cover
Contact Name
Anugrah Nur Rahmat
Contact Email
anugrahnr0@gmail.com
Phone
+6281253524447
Journal Mail Official
jpkmi.kesmas@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran, Universitas lambung Mangkurat Jl A Yani km.36 Banjarbaru 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia)
ISSN : 24071625     EISSN : 25810901     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/jpkmi.v7i1
urnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPKMI) adalah jurnal ilmiah yang memfokuskan pada ilmu Kesehatan Masyarakat. Jurnal ini berisi mengenai Editorial Kesehatan, Literature Review, dan Hasil Penelitian dalam bidang kesehatan masyarakat seperti Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, Gizi Kesehatan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistika dan Kependudukan, Perilaku dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu Anak dan Kesehatan Reproduksi.
Articles 215 Documents
HUBUNGAN ANTARA STATUS MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DENGAN STATUS ISPA PADA BALITA DI KELURAHAN PAHANDUT KOTA PALANGKARAYA Junita P, Henrika
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v2i2.2721

Abstract

Abstrak ISPA adalah penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari salurannafas mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) termasuk jaringan adneksanya,seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura. ISPA di Indonesia masih merupakan masalah kesehatanyang penting karena menyebabkan kematian balita yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1 dari 4 kematianyang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara status anggota keluarga yangmerokok didalam rumah dengan status ISPA pada balita di Kelurahan Pahandut Kota Palangkaraya.Metode penelitian bersifat observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional.Pengambilan sampel menggunakan teknik Consecutive Sampling dan didapatkan sampel berjumlah 69balita. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan kartu menuju sehat (KMS). Analisis datadilakukan dengan uji statistik Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95%, kemudian dilanjutkandengan analisis odds ratio (OR) untuk melihat besar resiko terhadap balita. Hasil penelitian menunjukkanstatus merokok anggota keluarga memiliki hubungan dengan nilai p<0,05 dan nilai OR 94.0. Hasilpenelitian menunjukkan variabel pendidikan ibu merupakan faktor protektif bukan sebagai faktor resikodan status merokok anggota merupakan faktor resiko.Kata-kata kunci: ISPA, Status merokok anggota Keluarga Abstract ISPA is an acute infectious disease that attacks one or more of the parts and the respiratory tractfrom the nose (upper line) to the alveoli (bottom line) including adneksanya network, such as the sinuses,middle ear and pleural cavity. ISPA in Indonesia is still an important health problem because it causes ofinfant mortality are high enough that roughly one out of four deaths that occurred. The purpose of thisstudy was to analyze the relationship between the status of family members who smoke inside the housewith the status of ARI in infants in the Village Pahandut Palangkaraya. Analytic observational researchmethod with cross sectional approach. Consecutive sampling using sampling and obtained sample was69 infants. The research instrument used questionnaires and health card (KMS). Data was analyzedusing statistical test Chi-Square with a confidence level of 95%, followed by analysis of odds ratios (OR)to see the big risk to infants. The results showed the smoking status of family members have arelationship with a value of p <0.05 and value OR 94.0. Results showed variable maternal education is aprotective factor rather than as a risk factor and smoking status members is a risk factor.Keywords: ISPA, Smoking status family members
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KELENGKAPAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BADUTA Hermayanti, Hermayanti; Yulidasari, Fahrini; Pujianti, Nita
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i2.2751

Abstract

AbstrakImunisasi merupakan salah satu strategi yang efektif dan efisien dalam kesehatan nasional untuk mencegah enam penyakit mematikan yaitu tuberkulosis, dipteri, pertusis campak, tetanus dan polio. Cakupan imunisasi dasar lengkap dievaluasi menggunakan indikator pencapaian desa UCI (Universal Child Immunization) yaitu 100% untuk setiap kabupaten/kota. Kabupaten Hulu Sungai Selatan merupakan daerah dengan pencapaian UCI dibawah standar yaitu 82 %. Kelengkapan imunisasi dasar pada anak dipengaruhi oleh banyak faktor seperti tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dan dukungan keluarga dengan kelengkapan pemberian imunisasi dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 306 orang. Perhitungan sampel menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel 76 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Chi Square menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kelengkapan pemberian imunisasi dasar dengan p-value= 0,001, serta tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kelengkapan pemberian imunisasi dasar dengan pvalue= 0,238. Kesimpulannya ada hubungan antara tngkat pengetahuan ibu dengan kelengkapan pemberan munisasi dasar dan tdak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kelengkapan imunsas dasar. Oleh karena itu, disarankan kepada pihak puskesmas agar meningkatkan upaya promosi kesehatan serta kegiatan swipping imunisasi untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar pada anak.Kata-kata Kunci: tingkat pengetahuan, dukungan keluarga, kelengkapan imunisasi AbstractImmunizationis one strategy that is effective and efficientin thenational health to prevent six deadly diseases, namely tuberculosis, diphtheria, pertussis, measles, tetanus and polio. Complete basic immunization coverage is evaluated using indicators of achievement villages UCI (Universal Child Immunization) is 100% for each district/city. Hulu Sungai Selatanis an area with UCI substandard achievementis 82%. Complete basic immunization in children is influenced by many factors such as the level of knowledge and support of families. This study aimsto determine the relationship between th emother's level of knowledge and support for families with complete basic immunization. This study uses aquantitative method with observational analytic design with cross-sectional approach. Population of the present study numbered 306 peoples. Slovin sample calculation using the formula with a sample of 76 people who were taken using purposive sampling technique. The research instrument used questionnaire. The results using Chi Square test showed that here is a correlation between the level of knowledge witht he completeness of basic immunization with ap-value = 0.001, and there is no relationship between family support with the completeness of basic immunization with ap-value = 0.238. In conclusion there is a correlation between the level of knowledge of the mother with the completeness of basic immunization and there is no relationship between family support with the complete basic immunization Therefore, it issuggested tothe clinicin order to improve health promotion effortsand activities to improve immunizations wipping basic immunization coveragein children.Keywords: level of knowledge, family support, complete immunization
PENGARUH FAKTOR UMUR, RASIO LINGKAR PINGGANG DAN PANGGUL (RLPP) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA USIA LANJUT (Studi di Posyandu Kenanga Puskesmas Cempaka Putih) Abdurrachim, Rijanti
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v4i2.3845

Abstract

Abstrak Transisi gizi berpengaruh buruk dengan timbulnya berbagai penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler. Keadaan di Indonesia juga menunjukkan adanya kenaikan jumlah usia lanjut. Penelitian ini menunjukkan umur, rasio lingkar pinggang –panggul (RLPP) berperan terhadap tekanan darah usia lanjut di Posyandu Kenaga Wilayah Kerja Puskesmas Cempaka Putih Kota Banjarmasin. Penelitian dilakukan di Posyandu Kenanga Wilayah Puskesmas Cempaka Putih Kota Banjarmasin pada bulan Maret-April 2015. Jenis penelitian observasional analitik  desain cross sectional. Populasi  semua usia lanjut yang terdaftar di posyandu. Sampel adalah populasi yang hadir pada saat penelitian dengan kriteria inklusi: Usia >40 tahun, bersedia ikut dalam peneltian. Kriteria eksklusi: Pasien mengalami odema karena penyakit ginjal dan jantung. Cara pengambilan sampel secara incidental, sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi.Jumlah sampel berjumlah 22 orang. Analisis data dengan korelasi Spearmen.Responden seluruhnya berjenis kelamin perempuan, berusia 60 tahun ke atas sebanyak 63,6%, sebanyak  54,5% masuk hipertensi. Hampir semua responden 90,9% mempunyai RLPP >= 0,85,   beresiko terkena penyakit degeneratif. Tidak ada hubungan yang bermakna antara umur dengan tekanan darah. Tidak ada hubungan RLPP dengan tekanan darah. Adanya  faktor lain yang lebih dominan terhadap tekanan darah, yaitu pola makan, konsumsi Natrium dan pola tidur. Bahan informasi kepada masyarakat mengenai  nilai RLPP > 1 untuk laki-laki dan >0,8 bagi perempuan sebagai salah satu resiko terkena penyakit pembuluh darah dan penelitian serupa dapat dilaksanakan dengan menghubungkan pola makan , konsumsi Natrium dan pola tidur dengan tekanan darah. Kata-kata kunci: umur, RLPP dan tekanan darah  Abstract Transision malnutrition with the onset of various degenerative diseases such as cardiovascular disease. The situation in Indonesia also shows an increase in the number of elderly people. Objective: to assess  that the factor of age, ratio of waist and hip circumference role to blood pressure in the elderly  in Posyandu  Kenanga  Kenaga Puskesmas Cempaka Putih City Banjarmasin.The study was conducted in Posyandu  Kenanga  Kenanga Regional Health Center Cempaka Putih Banjarmasin in March-April 2015. Type of observational observational analytic design of crossectional. Population of all elderly persons enrolled in posyandu. The sample is  that  present at study inclusion criteria: Age> 40 years, want to participate in other research. Exclusion criteria: Patients suffering from edema due to kidney disease and heart. Incidental sampling method, according to inclusion and exclusion criteria.Number of 22 samples. Data analized by Spearman correlation. All of respondent are women, aged 60 years and over as many as 63.6%, as many as 54.5% into hypertension. Almost all respondents 90.9% had a waist hip ratio> = 0.85, are at risk of degenerative diseases. There is no correlation between age and blood pressure. There is no correlation between RLPP with blood pressure. The existence of other factors are more dominant on blood pressure, the food pattern, the consumption of sodium, the lacking sleep duration. The information material for the community about waist hip ratio results> 1 for men and> 0.8 for women as one of the risks of vascular disease and treatment similar to food pattern, Sodium consumption and sleep pattern with blood pressure.  Keywords: age, waist hip ratio and blood pressure
HUBUNGAN PERILAKU KESEHATAN GIGI MURID KELAS VII DENGAN STATUS KARIES GIGI DI SMP NEGERI 3 KOTA BANJARMASIN Rahman, Eddy; Norfai, Norfai
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v5i1.4996

Abstract

Abstrak World Health Organization (WHO) memandang bahwa penyakit gigi dan mulut adalah salah satu penyakit yang lazim berkembang di masyarakat diseluruh dunia. Walaupun terdapat banyak jenis penyakit gigi dan mulut namun lubang gigi atau karies gigi merupakan masalah gigi dan mulut yang utama dibanyak negara. Diperkirakan sebanyak 6,5 milyar orang diseluruh dunia pernah mengalami karies gigi. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari dan menjelaskan hubungan perilaku kesehatan gigi murid kelas VII dengan status karies gigi di SMP Negeri 3 Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah responden yang diteliti 262 murid. Hasil pengumpulan data dianalisis dengan menggunakan statistik univariat, bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian, responden yang status karies gigi rendah sebanyak 69,8%. Pada analisis bivariat, variabel yang berhubungan dengan status karies gigi adalah pengetahuan (p =0,000), sikap (p =0,049) dan tindakan (p = 0,031). Saran dalam meningkatkan derajat kesehatan gigi di SMP Negeri 3 Kota Banjarmasin untuk memberikan perhatian lebih dalam pendidikan kesehatan gigi secara terencana, terarah dan berkesinambungan. Program UKGS lebih diintensifkan dengan memberikan pelayanan kesehatan di sekolah. Kata-kata kunci: Perilaku, status karies gigi Abstract World Health Organization (WHO) perceive that the diseases of the teeth and the mouth is one disease is customarily evolve in the community around the world. Although there are many kinds of diseases of the teeth and mouth but hole teeth or dental caries is a matter of teeth and mouth in many major countries.  It is estimated that some 6.5 billion people around the world has ever had dental caries. The purpose of this research is studies and define the health behavior teeth students of grade VII with the status of dental caries in public junior high schools 3 city Banjarmasin. The type of research this is a quantitative use the approach of cross sectional .The number of respondents surveyed 262 students . he results of the collection of data were analyzed using univariat statistics, using test bivariat chi square. The results of research , respondents who the status of dental caries low as many as 69.8 % .Bivariat in the analysis, variable are associated with the status of dental caries is the variable knowledge  (p = 0,000) , the attitude (p = 0.049 and the act of (p = 0.031). Advice increase the health of teeth in public junior high schools 3 city banjarmasin to pay more attention in health education teeth in a planned manner, directed and sustainable. UKGS program more is intensified by providing health services in their schools. Keywords: Behaviour,  acceptability of dental caries
KARAKTERISTIK KEHAMILAN DENGAN KETUBAN PECAH DINI PRETERM DI RSUD ULIN BANJARMASIN Sabaruddin, Hermin; Muthaher, Chalid; AR, M. Robyanoor
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v6i1.6883

Abstract

ABSTRAKKetuban pecah dini (KPD) didefinisikan sebagai pecahnya selaput ketuban sebelum terjadinya persalinan yang terjadi pada atau setelah usia gestasi 37 minggu disebut KPD aterm atau premature rupture of membranes (PROM) dan sebelum usia gestasi 37 minggu atau KPD preterm atau preterm premature rupture of membranes (PPROM). Insiden ketuban pecah dini di Indonesia berkisar 4,5% sampai 7,6 % dari seluruh kehamilan. KPD Preterm terjadi pada terjadi pada sekitar 2-3% dari semua kehamilan tunggal dan 7,4% dari kehamilan kembar. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik secara retrospektif deskriptif cross sectional. Pengambilan data diambil dari rekam medis pasien rawat inap kamar bersalin di RSUD.Ulin Banjarmasin pada periode januari– desember 2017. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar variabel faktor risiko yaitu usia, pendidikan, usia kehamilan dan paritas menunjukkan hubungan terhadap kejadian KPD preterm. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan pada usia ibu 18-20 tahun sebesar 63.6% dengan OR (95%CI)= 7.56 (6.206-7.687). Faktor risiko pada sampel pendidikan paling banyak pada tingkat pendidikan rendah sebesar 65,1% dengan OR (95% CI) = 7.244 (6.172-7.343) dibandingkan dengan ibu tingkat pendidikan tinggi sebesar 37.3%. Pada variable usia kehamilan sampel terbanyak ditemukan pada usia kehamilan 28-34 minggu sebanyak 100% dengan OR (95%CI) = 94.0 (78.2-130.3). Pada variabel paritas terbanyak pada multigravida yaitu 45.9% dengan OR (95%CI) = 2.26-2.32) namun hasil ini tidak signifikan dikarenakan p value >0.005. Ditemukan hubungan faktor risiko pada usia ibu 18-20 tahun, pendidikan rendah, dengan usia kehamilan 28-34 minggu, namun tidak signifikan pada paritas multigravida.Kata-kata kunci : Ketuban pecah dini preterm, kehamilan ABSTRACTPremature rupture of membranes (PROM) are defined as rupture of the membranes before the onset of labor and which occur at or after 37 weeks gestational age is called premature rupture of membranes (PROM) and before 37 weeks gestational age is called preterm premature rupture of membranes (PPROM). The incidence of premature rupture of membranes in Indonesia is from 4.5% to 7.6% of all pregnancies. Preterm KPD occurs at 2-3% of all single pregnancy and 7.4% of twin pregnancy. This study was a cross sectional descriptive observational analytic study. The data was taken from the medical records of Delivery Room in RSUD Ulin Banjarmasin at January-December 2017. In this study, the majority of risk factor, age, education, gestational age and parity showed a relationship to Insidence of PPROM. The results of the analysis showed that there was a significant relationship between the age of 18-20 years percentage was 63.6% with OR (95% CI) = 7.56 (6,206-7,687). The most sample at low education level was 65,1% with OR (95% CI) = 7.244 (6.172-7.343) compared to the high education level was 37.3%. Criteria for gestational age, the most samples were found at 28-34 weeks gestational age with percentage of PPROM was 100% with OR (95% CI) = 94.0 (78.2-130.3). Then at parity most Insidece in multigravida was 45.9% with OR (95% CI) = 2.26-2.32) but this result is not significant because p value> 0.005. We found a correlation between risk factors at maternal age 18-20 years, the low education and gestational age of 28-34 weeks, but not significant in multigravida parity.Keywords : Preterm premature rupture of membranes (PPROM), pregnancy
HUBUNGAN SIKAP DAN UPAYAPENCEGAHANIBU DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNTUNG PAYUNG Irianty, Hilda; Agustina, Norsita; Safitri, Adma Pratiwi
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v4i2.3840

Abstract

Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah utama penyakit menular di Indonesia. Selama 2015 terdapat 156 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada wilayah kerja Puskesmas Guntung Payung Kota Banjarbaru. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan sikap dan upaya pencegahan ibu dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Guntung Payung Kota Banjarbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan desain cross sectional.Hasil penelitian menunjukan bahwa antara sikap ibu dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) mempunyai hubungan yang signifikan karena nilai p = 0,0001 (p<α = 0,05) dan upaya pencegahan ibu dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) mempunyai hubungan yang signifikan karena nilai p = 0,0001 (p<α = 0,05). Disarankan lebih mengoptimalisasi peran tenaga kesehatan dalam memberikan informasi tentang Demam Berdarah Dengue (DBD) sehingga diharapkan pengetahuan ibu menjadi lebih baik tentang cara penularan dan pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kata-kata kunci :Sikap, upaya pencegahan ibu, kejadian demam berdarah dengue (DBD). Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a major problem of infectious diseases in Indonesia. During 2015 there were 156 cases of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Puskesmas Guntung Payung Banjarbaru. The purpose of this study was to determine the relationship of attitude and prevention of mother to the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Puskesmas Guntung Payung Banjarbaru. The method used is the analytic survey with cross sectional design. The results showed that the mother's attitude to the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) has a significant relationship because the value of p = 0.0001 (p <α = 0.05) and prevention of mother to the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) has a significant relationship because p = 0.0001 (p <α = 0.05).More advisable to optimize the role of health professionals in providing information about Dengue Hemorrhagic Fever ( DHF ) which is expected to be better mothers knowledge about modes of transmission and prevention of Dengue Hemorrhagic Fever ( DHF ). Keywords: Attitudes, prevention of mother, the incidence of dengue hemorrhagic fever (DHF).
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DAN KEPADATAN HUNIAN DENGAN KEJADIAN ISPA NON PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI PINANG Ningrum, Evytrisna Kusuma
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v2i2.2716

Abstract

AbstrakISPA merupakan salah satu penyebab kematian utama pada balita, khususnya di Negaraberkembang. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ISPA terbagi atas dua kelompok besaryaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungankondisi fisik rumah dan kepadatan hunian dengan kejadian ISPA non pneumonia di wilayah kerjaPuskesmas Sungai Pinang tahun 2011. Jenis dari penelitian ini adalah observasional analitik denganmenggunakan metode pendekatan crose sectional. Hasil analisis data menggunakan chi squaremenunjukkkan suhu dengan P-value = 1,000, kelembapan dengan P-value = 1,000, luas ventilasidengan P-value =0,213, dan kepdatan hunian dengan P-value = 0,281, artinya semua variabelindependen tidak ada hubungan yang signifikan dengan variabel dependen.Kata-kata kunci: Fisik rumah, kepatan hunian, ISPA non pneumonia. AbstractISPA is one of the main causes of mortality in children under five years, especially indeveloping countries. Risk factor associated with incedent ISPA is divided into two major groups, thatis : factor intrisic and factor extrinsic. The purpose of this study was to analyze the correlationbetween condition of dwelling house and density house with incedence of ISPA non pneumonia in thearea work of Sungai Pinang Public healt center in 2011. This type of research is observational analyticapprouch a crose sectional. Result of data analysis using chi squeare test showed that housingcondition that are not associated with incedence of ISPA non pneumonia is temperature with p value= 1,000, moisture with p value = 1,000, widely ventilation with p value = 0,213, and desinty ofoccupancy with p value = 0,218.Keywords: dwelling house, desinty occupancy, ISPA
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN, ZAT BESI DAN VITAMIN C DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MAN 2 MODEL PALU Lewa, Abd. Farid
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i1.2736

Abstract

AbstrakAnemia merupakan salah satu masalah gizi mikro yang cukup serius dengan prevalensi tertinggi dialami oleh Indonesia.Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 Prevalensi anemia pada perempuan di Indonesia sebesar 23,9% dan untuk prevalensi anemia usia 15-24 tahun sebesar 18,4%. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan zat besi, protein dan vitamin C dengan kejadian anemia pada remaja putri di MAN 2 Model Palu.Jenis penelitian yang digunakan bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan Recall 24 jam selama 3 hari berturut-turut dan nilai kadar hemoglobin diperoleh dari pengambilan darah dengan metode hemocue. Jumlah sampel 75 sampel diambil dengan teknik Proportionate Random Sampling. Uji hubungan yang digunakan adalah uji Fisher exact.Hasil penelitian diperoleh Hasil uji hubungan asupan protein, zat besi dan vitamin C dengan kejadian anemia diperoleh p > 0,05.Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan asupan protein, zat besi dan vitamin C dengan kejadian anemia pada remaja putri di MAN 2 Model Palu. Adapun saran dalam penelitian ini diharapkan pihak sekolah dan orang tua lebih memperhatikan asupan makanan siswi.Kata-kata kunci: asupan protein, asupan zat besi, asupan vitamin C, anemia, remaja putri AbstractAnemia is one of the problems are serious enough micronutrients with the highest prevalence experienced by Indonesia.Based Health Research in 2013 Prevalence of anemia in women in Indonesia amounted to 23.9% and for 15-24 years the prevalence of anemia of 18.4%.The purpose in this study to determine the relationship of the intake of iron, protein and vitamin C with anemia in adolescent girls in MAN 2 Model Palu.Jenis used analytical research with cross sectional approach.Recall data was collected through 24 hours for 3 consecutive days and values hemoglobin levels obtained from blood sampling method hemocue. Number of samples 75 samples taken with Proportionate Random Sampling technique. The correlation test used is the Fisher exact test.The results were obtained relationship test result intake of protein, iron and vitamin C with anemia obtained p> 0.05.It is concluded that there is no relationship intake of protein, iron and vitamin C with anemia in adolescent girls in MAN 2 Model Palu.The suggestions in this study is expected that the school and parents pay more attention to the food intake of students.Keywords: protein intake, intake of iron, vitamin C intake, anemia, young women
GAMBARAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) CUCI TANGAN DI RUANG ISOLASI DAN BEDAH RSUD POSO Parwata, Ni Made Ridla Nilasanti; Nursana, I Made
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v4i1.3426

Abstract

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HIPERTENSI DI RSUD DR. RM. DJOELHAM KOTA BINJAI Rita, Sopia
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v4i3.4323

Abstract

Page 7 of 22 | Total Record : 215


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 3 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 3 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indaonesia Vol 8, No 3 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 3 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 1 (2015): April 2015 Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 1, No 1 (2014): Desember 2014 More Issue