cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat
ISSN : 20859929     EISSN : 25795414     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMAMPUAN PASIEN DIABETES MELLITUS DALAM MENDETEKSI EPISODE HIPOGLIKEMI DI RSUD MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Supadi Supadi
Kesmas Indonesia Vol 4 No 2 (2011): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.302 KB)

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a silent killer disease associated with hyperglycemia and insulin secretion falls below a critical amount or due to deficient action of insulin on metabolism. Hyperglycemia on diabetic patients is an acute complication of diabetes mellitus which may occur many times and deteriorate the disease and risk of death. This research was conducted to explore the effect of some factors that influenced the abilities of diabetic clients to detect hypoglycaemia episodic. This research used analytical descriptive with cross sectional study approach. The data was analyzed by Chi square. The result of study showed that there were no relationship between gender and the abilities of diabetic clients to detect hypoglycaemia (p:1,00), age (p:1.00), level of education (p:0.59), duration of diabetic (p:1.00), knowledge retention (p:0.32), and the availability of glucometer (p:1.00). In conclusion, there were no significant relationship between gender, level of education, duration of diabetic, knowledge retention, and the availability of glucometer and the abilities of diabetic clients to detect hypoglycaemia episodic. Keywords : hypoglicaemia, diabetic Kesmasindo. Volume 4, Nomor 2, Juli 2011, hlm. 119-136
PENGARUH POSISI KERJA ERGONOMI TERHADAP LOW BACK PAIN (LBP) PADA PEKERJA BATIK DI KAUMAN SOKARAJA Siti Harwanti; Budi Aji; Nur Ulfah
Kesmas Indonesia Vol 8 No 1 (2016): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.916 KB)

Abstract

Sitting position on the batik worker in the long term and do repeatedly with high accuracy, the position of having the risk of LBP. Based on survey 52 workers (86.7%) experienced LBP. This research used Quasi Esperimental with working position ergonomic. Sample used in this study were 15 workers. The analysis data used non-parametric Wilcoxon test. Results showed no effect of working position ergonomics to LBP before and after using the model position ergonomic work on the first day with a value of p = 0.001, no effect of working position ergonomics of the complaint LBP before and after using the working position ergonomics good day 2 with a value p = 0.000, no effect of ergonomic working position against LBP complaints before and after using the ergonomic working position either day 3 with p = 0.000.
PEER EDUCATOR NUTRITION EDUCATION IN PREVENTION OF ANEMIA INCIDENCE Erna Kusumawati; Setyowati Rahardjo; Widya Ayu Kurnia Putri
Kesmas Indonesia Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.295 KB) | DOI: 10.20884/1.ki.2019.11.1.1325

Abstract

Periode pertumbuhan remaja membutuhkan zat gizi lebih tinggi terutama zat besi. Faktor yang dapat mempengaruhi kejadian anemia adalah pengetahuan dan sikap remaja. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan, sikap, dan pencegahan anemia gizi pada remaja perempuan di wilayah kerja Puskesmas Kedungbanteng 1 masih rendah. Pendidikan gizi yang mulai sering digunakan adalah pendidikan sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap peer educator dalam upaya pengembangan pendidikan sebaya tentang pencegahan kejadian anemia. Metode penelitian adalah quasi eksperimental dengan desain pretest dan posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 49 remaja di wilayah kerja Puskesmas Kedungbanteng. Hasil uji statistik menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan dan sikap peer educator setelah diberikan pendidikan gizi (p = 0,000; p = 0,000). Ada perbedaan pengetahuan dan sikap peer educator setelah diberikan pendidikan gizi.
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KOMPLIKASI KRONIS PADA PASIEN DIABETES TYPE 2 Lintang Dian Saraswati; Praba Ginanjar
Kesmas Indonesia Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.869 KB)

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah dunia dan menjadi beban kesehatan dikarenakan jumlah pasien yang terus meningkat. Di kabupaten Kudus, prevalensinya nomor dua terbesar untuk penyakit tidak menular. Komplikasi kronis merupakan keluaran utama dari perjalanan penyakit diabetes mellitus tipe 2, yang mengurangi kualitas hidup pasien, menambah beban sistem pelayanan kesehatan dan meningkatkan angka kematian karena diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor risiko kejadian komplikasi kronis pada pasien diabetes tipe 2. Desain studi kasus kontrol dengan jumlah kasus 40 pasien NIDDM dengan komplikasi kronis dan 40 kontrol pasien NIDDM tanpa komplikasi kronis, yang didapat dari Rumah Sakit Umum Daerah Kudus. Data dianalisis menggunakan Chi Square dengan 95% Confidence Interval (CI) dan risiko dihitung menggunakan Odds Ratio (OR). Hasil menunjukkan faktor risiko komplikasi kronis antara lain lama mengalami NIDDM lebih dari 10 tahun (OR=4.622; 95% CI=1.24-17.226), kurangnya aktivitas fisik/olahraga (OR=4.636; 95% CI=1.593-13.494), pengobatan diabetes yang tidak teratur (OR=3.273; 95% CI=1.211-8.844), ketidakpatuhan diet diabetes (OR=6.667; 95% CI=2.44-18.212), dan stres (OR=3.77; 95% CI=1.205-11.789). Disarankan agar pasien NIDDM melakukan aktivitas fisik/olahraga secara teratur, patuh pada pengobatan diabetes dan diet, dan menguatkan kesehatan mental agar tidak mudah stres. Kata kunci: lama DM, aktivitas fisik, komplikasi kronis, diabetes tipe 2 Kesmasindo, Volume 7( 1) Juli 2014, Hal 21-21
FAKTOR PENYEBAB INSOMNIA PADA MAHASISWA TEKNIK ELEKTRONIKA PENS 2019 DAN SOLUSINYA DENGAN GAYA HIDUP SEHAT DAN MANAJEMEN WAKTU Chumayroh Chumayroh; Ambarwati Rizkia Putri; Imamul Arifin
Kesmas Indonesia Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2020.12.2.2675

Abstract

ABSTRAK Tidur merupakan waktu yang tepat untuk tubuh dan pikiran beristirahat. Meskipun demikian, tidak mudah untuk tidur dengan nyenyak. Tak sedikit orang yang mengalami gangguan tidur seperti insomnia. Insomnia merupakan gangguan tidur yang dapat mengganggu pertumbuhan fisik, emosional, kognitif, dan sosial orang dewasa. Insomnia bisa menyerang siapa saja tak terkecuali mahasiswa. Mahasiswa Teknik Elektronika PENS 2019 misalnya, mereka memiliki segudang aktivitas yang menyita waktu tidur mereka. Sehingga mereka banyak yang mengalami insomnia. Selain memiliki segudang aktivitas, ada banyak penyebab lain yang menyebabkan mereka insomnia. Pada penelitian kali ini, didapat dari kuisioner menunjukkan bahwa dari 20 mahasiswa, hanya 3 yang tidak mengalami insomnia. Sedangkan dari sesi wawancara terhadap 10 mahasiswa yang mengalami insomnia, didapat hasil bahwa faktor yang menyebabkan mereka mengalami insomnia adalah stress, banyak tugas dan laporan, banyak pikiran, pola tidur yang tidak baik, nonton film, serta minum kopi. Untuk mengatasi hal tersebut, kita dapat melakukan terapi sesuai dengan yang diajarkan dalam thibun nabawi, mengerjakan adab tidur sesuai sunnah Rasulullah, dan management waktu yang baik.
Effect of Health Education on Knowledge Levels and Attitudes of Pregnant Women About Early Breastfeeding Initiation grace tedy tulak; Muhdar Muhdar; Anik Winarni
Kesmas Indonesia Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2020.12.2.2031

Abstract

Inisiasi menyusu dini (early initiation breastfeeding) adalah proses menyusu sendiri, minimal satu jam pada bayi baru lahir. Ibu dapat melakukan inisiasi menyusu dini dengan baik jika dibekali dengan pengetahuan dan mempunyai sikap yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang inisiasi menyusu dini (IMD) di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Wara Utara Kota, Kota Palopo Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental design: one group pre test and post test design. Sampel pada penelitian ini berjumlah 34 orang dengan tehnik pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai rata-rata pada pre test tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Inisiasi Menyusu Dini yaitu 1,41 sedangkan nilai rata-rata post test tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Inisiasi Menyusu Dini yaitu 1,74 dan didapatkan probabilitas sebesar 0,001, menunjukkan 0,001 < 0,05. Maka Ha diterima dan H0 ditolak. Sedangkan nilai rata-rata pada pre test sikap ibu hamil tentang Inisiasi Menyusu Dini yaitu 1,35 sedangkan nilai rata-rata post test sikap ibu hamil tentang Inisiasi Menyusu Dini yaitu 1,82 dan didapatkan probabilitas sebesar 0,000, menunjukkan 0,000 < 0,05. Berdasarkan nilai selisih dan hasil analisis, hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang Inisiasi Menyusu Dini di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Wara Utara Kota, Kota Palopo Tahun 2018.
Hubungan Tingkat Asupan Zat Gizi Dengan Anemia Ibu Hamil Di Kabupaten Banyumas Erna Kusumawati; Setyowati Rahardjo
Kesmas Indonesia Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2020.12.2.2636

Abstract

Status Gizi ibu selama hamil dan asupan gizi yang optimal merupakan penentu utama untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi dengan anemia ibu hamil di Kabupaten Banyumas, desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas I Purwokerto Timur dan Puskesmas Baturaden Kabupaten Banyumas. Populasi penelitian adalah ibu hamil dengan jumlah sampel 135 ibu hamil pemilihan sampel dengan purposive sampling. Analisa data meliputi analisis univariat, bivariat dengan chi-square dan multivariate regresi logistik. Sebagian besar (84,4%) usia ibu tidak beresiko dan sebagian besar (60,0%) paritas tidak beresiko serta hampir seluruh ibu hamil (95,6%) dengan jarak kehamilan ≥2 tahun. Sebagian besar ibu hamil (66,7%) memiliki pengetahuan baik, dan sebagian besar ibu hamil (51,1%) tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe. Ibu hamil memiliki tingkat asupan zat gizi masih kategori kurang dibandingkan AKG 2013 yaitu asupan energi (97,1%), tingkat asupan protein (86,7%), tingkat asupan lemak (92,6%), tingkat asupan zat besi (934%), tingkat asupan vitamin C (66,6%). Sebagian besar (83,0%) ibu hamil tidak mengalami KEK dan kejadian anemia ibu hamil sebesar 48,1% pada trimester dua dan tiga. Variabel asupan gizi yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil adalah tingkat asupan zat besi (p value 0,034) dan vitamin C (p value 0,019). Faktor yang berpengaruh terhadap kejadian anemia pada ibu hamil adalah tingkat konsumsi vitamin C. Upaya pencegahan gangguan pertumbuhan bayi selama ibu hamil diperlukan melalui intervensi peningkatan asupan gizi selama hamil.
FACTORS RELATED TO THE LEVEL OF GENERAL PATIENT SATISFACTION WITH INTERNAL MEDICINE CLINIC SERVICES IN DR. R. GOETENG TAROENADIBRATA THE REGIONAL PUBLIC HOSPITAL AREA OF PURBALINGGA 2019 Septiono Bangun Sugiharto; Uji Yuni Hastuti; Taufik Heriyawan
Kesmas Indonesia Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2020.12.2.2042

Abstract

ABSTRACT Background: According to the Law of the Republic of Indonesia Number 25 Year 2009 regarding Public Services, the state was obliged to serve every citizen of their human rights and meet their needs within the coverage of public services. One of many kinds of public service is health service. In Indonesia, health services should have definite standards, so it could improve the Indonesian people health status. To meet patients satisfactory is not an easy efforts, theres so many factors that affect patient satisfaction. Many of them is patient’s demographic such as age, sex, education level, and income. Method: This research uses quantitative methods. One kind of this research is to use analytic survey with Cross Sectional approach. The independent variable in this study is age (X1), sex (X2), education level (X3), and income (X4) and the dependent variable in this research is satisfaction level (Y). The sampling method in this study is non probability sampling with incidental sampling technique. Sampling from this research is 77 respondents. The research was held in months of September 2019. Data analysis was done by univariate, bivariate with chi square and contingency coefficients. Results: The results of this research showed that the difference of age is not related to satisfaction level (Asymp value. Sig = 0.657 α > α = 0.05), gender difference is not related to satisfaction level (Asymp value. Sig = 0.223 > α = 0.05 ), the difference in patient education level was related to satisfaction level (Asymp value. Sig = 0.000 < α = 0.05). Correlation between education level and satisfaction level is high (contingency coefficient value = 0.563) and income was related to satisfaction level (Asymp value. Sig = 0.001 < α = 0.05), correlation between education level and satisfaction level is moderate (contingency coefficient value = 0.505) Conclusion: Generally there is a high relation between the educational factor and the moderate relation with the income factor towards general patient satisfaction in the Regional Public Hospital dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga internal medicine clinic services in 2019. Keywords: Age, gender, education level, income, satisfaction level. Library: 61 (2010-2018)
GANGGUAN FUNGSI PARU PADA POLISI LALU LINTAS nendyah roestijawati; Indah Rahmawati; Dwi Arini Ernawati; Khairunnisa Puspita Ayu
Kesmas Indonesia Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2020.12.2.2427

Abstract

PULMONARY FUNCTION DISORDERS IN TRAFFIC POLICE Nendyah Roestijawati1), Indah Rahmawati2), Dwi Arini Ernawati1), Khairunnisa Puspita Ayu3) 1)Departemen Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas 2)Departemen Ilmu Penyakit Dalam 3)Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Email : nendyahr@yahoo.com Traffic policemen are professions that are susceptible to pulmonary function disorders due to exposure to air pollutants. Other factors that can cause lung function disorders are age, sex, body mass index, length of work, duration of work, smoking and using personal protective equipment habits. The study aims to determine pulmonary function disorders in the traffic police of the Banyumas District Police and the factors that influence them. Cross sectional study design wa used with 50 subjects based on inclusion and exclusion criteria. Impaired pulmonary function was measured by spirometry and other variables were collected using a questionnaire by interview and measurement of body weight and height. Data analysis used the Fisher and Kolmogorov Smirnov test. The results of the study found 82% of subjects experienced a restriction disorder. Factors associated with impaired pulmonary function are body mass index, smoking and using personal protective equipment habits (p <0.05), while factors of age, sex, length and duration of works are not related to impaired lung function (p> 0.05). Keywords: pulmonary function disorder, policemen, spirometry
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN KESIAPAN DOKTER GIGI DI KABUPATEN BANYUMAS DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) Fitri Diah Oktadewi; Mahindra Awwaludin R; Elpeni Fitrah
Kesmas Indonesia Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2020.12.2.2068

Abstract

AbstraK Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) memiliki dampak bagi pelayanan kesehatan terutama dalam hal aliran tenaga terampil dan jasa. MEA telah menyusun kesepakatan untuk mengakui kualifikasi pendidikan, kualifikasi professional dan pengalaman dari delapan jenis profesi termasuk dokter gigi. Dokter gigi perlu membekali diri dengan pengetahuan yang cukup agar memiliki kesiapan dan mampu bersaing dalam MEA. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang berpotensi terkena dampak dari MEA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan kesiapan dokter gigi di Kabupaten Banyumas dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Responden penelitian berjumlah 52 orang yang dipilih melalui teknik simple random sampling dan diminta mengisi kuesioner skala pengetahuan. Wawancara mendalam dilakukan pada lima responden secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 59,6% responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, 36,6% berpengetahuan cukup dan hanya 3.8% responden memiliki pengetahuan yang baik tentang Masyarakat Ekonomi ASEAN. Selain itu diketahui pula bahwa 26.9% responden memiliki tingkat kesiapan baik, 59.6% cukup dan 13.5% responden memiliki tingkat kesiapan kurang dalam menghadapi MEA. Uji spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kesiapan dokter gigi di Kabupaten Banyumas dalam menghadapi MEA dengan p value >0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih diperlukan sosialiasasi dan penguatan potensi dokter gigi dalam menghadapi MEA. Kata kunci: dokter gigi, pengetahuan, kesiapan, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ABSTRACT The ASEAN Economic Community (AEC) has an impact on healthcare services, especially in terms of the flow of skilled labour and services. AEC has compiled an agreement to acknowledge education qualifications, professional qualifications and experiences from eight types of professions including dentists. Dentists need to improve their capabilities with good knowledge of AEC to be ready and be able to compete in EAC. Banyumas District is one of the region in Indonesia that could potentially be impacted by AEC. The purpose of this research is to know the relationship between the level of knowledge and the readiness of dentists in Banyumas Regency to face ASEAN Economic Community. The type of this research is descriptive research. 52 dentist in Banyumas Regency were selected through simple random sampling techniques and were asked to fill out a knowledge scale questionnaire. In-depth interviews were conducted on five respondents randomly. The results showed that as many as 59.6% of respondents have poor knowledge, 36.6% have fair knowledge and only 3.8% of respondents have a good knowledge of the ASEAN Economic Community. It is also known that 26.9% of respondents have good readiness, 59.6% have fair readiness and 13.5% of respondents have poor readiness to face AEC. The Spearman test showed that there was no significant between the knowledge and dentist readiness in Banyumas Regency to face AEC with P value > 0.05. Keywords: dentist, knowledge, readiness, ASEAN Economic Community (AEC)

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Kesmas Indonesia Vol. 10 nomor 2 Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 9 No 02 (2017): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 8 No 2 (2016): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 8 No 1 (2016): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 7 No 3 (2015): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 6 No 3 (2014): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 5 No 1 (2012): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 4 No 2 (2011): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 3 No 1 (2010): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 2 No 1 (2009): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 1 No 2 (2008): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Kesmas Indonesia More Issue