cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Resona : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25983946     EISSN : 26142481     DOI : https://doi.org/10.35906/resona
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2023): December" : 18 Documents clear
PEMANFAATAN LIMBAH AMPAS KOPI SEBAGAI BAHAN BAKU BRIKET BAHAN BAKAR MASA DEPAN RAMAH LINGKUNGAN DAPAT MENAMBAH SUMBER DANA Yusran Bachtiar; Deasy Soraya A.Aminartha; Andi Fitriani Djollong; Usman Usman; Fadilah Fadilah
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1462

Abstract

Kota Parepare yang terdapat di propinsi Sulawesi kini juga dikenal dengan julukan dengan sebutan kota 1000 warung kopi. Warung kopi dapat menghasilkan 1-2 kg ampas kopi basah per hari. Apabila diperkirakan secara kumulatif seluruh warung kopi yang terdapat dikota parepare dalam seharinya dapat menghasilkan lebih dari 1 ton. Permasalahan Panti  Asuhan Abadi Aisyah Kota Parepare memiliki pengurus 29 orang dan mengasuh anak sebanyak 48 anak asuh. Pendanaan panti asuhan hanya bersumber dari para donator tetap, donator tidak tetap, Lembaga pemerintah dan swasta. Solusi dan Metode Pelatihan pembuatan Briket selain   sebagai ekstrakulikuler anak asuhan juga dapat bernilai ekonomis bagi panti asuhan Hasil  Pengabdian kepada masyarakat ini melalui pelatihan Peningkatan Motivasi dan kapabilitas SDM pelaku usaha telah berjalan sesuai harapan, dan Mitra telah menghasilkan produk Briket yang memiliki nilai ekonomis, hal ini tentunya diharapkan mampu meningkatkan perekonomian.  Abstract. Parepare city in Sulawesi province is now also known as the city of 1000 coffee shops. Coffee shops can produce 1-2 kg of wet coffee grounds per day. If it is estimated that cumulatively all coffee shops in the city of Parepare can produce more than 1 ton per day. Problems The Abadi Aisyah Orphanage in Parepare City has 29 administrators and cares for 48 foster children. Funding for the orphanage only comes from regular donors, irregular donors, government and private institutions. Solutions and Methods Training in making briquettes apart from being an extracurricular activity for orphans can also be of economic value to orphanages The results of this community service through training to increase the motivation and capabilities of business human resources have run as expected, and partners have produced briquette products that have economic value, this is certainly expected to be able to improve the economy.
OPTIMALISASI PROGRAM KALIMASADA TERHADAP KEPEMILIKAN KARTU IDENTITAS ANAK (KIA) DI KELURAHAN WONOREJO KECAMATAN TEGALSARI KOTA SURABAYA Siti Charimah; Ignatia Martha H; Wirya Wardaya
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1610

Abstract

Padatnya penduduk di Kelurahan Wonorejo Kecamatan Tegalsari Kota Surabaya membuat kebutuhan identitas kependudukan semakin meningkat. Tidak hanya pada identitas kependudukan pada usia 17 tahun keatas yaitu KTP. Bagi usia <17 tahun yaitu Kartu Identitas Anak (KIA) juga tidak kalah penting sebagai perlindungan pada anak. Namun, kepemilikan KIA di Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Tegalsari belum merata secara optimal. Kurangnya pemahaman orangtua mengenai kepengurusan KIA menjadi salah satu penyebab belum meratanya kepemilikan KIA secara maksimal. Solusi yang dapat diberikan yaitu memberikan edukasi mengenai pentingnya KIA dan tata cara kepengurusan KIA. Metode yang di gunakan yaitu melakukan 1.)pendampingan melalui perangkat wilayah RT Kalimasada sebagai elemen terdekat dengan masyarakat 2.)pendampingan melalui guru untuk memastikan pemerataan kepemilikan KIA pada siswa di wilayah Wonorejo 3.)melakukan monitoring dan evaluasi pada KIA. Tujuan dengan adanya pendampingan yang sudah dilakukan adalah terjadinya peningkatan kepemilikan KIA di wilayah Kelurahan Wonorejo. Dengan harapan semakin banyaknya KIA yang telah dimiliki, maka hak anak dapat terpenuhi.  Abstract. The density of the population in the Wonorejo Village, Tegalsari District, Surabaya City makes the need for a population identity increase. Not only on population identity at the age of 17 years and over, namely KTP. For those aged <17 years, namely the Child Identity Card (KIA) is no less important as a protection for children. However, the ownership of KIA in Wonorejo Subdistrict, Tegalsari District has not been optimally distributed. The lack of understanding of parents regarding the management of KIA is one of the reasons why KIA is not maximally optimal. The solution that can be given is to provide education about the importance of KIA and the procedures for managing KIA. The method used is to 1.) assist through the Kalimasada RT area apparatus as the closest element to the community 2.) assist through teachers to ensure equal distribution of KIA ownership to students in the Wonorejo area 3.) conduct monitoring and evaluation of KIA. The goal with the assistance that has been carried out is to increase the ownership of KIA in the Wonorejo Village area. With the hope that the more KIA they have, the children's rights can be fulfilled.
PELATIHAN PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN PEMBELAJARAN INOVATIF UNTUK MENDUKUNG IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SMP Sri Rejeki; Muhammad Noor Kholid; Nuqthy Faiziyah; Christina Kartika Sari; Adi Nurcahyo; Muhamad Toyib; Sutama Sutama; Mohammad Rifki Maulana; Khofifah Titan Palupi; Tika Andriani
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1094

Abstract

Perencanaan merupakan bagian penting yang menentukan arah suatu proses pembelajaran. Akan tetapi, sebagian besar guru di sekolah mitra memiliki kendala dalam menyusun perencanaan pembelajaran secara mandiri. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun dokumen perencanaan pembelajaran inovatif untuk mendukung implementasi kurikulum merdeka di SMP. Unsur inovatif pada perencanaan pembelajaran ini difokuskan pada Higher Order Thinking Skills (HOTS), Information and Communication Technology (ICT), kolaborasi, dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Pelatihan ini melibatkan delapan guru di SMP Muhammadiyah 5 Tanon, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia. Hasil PkM menunjukkan bahwa berdasarkan analisis dokumen, 50% guru dapat menyusun perencanaan pembelajaran sederhana dan memuat unsur inovatif. Selain itu, berdasarkan hasil survei pasca pelatihan, berturut-turut 87,5% dan 100% guru menyatakan memiliki keterampilan dan siap untuk menyusun dokumen perencanaan pembelajaran sederhana dan memuat unsur inovatif. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dalam menyusun dokumen perencanaan pembelajaran inovatif untuk mendukung implementasi kurikulum merdeka. Meskipun demikian, perlu pendampingan lebih lanjut agar peningkatan kompetensi guru dapat lebih optimal.  Abstract. Planning is an important part that determines the direction of a learning process. However, most teachers in partner schools need help preparing learning plans independently. Therefore, this Community Service activity aims to improve the competence of teachers in compiling innovative learning planning documents to support the implementation of an independent curriculum in junior high schools. This innovative learning planning element focuses on Higher-Order Thinking Skills (HOTS), Information and Communication Technology (ICT), collaboration, and Strengthening Character Education. The training involved eight teachers at a private junior high school (SMP Muhammadiyah 5 Tanon) in Sragen Regency, Central Java, Indonesia. The results of this Community Service show that based on the document analysis, 50% of teachers can compile simple learning planning documents that contain innovative elements. In addition, based on the results of post-training surveys, 87.5% and 100% of teachers stated that they have skills and are ready to compile simple learning planning documents containing innovative elements. These results show an increase in teacher competence in collecting innovative learning planning documents to support the implementation of an independent curriculum. However, further assistance is needed so that the improvement of teacher competence can be optimized.
PENINGKATAN KEMAMPUAN ANALISIS RASIO LAPORAN KEUANGAN LEMBAGA ZAKAT MELALUI PENGGUNAAN ISLAMIC FINANCIAL TECHNOLOGY (I-FINTECH) BAGI AMIL LAZISMU DI KOTA SEMARANG Mohammad Ridwan; Hardiwinoto Hardiwinoto; Sukamto Sukamto; Sriyono Sriyono; Prizka Rizmawati Arum
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1805

Abstract

Program pengabdian ini dilakukan dengan peningkatan kompetensi berupa pemahaman teori dasar dan berbagai teknik analisis rasio laporan keuangan baik secara konvensional maupun kompetensi berbasis penggunaan I-FinTech. Pengabdian ini dilakukan melalui siklus penelitian yang telah ditetapkan yakni komponen pokok dengan mengacu pada siklus perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi yakni Model PTK Kurt Lewin. Peserta kegiatan pengabdian diikuti sejumlah 125 Amil Lasismu se Kota Semarang. Hasil kegiatan diketahui bahwa pretest atas kompetensi amil pada analisis rasio laporan keuangan yakni sebesar 29%. Hasil refleksi kedua tercatat sebanyak 79% Amil Lazismu telah mampu melakukan analisis rasio laporan keuangan setelah mengikuti pembelajaran tindakan 1 yakni melalui pendekatan konvensional. Kemudian sesi post-test akhir sebagai refleksi setelah diberikan tindakan 2 yakni pemberian teknik analisis rasio laporan keuangan melalui penggunaan I-FinTech ditemukan hasil sejumlah 88% amil telah mampu melakukan berbagai teknik analisis rasio laporan keuangan.Adanya pengabdian peningkatan kemampuan analisis rasio laporan keuangan melalui pendekatan I-FinTech ini mampu meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana ZISKA, inklusi keuangan serta competitive advantage lembaga amil zakat.  Abstract. This service program is carried out by increasing competency in the form of understanding basic theory and various ratio analysis techniques for financial reports, both conventional and competency based on the use of I-FinTech. This service is carried out through a predetermined research cycle, namely the main components referring to the cycle of planning, action, observation and reflection, namely the Kurt Lewin PTK Model. Participants in the service activity were 125 Amil Lasismu from all over Semarang City. The results of the activity showed that the pretest of amil's competency in financial report ratio analysis was 29%. The results of the second reflection showed that 79% of Amil Lazismu was able to carry out ratio analysis of financial statements after following action learning 1, namely using a conventional approach. Then the final post-test session as a reflection after being given action 2, namely providing financial report ratio analysis techniques through the use of I-FinTech, found that 88% of students were able to carry out various financial report ratio analysis techniques. I-FinTech is able to increase the accountability of ZISKA fund management, financial inclusion and the competitive advantage of zakat amil institutions
PENDAMPINGAN TATA KELOLA BUMDES DAN UMKM DALAM PEMBUATAN, PENGEMBANGAN DAN PEMASARAN PRODUK BUMDES RANDUREJO Aditya Dwi putro Wicaksono; Cahyo Prihantoro; Nicolaus Euclides Wahyu. N; Wahyu Nurfida. A; Fadiana Fadiana; Tsania Finka. D
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1484

Abstract

BUMDes Randurejo Salah satu Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) mengalami dampak selama pandemi COVID-19, yang tercermin dari penurunan pendapatan sebesar 45%. Keadaan tersebut disebabkan oleh penggunaan metode pemasaran konvensional yang masih diterapkan oleh BUMDES Randurejo sampai saat ini. Ketidakhadiran situs web atau keberadaan di platform media sosial yang terkait dengan unit usaha BUMDES Randurejo telah menjadi penyebab mengapa BUMDES ini tidak mengalami perkembangan dan kurang dikenal oleh masyarakat luas. Dengan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat, diharapkan bahwa pengabdian ini dapat mengubah kondisi masyarakat menjadi lebih mandiri, produktif, dan sejahtera. Dari evaluasi awal terhadap permasalahan yang ada, tim pengabdi telah memberikan pendampingan dalam proses pembuatan situs web, pengelolaan media sosial, serta memberikan pelatihan dalam tata kelola media, pemasaran digital, dan penggunaan platform marketplace. Tim pengabdi juga telah menginisiasi kerja sama strategis antara BUMDES Randurejo dengan Institut Teknologi Telkom Purwokerto dalam upaya Pelaksanaan Pengelolaan dan Pendampingan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.   Abstract. BUMDes Randurejo is one of the BUMDes that was affected during the COVID-19 pandemic. The impact can be seen from the decrease in income by 45%.   This happened because so far BUMDES Randurejo still uses conventional methods in marketing. There is no website or social media related to the Randurejo BUMDES business unit, making this BUMDES undeveloped and unknown to many people. Through the community empowerment approach, this service is expected to change the existence of the community to become more independent, productive and prosperous. Based on the results of the initial assessment of the problem, the service team has provided assistance in making websites, social media, mentoring and training in media governance, digital marketing and marketplaces. In addition, the service team also initiated a strategic collaboration between BUMDES Randurejo and the Telkom Purwokerto Institute of Technology in the implementation of Information and Communication Technology-Based Management and Assistance.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGULANGAN STUNTING BERBASIS KEARIFAN LOKAL DIKELURAHAN BOTING KOTA PALOPO Sugiyanto Sugiyanto; Eka Fadillah Bagenda; Sumarlan Sumarlan
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1712

Abstract

Masalah stunting pada anak/balita tidak bisa dianggap sepele, karena dampak dari stunting dapat mempengaruhi masa depan generasi bangsa. Guna menanggulangi masalah stunting maka perlu suatu kerjasama lintas sektoral, salah satunya yaitu dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pemberdayaan masyarakat adalah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemampuan masyarakat dalam mepertahankan hidup. Tujuan  dari  kegiatan  ini  adalah  untuk  meningkatkan  pengetahuan,  keterampilan  dan peran-serta masyarakat dalam menanggulangi masalah stunting. Metode pelaksanaan kegiatan ini dibagi mejadi tiga bagian berdasarkan jenis kegiatannya yaitu: penyuluhan atau edukasi kesehatan, pelatihan pembuatan makanan tambahan, dan pemebentukan kader peduli stunting. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah; a) edukasi kesehatan berjalan denagn lancar, dihadiri oleh puluhan ibu-ibu dan terjadi peningkatan pengetahuan tentang stunting setelah diberikan penyuluhan, b) pelatihan pembuatan makanan tambahan bergizi berbahan dasar daun kelor yang merupakan tanaman lokal telah berjalan dengan baik, kegiatan ini menghasilkan beberapa produk makanan berbahan dasar daun kelor seperti bubur daun kelor dan pudding daun kelor, c) pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan membentuk kader atau satgas peduli stunting yang berjumlah 8 orang, pemilihan kader/satgas tersebut berdasarkan tudang sipulung bersama masyarakat, pemerintah setempat dan pihak Puskesmas.  Abstract. The problem of stunting in children/toddlers cannot be considered trivial, because the impact of stunting can affect the future of the nation's generations. In order to overcome the problem of stunting, cross-sectoral cooperation is needed, one of which is community empowerment activities. Community empowerment activities are efforts made to improve the quality of life and the community's ability to survive. The aim of this activity is to increase knowledge, skills and community participation in overcoming the problem of stunting. The method for implementing this activity is divided into three parts based on the type of activity, namely: health counseling or education, training in making additional food, and forming stunting care cadres. The results of this activity are; a) health education went smoothly, attended by dozens of mothers and there was an increase in knowledge about stunting after being given counseling, b) training in making additional nutritious food made from Moringa leaves which is a local plant has gone well, this activity produced several food products made from Moringa leaves such as Moringa leaf porridge and Moringa leaf pudding, c) community empowerment is carried out by forming a stunting care cadre or task force totaling 8 people, the selection of these cadres/task forces is based on tudang sipulung together with the community, local government and the Community Health Center.
PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER BERBASIS BAHAN ALAM RAMAH LINGKUNGAN DI WILAYAH LOCERET KABUPATEN NGANJUK Nur Hayati; Suyatno Suyatno; Nita Kusumawati; I Gusti Made Sanjaya; Maria Monica Sianita; Samik Samik
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1325

Abstract

Era endemi Covid-19 menuntut masyarakat untuk menjaga protokol  kesehatan sesuai dengan SOP kesehatan agar terhindar dari penularan Covid-19  dan penyakit menular lainnya. Kebutuhan untuk melakukan 5M salah satunya  mencuci tangan dengan sabun atau dengan menggunakan hand sanitizer sangat  besar. Untuk itu ketersediaan hand sanitizer yang murah dan efektif untuk digunakan dalam berbagai kepentingan dapat membantu masyarakat menerapkan  protokol kesehatan. Untuk itu, Tim PKM bermaksud untuk memberikan pelatihan pembuatan  produk   hand sanitizer berbasis bahan alam bagi masyarakat desa Ngepeh Kec Loceret Kab Nganjuk. Hand sanitizer ini menggunakan bahan alami yang tersedia di lingkungan tempat tinggal mereka, yakni daun sirih dan jeruk nipis. Namun, sebagian masih menggunakan bahan kimia seperti gliserin dan hidrogen peroksida. Dari kegiatan PKM produksi Hand Sanitizer Non-Alkohol berbahan alam ini diharapkan: (1) masyarakat desa Ngepeh Kec Loceret Kab Nganjuk memiliki keterampilan dalam membuat hand sanitizer berbahan tanaman toga, (2) meringankan beban mereka dalam pembelian hand sanitizer, (3) meningkatkan peran warga untuk ikut berpartisipasi di masyarakat dalam membantu memberikan hand sanitizer berbahan alami. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan terkait pembuatan handsanitizer memberikan perubahan pengetahuan khalayak sasaran (kelompok mitra). pengabdian, dan hasil.  Abstract. The Covid-19 endemic era requires the public to maintain health protocols in accordance with health SOPs to avoid transmission of Covid-19 and other infectious diseases. The need to do the 5Ms, one of which is washing hands with soap or using hand sanitizer, is very large. For this reason, the availability of cheap and effective hand sanitizers for use for various purposes can help people implement health protocols. For this reason, the PKM Team intends to provide training in making hand sanitizer products based on natural ingredients for the people of Ngepeh village, Loceret District, Nganjuk District. This hand sanitizer uses natural ingredients that are available in the environment where they live, namely betel leaves and lime. However, some still use chemicals such as glycerin and hydrogen peroxide. From the PKM activity of producing Non-Alcoholic Hand Sanitizers made from natural ingredients, it is hoped that: (1) the people of Ngepeh village, Loceret District, Nganjuk Regency will have the skills to make hand sanitizers made from the toga plant, (2) lighten their burden in purchasing hand sanitizers, (3) increase their role residents to participate in the community in helping provide natural hand sanitizers. The results of the activity showed that the training provided regarding making hand sanitizer resulted in changes in the knowledge of the target audience (partner group).
MEWUJUDKAN VISI PEMBANGUNAN DESA BERKELANJUTAN MELALUI DANA DESA: DOSEN BERKARYA Bayu Ilham Pradana; Rini Safitri
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1831

Abstract

Kabupaten Pacitan, yang terdiri dari 12 kecamatan, 5 kelurahan, dan 166 desa, menghadapi tantangan dalam mengatasi ketertinggalan dan kemiskinan, terutama di beberapa desanya. Infrastruktur yang minim, seperti sarana jalan dan listrik, telah menjadi penyebab utama ketertinggalan di sejumlah desa. Oleh karena itu, perlu adanya rencana pembangunan yang berfokus pada kebutuhan dan aspirasi masyarakat desa serta memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Kabupaten Pacitan telah menjalin kerja sama dengan akademisi dari Universitas Brawijaya melalui kegiatan Dosen Berkarya (DOKAR) 2021. Tujuan dari kerja sama ini adalah untuk membantu desa-desa dalam mengembangkan rencana pembangunan yang lebih efektif, mengelola Dana Desa dengan baik, dan menjalankan berbagai proyek pembangunan dengan akuntabilitas yang tinggi. Diharapkan bahwa melalui peran aktif para akademisi, desa-desa di Kabupaten Pacitan dapat mengalami perubahan positif dan menjadi lebih mandiri dalam mengatasi ketertinggalan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Kerja sama antara pemerintah daerah dan para profesional akademisi menjadi kunci dalam mewujudkan visi pembangunan desa yang berkelanjutan.
PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA POKDARWIS KERUJUK LESTARI DALAM MENARIK MINAT PENGUNJUNG KE KAWASAN EKOWISATA KERUJUK LOMBOK UTARA Muh Azkar; Maliki Maliki
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1505

Abstract

Pengabdian bertujuan meningkatkan kapasitas SDM Kampung Ekowisata Kerujuk dalam meningkatkan angka kujungan ke Ekowisata Kerujuk Lestari. Kegiatan pelatihan dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu: survey langsung ke lokasi pengabdian yaitu Kampung Ekowisata Kerujuk, persiapan administrasi menyangkut proses perizinan yang dilakukan pengabdi untuk melaksanakan pelatihan di Kampung Ekowisata Kerujuk. Peserta pelatihan yang terlibat dalam pelatihan dengan berpedoman pada kriteria subjek penelitian yang telah ditentukan sebelumnya. Penentuan peserta pelatihan dibantu oleh Ketua Pokdarwis Kampung Ekowisata Kerujuk Lestari, Lukmanul Hakim. Peserta dipilih atas dasar keaktifan dan loyalitas dalam mengikuti kegiatan-kegiatan Pokdarwis. Output kegiatan ini adalah terbentuknya Kapak (Komunitas Pemuda Kerujuk) dan struktur kepengurusannya. Kapak adalah organisasi sayap di bawah naungan Pokdarwis yang diisi oleh anak muda usia sekolah. Kegiatan ini juga berhasil menyusun jadwal pertemuan dan program-program berbasis lingkungan di Kampung Ekowisata Kerujuk. Selain itu Pokdarwis juga menyusun jadwal kursus Bahasa Inggris setiap pekan di Kampung Ekowisata Kerujuk yang telah disepakati bersama seorang mentor.   Abstract. The service aims to increase the capacity of human resources in Kerujuk Ecotourism Village by increasing the number of visits to Kerujuk Lestari Ecotourism. Training activities are carried out through several stages, namely: a direct survey of the service location, namely Kerujuk Ecotourism Village; administrative preparation regarding the licensing process carried out by the pengabdi to carry out training in Kerujuk Ecotourism Village; and the training participants involved in the training were guided by the criteria of the research subjects that had been previously determined. The determination of training participants was assisted by the Head of Pokdarwis of Kerujuk Lestari Ecotourism Village, Lukmanul Hakim. Participants were selected on the basis of their activeness and loyalty to participating in Pokdarwis activities. The output of this activity is the formation of Kapak (Kerujuk Youth Community) and its management structure. Kapak is a wing organisation under Pokdarwis composed of school-age youth. This activity also succeeded in developing a meeting schedule and environment-based programmes in Kerujuk Ecotourism Village. In addition, Pokdarwis also arranged an English course schedule every week in Kerujuk Ecotourism Village, which was agreed upon with a mentor.
PKM SOSIALISASI DESAIN BAHAN AJAR DIGITAL BAGI GURU DI SMA TORAJA UTARA Rigel Sampelolo; Hans Lura; Muh. Putra Pratama
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1770

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru-guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Toraja Utara dalam merancang bahan ajar digital yang efektif dan menarik. Pendidikan di era digital menuntut guru untuk memahami dan menguasai alat-alat desain grafis dan teknologi pendidikan guna mengoptimalkan pembelajaran. Pendekatan pengabdian ini melibatkan serangkaian sosialisasi dan pelatihan bagi guru-guru SMA dalam penggunaan perangkat lunak desain grafis, alat pembuatan konten e-learning, dan strategi pendidikan berbasis teknologi. Workshop, diskusi, dan pelatihan langsung menjadi sarana utama dalam transfer pengetahuan dan keterampilan kepada para pendidik. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam merancang bahan ajar digital yang lebih menarik dan efektif. Guru-guru menjadi lebih percaya diri dalam menggunakan alat-alat desain grafis dan teknologi pendidikan untuk menciptakan konten pembelajaran yang berkualitas. Dampak positif juga terlihat dalam peningkatan minat belajar siswa dan hasil pembelajaran yang lebih baik. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi positif dalam peningkatan kualitas pendidikan di tingkat SMA, menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran, dan membantu guru dalam memenuhi tuntutan era pendidikan digital. Melalui upaya ini, diharapkan guru-guru di SMA dapat lebih siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital dan menginspirasi siswa untuk mencapai potensi terbaik mereka.  Abstract. This community service aims to improve the ability of teachers in Senior High Schools (SMA) North Toraja to design effective and attractive digital teaching materials. Education in the digital era requires teachers to understand and master graphic design tools and educational technology to optimize learning. This service approach involves a series of socialization and training for high school teachers in the use of graphic design software, e-learning content creation tools, and technology-based education strategies. Workshops, discussions, and hands-on training were the main means of transferring knowledge and skills to the educators. The results of this service showed an increase in teachers' ability to design more attractive and effective digital teaching materials. Teachers became more confident in using graphic design tools and educational technology to create quality learning content. Positive impacts are also seen in increased student learning interest and better learning outcomes. This service aims to make a positive contribution to improving the quality of education at the high school level, bringing innovation to the learning process, and assisting teachers in meeting the demands of the digital education era. Through these efforts, it is hoped that high school teachers can be better prepared to face the challenges of education in the digital era and inspire students to achieve their best potential.

Page 1 of 2 | Total Record : 18