cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat
ISSN : 20859929     EISSN : 25795414     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 520 Documents
The Relationship of Smoking Habits to Public Health Status in Efforts Tobacco Control in Indonesia (Secondary Data IFLS 5 2014) Nurzalia Safanta; Adang Bachtiar
Kesmas Indonesia Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2020.12.2.2195

Abstract

Tingkat konsumsi rokok di Indonesia meningkat setiap tahun sehingga mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Konsumsi rokok merupakan salah satu penyebab faktor risiko Penyakit Tidak Menular. Upaya pemerintah dalam mengendalikan rokok diatur dalam PP 109 tahun 2012. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok terhadap status kesehatan masyarakat dalam upaya pengendalian tembakau di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Indonesia Family Life Survey 5 (IFLS 5) dengan metode mix method. Desain penelitian ini sequential eksplanatory design, didahului analisis data kuantitif pada 5.221 responden dan dilanjutkan dengan penelitian kualitatif. Variabel independen terdiri dari provinsi, umur, jenis kelamin, pekerjaan, penghasilan, usia mulai merokok, jumlah rokok, jenis rokok, dan kesulitan menahan diri untuk tidak merokok di tempat umum. Variabel dependen yaitu status kesehatan masyarakat Indonesia. Hasil akhir menunjukkan bahwa variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan status kesehatan adalah provinsi (OR 1,504); jenis kelamin (OR 2.574); pekerjaan (OR 8,730-19,275); penghasilan (OR 0,501-1,366); usia mulai merokok (OR 1,019); jenis rokok (OR 1,076-3,023). Pengendalian tembakau belum berhasil, pemerintah harus lebih serius, tegas, dan ketat dalam membuat regulasi pengendalian tembakau sehingga dapat menekan tingkat konsumsi rokok di Indonesia.
``````````````````````````````` nur ulfah; Budi Aji; Siti Harwanti
Kesmas Indonesia Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2020.12.2.1311

Abstract

Abstrak Banyumas merupakan salah satu sentra industri gula kepala. Sekitar 27 ribu kepala keluarga (KK) menggantungkan hidupnya mengolah air nira menjadi gula kelapa. Angka kecelakaan kerja, para penderes nira di Banyumas sangat tinggi. Risiko sebagai penderes nira, tidak hanya kematian namun juga cacat permanen. Tahun 2016 tercatat ada 126 penderes jatuh, 52 orang diantaranya meninggal dan 74 orang mengalami cacat. Tahun 2017, data sampai Oktober sudah ada 138 penderes terjatuh, 53 meninggal dan 85 cacat (Setda Kabupaten Banyumas dalam http//newsdetik.com, agustus 2018) Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan penderes kelapa tentang manajemen resiko kecelakaan kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen, pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria tingkat pendidikan minimal SMP dan usia produktif. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar kuesioner dan lembar observasi. Berdasarkan analisis data yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan responden sebelum dan sesudah pelatihan dengan peningkatan pengetahuan sebesar 15,91%, ada perbedaan sikap responden sebelum dan sesudah pelatihan dengan peningkatan sikap sebesar 4,89%,dan terdapat perbedaan ketrampilan responden sebelum dan sesudah pendampingan dengan peningkatan keterampilan sebesar 50%. Proses kegiatan pelatihan dan pendampingan sebaiknya bisa di follow up lebih lanjut oleh pihak desa dengan tujuan untuk merubah perilaku penderes kepada perilaku yang aman membutuhkan waktu yang tidak singkat, serta perlu adanya sebuah penelitian terkait dengan faktor kondisi tidak aman dan perilaku tidak aman yang menyebabkan kejadian kecelakaan kerja dengan pendekatan kualitatif.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI PERDESAAN DAN PERKOTAAN KABUPATEN BANYUMAS Dwi Sarwani Sri Rejeki
Kesmas Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.1.3454

Abstract

Prevalensi Hipertensi di Indonesia pada Tahun 2018 tercatat lebih tinggi pada wilayah perkotaan (34,43%) dibandingkan perdesaan (33,72%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat wilayah perdesaan dan perkotaan di Kabupaten Banyumas (analisis data Riskesdas Tahun 2018). Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder bersumber data Riskesdas 2018 untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi. Sampel dari penelitian ini adalah 2083 anggota rumah tangga berusia ≥18 tahun, yang terdiri dari 821 responden dari wilayah perdesaan, dan 1262 responden dari wilayah perkotaan di Kabupaten Banyumas. Analisis data yang dilakukan meliputi analisis univariat dan bivariat, dan uji yang digunakan dalam analisis bivariate adalah uji chi-square. Prevalensi hipertensi tidak jauh berbeda antara wilayah perdesaan (40,4%) dan perkotaan (40,3%). Faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah perdesaan adalah umur, jenis kelamin, pendidikan, dan obesitas, sedangkan faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah perkotaan adalah umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, obesitas, serta kebiasaan merokok. Faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi tidak jauh berbeda antara wilayah perdesaan dan perkotaan. Perlu dilakukan upaya pengendalian terhadap faktor risiko dari hipertensi guna menurunkan prevalensi hipertensi di wilayah perdesaan dan perkotaan.
Pendidikan Sebaya Meningkatkan Pengetahuan Remaja Awal tentang Kesehatan Reproduksi (Studi Pada Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Subang, Jawa Barat) Juariah Juariah
Kesmas Indonesia Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.2.3800

Abstract

Teenagers face various reproductive health problems including sexuality, sexually transmitted diseases and HIV / AIDS as well as smoking and drug abuse. Peer involvement as an educator that begins in the school environment can be an effort to share information and discuss reproductive health issues. This study aimed to analyze the effect of peer education on early adolescents knowledge about reproductive health. The study used a pre-experimental design method with pretest and posttest one group design, that conducted at Junior High School 1 and 2 Pusakajaya Subang Regency West Java, on July to November 2018. The sample was determined purposively. Data were collected by questionnaire as a form of pretest and posttest and analyzed by paired sample t-test. Respondents who participated in all stages of the study were 254. They were 125 boys and 129 girls. The results showed that there was a difference in the average of pretest and posttest scores for boys (4,48) and girls (6,8) participants. Results of bivariate analysis showed the p_value < 0.05. This means that peer education provided a significant influence on increasing participants' knowledge about adolescent reproductive health. Therefore, peer education should be applied continuity and be developed both in schools and outside of schools.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Anemia Pada Pasien Wanita Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Rumah Sakit Ernaldi BaharProvinsi Sumatera Selatan Setyo wati
Kesmas Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.1.3268

Abstract

Salah satu penyebab adanya komplikasi pada kehamilan dan persalinan adalah anemia. Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinggi di Indonesia. Berdasarkan data prevalensi anemia di Rumah Sakit Ernaldi Bahar diketahui bahwa pada tahun 2019, sebesar 41,79% pasien mengalami anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko anemia pada pasien wanita orang dengan gangguan jiwa di Rumah Sakit Ernaldi Bahar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kejadian anemia, sedangkan variabel independen, yaitu usia, pendidikan, sosial ekonomi, pola makan dan status gizi. Penelitian ini menggunakan data primer, dengan jumlah sampel sebanyak 208 orang. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa persentase responden yang mengalami anemia sebesar 55,3%; persentase responden yang berusia dalam kategori dewasa awal sebesar 52,9%; persentase responden yang berpendidikan rendah sebesar 51,4%; sebagian besar responden memiliki sosial ekonomi dalam kategori tidak standar, yaitu sebesar 81,2%; dan persentase responden yang pola makannya dalam kategori terpenuhi sebesar 51,9%. Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia, pendidikan, sosial ekonomi, pola makan dan status gizi secara simultan dan parsial dengan kejadian anemia.
Hubungan Kejadian Pedikulosis Kapitis dengan Karakteristik Rambut, Tipe Rambut serta Frekuensi Keramas pada Santriwati Pesantren Al-Hikmah, Bandar Lampung Emantis Rosa; Amira Zhafira; Muhammad Yusran; Dwi Indria Anggraini
Kesmas Indonesia Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.2.4182

Abstract

Infeksi pada rambut dan kulit kepala yang disebabkan Pediculus humanus var. Capitis disebut dengan Pedikulosis. Pedikulosis sering ditemukan pada anak-anak usia sekolah khususnya di tempat yang sering dipakai bersamaan seperti di asrama, pesantren dan lain sebagainya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah kasus pedikulosis antara lain karakteristik rambut, tipe rambut dan kebersihan rambut atau frekuensi keramas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kejadian Pedikuolosis kapitis dengan karakteristik rambut, tipe rambut serta frekuensi keramas pada santriwati di Pesantren Al-Hikmah, Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kasus pedikulosis kapitis dengan panjang rambut denga nilai sebesar (p =0,026). Namun tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kasus pedikulosis dengan tipe rambut dan frekuensi keramas dengan nilai p masing-masing sebesar (p= 0,388) dan (p=0,620). Kata Kunci: pedikulosis kapitis, tipe rambut, karakteristik rambut, frekuensi keramas
STUDI KOMPARASI PERILAKU PENCEGAHAN TINGKAT PERTAMA KELUARGA PASIEN DIABETES MELLITUS ANTARA WILAYAH PERDESAAN DAN PERKOTAAN DI KABUPATEN BANYUMAS Arrum Firda Ayu Maqfiroch; Elviera Gamelia; Siti Masfiah
Kesmas Indonesia Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.2.2925

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia Diabetes Melitus menjadi salah satu penyakit tidak menular prioritas. Proporsi penduduk ≥15 tahun dengan diabetes mellitus (DM) adalah 6,9 persen. Prevalensi DM di Jawa Tengah berdasarkan diagnosis dokter sebesar 1,6 %. Data terbaru proporsi DM masyarakat perdesaan lebih tinggi (7,0%) daripada di perkotaan (6,8%). Kabupaten Banyumas pada tahun 2014 ID DM sebanyak 306 kasus dan ND DM sebanyak 1.878 kasus, dengan kasus yang tinggi di Puskesmas 1 Purwokerto Utara dan Puskesmas Karanglewas Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk menidentifikasi perbedaan perilaku pencegahan tingkat pertama keluarga pasien Diabetes Mellitus antara wilayah perdesaan dan perkotaan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan cross sectional, dengan populasi adalah seluruh pasien DM yang terdaftar pada program prolanis, di wilayah Puskesmas Karanglewas dan Puskesmas I Purwokerto Utara. Sampel yang diambil adalah 23 dari kelompok rural dan 33 dari kelompok urban. Data dianalisis dengan Independent T-test dan Mann Whitney test. Hasil studi menunjukkan bahwa dukungan tokoh masyakarat dan persepsi manfaat akan pencegahan DM secara signifikan terbukti berbeda antara rural dan urban. Variabel pengetahuan, sikap, saran dan prasarana, persepsi akan keparahan, persepsi akan kemungkinan terkena DM secara signifikan tidak terbukti berbeda. Kata kunci : Diabetes Mellitus, Pencegahan Primer, Rural, Urban
Pola Konsumsi Kopi Pada Penderita Hipertensi Di Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan citra cahyati nst cahyati nst
Kesmas Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.1.2324

Abstract

High levels of caffeine in coffee can make a person's blood pressure increase hypertension 3-4 times because when caffeine enters the flow blood, the hormone adrenaline which makes it difficult to sleep will increase so that blood pressure will also increase. This research is a rapid survey study with univariate analysis, conducted in Medan Perjuangan Subdistrict in November 2019. The sample was 210 people with hypertension with data collection tools in the form of questionnaire instruments. The majority of respondents are women, the most age is 52-59 years, the majority of jobs are housewives. As many as 47 people consume coffee regularly, the average coffee consumption frequency is 1,457 cups/day, with an average size of 198,105ml, an average coffee size of 1,674 tablespoons and an average coffee consumption period of 18,383 years. Systolic blood pressure of respondents who consumed routine coffee most in the category 140-159mmHg (66%) and diastolic blood pressure of respondents who consumed coffee most frequently in the category 90-99mmHg (48.9%). The average coffee consumption of respondents did not exceed the maximum coffee consumption limit for people with hypertension, but it would be better if you do not consume coffee at all.
Regional Mapping of Smoking Behavior Determinant of Indonesia’s High School Students (Analysis Of Global School-Based Health Survey 2015) Azzah Farah Fadiyah; Eri Wahyuningsih; Aisyah Apriliciciliana Aryani
Kesmas Indonesia Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.2.3835

Abstract

Indonesian Global School-based Health Survey (GSHS) 2015 was divided into three regions. The survey showed that main problem behavior among students was smoking. Cigarette contain dangerous substances that can cause diseases. This study was conducted to analyze regional mapping of smoking behavior determinant of Indonesia’s high school students based on Indonesian GSHS 2015. This study uses cross-sectional approach with logistic regression and descriptive design with geographic information system using classification function. 8.634 samples were selected by Probability Proportionate to Size method. The result showed that smoking behavior determinant were have been physically attacked (OR 2,03), have been bullied (OR 1,2), drug use (OR 9,8) and alcohol use (OR 13,4). Highest prevalence of students have been physically attacked and smoking was in Sumatera region (16%). Highest prevalence of students have been bullied and smoking was in Sumatera region (13,9%). Highest prevalence of students were drug use and smoking was in Sumatera region (93,3%). Highest prevalence of students were alcohol use and smoking was in Sumatra region (64%). Alcohol use was strongly associated with students’ smoking behavior. Each of the highest determinants of smoking was in Sumatera region. We advise students to avoid determinant of smoking behavior, especially alcohol use.
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Gangguan Menstruasi Pada Perempuan Dengan Gangguan Jiwa Di Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan tahun 2020 Penny septiani; Fika Minata; Eka Afrika
Kesmas Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.1.3269

Abstract

Kesehatan reproduksi menjadi titik awal perkembangan kesehatan ibu dan anak yang dapat dipersiapkan sejak dini, namun berdasarkan Riskesdas tahun 2012 didapatkan bahwa sebesar 68% perempuan Indonesia usia 10-59 tahun mengalami gangguan menstruasi. Gangguan menstruasi adalah kondisi siklus menstruasi yang mengalami anomali atau kelainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gangguan menstruasi pada perempuan dengan gangguan jiwa di Rumah Sakit Ernaldi Bahar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kejadian gangguan menstruasi, sedangkan variabel independen, yaitu umur, pengetahuan, status gizi, stres dan terapi antipsikotik. Penelitian ini menggunakan data primer, dengan jumlah sampel sebanyak 234 orang. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami gangguan menstruasi, yaitu sebanyak 152 orang (65%), umur responden kategori risiko rendah 162 orang (69,2%), pengetahuan responden kategori baik 183 orang (78,2%), gizi responden kategori baik 176 orang (75,2%), tingkat stres responden kategori ringan 194 orang (82,9%), responden menjalani terapi antipsikotik kategori risiko tinggi 161 orang (68,8%). Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa ada hubungan antara umur, pengetahuan, status gizi, stres dan terapi antipsikotik secara simultan dan parsial dengan kejadian gangguan menstruasi.

Filter by Year

2008 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Kesmas Indonesia Vol. 10 nomor 2 Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 9 No 02 (2017): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 8 No 2 (2016): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 8 No 1 (2016): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 7 No 3 (2015): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 6 No 3 (2014): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 5 No 1 (2012): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 4 No 2 (2011): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 3 No 1 (2010): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 2 No 1 (2009): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 1 No 2 (2008): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Kesmas Indonesia More Issue