cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AGREGAT
ISSN : 25412884     EISSN : 25410318     DOI : -
Core Subject : Engineering,
AGREGAT is a journal of Department of Civil Engineering, University of Muhammadiyah Surabaya. The journal will be published in every May and November yearly. The journal consists of result of research, literature review, and case reports created as realization of Tridharma college.
Arjuna Subject : -
Articles 240 Documents
Stabilisasi Tanah Lempung Lunak Banjarmasin Dengan Bottom Ash Sebagai Lapisan Subgrade pada Perkerasan Jalan Muzaidi, Irwandy; Fitriansyah, Muhammad; Anggarini, Elia; Setiawan, Gigih Tegar
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): .
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.24295

Abstract

Kota Banjarmasin merupakan daerah yang didominasi dengan tanah lunak, tanah lunak tersebut termasuk dalam golongan beberapa tanah lempung yang memiliki daya dukung tanah yang rendah. Pada kondisi alami, tanah di Banjarmasin dianggap tidak sesuai untuk digunakan dalam pekerjaan konstruksi perkerasan jalan jika digunakan sebagai timbunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki sifat fisis dan sifat mekanis tanah lempuung lunak di Banjarmasin dengan menggunakan bahan limbah industri batu bara dari PLTU Pulang Pisau. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan mencampur variasi bottom ash + tanah asli sebesar 5%, 10%, dan 15% dengan masa pemeraman 3 hari, 7 hari, dan 14 hari. Hasil penlitian menunjukan bahwa semakin besar penambahan bottom ash maka akan menaikan nilai CBR, adapun CBR soaked diperoleh dengan nilai tanah asli + bottom ash 0% sebesar 13,16%, tanah asli + bottom ash 5% sebesar 14,66% (peram 3 hari) 17,95%( peram 7 hari), 18,55% (peram 14 hari). Tanah asli + bottom ash 10% sebesar 20,94% (peram 3 hari), 25,73% (peram 7 hari), 26,33% (peram 14 hari). Tanah asli + bottom ash 15% sebesar 23,46% (peram 3 hari), 27,52% (peram 7 hari), 28,12% (peram 14 hari). Sehingga komposisi Tanah lempung lunak Banjarmasin dapat digunakan sebagai bahan timbunan pilihan.
Perencanaan Saluran Buang Boga Daerah Irigasi Wariori Menggunakan Perangkat Lunak Strom Water Management Model (SWMM) 5.1 (Distrik Masni, Manokwari, Papua Barat) Achmad, Nizar; Muhlis Andiansyah Harahap; Titiek Widyasari
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): .
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.24335

Abstract

Kebutuhan air untuk D.I. Wariori sudah tercukupi dengan adanya sistem jaringan irigasi, disisi lain timbul permasalahan baru dimana kapasitas air saat musim penghujan membawa dampak banjir genangan salah satunya di area Boga. Mengatasi permasalahan tersebut diperlukan perencanaan sistem pembuangan (drainase) berkelanjutan. Salah satu program untuk perencanaan saluran drainase yang berkembang adalah Strom Water Management Model (SWMM) versi 5.1 untuk mengimplementasikan tindakan penanganan air hujan yang sesuai dengan data yang tersedia. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung estimasi volume air dan laju aliran permukaan di saluran buang yang didesain dan dimodelkan menggunakan perangkat lunak SWMM 5.1. Analisis yang dilakukan adalah mengubah data hujan eksisting menjadi intensitas hujan jam-jaman dengan menggunakan metode Mononobe. Selain itu juga dilakukan pembagian subcathment area dan pembuatan model saluran buang sesuai data yang tersedia di area Boga. Setelah semua parameter di-input kedalam program SWMM 5.1. Hasil perancangan dimensi saluran buang area Boga Ka-1 (5 DTA) didapat 3 ukuran yakni 0,8 × 0,8 m untuk SAL 1 dan SAL 2, ukuran 1 × 1 m untuk SAL 3 dan SAL 4, ukuran 1 × 1,5 m untuk SAL 5 dan SAL 6. Sedangkan untuk area Boga Ka-2 ( 2 DTA) dan Boga Ki-1 (3 DTA) memiliki dimensi saluran yang seragam yakni 1 × 1 m pada masing-masing saluran.
Analisis Beton Precast L-Gutter sebagai Dinding Penahan Tanah dan Drainase Menggunakan Pre-Tension Method Jaka Propika; Risky Murinda; septiarsilia, Yanisfa; Heri Istiono; Eka Susanti; Dewi Pertiwi
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): .
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.24448

Abstract

Kemajuan teknologi sangat berpengaruh pada kehidupan bermasyarakat tidak terkecuali pada dunia konstruksi. Inovasi-inovasi pada dunia konstruksi terus dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik dari segi mutu, biaya, dan waktu pelaksanaan. Seperti pada beton pracetak (precast), kemajuan teknologi telah memberi pengaruh besar terhadap beragamnya komponen konstruksi yang didesain. Berbagai pengembangan telah memberi pengaruh besar terhadap beragamnya inovasi pada beton precast, salah satu produk precast yang saat ini dikembangkan yakni L-Gutter. L-Gutter memiliki fungsi ganda, yakni sebagai drainase dan dinding penahan tanah. Pada penelitian ini dilakukan desain dinding penahan tanah untuk drainase menggunakan beton precast L-Gutter yang memiliki perbandingan kemiringan 1:1 dan menggunakan pre-tension method untuk menahan tekanan tanah yang besar. Direncanakan pada 2 jenis data tanah tipe A (pasir) dan tanah tipe B (lempung) dengan keadaan terburuk sebagai acuan perhitungan awal. Besar tekanan tanah yang digunakan adalah tekanan tanah terbesar yaitu tanah tipe A (pasir). Dimensi tebal pada sisi alas 1,00 m dan tebal pada sisi dinding 0,60 m dan terdapat perkuatan tiang pancang 0,30x0,30 m panjang 19 m. Gaya prategang pada sisi alas 3011,380 kN, e = 0, jumlah seven wire strand 12 buah Ø15,24 mm; gaya prategang pada sisi dinding 6022,759 kN, e = 0, seven wire strand 24 buah Ø15,24 mm. Perencanaan besi tulangan sisi alas, tulangan utama 22D16, tulangan bagi 30Ø10; besi tulangan sisi dinding, tulangan utama 14D16, tulangan bagi 16Ø10.
Analisis Metode & Biaya Formwork pada Pekerjaan Sabo Dam (Studi Kasus pada Proyek Construction and Rehabilitation Of Urgent Sabo Facilities in MT.Merapi Area Sukindrawati, Buddewi; Kartika, Widya; Royan Rochmandhika P
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): .
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.24495

Abstract

Formwork adalah media yang digunakan untuk mencetak beton dimana tidak pernah lepas dari pekerjaan konstruksi. Pemakaian formwork dalam pekerjaan konstruksi sangat berpengaruh besar pada biaya proyek. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan konstruksi formwork sabo dari metode pelaksanaan dan biaya baik dengan metode tie rod maupun palsticon. Selain itu untuk mengetahui hasil analisis harga satuan, kebutuhan item pekerjaan baik dari metode tie rod maupun plasticon. Biaya formwork berpengaruh 35% sampai 60% terhadap suatu pekerjaan beton. Pemilihan bahan dan metode yang tepat dapat mengefiensi biaya pekerjaan formwork. Salah satu pekerjaan konstruksi yang biayanya sangat dipengaruhi oleh formwork adalah pekerjaan Sabo Dam. Sabo Dam adalah dinding penahan sedimen dan juga berfungsi sebagai kantong lahar. Dari penelitian ini telah dikaji metode pelaksanaan untuk pekerjaan Formwork Sabo Dam, yaitu menggunakan panel multiplex dan rangka hollow dengan metode tie rod dan PVC dan plasticon. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis harga satuan pekerjaan dari perhitungan AHSO dengan HSD. Penelitian ini juga telah memberikan hasil hitungan kebutuhan bahan, alat, dan tenaga kerja dan biayanya dimana rata-rata biaya pekerjaan formwork untuk menggunakan Tie Rod Rp 180.625,43/m2 sedangkan yang menggunakan metode plasticon sebesar Rp 196.273,78/m2. Jika seluruh pekerjaan Sabo Dam dan pekerjaan beton dikerjakan oleh masing-masing sub-kontraktor, diperoleh persentasi terhadap RAB oleh metode tie rod sebesar 21,88% dan metode plasticon sebesar 20,83%
Pemanfaatan Limbah Abu Arang Kayu Mindi Sebagai Filler Pengganti Terhadap Karakteristik Campuran Stone Matrix Asphalt (SMA) Firmanda Yoga Pratama; Hadi, Muhamad Abdul hadi
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): .
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.24554

Abstract

Peningkatan infrastruktur transportasi menuntut inovasi dalam kualitas dan layanan jalan. Salah satu cara memodifikasi beton aspal untuk kekuatan yang lebih baik adalah dengan mengganti bahan pengisi (filler) pada campuran dengan abu arang kayu. Abu arang kayu mengandung karbon nonpolar yang mirip dengan aspal, mampu mengikat campuran dan mengisi rongga antar-agregat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh abu arang kayu sebagai substitusi filler pada karakteristik campuran SMA melalui uji Marshall, IRS, ITS, TSR, VCA, draindown, dan cantabro loss.Penelitian dimulai dengan uji fisik agregat dan aspal, dilanjutkan dengan penentuan KAO menggunakan parameter stabilitas, flow, MQ, VITM, VMA, VCA, draindown, dan IRS. Pengujian substitusi filler abu arang kayu dilakukan pada kadar 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% mengikuti standar Spesifikasi Bina Marga (2018) Revisi 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan stabilitas campuran SMA terjadi hingga kadar 25% filler abu arang kayu, mencapai 1028,53 kg, kemudian turun pada kadar 50% hingga 100% ke stabilitas 934,99 kg. Nilai flow meningkat pada kadar abu arang kayu 25% hingga 100%. Nilai IRS meningkat hingga 50% namun menurun pada 75% dan 100% dengan nilai tetap di atas standar 90%. Nilai ITS terus menurun hingga 100% dengan hasil 454,14 kPa, dan draindown menurun hingga 0,03% pada kadar 100%. CL meningkat hingga 15,59% pada kadar abu arang kayu 100%, namun masih sesuai standar < 20%. Campuran dengan filler abu arang kayu 25% memiliki stabilitas tinggi namun flow rendah, menjadikannya kurang plastis dan mudah retak. Sementara itu, campuran dengan filler abu arang kayu 50% lebih tahan retak dengan stabilitas tinggi dan flow yang meningkat.
Optimalisasi Durasi Lampu Lalu Lintas Pada Persimpangan Jalan Rajawali-Tingang Menggunakan PKJI 2023 Putri Puspita Indriani; Nirwana Puspasari; Akbar, Reza Zulfikar
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): .
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.24671

Abstract

Simpang bersinyal Jalan Rajawali dan Jalan Tingang merupakan salah satu simpang bersinyal yang ada di Kota Palangka Raya. Persimpangan ini memiliki waktu hijau yang pendek sehingga jika ditinjau dari sisi efektifitas kerja lampu lalu lintas terhadap efisiensi kerja dan kemampuan pengguna jalan, hal ini dapat menimbulkan konflik seperti kemacetan pada jam sibuk yang ditandai dengan penumpukan kendaraan di persimpangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengaturan waktu lampu lalu lintas untuk mendapatkan nilai tundaan yang lebih kecil dengan menggunakan metode PKJI 2023. Survei volume lalu lintas persimpangan dilakukan selama 3 hari pada jam sibuk setiap 15 menit selama 1 jam. Data hasil survei lapangan meliputi volume lalu lintas, geometrik jalan, dan waktu sinyal lalu lintas. Analisis perhitungan simpang pada kondisi eksisting didapatkan nilai tundaan rata-rata tertinggi sebesar 172,8 detik pada pendekat utara dengan kategori tingkat pelayanan F. Perhitungan alternatif perbaikan simpang bersinyal Jalan Rajawali-Tingang dengan desain ulang waktu siklus yang baru dengan menggunakan perhitungan PKJI 2023 didapatkan nilai waktu siklus sebesar 123 detik. Hasil analisis menunjukkan bahwa tundaan rata-rata pada lengan utara sebesar 64,6 detik, timur sebesar 68,9 detik, selatan sebesar 79,4 detik, dan barat sebesar 84,1 detik dengan tingkat pelayanan D pada semua pendekat. Hasil alternatifnya adalah kinerja simpang rata-rata meningkat atau lebih baik dibandingkan dengan kondisi eksisting
Kelayakan Struktur Bangunan Akibat Perubahan Beban Dengan Metode Linear Moving Load Heri Khoeri; Haryo Koco Buwono; Dwi Yulina Abdi Jayanti; Setiawan, Andika
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): .
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.24699

Abstract

Terkait dengan adanya rencana penempatan tambahan alat sebesar 1.2 ton yang dapat dipindah-pindahkan di dalam ruang Operasi Rumah Sakit, maka perlu dilakukan pengecekan kekuatan struktur eksisting yang akan dikenai beban tambahan tersebut, untuk memastikan keamanan bangunan dan keselamatan dan kenyamanan penggunanya. Dari hasil pengamatan visual, struktur beton berulang terlihat baik, begitupula dari interpretasi hasil pengujian UPV, mutu beton elemen struktur yang diuji dapat dinyatakan dalam katagori baik dan sangat baik, dengan range average cepat rambat gelombang ultrasonic elemen antara 3596 sampai dengan 4567 m/detik. Dari hasil scan dengan georadar teridentifikasi tebal beton pelat lantai + 20 cm dengan tulangan dua arah dua lapis D10-150 ditambah tulangan atas M6. Sementara tulangan utama balok menggunakan D22 dan Sengkang f12 dan D13, dengan jumlah dan jarak memenuhi persyaratan minimal pemasangan tulangan. Dengan menggunakan input data hasil observasi, pengujian dan pemindaian beton lapangan selanjutnya dilakukan pemodelan dan analisis struktur menggunakan software SAP2000. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur masih memenuhi persyaratan kekuatan dan persyaratan lendutan sesuai dengan SNI SNI 2847-2019 Persyaratan beton struktural untuk bangunan Gedung dan SNI 1727-2020 Beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain
Anaisis Pengaruh Rekayasa Nilai Terhadap Penjadwalan dan Biaya Paket Pembangunan Gudang Bahan dan Workshop Peralatan BPJN KALTARA Respati, Rida; Rizki Angga Pratama; Norseta Ajie Saputra; Hendra Putra Jaya
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): .
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.24707

Abstract

Pengawasan proyek sangat penting untuk kelancaran dan keberhasilan operasi proyek, mengatasi masalah keterlambatan, biaya, mutu dan risiko. Metode yang digunakan adalah Value Engineering. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi komponen-komponen yang dapat dihemat, menentukan alternatif terbaik, dan mengetahui perbedaan biaya dan waktu sebelum dan sesudah penerapan metode ini, sehingga memberikan penghematan biaya dan waktu dengan tetap menjaga fungsi dan nilai perencanaan. Penerapan Value Engineering dilakukan pada pekerjaan struktur di pembangunan Gudang Material dan Bengkel Peralatan BPJN Kalimantan Utara. Dengan mencari alternatif item value engineered, terdapat Pekerjaan Balok B1 dengan biaya awal Rp. 2.579.918.360,00 menjadi Rp. 2.391.042.045,00. Penghematan yang sangat besar yaitu sebesar Rp. 188.876.315,00 atau sebesar 7,32% dan penghematan waktu 5 hari. Untuk item pekerjaan Kolom K1 dengan biaya awal Rp. 1.490.374.350,00 menjadi Rp. 1.376.727.468,33. Penghematan yang sangat besar sebesar Rp. 113.646.881,67 atau sebesar 7,63% dan penghematan waktu selama 3 hari. Untuk item Pekerjaan Pilar Pengeboran Beton diameter 250 mm dengan biaya awal Rp. 1.331.336.755,50 menjadi Rp. 1.205.582.700,00 Penghematan yang sangat besar sebesar Rp. 125.754.055,50 atau sebesar 9,45% dan penghematan waktu selama 2 hari. Hasil perhitungan biaya rekayasa nilai awal kontrak sebesar Rp. 11.222.000.231,- menjadi Rp. 11.793.722.979,- atau sebesar 3,82% dan waktu semula 259 hari kalender menjadi 248 hari kalender
Analisis Percepatan Pekerjaan Proyek Menggunakan Metode Zonasi Dan Non Zonasi (Studi Kasus Proyek Pembangunan Km House Dharmahusada Indah Timur Blok M No. 8) Grianto; Sujamiko, Bambang; Rizki Astri Apriliani
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.23603

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek rumah mewah yang dilaksanakan terutama pada kota Surabaya pada umumnya pekerjaan proyek menggunakan sistem non-zonasi dengan RAB yang besar,waktu yang lama, pengadaan material bekisting yang berlebihan, maka dipilihlah metode perencanaan zonasi oleh penulis dengan tujuan penelitian menganalisis dan membandingkan RAB,Schedule kurva S dan gambar,juga analisis pekerjaan bekisting (zonasi dan non-zonasi).  Ada 4 metode dipenelitian ini, pertama menganalisis perbandingan data RAB non-zonasi ( kontrak ) dan zonasi, kedua Schedule Kurva S zonasi non-zonasi ( kontrak ) dan zonasi, ketiga Schedule dengan menggunakan gambar non-zonasi ( kontrak ) dan zonasi,keempat Analisis Koofesien pekerjaan begisting non-zonasi ( kontrak ) dan zonasi. data yang di analisis adalah data analisis koofisien dari RAB   kontrak (non-zonasi). Analisis data yang digunakan untuk RAB,analisis perbandingan harga satuan pekerjaan  bekisting dari RAB non-zonasi dan zonasi. Schedule Kurva’S dan schedule menggunakan gambar, analisis perbandingan durasi,waktu,bobot pekerjaan non-zonasi dan  zonasi. Analisis harga perkejaan bekisting, analisis koofisien pemakaian kayu dan lama sewa perancah non-zonasi dan zonasi.hasil yang didapat dari Analisis data, RAB pebedaan nilai total RAB non-zonasi (Kontrak) Rp 12.369.976.000,00 dan RAB zonasi Rp 11.598.568.000,00, Schedule Kurva’S dan Schedule menggunakan gambar adalah grafik prestasi pekejaan dan gambar schedule zonasi dan non-zonasi, Analisis biaya pekerjaan begisting adalah perbandingan harga satuan sistem non-zonasi dan zonasi dan juga pengadaan material bekisting dan waktu sewa perancah bekisting. Kesimpulan yang di dapat dari penelitian ini adalah RAB mengetahui nominal keuntungan, Schedule Kurva’S dan Schedule gambar waktu pelaksanaan yang lebih cepat 13 minggu dari kontrak, Analisis harga pekerjaan bekisting lebih hemat pemakaian dan pengadaan
Studi Analisis Penyebab Kelongsoran Timbunan Dan Perencanaan Perkuatan Pada Ruas Jalan Tol Surabaya – Mojokerto STA 14+500 S.D. STA 15+350 Septiandri, Rohmahillah Aviskanasya; Mochtar, Noor Endah; Satrya, Trihanyndio Rendy; Syaripin; Ardiansyah, Ahmad Farid
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.23803

Abstract

Jalan tol Surabaya - Mojokerto merupakan jalan tol yang menghubungkan Kota Surabaya dan Kota Mojokerto. Adanya jalan tol tersebut diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan yang dilaluinya. Selain kondisi topografi yang tidak rata, jalan tol Surabaya - Mojokerto juga dibangun di atas timbunan setinggi 10 meter. Pada STA 14+500 s.d STA 15+350 diketahui ketebalan lapisan tanah lunak mencapai 9 meter; hal ini kemungkinan menjadi penyebab terjadinya kelongsoran pada saat umur timbunan mencapai 3 bulan dengan ketinggian 8 meter dimana masih kurang dari tinggi timbunan rencana. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi penyebab kelongsoran dan alternatif perbaikannya agar kelongsoran tidak terjadi lagi pada ruas jalan tol tersebut. Berdasarkan hasil observasi lapangan, data tanah dan data teknis diketahui bahwa tidak ada perkuatan dan PVD (Prefabricated Vertical Drain) yang dipasang dibawah timbunan. Hal ini diperkuat dengan hasil analisis stabilitas lereng yang dilakukan menggunakan program bantu XSTBL diperoleh nilai SF 0,887 s/d 1,157. Angka keamanan ini menunjukkan bahwa timbunan tersebut tidak stabil, dengan kata lain daya dukung tanah dibawah timbunan tidak mencukupi untuk menahan beban setinggi 8 meter sehingga terjadi kelongsoran. Oleh karena itu, perlu direncanakan sistem perkuatan timbunan dengan pemasangan geotextile dan pemasangan spunpile pada tanah dasar dibawah timbunan. Untuk perhitungannya, perlu diperhatikan kenaikan daya dukung akibat pemampatan yang telah terjadi selama 3 bulan oleh timbunan eksisting setinggi 8 meter. Hasil perencanaan kedua alternatif tersebut kemudian dievaluasi untuk mendapatkan perencanaan yang paling efisien. Apabila perkuatan yang dipakai adalah geotextile, maka diperlukan 26 lapis dan per lapisnya terdapat 2 lembar geotextile tipe UW-250 52/52 dengan total biaya material sisi kanan kiri timbunan sebesar Rp 106,996,623,000. Sedangkan untuk pemasangan spunpile dengan d = 30 cm dan p = 6 m, diperlukan 38 buah spunpile/m panjang jalan; total biaya material sisi kanan kiri adalah Rp 79,853,109,750. Dari kedua alternatif yang telah direncanakan, pemasangan spunpile pada tanah dasar merupakan alternatif terpilih.