Jurnal Wiyata : Penelitian Sains dan Kesehatan
Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan is a periodical journal published by LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiyata Kediri with ISSN number 2442-6555 (online) and ISSN 2355-6498(prin). This Journal was first published online in 2015 with volume number 2 no 1. Jurnal Wiyata publish various original articles related to "Pharmacology, Toxicology and Pharmaceutics; Profesi Kesehatan; Menejmen Informasi Kesehatan; Mikrobiologi (Medis); Imonologi dan Alergi; Kedokteran Gigi; Pelayanan Medis Emergensi; Histologi; Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan dan Pekerjaan; Hematologi". This journal has been indexed Sinta 4 with Decree number: 30 / E / KPT / 2019. This journal is published twice a year in June and December. Every article that goes to editorial staff is selected through a Preliminary Review process by considering whether the article suits the scientific scope of journal. Manuscripts that do not comply with the writing guidelines for publication will be rejected by the editor before further review. The manuscripts that meet the specified guideline will be subject to peer-Preview Process for substansial and formatting check. If the manuscript is improperly prepared, it will be sent back to the author for either major or minor revision. The author should resubmit the revised manuscript within one month of provisional acceptance. Based on Reviewer comments, the Editorial Board then takes a final decision to accept or reject the article for publication.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 11 No 1 (2024)"
:
12 Documents
clear
Survey Karakteristik Demografi Petugas Rekam Medis di Puskesmas Wilayah Kota Mataram
Ikhtiar, Rian Wahyul;
Hasanah, Uswatun; Ikhwan, Ikhwan;
Putra, Rizal Pratama Adi;
Susilo, Beny Binarto Budi;
Halid, Musparlin;
Permana, Yan Reiza;
Gazali, Muhammad Munawir
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56710/wiyata.v11i1.600
Characteristics of Medical Record officers consist of religion, age, gender, years of service, education, training, and employment status. This research was conducted at the Public Health Center in the City of Mataram. The purpose of this study was to determine the characteristics of medical record officers at the public health center in the city of Mataram. The design of this research is descriptive. The sample in this study were all medical record officers at the Mataram City of Health Center, totaling 39 medical record officers. The results showed that the medical record officers at the Mataram City of Health Center were mostly Muslim (100.0%), the sex of the officers was female as many as 22 people (56.4%), and the service period of the officers was less than 5 years (48,7%), Officer education is Diploma III of Medical Record and Health Information (MRHI) as many as 12 people (30.8%), training officers who have never attended training as many as 28 people (71.8%), while the staffing status of non-civil servant officers is 23 people (59, 0%). The conclusion is there needs to be an increase in the number and quality of medical record personnel in health centers with a Diploma III MRHI background
EFFECT OF CALCIUM FORTIFICATION ON HEALTH
Santosa, Winnie Nirmala
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56710/wiyata.v11i1.624
Background: As a crucial micronutrient needed for numerous actions related to human health, calcium. Lack of calcium will have an effect on metabolism and body systems, so nutritional intervention in the form of calcium fortification is needed.Objective: To analyze the benefits of calcium fortification on improving health status. Methods: Using a literature review with a narrative method by searching Google Scholar and PubMed then extracting information from the relevant articles. Result: Calcium fortification can improve metabolism and body system work. Conclusion: The addition of calcium through the fortification process is proven to improve health.
THE RELATIONSHIP OF PROVIDING EDUCATION ON THE USE OF SELF-MEDICATION DRUGS (Pain, Flu, Faver, Cough) ON THE LEVEL OF KNOWLEDGE OF VISITORS TO ANUGERAH BLUTO MEDIKA PHARMACY IN THE BLUTO SUB-DISTRICT AREA IN 2023
Walujo, Djembor Sugeng;
Farida, Umul;
Putri, Jinani Firdausi
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56710/wiyata.v11i1.768
Education is an activity or effort to deliver health messages to the community, groups, or individuals. Self-medication is a largely community-based effort to overcome disease symptoms before seeking help from health workers. This research aims to determine the influence of providing education on the use of self-medication drugs on the level of knowledge of visitors to Anugerah Bluto Medika Pharmacy in the Bluto Sub-District area. Pre-experimental research with a one group pretest-posttest research design was conducted by comparing the patient's self-medication knowledge before and after being given education using leaflets. The sampling technique used was target sampling with inclusion and exclusion criteria. The sample size consisted of 100 respondents. The results showed that the level of knowledge of pharmacy visitors showed good (11%), sufficient (22%), less (67%) after being given counseling showed good (97%), sufficient (1%), less (2%). ). ). The results of the Chi-Square test obtained a significant value of 0.337 > 0.05 which indicates that there is no relationship between the provision of education and the level of knowledge about the use of self-medication.
Evaluasi Pelatihan Penggunaan Antropometri untuk Meningkatkan Akurasi Pengukuran sebagai Indikator Deteksi Dini Stunting
Prodyanatasari, Arshy;
Purwasih, Yefi;
Putri, Mardiana Prasetyani;
Purnadianti, Mely
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56710/wiyata.v11i1.778
Latar belakang: Stunting adalah problematika di bidang kesehatan yang penting, memerlukan perhatian dan penanganan sungguh-sungguh. Kejadian stunting berfokus pada balita dan anak-anak. Stunting ditandai dengan pertumbuhan yang lambat, kekurangan asupan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh sejak dalam kandungan. Untuk mendeteksi stunting pada balita, upaya hal yang dapat dilakukan dengan pemantauan pertumbuhan, diantaranya pengukuran tinggi badan dan masa tubuh. Pengukuran tinggi badan pada balita dilakukan dengan menggunakan metode Antropometri, dengan menggunakan alat ukur infantometer atau microtoice. Operasionalisasi kedua alat tersebut terkategori sederhana, namun diperlukan keterampilan dan ketelitian dalam menggunakannya. Tujuan: Pada implementasi penggunaan infantometer dan microtoice masih ditemukan ketidaktepatan pengukuran. Hal ini akan berpengaruh pada keakurasian hasil pengukuran yang diperoleh. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi eksperimental design) dengan rancangan non-randomized pretes-postes design dan strategi unjuk kerja. Penelitian dilakukan dengan empat tahapan penelitian. Hasil: Pada tahapan ke tiga dan keempat diperoleh hasil bahwa keterampilan proses kader Posyandu dalam menggunaan alat sudah terdapat peningkatan, terlihat dari peningkatan nilai posttes. Penilaian dilakukan dengan menggunakan Lembar Pengamatan Keterampilan Proses, dimana setiap kader diminta untuk melakukan unjuk kerja operasionalisasi alat dengan benar. Simpulan: Berdasarkan hasil observasi, tes, monitoring, dan evaluasi diperoleh hasil bahwa kader Posyandu antusias mengikuti pelatihan yang diberikan dan skills penggunaan alat semakin baik dan hasil pengukuran yang diperoleh lebih akurat.
PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA DARAH MENGGUNAKAN SAMPEL SERUM, PLASMA HEPARIN DAN PLASMA NAF
Gunawan, Hasna Azizah
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56710/wiyata.v11i1.785
Latar belakang: Pemeriksaan glukosa darah yaitu suatu pemeriksaan yang digunakan untuk mengetahui jumlah gula dalam darah. Kadar glukosa darah dapat diperiksa menggunakan sampel seperti whole bood, serum dan plasma. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan glukosa darah pada tahap pra analitik adalah penggunaan antikoagulan. Antikoagulan biasanya disediakan dalam bentuk tabung darah dengan perbedaan warna yang bermacam-macam, seperti tabung darah berwarna biru berisi antikoagulan Natrium Sitrat (Na. Sitrat), tabung darah berwarna hijau berisi antikoagulan Lithium Heparin (Heparin), tabung darah berwarna kuning berisi gel activator. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kadar glukosa darah menggunakan sampel Serum, Plasma Heparin dan Plasma NaF. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan 30 sampel dengan 3 jenis sampel yaitu menggunakan serum, plasma Heparin dan plasma NaF. Hasil: Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah dengan sampel Serum didapatkan hasil rerata 98,47 mg/dL, Plasma Heparin didapatkan hasil rerata 98,80 mg/dL dan Plasma NaF didapatkan hasil rerata 98,07 mg/dL. Hasil uji statistik One Way ANOVA didapatkan nilai sebesar 0.953 dimana nilai signifikansi pada penelitian ini P>0.05. Simpulan: Diketahui bahwa tidak ada perbedaan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah menggunakan sampel Serum, Plasma Heparin dan Plasma NaF.
PERCEPTION OF JAMU USAGE AT ROWOBELANG VILLAGE, BATANG DISTRICT
Asri, Kurnia Ika Setya;
Octasari, Paulina Maya
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56710/wiyata.v11i1.788
Background: The use of traditional medicine as herbs increased relatively neither in developing countries nor developed countries. Efficacy of herbs trusted hereditary. People use herbs as treatment therapy and maintain the health of the body. Some herbs mix medicinal chemical materials illegally. Abuse of it can affect public perception about used herbs in Rowobelang Village, Batang District. Method: This research is a descriptive observational study using a questionnaire instrument containing respondents' sociodemographic data and ten statements to measure public perception about using herbs. The public perception profile was measured in three aspects, there were efficacy aspect, accessibility aspect and safety aspect. Data was taken by using purposive sampling. Results: This research uses 320 respondents as the sample who belong to the inclusion criteria. Characteristics of respondents who filled out the questionnaire are 36-45 years old (35%), high school educated (43,8%), female (63,4%), and have a job (66,5%). The highest aspect that had a high percentage was the efficacy aspect, and the lowest was the safety aspect (28,46%).Conclusion: The result indicates the public perception of herbs used in Rowobelang Village is in the good perception category (72,5%).
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENATALAKSANAAN DEHIDRASI PADA IBU DENGAN BALITA RIWAYAT DIARE
Margaretta, Sheylla Sheylla;
Gayatri, Paramita Ratna;
Isnaeni, Ely;
Santosa, Winanda Rizki Bagus;
Firmanda, Giovanni Iga;
Aprilita, Niken Ayu
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56710/wiyata.v11i1.820
Latar Belakang: Diare menjadi penyebab kematian balita di dunia. Komplikasi yang terjadi dari diare adalah dehidrasi. Dehidrasi akan memburuk jika kehilangan air dan elektrolit terjadi secara terus menurus dan tidak segera digantikan bisa menyebabkan syok hipovolemia yang dapat membuat gagal organ, hingga kematian. Salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan diare adalah dengan edukasi kesehatan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi penatalaksanaan dehidrasi di rumah terhadap pengetahuan ibu dengan balita riwayat diare. Metode: Metode penelitian ini adalah Quasi Experimental Design dengan bentuk desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi adalah ibu yang mempunyai balita dengan riwayat diare. Sempel yang digunakan 68 responden kelompok eksperimen (booklet dan demonstrasi) dan 68 responden kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel secara purposive. Pengumpulan data menggunakan kuisoner pengetahuan. Analisis data menggunakan Uji Mann Whitney. Hasil: Hasil Uji Mann Whitney diperoleh nilai Ï 0,000 ( Ï < 0,05). Artinya H0 ditolak dan H1 diterima terdapat pengaruh edukasi penatalaksanaan dehidrasi di rumah terhadap pengetahuan ibu. Kesimpulan: Terdapat pengaruh edukasi penatalaksanaan dehidrasi di rumah terhadap pengetahuan ibu.
PERBANDINGAN KADAR HEMOGLOBIN DAN INDEKS ERITROSIT (MCV) PRA DAN POST DEBRIDEMENT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
Riyaniarti, Maria Magdalena;
Damayanti, Nita
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56710/wiyata.v11i1.821
Latar belakang: Diabetes Melitus merupakan gangguan metabolisme kronis yang ditandai adanya peningkatan kadar glukosa (gula) dalam darah akibat masalah dalam penggunaan atau produksi insulin, hormon yang dihasilkan oleh pankreas yang berfungsi untuk mengatur kadar gula darah. Komplikasi dari diabetes melitus adalah ulkus diabetik.Tindakan pembedahan yang dilakukan pada kasus ulkus diabetik adalah tindakan debridement. Komplikasi pada tindakan debridement yaitu terjadinya infeksi pada luka paska tindakan debridement dan pendarahan. Penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kadar Hemoglobin,dan indeks eritrosit pra dan post tindakan debridement pada pasien diabetes melitus tipe 2. Desain penelitian yang digunakan Comparative Study, dengan menggunakan Total Sampling. Data hasil pemeriksaan kemudian dilakukan uji T-Paired untuk melihat perbandingan variabel antara pra debridement dan post debridement. Hasil menunjukan bahwa jumlah leukosit pra dan post debridement, kadar hemoglobin pra dan post debridement dan nilai MCV pra dan post debridement memiliki derajat kesalahan < 5%, sedangkan nilai MCH pra dan post debridement memiliki derajat kesalahan < 5%, dan pada nilai MCHC pra dan post debridement memiliki derajat kesalahan > 5%. Kesimpulan terdapat perbandingan antara kadar hemoglobin terhadap nilai MCV pra dan post debridement namun tidak terdapat perbandingan terhadap nilai MCH dan MCHC pra dan post debridement pada pasien diabetes melitus tipe 2
Drug Use Patterns In Stroke Patients Ichemic Inpatience In RSUD dr. Soegiri Lamongan
Sari, Kumala
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56710/wiyata.v11i1.824
Stroke or Cerebrovascular accident is a clinical symptom that develops rapidly as a result of focal or global brain function disturbance due to blockage or rupture of brain blood vessels, with symptoms lasting more than 24 hours. Stroke is the sudden death of several brain cells due to lack of oxygen due to blockage or rupture of a cerebral artery that blocks blood flow to the brain. This study aims to determine the pattern of drug use in inpatient ischemic stroke patients at RSUD dr. Soegiri Lamongan. Non-experimental research method with a descriptive research design in the form of retrospective collection of medical record data. The samples taken in this study were 86 medical record data of patients who met the inclusion criteria. The results showed that the highnest pattern of drug use in ischemic stroke patients used a combination of 2 drugs use that was the neuroprotectant-antiplatelet in 42 patients (48,8%), the combination of 3 drugs use that was the neuroprotectant-antiplatelet-antihypertension in 13 patient (15%), and a combination of 4 combination drug use that was the neuroprotectant-antiplatelet-antihypertension-antidislipidemia in 8 patient (9,3%). The most widely used neuroprotectant group was citicolin in 77 patients (79,38%), the antiplatelet clopidogrel in 67 patients (50,76%) and aspilet in 65 patients (49,24%), the antihypertension amlodipine in 19 patients (31,67%) and candesartan in 17 patients (28,33%), and the antidyslipidemia atorvastatin in 9 patients (64,29%)
PENGARUH METODE HANDWASHING DANCE TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU CUCI TANGAN PADA SISWA SD NEGERI TUNAS HAARAPAN DESA LOSARANG TAHUN 2023
Fitriyah, Sukhriyatun;
Nuraeni, Tating;
Purbaningrum, Dwi Nur
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56710/wiyata.v11i1.832
Latar belakang: Salah satu tindakan pencegahan dan penanggulangan penyakit yang menjadi program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah menurut pemerintah adalah cuci tangan. Pada tahun 2021 data masyarakat ber-PHBS di Kabupaten Indramayu sebesar 50,59% dimana angka tersebut cukup rendah dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat (Dataset Dinas Kesehatan Jawa Barat, 2021). Data BPS menunjukan presentase kepatuhan masyarakat dalam mencuci tangan yaitu sebesar 75,38% (Badan Pusat Statistik Indonesia, 2021). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Handwashing Dance pada siswa SD Negeri Tunas Harapan. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yaitu metode quasi eksperimental dengan desain one group pre-test post-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan disproposionate stratified random sampling dan didapatkan 100 sampel yang terbagi di setiap kelas. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi, lembar Pre-tes and Post-test. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian sebelum diberikan perlakuan untuk tingkat pengetahuan memiliki kategori Baik sebanyak 10%, Cukup 68% dan Kurang 22%. Sikap responden sebelum perlakuan dengan kategori Baik sebanyak 24%, Cukup 59% dan Kurang 17%. Perilaku responden sebelum perlakuan dengan kategori Baik sebanyak 8%, Cukup 70% dan Kurang 22%. Setelah diberikan perlakuan terjadi perubahan tingkat pengetahuan dengan kategori Baik sebanyak 27%, Cukup 53%, dan Kurang 20%. Sikap responden setelah perlakuan dengan kategori Baik sebanyak 28%, Cukup 59%, dan Kurang 9%. Perilaku responden setelah perlakuan didapatkan hasil dengan kategori Baik 22%, Cukup 76%, dan Kurang 2%. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p-value