cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat
ISSN : 20859929     EISSN : 25795414     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN PASIEN ANAK BEKEBUTUHAN KHUSUS DI POLI OKUPASI TERAPI abd gani baeda; Nita Roso Dwi Mahanani; Erwin Azizi Jayadipraja; Tasnim Tasnim
Kesmas Indonesia Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.2.3239

Abstract

Children with Special Needs (ABK) are children who are characterized by several degrees of disturbance in social behavior, communication, language, and various interests and activities that are narrow and repeated. This condition is caused by the effects of radiation, in the form of air pollution or radiation from chemicals contained in food or radiation due to mining activities. This study aims to analyze the factors associated with visiting compliance with children with special needs in Occupational Therapy Poly. This research is a quantitative study, with cross-sectional study design. which was carried out at the Kendari City Hospital involving 176 samples with the Chi-Square test approach. The results showed that there was a relationship between the quality of service at the Occupational Therapy Clinic with patient adherence in visits to therapy (p-value = 0.00) There was a relationship between parental motivation and patient adherence in visits to therapy (p.value = 0.00) There is an association between parental perceptions and patient adherence to therapy visits (p.value = 0.00). There was a relationship between parental knowledge and patient adherence to treatment visits (p.value = 0.00). There was a relationship between distance and patient adherence to therapy visits (p.value = 0.00). Parents are expected to be proactive in focusing occupational therapy on their children and health workers in the occupational therapy profession are expected to be able to provide health education to motivate parents.
Analisis Kesesuaian Penggunaan Safety Sign Terhadap Kesiapsiagaan Bencana di PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Kantor Cabang Semarang Atha Firza Azzahra; Ida Wahyuni; Ekawati Ekawati
Kesmas Indonesia Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.2.4069

Abstract

Safety sign adalah tanda – tanda atau rambu keselamatan yang dapat menarik perhatian dan dapat memberikan informasi dengan jelas tentang potensi bahaya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian penggunaan safety sign terhadap kesiapsiagaan bencana di PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Kantor Cabang Semarang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dengan enam orang informan utama dan dua orang informan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sign jalur evakuasi dan titik kumpul yang terpasang berbahan glow in the dark sehingga tulisan dan gambar masih dapat terlihat jelas dalam kondisi ruangan gelap. Kondsi sign jalur evakuasi dan titik kumpul yang terpasang tahan terhadap air, panas, dan goresan, memiliki daya rekat yang tinggi sehingga tidak mudah lepas atau terjatuh saat dipasang. Tata letak sign jalur evakuasi dan titik kumpul yang terpasang tidak menghalangi jarak pandang dan tulisan dapat terbaca dengan jelas. Terdapat pelatihan kesiapsiagaan bencana yaitu fire drill alat tradisional dan modern serta pelatihan evakuasi.
Analisis Faktor Keracunan Pestisida Terhadap Aktivitas Cholinesterase Darah Petugas Pest Control Di PT. Tirta Dewata, Denpasar-Bali Ade Duita Rahayu
Kesmas Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.1.3276

Abstract

Pestisida adalah bahan atau campuran bahan yang digunakan untuk mencegah, memberantas, menjauhkan atau mengendalikan setiap jenis hama. Penggunaan pestisida selain untuk mencegah atau membrantas hama juga potensial toksisitas bagi manusia dan sekitarnya. Pest Control adalah Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pemberantasan hama penular penyakit yang mengganggu aktivitas manusia dengan mengendalikan berbagai vektor penyakit menular seperti malaria, filariasis, dengue haemorrhagic fever dan pes. Petugas pest control mempunyai resiko lebih besar untuk terpapar zat kimia beracun yang terkandung dalam pestisida. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor keracunan pestisida terhadap aktivitas cholinesterase darah petugas pest control di PT. Tirta Dewata. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan design crossectional. Responden dalam penelitian ini berjumlah 7 orang petugas pest control dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, kuisioner dan pengambilan sampel darah untuk menganalisis aktivitas cholinesterase. Berdasarkan penelitian tidak didapatkan hubungan antara lama paparan terhadap aktivitas cholinesterase diperoleh asymp Sig 0.659 dilihat dari waktu kontak responden dengan pestisida dalam perhitungan jam perminggu sebanyak 2 responden (50%) keracunan ringan, tidak didapatkan hubungan antara masa kerja terhadap aktivitas cholinestrase diperoleh asymp Sig 0.350 dilihat dari masa kerja berkisar antara <5 tahun yaitu 3 responden (75%) keracunan ringan, tidak didapatkan hubungan antara cara melakukan penyemprotan terhadap aktivitas cholinesterase diperoleh asymp Sig 0.047 dilihat dari yang tidak sesuai sebanyak 3 responden (75%) keracunan ringan dan tidak didapatkan hubungan antara pemakaian alat pelindung diri terhadap aktivitas cholinesterase diperoleh asymp Sig 0.350 dilihat dari tidak lengkap sebanyak 3 responden (100%) keracunan ringan. Kata Kunci : Alat Pelindung Diri, Cara penyemprotan, Cholinestrase, lama paparan, Pestisida
MAKING CHLORINE DIFFUSER IN REDUCING COLIFORM NUMBERS IN THE WELLS Sanredja Kuswanto; Saudin Yuniarno; Ima Hastawati
Kesmas Indonesia Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.2.3672

Abstract

Abstract The research location is in RW 6, Grendeng Village, which is a fairly slum area, with a total of 4 RTs, which are categorized as Slum Areas of My 2016/2017 Program. The problems in Grendeng village include population density, very tight housing distance, poor sanitation and clean water supply, latrine distance with dug wells so that the quality of the dug well water is mainly affected by its bacteriological quality. Countermeasures against these problems by disinfection of the dig wells with a Chlorine Diffuser. The analysis carried out on the experimental data in the study is the univariate test to determine the frequency of environmental quality around the dug wells and further analysis using the Paired T Test to determine the effectiveness of using a chlorine diffuser. Based on the results of the normality test analysis obtained a value of α = 0.457, the value of this normality is greater than the value of α 0.05. Then this test is continued by using the paired T Test. From the paired T Test, the probability value of α = 0,000 was obtained. So it can be concluded that there is an effect of decreasing the number of coliform bacteria by using a Chlorine Diffuser.
PEMETAAN STATUS EKONOMI DENGAN MALNUTRISI PADA BALITA BERUSIA 0-59 BULAN Fariza Nurlianna
Kesmas Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.1.2809

Abstract

Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Sleman tahun 2018, sebaran prevalensi malnutrisi di wilayah kerja Puskesmas Kalasan semuanya melebihi renstra Kabupaten Sleman. Prevalensi balita gizi buruk tertinggi, prevalensi balita stunting berada pada urutan kedua tertinggi, dan prevalensi balita wasting pada urutan keempat tertinggi. Gizi buruk, kurus, dan stunting merupakan bentuk manifestasi dari adanya gangguan pada proses pertumbuhan. Tujuan penelitian adalah untuk meneliti heterogenitas ekonomi dan korelasinya dengan malnutrisi secara spasial serta memetakan wilayah-wilayah terkait malnutrisi. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan penentuan sample purposive clauster sampling, sebanyak 615 balita. Subyek dari penelitian adalah semua balita berusia 0-59 bulan di Desa Selomartani. Variabel bebas yaitu underweight, stunting dan wasting. Sedangkan variable terikat yaitu status ekonomi dengan kategori miskin dan tidak miskin. Analisis data menggunakan korelasi Spearman dilanjut dengan pemetaan menggunakan aplikasi ArcGIS. Prevalensi balita yang menderita underweight sebesar 13,7%, stunting sebesar 8,1% dan wasting sebesar 3,1%. Status ekonomi keluarga balita yang termasuk dalam keluarga miskin sebesar 7%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan status ekonomi dengan underweight (r=0,039), tidak ada hubungan status ekonomi dengan stunting (r=0,012) dan tidak ada hubungan status ekonomi dengan wasting (r=0,025). Malnutrisi ada di semua strata status ekonomi baik itu pada keluarga miskin maupun pada keluarga tidak miskin.
Hubungan Konsumsi Buah Dan Sayur Dengan Tingkat Hipertensi Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Desa Teluk Khoiro Futri Ayumi; Nofi Susanti; Kaaf Wajiah Siregar
Kesmas Indonesia Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.2.4078

Abstract

Berdasarkan data surveilans terpadu Puskesmas Desa Teluk tahun 2019, penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Desa Teluk paling banyak terjadi pada kelompok masyarakat lanjut usia. Konsumsi makanan yang mengandung protein, vitamin, dan mineral bagi lansia perlu ditingkatkan baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di tiga desa yaitu desa Teluk, desa Telaga Jernih dan desa Suka Mulia yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Desa Teluk pada Maret 2021. Sampel penelitian ini adalah lansia yang menderita hipertensi sebanyak 45 responden yang dikumpulkan dengan menggunakan tehnik purposive sampling menggunakan alat pengumpulan data berupa instrumen kuesioner STEPWise WHO. Mayoritas responden adalah perempuan (75,6%), kelompok umur terbanyak ialah lansia akhir dan manula (37,8%), pendidikan tidak bersekolah (44,4%) dan pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga (46,7%). Tidak ada hubungan antara konsumsi buah dengan hipertensi dengan p = 0,118 (p>α) dan tidak ada hubungan antara konsumsi sayuran dengan hipertensi dengan nilai p = 0,667 (p>α). Kata kunci : Hipertensi, Konsumsi Buah, Konsumsi Sayur, Lansia
Kajian Kekerasan terhadap Anak Perempuan melalui Focus Group Discussion Aisyah Apriliciciliana Aryani
Kesmas Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.1.3359

Abstract

Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2017-2018 menunjukkan kasus kekerasan pada anak di dunia pendidikan menunjukkan sebanyak 161 kasus yang terdiri dari 77 kasus bullying (47,95%), 54 kasus tawuran (33,6%), dan 30 kasus anak korban kebijakan (18,7%). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kekerasan yang dialami oleh anak perempuan dan bagaimana dampaknya terhadap kesehatan serta kesejahteraan anak. Hasil penelitian menunjukkan pengalaman paparan kekerasan yang pernah dialami meliputi kekerasan fisik, psikis, dan cyberbullying. Dampak kekerasan terhadap anak dirasakan oleh korban juga pelaku kekerasan. Dampak yang dialami korban antara lain anak menjadi sering merenung dan pendiam, depresi, stress, susah tidur, menghindari keramaian, ingin melakukan tindakan yang sama sebagai balas dendam, memar dan luka. Dampak bagi pelaku antara lain penyesalan, ditegur dari sekolah, dikeluarkan dari sekolah, pengucilan dari masyarakat, dan penilaian yang buruk dari masyarakat. Rancangan penyelesaian masalah berdasarkan hasil penelitian yaitu lebih memaksimalkan lagi peran tim guru bimbingan konseling dan peran sekolah dalam mencegah terjadinya kekerasan dengan menetapkan aturan tertulis dan memasukkan materi pelajaran mengenai dampak kekerasan pada anak perempuan. Kata Kunci : Kajian Kekerasan, Anak Perempuan, Focus Group Discussion
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Perubahan Pengetahuan dan Sikap Orang Tua tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Muda di Desa Petahunan Kabupaten Banyumas Arif Kurniawan; Colti Sistiarani; Bambang Hariyadi; Elviera Gamelia
Kesmas Indonesia Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.2.3796

Abstract

Pernikahan usia muda menjadi salah satu penyebab tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Faktor keluarga menjadi pengaruh terhadap perilaku reproduksi remaja. Hasil analisis situasi permasalahan yang ada pada ibu hamil Desa Petahunan Puskesmas Pekuncen adalah kasus Ibu Hamil Risiko Tinggi di Desa Petahunan terjadi pada remaja hamil diusia muda. Kehamilan tersebut sebagian besar disebabkan oleh pergaulan bebas remaja Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perubahan pengetahuan dan sikap orang tua tentang kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen dengan rancangan one group pre test post test design. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling pada orang tua yang memiliki remaja usia 10 -19 tahun. Sampel penelitian ini adalah orang tua yang memiliki remaja di desa Petahunan dengan jumlah 33 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian nilai p value pengetahuan 0,095>0,05, berarti tidak terdapat pengaruh antara pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan orang tua remaja tentang kesehatan reproduksi remaja di desa Petahunan. Sedangkan nilai p value sikap 0,018 <0,05, berarti terdapat pengaruh antara pendidikan kesehatan terhadap sikap orang tua tentang kesehatan reproduksi remaja di desa Petahunan. Saran bagi puskesmas adalah perlu adanya monitoring pada orang tua remaja dalam melakukan pendampingan kesehatan reproduksi remaja.
Faktor Risiko Neuropati Diabetik pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Faiqotunnuriyah Faiqotunnuriyah
Kesmas Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.1.3227

Abstract

Diabetic neuropathy is a serious complication in diabetes mellitus sufferers which is caused by nerve damage, especially in the legs due to excessive blood sugar levels. The purpose of this study was to determine what factors are associated with the incidence of diabetic neuropathy in type 2 diabetes mellitus sufferers at Ungaran Hospital. This type of research is analytic observational using a case control study design. The samples were 25 cases and 25 controls who were selected using purposive sampling technique. The instrument used was a structured questionnaire. Data were analyzed using the chi square test and logistic regression with SPSS 16. The results showed that there was a relationship between hereditary history (OR = 3.78; 95% CI = 1.17-12.19), long suffering from diabetes (OR = 7.87; 95% CI = 2.07-29.94), history of dyslipidemia (OR = 3.18; 95% CI = 1.00-10.17), hypertension status (OR = 3.18; 95% CI = 1, 00-10.17), dietary adherence to DM (OR = 3.18; 95% CI = 1.00-10.17) and history of DM treatment (OR = 0.24; 95% CI = 0.06-0, 92) on the incidence of diabetic neuropathy in type 2 diabetes mellitus sufferers at Ungaran Hospital. Keywords: Diabetic Neuropathy, Risk Factors, DM Type 2
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN COVID-19 DI DESA PARANGTRITIS KECAMATAN KRETEK KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA Siska Nur Aisyah Rohman; Dwi Sarwani Sri Rejeki; Sri Nurlaela
Kesmas Indonesia Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.2.4112

Abstract

Background: COVID-19 is highly contagious and pathogenic. Parangtritis village is a tourist village with high mobility and has fluctuating cases. Preventive behavior should be carried out by the community to reduce existing cases, because currently no specific drugs have been found to treat. The research was conducted with the aim of finding out the factors that affect the COVID-19 prevention behavior of parangtritis villagers. Method: Analytical research, cross sectional approach. The population of Parangtritis village is 5729 people. 396 samples with accidental sampling. The variables studied were gender, age, education, exposure to sources of information, knowledge and attitudes. Data collection using questionnaires through google form. Data is analyzed into univariate, bivariate, and multivariate. Result: Most of them are female (62.1%). Dominant age in the range of 15-29 years (88.1%). Secondary education level (47.7%). Covid-19 prevention resources came from social media (internet) (67.2%), with good category (71%). Good knowledge (94.4%). Good attitude (55.6%). Good behavior (72.2%). The factors that most influence COVID-19 prevention behavior are exposure to information sources (p-value= 0.000; POR= 11,622; CI= 6,755-19,994) and attitude (p-value= 0.000; POR= 2,725; CI= 1,596-4,652). Conclusion: There is sex, age, education, exposure to information sources, knowledge and attitudes towards COVID-19 prevention behavior. Exposure to sources of information and attitudes is the most influential factor. Keywords: COVID-19; Community; Preventive behavior.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Kesmas Indonesia Vol. 10 nomor 2 Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 9 No 02 (2017): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 8 No 2 (2016): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 8 No 1 (2016): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 7 No 3 (2015): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 6 No 3 (2014): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 5 No 1 (2012): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 4 No 2 (2011): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 3 No 1 (2010): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 2 No 1 (2009): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 1 No 2 (2008): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Kesmas Indonesia More Issue