cover
Contact Name
Ainun
Contact Email
jurnalwiyata@iik.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalwiyata@iik.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Wachid Hasyim No.65, Kota Kediri, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Wiyata : Penelitian Sains dan Kesehatan
ISSN : 23556498     EISSN : 24426555     DOI : 10.56710
Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan is a periodical journal published by LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiyata Kediri with ISSN number 2442-6555 (online) and ISSN 2355-6498(prin). This Journal was first published online in 2015 with volume number 2 no 1. Jurnal Wiyata publish various original articles related to "Pharmacology, Toxicology and Pharmaceutics; Profesi Kesehatan; Menejmen Informasi Kesehatan; Mikrobiologi (Medis); Imonologi dan Alergi; Kedokteran Gigi; Pelayanan Medis Emergensi; Histologi; Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan dan Pekerjaan; Hematologi". This journal has been indexed Sinta 4 with Decree number: 30 / E / KPT / 2019. This journal is published twice a year in June and December. Every article that goes to editorial staff is selected through a Preliminary Review process by considering whether the article suits the scientific scope of journal. Manuscripts that do not comply with the writing guidelines for publication will be rejected by the editor before further review. The manuscripts that meet the specified guideline will be subject to peer-Preview Process for substansial and formatting check. If the manuscript is improperly prepared, it will be sent back to the author for either major or minor revision. The author should resubmit the revised manuscript within one month of provisional acceptance. Based on Reviewer comments, the Editorial Board then takes a final decision to accept or reject the article for publication.
Arjuna Subject : -
Articles 296 Documents
Drug Use Patterns In Stroke Patients Ichemic Inpatience In RSUD dr. Soegiri Lamongan Sari, Kumala
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i1.824

Abstract

Stroke or Cerebrovascular accident is a clinical symptom that develops rapidly as a result of focal or global brain function disturbance due to blockage or rupture of brain blood vessels, with symptoms lasting more than 24 hours. Stroke is the sudden death of several brain cells due to lack of oxygen due to blockage or rupture of a cerebral artery that blocks blood flow to the brain. This study aims to determine the pattern of drug use in inpatient ischemic stroke patients at RSUD dr. Soegiri Lamongan. Non-experimental research method with a descriptive research design in the form of retrospective collection of medical record data. The samples taken in this study were 86 medical record data of patients who met the inclusion criteria. The results showed that the highnest pattern of drug use in ischemic stroke patients used a combination of 2 drugs use that was the neuroprotectant-antiplatelet in 42 patients (48,8%), the combination of 3 drugs use that was the neuroprotectant-antiplatelet-antihypertension in 13 patient (15%), and a combination of 4 combination drug use that was the neuroprotectant-antiplatelet-antihypertension-antidislipidemia in 8 patient (9,3%). The most widely used neuroprotectant group was citicolin in 77 patients (79,38%), the antiplatelet clopidogrel in 67 patients (50,76%) and aspilet in 65 patients (49,24%), the antihypertension amlodipine in 19 patients (31,67%) and candesartan in 17 patients (28,33%), and the antidyslipidemia atorvastatin in 9 patients (64,29%)
Hubungan Kadar Timbal (Pb) dengan Kadar hemoglobin (Hb) dalam Sampel Darah Petugas Sampah TPS Bandar Lor Kota Kediri Putri, Mardiana Prasetyani; Purnadianti, Mely; Prodyanatasari, Arshy; Agustina, Novia; Nelson, Andy Deski
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i2.826

Abstract

Salah satu pencemar utama lingkungan adalah timbal (Pb). Timbal adalah zat aditif yang ditambahkan ke bahan bakar sebagai campuran bensin untuk meningkatkan pembakaran dan meningkatkan kinerja kendaraan. Timbal adalah jenis logam berat yang dapat merusak tubuh. Timbal mudah diserap oleh tubuh dan dapat terakumulasi dalam jaringannya. Timbal dapat memasuki tubuh melalui sistem pernafasan, oral, dan permukaan kulit. Karena timbal dapat mengganggu sistem heme dalam darah, menyebabkan anemia, kadar timbal tinggi dalam darah dapat menyebabkan trombosit menjadi rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kadar timbal (Pb) dan jumlah trombosit darah pada petugas SPBU Desa Mekikis berhubungan satu sama lain. Penelitian ini dirancang untuk menggunakan pendekatan cross-sectional. Untuk penelitian ini, 10 petugas SPBU menggunakan teknik sampling purposive. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kadar timbal dan trombosit petugas SPBU Desa Mekikis rata-rata 0,4344 ppm dan 293.500/UL, masing-masing. Nilai signifikan uji korelasi Spearman adalah 0,391, dengan nilai signifikan lebih dari 0,05, yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kadar timbal dan jumlah trombosit dalam darah mereka
RANCANG BANGUN APLIKASI ELECTRONIC RAPID NUTRITIONAL ASSESSMENT FOR KIDS (E-NAK) SEBAGAI METODE SKRINING GIZI ANAK BERBASIS WEB Laili, Rizky Dzariyani; Amalia, Nuke; Amalin, Atika Mima
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v10i2.829

Abstract

Latar belakang: Malnutrisi merupakan masalah yang umum terjadi pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit meskipun terdapat kemajuan dalam intervensi medis. Malnutrisi jangka panjang memiliki efek negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Prevalensi malnutrisi akut dan kronis bervariasi antara 10-50%. Prevalensi gizi buruk di Indonesia sebesar 3,9% dan 13,8% gizi kurang. Alat skrining gizi dirancang untuk mengidentifikasi orang yang memiliki resiko malnutrisi. Alat skrining gizi yang divalidasi dikaitkan dengan peningkatan dan penurunan prevalensi gangguan gizi. Alat yang dimaksud harus praktis, biaya rendah, mampu mengidentifikasi pasien dengan resiko malnutrisi, serta tidak menimbulkan risiko terhadap individu yang diskrining. Pengembangan rapid nutritional assessment menggunakan secara elektronik sangat tepat diterapkan di pelayanan kesehatan karena belum memiliki aplikasi yang terjangkau luas serta masih menggunakan formulir yang bersifat konvensional. Tujuan: Perancangan Electronic Rapid Nutritional Assessment berbasis web ini bertujuan agar alat skrining gizi menjadi lebih efektif dan efisien serta merupakan upaya mendukung digitalisasi sebagai bagian implementasi e-health yang ada di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode prototype untuk merancang aplikasi Electronic Rapid Nutritional Assessment for Kids (E-NAK) berbasis web. Hasil: Hasil dari perancangan program dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan dengan uji fungsionalitas mendapatkan hasil 87% berfungsi sangat baik, 70% menyatakan aplikasi sangat bermanfaat, 80% menyatakan sangat tertarik, dan 89% menyatakan sangat sesuai. Simpulan: Simpulan penelitian ini adalah aplikasi dapat berjalan dengan baik dan sangat layak digunakan untuk dapat diaplikasikan pada tenaga kesehatan yang berda di fasilitas pelayanan kesehatan.
PENGARUH METODE HANDWASHING DANCE TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU CUCI TANGAN PADA SISWA SD NEGERI TUNAS HAARAPAN DESA LOSARANG TAHUN 2023 Fitriyah, Sukhriyatun; Nuraeni, Tating; Purbaningrum, Dwi Nur
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i1.832

Abstract

Latar belakang: Salah satu tindakan pencegahan dan penanggulangan penyakit yang menjadi program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah menurut pemerintah adalah cuci tangan. Pada tahun 2021 data masyarakat ber-PHBS di Kabupaten Indramayu sebesar 50,59% dimana angka tersebut cukup rendah dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat (Dataset Dinas Kesehatan Jawa Barat, 2021). Data BPS menunjukan presentase kepatuhan masyarakat dalam mencuci tangan yaitu sebesar 75,38% (Badan Pusat Statistik Indonesia, 2021). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Handwashing Dance pada siswa SD Negeri Tunas Harapan. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yaitu metode quasi eksperimental dengan desain one group pre-test post-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan disproposionate stratified random sampling dan didapatkan 100 sampel yang terbagi di setiap kelas. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi, lembar Pre-tes and Post-test. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian sebelum diberikan perlakuan untuk tingkat pengetahuan memiliki kategori Baik sebanyak 10%, Cukup 68% dan Kurang 22%. Sikap responden sebelum perlakuan dengan kategori Baik sebanyak 24%, Cukup 59% dan Kurang 17%. Perilaku responden sebelum perlakuan dengan kategori Baik sebanyak 8%, Cukup 70% dan Kurang 22%. Setelah diberikan perlakuan terjadi perubahan tingkat pengetahuan dengan kategori Baik sebanyak 27%, Cukup 53%, dan Kurang 20%. Sikap responden setelah perlakuan dengan kategori Baik sebanyak 28%, Cukup 59%, dan Kurang 9%. Perilaku responden setelah perlakuan didapatkan hasil dengan kategori Baik 22%, Cukup 76%, dan Kurang 2%. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p-value
POTENSI PEWARNAAN ALAMI EKSTRAK BUAH NAGA MERAH Hylocereus polyrhizus SEBAGAI ALTERNATIF EOSIN Sabban, Indra Fauzi; Wahyuni, Ismiy Noer
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i2.833

Abstract

Proses pewarnaan rutin yang sering digunakan diseluruh laboratorium patologi anatomi dalam pembuatan sediaan sitologi yaitu Papanicolaou dan Diff Quick. Metode pengecatan rutin tersebut dapat menghasilkan gambaran mikroskopik yang menghasilkan hasil yang berbeda-beda, namun bahan yang digunakan dalam pewarnaan tersebut kebanyakan bersifat karsinogenik. Dalam jangka Panjang dapat mempengaruhi petugas yang melakukan proses pewarnaan. Maka dari itu, penelitian ini memiliki Tujuan jangka pendek adalah untuk melihat perbedaan kualitas warna dalam pengecatan sediaan Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) untuk pemeriksaan kanker payudara yang dibandingkan dengan pewarnaan alami ekstrak buah naga, sedangkan tujuan jangka panjangnya untuk menemukan metode pewarnaan alternatif yang dapat digunakan untuk sampel FNAB payudara yang lebih ramah terhadap lingkungan. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen dengan melakukan perbandingan pada 3 jenis pewarnaan. Hasil penelitian menunjukan potensi yang dimiliki oleh ekstrak buah naga merah sebagai alternatif pengganti eosin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak buah naga merah memiliki potensi sebagai pewarnaan alami sediaan selular.
RASIONALITAS PENGGUNAAN ANALGESIK ANTIPIRETIK PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE Hartini, Indah Sri; Prasetyo, Eko Yudha; Kusumaratni, Dyah Ayu; Prodyanatasari, Arshy
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i2.834

Abstract

Latar belakang: Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue akut yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegepty. Data dinas kesehatan menyebutkan peningkatan Case Fatality Rate (CFR) DBD tahun 2020 sebesar 0,8% dan tahun 2021 sebesar 1,1% sedangkan target nasional adalah sebesar 38oC secara mendadak, nyeri kepala atau nyeri dibelakang bola mata, nyeri otot dan tulang. Pengobatan pasien DBD untuk mengurangi rasa nyeri yang dialami adalah dengan pemberian analgesik antipiretik yang tepat. Tujuan: Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin meneliti gambaran penggunaan analgesik-antipiretik untuk mengetahui Tingkat rasionalitas penggunaan analgesik-antipiretik pada pasien DBD. Metode: Rasionalitas penggunaan analgesik-antipiretik yang diukur, meliputi ketepatan pasien, keterapatan obat, ketepatan indikasi, dan ketepatan dosis. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional noneksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif dan teknik sampling yang digunakan adalah totality sampling. Pengambilan data dilakukan berdasarkan data rekam medis pasien pada periode Bulan Januari-Agustus 2022. Sesuai dengan pedoman WHO dan Pedoman Nasional Pelayanan Kesehatan tatalaksana Dengue,pemberian obat analgesik-antipiretik yang sesuai dengan drug of choice adalah paracetamol. Simpulan: Berdasarkan data yang diperoleh diketahui sebanyak 74 pasien DBD dengan 57% pasien Perempuan dan 43 pasien laki-laki, serta 42% pasien merupakan anak-anak. Rasionalitas penggunaan analgesik-antipiretik pada pasien DBD diketahui yaitu 100% tepat pasien; 37,84 tepat obat; 100% tepat indikasi; dan 98,65% tepat dosis.
THE EFFECTIVENESS OF THE PHARMACY'S ROLE IN PROVIDING DRUG INFORMATION ON TELEPHARMACY Citta, Warrantia
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i1.846

Abstract

Background: Telepharmacy is a digital technology-based pharmaceutical service that provides telecommunication between patients and related healthcare services. It offers healthcare services such as drug reviews, counseling, and therapeutic communication with patients, as well as online and real-time exchange of prescriptions. Objective: The effectiveness of the pharmacist's role in the delivery of drug information on the use of health apps. Methods: Current descriptive research using purposive sampling technique for data collection from the general public who have used telepharmacy with variable measurement scales in the study referring to the Likert Scale. Results: This study found that 64.8% of respondents had used telepharmacy to obtain medicine or drug information. According to the community, 82.9% stated that the quality of information obtained through telepharmacy was as good as information provided face-to-face by pharmacists. The community also considered that the role of pharmacists in the utilization of telepharmacy is very important and it is hoped that pharmacists can play an active role in providing drug information regularly in the form of leaflets or website links. Conclusion: Telepharmacy is an alternative health service that allows patients to get quick access and convenience in obtaining health services.
Hubungan Kepatuhan Diet Dan Gaya Hidup Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Type 2 santosa, winanda rizki bagus; Akasyah, Wildan
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i2.851

Abstract

Introduction: Frequent consumption of foods and drinks containing sugar and unhealthy lifestyles are an emergency problem for type 2 diabetes mellitus patients. In type 2 diabetes mellitus patients, unhealthy lifestyles and irregular diets cause disease complications resulting in frequent deaths. Objective: This study aims to determine the relationship between diet and lifestyle adherence to blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus. Method: Correlational research design using a cross-sectional approach. This research was conducted for the period 1 November 2023 - 30 November 2023. The population in this study were patients diagnosed with T2DM at public health centers X and Y, in Kediri City. Sample measurements can use G Power with a power analysis effect size of 0.5, α err prob 0.05, power (0.95), and an increase in sample size of 20% to obtain a sample of 56 respondents. The sample selection technique was purposive sampling based on inclusion criteria, namely that the patient was willing to take part in the research until completion, the patient could read and write, and the patient was diagnosed with T2DM by a doctor at the public health centers X and Y, in Kediri City. The research statistical test used Spearmans Rho. Results: The relationship between diet and blood sugar levels in type 2 diabetes mellitus patients showed that the majority of type 2 diabetes mellitus patients had poor diet patterns and blood sugar levels ≥ 126, namely 64.3%. The results of the analysis of the relationship between diet and blood sugar levels also showed a p-value of 0.001 < 0.05. The relationship between lifestyle and blood sugar levels in T2DM showed that the majority had poor lifestyles and blood sugar levels ≥ 126, namely 67.9%. The results of the analysis of the relationship between lifestyle and blood sugar levels also showed a p-value of 0.000 < 0.05. Conclusion: There is a relationship between diet and lifestyle on blood sugar levels in type 2 diabetes mellitus patients. Suggestion: In T2DM patients, avoid eating foods and snacks that contain high sugar, and high fat, and control portion sizes to manage blood sugar levels. Do regular physical activity, according to your abilities and doctor's recommendations. Walking, cycling, and other sports can be good choices for controlling blood sugar.
THE RELATIONSHIP OF THE IMPLEMENTATION OF THERAPEUTIC COMMUNICATION AND OUTPATIENT PATIENT STATISFACTION AT THE MUARAGEMBONG HEALTH CENTER 2023 Nurhalizah, Siti
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i1.854

Abstract

Background: Communication between nurses and patients plays an important role in the health service process for patients and their families. Patient satisfaction with health services is the hope and interest of the general public, especially for patients and their families and of course for the level of service quality of the relevant agencies. This study aims to analyze the application of therapeutic communication with the level of satisfaction of outpatients at the Muaragembong Community Health Center in 2023. Objective: Analyzing the relationship between nurses' therapeutic communication and patient satisfaction levels in the outpatient ward of Muaragembong Community Health Center 2023. Method: This research is an analytical survey with a Cross Sectional Study approach and a sampling technique using Simple Random Sampling. The sample for this study was outpatients at the Muaragembong Community Health Center. The sample size in this study was 223 samples. Researchers used the chi square test to see the relationship between the two variables with a confidence value of α 5%. Conclusions: There is a relationship between the implementation of therapeutic communication and the level of satisfaction of outpatients at the Muaragembong Community Health Center in 2023. Keywords:Outpatients, Community Health Centers, Therapeutic Communication, Satisfaction Level.
UJI IN SILICO AKTIVITAS ANALGESIK DAN TOKSISITAS SENYAWA TURUNAN N-BENZOIL-N’-4-METOKSIFENILTIOUREA SEBAGAI CALON OBAT ANALGESIK Juwanti, Aulia; Purwanto, Bambang Tri; Poerwono, Hadi
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i2.863

Abstract

Abstrak Latar belakang : Senyawa N-(Benzoil)-N’-4-metoksifeniltiourea mempunyai gugus farmakofor yang sama dengan asam mefenamat yang mempunyai aktivitas sebagai analgesik, sehingga layak dijadikan senyawa induk untuk dikembangkan lebih lanjut melalui modifikasi struktur. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi aktivitas analgesik dan toksisitas dari duapuluh senyawa turunan N-(Benzoil)-N’-4-metoksifeniltiourea sebagai calon obat analgesik. Salah satu mekanisme kerja turunan N-(Benzoil)-N’-4-metoksifeniltiourea sebagai analgesik adalah menghambat COX2, yang berperan penting dalam mengubah asam arakidonat menjadi prostaglandin. Metode : Aktivitas biologis dapat diprediksi melalui pemodelan molekul yang disebut uji in silico,menggunakan program molecular operating environment (MOE) sedangkan toksisitas dapat diprediksi menggunakan program pkCSM. Uji in silico dilakukan dengan melakukan docking senyawa yang akan diprediksi aktivitasnya dengan target reseptor COX2, PDB 5IKR. Hasil : Hasil docking berupa energi ikatan digambarkan dengan nila Score (S). Senyawa dengan nilai S kecil berarti mempunyai ikatan ligan-reseptor yang stabil dan diprediksi mempunyai aktivitas yang besar. Dari hasil uji in silico disimpulkan bahwa turunan N-(benzoil)-N’-4-metoksifeniltiourea diprediksi menimbulkan toksisitas relative rendah, dan mempunyai aktivitas yang lebih besar dibandingkan asam mefenamat. Simpulan : N-(Etoksibenzoil)-N’-4-metoksifeniltiourea diprediksi mempunyai aktivitas analgesik paling besar sehingga senyawa terpilih untuk disintesis dan dikembangkan lebih lanjut. Abstract Background: The compound N-(benzoyl)-N'-4-methoxyphenylthiourea has the same pharmacophore group as mefenamic acid which has analgesic activity, so it is suitable to be used as a parent compound for further development through structural modification. Objective: This study aims to predict the analgesic activity and toxicity of twenty N-(benzoyl)-N'-4-methoxyphenylthiourea derivative compounds as candidate analgesic drugs. One of the mechanisms of action of the N-(benzoyl)-N'-4-methoxyphenylthiourea derivative as an analgesic is to inhibit COX2, which plays an important role in converting arachidonic acid into prostaglandins. Method: Biological activity can be predicted through molecular modeling called in silico testing, using the molecular operating environment (MOE) program, while toxicity can be predicted using the pkCSM program. The in silico test is carried out by docking the compound whose activity will be predicted with the target receptor COX2, PDB ID 5IKR. Results: The docking results in the form of bond energy are described by the value Score (S). A compound with a small S value means it has a stable ligand-receptor bond and is predicted to have large activity. From the in silico test results, it was concluded that the N-(benzoyl)-N'-4-methoxyphenylthiourea derivative is predicted to cause relatively low toxicity, and has greater activity than mefenamic acid. Conclusion: N-(Ethoxybenzoyl)-N'-4-methoxyphenylthiourea are predicted to have the greatest analgesic activity so the compounds were selected for synthesis and further development.