cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal PG-PAUD Trunojoyo : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini
ISSN : 24074454     EISSN : 25283553     DOI : https://doi.org/10.21107/pgpaudtrunojoyo
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
From Viral to Protection: Do Parents Take Action? Muqimah Surganingsih; Fitriani Dzulfadhilah; Hasmawaty Hasmawaty; Bonita Mahmud
PG-PAUD Trunojoyo Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v13i1.31326

Abstract

The rapid advancement of digital technology has expanded young children’s access to information while simultaneously increasing the risk of exposure to inappropriate online content, as illustrated by the viral “Incest Fantasy” case. This study aims to measure parents’ awareness of the case, explore their emotional and psychological responses, analyze changes in protective behavior, and identify additional preventive actions in the context of child protection in the digital era. Employing a descriptive quantitative design, the study involved 37 parents of kindergarten children (n=37) selected using purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire measuring parental awareness, emotional and psychological responses, protective behavior changes, and preventive actions, and analyzed through descriptive statistics and Pearson correlation. The findings indicate that although parents demonstrated relatively high levels of awareness, awareness was not significantly associated with changes in protective behavior or preventive actions. In contrast, emotional and psychological responses exhibited a very strong positive correlation with changes in protective behavior (r = 0.814, p 0.01) and a moderate, significant correlation with additional preventive actions (r = 0.542, p 0.01). These results suggest that emotional engagement plays a more decisive role than cognitive awareness in shaping parents’ protective behaviors toward their children. This study underscores the importance of integrating cognitive, affective, and humanistic dimensions in the design of digital child protection programs to strengthen parental involvement and responsiveness.
Early Childhood Maritime Education in Banyuwangi: School Initiative Amid Policy Absence Festy Kartika Siwi; Nurbiana Dhieni; R. Sri Martini Meilanie
PG-PAUD Trunojoyo Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v13i1.32381

Abstract

Maritime education holds significant potential in shaping the character of young children, particularly in coastal areas. This study aims to describe the implementation of thematic maritime-based learning at TK Cerdas Banyuwangi and to analyze its contribution to enhancing children’s cultural literacy. Using a qualitative case study approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that the school has integrated maritime values through various contextual activities such as turtle releases, mangrove planting, beach exploration, and the preservation of local traditions like Sego Golong. The learning process also involves the use of natural loose parts as educational materials within classroom learning centers. These results show that even in the absence of formal curricular support from the government, school-level initiatives can serve as a key driver in fostering love for the sea, environmental awareness, and maritime cultural identity from an early age. This study recommends the development of supportive policies and teacher training to expand similar practices across early childhood education institutions.
Eksplorasi Lagu Anak Madura sebagai Sarana Stimulasi Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD Desty Adelia Rusman; Angga Fitriyono; Mardiyana Faridhatul Anawaty
PG-PAUD Trunojoyo Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v13i1.32612

Abstract

Anak usia 5-6 tahun perlu dikenalkan tidak hanya pada bahasa nasional, tetapi juga bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya dan lingkungan sosialnya. Penelitian ini didasari oleh fenomena bahwa penggunaan  Bahasa Madura pada anak usia 5-6 tahun muncul dalam situasi tertentu sehingga diperlukan kajian mendalam dalam penggunaannya dalam lingkungan pembelajaran.Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemanfaatan lagu anak Madura dalam menstimulasi kemampuan Bahasa Madura anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Subjek penelitian meliputi anak kelompok B, guru kelas, dan kepala sekolah di TK Negeri Pembina Bangkalan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu daerah mampu meningkatkan antusiasme anak selama kegiatan menyanyi, mendorong keberanian berbicara, dan memberikan pengalaman budaya yang positif. Akan tetapi, kemampuan anak dalam melafalkan kosakata masih terbatas karena kurangnya paparan bahasa daerah dan keterbatasan media pendukung.  Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kemampuan bahasa anak, mulai dari anak yang mampu mengikuti lagu dengan lancar hingga anak yang hanya mengikuti gerakan atau berhenti di tengah lagu karena keterbatasan penguasaan lirik dan pelafalan. Lagu anak Madura mampu meningkatkan antusiasme dan keberanian berbicara anak serta memperkenalkan kosakata secara menyenangkan, meskipun kemampuan pelafalan masih memerlukan penguatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu anak Madura berpotensi sebagai sarana stimulasi kemampuan bahasa sekaligus media pelestarian budaya lokal dalam pendidikan anak usia dini.
Building an Inclusive Literacy Ecosystem for Children through Creative Activities at Kampung Emas UNY Yudan Hermawan; Nurtanio Agus Purwanto; Siti Rohma Nurhayati; Shely Cathrin; Agus Basuki; Rizqy Aisyah Leonia
PG-PAUD Trunojoyo Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v13i1.31293

Abstract

The development of an inclusive literacy ecosystem from an early age is a strategic effort to foster a sustainable culture of reading and learning in society. The study aims to illustrate the implementation of a literacy program based on storytelling and coloring activities as a means to enhance children’s literacy interest. The research employed a descriptive qualitative approach involving 25 children aged 5–6 years, parents, student volunteers, and community facilitators. Data were collected through observations, brief interviews, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The needs analysis revealed that children had limited exposure to story- and visual-based literacy activities, as well as minimal parental involvement in supporting learning activities at home. The literacy program was implemented in a participatory manner through storytelling and coloring sessions designed to stimulate imagination, improve concentration, and develop children’s expressive abilities. The involvement of student volunteers and community facilitators also strengthened a fun and interactive learning environment. The evaluation results indicate an increase in children’s interest in literacy activities and greater community involvement in supporting child-friendly literacy spaces. These findings suggest that creative, contextual, and collaborative literacy activities can serve as an important foundation for building an inclusive literacy ecosystem within community settings.
Persepsi Guru Laki – Laki terhadap Pendekatan Deep Learning ditinjau dari Dimensi Profil Lulusan dan Kerangka Pembelajaran Ajeng Rizki Safira; Dinda Rizki Tiara; Zakira Asmaradita Almaza
PG-PAUD Trunojoyo Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v13i1.33667

Abstract

Jumlah guru laki-laki di PAUD relatif rendah namun mereka memiliki peran sebagai pendidik, sehingga kompetensi pedagogis mereka perlu dikaji secara komprehensif, khususnya dalam implementasi pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru laki-laki terhadap penerapan pendekatan pembelajaran mendalam pada pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian ini ialah guru laki-laki. Teknik sampling yang digunakan non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Berdasarkan kesediaan dari populasi 14, didapatka 6 guru laki-laki. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disusun berdasarkan pdimensi profil lulusan dan kerangka pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru laki-laki memiliki persepsi yang positif terhadap penerapan dimensi profil lulusan dan kerangka pembelajaran. Persepsi positif kerangka pembelajaran khususnya pedogogis dapat mendukung dimensi profil lulusan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan kajian terkait kemampuan pedagogis guru laki-laki yang mendukung pembelajaran untuk anak usia dini. Selain itu peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperluas subjek penelitian di area lain.