cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 154 Documents
Jaringan Sosial Pekerja Migran Ilegal Indonesia Konstruksi Bangunan Di Malaysia Randi, Randi; Nurdin, Muhamad Fadhil; Sekarningrum, Bintarsih; Agustina, Rini
Sosioglobal Vol 9, No 2 (2025): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v9i2.62239

Abstract

ABSTRAK Migrasi pekerja migran ilegal Indonesia ke Malaysia adalah salah satu fenomena yang menjadi sorotan pemerintah Indonesia dan Malaysia. Besarnya migrasi PMI ilegal di Malaysia di pengaruhi oleh jaringan sosial PMI ilegal, terutama dalam hal ini jaringan sosial PMI ilegal konstruksi di Malaysia. PMI ilegal konstruksi di Kongsi tersebar di beberapa wilayah di Malaysia. Sebagian besar PMI tersebut tanpa dokumen yang lengkap dan bahkan overstay. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penyajian data secara deskriptif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian bahwa adanya migran PMI ilegal konstruksi di Malaysia karena adanya jaringan sosial yang mereka miliki. Jaringan sosial PMI ilegal konstruksi di Malaysia yang terjadi yaitu jaringan sosial kekuasaan jaringan ini hanya sebatas untuk mendapatkan keamanan dari pihak yang berkuasa di sekitar kongsi, yaitu oknum kepolisian Malaysia yang memiliki kekuasaan. Jaringan sosial kepentingan yaitu hubungan yang terjadi dalam jaringan antara PMI ilegal konstruksi dengan PMI ilegal konstruksi lainnya, hubungan PMI ilegal konstruksi dengan menkong, menkong dengan perusahaan, menkong dengan tokeh. Jaringan sosial perasaan dalam hubungan ini jaringan perasaan sangat dominan. Jaringan sosial PMI ilegal konstruksi ini terbentuk atas dasar hubungan sosial bermuatan perasaan yang terjalin di Kongsi dan hubungan sosial PMI ilegal itu sendiri menjadi tujuan dan tindakan sosial PMI ilegal konstruksi. Kemudian jaringan sosial keluarga yaitu hubungan yang terbentuk atas dasar jaringan keluarga yang dimiliki oleh PMI ilegal konstruksi. Jaringan keluarga sangat penting bagi PMI ilegal konstruksi di Malaysia, karena keluarga sebagai orang yang memberikan informasi yang dianggap cukup valid oleh para PMI ilegal konstruksi. Jaringan ini memberikan fasilitas kepada PMI ilegal untuk dapat bertahan hidup di Malaysia. Kata Kunci: Pekerja, Migran, ilegal, Konstruksi, Jaringan, Migrasi ABSTRACT The migration of Indonesian illegal migrant workers to Malaysia is one of the phenomena in the spotlight of the Indonesian and Malaysian governments. The magnitude of illegal migrant worker migration in Malaysia is influenced by the social networks of illegal migrant workers, especially in this case the social networks of illegal construction workers in Malaysia. Illegal construction migrant workers in Kongsi are spread across several regions in Malaysia. Most of these PMIs are without complete documents and even overstay. This research uses a qualitative approach with descriptive data presentation with a case study method. The result of the research is that there are illegal construction migrant workers in Malaysia because of the social network they have. The social network of illegal construction PMIs in Malaysia that occurs is the social network of power, this network is only limited to obtaining security from those in power around the kongsi, namely Malaysian police officers who have power. The social network of interests is the relationship that occurs in the network between illegal construction workers and other illegal construction workers, the relationship between illegal construction workers and menkong, menkong and companies, menkong and tokeh. The social network of feelings in this relationship is very dominant. The social network of illegal construction workers is formed on the basis of emotionally charged social relationships that exist in the Kongsi and the social relationships of illegal PMIs themselves become the social goals and actions of illegal construction PMIs.  Then the family social network is a relationship formed on the basis of the family network owned by illegal construction workers. The family network is very important for illegal construction workers in Malaysia, because the family is the one who provides information that is considered quite valid by illegal construction workers. This network provides facilities for illegal migrant workers to survive in Malaysia. Keywords: Worker, Migrant, illegal, Construction, Network, Migration 
Strategi Keluarga Pekerja Penggilingan Padi Keliling dalam Menghadapi Perubahan pada Sistem Persaingan Pasar Jendra, Bayu Aji Sastra; Nurwati, Nunung
Sosioglobal Vol 9, No 2 (2025): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v9i2.60098

Abstract

ABSTRAK Pertanian merupakan sektor vital dalam kehidupan masyarakat pedesaan karena menyediakan sumber pangan sekaligus penghidupan. Salah satu aspek penting dalam pascapanen adalah proses penggilingan padi, yang kini mengalami transformasi signifikan dengan hadirnya mesin penggilingan padi keliling (mobile). Di Desa Mancon, Kabupaten Nganjuk, fenomena ini mendorong munculnya persaingan antar 19 unit usaha penggilingan padi keliling dalam wilayah kerja yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi nafkah keluarga dengan pekerjaan utama sebagai penggiling padi keliling dan menggali alasan di balik pemilihan strategi tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, serta teori strategi nafkah dan sosiologi nafkah sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga pekerja penggilingan padi keliling mampu bertahan secara ekonomi dan menunjukkan kesejahteraan relatif. Strategi yang diterapkan mencakup bekerja mandiri tanpa asisten, keterlibatan anggota keluarga dalam pekerjaan, serta optimalisasi penggunaan alat penggilingan untuk menunjang pendapatan. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi nafkah yang adaptif berperan penting dalam mempertahankan eksistensi dan meningkatkan taraf hidup keluarga di tengah persaingan ekonomi desa.Kata Kunci:  Sosiologi Nafkah, Keluarga, Pekerja Penggilingan Keliling, Persaingan PasarABSTRACT  Agriculture is a vital sector in rural communities, providing both food and livelihoods. One crucial post-harvest process is rice milling, which has undergone significant transformation with the emergence of mobile rice milling machines. In Mancon Village, Nganjuk Regency, this phenomenon has led to competition among 19 mobile rice milling units operating within the same work area. This study aims to analyze the livelihood strategies of families whose primary occupation is mobile rice milling and explore the reasons behind these strategies. Employing a descriptive qualitative method with a phenomenological approach, the study draws on the theories of livelihood strategies and livelihood sociology. The findings reveal that families engaged in mobile rice milling are able to sustain their livelihoods and achieve a relatively prosperous standard of living. Strategies include working independently without assistants, involving family members in the business, and maximizing the use of milling equipment to support household income. These results highlight how adaptive livelihood strategies play a crucial role in ensuring economic survival and improving the quality of life in the face of local competition.Keywords: Family, Livelihood Sociology, Rice miller-vehicle workers, Market Competition  
Pemaknaan Catcalling: Wujud Kekerasan Simbolik dalam Habituasi di Sekolah Menengah Atas “X” Kabupaten Malang Ningtyas, Anyndia Putri Dwi Candra; Rozakiah, Desy Santi
Sosioglobal Vol 9, No 2 (2025): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v9i2.62027

Abstract

Penelitian ini dilakukan guna mengetahui pemaknaan siswa dan guru terkait catcalling serta peran guru dalam menanggulangi catcalling yang terjadi di sekolah. Metode yang digunakan di penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menemukan bahwa catcalling yang terjadi di SMA “X” Kabupaten Malang dilakukan untuk bercanda dan ajang keseruan guna melepas kebosanan. Padahal catcalling bagi korban merupakan tindakan yang mengganggu dan memberikan dampak psikis jangka panjang. Catcalling yang terjadi di SMA “X” Kabupaten Malang sangat sesuai dengan konsep pemikiran dari Pierre Bourdieu yakni kekerasan simbolik. Catcalling yang terjadi menunjukkan wujud kekuasaan dari pihak laki-laki sebagai pihak mendominasi pada pihak perempuan sebagai pihak terdominasi. Catcalling sebagai wujud dari kekerasan simbolik perlu ditanggulangi di SMA “X” Kabupaten Malang dengan peran aktif guru sebagai pendidik dan orang tua siswa di sekolah.  
Membangun Kehidupan Pasca Migrasi: Sebuah Kajian tentang Ketahanan Keluarga dan Modal Sosial dalam Proses Strukturasi Sosial Purna Pekerja Migran di Desa Sende Pujiati, Sri; Parwitaningsih, Parwitaningsih; Arief, Dwi; Laili, Fuji Nurul
Sosioglobal Vol 10, No 1 (2025): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v10i1.67431

Abstract

ABSTRAKFenomena pekerja migran Indonesia (PMI) telah menjadi strategi keluarga perdesaan dalam meningkatkan kesejahteraan, termasuk di Desa Sende, Kabupaten Cirebon. Meskipun memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan, kehidupan pasca migrasi sering kali menghadirkan tantangan baru bagi purna pekerja migran dan keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika ketahanan keluarga, modal sosial dan proses strukturasi sosial dalam membangun kehidupan pasca migrasi purna pekerja migran di Desa Sende. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologi melalui teknik wawancara mendalam dengan purna pekerja migran, keluarga, tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan keluarga menjadi fondasi utama yang menopang purna pekerja migran dalam menghadapi hambatan ekonomi-sosial, dengan dukungan dari pasangan, orang tua dan keluarga besar. Modal sosial yang terbangun melalui jaringan antar keluarga migran dan difasilitasi oleh pemerintah desa berperan sebagai instrumen penting dalam mendorong usaha produktif kolektif, seperti penggilingan padi, peternakan ayam dan usaha rumah tangga. Selanjutnya, proses strukturasi sosial tercermin dari terbentuknya pola relasi baru yang inklusif, di mana masyarakat non-migran turut terlibat dalam aktivitas ekonomi purna pekerja migran, sehingga memperluas distribusi kesempatan kerja sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan reintegrasi purna pekerja migran di Desa Sende merupakan hasil dari interaksi antara ketahanan keluarga, pemanfaatan modal sosial dan intervensi kebijakan desa yang melahirkan struktur sosial baru.Kata kunci: Ketahanan Keluarga, Modal Sosial, Purna Pekerja Migran, Strukturasi SosialABSTRACTThe phenomenon of Indonesian migrant workers (PMI) has become a strategy for rural families to improve their welfare, including in Sende Village, Cirebon Regency. Although they make a significant economic contribution, post-migration life often presents new challenges for former migrants and their families. This study aims to analyze the dynamics of family resilience, social capital, and the process of social structuring in building the post-migration lives of former migrant workers in Sende Village. The method used is a qualitative approach with a phenomenological study through in-depth interviews with former migrant workers, families, community leaders, and stakeholders. The results show that family resilience is the main foundation that supports former migrant workers in facing economic and social obstacles, with support from spouses, parents, and extended families. Social capital built through networks between migrant families and facilitated by the village government plays an important role in encouraging collective productive enterprises, such as rice mills, chicken farms, and household businesses. Furthermore, the process of social structuring is reflected in the formation of new inclusive relationship patterns, in which non-migrant communities are involved in the economic activities of former migrant workers, thereby expanding the distribution of employment opportunities and strengthening social solidarity. This study concludes that the successful reintegration of former migrant workers in Sende Village is the result of the interaction between family resilience, the utilization of social capital, and village policy interventions that have given rise to a new social structure.Keywords: Family Resilience, Retired Migrant Workers, Social Capital, Social Structuration
Masyarakat Indonesia Dalam Perang Ukraina Dan Rusia (Memahami Nilai Dan Makna Dukungan Dalam Perang Rusia-Ukraina) Triyanto, Triyanto; Chadijah, Devi Intan; Hidayat, Amri Wahid
Sosioglobal Vol 10, No 1 (2025): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v10i1.66137

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini membahas sikap masyarakat Indonesia terhadap perang Rusia-Ukraina dengan menelaah latar belakang historis, nilai-nilai sosial, dan dinamika politik internasional yang memengaruhi keberpihakan. Menggunakan teori tindakan sosial Max Weber, kajian ini mengidentifikasi motif dan makna di balik dukungan masyarakat terhadap Rusia, Ukraina, maupun posisi netral. Data diperoleh melalui teknik web scraping komentar warganet pada kanal YouTube Tribunnews dan Harian Kompas, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas komentar dalam sampel ini mendukung Rusia, sebagian mendukung Ukraina, dan sedikit yang bersikap netral. Dukungan terhadap Rusia dipengaruhi oleh faktor historis hubungan Indonesia–Uni Soviet, pandangan anti-hegemoni Barat, serta persepsi positif terhadap kepemimpinan Putin. Sebaliknya, dukungan terhadap Ukraina didorong oleh nilai kemanusiaan, penolakan terhadap penjajahan, dan penghormatan terhadap kedaulatan negara. Sikap netral dilandasi prinsip politik luar negeri bebas-aktif dan tradisi non-blok Indonesia. Temuan ini menegaskan bahwa orientasi politik, nilai historis, dan emosi kolektif membentuk konstruksi sosial dukungan masyarakat Indonesia terhadap konflik internasional ini. Kata Kunci: Perang Rusia-Ukraina; Orientasi Dukungan; Opini Masyarakat Indonesia.  ABSTRACT This study examines the attitudes of the Indonesian society toward the Russia–Ukraine war by exploring the historical background, social values, and international political dynamics that influence their alignment. This research uses Max Weber’s social action theory to identify the motives and meanings behind public support for Russia, Ukraine, or a neutral stance. Data were collected through web scraping of netizen comments on Tribunnews and Harian Kompas YouTube channels and analyzed using content analysis. The findings reveal that most Indonesians support Russia, some support Ukraine, and a few remain neutral. Support for Russia is influenced by the historical ties between Indonesia and the former Soviet Union, anti-Western hegemony views, and positive perceptions of Putin’s leadership. Conversely, support for Ukraine is driven by humanitarian values, opposition to colonialism, and respect for national sovereignty. Neutral positions are rooted in Indonesia’s foreign policy principle and non-aligned tradition. The results underscore how political orientation, historical values, and collective emotions shape the social construction of Indonesian public support in this international conflict. Keyword: Russia–Ukraine; Support; The Indonesian Society  
Masyarakat Risiko Dalam Lingkar Pencemaran Limbah Industri Di Sungai Wrati Desa Kedungringin, Kabupaten Pasuruan Zuhroh, Siti Aminatuz; Waskito, Waskito
Sosioglobal Vol 10, No 1 (2025): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v10i1.62186

Abstract

ABSTRAKPencemaran limbah di kawasan industri masih menjadi problematika masyarakat di seluruh dunia. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan potret masyarakat risiko Desa Kedungringin yang bermukim di lingkar pencemaran limbah  kawasan industri industri. Secara spesifik masalah yang diteliti adalah kondisi fisik dan sebelum dan setelah lingkungan tercemar, risiko yang dialami masyarakat dan strategi yang dilakukan masyarakat dan pemerintah  dakam menghadapi berbagai risiko yang ada  Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Subyek penelitian terdiri atas 15 informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilalukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi masyarakat dan lingkungan mengalami perubahan setelah digunakan untuk  kawasan industri. Pembuangan limbah industri berlebih ke sungai mengakibatkan  risiko fisik, psikologis dan sosial. Adaptasi masyarakat dan strategi yang dilakukan tidak sepenuhnya signifikan mengatasi berbagai risiko yang masih dialami masyarakat hingga saat ini. Dengan kata lain, masyarakat setempat menghadapi ketidakpastian berbagai risiko yang masih dialami dan akan dialami di masa yang akan datangKata kunci: Kawasan Inddustri, Pencemaran limbah industri,  masyarakat risiko, ABSTRACTWaste pollution in industrial areas remains a problem for communities worldwide. This study aims to depict the risk profile of the Kedungringin Village community residing in the industrial waste pollution circle. Specifically, the issues examined are the physical conditions before and after environmental pollution, the risks faced by the community, and the strategies employed by both the community and the government in dealing with various existing risks. The approach used in this research is a qualitative method with a phenomenological research design. The subjects of the study consisted of 15 informants. Data collection techniques were carried out through participatory observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted interactively through data reduction, data presentation, and conclusion verification. The research results indicate that the conditions of the community and the environment have changed after being used for an industrial area. The excess disposal of industrial waste into rivers poses physical, psychological, and social risks. The community's adaptation and strategies implemented have not been fully significant in addressing the various risks still faced by the community to this day. In other words, the local community is facing uncertainty about the various risks that are currently being experienced and will be experienced in the futureKeywords: Industrial area, industrial waste pollution, risk society
Ekologi Sosial Pesisir: Peran Intergenerasional Keluarga Dalam Menjaga Mangrove Di Pesisir Indramayu Nurwati, Nunung; Fedryansyah, Muhammad; Yunita, Desi; Amanatin, Elsa Lutmilarita; Sudrajat, Ade
Sosioglobal Vol 10, No 1 (2025): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v10i1.67835

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini mengkaji dinamika ekologi sosial keluarga pesisir di Indramayu dalam menjaga kelestarian hutan mangrove melalui peran lintas generasi. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang lebih menyoroti aspek kelembagaan atau kebijakan konservasi, penelitian ini menawarkan kebaruan dengan menempatkan keluarga sebagai pusat analisis ekologi sosial. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menelusuri bagaimana nilai gotong royong (sabilulungan), pewarisan pengetahuan ekologis, dan solidaritas antar generasi membentuk praktik pelestarian mangrove yang berkelanjutan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi di kawasan pesisir Karangsong, Pasekan, dan Brondong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memainkan peran kunci dalam membangun kesadaran ekologis, menghubungkan nilai tradisional dengan adaptasi modern melalui kegiatan konservasi, ekonomi lokal, dan ekspresi digital generasi muda. Sintesis teoritis dalam penelitian ini menghasilkan model ekologi sosial berbasis keluarga, yang menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan pesisir tidak hanya bergantung pada kebijakan atau intervensi eksternal, tetapi juga pada kekuatan nilai sosial, solidaritas lintas generasi, dan kesadaran ekologis yang tertanam dalam keluarga.Kata kunci: Ekologi Sosial, Keluarga Pesisir, Intergenerasional, Mangrove, SabilulunganABSTRACT  This study explores the dynamics of coastal families’ social ecology in Indramayu and their intergenerational roles in conserving mangrove forests. Unlike previous studies focusing on institutional or policy dimensions, this research offers novelty by positioning the family as the core of social-ecological analysis. Using a qualitative descriptive approach, it investigates how local values of sabilulungan (mutual cooperation), ecological knowledge transmission, and intergenerational solidarity shape sustainable mangrove conservation practices. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation in the coastal areas of Karangsong, Pasekan, and Brondong. Findings reveal that families act as key agents in fostering ecological awareness, connecting traditional values with modern adaptations through conservation activities, local economic initiatives, and youth-led digital expressions. The theoretical synthesis formulates a family-based social ecology model, emphasizing that coastal environmental sustainability depends not only on policies or external interventions but also on the strength of social values, intergenerational solidarity, and ecological consciousness embedded within families.Keywords: Social Ecology, Coastal Family, Intergenerational, Mangrove, Sabilulungan
Ketahanan Perempuan Purna Pekerja Migran: Potret Agensi Perempuan Dalam CBO Ibu-Tin Berseri Wulandari, Puspita; Utami, Nindita Fajria; Meilani, Tati; Arief, Dwi; Hibrizi, Sultan Akmal
Sosioglobal Vol 10, No 1 (2025): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v10i1.61787

Abstract

ABSTRAKKetahanan perempuan dan agensi mereka dalam berbagai konteks sosial merupakan aspek penting dalam memahami dinamika pemberdayaan gender. Artikel ini mengkaji konsep ketahanan perempuan dalam aspek ekonomi, sosial dan keluarga dengan menyoroti peran agensi perempuan, khususnya bagi perempuan purna pekerja migran. Penelitian ini dilakukan di Desa Tinumpuk, Kabupaten Indramayu dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi literature. Subjek penelitian berjumlah 11 orang yang terdiri dari pengurus komunitas, perempuan purna pekerja migran, pemangku kepentingan dan keluarga pekerja migran, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan pengalaman mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agensi perempuan berperan dalam meningkatkan ketahanan keluarga melalui pengambilan keputusan strategis dalam aspek ekonomi, pendidikan dan sosial. Perempuan purna pekerja migran juga mampu mengembangkan otonomi finansial dan memperkuat peran mereka dalam keluarga maupun komunitas setelah kembali ke tanah air. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa agensi perempuan pekerja migran tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan keluarga, tetapi juga memperluas ruang keberdayaan di ranah sosial. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya dukungan kelembagaan dan kebijakan berbasis gender, khususnya melalui penguatan peran komunitas berbasis community based organization (CBO), untuk mempercepat proses reintegrasi sosial-ekonomi perempuan purna pekerja migran secara berkelanjutan.Kata kunci: Ketahanan perempuan, agensi perempuan, perempuan purna pekerja migran, pemberdayaan genderABSTRACT Women's resilience and agency in various social contexts are important aspects in understanding the dynamics of gender empowerment. This article examines the concept of women's resilience in economic, social, and family aspects by highlighting the role of women's agency, especially for former female migrant workers. This research was conducted in Tinumpuk Village, Indramayu Regency, using a qualitative approach and phenomenological methods through in-depth interviews, participatory observation, and literature study. The research subjects consisted of 11 people, including community leaders, female former migrant workers, stakeholders, and families of migrant workers, who were selected using purposive sampling based on their experiences. The results show that women's agency plays a role in increasing family resilience through strategic decision-making in economic, educational, and social aspects. Former female migrant workers are also able to develop financial autonomy and strengthen their roles in their families and communities after returning to their homeland. The conclusion of this study confirms that the agency of female migrant workers not only contributes to family resilience but also expands the space for empowerment in the social. The implications of this study show the importance of institutional support and gender-based policies, particularly through strengthening the role of community-based organizations (CBOs), to accelerate the process of sustainable socio-economic reintegration of former female migrant workers.Keywords: Women's resilience, women's agency, migrant workers, gender empowerment
Makna Diri Dan Identitas Sosial Sarjana Sosiologi: Studi Fenomenologis Terhadap Universitas Jenderal Soedirman Thabrani, Ahmad; Nurdin, Muhammad Fadhil; Herdiansah, Ari Ganjar
Sosioglobal Vol 10, No 1 (2025): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v10i1.64468

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna diri dan identitas sosial sarjana sosiologi pasca kelulusan dengan menggunakan teori diri George Herbert Mead dan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Permasalahan ini muncul dari ketegangan antara idealisme akademik dan realitas sosial pasca kelulusan, terutama bagi lulusan ilmu sosial seperti sosiologi yang tidak secara langsung terserap dalam pasar kerja formal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dengan dua informan enam informan sarjana sosiologi dari Universitas Jenderal Soedirman tahun 2020–2021. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam melalui telepon aplikasi whatsapp (dalam jaringan) dan dianalisis secara tematik untuk menangkap pengalaman reflektif para informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan makna diri sarjana sosiologi berlangsung tidak linier dan dialogis, melalui pergulatan simbolik antara “I” dan “Me”, serta refleksi masa kuliah hingga fase pasca kampus. Makna diri sarjana sosiologi juga dikonstruksi melalui interaksi intersubjektif dan dialog diri yang berlangsung dalam dunia-kehidupan (lebenswelt) fenomenologis. Penelitian ini memperkaya pemahaman atas teori diri Mead dan fenomenologi Schutz dalam konteks lulusan sosiologi Indonesia yang mengalami transformasi identitas secara reflektif dan intersubjektif.Kata Kunci: Makna Diri, Identitas Sosial, Sarjana Sosiologi, FenomenologiABSTRACT This study aims to understand the self-meaning and social identity of sociology graduates after graduation by applying George Herbert Mead’s theory of self and Alfred Schutz’s phenomenological approach. The issue arises from the tension between academic idealism and post-graduation social realities, particularly among social science graduates such as those in sociology, whose disciplines are not directly absorbed into the formal job market. This research employs a qualitative method with a phenomenological approach, involving six bachelor of sociology as informants from Universitas Jenderal Soedirman, class of 2020–2021. Data were collected through in-depth interviews on whatsapp phonecall (online) and analyzed thematically to capture the informants’ reflective experiences. The findings reveal that the formation of self-meaning among sociology graduates is non-linear and dialogical, constructed through symbolic struggles between the “I” and the “Me,” as well as reflections spanning from their college years to the post-campus phase. Their self-meaning is also shaped by intersubjective interactions and inner dialogues that occur within a phenomenological lifeworld (lebenswelt). This study enriches the understanding of Mead’s theory of self and Schutz’s phenomenology in the context of Indonesian sociology graduates who experience identity transformation in reflective and intersubjective ways.Keywords: Self-Meaning, Social Identity, Sociology Graduates, Phenomenology
Evaluasi Program KIP Kuliah dalam Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pendidikan di Kota Bengkulu Layantara, Esther; Aprianty, Henny; Dani, Rahiman
Sosioglobal Vol 10, No 1 (2025): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v10i1.65156

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pelaksanaan program KIP Kuliah dan kontribusinya terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bidang pendidikan di Kota Bengkulu. Fokus utama terletak pada sejauh mana program ini memperluas akses pendidikan tinggi bagi kelompok miskin dan mendukung peningkatan indikator pendidikan seperti angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah. Berbeda dari studi sebelumnya yang hanya menyoroti akses biaya pendidikan, penelitian ini menekankan evaluasi multi-dimensi mencakup efektivitas, efisiensi, kecukupan, responsivitas, dan ketepatan sasaran penerima. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan berasal dari berbagai pihak, termasuk pengelola KIP di perguruan tinggi, mahasiswa, orang tua, DPR RI Komisi X, Dinas Pendidikan, dan BPS Kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun KIP Kuliah efektif dalam meningkatkan partisipasi pendidikan tinggi, masih terdapat tantangan dalam hal pemerataan informasi, verifikasi data penerima, dan kecukupan bantuan biaya hidup. Program ini memiliki peran strategis dalam memperkuat IPM pendidikan, namun pelaksanaannya perlu ditingkatkan agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.Kata Kunci : KIP Kuliah, evaluasi kebijakan, IPM Pendidikan

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2025): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 9, No 2 (2025): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 9, No 1 (2024): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 8, No 2 (2024): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 8, No 1 (2023): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 7, No 2 (2023): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 7, No 1 (2022): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 6, No 2 (2022): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 6, No 1 (2021): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 5, No 2 (2021): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 5, No 1 (2020): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 4, No 2 (2020): Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 4, No 1 (2019): Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 3, No 2 (2019): Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 3, No 2 (2019): Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 3, No 1 (2018): Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 2, No 2 (2018): Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 2, No 2 (2018): Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 2, No 1 (2017): SOSIOGLOBAL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 2, No 1 (2017): SOSIOGLOBAL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 1, No 2 (2017): SOSIOGLOBAL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 1, No 2 (2017): SOSIOGLOBAL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 1, No 1 (2016): SOSIOGLOBAL Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 1, No 1 (2016): SOSIOGLOBAL Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi More Issue