cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AGREGAT
ISSN : 25412884     EISSN : 25410318     DOI : -
Core Subject : Engineering,
AGREGAT is a journal of Department of Civil Engineering, University of Muhammadiyah Surabaya. The journal will be published in every May and November yearly. The journal consists of result of research, literature review, and case reports created as realization of Tridharma college.
Arjuna Subject : -
Articles 240 Documents
Analisis Beton Precast L-Gutter sebagai Dinding Penahan Tanah dan Drainase Menggunakan Pre-Tension Method Jaka Propika; Risky Murinda; septiarsilia, Yanisfa; Heri Istiono; Eka Susanti; Dewi Pertiwi
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.24448

Abstract

Kemajuan teknologi sangat berpengaruh pada kehidupan bermasyarakat tidak terkecuali pada dunia konstruksi. Inovasi-inovasi pada dunia konstruksi terus dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik dari segi mutu, biaya, dan waktu pelaksanaan. Seperti pada beton pracetak (precast), kemajuan teknologi telah memberi pengaruh besar terhadap beragamnya komponen konstruksi yang didesain. Berbagai pengembangan telah memberi pengaruh besar terhadap beragamnya inovasi pada beton precast, salah satu produk precast yang saat ini dikembangkan yakni L-Gutter. L-Gutter memiliki fungsi ganda, yakni sebagai drainase dan dinding penahan tanah. Pada penelitian ini dilakukan desain dinding penahan tanah untuk drainase menggunakan beton precast L-Gutter yang memiliki perbandingan kemiringan 1:1 dan menggunakan pre-tension method untuk menahan tekanan tanah yang besar. Direncanakan pada 2 jenis data tanah tipe A (pasir) dan tanah tipe B (lempung) dengan keadaan terburuk sebagai acuan perhitungan awal. Besar tekanan tanah yang digunakan adalah tekanan tanah terbesar yaitu tanah tipe A (pasir). Dimensi tebal pada sisi alas 1,00 m dan tebal pada sisi dinding 0,60 m dan terdapat perkuatan tiang pancang 0,30x0,30 m panjang 19 m. Gaya prategang pada sisi alas 3011,380 kN, e = 0, jumlah seven wire strand 12 buah Ø15,24 mm; gaya prategang pada sisi dinding 6022,759 kN, e = 0, seven wire strand 24 buah Ø15,24 mm. Perencanaan besi tulangan sisi alas, tulangan utama 22D16, tulangan bagi 30Ø10; besi tulangan sisi dinding, tulangan utama 14D16, tulangan bagi 16Ø10.
Analisis Metode & Biaya Formwork pada Pekerjaan Sabo Dam (Studi Kasus pada Proyek Construction and Rehabilitation Of Urgent Sabo Facilities in MT.Merapi Area Sukindrawati, Buddewi; Kartika, Widya; Royan Rochmandhika P
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.24495

Abstract

Formwork adalah media yang digunakan untuk mencetak beton dimana tidak pernah lepas dari pekerjaan konstruksi. Pemakaian formwork dalam pekerjaan konstruksi sangat berpengaruh besar pada biaya proyek. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan konstruksi formwork sabo dari metode pelaksanaan dan biaya baik dengan metode tie rod maupun palsticon. Selain itu untuk mengetahui hasil analisis harga satuan, kebutuhan item pekerjaan baik dari metode tie rod maupun plasticon. Biaya formwork berpengaruh 35% sampai 60% terhadap suatu pekerjaan beton. Pemilihan bahan dan metode yang tepat dapat mengefiensi biaya pekerjaan formwork. Salah satu pekerjaan konstruksi yang biayanya sangat dipengaruhi oleh formwork adalah pekerjaan Sabo Dam. Sabo Dam adalah dinding penahan sedimen dan juga berfungsi sebagai kantong lahar. Dari penelitian ini telah dikaji metode pelaksanaan untuk pekerjaan Formwork Sabo Dam, yaitu menggunakan panel multiplex dan rangka hollow dengan metode tie rod dan PVC dan plasticon. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis harga satuan pekerjaan dari perhitungan AHSO dengan HSD. Penelitian ini juga telah memberikan hasil hitungan kebutuhan bahan, alat, dan tenaga kerja dan biayanya dimana rata-rata biaya pekerjaan formwork untuk menggunakan Tie Rod Rp 180.625,43/m2 sedangkan yang menggunakan metode plasticon sebesar Rp 196.273,78/m2. Jika seluruh pekerjaan Sabo Dam dan pekerjaan beton dikerjakan oleh masing-masing sub-kontraktor, diperoleh persentasi terhadap RAB oleh metode tie rod sebesar 21,88% dan metode plasticon sebesar 20,83%
Pemanfaatan Limbah Abu Arang Kayu Mindi Sebagai Filler Pengganti Terhadap Karakteristik Campuran Stone Matrix Asphalt (SMA) Firmanda Yoga Pratama; Hadi, Muhamad Abdul hadi
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.24554

Abstract

Peningkatan infrastruktur transportasi menuntut inovasi dalam kualitas dan layanan jalan. Salah satu cara memodifikasi beton aspal untuk kekuatan yang lebih baik adalah dengan mengganti bahan pengisi (filler) pada campuran dengan abu arang kayu. Abu arang kayu mengandung karbon nonpolar yang mirip dengan aspal, mampu mengikat campuran dan mengisi rongga antar-agregat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh abu arang kayu sebagai substitusi filler pada karakteristik campuran SMA melalui uji Marshall, IRS, ITS, TSR, VCA, draindown, dan cantabro loss.Penelitian dimulai dengan uji fisik agregat dan aspal, dilanjutkan dengan penentuan KAO menggunakan parameter stabilitas, flow, MQ, VITM, VMA, VCA, draindown, dan IRS. Pengujian substitusi filler abu arang kayu dilakukan pada kadar 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% mengikuti standar Spesifikasi Bina Marga (2018) Revisi 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan stabilitas campuran SMA terjadi hingga kadar 25% filler abu arang kayu, mencapai 1028,53 kg, kemudian turun pada kadar 50% hingga 100% ke stabilitas 934,99 kg. Nilai flow meningkat pada kadar abu arang kayu 25% hingga 100%. Nilai IRS meningkat hingga 50% namun menurun pada 75% dan 100% dengan nilai tetap di atas standar 90%. Nilai ITS terus menurun hingga 100% dengan hasil 454,14 kPa, dan draindown menurun hingga 0,03% pada kadar 100%. CL meningkat hingga 15,59% pada kadar abu arang kayu 100%, namun masih sesuai standar < 20%. Campuran dengan filler abu arang kayu 25% memiliki stabilitas tinggi namun flow rendah, menjadikannya kurang plastis dan mudah retak. Sementara itu, campuran dengan filler abu arang kayu 50% lebih tahan retak dengan stabilitas tinggi dan flow yang meningkat.
Optimalisasi Durasi Lampu Lalu Lintas Pada Persimpangan Jalan Rajawali-Tingang Menggunakan PKJI 2023 Putri Puspita Indriani; Nirwana Puspasari; Akbar, Reza Zulfikar
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.24671

Abstract

Simpang bersinyal Jalan Rajawali dan Jalan Tingang merupakan salah satu simpang bersinyal yang ada di Kota Palangka Raya. Persimpangan ini memiliki waktu hijau yang pendek sehingga jika ditinjau dari sisi efektifitas kerja lampu lalu lintas terhadap efisiensi kerja dan kemampuan pengguna jalan, hal ini dapat menimbulkan konflik seperti kemacetan pada jam sibuk yang ditandai dengan penumpukan kendaraan di persimpangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengaturan waktu lampu lalu lintas untuk mendapatkan nilai tundaan yang lebih kecil dengan menggunakan metode PKJI 2023. Survei volume lalu lintas persimpangan dilakukan selama 3 hari pada jam sibuk setiap 15 menit selama 1 jam. Data hasil survei lapangan meliputi volume lalu lintas, geometrik jalan, dan waktu sinyal lalu lintas. Analisis perhitungan simpang pada kondisi eksisting didapatkan nilai tundaan rata-rata tertinggi sebesar 172,8 detik pada pendekat utara dengan kategori tingkat pelayanan F. Perhitungan alternatif perbaikan simpang bersinyal Jalan Rajawali-Tingang dengan desain ulang waktu siklus yang baru dengan menggunakan perhitungan PKJI 2023 didapatkan nilai waktu siklus sebesar 123 detik. Hasil analisis menunjukkan bahwa tundaan rata-rata pada lengan utara sebesar 64,6 detik, timur sebesar 68,9 detik, selatan sebesar 79,4 detik, dan barat sebesar 84,1 detik dengan tingkat pelayanan D pada semua pendekat. Hasil alternatifnya adalah kinerja simpang rata-rata meningkat atau lebih baik dibandingkan dengan kondisi eksisting
Kelayakan Struktur Bangunan Akibat Perubahan Beban Dengan Metode Linear Moving Load Heri Khoeri; Haryo Koco Buwono; Dwi Yulina Abdi Jayanti; Setiawan, Andika
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.24699

Abstract

Terkait dengan adanya rencana penempatan tambahan alat sebesar 1.2 ton yang dapat dipindah-pindahkan di dalam ruang Operasi Rumah Sakit, maka perlu dilakukan pengecekan kekuatan struktur eksisting yang akan dikenai beban tambahan tersebut, untuk memastikan keamanan bangunan dan keselamatan dan kenyamanan penggunanya. Dari hasil pengamatan visual, struktur beton berulang terlihat baik, begitupula dari interpretasi hasil pengujian UPV, mutu beton elemen struktur yang diuji dapat dinyatakan dalam katagori baik dan sangat baik, dengan range average cepat rambat gelombang ultrasonic elemen antara 3596 sampai dengan 4567 m/detik. Dari hasil scan dengan georadar teridentifikasi tebal beton pelat lantai + 20 cm dengan tulangan dua arah dua lapis D10-150 ditambah tulangan atas M6. Sementara tulangan utama balok menggunakan D22 dan Sengkang f12 dan D13, dengan jumlah dan jarak memenuhi persyaratan minimal pemasangan tulangan. Dengan menggunakan input data hasil observasi, pengujian dan pemindaian beton lapangan selanjutnya dilakukan pemodelan dan analisis struktur menggunakan software SAP2000. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur masih memenuhi persyaratan kekuatan dan persyaratan lendutan sesuai dengan SNI SNI 2847-2019 Persyaratan beton struktural untuk bangunan Gedung dan SNI 1727-2020 Beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain
Anaisis Pengaruh Rekayasa Nilai Terhadap Penjadwalan dan Biaya Paket Pembangunan Gudang Bahan dan Workshop Peralatan BPJN KALTARA Respati, Rida; Rizki Angga Pratama; Norseta Ajie Saputra; Hendra Putra Jaya
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.24707

Abstract

Pengawasan proyek sangat penting untuk kelancaran dan keberhasilan operasi proyek, mengatasi masalah keterlambatan, biaya, mutu dan risiko. Metode yang digunakan adalah Value Engineering. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi komponen-komponen yang dapat dihemat, menentukan alternatif terbaik, dan mengetahui perbedaan biaya dan waktu sebelum dan sesudah penerapan metode ini, sehingga memberikan penghematan biaya dan waktu dengan tetap menjaga fungsi dan nilai perencanaan. Penerapan Value Engineering dilakukan pada pekerjaan struktur di pembangunan Gudang Material dan Bengkel Peralatan BPJN Kalimantan Utara. Dengan mencari alternatif item value engineered, terdapat Pekerjaan Balok B1 dengan biaya awal Rp. 2.579.918.360,00 menjadi Rp. 2.391.042.045,00. Penghematan yang sangat besar yaitu sebesar Rp. 188.876.315,00 atau sebesar 7,32% dan penghematan waktu 5 hari. Untuk item pekerjaan Kolom K1 dengan biaya awal Rp. 1.490.374.350,00 menjadi Rp. 1.376.727.468,33. Penghematan yang sangat besar sebesar Rp. 113.646.881,67 atau sebesar 7,63% dan penghematan waktu selama 3 hari. Untuk item Pekerjaan Pilar Pengeboran Beton diameter 250 mm dengan biaya awal Rp. 1.331.336.755,50 menjadi Rp. 1.205.582.700,00 Penghematan yang sangat besar sebesar Rp. 125.754.055,50 atau sebesar 9,45% dan penghematan waktu selama 2 hari. Hasil perhitungan biaya rekayasa nilai awal kontrak sebesar Rp. 11.222.000.231,- menjadi Rp. 11.793.722.979,- atau sebesar 3,82% dan waktu semula 259 hari kalender menjadi 248 hari kalender
Pengaruh Penambahan Limbah Marmer Pada Mortar Geopolimer Fly Ash Dan Abu Sekam Padi Dengan Molaritas NaOH 12M Azzahra, Zhafira Hanny; Arie Wardhono
AGREGAT Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v10i1.25163

Abstract

Dalam bidang konstruksi, semen merupakan material yang sangat erat kaitannya pada setiap pembangunan infrastruktur. Pada proses pembuatannya, Produksi semen menghasilkan emisi yang signifikan, terutama karbon dioksida (CO2), yang berkontribusi pada pemanasan global. Manufaktur semen adalah salah satu sumber terbesar emisi CO2 industri, menyumbang sekitar 8% dari emisi karbon global. Untuk mengatasi kasus ini, maka diperlukan penemuan yang dapat menggeser semen sebagai material konstruksi. Geopolimer diperkenalkan sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan karena Mengaplikasikan bahan perekat anorganik seperti alumina-silika polimer. Geopolimer menggunakan bahan dasar yang ramah lingkungan seperti fly ash, abu sekam padi, slag, kaolin yang mengandung banyak silika dan alumina. Penelitian ini menggunakan konsep geopolimer dalam pembuatan mortar berbahan dasar abu terbang atau fly ash dan abu sekam padi sebagai pengganti semen portland. Penelitian ini berfokus pada pengaruh penambahan limbah marmer pada mortar geopolimer berbasis fly ash dan abu sekam padi dengan larutan aktivator berupa NaOH 12 M. Variasi penambahan limbah marmer yang digunakan adalah 0%, 10%, 20% dan 30%. Penelitian ini mempresentasikan bahwa penambahan limbah marmer secara signifikan meningkatkan kekuatan tekan mortar. Kekuatan tekan tertinggi, sebesar 7,252 MPa, diperoleh dari variasi limbah marmer 30% pada umur 28 hari. Sementara itu, nilai porositas terendah, yaitu 14,29%, dicapai pada variasi limbah marmer yang sama.
Pengaruh Substitusi Kapur Pada Mortar Geopolimer Berbasis Fly Ash dan Abu Sekam Padi dengan NaOH 8 Molar Febriyanti, Diah Ayu; Arie Wardhono
AGREGAT Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v10i1.25173

Abstract

Semen merupakan material yang penting saat melakukan pembangunan. Tetapi semen dianggap tidak ramah lingkungan karena berdampak negatif terhadap lingkungan, karena pembuatan semen menyghasilkan gas CO2. Mortar geopolimer adalah solusi yang dapat diambil karena dalam pembuatannya tidak menggunakan semen. Mortar geopolimer dibuat menggunakan fly ash dan abu sekam padi atau rice husk ash (RHA). Fly ash dan RHA akan berguna sebagai bahan pengikat setelah dicampurkan dengan larutan aktivator NaOH 8M. Sejumlah penelitian mengindikasikan bahwa kandungan kalsium oksida (CaO) dalam fly ash dan abu sekam padi (RHA) dapat mempengaruhi kekuatan mortar. Kadar CaO pada fly ash mencapai 22,9%, sedangkan kandungan CaO pada RHA yaitu sekitar 1,40%. Kapur dalam pembuatan mortar geopolimer berguna sebagai bahan stabilisasi. Penelitian mortar geopolimer ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kapur pada mortar geopolimer berbasis fly ash dan RHA terhadap kekuat tekan dan porositas. Benda uji berbentuk kubus ukuran 5x5x5 cm3. Perbandingan antara sodium silikat (SS) dan sodium hidroksida (SH) adalah 1:3. Rasio kapur yang digunakan dalam penelitian adalah 0%, 1%, 2,5%, 5%, dan 7,5%. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa substitusi kapur sebesar 1% pada usia 28 hari memiliki kuat tekan tertinggi setelah kontrol (0%), yaitu sebesar 6,37 MPa, dengan porositas sebesar 18,72%.
Penilaian Kinerja Irigasi Air Tanah Dengan Perhitungan AKNOP (Angka Kebutuhan Nyata Operasi Dan Pemeliharaan) Studi Kasus SDPB 019 Di Kabupaten Probolinggo Purwito, Eko; Nurul Jannah Asid; Bambang Sujatmiko
AGREGAT Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v10i1.25869

Abstract

Kegiatan penilaian angka kebutuhan operasional dalam rangka operasi dan pemeliharaan sarana air tanah merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk mendata kondisi saat ini dan mendata kerusakan pada bangunan Jaringan Irigasi Air Tanah sekaligus inventarisasi prasarana air tanah untuk mewujudkan kemanfaatan irigasi secara berkesinambungan. Maka untuk itu perlu dilakukan kegiatan penilaian angka kebutuhan operasional sarana air tanah dalam kegiatan Operasi dan Pemeliharaan guna menjaga kinerja sarana air tanah. Tujuan penelitian ini ialah untuk Menganalisa gambaran umum lokasi pekerjaan, data teknis, kondisi fisik dan sarana kinerja serta Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan JIAT SDPB 019 yang ada di Kabupaten Probolinggo. Dari hasil Analisa perhitungan menggunakan metode AKNOP didapatkan didapat bobot penilaian prasarana utama 34,98%, bobot penilaian produktivitas tanam sebesar 7,75%, bobot penilaian sarana penunjang sebesar 4,40% dan bobot penilaian organisasi personalia sebesar 10,44%. dan nilai angka kebutuhan nyata (AKNOP) untuk sarana JIAT SDPB 019 di kabupaten Probolinngo yaitu sebesar Rp. 151.505.787,00
Analisis Tren Dan Pola Perubahan Iklim Dan Musim Berdasarkan Data Historis Di Kota Bandung Pada Periode 2008-2023 Julianto, Baskoro Tri; Sitti Filzha Fitrya Ginoga
AGREGAT Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v10i1.25979

Abstract

Penelitian ini menganalisis tren dan pola perubahan iklim di Kota Bandung berdasarkan data historis 2008-2023. Data cuaca mencakup suhu minimum, maksimum, dan rata-rata harian, kelembaban relatif, curah hujan, serta evapotranspirasi. Analisis menunjukkan kenaikan suhu rata-rata tahunan sebesar 23,5±1,9 °C, dengan suhu maksimum mencapai 29,3±1,6 °C dan minimum 19,9±1,2 °C. Sebaliknya, kelembaban relatif menurun menjadi 76,5±11,5%. Curah hujan tahunan menunjukkan tren penurunan, sementara evapotranspirasi meningkat, menandakan potensi defisit air di masa mendatang. Neraca air bulanan mengidentifikasi defisit terparah sebesar 93,5 mm pada Agustus, sedangkan curah hujan tertinggi terjadi pada November sebesar 342,7 mm. Pada 2008, total curah hujan tercatat 2.033,29 mm, sementara evapotranspirasi 1.515,96 mm. Fenomena La Niña memengaruhi pola musim, memperpanjang musim hujan dan memperpendek musim kemarau. Temuan ini mengindikasikan perubahan iklim nyata di Kota Bandung, dengan ciri utama kenaikan suhu dan defisit air pada bulan-bulan tertentu.