dengan anak adalah lingkugan sekolah oleh karena itu linkungan sekolah harus menyediakan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang dan karakter istik anak .tujuan dari penelitian ini adalah mengidengtifikasi kriteria lingkungan ramah pada anak sekolah TK. Metode yang di gunakan adalah metode komparasi literatur mengenai kriteria ramah anak pada sekolah PAUD. Dari penelitian ini diketahui bahwa kriteria lingkungan ramah anak pada sekolah PAUD meliputi tiga hal yaitu keamanan, kenyamanan, dan stimulasi pada elemen ruang luar dan ruang dalam sebuah perkembangan anak usia dini adalah masa – masa kiris yang menjadi pondasi anak untuk kehidupannya dimasa yang akan datang. Sebagian dari potensi kecerdasan manusiaberkembang dengan pesat pada usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) lingkungan bermain alami (2) Bangunan dengan Green Design (3) Program-Program Pendukung Green School. Dimana Guru, khususnya di PAUD dapat lebih fleksibel dalam menilai perkembangan anak, terutama dalam kebiasaan yang mendalam diharapkan kegiatan ini menjadi budaya bagi anak-anak kelak dimanapun mereka berada. Melalui gerakan sederhana seperti belajar menghemat listik, membuang sampah pada tempatnya dan melakukan daur ulang sampah, perlahan namun pasti generasi berkelanjutan akan berkembang.
Meningkatkan Sosial Emosional Anak Melalui Metode Bermain Peran Di PAUD Kelompok B TK Plamboyan Sosom Abdul Salam; Syamsidar; Meri; Zakiah Magfiratul Amik
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol. 6 No. 1: Januari 2023
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/eceij.v6i1.8131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional anak melalui metode bermain peran pada kelompok B di TK Plamboyan Sosom. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan sosial emosional anak yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang monoton dan kurangnya keterlibatan anak dalam kegiatan interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian adalah 15 anak usia dini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil pada siklus I menunjukkan bahwa dari 15 anak, hanya 5 anak (33%) yang mencapai kategori perkembangan sosial emosional “Berkembang Sangat Baik (BSB)”, sehingga belum mencapai indikator keberhasilan. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, terjadi peningkatan yang signifikan, di mana sebanyak 14 anak (93%) mencapai kategori BSB, menunjukkan keberhasilan penggunaan metode bermain peran dalam meningkatkan aspek sosial emosional anak. Anak menunjukkan peningkatan dalam berinteraksi sosial, mengenali dan mengelola emosi, serta berani mengekspresikan diri melalui peran yang dimainkan. Dengan demikian, metode bermain peran terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan sosial emosional anak usia dini.
Meningkatkan Kedisiplinan Anak Melalui Metode Pembiasaan Di TK PGRI Lampasio Nurhaeda; Syamsidar; Melda Ramadani Putri; Sifa Khairunnisa
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol. 6 No. 1: Januari 2023
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/eceij.v6i1.8132

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Kedisiplinan Anak Melalui Metode Pembiasaan di TK PGRI Lampasio dengan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Berdasarkan hasil analisis data pada pra penelitian, didapat presentase sebesar 41%, sedangkan pada siklus I didapat presentase sebesar 64%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian tindakan pada siklus I memberikan peningkatan pada indikator secara keseluruhan sebesar 23%. Peneliti dan kolaborator membuat kesepakatan dengan menentukan besarnya presentase kenaikan minimal sebesar 40%, karena peningkatan skor dari pra penelitian ke siklus I belum mencapai 40% maka dilanjutkan pada siklus II. Pada siklus II, presentase mencapai 82% dengan perolehan data tersebut terjadi peningkatan yang signifikan dari perilaku disiplin anak pada pra penelitian ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan data tersebut, maka penelitian ini dapat dikatakan berhasil karena pada siklus II terjadi peningkatan presentase sebesar lebih dari 40% sesuai dengan kesepakatan antara peneliti dan kolaborator. Data tersebut membuat hipotesis tindakan yang menyatakan meningkatkan perilaku disiplin anak melalui metode pembiasaan usia 4-5 tahun di TK PGRI Lampasio dapat diterima.
Program Studi PG-PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Palu Syamsidar; Muhammad Rizal Masdul; Nurhaeda; Roslina Matanel; Jusmina Liungan
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol. 6 No. 1: Januari 2023
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/eceij.v6i1.8133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak kelompok A TK Negeri Meselesek melalui kegiatan bermain kartu angka bergambar. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif dan dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 13 anak kelompok A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengenal lambang bilangan anak mengalami peningkatan yang signifikan setelah diterapkan kegiatan bermain kartu angka. Pada tahap pratindakan, tidak ada anak yang mencapai kriteria “berkembang sangat baik”. Namun, setelah tindakan pada siklus II, sebanyak 86,86% anak mencapai kriteria tersebut. Media kartu angka bergambar terbukti menarik minat anak, meningkatkan keaktifan, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga berdampak positif terhadap perkembangan kognitif anak, khususnya dalam mengenal lambang bilangan.