cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
Psychological Well Being dan Motivasi Kerja Pada Pegawai Dinas Pendidikan Laksmi, Kinanthi Kawuryaning; Budiani, Meita Santi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.933 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v6n1.p50-53

Abstract

The purpose of this research was to examine the relationship between psychological well being and working motivation of employees. The method used in this study was a quantitative correlational design. The subjects of this study were 64 employees of bureau of education level III at “X” city, which were selected by using population sampling technique. Data of psychological well-being and working motivation were obtained by using Likert scales. The technique of data analysis in this study was Pearson’s product moment. The result of this study shows that the coefficient correlation is 0.788 in the Significant level of 0.000. The result means that the hypothesis is accepted, that there is positive correlation between psychological well-being and working motivation. The result also indicates that 78.8% of working motivation influenced by psychological well-being and the rest of it 21.2% influenced by other variables that were not measured in this study.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan psychological well- being dengan motivasi kerja pegawai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek dalam penelitian ini ialah 64 pegawai golongan III di Dinas Pendidikan Kota X yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling populasi. Data dikumpulkan menggunakan skala likert berupa skala psycgological well-being dan skala motivasi kerja. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa psychological well-being memiliki hubungan yang signifikan dengan motivasi kerja dengan arah hubungan yang positif, dapat dilihat dari signifikansi sebesar 0,000 dan yang artinya sebesar 78,8% pada motivasi kerja dipengaruhi oleh psychological well-being dan sisanya sebesar 21,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
Status Identitas dan Toleransi Beragama pada Remaja Untoro, Vinaya; Putri, Maharani Ardi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v10n1.p46-59

Abstract

Previous research which found that adolescent tend to involve in radicalism make interesting to find out the relationship between identity status and religious tolerance in adolescence. This research involved 157 participants whose ages ranged from 11 to 24 years. The variable of identity status was conceptualized based on Erikson’s exploration and commitment aspects, and was measured using Ego Identity Process Questionnaire (EIPQ). Meanwhile, religious tolerance was measured using a rating scale adapted from van der Walt’s religious tolerance scale. This study found negative relationship between commitment and religious tolerance, and there is no a relationship between exploration and religious tolerance. From four identity status tested, it is found that most participants are in the category of identity diffusion which means that most participants have no specific commitment and interest in ideology. The result also shows that identity moratorium has the highest mean in religious tolerance, and it is found significantly different with identity achievement and identity foreclosure. Based on the commitment aspect, participants with achievement and foreclosure identity status tend to be religiously intolerance, while those with identity moratorium are found most open to the others’ worldviews.Keywords: Identity status, religious tolerance, adolescentAbstrak: Adanya survei yang menunjukkan besarnya kecenderungan remaja untuk melakukan tindakan radikalisme melandasi dilakukannya penelitian ini yang bertujuan untuk melihat korelasi antara status identitas dan toleransi beragama pada remaja. Responden pada penelitian ini sebanyak 157 remaja dengan rentang usia 11-24 tahun, yang dimasukkan dalam 4 kategori status identitas. Status identitas diukur dengan menggunakan dua kriteria utama pembentukan identitas dari Erikson, yaitu exploration dan commitment, serta diukur menggunakan skala Ego Identity Process Questionnaire (EIPQ). Toleransi beragama diukur menggunakan skala toleransi agama yang diadaptasi dari skala yang disusun van der Walt. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara dimensi komitmen dengan toleransi beragama, sedangkan dimensi eksplorasi dengan toleransi beragama tidak terbukti berhubungan.  Hasil uji terhadap 4 kategori status identitas menunjukkan bahwa  sebagian besar partisipan berada dalam kategori identitas diffusion yang berarti tidak memiliki komitmen ideologis. Selain itu, identity moratorium memiliki rerata yang paling tinggi dalam toleransi beragama dan berbeda signifikan dengan identity achievement dan identity foreclosure. Berdasarkan pada tingginya dimensi komitmen dan karakteristik masing-masing kategori status identitas, identity achieve-ment dan identity foreclosure merupakan kategori yang memiliki kecenderungan untuk bersikap intoleran, sedangkan identity moratorium masih memiliki keterbukaan terhadap perbedaan agama atau ideologi.
Perubahan Diri Narapidana Pembunuhan Berencana Hikmah, Muthia Noor; Syafiq, Muhammad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.64 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v6n1.p35-49

Abstract

This study was aimed to explain the self-concept of a prisoner who jailed for premeditated murder and factors that  influence self changes. A qualitative approach with a case study method was used. One participant and three significant others were involved in this study. Data were collected using semi-structured interviews and analysed using Thematic Analysis (TA). The result of this study indicates that there is a change of participant’s self-concept as the impacts of his murder act and his imprisonment. Before the murder case, the participant experienced some degrees of incongruence between actual and ideal self. After the murder case and his life in prison, the participant’s self incongruence tends to decrease. There are  several  factors that influence the participant’s self-congruence, namely: social supports they received both psychologically and materially from relatives and  friends, the ability to learn from his past experience, having self-acceptance and gratitude shown by  accepting the punishment and sentence in the prison, and good adjustment during his life in prison. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran konsep diri dan faktor apa saja yang dapat mempengaruhi perubahan diri pada seorang narapidana kasus pembunuhan berencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan Analisis Tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan konsep diri pada subjek antara sebelum dan setelah melakukan pembunuhan. Hal ini mengindikasikan adanya perubahan konsep diri. Sebelum melakukan pembunuhan, subjek memiliki kecenderungan inkongruensi yang lebar antara diri yang diidealkan (ideal self) dan diri nyata (actual self). Namun, setelah melakukan pembunuhan justru konsep diri subjek cenderung mendekati kongruensi karena tindakan pembunuhan yang telah dilakukan berhasil mengurangi diskrepansi antara diri ideal dan diri nyata. Selain itu, hasil penelitian ini menunjukkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi perunahan konsep diri subjek, yaitu adanya dukungan yang diterima secara psikologis dan materiil dari orang-orang terdekat, kemampuan mengambil pelajaran dari pengalaman masa lalu, adanya penerimaan diri, serta kemampuan penyesuaian diri yang baik selama menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan.
GAMBARAN GAYA HIDUP DAN NILAI INTERNAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMBELI PADA REMAJA DENGAN STATUS SOSIAL MENENGAH ATAS Darminto, Eko; Budiani, Meita Santi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.111 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v1n1.p39-45

Abstract

Artikel ini menyajikan suatu deskripsi tentang gaya hidup dan faktor-faktor yang mendasari nilai-nilai internal dalam membuat keputusan membeli pada remaja dengan tingkat ekonomi memengah atas. Data diperoleh menggunakan metode wawancara, angket, dan observasi. subjek penelitian adalah siswa sekolah menengah umum (SMU) yang berusia antara 15-18 tahun dari latar belakang keluarga dengan status ekonomi menengah atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  nilai, keyakinan, perspepsi, motif, dan kepribadian merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai internal. di samping itu juga ditemukan beberapa faktor eksternal yang mempengaruhi remaja dalam keputusan membeli yaitu: teman, idola, keluarga, dan lingkungan.
NILAI - NILAI PERSONAL PEMBENTUK PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI Izzati, Umi Anugerah; Suhariadi, Fendy; Hadi, Cholichul
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.275 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v4n2.p152-159

Abstract

This study aims to determine the influence personal values to perceived organizational support to the Junior High School teacher. This research is a quantitative method. The subjects were high school teachers who work in the private Islamic Education Foundation inSurabaya. Measurement instrument used is the scale of values personal and organizational support perception scale. While data analysis techniques using multiple regression analysis. The results showed that of the top ten personal values, there are only three personal values that influence perceived organizational support that are security, conformity, tradition. This suggests that in order to improve the perception of organizational support needed teachers who value personal safety, have self-control against the wishes and encouragement that violate social norms in force, the respect, commitment and acceptance of one's will of cultural values and religious affiliations.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai-nilai personal terhadap persepsi dukungan organisasi pada guru Sekolah Menengah Pertama. Penelitian ini mennggunakan metode kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah guru-guru Sekolah Menengah Pertama swasta yang bekerja dalam Yayasan Pendidikan Islam di Surabaya. Instrumen pengukuran yang dipakai adalah skala nilai-nilai personal dan skala persepsi dukungan organisasi. Sementara teknik analisis data menggunakan analisis multiple regresi. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa dari sepuluh nilai-nilai personal, hanya ada tiga nilai-nilai personal yang mempengaruhi persepsi dukungan organisasi yaitu security, nilai personal conformity, dan nilai personal tradition. Hal ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan persepsi dukungan organisasi dibutuhkan guru-guru yang memiliki nilai personal rasa aman, memiliki pengendalian diri terhadap kemauan dan dorongan yang dianggap melanggar norma-norma sosial yang berlaku, adanya rasa hormat, komitmen dan penerimaan seseorang akan nilai-nilai budaya dan agama yang dianut. 
Disinhibisi Online sebagai Mediator Hubungan antara Kebingungan Identitas dan Cyberbullying pada Remaja Anggarani, Fadjri Kirana; Amalia, Fitri
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.291 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n2.p116-127

Abstract

Cyberbullying behavior utilized the use of digital technology and the internet as a medium for bullying. The purpose of this study was to examine the function of online disinhibition as a mediator of the relationship between identity confusion and cyberbullying in adolescents. Participants in the study were 12 to 15 years old or adolescents, which consisted of 151 men and 196 women. Data collection was performed using 3 scales namely the Cyberbullying Behavior Scale, the identity confusion scale, and the online disinhibition scale. The data obtained were tested using regression analysis with mediator variable with the help of IBM SPSS Statistics 21.0. The results showed that there was an effect of online disinhibition mediation on the relationship of identity confusion with cyberbullying. The result of MacKinnon analysis shows that the direct effect gives a bigger effect than the indirect effect.The results of the additional analysis show that males do more cyberbullying behavior; the higher the duration of internet and social media use, the more cyberbullying behavior that will be carried out by adolescents. These results indicated that adolescents and cyberbullying have many factors that required further research.Keywords: Cyberbullying, online disinhibition, identity confusion, adolescents Abstrak: Perilaku cyberbullying memanfaatkan penggunaan teknologi digital dan internet sebagai media untuk melakukan aksi bullying. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji fungsi disinhibisi online sebagai mediator hubungan antara kebingungan identitas dan cyberbullying pada remaja. Partisipan dalam penelitian berusia 12 sampai dengan 15 tahun atau remaja yang terdiri dari 151 laki-laki dan 196 perempuan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan 3 skala yaitu Skala Perilaku Cyberbullying, Skala kebingungan identitas, dan Skala disinhibisi online. Data yang diperoleh diuji menggunakan analisis regresi dengan melibatkan variabel mediator dengan bantuan IBM SPSS Statistics 21.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh mediasi disinhibisi online pada hubungan kebingungan identitas dengan cyberbullying. Perhitungan peranan menggunakan MacKinnon diperoleh hasil bahwa efek langsung memberikan peran lebih besar dibandingkan efek tidak langsung. Hasil analisis tambahan menunjukkan bahwa laki-laki lebih banyak melakukan perilaku cyberbullying; semakin tinggi durasi penggunaan internet dan sosial media semakin banyak pula perilaku cyberbullying yang akan dilakukan remaja. Hasil ini menunjukkan bahwa remaja dan cyberbullying memiliki banyak faktor yang memerlukan penelitian lanjutan.
RASA MALU DAN PRESENTASI DIRI REMAJA DI MEDIA SOSIAL Kusumasari, Herdyani; Hidayati, Diana Savitri
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1069.724 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v4n2.p91-105

Abstract

An individual will perform self-impression to be accepted by society and can establish a social relationship. Someone do the self presentation so they can be accepted by the environment. However, there are some people which have obstacle to do their self presentation to make a social relationship.  We can called that condition with shyness. Social media can be well accepted a mediator for shy person to presented their self. The purpose of this research is to find out the correlation between shynees with self presentation on adolosence in social media. This research has done to 96 sample of 13 – 16 years old active user of social media like Facebook, Twitter, Path, Instagram, Blog, and Youtube. The result with Pearson Product Moment test says the coeficient correlation (r) between two variables is 0,281. That is shows that between the two variables have a positive correlation with the signification level is 0,006 (p < 0,05) which says that the two variables have a significant correlation.Abstrak: Individu akan melakukan pengelolaan kesan agar dapat diterima oleh masyarakat dan dapat menjalin sebuah hubungan sosial. Presentasi diri dilakukan agar individu dapat diterima dengan baik oleh lingkungan sekitarnya. Namun, beberapa orang akan mengalami suatu hambatan dalam melakukan presentasi dirinya secara langsung untuk melakukan suatu hubungan sosial. Kondisi tersebut dapat dikatakan sebagai rasa malu (shyness). Media sosial merupakan salah satu perantara bagi orang pemalu untuk melakukan presentasi dirinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara rasa malu dengan presentasi diri remaja melalui media sosial. Penelitian ini dilakukan pada 96 orang remaja berusia 13 – 16 tahun yang aktif di media sosial yaitu Facebook, Twitter, Path, Instagram, Blog, dan Youtube. Hasil yang diperoleh dengan uji Pearson Product Moment menunjukkan koefisien korelasi (r) antara kedua variabel sebesar 0,281 dengan taraf signifikasinya adalah 0,006 (p < 0,05), hal tersebut menunjukkan bahwa antara kedua variabel memiliki hubungan positif yang signifikan.   
Kecemasan dan Konsentrasi Pada Atlet Panahan Jannah, Miftakhul
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.121 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v8n1.p53-60

Abstract

The purpose of this study to determine the relationship between anxiety and concentration in archery athletes. The subject of this study were 14 archery athletes Surabaya. Data collecting use Sports Anxiety Scale to measure anxiety and Grid Concentration Exercise to measure the concentration level of research subjects. Data Analysis is using product moment correlation. The result show the correlation coefficient value of -0.779 with significance level of 0.001 <0.05. Based on these results, it can be said that there is a relationship between anxiety and the concentration of the archery athlete in which the direction of the relationship is negative. It mean, any increasing anxiety will be accompanied by a decreasing archery athletes’ concentration. Vice versa, decreasing anxiety levels will be followed by an increasing concentration of archery athletes. This indicates anxiety is an internal distractor that affects the archery athletes’ concentration. Athletes who have high anxiety, means the stimulus attracted the athlete's attention to a lot. Consequently, athletes fail to conduct selective attention by sorting the stimuli received by the senses so that the athlete's concentration easily becomes split.Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dan konsentrasi pada atlet panahan. Sejumlah 14 orang atlet panahan Surabaya yang menjadi subjek penelitian. Pengukuran variabel-variabel penelitian dilakukan dengan instrumen berupa Skala Kecemasan Olahraga untuk mengukur kecemasan dan Grid Concentration Exercise untuk mengukur tingkat konsentrasi subjek penelitian. Analisis data penelitian dilakukan menggunakan korelasi product moment. Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0.779 dengan taraf signifikansi sebesar 0.001 < 0.05. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dikatakan bahwa ada hubungan antara kecemasan dan konsentrasi atlet panahan di mana arah hubungan tersebut adalah negatif. Maknanya, setiap peningkatan kecemasan akan diiringi dengan penurunan tingkat konsentrasi atlet panahan. Begitu pula sebaliknya, penurunan tingkat kecemasan akan diikuti dengan peningkatan konsentrasi atlet panahan. Hal ini menunjukkan kecemasan merupakan distraktor internal yang berpengaruh terhadap konsentrasi atlet.  Atlet yang memiliki kecemasan tinggi, berarti stimulus-stimulus yang menarik atensi atlet menjadi banyak. Imbasnya, atlet gagal melakukan atensi selektif dengan menyortir stimulus-stimulus yang diterima inderanya sehingga konsentrasi atlet mudah menjadi terpecah.
Pengaruh Ciri Kepribadian terhadap Intimacy pada Dewasa Muda yang Menjalin Hubungan Romantis Setiawati, Linda; Nurwianti, Fivi; Kilis, Grace
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v8n2.p79-90

Abstract

The aim of this research is to examine the impact of vigilant, devoted, and self-sacrificing personality styles on intimacy (engagement, communication, shared friends) among young adults in romantic relationships (dating/married). A total of 1000 respondents aged 20-40 years old completed questionnaires on personality styles (Personality Self-Portrait) and intimacy (Personal Assessment of Intimacy in Relationships). Data analysis using Structural Equation Modeling (SEM) shows a significant impact of self-sacrificing personality styles on engagement (γ = -0,511, p < 0,01) and communication (γ = -0,361, p < 0,01). There are also significant influences of vigilant (γ = -0,225, p < 0,05) and devoted personality styles (γ = 0,132, p < 0,05) to shared friends. The impact of self-sacrificing personality styles indicates the importance of both parties’ involvement in influencing their relationship. Besides, being too sensitive (vigilant personality styles’ characteristic) and having a sense of comfort in relationships with others (devoted personality styles’ characteristic) could influence how individuals engage in social relationships outside their romantic relationships. Key words: Intimacy, personality styles, romantic relationshipsAbstrak: Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh ciri kepribadian vigilant, devoted, dan self-sacrificing, terhadap intimacy (engagement, communication, shared friends) pada dewasa muda yang sedang menjalin hubungan romantis (berpacaran/menikah). Sebanyak 1000 responden berusia 20-40 tahun mengisi alat ukur ciri kepribadian (Personality Self-Portrait) dan intimacy (Personal Assessment of Intimacy in Relationships). Hasil analisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) menunjukkan pengaruh ciri kepribadian self-sacrificing yang signifikan terhadap engagement (γ = -0,511, p < 0,01) dan communication (γ = -0,361, p < 0,01). Selain itu ditemukan pula pengaruh ciri kepribadian vigilant (γ = -0,225, p < 0,05) dan devoted (γ = 0,132, p < 0,05) yang signifikan terhadap shared friends, juga pengaruh status hubungan yang signifikan terhadap communication (γ = 0,102, p < 0,01). Pengaruh ciri kepribadian self-sacrificing yang signifikan menekankan pentingnya keterlibatan kedua pihak dalam mempengaruhi kualitas hubungan mereka. Selain itu, kepekaan yang terlalu tinggi (karakteristik ciri kepribadian vigilant) dan rasa nyaman akan hubungan dengan orang lain (karakteristik ciri kepribadian devoted) dapat mempengaruhi individu dalam menjalin hubungan dengan lingkungan sosial di luar hubungannya.
PENGALAMAN HIDUP SEORANG REMAJA PUTRI KORBAN TRAFFICKING DALAM BENTUK EKSPLOITASI SEKSUAL Ningsih, Siti Zuliya; Satiningsih, Satiningsih
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.389 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v4n1.p56-70

Abstract

This study was aimed to understand a young girl experience as a victim of human trafficking. Data from the women and child protection center of Surabaya (Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak or PPT-P2A) had shown an increase in the number of trafficking victims from year to year. In 2010, there were 28 cases of adult victims and 21 cases of children victims. On April 2012 the cases of adult victims increased up to 45 cases, while children decreased to 13 cases. This study used a qualitative phenomenological approach. The participant was a victim of trafficking and was under the supervision of PPT- P2A Surabaya. Data was collected using a semi-structured interviews and analyzed using narrative analysis. The result of this study can be described into three categories, which were the life before becoming a victim, undesired job, and the life after becoming a victim. Since the mother passed away, she felt like there is no one cares about her anymore. The second was undesired job, which related to the participant’s experience as a trafficking victim. The last theme was the participant’s life after being a victim. In general, it could be concluded that participant experienced some psychological dynamics, such as negative self concept, low self esteem, and learned helplessness.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman seorang remaja putri yang menjadi korban trafficking. Data Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (PPT-P2A) Surabaya menunjukkan peningkatan jumlah korban trafficking dari tahun ke tahun. Tahun 2010 korban dewasa mencapai angka 28 orang, sedangkan anak-anak 21 orang. Tahun 2011 korban dewasa menjadi 34 dan anak-anak meningkat menjadi 36, data terbaru tahun 2012 bulan April korban dewasa meningkat menjadi 45 korban dan anak-anak menjadi 13 korban kejahatan trafficking. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Proses pengambilan data menggunakan teknik wawancara semi terstruktur. Data penelitian ini kemudian dianalisis menggunakan analisis naratif. Hasil dari penelitian berhasil mengidentifikasi beberapa sub-sub judul atau tema. Subjudul pertama yakni semenjak Ibu tiada yaitu kisah hidup partisipan sebelum menjadi korban trafficking, semenjak Ibunya meninggal, partisipan merasa tidak ada lagi yang peduli padanya. Tema atau sub judul kedua yakni pekerjaan yang tidak sesuai keinginan yaitu pengalaman partisipan selama menjadi korban trafficking. Tema ketiga, kehidupan setelah menjadi korban, yaitu pengalaman hidup partisipan setelah menjadi korban trafficking. Secara umum, kesimpulan dari penelitian ini adalah pertisipan mengalami beberapa fenomena psikologis yaitu konsep diri negatif,  harga diri rendah, dan learned helplessness.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol 11, No 1 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue