cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat
ISSN : 20859929     EISSN : 25795414     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
The CORRELATION BETWEEN EXCLUSIVE BREASTFEEDING WITH CHILDREN GROWTH 1-3 YEARS IN THE REGION OF YOGYAKARTA CITY Mina Yumei Santi; Heni Puji Wahyuningsih; Vita Wulandari
Kesmas Indonesia Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2022.14.2.4090

Abstract

Exclusive breastfeeding is a risk factor for children's growth. Coverage of exclusive breastfeeding in Special Region of Yogyakarta Province in 2018 only reached 75.9% with the lowest presentation in Yogyakarta City (67.4%) and 11.5% of children under five in Indonesia experienced growth and development abnormalities. The aim of this research was to determine the correlation of exclusive breastfeeding with the growth of children aged 1-3 years in the Yogyakarta City Region. Research method was by an analytical survey with a retrospective cohort design, sampling with accidental sampling and obtained 140 samples. Primary data collection through a google form questionnaire. Data were analyzed by frequency distribution test for univariate analysis, chi-square test for bivariate analysis, and logistic regression for multivariate. The distribution of respondents was dominated by normal child growth (88.6%), no history of low birth weight (77.9%), male sex (55%), middle-educated mothers (50%), unemployed mothers (53.6%), and family income ≥ UMR Yogyakarta City IDR1,846,400 (72.9%). The result indicated that there was a correlation between exclusive breastfeeding and the growth of children with aged 1-3 years p-value = 0.001 (<0,05). Children who are not exclusively breastfed have probability 7 times of experiencing abnormal growth compared with those who are exclusively breastfed.
Nuansa Dwika Aulia1, Kuswanto2, EVALUASI PENGELOLAAN SAMPAH DI TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT “SAE” KELURAHAN PURWOKERTO WETAN Agnes Fitria Widiyanto; Nuansa Aulia Dwika; Suratman Suratman; Saudin Yuniarno; Kuswanto Kuswanto
Kesmas Indonesia Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2022.14.2.5939

Abstract

Purwokerto Wetan Village is the largest contributor to the Waste Bank in Banyumas Regency, with a total of 51585.48 kg of waste from a total of 19 KSM registered in the SalinMas Application or Banyumas Online Garbage. The objectives of this research are 1) to evaluate the institutional, regulatory, financing, technical operational aspects and community participation in waste management at TPST KSM Sae, Purwokerto Wetan Village. The design of this research is descriptive qualitative with the subject of the research, namely 1) Key informants: KSM Sae Manager and Purwokerto Wetan Village Officers in the Waste Sector. 2) Main informants: Sanitarian at the Purwokerto Timur I Health Center and the Waste Sector at the Banyumas Regency Environmental Service. 3) Supporting informants: Residents of Purwokerto Wetan Village, users of SalinMas and local community leaders. Data collection was carried out by in-depth interviews and observations. The validity of the data was tested by triangulation of sources and methods. The results and discussion of this research are 1) Institutional aspect, KSM Sae has met the requirements written in SNI 3242-2008. There are no human resources that work in the field of waste management. 2) Regulatory aspects, most of the respondents do not know the legal basis used for the formation of KSM at the international, national and regional levels. 3) The financing system at KSM Sae is in accordance with SNI 32420-2008 that for the procurement of equipment is assisted by DLH while the operational and maintenance costs are managed by KSM itself through cash. And the amount of dues or levies that must be paid by residents is not listed in the Banyumas Regency Regional Regulation Number 9 of 2020, but the amount is returned to the authority of KSM. 4) The operational techniques applied at KSM Sae are in accordance with SNI 3242-2008 and Banyumas Regency Perda Number 9 of 2020. There is no process for processing waste into energy recycling and processing household B3 waste. 5) Community participation in Purwokerto Wetan Village is still lacking. This can be seen from the not yet optimal, this is due to the lack of public awareness to manage waste from the source.
Tradisi Puputan: Memahami Konsep Kesehatan Ibu Postpartum dan ASI bagi Anak (Studi di Desa Kandangserang, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan) Eka Nur Cahyanningrum; Lu’lu Nafisah
Kesmas Indonesia Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2022.14.2.4768

Abstract

ABSTRAK Kesehatan bayi baru lahir sangat ditunjang oleh Air Susu Ibu (ASI). Fenomena menunjukkan bahwa masyarakat desa erat kaitannya dengan adat dan budaya, karena dapat mempengaruhi perilaku. Budaya yang di fokuskan dalam penelitian ini yaitu Tradisi Puputan di Desa Kandangserang, Kecamatan Kandangserang, Pekalongan Selatan. Salah satu kegiatan pada tradisi ini yaitu adanya aturan pola konsumsi makan yang dikenal dengan puasa mutih (puasa puputan). Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap ASI yang diberikan kepada bayi karena kebutuhan gizi yang cukup selama masa nifas. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan puputan dan makna yang diberikan ditinjau dari sudut kepercayaan masyarakat serta Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kandangserang dengan jumlah informan sebanyak 14 orang. Analisis data yang digunakan menggunakan content analysis dengan pendekatan thematic network. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat masih percaya dan menerapkan puputan yaitu berupa selamatan bayi, perawatan 7 hari pertama kelahiran oleh dukun bayi, pengaturan pola konsumsi makan atau puasa mutih dan konsumsi jamu selama masa nifas. Masyarakat meyakini bahwa puputan memberikan dampak positif bagi ibu namun negatif bagi bayi. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa masyarakat masih menerapkan tradisi puputan dikarenakan kepercayaannya yang kuat terhadap manfaat yang didapatkan. Kata kunci: Tradisi Puputan, Kepercayaan Masyarakat, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEFATALAN COVID-19 (Literature Review) Dwi Sarwani Sri Rejeki
Kesmas Indonesia Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2022.14.2.5693

Abstract

Latar Belakang : Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi mulai Maret 2020. Pasien yang menderita Covid-19 dapat bermanifestasi klinis mulai asimtomatik dengan gejala ringan sampai gejala berat hingga kematian. Persentase kematian tertinggi yaitu terdapat di Mexico sebanyak 9.0% sedangkan di Indonesia yaitu sebanyak 2.7%. Tingkat kefatalan covid-19 dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti adanya kormobid, usia lanjut, kebiasaan merokok dan lain-lain. Beberapa studi menunjukkan hasil yang berbeda terkait faktor yang mempengaruhi kefalatan Covid-19. Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kefatalan covid-19. Metode : studi literature review dari artikel yang dipublikasi pada tahun 2017-2021, berbahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. Data didapat dari database yakni Google Scholar, Pubmed, dan portal Garuda. Kata kunci yang digunakan yaitu covid-19, risk of death, case fatality rate, risk factor, keparahan, dan kematian. Analisis data dengan ekstraksi data dan sistesis data. Hasil Penelitian : Studi literatur ini menemukan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Dari tinjauan artikel tersebut diketahui bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kefatalan covid-19 antara lain usia (>60 tahun), jenis kelamin (laki-laki), penyakit komorbid (ada kormobid) dan perilaku merokok. Kesimpulan : kajian ini digunakan sebagai upaya promotif dan preventif dengan orang yang masuk kategori faktor risiko ini untuk lebih berhati-hati, selalu patuh protokol dan segera ke pelayanan Kesehatan jika dinyatakan positif Covid-19.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINDAKAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN COVID-19 DI KABUPATEN BANYUMAS Aviva Anggraeni; Aisyah Apriciciliana Aryani; Dian Anandari
Kesmas Indonesia Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2022.14.2.5242

Abstract

Background : Covid-19 is an infectious disease and has been declared a global pandemic. The spread of Covid-19 in Banyumas Regency is increasingly widespread. Precautions were taken to reduce Covid-19 cases. This study aims to know the factors that influence community actions in preventing Covid-19 using logistic regression analysis. Method : Cross-sectional design with a sample of 188 people obtained by incidental sampling method. The questionnaire instrument used a google form questionnaire. The analysis was carried out until the logistic regression test stage. Result : From 188 people who were the respondent of research were people with the adult age category of 95.2%, female sex 81.4%, high school education 69.7%, employment as a student status 65.4%, sources of information obtained from mass media 53.2%. Good knowledge 62.8%, positive attitude 51.1%, supportive family support 51.6%, good preventive action 63.3%. The results of the logistic regression analysis show that the factors that influence the Covid-19 prevention measures are family support (p-value = 0.000, OR = 10,776, 95% Cl = 4,782-24,282). Conclusion : Age, occupation, and sources of information have no relationship with Covid-19 prevention measures. However, gender, education, knowledge, attitudes, and family support have a relationship with Covid-19 prevention measures. Family support is the factor that most influences Covid-19 prevention measures.
Kajian Naratif: Intervensi untuk Meningkatkan Kepatuhan Pengobatan Tuberculosis Yeni Mahwati
Kesmas Indonesia Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2022.14.2.5655

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan dunia yang penting. WHO melaporkan bahwa TB merupakan penyebab penyakit bagi sekitar 10 juta orang setiap tahun dan menduduki peringkat sepuluh besar penyebab kematian secara global. Cakupan pengobatan TB pada tahun 2020 sebesar 41,7% relatif menurun jika dibandingkan dengan tiga tahun sebelumnya. Kegagalan pengobatan TB dapat mengakibatkan pada MDR-TB dan terjadinya kematian. Kepatuhan berobat memegang peran vital dalam menentukan keberhasilan program pengobatan TB. Ketidakpatuhan juga diidentifikasi sebagai faktor utama munculnya MDR-TB. Tujuan: Untuk mengetahui intervensi apa saja yang dapat mendorong kepatuhan pengobatan TB sehingga mencegah kejadian MDR-TB. Metode: Pencarian literatur menggunakan database Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci yaitu “tuberculosis” or ”treatment tuberculosis” and “RCT” or “quasi-experiment” and “compliance” or “adherence”. Hasil Penelitian: Tiga belas studi diambil terkait dengan intervensi peningkatan pengobatan tuberculosis. Intervensi yang dilakukan dalam upaya peningkatan kepatuhan pengobatan tuberkulosis antara lain konseling psikologis, edukasi individu, pengawasan pengobatan berbasis digital, dukungan rekan dan pengingat SMS. Kesimpulan: Intervensi yang dapat meningkatkan kepatuhan pengobatan TB yaitu konseling psikologis, edukasi individu, pengawasan pengobatan berbasis digital (99DOTS, WOT, pengingat pengisian ulang pil berbasis telepon, dan monitor pengobatan), dan dukungan rekan.
Paparan Screen Time dan Tingkat Asupan Gizi Makro Pada Remaja Status Gizi Normal dan Lebih di SMA Negeri 1 Sokaraja Izka Sofiyya Wahyurin; Ade Uswatun Hasanah; Yovita Puri Subardjo
Kesmas Indonesia Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2022.14.2.4952

Abstract

Prevalensi gizi lebih pada remaja tahun 2013-2018 meningkat di Indonesia. Salah satu faktor yang mempengaruhi diantaranya adalah iklan dan asupan makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan paparan screen time dan tingkat asupan gizi makro antara remaja gizi normal dan lebih di SMA Negeri 1 Sokaraja. Desain penelitian yang digunakan yaitu case control dengan sampel 35 responden pada tiap kelompok. Pengambilan data screen time diambil dengan kuesioner The HELENA Study, tingkat asupan makro diambil dengan SQ-FFQ dan status gizi ditentukan oleh indeks IMT/U. Analisis data menggunakan Independent-Samples T Test dan Mann Whitney. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan paparan screen time p=0,003 dan tingkat asupan gizi protein p=0,005, lemak p=0,014 dan karbohidrat p=0,000 pada remaja gizi normal dan lebih di SMA Negeri 1 Sokaraja.
Studi Meta-Analisis: Faktor Risiko Kejadian Penyakit Kulit Skabies Pada Santri Pondok Pesantren Di Indonesia Tahun 2011-2021 Lathifa Devira Oktaviana; R Azizah
Kesmas Indonesia Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2022.14.2.5544

Abstract

Bagi santri yang hidup di pondok pesantren penyakit skabies sudah menjadi fenomena, hal ini disebabkan oleh infeksi tungau Sarcoptes scabiei var. homoni yang biasanya menyerang individu dengan hidup berkelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian penyakit kulit skabies pada santri pondok pesantren di Indonesia dengan menelusuri secara sistematis penelitian publikasi nasional. Jenis penelitian ini adalah literatur review systematic dengan desain studi Meta-analisis yang menggunakan software JASP version 0.14.1. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder 10 tahun terakhir (2011-2021) yang diperoleh melalui database Google Scholar sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Diperoleh 25 artikel penelitian yang relevan dengan desain cross-sectional. Berdasarkan hasil uji Meta-analisis didapatkan personal hygiene dengan PR 1.993 (CI 95% 0.37-1.01), pengetahuan dengan PR 1.665 (CI 95% 0.17-0.84), dan sanitasi lingkungan dengan PR 1.682 (CI 95% 0.2–0.77). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bahwa faktor risiko tertinggi dari penelitian ini adalah variabel personal hygiene dengan nilai PR 1.993 (95% CI 0.37–1.01) yang mana memiliki risiko 1.993 kali lebih besar dan sangat berdampak dengan kejadian penyakit kulit skabies pada santri pondok pesantren di Indonesia. Kata kunci : personal hygiene, santri, skabies
Analisis Potensi Sosial Budaya dalam Program Penjangkauan Layanan VCT dan pendampingan Ibu Hamil di Wilayah Perdesaan Kabupaten Banyumas Arif Kurniawan; Arrum Firda Ayu Machfiroh; Dian Anandari; Elviera Gamelia
Kesmas Indonesia Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2022.14.2.5188

Abstract

Ibu rumah tangga merupakan penderita HIV/AIDS tertinggi berdasarkan jenis pekerjaan di Kabupaten Banyumas. Penjangkauan ibu hamil dalam pemanfaatkan tes HIV merupakan target cakupan program penangunggulangan HIV/AIDS yang diprioritaskan. Penjangkauan layanan VCT membutuhkan peran stakeholder di perdesaan sebagai upaya deteksi dini terhadap penyebaran HIV/AIDS. Tujuan penelitian mendeskripsikan potensi sosial budaya dalam program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi di wilayah perdesaan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Instrumen penelitian menggunakan wawancara mendalam. Informan penelitian berjumlah meliputi, warga peduli AIDS, bidan desa, kepala desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan dan ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan potensi budaya yang dapat menjadi media promosi tentang penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi adalah calungan, wayang, kuda kepang, mitoni, ngupati, mitoni, hadroh, perjanjen dan sholawat. Potensi sosial yang dapat menguatkan program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi melalui berbagai kumpulan yang ada di desa. Dana Desa dialokasikan untuk bidang kesehatan namun belum dikhususkan untuk pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi. Peraturan desa menjadi potensi kebijakan lokal untuk menguatkan program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi
ANALISIS PRIORITAS MASALAH KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA KOMUNITAS LANSIA PUSKESMAS PATIKRAJA KABUPATEN BANYUMAS Fitri Diah Oktadewi
Kesmas Indonesia Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2022.14.2.5415

Abstract

Penyakit gigi dan mulut merupakan penyakit yang menyerang segala kelompok umur tak terkecuali pada kelompok lansia. Prosentase penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2020 sebanyak11,34% Penyebab terbanyak kehilangan gigi pada lansia adalah akibat karies dan penyakit periodontal. Tahap perencanaan awal untuk penanggulangan masalah kesehatan adalah melakukan analisis prioritas untuk mengetahui penyakit apa yang perlu diutamakan dalam program kesehatan dan kemudian ditetapkan jenis intervensi apa yang perlu diutamakan agar program dapat berjalan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan masalah-masalah gigi dan mulut yang ada pada komunitas lansia di Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas dan menganalisis prioritas masalah kesehatan gigi dan mulut dalam komunitas tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan observasional menggunakan metode Delbecq. Populasi peserta prolanis yang datang ke Puskesmas Patikraja pada tanggal 14 Oktober 2021 yaitu sebanyak 90 peserta. Sampel penelitian berjumlah 52 orang dan ditentukan dengan teknik accidental sampling. Hasil studi menunjukkan bahwa prioritas masalah kesehatan gigi dan mulut pada komunitas lansia Puskesmas Patikraja adalah retained dental root atau karies akar gigi. Rencana program yang dapat dilakukan adalah penyuluhan dan penyebaran leaflet terkait penanganan kasus retained dental root dan pelatihan kader kesehatan gigi dan mulut lansia.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Kesmas Indonesia Vol. 10 nomor 2 Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 9 No 02 (2017): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 8 No 2 (2016): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 8 No 1 (2016): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 7 No 3 (2015): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 6 No 3 (2014): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 5 No 1 (2012): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 4 No 2 (2011): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 3 No 1 (2010): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 2 No 1 (2009): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 1 No 2 (2008): Jurnal Kesmas Indonesia Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Kesmas Indonesia More Issue