cover
Contact Name
Anugrah Nur Rahmat
Contact Email
anugrahnr0@gmail.com
Phone
+6281253524447
Journal Mail Official
jpkmi.kesmas@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran, Universitas lambung Mangkurat Jl A Yani km.36 Banjarbaru 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia)
ISSN : 24071625     EISSN : 25810901     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/jpkmi.v7i1
urnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPKMI) adalah jurnal ilmiah yang memfokuskan pada ilmu Kesehatan Masyarakat. Jurnal ini berisi mengenai Editorial Kesehatan, Literature Review, dan Hasil Penelitian dalam bidang kesehatan masyarakat seperti Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, Gizi Kesehatan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistika dan Kependudukan, Perilaku dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu Anak dan Kesehatan Reproduksi.
Articles 215 Documents
HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN MINUM TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MA DARUL IMAD KECAMATAN TATAH MAKMUR KABUPATEN BANJAR Yuniarti, Yuniarti; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Tunggal, Tri
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v2i1.2707

Abstract

Abstrak Remajaputrimerupakansalahsatukelompok yang rawanmenderita anemia. Di Indonesia, prevalensi anemia masihcukuptinggi. Penyebabutama anemia gizipadaremajaputriadalahkarenakurangnyaasupanzatgizimelaluimakanan, sementarakebutuhanzatbesirelatiftinggiuntukkebutuhandanmenstruasi.PenelitianinimerupakanpenelitianSurveyanalitikdenganpendekatankuantitatif.Rancangan yang digunakanadalahCross Sectional.PenelitianinimencobamengetahuiApakah ada hubungan antara kepatuhan minum tablet Fe dengan kejadian anemia pada remaja Putri di MA DarulImadKecamatanTatahMakmurKabupatenBanjarTahun 2013.Populasi adalah seluruh remaja putri yang mengalami anemia di  MA Darul Imad Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar Tahun 2013 berjumlah 97 orang. Sampel adalah seluruh remaja putri kelas  IX dan telah diberikan Tablet Feselama 6 minggu berjumlah 49 orang.Hasilpenelitiandidapatkanbahwa responden yang mengalami anemia sebanyak 20 orang (40,8%) dan sebanyak 20orang (40,8%) tidakpatuh mengkonsumsi tablet besi 1 kali sehari selama 6 minggu.Hasilujichi squaredidapatkanadahubunganantarakepatuhanminum tablet besidengankejadian anemia di  MA Darul Imad Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar Tahun 2013.Perlunyameningkatkanpengetahuanremajaputritentang anemia danmanfaat tablet Fe yandibagikan agar anemia padaremajaputridapatdiatasidenganbaik. Kata-kataKunci: tablet Fe dankejadian anemia  Abstract Female teenaer is one of the group who prone to suffer from anemia. In Indonesia, anemia prevalence is still high. The main causes of nutritional anemia at female teenager because lack of nutrient intake through food, while the iron is relatively high for needs and menstruation.This research is analytic survey research with quantitative approach and used cross sectional design. This research is trying to find out the correlation between obedience of female teenager is consumption of fe tablet with incidence of Anemia in Islamic Senior High School DarulImadTatahMakmur District Banjar Regency on 2013.The population was all female teenager who have been anemia in Islamic Senior High School DarulImadTatahMakmur District Banjar Regency on 2013 as many as 97 people. The sample was all of female teenaer grade IX and have administered Fe tablets for 6 weeks as many as 49 people.The result showed that respondents who are anemic as many as 20 people (40,8 %) and as many as 20 people (40,8%) disobedient taking iron tablets (Fe tablets) once a day for 6 weeks. Chi square test result obtained that there was a correlation between obedience in consume Fe tablets with incidence of anemia in islamic Senior High School Darulimad Tanah Makmur District banjar regency on 2013.The need to increase the knowledge of Female teenager about anemia and benefits Fe tablets were distributed so that anemia in feemale teenager can be overcome with good. Keywords: Fe tablet, and incidence of Anemia.
HUBUNGAN PELAYANAN ANTENATAL CARE (ANC) DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA IBU HAMIL DI RSUD ULIN BANJARMASIN Isnanda, Ernina Puspa; Noor, Meitria Syahadatina; Musafaah, Musafaah
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v1i1.604

Abstract

Preeclampsia is one of the major causes of maternal mortality in the field of obstetrics. Predisposing factors that influence the incidence of preeclampsia include Antenatal Care (ANC) service. This study aims to determine the relationship between the ANC service in the incidence of preeclampsia in Ulin Hospital Banjarmasin the time periods from March to May 2012. This study is an observational analytic method with a cross sectional approach and collected the samplings with purposive sampling. Found total of 62 respondents consisted of 36 preeclampsia, routine ANC 55.56% and non-routine ANC 44.44%, and 26 none of preeclampsia, routine ANC 92.31% and non-routine ANC 7.69%. Analysis of Chi Square test at confidence level 95%, found the value of p value=0.004 (p <0.05) with OR 9.6. Based on the results of this study concluded that there is a relationship between the incidence of preeclampsia ANC services in the delivery room Ulin Hospital Banjarmasin the period from March to May 2012. Keywords: preeclampsia, ANC, routine
FAKTOR DETERMINAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAYAMANYA KABUPATEN POSO Nurfatimah, Nurfatimah
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v2i3.2727

Abstract

Abstrak Berbagai studI dan pengamatan menunjukkan bahwa dewasa ini terdapat kecenderungan penurunan pemberian ASI dan mengganti ASI dengan susu fomula sudah merupakan hal yang umum di masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh promosi susu formula, konseling ASI, nilai budaya, dan dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kayamanya Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Sampel yang diambil sebanyak 130 orang ibu yang menyusui sebagai responden yang dilakukan secara acak sederhana. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan uji chi-square dan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi susu formula (p=0,000 OR=0,154), nilai budaya (p=0,012 OR=0,283) dan dukungan suami (p=0,000 OR=15,583) merupakan faktor determinan pemberian ASI eksklusif. Konseling ASI (p=0,455) tidak berpengaruh terhadap pemberian ASI ekslusif. Dari ketiga variabel, dukungan suami adalah faktor yang paling dominan mempengaruhi pemberian ASI ekslusif (p= 0,000 OR=15,583)Kata-kata kunci : ASI Eksklusif, promosi susu formula, nilai budaya, dukungan suamiAbstract Various studies and observations suggest that today there is a downward trend and replace breast feeding with milk fomula is already a common thing in society. The aim of the research was to acknowledge the effect of formula milk promotion, breast milk counceling, culture value, and husband’s support on the exclusive breast milk feeding. The research was conducted inthe work region of Kayamanya Community Health Center, Poso Regency. The research design was a cross sectional study, by interviewing 130 breast feeding mothers as respondents. Samples were withdrawn randomly in five sub districts representing the research location. The data were analyzed with chi-squared test, continuedwith logistic regression. The result of the research indicated that the promotion of formula milk (p=0,000 OR=0,154), culture value (p=0,012 OR=0,283) and husbands’ supports (p=0,000 OR=15,583) were determinant factors of exclusive breast feeding. Meanwhile breast milk counceling (p=0,455) did not have an effect onexclusive breastfeeding. Of the three variables, husband’s support wasthe most dominant factor influencing exclusive breast feeding (p=0,000 OR=15,583).Keywords: Exclusive breast milk, formula milk promotion, culture value, husband’s support.
PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PERAWAT DALAM PEMILAHAN DAN PEWADAHAN LIMBAH MEDIS PADAT Fahriyah, Lailatul; Husaini, Husaini; Fadillah, Noor Ahda
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i3.2756

Abstract

AbstrakPemilahan dan pewadahan limbah medis padat dimulai dari sumber yang menghasilkan limbah yaitu perawat. Di RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas terdapat masalah perilaku perawat dalam pemilahan dan pewadahan limbah medis padat. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku perawat dalam pemilahan dan pewadahan limbah medis padat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat tahun 2015 di RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 158 responden dihitung menggunakan rumus Lemeshow uji hipotesis beda dua proporsi. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku perawat dalam pemilahan dan pewadahan limbah medis padat (p-value=0,0001), dan ada hubungan antara sikap dengan perilaku perawat dalam pemilahan dan pewadahan limbah medis padat (pvalue= 0,021). Kesimpulan bahwa pemilahan dan pewadahan limbah medis padat berhubungan dengan pengetahun dan sikap dengan perilaku perawat.Kata-kata kunci: Pemilahan dan pewadahan, limbah medis padat, perawat AbstractSorting and lug solid medical waste started from sources that generate waste that nurse. In the Hospital Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas contained nurse behavioral problems in sorting and lug solid medical waste. The general objective of studi was to clarify the relationship between knowledge, attitude and behavior of nurses in sorting and lug solid medical waste. This study population was all nurses in 2015 at the Hospital Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas taken using simple random sampling technique. The research sample numbering 158 respondents was calculated using the formula Lemeshow test different hypotheses two proportions. Data analysis of univariate and bivariate with Chi Square test. The results showed relationship between knowledge of the behavior to nurses in sorting and lug solid medical waste (p-value=0,0001), and there is a correlation between attitude and behavior of nurses in sorting and lug solid medical waste (pvalue= 0,021). The conclusion that a sorting and lug solid medical waste related to knowledge, attitude and behavior of nurses.Keywords: Sorting and lug, solid medical waste, nurse.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN INTENSI PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH KONSEP 3R SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN, YOGYAKARTA, INDONESIA Musfirah, Musfirah
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v5i2.5481

Abstract

AbstrakPertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan untuk pembuangan akhir sampah adalah masalah penting untuk diatasi. Peran siswa di lingkungan sekolah diperlukan dalam minimalisasi volume sampah akibat over capacity pada TPA Piyungan Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan dan intensi perilaku siswa dalam pengelolaan sampah konsep 3R. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experimental dengan rancangan non-equivalent control group. Sampel pada penelitian ini adalah siswa SMK 3 Muhammadiyah Yogyakarta kelas X sebanyak 60 responden, 30 responden eksperimen dan 30 responden kontrol dengan kriteria bersedia mengikuti penelitian sampai selesai dengan menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian yaitu SMK 3 Muhammadiyah Yogyakarta dan dilaksanakan pada tahun 2016 menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariate dan bivariate dengan menggunakan uji Mann whitney untuk mengetahui perbedaan antar kelompok. Hasil uji statistik Mann whitney menunjukkan selisih pengetahuan (p-value = 0,015) dan selisih intensi perilaku (p-value =0,017). Ada pengaruh positif penyuluhan ditunjukkan oleh perbedaan selisih skor pengetahuan dan intensi perilaku responden dalam pengelolaan sampah konsep 3R dengan nilai p-value < 0,05, artinya ada perbedaan yang bermakna pengetahuan dan intensi perilaku responden eksperimen dan kontrol.Kata-kata kunci: Intensi perilaku, pengetahuan, penyuluhan, sampah, sekolahAbstractPopulation growth and limited land for waste disposal are important issues to solved it. Waste management strategic steps need to be done through the role of students in the school environment in minimizing the volume of waste due to over capacity in the Piyungan TPA Yogyakarta. This study aims to determine the effect of educational intervention to increase knowledge and behavior intention of students in waste management 3R concept. The study was quasi experimental using non-equivalent control group design. Samples were students of SMK 3 Muhammadiyah Yogyakarta Class X with 60 total respondents include 30 respondents of experiments group and 30 respondents of control group with criteria willing to follow the research until completion by using purposive sampling technique. Research location namely SMK 3 Muhammadiyah Yogyakarta in 2016 using questionnaire instrument. Data analysis was performed univariate and bivariate using Mann whitney test to know the difference between groups. Mann whitney statistic test result showed difference of knowledge (p-value = 0,015) and difference of behavior intention (p-value = 0,017). There were a positive influence of educational prevention shown by difference of score of knowledge and respondent behavior intention in 3R concept of waste management with p-value <0,05, means that significant difference of knowledge and behavior intention of experimental and control respondent.Keywords: Behavioral Intention, knowledge, intervention, waste, school
DETERMINAN KINERJA KADER FILARIASIS DI KALIMANTAN SELATAN Hayati, Ridha; Fahrurazi, Fahrurazi
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v5i3.6534

Abstract

ABSTRAKKabupaten Tapin adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan yang merupakan kabupaten endemis filariasis dengan microfilaria rate sebesar 1,12%. Laporan cakupan Pemberian Obat pencegahan Massal (POPM) Filariasis pada tahun 2016 hanya 50% kader dengan tingkat akurasi tepat dalam laporannya. Cakupan laporan POPM yang paling rendah adalah UPT Puskesmas Tapin Utara yaitu sebesar 88,02% yang menggambarkan bahwa kinerja kader di wilayah tersebut belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, umur, pekerjaan dan motivasi serta kinerja kader yang dinilai melalui laporan cakupan POPM Filariasis di Puskesmas Tapin Utara. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh kader yang berada di wilayah UPT Puskesmas Tapin Utara, sampel diambil dengan metode Quotasampling diperoleh sampel sebanyak 86 responden. Instrumen peneltian ini menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan uji chi square dan fisher exact apabila syarat chi square tidak terpenuhi dengan batas kemaknaan pvalue <0,05. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan Chi Square Test tidak terdapat pengaruh antara tingkat pendidikan dengan kinerja (p value = 0,362), tidak terdapat pengaruh antara umur dengan kinerja (p value = 1,00), tidak terdapat pengaruh antara pekerjaan dengan kinerja (p value = 0,450), namun terdapat pengaruh antara motivasi dengan kinerja kader dalam laporan cakupan POPM Filariasis (p value = 0,0001). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh motivasi dengan kinerja kader dalam laporan cakupan POPM Filariasis, tetapi tidak ada pengaruh kinerja dengan tingkat pendidikan, umur dan pekerjaan.Kata-kata kunci: Determinan kinerja, kader POPM, filariasisABSTRACT Tapin district is one of the Reg district in South Kalimantan which is a filariasis endemic district with a microfilaria level of 1.12%. Filariasis POPM report in 2016 only 50% of cadres were accurate in their reports. The lowest coverage of the POPM report is the North Tapin Health Center which is 88.02% which indicates that the performance of cadres in the area is not optimal. The purpose of this study was to study the performance, age, occupation and motivation as well as the performance of cadres who found the POPM report at the North Tapin Health Center. The study design used observational analytics using cross sectional. The population is all cadres in the area of North Tapin Health Center, using the Quota method the number of samples is 86 respondents. This research instrument uses a structured questionnaire. Data analysis used chi square test and fisher exact exact chi square was not fulfilled with significance limit p value <0.05. The results of the study showed that based on Chi Square Test there is no achievement between education level and performance (p value = 0,362), there is no influence between age and performance (p value = 1,00), There is no performance between performance (p value = 0,450), but there is an influence between motivation and cadre performance in the POPM Filariasis report (p value = 0,0001). The conclusion of this study is that there is an influence on performance in the Filariasis POPM report, but there is no relationship with education level, age and occupation.Keywords: Determinants of performance,cadres of POPM, filariasis
Deteminan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Darajuanti Kabupaten Sintang) Indahwati Hapsari, Dian; Komala Dewi, Ria Risti; Selviana, Selviana
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v6i2.7456

Abstract

ABSTRAKStunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang menyumbang angka cukup besar di Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat dengan prevalensi mencapai 44,1% pada Tahun 2017. Puskesmas Darajuanti merupakan Puskesmas di wilayah 3T ( Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang menduduki peringkat pertama kejadian stunting khususnya di Kecamatan Sintang dengan prevalensi sebesar 27,02% pada Tahun 2017. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan faktor determinan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Darajuanti Kabupaten Sintang. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh balita usia 24 – 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Darajuanti. Sampel diambil dengan metode proportional random sampling dengan jumlah sampel 72 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuisioner dengan teknik wawancara, observasi dan pengukuran dengan menggunakan microtoice. Analisis data bivariate menggunakan uji chi square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara KEK dengan kejadian stunting (p value = 0.029), riwayat ASI eksklusif dengan kejadian stunting ( p value = 0,002), pola asuh dengan kejadian stunting (p value = 0,021 personal hygiene dengan kejadian stunting ( p value = 0,011), sedangkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian stunting (p value = 0,593) dan riwayat imunisasi dasar dengan kejadian stunting (p value = 1,000). Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang paling dominan adalah personal hygiene (OR: 12,027) dan (p value = 0.003). Kesimpulan penelitian ini adalah faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian stunting adalah personal hygiene.Kata-kata Kunci: Stunting, balita, Puskesmas DarajuantiABSTRACTStunting is one of the health problems that contributes to a large number in West Kalimantan. Especially in Sintang District, the prevalence reached 44.1% in 2017. Darajuanti Community Health Center is a health center that was ranked first in the stunting incidence in Sintang Subdistrict with a prevalence of 27.02% in 2017. The purpose of this study was to obtain the determinants of stunting occurrence in toddlers in the Darajuanti Community Health Center Working Area in Sintang District. The study design used observational analytics with a cross sectional approach. The population is all toddlers aged 24 - 59 months in the Dara Juanti Community Health Center work area. Samples were taken by proportional random sampling method with a sample of 72 respondents. The instrument of this study used a questionnaire with interview techniques, observation and measurement. Data analysis using chi square test. The results showed there was a relationship between KEK and the incidence of stunting (p value = 0.029), history of exclusive breastfeeding with the incidence of stunting (p value = 0.002), parenting with the incidence of stunting (p value = 0.021 personal hygiene with the incidence of stunting (p value = 0.011 ), whereas there is no relationship between knowledge with the incidence of stunting (p value = 0.593) and history of basic immunization with the incidence of stunting (p value = 1,000) The results of multivariate analysis showed that the most dominant variable was personal hygiene (OR: 12,027) .The conclusion of this study was that the most dominant factor affecting the incidence of stunting was personal hygiene.Keywords: Stunting, toddlers, Puskesmas Darajuanti
PROGRAM POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR DI PUSKESMAS MARTAPURA 2 Herry Setiawan; Supriyatna, Eka; Pertiwiwati, Endang; Setiawan, Herry
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v7i1.8786

Abstract

ABSTRAK Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) merupakan usaha pemerintah dalam menanggulangi penyakit tidak menular. Masih rendahnya angka pemanfaatan Posbindu oleh masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan posbindu menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian. Tujuan dari penelitian adalah menjelaskan hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan Posbindu PTM oleh masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 2. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan teknik purposive sampling pada 85 orang masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan pada periode Bulan Maret - April tahun 2019. Pada penelitian ini menggunakan uji chi square hasil menunjukkan  yaitu pendidikan (p-value = 0,029), pekerjaan (p-value = 0,022) OR = 4,30 (1,32 - 14,04), dukungan keluarga (p-value= 0,001) OR = 7,71 (2,70 - 22,06) , dukungan petugas kesehatan (p-value= 0,001) OR= 8,27 (2,80 - 24,49), dukungan kader kesehatan (p-value= 0,001) OR= 7,07 (2,23 - 22,45), dan dukungan teman sebaya (p-value= 0,001) PR= 5,84 (2,11 - 16,15). Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan, pekerjaan, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, dukungan kader kesehatan dan dukungan teman sebaya memiliki hubungan pada pemanfaatan Posbindu PTM. Kata-kata kunci: Determinan, pemanfaatan, Posbindu, Puskesmas, Martapura  ABSTRACT Integrated Post Training of Non-Communicable Diseases (Posbindu PTM) is a government effort in tackling non-communicable diseases. The low utilization rate of Posbindu by the community in utilizing posbindu services can be seen from the PTM Posbindu visit data for the last three months of 2018 for long visits namely in October 365 visits, then in November it decreased to 348 visits and in December it decreased by 297 visits. Theoretically, a person is said to utilize a health service if attending the health service regularly in the last three months without causing disruption to daily activities. The purpose of this research is to explain the relationship between the factors that influence the utilization of Posbindu PTM by the community in the Work Area of Martapura Public Health Center 2.1,315-14,036), family support (p-value= 0.001) PR= 7,714 (95% CI2,698-22,057), support of health workers (p-value  0.001) PR= 8.273 (95% CI 2,795-24,488), support for health cadres (p-value= 0.001) PR= 7.071 (95% CI 2,227-22,454), and peer support (p-value= 0.001) PR= 5.844 (95% CI2,114-16,151. This shows that education, employment, family support, health worker support, health cadre support and peer support have a relationship to the use of Posbindu PTM.Keywords : Determinant, utilization, Posbindu, Primary Health Care, Martapura
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETUGAS KEBERSIHAN DENGAN PENGELOLAAN SAMPAH DI PUSKESMAS KOTA BANJARBARU Agustina, Norsita; Irianty, Hilda; Wahyudi, Nova Tri
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v4i2.3843

Abstract

Abstrak Petugas kebersihan bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan dan pemantauan harian terhadap sistem pengelolaan sampah. Dengan demikian, harus memiliki akses langsung kesemua anggota staf puskesmas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tindakan pengelolaan sampah dan karakteristik petugas kebersihan di Puskesmas Kota Banjarbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini petugas kebersihan di 8 puskesmas di Kota Banjarbaru yang berjumlah sebanyak 15 orang. Sampel yang digunakan adalah total populasi, yaitu sebanyak 15 petugas kebersihan di puskesmas kota Banjarbaru. Pengumpulan data melalui kuesioner. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan taraf signifikasi α= 0,05. Ada hubungan antara usia dengan tindakan pengelolaan sampah dengan nilai p-value= 0.029 < α= 0.05 dan nilai korelasi sebesar -0.564. Tidak ada hubungan antara pelatihan dengan tindakan pengelolaan sampah dengan nilai p-value= 0.474 > α= 0.05 dan nilai korelasi sebesar 0.200. Tidak ada hubungan antara masa kerja dengan tindakan pengelolaan sampah dengan nilai p-value= 0.847 > α 0.05 dan nilai korelasi sebesar 0.055. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan tindakan pengelolaan sampah dengan nilai p-value= 0.079 > α= 0.05 dan nilai korelasi sebesar 0.468.Tidak ada hubungan antara sikap dengan tindakan pengelolaan sampah dengan nilai p-value= 0.179 > α= 0.05 dan nilai korelasi sebesar 0.367. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan hanya usia yang ada hubungan dengan tindakan pengelolaan sampah sedangkan masa kerja, pelatihan, pengetahuan dan sikap tidak ada hubungan dengan tindakan pengelolaan sampah. Kata-kata kunci: Karakteristik petugas kebersihan, pengelolaan sampah Abstract The hygiene officer is responsible for daily activities and monitoring of the waste management system. Thus, it must have direct access to all members of the health centers  staff. The purpose of this research is to know the action of garbage management and the characteristic of cleaning officer at health centers Banjarbaru city in 2016. The research method used is analytical survey with cross sectional approach. The population in this study of hygiene officers at 8 puskesmas in Banjarbaru city which amounted to 15 people. The sample used is total population, that is as much as 15 janitor in Banjarbaru city health center. Data collection through questionnaires. Data analysis using Spearman Rank test with significance level α= 0.05. There is correlation between age and waste management action with p-value= of 0.029 < α= 0.05 and correlation value of -0.564. There is no correlation between training with waste management measures with p-value= 0.474> α= 0.05 and correlation p-value= 0.200. There is no correlation between work period and waste management action with p-value= 0.847 > α= 0.05 and correlation p-value= 0.055. There is no correlation between knowledge with waste management action with p-value= 0.079> α 0.05 and correlation value of 0.468. There is no correlation between attitude and waste management action with p-value= 0.179> α=0.05 and correlation p-value= 0.367. From the research result it can be concluded that only the age that there is correlation with the action of waste management while the working period, training, knowledge and attitude have no correlation with waste management action. Keywords: Characteristic of hygiene officer, waste management
HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Noor, Meitria Syahadatina; Yasmina, Alfi; Rahmi, Yulida
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v1i1.593

Abstract

Menstruation is periodical and cyclically hemorhagic from uterus with endometrium release (deskuamasi). Menstruation cycle varying on every women, estimated cycle length ranging from 25 to 35 days with average 28 days. Menstruation long usually 5 to 7 days, but some women have unregular cycle (disorder) and this can be an indication of vertility problem . unregular menstruation cycle caused by psychical trouble, as depression. This study aim to knowing Relation of depression state with menstruation disorder in at medical faculty lambung mangkurat university's student. This study is a survey analitic research with prospective approach. Sampling do with non-probability sampling with purposive sampling.  Sample on this study is medical faculty lambung mangkurat university's students, sample that include inclusion criteria 21 student. Relation of depression state with disorder menstruation in this study measured with quesioner. The result is analyzed using chi square and kolmogorov-smirnov with confident level 95% (α= 0,05). this study's result show that light depressi 2 student, menstruation disorder monoragia 2 student, hipermenorea 2 student, oligomenora 3 student and polymenorea 2 student. Based on statistic analyz found significant value 1,000; 1,000; 0,862 (p < 0,05), then can concluded  there is not be a significant relation between depression state with disorder menstruation in at medical faculty lambung mangkurat university's students. Key words: Disorder menstruation, depression state, student

Page 6 of 22 | Total Record : 215


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 3 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 3 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indaonesia Vol 8, No 3 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 3 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 1 (2015): April 2015 Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 1, No 1 (2014): Desember 2014 More Issue