cover
Contact Name
Firdaus
Contact Email
firdaus@unsiq.ac.id
Phone
+6282220833323
Journal Mail Official
firdaus@unsiq.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ, Jl. Raya Kalibeber, Km.03, Wonosobo
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
ISSN : 24429910     EISSN : 2548642X     DOI : http://dx.doi.org/10.32699/spektra.v6i2
Core Subject : Science, Education,
The Spektra: Jurnal Kajian Pendidikan Sains is dedicated to all science practitioners about studies and research of science. Various topics that can be accepted in this journal are: Physics Education, Chemistry Education, Biology Education, Media Development and Learning, Model Evaluation and Assessment of learning, Applied physics, Applied chemistry, Applied Biology, Science Al Quran
Articles 183 Documents
Spektrum Cahaya Sebagai Alternatif Media Pembelajaran Praktikum Fisika Lusiana dewi; Makrifatul Hasanah; Nugroho Prasetya Adi
JURNAL SPEKTRA Vol 7, No 2 (2021): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v7i2.216

Abstract

Spectrometer merupakan instrument yang digunakan untuk mengamati dan mengukur sudut deviasi cahaya datang yang dikarenakan pembiasan dan dispersi oleh medium. Spectrometer pada umumnya berfungsi untuk menganalisis cahaya yang datang dari sumber cahaya dengan menggunakan kisi difraksi dalam proses penggunaan nya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan metode eksperimen. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif analisis kuantitatif dengan membandingkan hasil analisis alat dengan persamaan matematis. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan alat pengukur panjang gelombang cahaya serta mengetahui pengaruh variasi merk dan daya lampu, celah kolimator, dan jarak teleskop terhadap hasil pembiasan cahaya oleh prisma. Hasil penelitian menunjukkan telah dihasilkan alat spectrum cahaya serta tidak terdapat pengaruh antara hasil pembiasan dengan variasi merk dan daya lampu, celah, dan jarak teleskop.
INOVASI BATAKO PLASTIK Tri Hastuti
JURNAL SPEKTRA Vol 7, No 2 (2021): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v7i2.209

Abstract

Saat ini hampir semua orang menggunakan plastik untuk keperluan sehari-hari. Hal ini menyebabkan meningkatnya sampah plastik di lingkungan. Oleh sebab itu diperlukan solusi untuk mengurangi limbah sampah plastik, salah satunya dengan memanfaatkan sampah plastik diubah menjadi biji plastik kemudian dicampurkan dalam pembuatan batako. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan batako dengan mencampurkan biji plastik serta pengaruh biji plastik terhadap sifat fisis dan mekanik batako. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen.  Kadar  biji  plastik  yang  digunakan dalam campuran batako adalah: 5%, 10%, 15%, 20%, 25%  dari  penggunaan  pasir.  Hasil penelitian menunjukkan batako yang dihasilkan adalah: sifat fisis batako ukuran 360 mm x 90 mm x 150 mm dalam kategori sedang serta tidak memiliki keretakan, sudut siku-siku tidak mudah dirapikan. Sifat mekaniknya kuat tekan dapat dikategorikan batako mutu III, daya serapnya 10,94%-11,58% dan berat jenisnya semakin banyak campuran biji plastik akan semakin ringan. Batako biji plastik yang memenuhi syarat SNI nomor 03-0349-1989 adalah batako dengan campuran biji plastik dibawah 15 %.dan dapat digunakan sebagai dinding.
Bagaimana Menjadi Guru Sains di Era 4.0 bagi Generasi Y dan Z? Panggih Priyambodo; Wulandari Saputri
JURNAL SPEKTRA Vol 7, No 2 (2021): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v7i2.217

Abstract

Proses pembelajaran sains di era 4.0 bagi generasi Y dan Z membutuhkan perhatian khusus mengingat kedua generasi ini memiliki karakteristik yang relatif berbeda dengan generasi sebelumnya. Kedua generasi ini memiliki kehidupan yang sangat akrab dengan teknologi namun kurang dalam hal bersosialisasi. Pembelajaran sains di era 4.0 tidak boleh hanya menekankan pada aspek pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan hidup di abad 21. Hal ini sebagaimana hakikat sains itu sendiri yang meliputi produk, proses, dan pendekatan nilai, sikap, serta keterampilan. Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menjadi guru sains di Era 4.0 bagi generasi Y dan Z di antaranya: (a) menerapkan pembelajaran sains berpendekatan saintifik, (b) mengupayakan pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL), (c) mengembangkan pembelajaran berbasis teori multiple intelligences, (d) mengkolaborasikan pembelajaran dengan teknologi informasi, dan (e) mengintegrasikan pembentukan karakter dalam proses pembelajatan. Selain itu, guru sains era 4.0 juga harus memiliki kompetensi berikut, di antaranya: (a) educational competence, (b) competence for technological commercialization, (c) competence in globalization, (d) competence in future strategies, dan (e) conselor competence, Penerapan pembelajaran dan penguasaan kompetensi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan generasi Y dan Z.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dengan Metode Brainstorming Terhadap Pemahaman Konsep Siswa Kelas XI MIA SMA Negeri 11 Gowa Rahmawati Rahmawati; Wahdah Anugrah Yusuf; Khaeruddin Khaeruddin
JURNAL SPEKTRA Vol 8, No 1 (2022): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v8i1.227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman konsep peserta didik melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan metode Brainstorming. Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan Pre Experimental Design.  Sampel penelitian ini adalah siswa Kelas XI MIA SMA Negeri 11 Gowa yang berjumlah 33 siswa. Instrumen penelitian berupa two-tier test. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif kuantitatif tingkatan pemahaman konsep yang dibedakan atas empat kategori yaitu paham, miskonsepsi, menebak, dan tidak paham. Untuk melihat peningkatan konsep secara keseluruhan, digunakan analisis N-Gain dengan kategori tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman konsep siswa kelas XI MIA SMA Negeri 11 Gowa pada topik Gelombang  Mekanik untuk pre test pada kategori paham konsep, miskonsepsi, menebak, dan tidak paham secara berurutan yaitu 34% , 27%, 12%, dan  27%. Sementara, persentase tingkat pemahaman konsep pada post test untuk kategori paham, miskonsepsi, menebak, dan tidak paham yaitu 48% , 14% , 24% , dan 12% secara berurutan. Hasil analisis N-Gain skor pemahaman konsep diperoleh sebesar 0,650 dengan kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan adanya reduksi persentase miskonsepsi dengan diterapkan model pembelajaran PBL dengan metode Brainstorming. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran PBL dengan Brainstorming berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi Gelombang Mekanik.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS BLENDED LEARNING PADA MATERI PESAWAT SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP Arista Purnama Sari; Sri Wahyuni; Aris Singgih Budiarso
JURNAL SPEKTRA Vol 8, No 1 (2022): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v8i1.228

Abstract

Pada pembelajaran IPA, siswa dituntut untuk memiliki keterampilan berpikir kritis. Namun, tingkat keterampilan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang kurang bervariasi serta bahan ajar yang kurang inovatif. Dampaknya siswa menjadi pasif dan sukar dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, diperlukan bahan ajar yang dapat mencakup kebutuhan siswa dan menjadi wadah dalam menyalurkan keterampilannya. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan e-modul berbasis blended learning yang valid, praktif, dan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMP. E-modul merupakan bahan ajar berbentuk elektronik yang tersusun atas multimedia yang dapat digunakan secara fleksibel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan desain pengembangan ADDIE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan e-modul berbasis blended learning telah layak digunakan sebagai bahan ajar berdasarkan hasil validasi, kepraktisan, keefektifan serta reliabilitas dan mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam mengimplementasikan materi ke dalam kehidupan sehari-hari.
Implementasi Teori Kognitif Sosial Bandura sebagai Upaya Pengembangan Fungsi dan Peran Sekolah Panggih Priyambodo; Firdaus Firdaus; H.B.A. Jayawardana
JURNAL SPEKTRA Vol 8, No 1 (2022): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v8i1.233

Abstract

Sekolah memegang peranan penting dalam hal memberdayakan peserta didik sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penyiapan lingkungan pembelajaran yang tepat berdampak pada situasi pembelajaran. Pembelajaran bermakna menjadikan peserta didik akan lebih mudah dalam mempelajari beragam jenis kemampuan baik pada ranah afektif, kognitif, maupun psikomotorik. Ketercapaian prestasi belajar peserta didik yang optimal secara tidak langsung akan meningkatkan fungsi dan peran sekolah dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya terhadap masyarakat. Guru memiliki keleluasaan dalam menetapkan paradigma pembelajaran dengan tetap mengacu pada kurikulum. Salah satu paradigma pembelajaran yang dapat diterapkan adalah melalui implementasi teori kognitif sosial Bandura. Terdapat tiga komponen yang menjadi fokus perhatian, yaitu: (1) lingkungan yang memberi stimulus; (2) proses kognitif dalam diri peserta didik; serta (3) modifikasi perilaku. Implementasi teori kognitif sosial bandura dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: (1) penyiapan profil kepemimpinan guru sebagai model; (2) penyerapan kultur lokal sebagai basis perilaku model; (3) penciptaan iklim pembelajaran kolaboratif; (4) penguatan self-efficacy, serta (5) penguatan karakter melalui habituasi. Inti dari teori kognitif sosial Bandura adalah penyediaan sumber-sumber perilaku model baik oleh guru maupun peserta didik.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS MULTI REPRESENTASI UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU FISIKA Diah Mulhayatiah; Parlindungan Sinaga; Rizki Hidayatulloh
JURNAL SPEKTRA Vol 8, No 1 (2022): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v8i1.229

Abstract

Every teacher must have four competencies, namely personality competence, pedagogic competence, social competence, and professional competence. The four competencies enable teachers to create ideal physics learning activities. One way that teachers can do to improve their competence is by participating in training and education activities. However, the location and time that teachers have often makes it difficult for them to participate in these activities. Teaching materials are needed that are packaged interactively and can be used by teachers independently without direction from a facilitator, one of which is by developing multi-representation-based teaching materials. This study aims to analyze the urgency of multi-representation-based teaching materials to improve the competence of physics teachers. The method used in this study is a qualitative method by conducting a literature study from various references both on a national and international scale. The results obtained indicate that multi-representation plays an important role in learning physics, both in improving learning outcomes, cognitive abilities, and problem solving abilities. In addition, the use of multi-representation-based teaching materials also always improves the aspects that you want to improve. This means that multi-representation teaching materials can also be developed to improve the competence of physics teachers
Penerapan Metode Eksperimen pada Materi Gerak Lurus Beraturan (GLB) untuk Meningkatkan Kemampuan Analisis Siswa Hana Wahyuni; Umi Pratiwi
JURNAL SPEKTRA Vol 8, No 1 (2022): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v8i1.226

Abstract

Kurikulum 2013 menuntut pembelajaran yang berpusat pada siswa. Namun pada kenyataannya, kelas di sekolah masih bersifat teacher centric. Dalam strategi pengajaran yang berpusat pada siswa, secara sadar menempatkan perhatian yang lebih banyak pada keterlibatan, inisiatif, dan interaksi sosial siswa. Salah satu materi yang secara konseptual dapat didemonstrasikan melalui kegiatan pratikum adalah pokok pembahasan gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Pre-Experimental, sampel yang diambil adalah kelas X MIPA 1 MA Al-Iman Bulus Purworejo yang berjumlah 35 orang. Penelitian ini menggunakan uji statistik menggunakan uji t berpasangan dengan menggunakan One Group Pretest-Posttest Design (Sugiyono, 2015). Data yang diperoleh dari hasil penelitian berdasarkan data dan hasil penelitian yang dianalisis dengan uji t diketahui perhitungan nilai rata-rata hasil pretest sebesar 7,6 rata-rata postest sebesar 8,17. Koefisien perbedaan rata-rata siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan sebesar 0,57143. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) dengan metode eksperimen pada materi Gerak Lurus Beraturan (GLB) kelas X MIPA 1 MA Al-Iman Bulus Purworejo berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan analisis siswa dengan kategori tinggi. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan hasil pretest dan posttest siswa yang dilakukan sebelum dan sesudah praktikum.
PENGARUH METODE EXSPERIMENTAL DENGAN MODEL KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN FISIKA Sintya Delisa; R. Wakhid Akhdinirwanto
JURNAL SPEKTRA Vol 8, No 1 (2022): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v8i1.231

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh penggunaan metode experimental menggunakan model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik  pada pembelajaran fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode experimental menggunakan model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik SMA Muhammadiyah Purworejo dan mengetahui efektivitas pembelajaran fisika melalui metode experimental pada pokok materi bandul matematis. Populasi  dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA 1 SMA Muhammadiyah Purworejo yang berjumlah 20 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes. Data yang dikumpulkan dihitung menggunakan N-Gain dan analisis menggunakan uji normalitas uji t-test. Didapatkan hasil perhitungan N-gain sebesar 0.53 dan termasuk ke dalam kategori sedang. Uji normalitas diperoleh hasil Asymp.Sig.(2-tailed) > 0.05. Hasil analisis data melalui t-test diperoleh nilai Sig.(2-tailed) 0.000 < 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode experimental dengan model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran fisika.Kata Kunci: metode experimental, model kontekstual, keterampilan berpikir kritis.  
IMPROVING HIGH SCHOOL STUDENT’S CRITICAL THINKING ABILITY THROUGH DIGITAL MEDIA ASSISTED BY LECTORA INSPIRE ON LIGHTWAVE MATERIAL Raldy Aditya; Raldy Aditya; Uwes Anis Chaeruman; Moch. Sukardjo
JURNAL SPEKTRA Vol 8, No 1 (2022): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v8i1.223

Abstract

This research is motivated by the critical thinking abilities of senior high school (SMA) students who are low in several regions in Indonesia. This study aims to determine the effect of the application of digital media assisted by Lectora inspire on the critical thinking skills of eleven-grade students on light waves. The study was conducted at SMA N 25 Central Jakarta for four weeks in April 2021 with a sample of 72 students. The sample was selected with purposive sampling, which consisted of 36 students in the first eleventh-grade science class (control group) and 36 students in the second science class (experimental group). The research method used is quasi-experiment with the research design of nonequivalent control groups. The results of the posttest hypothesis test through the Mann Whitney U test with a significance level of 5% were obtained by sig. Value (2-tailed) 0.001. The zero hypothesis is rejected (Lectora inspires the influence of media on student critical thinking skills). Critical Thinking Ability Students Experimental Group increased higher (n-gain 0.5 middle category) than the control group (N-gain 0.06 low categories). Students respond very well (83%) to this lesson. Application of Inspire Lectora learning media has an impact on improving student critical thinking skills.