cover
Contact Name
Ainun
Contact Email
jurnalwiyata@iik.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalwiyata@iik.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Wachid Hasyim No.65, Kota Kediri, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Wiyata : Penelitian Sains dan Kesehatan
ISSN : 23556498     EISSN : 24426555     DOI : 10.56710
Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan is a periodical journal published by LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiyata Kediri with ISSN number 2442-6555 (online) and ISSN 2355-6498(prin). This Journal was first published online in 2015 with volume number 2 no 1. Jurnal Wiyata publish various original articles related to "Pharmacology, Toxicology and Pharmaceutics; Profesi Kesehatan; Menejmen Informasi Kesehatan; Mikrobiologi (Medis); Imonologi dan Alergi; Kedokteran Gigi; Pelayanan Medis Emergensi; Histologi; Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan dan Pekerjaan; Hematologi". This journal has been indexed Sinta 4 with Decree number: 30 / E / KPT / 2019. This journal is published twice a year in June and December. Every article that goes to editorial staff is selected through a Preliminary Review process by considering whether the article suits the scientific scope of journal. Manuscripts that do not comply with the writing guidelines for publication will be rejected by the editor before further review. The manuscripts that meet the specified guideline will be subject to peer-Preview Process for substansial and formatting check. If the manuscript is improperly prepared, it will be sent back to the author for either major or minor revision. The author should resubmit the revised manuscript within one month of provisional acceptance. Based on Reviewer comments, the Editorial Board then takes a final decision to accept or reject the article for publication.
Arjuna Subject : -
Articles 296 Documents
FAKTOR RESIKO KEPADATAN HUNIAN, KEBERADAAN PEROKOK, DAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI ESKULISIF TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI INDONESIA : META-ANALISIS 2012-2023 Rustandi, Oni Yanuar
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i2.869

Abstract

Latar Belakang : Pneumonia pada balita masih menjadi masalah kesehatan global yaitu 14% dari semua kematian dan penyebab anak di bawah usia 5 tahun dan menyebabkan 740.180 kematian anak pada tahun 2019. Di Indonesia pneumonia masih menjadi masalah utama yang menyebabkan 14,5% kematian pada anak kelompok usia 29 hari - 11 bulan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kepadatan huniaan, keberadaan perokok dan riwayat pemberian ASi ekslusif pada balita di Indonesia. Metode : Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis yang menggabungkan beberapa referensi dari hasil penelitian sejenis. Sumber data penelitian ini diperoleh secara online melalui electronic database yaitu Google Scholar. Artikel yang terkumpul akan diseleksi dengan kriteria inkulsi dan eksklusi yang ditentukan. Sehingga diperoleh 20 artikel penelitian. Teknik analisis data menggunakan sofware yaitu JASP Version 0.16.3.0. Hasil analisis data menunjukkan bahwa variabel kepadatan hunian berisiko 2,054 kali, keberadaan perokok berisiko 2,054 kali, dan riwayat pemberian ASI eksklusif berisiko 3,781 kali lebih besar terhadap kejadian pneumonia pada balita. Kesimpulan : dari penelitian meta-analisis ini dapat diketahui bahwa urutan faktor risiko yang paling besar terhadap kejadian pneumonia pada balita diantaranya adalah riwayat pemberian ASI eksklusif, kepadatan hunian dan keberadaan perokok.
IDENTIFIKASI SENYAWA FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL 70% AKAR GINSENG KUNING (RENNELLIA ELLIPTICA KORTH.) MENGGUNAKAN LC-MS/MS DAN AKTIVITAS AFRODISIAKA SECARA IN SILICO Istiqamah, Farida; Sukardiman, Sukardiman; Widyowati, Retno
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i2.870

Abstract

Abstrak Latar belakang: Rennellia elliptica Korth. secara tradisional digunakan sebagai zat afrodisiak. Dilihat dari potensinya, bukti ilmiah ekstrak tumbuhan ini sebagai penghambat phosphodiesterase-5 masih belum dilakukan Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa fitokimia yang terdapat pada ekstrak etanol 70% tanaman rennellia elliptica Korth. menggunakan LC-MS/MS dan aktivitas afrodisiakan secara in silico. Metode: Ekstrak etanol rennellia elliptica Korth. dianalisis menggunakan LC-MS/MS selanjutnya senyawa tersebut digunakan sebagai senyawa ligan dalam penambatan molekuler untuk mengetahui afinitas pengikatan konstituen fitokimia tersebut terhadap protein target phosphodiesterase 5 (PDB ID: 2H42). Hasil: Ditemukan 17 komponen senyawa antara lain golongan terpenoid, fenilpropanoid, antrakuinon dan flavonoid. Berdasarkan studi in silico dari 17 senyawa yang dianalisis dengan LC-MS/MS, Dulxanthone B (∆G=-9,52 kkal/mol) menunjukkan afinitas tertinggi untuk berikatan dengan target protein. Simpulan: Senyawa fitokimia dari rennellia elliptica Korth. dapat berfungsi sebagai terapi tambahan dalam penemuan obat untuk pengobatan yang menghambat phosphodiesterase 5. Abstract Background: Rennellia elliptica Korth. is traditionally used as an aphrodisiac substance. Judging from its potential, scientific evidence of this plant extract as a phosphodiesterase-5 inhibitor has yet to be conducted. Objective: . This research aims to determine the phytochemical compounds contained in the 70% ethanol extract of the Rennellia elliptica Korth plant. using LC-MS/MS. Method: The ethanol extract of rennellia elliptica Korth. was analyzed using LC-MS/MS and then the compounds were used as ligand compounds in molecular docking to determine the binding affinity of the phytochemical constituents to the target protein phosphodiesterase 5 (PDB ID: 2H42). Results: 17 compound components were found, including terpenoids, phenylpropanoids, anthraquinones and flavonoids. Based on in silico studies of 17 compounds analyzed by LC-MS/MS, Dulxanthone B (∆G=-9.52 kcal/mol) showed the highest affinity for binding to protein targets.. Conclusions: Phytochemical compounds from Rennellia elliptica Korth. may serve as an adjunct therapy in drug discovery for treatment that inhibits phosphodiesterase 5.
ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BREAST BOARD PADA VENA CAVA SUPERIOR SYNDROME (VCSS) DENGAN TEKNIK THREE DIMENSIONAL CONFORMAL RADIATION THERAPY (3D-CRT) Maritza, Adelia Nursri; Anwar, Khairil
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i2.902

Abstract

Latar belakang Kasus karsinoma paru di Instalasi Onkologi Radiasi Rumah sakit X Jakarta Timur biasanya dilakukan dengan teknik radioterapi three dimensional conformal radiation therapy (3D-CRT) atau teknik IMRT dan menggunakan body base plate serta masker thermoplastik. Pasien karsinoma paru dengan vena cava superior syndrome (VCSS) dilakukan teknik 3D-CRT dengan alat imobilisasi berupa breast board. Alat imobilisasi breast board biasanya digunakan untuk pasien dengan kasus kanker payudara, namun di Rumah sakit X Jakarta Timur alat imobilisasi ini dimanfaatkan untuk pasien VCSS yang tidak dapat berbaring penuh dengan tujuan mengurangi rasa sesak pasien.VCSS merupakan kumpulan gejala yang terjadi akibat adanya penekanan vena cava superior oleh tumor mediastinum yang bersifat ganas maupun jinak. Tujuan Penelitian menjelaskan teknik 3D-CRT pada kasus VCSS menggunakan breast board di instalasi onkologi radiasi Rumah sakit X Jakarta Timur. Metode Penelitian kualitatif yang dilakukan untuk mendeskripsikan terapi radiasi dengan teknik 3D-CRT pada kasus VCSS yang menggunakan Breast board di Instalasi Onkologi Radiasi Rumah sakit X Jakarta Timur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2024 di Instalasi Onkologi Radiasi Rumah sakit X Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah pesawat LINAC, EPID, komputer TPS, Data set up pasien CT simulator, Breast board, Lembar Observasi, Lembar Pedoman wawancara dan Hasil dokumentasi. Data-data hasil pengumpulan data akan dianalisa secara kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian naratif. Hasil Penelitian prosedur terapi radiasi teknik 3D-CRT pada VCSS dengan menggunakan alat imobilisasi breast board sudah sesuai dengan SPO yang berlaku di rumah sakit. Rata-rata pergeseran titik koordinat x sebesar 0,4 cm, titik koordinat y sebesar 0,4 cm, titik koordinat z sebesar 0,0 cm sehingga hal ini sudah sesuai dengan rekomendasi ICRU report 50 dan 62 yakni toleransi nilai pergeseran sebesar 3-5 mm. Simpulan penggunaan breast board dinilai efektif dilakukan untuk mengurangi rasa sesak pasien dan meminimalisir pergeseran pasien saat pernyinaran radiasi.
SCREENING OF SECONDARY METABOLITE COMPOUNDS AND YIELD OF WHITE RHIZOME (Alpinia Galanga L.) EXTRACT THROUGH FOUR EXTRACTION METHODS Badriyah, Lailatul
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i2.935

Abstract

Background: Health maintenance can be addressed by the utilization of natural medicines derived from plants called traditional medicine. Traditional medicine can be produced from rhizomes, one of include was the white galangal rhizome. The chemical compounds of white galangal rhizome provide numerous benefits in both culinary and health fields. Objective: to obtain the best yield from the four extraction methods used. The extracts obtained were tested qualitatively using chemical reagents. Method: The method employed was a laboratory experiment utilizing various extraction techniques. The results indicate that the yields from maceration, soxhletation, reflux, and infusion were 11.955%, 20.359%, 15.737%, and 9.416%, respectively. The secondary metabolite compounds found in the white galangal rhizome extract were flavonoids, alkaloids, tannins, terpenoids, and saponins. Conclusions: it can be concluded that the extraction method with the best yield results was the soxhletation method.
HUBUNGAN HEMOGLOBIN DENGAN KREATININ PADA PASIEN GANGGUAN FUNGSI GINJAL DI LABORATORIUM KLINIK PRODIA KEDIRI Sariningsih, Tika; Widhiyastuti, Endang
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v12i2.764

Abstract

Gangguan fungsi ginjal diindikasikan dengan peningkatan kadar kreatinin serum dalam darah, yang diikuti dengan penurunan kadar hemoglobin. Ada dua bentuk gangguan fungsi ginjal yaitu: gagal ginjal akut dan kronik. Keduanya dapat diketahui melalui gejala-gejalanya maupun pemeriksaan laborartorium dengan melihat kadar kreatininnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara kadar hemoglobin dengan kadar kreatinin pada pasien gangguan fungsi ginjal di Laboratorium Klinik Prodia Kediri. Metode yang digunakan adalah metode prospektif untuk penentuan tempat, sampel dan waktu penelitian. Penelitian dilakukan di Laboratorium Klinik Prodia Kediri pada bulan Mei 2023 dengan jumlah sampel 48 pasien. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan sampel darah, rekam medik, dan kuesioner. Analisis data menggunakan korelasi Sperman’s Rank. Hasil penelitian memperlihatkan terdapat hubungan bermakna antara kadar hemoglobin dengan kadar kreatinin pada pasien gangguan fungsi ginjal di Laboratorium Klinik Prodia Kediri, dengan nilai korelasi P =0,000, kemudian nilai kekuatan korelasinya -0,527 yang berarti berkorelasi sedang dan arah hubungannya diketahui negatif yang berarti berlawanan arah. Hal ini berarti semakin besar kadar kreatinin maka semakin kecil kadar hemoglobinnya. Pada karakteristik pasien didapati prosentase pasien laki-laki (52%) lebih tinggi dibanding perempuan (48%). Dilihat dari umur didapati sebagian besar (31%) sudah usia lanjut (66-75 tahun), dengan peyebab terbanyak diabetes militus dan hipertensi sekaligus (44%). Dilihat dari gejalanya, sebagian besar pasien cepat lelah (48,5%) dan kombinasi antara cepat lelah, sering kencing, nyeri pinggang, dan kesemutan (29,2%). Dilihat dari riwayat keluarga, seluruh pasien (100%) memiliki riwayat keluarga dengan diabetes militus dan hipertensi.
HOUNSFIELD UNIT (HU) VALUE ANALYSIS ON CT-SCAN STONOGRAPHY EXAMINATION IN UROLITHIASIS Cahyati, Yeni; NRPK, Noeki
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v12i2.847

Abstract

Abstract Background: The use of CT-Scan is an examination of the urinary tract or what is usually called a non-contrast urography CT-Scan or CT-Scan Stonography. CT-Scan Stonography is a CT-Scan examination of the kidney tract which is usually used to detect the presence of stones in the kidneys. Stonography is used as an alternative to IVP (Intravenous Pyelography) examination because the IVP examination is limited in providing information to diagnose a disease, especially in cases of urolithiasis. In CT-Scan stonography examinations, the Hounsfield Unit (HU) value plays an important role in diagnosing abnormalities in the urinary system. The Hounsfield Unit (HU) value is the density level of various types of tissue which has 4,096 shades of gray, and has different density levels. differences found in CT-Scan. In establishing a diagnosis in patients with clinical urolithiasis or abnormalities in the presence of stones in the urinary system which are formed from crystals of Ca Oxalate, Ca Phosphate, Strufit stones, Cystine stones, and uric acid stones, the use of HU values helps in measuring the density value of the stones so that treatment can be estimated. that will be given to the patient. Objective: The aim of this study is to determine the Hounsfield Unit (HU) value in clinical urolithiasis using CT-Scan Stonography examination. Method: This research is a qualitative descriptive study, namely by carrying out CT-Scan stonography examinations on urolithiasis patients and analyzing the results of measuring Hounsfield Unit (HU) values. Results: Based on 10 research data results, the characteristics of stone composition based on Hounsfield Unit (HU) value analysis on 10 samples were categorized into 3 groups, namely, the calcium phosphate stone group consisting of 3 samples, cystine stone consisting of 5 samples, and 2 samples on uric acid stone group. Conclusion: Hounsfield Unit (HU) value to determine further medical action
ANALISIS CEMARAN BAKTERI PADA JAJANAN BAKSO IKAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN SIRIMAU KOTA AMBON Hermayani, Dian; Astuty, Eka; Hursepuny, Valentine
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v12i2.872

Abstract

Bakso menjadi salah satu jenis jajanan makanan yang dijajakan di lingkungan anak sekolah. Dalam indikator pemilihan makanan, anak-anak kurang memperhatikan tingkat keamanan dari jajanan sehingga dapat memicu terjadinya foodborne diseases. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui cemaran bakteri pada jajanan bakso ikan yang dijajakan di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Sirimau dengan parameter uji ALT. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain deskriptif kuantitatif pendekatan experiment laboratory. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel dari 2 penjual. Sampel jajanan bakso ikan dianalisis dengan menghitung jumlah angka lempeng total (ALT) dengan metode cawan tuang menggunakan media nutrient agar. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil uji ALT koloni tertinggi pada kode sampel SB 2,1 × 108 koloni/g sedangkan hasil ALT sampel dengan kode SA 2,8 × 107koloni/g. Sehingga dapat disimpulkan kedua sampel tersebut tidak memenuhi persyaratan mutu dan keamanan bakso ikan berdasarkan SNI 7266:2017 dengan parameter uji ALT batas maksimum bakteri yaitu 1,0 × 105 koloni/g.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN KOMPONEN AKTIF DALAM ECO ENZYME YANG DIHASILKAN DARI BAHAN BAKU ORGANIK DENGAN PERBANDINGAN SUBSTRAT GULA AREN DAN MOLASE Fitriyah, Sukhriyatun; Syaputra, Eko; Fadilah, Dina; Aenillah, Ismi; Rahmawati, Ade
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v12i2.960

Abstract

Berdasarkan data Sistem Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementrian Lingkungan Hidup tahun 2022, timbulan sampah sebesar 36,218,012.28 ton/tahun dan 40.4% merupakan sampah sisa makanan. Salah satu usaha untuk mengurangi timbulan sampah organik adalah dengan mengelola sampah organik khusus nya limbah buah dan sayur dengan metode eco enzyme. Tujuan: penelitian ini menganalisis karakteristik eco enzyme dengan perbandingan substrat gula aren dan molase. Metode: penelitian menggunakan analisis kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan triangluasi. Pengujian organoleptic untuk mengukur variable aroma dan warna. Juga mengukur pH juga suhu. Hasil: variabel eco-ezyme substrat gula merah memiliki warna cairan coklat keruh, hijau dan hijau kehitaman, sedangkan subtrat molase memiliki warna cairan coklat tua. variabel eco-ezyme substrat molase memberikan aroma asam segar dominan nanas, asam segar aroma kunyit, aroma segar dominan seledri sedangkan substrat gula aren memberikan aroma asam segar dominan nanas, aroma asam segar dominan kunyit, dan memiliki aroma tidak segar, seperti aroma dari sayur yang membusuk. eco enzyme subtrat gula merah menunjukkan pH akhir 6 sedangkan subtrat molase menunjukkan pH akhir 5. Pengukuran suhu eco enzyme subtrat gula merah dan molase menunjukkan suhu 24 ºC hingga 28 ºC. Simpulan. Ada Perbedaan varian eco enzyme dengan perbandingan subtrat gula merah dan molase.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DAN TINGKAT STRES DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SANTRIWATI SMA PESANTREN BINA MADANI PUTRI MAGELANG Zulfa, Inas; Fauziyah, Nida; Nursanto, Dodik; Herawati, Erna
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v12i2.966

Abstract

Abstrak Sejarah Artikel : Submitted:2025-02-07 Accepted: Publish Online: Latar Belakang: Prestasi belajar merupakan indikator penting dalam menilai pengetahuan siswa. Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 mengungkapkan bahwa prestasi belajar siswa Indonesia berada di bawah rata-rata dunia. Prestasi belajar dapat dipengaruhi oleh kualitas tidur serta tingkat stres, terutama di lingkungan pesantren, dengan rutinitas yang padat dan peraturan yang ketat. Penelitian terdahulu mengungkapkan hasil yang berbeda-beda terkait kaitan antara kualitas tidur, tingkat stres, dan prestasi belajar. Tujuan: Mengkaji hubungan kualitas tidur dan tingkat stres terhadap prestasi belajar pada Santriwati SMA Pesantren Bina Madani Putri Magelang. Metode: Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel berjumlah 75 santriwati yang ditentukan melalui stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner PSQI, K10, dan nilai rapor, lalu dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Tidak ada hubungan antara kualitas tidur dan prestasi belajar (p=0,727), tetapi hubungan signifikan ditemukan antara tingkat stres dan prestasi belajar (p=0,028). Simpulan: Kualitas tidur tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan prestasi belajar, sedangkan tingkat stres terbukti memiliki hubungan yang signifikan.
DESAIN PRIMER DAN PEMURNIAN GANDA UNTUK DETEKSI PCR GEN 16S rRNA PADA ESCHERICHIA COLI Putra, Deivan; Iswara, Arya; Hanifah, Qolaima; Natasya, Diffa; Putri, Agistha
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v12i2.1007

Abstract

Latar Belakang: Deteksi dan identifikasi Escherichia coli yang akurat sangat penting dalam penelitian mikrobiologi dan diagnostik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan memvalidasi primer spesifik untuk gen 16S rRNA pada Escherichia coli menggunakan NCBI Primer Blast serta mengevaluasi efektivitas pemurnian ganda. Metode: Primer Pair 2 (Forward:5’-CCTTAGGGCCTCTTGCCATC-3’,Reverse:5’-GAGCGTCAGTCTTCGTCCAG-3’) dipilih berdasarkan panjang oligonukleotida, Tm, kandungan GC, posisi target, dimer ujung 3’, dan self-complementarity. Pemurnian ganda diterapkan untuk memperoleh DNA berkualitas tinggi guna memastikan amplifikasi PCR yang optimal. Hasil: PCR menghasilkan produk 553 bp yang dikonfirmasi dengan elektroforesis gel agarosa 2%. Pseudomonas aeruginosa sebagai kontrol tidak menunjukkan amplifikasi, mengonfirmasi spesifisitas Primer Pair 2. Kesimpulan: Primer Pair 2 efektif untuk amplifikasi spesifik gen 16S rRNA Escherichia coli, sehingga direkomendasikan untuk meningkatkan spesifisitas dan akurasi deteksi dalam penelitian selanjutnya.