cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
Geopark dan Perubahan Sosial: Analisis Perubahan Sosial dalam Dimensi Struktural (peran, kelas sosial, lembaga sosial) masyarakat di kawasan Geopark Ciletuh Jawa Barat Regina Gistansya Sifa Dwi Putri
Sosioglobal Vol 6, No 1 (2021): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v6i1.36853

Abstract

Diresmikannya taman bumi ciletuh sebagai global geopark oleh UNESCO menyebabkan cepatnya perubahan sosial di segala aspek di sekitar kawasan Geopark Ciletuh. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis perubahan sosial dalam dimensi struktural yaitu peran, kelas sosial, dan lembaga sosial di Dusun Tegalcaringin pasca adanya peresmian Geopark oleh UNESCO tersebut dengan menggunakan teori Himes dan Moore mengenai dimensi perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Peneliti menemukan: Pertama, Perubahan sosial dalam aspek peran terdiri dari adanya mata pencaharian baru, dan perubahan status dan peran. Kedua, perubahan dalam aspek kelas sosial adalah adanya perubahan dalam sistem kelas sosial dan perpindah kelas sosial. Ketiga, dalam aspek lembaga sosial adalah adanya perubahan dalam segi kualitas. Adapun dampak positif dari perubahan struktural tersebut yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatnya pekerjaan dalam sektor jasa, mengurangi angka pengangguran, kesetaraan gender, dan meningkatnya kualitas individu serta mempercepat mobilitas kelas sosial. Sementara dampak negatifnya ialah adanya disintegrasi sosial dan berkurangnya pekerjaan dalam sektor agraris.Kata kunci : Perubahan sosial, Dimensi Struktural, Geopark Ciletuh. ABSTRACTThe inauguration of Ciletuh Earth Park as a global geopark by UNESCO has caused rapid social changes in all aspects around the Ciletuh Geopark area. This study aims to analyze social changes in the structural dimensions, namely roles, social classes, and social institutions in Tegalcaringin Hamlet after the inauguration of the Geopark by UNESCO using Himes and Moore's theory of the dimensions of social change. This research uses a qualitative approach with a case study method. The researcher found: First, social changes in the aspect of roles consist of the existence of new livelihoods, and changes in status and roles. Second, changes in the aspect of social class are changes in the social class system and shifts in social class. Third, in the aspect of social institutions, there is a change in terms of quality. The positive impacts of these structural changes are improving people's welfare, increasing employment in the service sector, reducing unemployment, gender equality, increasing individual quality and accelerating social class mobility. Meanwhile, the negative impact is social disintegration and reduced employment in the agrarian sector.Keywords : Social Change, Structural Dimensions, Geopark Ciletuh
BETHEK-SINOMAN: MEMUPUK GOTONG ROYONG, MENOPANG ANJANGSANA, DAN MEMELIHARA JATI DIRI MASYARAKAT TENGGER Zulya Rachma Bahar
Sosioglobal Vol 6, No 1 (2021): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v6i1.28788

Abstract

Penelitian ini berupa mengungkap nilai kerja bersama dalam toleransi yang terwujud dalam ungkapan, tuturan, atau ekspresi lisan (oral), tindak/gerak atau perilaku simbolik ekspresi folkloristik tradisi bethek-sinoman.  Penelitian yang bertempat di Desa Tengger wilayah, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model/desain etnografi. Model ini mampu mengkaji peristiwa kultural, yang menyajikan pandangan hidup subjek sebagai objek studi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa bethek-sinoman memiliki andil kuat bagi tegaknya pilar-plar tradisi. Jiwa kegotong-royongan  bertumbuh subur karena  terpupuk oleh tradisi, sebaliknya tradisi yang terus-menerus bertumbuh telah memberikan ruang eksistensi bagi semangat gotong royong, baik dalam wujud  membantu dalam hajatan personal atau bahu-membahu dalam hajatan upacara desa. Selain gotong royong, nilai-nilai anjangsana juga mengakar dalam tradisi ini. Lebih jauh, anjangsana mampu memelihara spirit toleransi dalam masyarakat Tengger yang semakin majemuk.  Beberapa jati diri masyarakat Tengger yang terepresentasikan dalam tradisi bethek-sinoman adalah sungkan, tepat janji, dan totalitas. Ketiga sikap itu menandakan bahwa masyarakat Tengger saling menghargai antar sesama tanpa  membeda-bedakan penduduk asli atau bukan, agama asli atau bukan. Ketika tradisi bantu-membantu secara sukarela ini mengakar dalam kehidupan sosio-kultural, jati diri wong Tengger semakin menemukan area eksistensi. Bethek-sinoman menjadi roh sekaligus nafas yang menghidupkan tradisi.Kata Kunci: bethek-sinoman, anjangsana, gotong-royong, jati diri masyarakat Tengger  
Perspektif Ilmu-Ilmu Sosial di Era Digital: Disrupsi, Emansipasi, dan Rekognisi Brillian Nathanael Wijaya
Sosioglobal Vol 6, No 1 (2021): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v6i1.36523

Abstract

Perkembangan teknologi yang begitu pesat di era digital pada awal abad ke-21 seakan-akan mengubur fungsi sosiologi sebagai ilmu yang memaknai bentuk zaman. Di Indonesia sendiri telah terjadi berbagai perubahan dan pergeseran sosial yang sebagian besar tidak disadari oleh masyarakat umum karena dianggap sebagai suatu hal yang “wajar” sebagai akibat dari digitalisasi berbagai aspek kehidupan. Buku Perspektif Ilmu-Ilmu Sosial di Era Digital: Disrupsi, Emansipasi, dan Rekognisi berisikan hasil-hasil penelitian yang diringkas oleh belasan sosiolog terkait keadaan sosial yang terjadi di Indonesia pada era digital. Setiap babnya membahas aspek-aspek tertentu dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang ditinjau dari segi sosiologi. Tidak hanya pembahasan, namun para peneliti juga akan mengajak pembaca untuk berpikir secara kritis terhadap isu-isu sosial yang sedang terjadi di Indonesia, seperti dampak media sosial pada hubungan demokratis pemerintah dengan masyarakat, kondisi sosial masyarakat di tengah pandemi, pergeseran otoritas agama, budaya, serta perekonomian bangsa, dan lainnya.
Reifikasi dalam Praktik Penangkapan Ikan Destruktif di Pulau Lembata Agustinus Mariano Hurek Making; Budhi Gunawan; Muhammad Fadhil Nurdin
Sosioglobal Vol 6, No 1 (2021): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v6i1.32197

Abstract

Praktik penangkapan ikan secara destruktif sering terjadi melalui penggunaan bom ikan dan racun. Di Pulau Lembata, para nelayan masih terus menggunakan bom ikan dan racun. Dengan menggunakan konsep reifikasi yang memiliki aspek agensi dan struktur sosial, riset ini bertujuan untuk menjelaskan faktor penyebab penggunaan bom ikan dan racun di Lembata.   Pendekatan kualitatif digunakan dalam riset ini. Data primer riset ini diperoleh melalui wawancara. Data sekunder diperoleh dari dokumen yang dirilis pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat, berita dari media massa daring, serta riset-riset lain yang relevan dengan topik riset ini.  Riset ini menunjukkan bahwa penggunaan bom ikan dan racun disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berhubungan. Pertama, belum maksimalnya pelaksanaan kebijakan pengembangan UKM dan pemberian bantuan alat tangkap dan armada penangkapan yang telah disepakati oleh pemerintah dan nelayan melalui dialog. Kedua, mekanisme birokrasi yang lamban yang kemudian membuat kebijakan itu belum dilaksanakan dengan maksimal. Ketiga, partisipasi nelayan yang terbatas dalam perencanaan kebijakan. Keempat, penambahan waktu kerja nelayan buruh oleh nelayan juragan. Upah yang diberi oleh nelayan juragan kepada nelayan buruh biasanya rendah dan tak sepadan dengan waktu kerja. Kelima, adanya fluktuasi harga dan kompetisi antar nelayan. 
Hiperrealitas Belanja Online Pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Rido Anshari Azmi
Sosioglobal Vol 6, No 2 (2022): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v6i2.38692

Abstract

Hyperreality indicates that the old reality has died and been replaced by a new reality where this can be seen from the pervasiveness of pseudo reality which is difficult to distinguish from the real one. This pseudo reality is an e-commerce’s world where many people find it easy to access and get a product of what they need only through internet devices and smart devices that can be accessed anywhere and anytime. Students are probably one of the e-commerce users who get a lot of convenience and can also save time when accessing e-commerce platforms on their smart devices. This study uses a qualitative approach with the type of phenomenological research where researchers identify human experiences about a particular phenomenon that is being studied. Collecting data using the methods of observation, interviews, and documentation. The research subject itself involved students from the University of Muhammadiyah Malang. Data analysis using the Moustakas method. This study uses the theory of hyperreality from Jean Baudrillard which explains that there are three stages of the subject before entering hyperreality, namely the stages of simulation, simulacra, and simulacrum. Simulation is an e-commerce, simulacra is the equivalent of sign manipulation that requires a reference model to identify oneself, while in simulacrum the subject has lost his identity because he has become the reference model of himself. Based on the results of research on e-commerce that occurs among students, there is a hyperreality that occurs due to lifestyle factors that always align with their friendship environment and are also influenced by activities on social media where users are always offered product display advertisements. Hyperreality can be seen from those who have consumptive behaviours where they buy an item not based on what they need, but based on their sheer desire to affirm their social class. Keywords: Hyperreality, E-commerce, Simulation, Simulacra, Simulacrum
SAKRALITAS VIRTUAL: MAKNA SAKRAL DALAM IBADAH SALAT JUMAT VIRTUAL DI INDONESIA Qintannajmia Elvinaro; Dede Syarif; Jajang A Rohmana
Sosioglobal Vol 6, No 2 (2022): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v6i2.38890

Abstract

This article discusses sacred experience in virtual worship. It focuses on virtual Friday prayer via zoom application leaded by Wawan Gunawan Abdul Wahid, scholar from Yogyakarta, which has been holding this ritual since the outbreak of COVID-19 pandemic. Using phenomenological approach, this research argues that congregation of virtual Friday prayers experience sacredness during the prayers through two conditionals: attachment and continuousness in a ritual. Devoutness in prayer emerges within engagement in a ritual. The sacred atmosphere ascends when the congregation of the virtual Friday prayer enter the virtual room for Friday prayer. This virtual Friday room demarcates an offline profane room from sacred virtual room for Friday prayer. In addition, the continually engagement in virtual Friday prayer contribute to devoutness and sacred feeling of the congregation. The engagement of the congregation stimulates collective bond among participant in virtual Friday prayers.             Keywords: sacred, profane, virtual Friday prayer, worship, devoutness    ABSTRAKArtikel ini membahas tentang pengalaman sakral dalam ibadah virtual. Fokus kajiannya adalah pada pelaksanaan salat Jumat virtual melalui aplikasi zoom dipimpin oleh Wawan Gunawan Abdul Wahid, seorang akademisi asal Yogyakarta, yang berlangsung sejak pandemi COVID-19. Melalui pendekatan fenomenologi, kajian ini berargumen bahwa para jamaah mendapatkan pengalaman sakral dalam pelaksanaan salat Jumat virtual. Pengalaman tersebut terbentuk melalui dua prasyarat: kebersamaan dan kesinambungan. Kekhusyukan itu timbul melalui kebersamaan sejak awal. Ketika semua jamaah memasuki ruang virtual zoom nuansa sakralitas mulai terasa. Di sini ruang virtual zoom menjadi pembatas antara ruang profan di alam nyata dengan ruang sakral di alam maya. Selain itu, perasaan kekhusyukan dan sakralitas itu juga tumbuh dan dikuatkan dengan kehadirannya pada salat Jumat virtual secara konsisten dan berkesinambungan. Jamaah yang selalu hadir secara tidak langsung menanamkan pada dirinya perasaan ikatan bersama dengan jamaah dan ibadah virtual tersebut. Kata Kunci: sakral, profan, Jumat virtual, ibadah, khusuk
PEMBERDAYAAN PURNA TKW BERBASIS UMKM DI INDRAMAYU Ade Iwan Ridwanullah
Sosioglobal Vol 6, No 2 (2022): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v6i2.39725

Abstract

Tulisan ini untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh Purna Tenaga Kerja Wanita (TKW) dengan sektor pada kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini mendapat perhatian dan dukungan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina RU VI Balongan, mengingat daerah Kabupaten Indramayu merupakah daerah pemasok dengan rating terbesar kedua di Indonesia sebagai penyedia jasa TKW ke luar negeri yang telah menyumbang devisa bagi negara, di sisi lain memiliki dampak pada tingginya angka pengangguran produktif yang tidak diimbangi dengan tersedianya lapangan kerja sehingga memilih bekerja di luar negeri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, catatan lapangan dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberdayaan UMKM oleh para Purna TKW di Kabupaten Indramayu dilakukan melalui kegiatan pembinaan, pembentukan kelompok hawa kreasi, dukungan pembiayaan, sertifikasi dan branding kemasan, pelatihan kewirausahaan dan kegiatan pemasaran. Keberhasilan program pemberdayaan UMKM yang dilakukan TKW purna ini tidak terlepas ditunjang dengan beberapa faktor yang mendukung kegiatan diantaranya melalui: sumber daya, komunikasi, dan struktur organisasi yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya.
DERITA DI BALIK TAMBANG: KONTESTASI KEPENTINGAN EKONOMI POLITIK DALAM PERTAMBANGAN TIMAH, DI BANGKA BELITUNG Risdawati Ahmad
Sosioglobal Vol 6, No 2 (2022): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v6i2.36803

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dampak tambang timah inkonvensional terhadap kehidupan sosial-ekonomi dan lingkungan masyarakat di Desa Lampur, Kabupaten Bangka Tengah. Penelitian ini dilakukan di Desa Lampur, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan yang diwawancara adalah tokoh masyarakat, kepala desa, pekerja tambang timah dan komunitas nelayan. Proses analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, munculnya dua kubu pada masyarakat Desa Lampur dalam merespon masalah pertimahan, yaitu kelompok yang pro terhadap pertambangan timah. Asumsi kelompok pro adalah dengan adanya Tambang Inkonvensional (TI) masyarakat desa bukan lagi hanya sebagai penonton dalam memanfaatkan sumber daya alamnya, namun mereka juga memiliki keterlibatan secara langsung. Kelompok kedua adalah golongan yang menganggap TI merupakan penyumbang kerusakan ekologis terbesar di Bangka Belitung  dan belum berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat secara langsung. Kedua, Beralihnya profesi masyarakat dari yang sebelumnya petani, nelayan dan buruh bangunan dengan penghasilan rendah menjadi penambang TI yang menghasilkan uang dalam waktu cepat. Ketiga, Meningkatnya angka putus sekolah. Anak-anak di Desa Lampur cukup banyak yang meninggalkan sekolahnya demi menjadi penambang. Keempat, Timbulnya konflik sosial di antara masyarakat. Para penambang kerap kali melakukan aktivitas pertambangan pada malam hari, dimana lokasinya berdekatan dengan pemukiman warga. 
HYPERREALITY GAME ONLINE MENJERUMUSKAN GAMER MENJADI HYPER-LIFE? Diah Meitikasari
Sosioglobal Vol 6, No 2 (2022): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v6i2.33664

Abstract

This paper aims to explore Jean Baudrillard's thoughts on hyperreality theory which is used as a tool to examine the phenomenon of gamer hyperreality. According to the author, this is important considering the growing online game and its impact not only on social but also on the death of its players. This paper uses a literature study approach with the main source of the work of Jean Baudrillard. This paper concludes that: first, online games are a tangible form for gamers. Second, humans as a concrete form have become abstract as a result of online games. Third, games are algorithm manipulation, and this is what causes gamers to become addicted to playing online games. Fourth, hyperreality gives birth to hyperlife for gamers so that they have neglected social responsibilities.Keywords: Hyperreality, game online, gamer, hyperlife
Memahami Konsep Ruang menurut Henri Lefebvre Paulus Bagus Sugiyono
Sosioglobal Vol 6, No 2 (2022): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v6i2.36309

Abstract

Abstrak                         : Perkembangan teoretis mengenai pemaknaan atas kota dan pengelolaannya dalam ruang lingkup studi sosiologi perkotaan merupakan sesuatu yang penting untuk diikuti. Selalu ada perkembangan baru di dalam konteks dialektika teoretis. Artikel ini sendiri bermaksud untuk menjelaskan konsep ruang menurut seorang sosiolog cum filsuf dari Prancis yang bernama Henri Lefebvre. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Thompson (2017), Christian dan Desmiwati (2018), dan Nurhadi et al. (2019) yang berupaya melihat kontekstualisasi konsep ruang Lefebvre dalam fenomena sosiologis, dengan metode penelitian kualitatif analisis deskriptif, artikel ini berupaya untuk menjelaskan konsep ruang menurut Lefebvre per se itu sendiri. Temuan dari artikel ini menunjukkan tiga hal penting yang dapat ditarik dari konsep ruang Lefebvre, yakni produksi ruang di kota, kontestasi konflik ruang, dan partisipasi masyarakat sebagai perwujudan konkret hak atas kota. Abstract                        : It is important to understand all various concepts of the city and its management in the perspective of urban sociology. There is always new development in the context of theoretical dialectics. This article itself intends to explain the concept of space according to a french sociologist cum philosopher, namely Henri Lefebvre. It takes a different approach of analysis compared with previous research conducted by Thompson (2017), Christian and Desmiwati (2018), and Nurhadi et al. (2019) which intend to contextualize the concept of space according to Lefebvre in various sociological phenomena. Using descriptive analysis within a qualitative method, this article attempts to explain the concept of space according to Lefebvre per se itself. The finding of this article shows three important issues that could be taken from the concept of space offered by Lefebvre. Those are the production of space in a city, contestation of space conflict, and participation of city residents as a manifestation of the concept of right to the city.

Page 10 of 15 | Total Record : 143


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2025): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 9, No 1 (2024): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 8, No 2 (2024): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 8, No 1 (2023): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 7, No 2 (2023): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 7, No 1 (2022): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 6, No 2 (2022): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 6, No 1 (2021): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 5, No 2 (2021): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 5, No 1 (2020): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 4, No 2 (2020): Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 4, No 1 (2019): Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 3, No 2 (2019): Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 3, No 2 (2019): Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 3, No 1 (2018): Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 2, No 2 (2018): Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 2, No 2 (2018): Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 2, No 1 (2017): SOSIOGLOBAL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 2, No 1 (2017): SOSIOGLOBAL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 1, No 2 (2017): SOSIOGLOBAL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 1, No 2 (2017): SOSIOGLOBAL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 1, No 1 (2016): SOSIOGLOBAL Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 1, No 1 (2016): SOSIOGLOBAL Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi More Issue