cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2025): JFMR on July" : 14 Documents clear
Analisis Potensi Ekonomi Regional Sektor Perikanan di Kabupaten Penajam Paser Utara: Regional Economic Potential Analysis of the Fisheries Sector in Penajam Paser Utara Regency Fitriyana, Fitriyana; Rifai, Muhamad
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 9 No. 2 (2025): JFMR on July
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2025.009.02.6

Abstract

Kabupaten Penajam Paser Utara secara geografis wilayahnya didominasi wilayah laut dan pesisir, sehingga sektor perikanan menjadi sektor utama penggerak roda perekonomian masyarakat. Besarnya potensi di sektor perikanan tersebut tentu harus ditelaah dengan akurat untuk menentukan prioritas pembangunan yang tepat sasaran dalam mengembangkan perekonominan wilayah. Adapun tujuan dari kajian ini adalah untuk mengidentifikasi keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif dari sektor perikanan yang berpotensi untuk dikembangkan di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara. Metode analisis yang diterapkan dalam riset ini antara lain Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Tipologi Klassen, dan Shift Share Analysis (SSA). Data time series produksi sektor perikanan dalam satuan ton selama 5 tahun terakhir dari tahun 2018 hingga 2023 digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan proses analisis data yang telah dilakukan hasil menunjukkan bahwa sektor budidaya tambak sederhana adalah sektor utama atau sektor unggulan. Sektor perikanan tangkap di laut memiliki pola dan struktur pertumbuhan ekonomi yang paling baik di antara sektor lainnya. Kedua sektor tersebut memiliki potensi, daya saing dan prospek yang lebih unggul jika dibandingkan dengan sektor perikanan lainnya untuk dikembangkan dalam menunjang pembangunan daerah Kabupaten Penajam Paser Utara.   Penajam Paser Utara Regency is primarily dominated by marine and coastal areas, therefore the fishing industry is the main catalyst for the local economy. The vast potential in the fisheries industry must, of course, be carefully evaluated in order to identify development goals that are appropriate for the development of the local economy. The objective of this study is to determine the comparative and competitive advantages of the fisheries industry that can be developed in the Penajam Paser Utara Regency. The analytical approaches employed in this study include Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Klassen Typology, and Shift Share Analysis (SSA). This study employs time series data on fisheries sector production in tons over the last five years, specifically from 2018 to 2023. Based on the findings of the data analysis procedure, the basic pond cultivation sector is either the base or leading sector. The marine catch fisheries sector has the best economic growth pattern and structure of any other sector. When compared to other fishing sectors that will be promoted to help regional development in Penajam Paser Utara Regency, these two have the most potential, competitiveness, and prospects.
Manajemen Produktivitas Ikan Nila Berdasarkan Indikator Sosial Ekonomi (Studi Kasus di Provinsi Jawa Barat, Indonesia): Management of Tilapia Fish Productivity Based on Socio-Economic Indicators (Case Study in West Java Province, Indonesia) Nurhayati, Atikah; Herawati, Titin; Suryana, Asep Agus Handaka
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 9 No. 2 (2025): JFMR on July
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2025.009.02.13

Abstract

Potensi pengembangan budidaya ikan nila di Jawa Barat dilakukan dalam upaya pemenuhan permintaan pasar dengan harga yang bersaing sehingga memberikan manfaat bagi pembudidaya ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen produktivitas ikan nila berdasarkan indikator sosial ekonomi (Studi Kasus di Provinsi Jawa Barat, Indonesia).  Metode penelitian menggunakan survei dengan deskripsi kuantitatif.  Lokasi penelitian di Jawa Barat, meliputi Kota Tasikmalaya, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Subang  merupakan daerah sentra produksi ikan nila. Waktu penelitian Agustus 2023 – Januari 2024. Sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Data primer menggunakan kuesioner kepada responden yaitu pembudidaya ikan nila sebanyak 40 responden dengan menggunakan purposive sampling berdasarkan pengalaman produksi budidaya ikan nila. Alat analisis yang digunakan regresi liner berganda dan matriks indikator sosial ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian faktor yang mempengaruhi manajemen produktivitas ikan nila (Y) berdasarkan uji F seluruh variabel berpengaruh secara simultan terhadap produktivitas budidaya ikan nila yaitu  usia pembudidaya (X1) , luas lahan budidaya (X2) , harga jual per musim tebar (X3), jumlah produksi per musim tebar (X4), harga pakan (X5), jumlah pakan per musim tebar  (X6), harga benih (X7), jumlah benih per musim tebar (X8), dan masa budidaya (X9). Berdasarkan uji T secara parsial variabel yang berpengaruh terhadap produktivitas budidaya ikan nila (Y) yaitu usia pembudidaya (X1), luas lahan(X2), Harga Pakan (X5) dan jumlah pakan (X6). Indikator sosial ekonomi pembudidaya ikan nila meliputi kemampuan beradaptasi terhadap fluktuasi harga pakan sedangkan faktor luas lahan menjadi tanggungan resiko tertinggi,  sehingga diperlukan kebijakan pemerintah daerah untuk melakukan tata kelola lahan potensial yang berkelanjutan.   The potential for developing tilapia cultivation in West Java is carried out to fulfill market demand at competitive prices to provide benefits to fish farmers. This research aims to analyze tilapia productivity management based on socio-economic indicators (Case Study in West Java Province, Indonesia). The research method uses surveys with quantitative descriptions. The research locations are in West Java, including Tasikmalaya City, Bandung Regency, and Subang Regency, a central area for tilapia fish production. The research period will be August 2023 – January 2024. Data sources use primary and secondary data. Primary data uses a questionnaire to respondents, namely 40 tilapia fish farmers using purposive sampling, based on tilapia fish farming production experience. Based on the results of the study, factors that influence tilapia productivity management (Y) based on the F test, all variables simultaneously influence tilapia cultivation productivity, namely the age of the farmer (X1), the area of ​​cultivation land (X2), the selling price per stocking season (X3), the amount of production per stocking season (X4), the price of feed (X5), the amount of feed per stocking season (X6), the price of seeds (X7), the number of seeds per stocking season (X8), and the cultivation period (X9). Based on the partial T-test, the variables that influence tilapia cultivation productivity (Y) are the age of the farmer (X1), the area of ​​land (X2), the price of feed (X5), and the amount of feed (X6). The socio-economic indicators of tilapia farmers include the ability to adapt to fluctuations in feed prices, while the land area factor is the highest risk bearer, so regional government policies are needed to implement potential sustainable land management.
Identifikasi Spesies dan Estimasi Nilai Produksi Ikan Kerapu (Epinephelus spp.) di Pelabuhan Tangkahan Kandangsemangkon: Analisis Data Perikanan yang Tidak Tercatat: Identification of Species and Estimation of Production Value of Grouper Fish (Epinephelus spp.) at Tangkahan Kandangsemangkon Port: Analysis of Unreported Fisheries Data Lelono, Tri Djoko; Bintoro, Gatut; Tumulyadi, Agus; Fuad, Fuad; Yulianto, Eko Sulkhani; Sutjipto, Darmawan Okto; Waliyuddin, Achmad; Hidayah, Lisa Nur; Widodo, Anung; Mahiswara, Mahiswara
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 9 No. 2 (2025): JFMR on July
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2025.009.02.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi spesies kerapu (Epinephelus spp.) serta mengestimasi volume produksi hasil tangkapan kerapu yang tidak tercatat di Tangkahan Kandangsemangkon, Lamongan. Data primer diperoleh melalui identifikasi spesies hasil tangkapan, dan pencatatan volume produksi di Tangkahan Kandangsemangkon. Data sekunder berupa data produksi resmi di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong. Analisis data menggunakan identifikasi visual spesies, kategorisasi spesies pendukung perikanan kerapu berdasarkan Unit of Assessment (UoA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga spesies target utama, yaitu Epinephelus fuscoguttatus, Plectropomus maculatus, dan Epinephelus areolatus. Volume produksi yang tidak tercatat selama periode penelitian mencapai 12,33% dari total produksi kerapu di wilayah tersebut. Spesies pendukung yang teridentifikasi terdiri dari enam spesies primer utama, empat spesies primer minor, satu spesies sekunder utama, dan lima spesies sekunder minor. Hasil ini menunjukkan bahwa keterlibatan aktif nelayan dalam   pengumpulan data spasial serta pencatatan produksi secara partisipatif berperan penting dalam memperbaiki akurasi data perikanan untuk mendukung pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.   This research aims to identify grouper species (Epinephelus spp.) and estimate the volume of unrecorded grouper catch production at Tangkahan Kandangsemangkon, Lamongan. Primary data were obtained through the identification of landed species and the recording of production volume at Tangkahan Kandangsemangkon. Secondary data consisted of official production data from the Brondong Fishing Port. Data analysis involved visual species identification and categorization of supporting species for the grouper fishery based on the Unit of Assessment (UoA). The research results indicate the presence of three main target species: Epinephelus fuscoguttatus, Plectropomus maculatus, and Epinephelus areolatus. The unrecorded production volume during the research period reached 12.33% of the total grouper production in the area. The supporting species identified consisted of six major primary species, four minor primary species, one major secondary species, and five minor secondary species. These findings suggest that the active involvement of fishermen in spatial data collection and participatory production recording plays a crucial role in improving the accuracy of fisheries data to support sustainable resource management.
Pemetaan Kerentanan Tsunami di Kawasan Wisata Pantai: Studi Kasus di Pulau Merah, Banyuwangi-Indonesia: Tsunami Vulnerability Mapping in Coastal Tourism Areas: A Case Study of Merah Island, Banyuwangi - Indonesia Fuad, Mochamad Arif Zainul; Kurniasari, Diah; Dewi, Citra Satrya Utama
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 9 No. 2 (2025): JFMR on July
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2025.009.02.2

Abstract

Pantai selatan Jawa merupakan kawasan yang rentan terhadap tsunami karena berbatasan langsung dengan zona subduksi antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Australia. Kejadian tsunami telah melanda beberapa wilayah di Indonesia dan menyebabkan kerugian yang cukup besar, baik korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur. Oleh karena itu, upaya mitigasi risiko bencana perlu diterapkan di wilayah-wilayah rawan bencana di Indonesia, salah satunya melalui pemetaan kerentanan tsunami dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerentanan wilayah pesisir pariwisata di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi terhadap tsunami berdasarkan beberapa parameter, yaitu kemiringan lahan, elevasi daratan, penggunaan lahan, serta jarak dari garis pantai dan sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiringan lahan di wilayah penelitian berkisar antara 3-5%, yang termasuk dalam kategori rentan terhadap genangan tsunami, dengan elevasi kurang dari 10 meter. Penggunaan lahan di wilayah ini didominasi oleh kawasan hutan yang dikategorikan tidak rentan. Namun, terdapat sungai yang bermuara di laut, yang memungkinkan gelombang tsunami menjangkau lebih jauh ke daratan melalui aliran sungai. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode Weighted Overlay Analysis, wilayah pesisir Desa Sumberagung diklasifikasikan ke dalam kategori kurang rentan(48.2%), rentan (28.6%), dan sangat rentan (11.0%). Meskipun wilayah dengan kategori sangat rentan memiliki luas yang lebih kecil, area ini merupakan kawasan yang padat penduduk dan menjadi penunjang destinasi wisata utama di Banyuwangi, yaitu Pulau Merah.Hasil penelitian ini mengindikasikan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan terhadap potensi kejadian Tsunami di wilayah resiko tinggi seperti di lokasi kajian.   The southern coast of Java is highly susceptible to tsunamis due to its direct adjacency to the subduction zone between the Eurasian and the Australian Plates. Indonesia has faced multiple tsunami events, resulting in severe casualties and extensive damage to infrastructure. Therefore, it is imperative that effective disaster risk mitigation strategies are implemented in vulnerable regions in Indonesia, particularly through comprehensive tsunami vulnerability mapping using Geographic Information Systems (GIS). This study decisively evaluates the vulnerability of coastal tourism areas in Sumberagung Village, Pesanggaran District, Banyuwangi Regency, to tsunamis. The analysis is based on critical parameters, including land slope, elevation, land use, and distance from the coastline and rivers. The results show that the land slope in the study area ranges from 3-5%, categorizing it as vulnerable, with elevations under 10 meters. The predominant land use consists of forest areas, classified as not vulnerable, however, the existence of rivers flowing into the sea significantly increases the risk of tsunami-invading rivers. Employing the Weighted Overlay Analysis method, we classified the coastal areas of Sumberagung Village into three categories: less vulnerable (48.2%), vulnerable (28.6%), and very vulnerable (11.0%). Notably, despite the relatively small size of the very vulnerable category, it is densely populated and includes Pulau Merah, one of Banyuwangi’s premier tourist destinations. This analysis underscores the urgent need for informed planning and effective disaster preparedness in these high-risk areas.
Edible Film Berbahan Eucheuma Spinosum/Sargassum Filipendula/Chitosan dengan Rasio Berbeda Terhadap Kualitas Fisik: Edible Film Based on Eucheuma Spinosum/Sargassum Filipendula/Chitosan with Different Ratios Toward Physical and Mechanical Quality Setijawati, Dwi; Yahya, Yahya; Nursyam, Happy
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 9 No. 2 (2025): JFMR on July
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2025.009.02.5

Abstract

Edible film merupakan lapisan tipis atau film yang terbuat dari komponen yang dapat dimakan dan berfungsi melapisi produk pangan. Bahan pembuatan edible film adalah dari kelompok karbohidrat, lemak, protein dan bahan pengemulsi serta bahan penstabil. Rumput laut seperti Eucheuma spinosum dan Sargassum filipendula adalah biopolymer yang bersifat biodegradable. Bahan pembentuk film tidak hanya dari kelompok rumput laut akan tetapi Chitosan juga dapat dipadukan dalam pembuatan edible film. Chitosan adalah kationik. Eucheuma spinosum adalah bahan penghasil iota caragenan yang bersifat anionik. Sehingga diharapkan dari campuran bahan yang bersifat kationik dan anionik dapat memperkuat ikatan film. Pada penelitian ini didapatkan hasil kadar air berkisar antara 15,87 ± 0,35% hingga 21,23 ± 0,21%. Nilai ketebalan berkisar antara 0,04 ± 0,01 μm hingga 0,17 ± 0,00 μm. Nilai tensile strength berkisar antara 1,38 ± 0,04 MPa hingga 19,45 ± 0,06 MPa. Nilai elongasi berkisar antara 1,10 ± 0,10% hingga 8,93 ± 0,01%. Nilai transmisi uap air berkisar antara 0,00 ± 0,00 g/m2.jam hingga 0,02 ± 0,00 g/m2.jam.   Edible film is a thin layer or film made of edible components and functions to coat food products. Materials making edible films are from the group of carbohydrates, fats, proteins and emulsifying agents and stabilizers. Seaweeds such as Eucheuma spinosum and Sargassum filipendula are biodegradable biopolymers. Film-forming materials are not only from the seaweed group but also Chitosan. Chitosan is cationic. Eucheuma spinosum is an anionic which iota caragenan producing material. So it is expected that the mixture of cationic and anionic materials can strengthen the film bond. In this study, the results of water content ranged from 15.87 ± 0.35% to 21.23 ± 0.21%. The thickness value ranged from 0.04 ± 0.01 μm to 0.17 ± 0.00 μm. Tensile strength values ranged from 1.38 ± 0.04 MPa to 19.45 ± 0.06 MPa. Elongation values ranged from 1.10 ± 0.10% to 8.93 ± 0.01%. Water vapor transmission values ranged from 0.00 ± 0.00 g/m2.h to 0.02 ± 0.00 g/m2.h.
Efektivitas Program Pakan Mandiri di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur: Effectiveness of the Independent Feeding Program in Tulungagung District, East Java Alfarizi, Wildan; Sari, Mariyana; Elita, Vania Norma
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 9 No. 2 (2025): JFMR on July
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2025.009.02.12

Abstract

Kabupaten Tulungagung menerima bantuan mesin pakan ikan melalui program GERPARI, tetapi sejak 2013 hingga 2022, perkembangan kebijakan pakan mandiri di daerah ini belum terarah sehingga program ini belum dapat dikatakan efektif. Penelitian ini memiliki tujuan untuk Menganalisis Efektifitas Program Gerakan Pakan Mandiri (GERPARI) di Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini dilakukan di Desa Kendalbulur Kabupaten Tulungagung tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yang dilakukan dalam kondisi alamiah (natural setting), menggunakan peneliti sebagai instrumen utama. Teknik pengumpulan data melibatkan observasi partisipan dan wawancara mendalam. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Miles and Huberman dan Skala Likert. Kesimpulan dari penelitian ini yakni indikator efektivitas program yang terdiri dari indikator pencapai tujuan, integrasi, dan adaptasi bahwa ketiga indikator tersebut sudah efektif.   Tulungagung Regency received fish feed machine assistance through the GERPARI program, but from 2013 to 2022, the development of independent feed policies in this area has not been directed so that this program cannot be said to be effective. This study aims to analyze the effectiveness of the Independent Feed Movement Program (GERPARI) in Tulungagung Regency. This research was conducted in Kendalbulur Village, Tulungagung Regency in 2024. This research uses qualitative research methods, which are conducted in natural conditions (natural settings), using researchers as the main instrument. Data collection techniques involved participant observation and in-depth interviews. The data analysis method used in this research is the Miles and Huberman model and the Likert Scale. The conclusion of this study is that the indicators of program effectiveness consisting of indicators of goal achievement, integration, and adaptation that all three indicators are effective.
Pengaruh Variasi Suhu Permukaan Laut (Spl) dan Klorofil-a Terhadap Tangkapan Ikan di Perairan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur dari Tahun 2018-2022: The Impact of Variation in Sea Surface Temperature (Sst) and Chlorophyll-a on Fish Catch in Muncar Waters, Banyuwangi, East Java from 2018 To 2022 Julianinda, Yanida Azhari; Iranawati, Feni; Yona, Defri; Sartimbul, Aida
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 9 No. 2 (2025): JFMR on July
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2025.009.02.3

Abstract

Variabilitas Suhu Permukaan Laut (SPL) dan sebaran klorofil-a di Perairan Muncar (Selat Bali) sangat mempengaruhi hasil tangkapan ikan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muncar. Informasi mengenai hal ini penting untuk kajian pendugaan dinamika penangkapan ikan melalui penginderaan jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabilitas parameter oseanografi pada tahun 2018 hingga 2022, serta dinamika penangkapan ikan di Perairan Selat Bali, khususnya di PPP Muncar. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi SPL dan klorofil-a dari satelit Aqua-MODIS level 3 dan data produksi ikan dari PPP Muncar selama 5 tahun. Hasil analisis menunjukkan fluktuasi SPL dan konsentrasi klorofil-a dengan keterkaitan erat antara keduanya. Selama periode tersebut, dinamika penangkapan ikan menunjukkan peningkatan produksi ikan lemuru dan layang pada tahun 2019, meskipun terjadi penurunan produksi pada tahun 2022 akibat peningkatan SPL yang berdampak pada stok ikan. Analisis hubungan antara anomali SPL dan klorofil-a menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-a meningkat saat SPL menurun dengan korelasi -0.378. Fenomena penurunan SPL di perairan Selat Bali menyebabkan adanya peningkatan nilai klorofil-a di perairan yang juga mendukung peningkatan pada hasil produksi ikan. Sedangkan peningkatan SPL yang berkontribusi pada menurunnya hasil produksi ikan. Pemahaman mengenai keterkaitan antara SPL dan klorofil-a dapat digunakan salah satu pertimbangan dalam merumuskan strategi pengelolaan sumber daya ikan yang lebih berkelanjutan, guna meningkatkan produksi perikanan di wilayah tersebut di masa depan.   Sea Surface Temperature (SST) variability and chlorophyll-a distribution in the Muncar Waters (Bali Strait) have been demonstrated to significantly impact the catch of fish landed at Muncar Fishing Port. This information is crucial for the study of estimating fishing dynamics through remote sensing. The present study aims to ascertain the variability of oceanographic parameters from 2018 to 2022, as well as the dynamics of fishing in the Bali Strait Waters, with a particular focus on the Muncar Fishing Port.The study utilizes data from the Aqua-MODIS satellite level 3, which includes SPL and chlorophyll-a measurements, along with fish production data from PPP Muncar over a five-year period. The analysis revealed fluctuations in SST and chlorophyll-a concentrations, with a close relationship between the two parameters. During the observed period, fishing dynamics exhibited an increase in Bali Sardinella and Indian Scad production in 2019, followed by a decrease in 2022, attributed to an increase in SPL, which impacted fish stocks. The analysis revealed a negative correlation between SPL and chlorophyll-a anomalies, with chlorophyll-a concentrations increasing as SPL decreased, as indicated by a correlation coefficient of -0.378. The observed phenomenon of decreasing SPL in the waters of the Bali Strait is concomitant with an increase in chlorophyll-a concentration, thereby supporting an increase in fish production. Conversely, an increase in SPL is associated with a decrease in fish production. A comprehensive understanding of the intricate relationship between SPL and chlorophyll-a can inform the development of more sustainable fish resource management strategies, with the ultimate goal of enhancing fisheries production in the region.
Pengaruh Penambahan Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) terhadap Fisikokimia dan Organoleptik Siomay Ikan Kembung (Rastrelliger sp.): The Effect of Adding Red Spinach (Amaranthus tricolor L.) on the Physiochemistry and Organoleptics Content of Mackerel Fish (Rastrelliger sp.) Dumplings Nirmala, Dwitha; Fadillah, Amanda Rakhma; Pujiastuti, Dwi Yuli
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 9 No. 2 (2025): JFMR on July
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2025.009.02.7

Abstract

Siomay merupakan produk olahan sejenis dimsum yang biasanya terbuat dari bahan baku daging ayam yang dihaluskan, kemudian dibungkus dengan kulit pangsit. Seiring kebutuhan tubuh akan zat gizi yang meningkat, maka dilakukan pengkayaan untuk menghasilkan produk pangan yang memiliki kandungan lebih seimbang. Selain itu, supaya menghasilkan produk pangan yang memiliki tekstur yang padat dan kompak. Pengkayaan tersebut dapat diperoleh dari ikan kembung berupa protein dan penambahan sayuran bayam merah yang kaya serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bayam merah (Amaranthus tricolor L.) terhadap fisikokimia dan organoleptik produk siomay ikan kembung (Rastrelliger sp.). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dengan 5 kali ulangan. Perlakuan pada penelitian ini berupa siomay ikan kembung yang diberi penambahan bayam merah, yaitu P0 (0%), P1 (5%), P2 (10%), dan P3 (15%). Hasil penelitian menunjukkan penambahan bayam merah berpengaruh terhadap fisikokimia dan organoleptik siomay ikan kembung. Nilai fisikokimia terbaik didapat pada penambahan bayam merah 5% dengan nilai rata-rata kadar protein 5,35%, kadar lemak 2,29%, kadar air 44,96%, kadar abu 1,31%. Siomay ikan kembung dengan penambahan bayam merah berpengaruh nyata terhadap hasil uji analisis tekstur dan oragnoleptik yang menunjukkan nilai signifikasi (P<0,05).   Siomay is a processed product similar to dimsum which is usually made from ground chicken meat, then wrapped in wonton skin. As the body's need for nutrients increases, enrichment is carried out to produce food products that have a more balanced content. Apart from that, to produce food products that have a dense and compact texture. This enrichment can be obtained from mackerel fish in the form of protein and the addition of red spinach which is rich in fiber. This research aims to determine the effect of adding red spinach (Amaranthus tricolor L.) on the physicochemistry and organoleptics of mackerel (Rastrelliger sp.) dumpling products. This research was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments with 5 replications. The treatment in this study was mackerel dumplings with the addition of red spinach, namely P0 (0%), P1 (5%), P2 (10%), and P3 (15%). The results showed that the addition of red spinach had an effect on the physicochemical and organoleptic properties of mackerel fish dumplings. The best physicochemical values ​​were obtained by adding 5% red spinach with an average value of protein content of 5.35%, fat content of 2.29%, water content of 44.96%, ash content of 1.31%. Mackerel dumplings with the addition of red spinach had a significant effect on the results of texture and oragnoleptic analysis tests which showed significant values ​​(P<0.05).
Analisis Rantai Nilai dengan Pendekatan Klaster Industri pada Destinasi Pariwisata Super Prioritas (Dpsp) Likupang Minahasa Utara: Value Chain Analysis with an Industry Cluster Approach at the Super Priority Tourism Destination (Dpsp) Likupang, Nort Minahasa Santoso, Sugeng; Sabila, Nurahma; Yamindago, Ade
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 9 No. 2 (2025): JFMR on July
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2025.009.02.4

Abstract

Pemerintah Indonesia beberapa tahun terakhir berupaya mengembangkan destinasi wisata sebagai wujud diversifikasi dengan menetapkan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Likupang, sebagai kawasan ekowisata bahari dan menjadi wilayah paling muda yang ditetapkan sebagai DPSP, perlu adanya pembangunan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas, pelatihan sumber daya manusia dan pengelolaan sumber daya alam yang memberikan manfaat bagi masyarakat, peluang ekonomi maupun pelestarian lingkungan dan budaya. Untuk itu, dibutuhkan pengelolaan secara multiaktor, multisektor, dan multistakeholder. Penelitian bertujuan mengetahui kondisi, keterlibatan stakeholder dan formulasi strategi dalam meningkatkan kontribusi pengembangan ekowisata Likupang. Analisis rantai nilai dilakukan melalui tiga tahapan yakni identifikasi proses industri, pemetaan pelaku serta analisis lingkungan usaha guna merumuskan strategi pengembangan ekowisata Likupang yang efektif. Hasil menunjukkan terdapat dua strategi utama yakni 1) optimalisasi infrastruktur dan penetapan KEK untuk meningkatkan aksesibilitas dan penyediaan paket wisata 2) kerjasama dan promosi digital melalui platform online guna peningkatan kunjungan wisata. Strategi yang telah dihasilkan dapat menjadi saran bagi pemerintah daerah dalam memfokuskan kebijakan yang selaras sesuai Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIDPN) Manado-Likupang 2023-2044 guna mendukung ekowisata Likupang sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). In recent years, the Indonesian government has strived to develop tourist destinations as a form of diversification by establishing five Super Priority Tourism Destinations. Likupang, as a marine ecotourism area and the youngest region, needs to undertake infrastructure development, improve accessibility, provide human resource training, and manage natural resources in a way that benefits the community, creates economic opportunities, and preserves the environment and culture. Therefore, multi-actor, multi-sector, and multi-stakeholder management is required. This research aims to determine the conditions, stakeholder involvement, and strategy formulation to enhance the contribution of Likupang's ecotourism development. A value chain analysis was conducted through three stages: identifying industry processes, mapping actors, and analyzing the business environment to formulate effective Likupang ecotourism development strategies. The results indicate two main strategies: 1) optimizing infrastructure and establishing a special tourism economic zone to improve accessibility and provide tour packages, and 2) cooperation and digital promotion through online platforms to increase tourist visits. The strategies produced can serve as recommendations for the local government to focus on policies that align with the Manado-Likupang National Tourism Destination Master Plan 2023-2044, supporting Likupang ecotourism as a Super Priority Tourism Destination.
Alternatif Strategi Pengembangan Usaha Industri Rumah Tangga Ikan Tuna Asap: Alternative Business Development Strategies for Smoked Tuna Household Industry Askar, Hardianty
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 9 No. 2 (2025): JFMR on July
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2025.009.02.14

Abstract

Masyarakat Desa Singa, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba menjadikan pengasapan ikan sebagai bisnis yang menguntungkan dengan nilai tambah. Meskipun prosesnya kurang ideal karena mengabaikan aspek sanitasi higienis menghasilkan produk berkualitas rendah, dan pengasapan ikan seringkali dilakukan tanpa prosedur yang tepat, menghasilkan ikan asap yang tidak bertahan lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perkembangan bisnis industri rumah tangga ikan tuna asap, serta untuk menemukan strategi pengembangan yang dapat digunakan sebagai alternatif industri rumah tangga ikan tuna asap. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix-method dengan observasi langsung dan wawancara mendalam dengan para pengolah ikan tuna di Desa Singa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal memperoleh nilai skor yaitu 307 dan 3,33 dan alternatif strategi ST (Strengths-Threats) menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produksi dan meningkatkan diversifikasi produk   The people of Singa Village, Herlang District, Bulukumba Regency consider fish smoking as a profitable business with added value. Although the process is less than ideal because it ignores the hygienic sanitary aspect it produces a low-quality product, and smoking of fish is often done without proper procedures, resulting in smoked fish that does not last long. The purpose of this study is to identify internal and external factors that influence the development of smoked tuna household industry business, as well as to find development strategies that can be used as an alternative to smoked tuna household industry. This study used a mix-method approach with direct observation and in-depth interviews with tuna processors in Lion Village. The results of the study explained that internal and external factors obtained scores of 307 and 3.33 and alternative ST (Strengths-Threats) strategies became strategic steps to increase production and increase product diversification.

Page 1 of 2 | Total Record : 14