PRofesi Humas
PRofesi Humas published by LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. ISSN 2528-6927 (printed), ISSN 2541-3678 (Online). Incorporate with IPRAHUMAS. PRofesi Humas publish selected paper under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Publishes twice a year. PRofesi Humas provide an open access to public for reading abstract and full papers. PRofesi Humas focused on Public Relations studies. Each edition. PRofesi Humas received manuscripts that had focus on the following issues below with interdisciplinary and multidisciplinary approach. Every article that goes to the chief editorial will be send to section editor through Initial Review processes. Then, the articles will be sent to the peer reviewers to get Double Blind Peer Review Process. Then, the articles will be returned to the authors to revise. These processes take few months. In the each manuscript, peer reviewer will be rated from the substantial and technical aspects. The peer reviews have expertise in Political Public Relations, Public Relations Management, Public Relations Crisis, Public Relations and Publics, Public Relations Audit, Marketing Public Relations, Corporate Social Responsibility (CSR), and Human Relations. They were also experienced in the prestigious journal management and publication that was spread around the national and abroad. Jurnal PRofesi Humas accredited by Kemenristekdikti RI (Sinta 2) based on SK No. 10/E/KPT/2019
Articles
140 Documents
Efektivitas Akun Komunitas Instagram @1000_guru_bdg dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi Followers
Novia Dianita Andiny;
Iis Kurnia Nurhayati;
Gartika Rahmasari
PRofesi Humas Vol 3, No 1 (2018): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1139.685 KB)
|
DOI: 10.24198/prh.v3i1.12033
Akun komunitas Instagram @1000_guru_bdg merupakan inspirasi bagi pendidikan pedalaman dan pembatasan negeri di Indonesia.Akun @1000_guru_bdg dikatakan berbeda karena akun ini berisi tentang kegiatan mengajar sambil berjalan-jalan yang dilihat dengan adanya salah satu aksi kegiatan sosial komunitas ini, yaitu “Traveling & Teaching”.Pada kegiatan “Traveling & Teaching”, komunitas ini mengajak volunteers (relawan) untuk bergabung, dimana volunteers dikenakan biaya yang dapat dikatakan cukup mahal dan menyasar anak muda.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi efektivitas kegiatan “Traveling & Teaching” dalam pemenuhan kebutuhan informasi akun komunitas Instagram @1000_guru_bdg,dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dan paradigma positivisme. Populasi pada penelitian ini adalah followers akun komunitas Instagram @1000_guru_bdg dan sampel yang diambilpeneliti sebanyak 100 responden dengan menggunakan teknik analisis data, yaitu analisis deskriptif, uji normalitas, analisis koefisien determinasi, dan uji hipotesis.Hasil dari penelitian ini adalah (1) persentase efektivitas kegiatan “Traveling & Teaching” tergolong tinggi dengan kategori sudah efektif, (2) persentase kebutuhan informasi aktivitas “Traveling & Teaching” tergolong tinggi dengan kategori sudah efektif,dan (3) persentase efektivitas kegiatan “Traveling & Teaching” pada akun komunitas Instagram @1000_guru_bdg berpengaruh signifikan dalam pemenuhan kebutuhan informasi followers dengan persentase tinggi. Hal ini dapat menunjukkan bahwa efektivitas pada akun komunitas Instagram @1000_guru_bdg sudah efektif terhadap pemenuhan kebutuhan informasi followers.
Implementasi strategi komunikasi “Bandung Juara” sebagai bagian dari city branding Kota Bandung
Rosnandar Romli;
Nada Arina Romli
PRofesi Humas Vol 4, No 2 (2020): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (381.252 KB)
|
DOI: 10.24198/prh.v4i2.23547
Penelitian ini betujuan untuk membahas implementasi strategi komunikasi program “Bandung Juara” yang merupakan bagian dari city branding Kota Bandung serta hambatan-hambatan yang dialami oleh pemerintah kota Bandung sebagai pelaksana dalam mewujudkan program “Bandung Juara”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian berupa studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan key informan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam semi struktur (in-depth), observasi, dan studi kepustakaan. Adapun teknik analisis data yang dilakukan secara induktif yang disusun secara deskriptif. Adapun teori yang digunakan dalam menganalisis fenomena dalam penelitian ini adalah teori konstruksi sosial atas realitas dari Berger dan Luckman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi “Bandung Juara” sebagai bagian dari city branding Kota Bandung diinternalisasi oleh pemerintah Kota Bandung serta masyarakat Kota Bandung melalui berbagai program seperti menggalakan bersepeda, musrenbang, mempermudah izin usaha, relawan kebersihan dan penataan taman kota. Namun demikian, terdapat pula berbagai hambatan dalam internalisasi program “Bandung Juara” ini antara lain: (1) rendahnya sense of belonging stakeholders kota, (2) keterbatasan waktu dan SDM yang dimiliki Pemkot Bandung, (3) strategi sosialisasi Pemkot Bandung yang tidak bisa menjadikan Program “Bandung Juara” ini sebagai alat rekayasa sosial (social engineering), (4) Munculnya sudut pandang negatif dari para stakeholder kota terhadap Pemkot Bandung sebagai pencetus Program “Bandung Juara”, (5) dominasi staf Pemkot Bandung, (6) kebiasaan buruk warga Kota Bandung. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi strategi komunikasi oleh Pemkot Bandung dalam mewujudkan Program “Bandung Juara” sudah dilakukan, tetapi semua itu tidak menjamin proses internalisasi stakeholder kota akan sukses terbentuk.
Aktivitas Public Relations Angkasa Pura II Dalam Menangani Pemberitaan Negatif Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
Sarah Jessica;
Ayub Ilfandy
PRofesi Humas Vol 2, No 2 (2018): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (284.916 KB)
|
DOI: 10.24198/prh.v2i2.12087
Salah satu bandara yang memiliki aktivitas cukup padat di Indonesia adalah Bandara Internasional Soekarno – Hatta. PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan pengembangan Terminal 3 untuk menangani lonjakan penumpang yang terjadi tiap periode libur panjang. Namun, beberapa saat setelah beroperasi, masyarakat dan media kerap melaporkan beberapa keluhan terhadap fasilitas sarana dan prasarana di Terminal 3 seperti listrik mati, banjir, dan kritik dari publik figur Indonesia. Pelaporan dari masyarakat dan media menuntut adanya tindakan nyata dari seorang praktisi public relations PT Angkasa Pura II. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik in-depth interview, observasi, dan dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana aktivitas public relations PT Angkasa Pura II dalam menangani pemberitaan negatif pada awal pembukaan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diketahui bahwa PT Angkasa Pura II telah menjalankan aktivitas public relations dengan 5 tahapan krisis untuk mengetahui daur hidup krisis diantaranya (1) tahap pre-crisis, (2) tahap warning, (3) tahap acute crisis, (4) tahap clean-up, dan (5) tahap post-crisis. Selain itu public relations PT Angkasa Pura II juga melakukan tindakan korektif sebagai upaya mengelola krisis diantaranya (1) identifikasi krisis, (2) analisa krisis, (3) isolasi krisis, (4) pilihan strategi, dan (5) program pengendalian. Dimana dengan melakukan tindakan terhadap suatu krisis berarti PT Angkasa Pura II telah bertanggung jawab terhadap stakeholdernya sekaligus untuk melihat sejauh mana perkembangan krisis itu dalam masyarakat.
Profesi humas rumah sakit: antara profesionalisme dan humanisme
Baiq Vira Safitri;
Iriana Bakti;
Hanny Hafiar
PRofesi Humas Vol 4, No 1 (2019): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1043.456 KB)
|
DOI: 10.24198/prh.v4i1.16502
Rumah sakit merupakan lembaga yang memberikan layanan kesehatan mudah rentan terhadap paparan pemberitaan negatif serta isu-isu kesehatan, jadi sebagai profesi yang tergolong baru, petugas Humas rumah sakit dituntut untuk mengeksplorasi potensi kehumasannya. Dalam rangka mewujudkan peranan Humas yang profesional, petugas Humas rumah sakit menjalankan tugasnya melalui pemahaman dan penyesuaian dalam bingkai humanisme. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengungkap makna profesi humas di rumah sakit, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta. Penelitian ini mengguakan pendekatan kualitatif, dengan jenis studi fenomenologi, melalui paradigma konstruktivis. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, studi pustaka, dan analisis terhadap sejumlah arsip serta dokumen dari subjek penelitian yang terpilih melalui teknik purposive. Hasil penelitian menunjukkan peran petugas Humas rumah sakit belum optimal disebabkan sejumlah faktor: Faktor internal disebabkan masih terbatasnya kesadaran, tanggung jawab dan pengalaman petugas humas di rumah sakit. Faktor eksternal berkaitan dengan kepemimpinan budaya organisasi yang masih menganggap peran humas sebagai wujud formalitas. Simpulan penelitian menunjukan bahwa Profesi humas di rumah sakit dipandang dari sudut definisi, karakteristik pekerjaan, pencapaian target, serta dampak profesinya humas rumah sakit. Kesimpulannya, pemerintah idealnya membuatkan lembaga atau wadah yang berorientasi kepada kehumasan rumah sakit, atau dengan kata lain membangun perkumpulan khusus untuk petugas Humas rumah sakit di seluruh Indonesia.
STRATEGI REBRANDING ZORA RADIO
Dini Safitri Istiqamah Bantilan;
Roro Retno Wulan;
Indra N. A Pamungkas
PRofesi Humas Vol 2, No 1 (2017): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (518.102 KB)
|
DOI: 10.24198/prh.v1i2.12110
Persaingan di dunia bisnis yang semakin hari semakin ketat mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk terus melakukan upaya agar dapat tetap bertahan di industri yang digelutinya. Radio sebagai salah satu media massa populer di Indonesia juga tidak lepas dari tingginya tingkat persaingan dalam memperebutkan pasar. Meskipun suatu produk telah memiliki merek yang dikenal oleh khalayak luas, titik kejenuhan pada tingkat kedewasaan dalam siklus hidup suatu produk terkadang mengharuskan perusahaan untuk melakukan perubahan-perubahan agar tetap mampu memiliki daya saing. Perubahan yang dilakukan terhadap merek ini dikenal dengan rebranding. Salah satu kasus rebranding pada radio adalah rebranding yang dilakukan oleh Zora Radio. Pada tahun 2014, Zora Radio yang merupakan salah satu radio di Kota Bandung yang melakukan rebranding yang ditandai dengan perubahan segmenting menjadi radio muda. Perubahan ini diikuti dengan perubahan-perubahan lainnya yang tidak terlepas dari proses penetapan strategi dalam pelaksanaan rebranding. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi rebranding dari Zora Radio dengan melihat melalui tiga tahapan utama strategi yaitu tahap perencanaan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian, tahap perencanaan strategi rebranding Zora Radio dilakukan dengan menetapkan tujuan, identifikasi kekuatan dan kelemahan internal, identifikasi peluang dan ancaman eksternal, serta penetapan jangka waktu bagi strategi. Tahap implementasi diwujudkan melalui empat elemen utama rebranding yaitu repositioning, renaming, redesigning, dan relaunching. Tahap akhir yaitu evaluasi dilakukan dengan memantau feedback dari berbagai sumber.
Model Kemitraan PT. Holcim Indonesia Tbk.
Efrin Umma Nassaluka;
Hanny Hafiar;
Centurion Chandratama Priyatna
PRofesi Humas Vol 1, No 1 (2016): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (684.994 KB)
|
DOI: 10.24198/prh.v1i1.9468
Tujuan penelitian ini adalah untuk tahap perumusan kebutuhan bersama, pembentukan landasan bersama dan vis misi, penyusunan agenda kegiatan, penyampaian rencana aksi dan evaluasi kemitraan, dan penyusunan strategi penghentian kemitraan. Metode yang digunakan adalah deskiptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber data.Berdasarkan penelitian, proses awal adalah dengan merumuskan kebutuhan bersama melalui social mapping, mengatasi perbedaan latar belakang kedua pihak dan mengadakan pelatihan. Tahap kedua adalah mengadakan pertemuan tertutup membahas landasan bersama, visi misi, kemudian menyatukan informasi tentang kebutuhan dengan visi misi untuk merencanakan agenda kegiatan. Selanjutnya, kedua pihak menyusun agenda kegiatan lewat road map dan Balanced BussinesPlan, serta merencanakan struktur kerja formal. Tahap selanjutnya adalah penyampaian rencana aksi berupa pemberian layanan atau jasa pada implentasi program CSR, menjaga keterlibatan pihak bermitra, serta evaluasi kemitraan. Tahap penyusunan exit strategy dilakukan dengan langkah perencanaan dan persiapan, perencanaan tindakan lanjut, serta persiapan generasi selanjutnya.Saran pada penelitian ini adalah agar pihak perusahaan banyak mengadakan pelatihan khususnya mengenai pengelolaan CSR. Perusahaan sebaiknya menggunakan metode audit komunikasi sebagai salah saru cara mengevaluasi kemitraan ini. PKM sebaiknya mengkuantifikasikan ukuran tindakan yang mereka usulkan untuk di lakukan dengan tabel kuantifikasi kebutuha. PKM sebaiknya lebih ulet merencanakan program CSR walau sederhana. Pemerintah sebaiknya mendukung praktik comdev seperti ini dengan memberikan kemudahan birokrasi saat pelaksanaan CSR
Model Pengembangan Kualitas Hubungan Students College Exchange Berbasis Public Relations Evaluation
Imam Nuraryo
PRofesi Humas Vol 3, No 2 (2019): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (951.973 KB)
|
DOI: 10.24198/prh.v3i2.17289
Tujuan penelitian ini untuk menggali kajian-kajian mengenai pengukuran dan pengembangan hubungan yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi sebagai produsen layanan pendidikan dan mahasiswa sebagai penerima jasa pendidikan (pelanggan) dengan mengadopsi model pengembangan hubungan Relationship Quality-based Students Loyalty (RSQL), Guidelines for Measuring Relationship in Public Relations sebagai pengembangan dari konsep pemasaran relasional dan model pertukaran sosial dari Thibault dan Kelly. Penelitian ini dilakukan untuk menguji adanya hipotesis bahwa mahasiswa yang tidak melanjutkan kuliahnya dikarenakan layanan pada Perguran Tinggi yang tidakmemuaskan. Disamping itu, penelitian ini menyajikan model-model lain dalam pengembangan hubungan berikut disertai contoh operasionalisasi variabel yang digunakan untuk mengukur hubungan tersebut. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan sampel gugus bertahap. Populasi sampel penelitian ini adalah sebanyak 362 mahasiswa yang saat ini menempuh studi di tiga perguruan tinggi bisnis di Jakarta. Penelitian ini dilakukan selama dua pekan selama bulan September sampai dengan November 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas layanan terhadap loyalitas mahasiswa melalui kualitas hubungan. Selain itu, terdapat pula hubungan citra perguruan tinggi terhadap loyalitas mahasiswa yang dimediasi oleh kualitas hubungan.Kesimpulannya adalah bahwa kualitas hubungan memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap peningkatan loyalitas mahasiswa sebagai variabel yang memediasikan pengaruh kualitas layanan dan citra perguruan tinggi. Rekomendasi bagi perguruan tinggi bersangkutan adalah untuk memperhatikan dimensi-dimensi kualitas hubungan seperti kepercayaan, komitmen, nilai-nilai dan kepuasan mahasiswa.
Evaluasi tenaga humas pemerintah oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika
Centurion Chandratama Priyatna;
Fajar Syuderajat;
Aang Koswara
PRofesi Humas Vol 5, No 1 (2020): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (426.937 KB)
|
DOI: 10.24198/prh.v5i1.23745
Program Tenaga Humas Pemerintah (THP) yang dibuat oleh Kemkominfo adalah implementasi Inpres No 9 Tahun 2015. THP utamanya membantu lembaga pemerintah untuk menyampaikan informasi pada publik dengan menyerap aspirasi publik berdasarkan program Kementrian atau Lembaga. Pada akhirnya diharapkan kinerja Humas Pemerintah akan meningkat dan adanya perbaikan kinerja secara keseluruhan pada sebuah lembaga Pemerintahan. Namun pada pelaksanaan program THP masih terdapat berbagai kendala diantaranya kehadiran THP masih belum sepenuhnya dilibatkan dalam perencanaan maupun pelaksanaan program hingga birokrasi beberapa di lembaga Pemerintah belum bisa mengakomodasi tugas THP. Berdasarkan latar belakang tersebut, Maksud penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi Tenaga Humas Pemerintah dengan menggunakan standar indikator kinerja utama yang sudah disusun sebelumnya oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Disamping itu, evaluasi Tenaga Humas Pemerintah juga dilihat dari perspektif pejabat humas Kementerian atau Lembaga mengenai (program) Tenaga Humas Pemerintah yang tersebar ke seluruh Kementerian/Lembaga. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik penentuan key informan adalah teknik sampling purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam kepada 12 narasumber. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini adalah kinerja THP sudah optimal salah satunya ditunjukan dengan melakukan diseminasi informasi menggunakan media online, media sosial dan berbagai group komunikasi lainnya. Harapan dari berbagai lembaga Pemerintah dengan adanya program THP adalah THP dapat mentransfer ilmu praktis mengenai aktivitas Humas yang efektif pada lembaga Pemerintah.
Proses Public Relations Kegiatan Open House PT. Dirgantara Indonesia Dalam Membangun Brand Awareness
Firna Grania;
Yanti Setianti;
Heru Ryanto Budiana
PRofesi Humas Vol 2, No 2 (2018): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.412 KB)
|
DOI: 10.24198/prh.v2i2.16196
Krisis yang dialami PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) memengaruhi keberlangsungan perusahaan. Tidak sedikit masyarakat yang mengira bahwa PTDI sudah tidak beroperasi lagi. Masyarakat masih kurang mengetahui mengenai perkembangan yang terjadi dengan PTDI sekarang ini. Baik mengenai perusahaannya, maupun mengenai produk-produk apa saja yang dihasilkan oleh PTDI sendiri. Masyarakat umum hanya mengetahui PTDI secara general saja yaitu, sebuah industri pesawat terbang di Indonesia yang merupakan Badan Usaha Milik Negara. Pada kenyataannya PTDI masih aktif beroperasi dalam bidang aircraft service, engineering service, dan pembuatan komponen-komponen pesawat walaupun belum kembali aktif dalam pembuatan pesawat. Namun dengan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai keberadaan dan perkembangan PTDI yang sekarang, keadaan tersebut menyulitkan PTDI dalam memperkenalkan produk-produknya sehingga PTDI mengadakan kegiatan open house dalam membangun kembali awareness. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Divisi Humas dan Divisi Protokol PTDI melakukan riset, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sebagai panitia pelaksana kegiatan open house dalam membangun kembali awareness masyarakat Bandung terhadap PTDI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan jenis data kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Divisi Humas dan Divisi Protokol PTDI melaksanakan kegiatan open house, karena ingin memberikan edukasi mengenai perusahaan Kedirgantaraan sekaligus memperlihatkan keaktifan perusahaan dengan memperkenalkan produk baru N219 kepada masyarakat Bandung. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah kegiatan open house tepat dalam membangun kembali brand awareness karena mampu memberikan edukasi baik mengenai industri pembuat pesawat terbang atau PTDI nya sendiri, memperlihatkan bentuk produk secara nyata, dan memperkenalkan aktifitas PTDI kepada masyarakat Bandung. Melalui penelitian ini peneliti menyarankan agar keseluruhan proses mulai dari riset hingga evaluasi dilakukan oleh kedua divisi sebagai panitia pelaksana kegiatan open house atau kedua divisi dapat melakukan konfirmasi terhadap setiap progres perancangan kegiatan.
Penggunaan Instagram oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk mengoptimalkan destination branding Pangandaran
Priyo Subekti;
Hanny Hafiar;
Iriana Bakti
PRofesi Humas Vol 4, No 2 (2020): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (489.681 KB)
|
DOI: 10.24198/prh.v4i2.23545
Perkembangan media sosial yang semakin pesat dan bertambahnya pengguna yang semakin banyak menjadikan media sosial menjadi salah satu sumber rujukan informasi oleh sebagian banyak masyarakat. Media sosial telah menciptakan sebuah pola baru dalam berkomunikasi dan berpartisipasi sosial, hal ini dapat dilihat dari banyaknya keterlibatan para pengguna dalam sebuah forum komunikasi atau platform media sosial. Saat ini banyak lembaga pemerintah, swasta dan organisasi masyarakat yang memanfaatkan media sosial menjadi salah satu media informasi untuk menjangkau masyarakat. BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Pangandaran memanfaatkan media sosial melalui akun instagram @pudalopspangandaran untuk memberitakan informasi mengenai kebencanaan, dan kegiatan yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Pangandaran untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kebencanaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data kualitatif. Analisis yang digunakan dalam meneliti penggunaan Instagram oleh BPBD Kab. Pangandaran adalah konsep The Circular Model of Some dari Regina Luttrell yang terdiri dari membagikan (Share), mengoptimalkan (Optimize), mengelola (Manage), dan melibatkan (Engage). Tingginya potensi bencana di Pangandaran menjadi salah satu latar belakang perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebencanaan. BPBD Kabupaten Pangandaran memanfaatkan instagram melalui akun @pusdalopspangandaran sebagai media informasi mengenai kebencanaan kepada masyarakat luas. Pengelolaan media sosial yang dilakukan oleh BPBD sudah cukup efektif menjangkau masyarakat khususnya masyarakat pangandaran, namun terkendala dengan kurangnya sumber daya manusia yang dapat mengelola media sosial agar tetap update.