cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25284967     EISSN : 2548219X     DOI : -
Core Subject : Social,
Aksiologiya merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian. Artikel merupakan hasil dari IbM, IbW, IbPE, IbIKK, atau pengabdian lainnya yang berasal dari non dikti.
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
Terapi Psikososial Pada Osteoartritis Di Komunitas Arum Pratiwi; Abi Muhlisin; Umi Budi Rahayu
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i3.3637

Abstract

Program kemitraan komunitas ini dilakukan dengan tujuan membimbing, dan melatih para mitra yaitu kelompok penderita osteoartritis (OA) dan masyarakat yang berisiko untuk meningkatkan kualitas hidup. Metode yang digunakan adalah bersama dengan mitra yaitu kader kesehatan dan masyarakat, mengidentifikasi kelompok sasaran dan menciptakan home based untuk pusat terapi. Tim kemitraan ini melatih para penderita OA dengan teknik relaksasi, senam osteoarthritis, dan pendidikan kesehatan mengenai diet dan kontrol emosional. Sebelum kegiatan dilakukan, tim kemitraan melakukan pemerikasaan laboratorium asam urat dan gula darah sewaktu. Alat pemeriksaan yang digunakan adalah easy touch dan stik, media komunikasi yang digunakan adalah modul, leaflet, audiovisual, dan poster. Jumlah peserta pengabdian ini adalah 100 orang ysng kemudian teridentifikasi OA menjadi 52 orang. Hasil kegiatan ini terdiri dari gambaran hasil asam urat, gula darah, gambaran nyeri, tingkat pengetahuan yang meningkat pada mitra yaitu rata-rata nilai pre-test 55,27 menjadi 72,10; Peningkatan ketrampilan mitra yaitu mampu memperagakan senam OA dan teknik relaksasi secara mandiri.Kata Kunci: Pemberdayaan masyarakat, pelatihan, pendampinganPsychosocial Therapy for Osteoarthritis in the CommunityABSTRACTThe purpose of the community partnership program was guiding of partner to train them who are groups of osteoarthritis (OA ) sufferers and communities that risk to improve quality of life . The method of this activity including built home based therapy centers and then trained OA sufferers used relaxation techniques, osteoarthritis exercises, and health education on diet and emotional control. Before the activity was carried out, the partnership team conducted a laboratory test of uric acid detection and blood sugar level. The examination was used easy touch tools and sticks . the medium of display was used modules, leaflets, audiovisual, and posters. The number of participants of this activity was initially 100 people, next, was identified 52 participant with OA. The results of this activity consisted of a description of the results of uric acid level, blood sugar level, a description of pain, an increased level of knowledge at partners that the average score of 55.27 to 72.10; Enhancing partner skills is able to demonstrate OA exercises and relaxation techniques independently.Keywords: Community empowerment, training program, coaching, mentoring.
Kaderisasi Penyedia Daging Qurban ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal) dan Layak Aminah Hajah Thaha; Andi Suarda; Andi Mulia; Muh Ali Arsyad
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i3.4433

Abstract

Salah satu kendala yang dihadapi pemerintah terkait pembinaan penyembelihan hewan qurban adalah masih banyak masyarakat yang tidak melaporkan ke pemerintah setempat penyembelihan hewan qurban selain itu jumlah petugas yang tidak sebanding dengan luas wilayah dan banyaknya lokasi penyembelihan pada waktu yang bersamaan sehingga sulit untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut. Oleh karena itu dibutuhkan metode yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan ke masyarakat agar dapat menyediakan daging hewan qurban yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) serta layak bagi masyarakat yang mengkonsumsi. Salah satu cara yang dilakukan yaitu melalui pembentukan kader penyedia daging hewan qurban yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) serta Layak bagi Masyarakat pada Mesjid. Kegiatan ini telah terlaksana dengan baik dan diikuti sebanyak 14 mesjid dan 100 orang kader se Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Hasil monitoring evaluasi diketahui bahwa salah satu titik kritis yang harus menjadi perhatian dan perlu ditingkatkan oleh pada kader tersebut adalah penanganan daging qurban meliputi setelah penyembelihan.Kata Kunci: Takmir Mesjid, Daging Qurban, ASUH, LayakAssistance of the Takmir of the Mosque in Providing Sacrificial Meat that is FARE (Safe, Healthy, Whole, Halal) and AppropriateABSTRACTOne of the government's obstacles regarding the development of sacrificial animal slaughter is that there are still many people who do not report to the local government the slaughter of sacrificial animals. Also, the number of officers is not proportional to the area of the area and the number of slaughtering locations simultaneously, so it is difficult to carry out further training. Therefore an effective method is needed to increase knowledge to the public to provide ASUH (Safe, Healthy, Whole, and Halal) qurban meat and suitable for those who consume it. One way to do this is through the assistance of mosque takmirs to provide ASUH (Safe, Healthy, Whole, and Halal) qurban meat and is appropriate for the community at the mosque. The entire series of activities consisting of location surveys, preparation and coordination, training implementation, and monitoring evaluation were carried out from March to August 2019. The training consisted of theory and practice, which lasted for 2 days attended by 100 mosque takmirs from 14 mosques in Rappocini District, Makassar City. The monitoring and evaluation results show that one of the critical points that should be of concern and need to be improved by mosque takmirs is the handling of qurban meat, including the stages after slaughter.Keywords: Mosque takmirs, Meat Qurban, ASUH, Appropriate
Pelatihan sistem keuangan akuntansi berbasis komputer dalam mendorong kinerja keuangan di BUMDes Mangkubumi Kabupaten Ciamis Budi Lesmana; Lina Parlina
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i3.6196

Abstract

Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  membentuk  dan  mengembangkan  kelompok  masyarakat  yang  sudah terbentuk dalam suatu wadah BUMDes menjadi lebih mampu secara keahlian menggunakan teknologi komputer dalam penyusunan laporan keuangan yang akuntabel yang dipersyaratkan oleh lembaga keuangan, melalui pelatihan sistem akuntansi berbasis komputer ini diharapkan akan membekali kemampuan dan keterampilan pengurus dan pengelola BUMDes agar dapat menggunakan dan menerapkan sistem akuntansi yang sesuai Standar Laporan Keuangan (SAK) yang  diterima  umum  sehingga  dengan  mudah  dapat  mengukur dan  meningkatkan  kinerja  keuangan  unit  usaha BUMDes. Target dari penelitian ini  adalah para pengurus dan pengelola  BUMDes dapat  mengoperasikan komputer dengan terampil dan  dapat  mengaplikasikan sistem akuntansi berbasis  komputer  sederhana dengan  menggunakan rumus  dan  fungsi-fungsi yang  sudah  tersedia dalam  Software  Microsoft  Excell  dengan  kekhususan  pada  bidang akuntansi (Excell  for  Accounting), sehingga  dapat  meningkatkan kinerja  keuangan dan akuntabil itas  penyusunan keuangan BUMDes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode bim bingan teknis (technical assistance) yang menitikberatkan pada kegiatan pembelajaran Computer Based Training (CBT) yaitu pembelajaran berbantuan komputer (PBK) dengan menggunakan aplikasi komputer Microsoft Excel sebagai media utamanya, menggunakan metode simulasi dan case study, yang digunakan untuk menggali pengetahuan, pengalaman usaha atas kasus-kasus dimulai dari pencatatan transaksi, klasifikasi buku besar dan penyusunan laporan keuangan .Kata Kunci: BUMDes., CBT., Excell for Accounting., Kinerja., Sistem Informasi Akuntansi. Computer-based Accounting Financial System Training in Encouraging Financial Performance at BUMDes Mangkubumi Ciamis DistrictABSTRACTThe purpose of this research is to form and develop community groups that have been formed in a BUMDes forum to become more capable of skillfully using computer technology in preparing accountable financial reports which is required by financial institutions, through training in computer-based accounting systems, it is hoped that this will equip the abilities and skills. BUMDes administrators and managers are able to use and implement an accounting system that is in accordance with the generally accepted Financial Reporting Standards (SAK) so that they can easily measure and improve the financial performance of BUMDes business units. The target of this research is that BUMDes administrators and managers can operate computers skillfully and can apply a simple computer-based accounting system using formulas and functions that are already available in Microsoft Excel Software with specificity in accounting (Excell for Accounting), so that they can improve financial performance and accountability of BUMDes financial preparation. The method used in this research is by using the technical assistance method which focuses on Computer Based Training (CBT) learning activities, namely computer-assisted learning (CAL) using the Microsoft Excel computer application as the main media, using simulation methods and case studies. , which is used to explore knowledge, business experience on cases starting from recording transactions, classifying ledgers and preparing financial reports.Keywords: accounting information systems ., BUMDes., CBT ., excell for accountin., performance.
Upaya Peningkatan Sikap Peduli Lingkungan Melalui Pelatihan Bioplastik Maesaroh Maesaroh; Eka Kartikawati; Mega Elvianasti
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i3.3730

Abstract

Penggunaan bahan plastik sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia modern. Bahan pembuatan plastik umumnya adalah polimer sintetis dengan sifat sukar terurai secara alamiah, karenanya sampai plastik cenderung akan menumpuk. Meningkatnya jumlah penduduk berbanding lurus dengan volume sampah, juga termasuk di dalamnya sampah plastik yang sulit terurai (non degradable) merupakan masalah yang terjadi di kota metropolitan. Proses pendidikan merupakan cara untuk mengatasi masalah lingkungan akibat sampah. Melalui proses pendidikan pengenalan bioplastik, pencegahan dan penanggulangan sampah plastik dapat dilaksanakan. Bioplastik lebih cepat terurai oleh mikroorganisme karena terbuat dari bahan terbarukan seperti pati, minyak nabati dan mikrobiota. Metode pelaksanaan berupa survey, pendekatan kepada pihak mitra guna perizinan, mengumpulkan perserta yang terkait, implementasi pelatihan bahan plastik ramah lingkungan; evaluasi kegiatan. Berdasarkan hasil kuesioner 1). Peserta kegiatan menyakatan tidak selalu membuang sampah pada tempatnya, 2) Peserta telah melakukan kegiatan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dalam kehidupan sehari-harinya. 3). Seluruh peserta menyatakan bahwa kegiatan ini bermanfaat. Penggunaan barang dan kemasan secara berulang kali dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Kegiatan pengenalan dan pelathan pembuatan bioplastik dapat mengingkatkan kesadaran peserta untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.Kata kunci: pencemaran lingkungan; plastik biodegradable; sampah plastikEfforts to Improve Environmental Care Attitudes Through Bioplastic TrainingABSTRACTThe use of plastic material is very closely related to modern human life. Plastic manufacturing materials are generally synthetic polymers with difficult to decompose naturally, so that plastic tends to accumulate. The increasing population is directly proportional to the volume of waste, including plastic waste that is difficult to decompose (non-degradable) is a problem that occurs in metropolitan cities. The education process is a way to overcome environmental problems due to waste. Through the process of introducing bioplastic education, prevention and prevention of plastic waste can be carried out. Bioplastics break down faster by microorganisms because they are made from renewable materials such as starch, vegetable oils and microbiota. This activity aims to find out the trainees perception about environtmentally friendly plastic and to know the activities that carried out by trainees in an effort to reduce the plastic waste. The method of implementation are surveys, approaches to partners for licensing, gathering relevant participants, implementing bioplastic training and evaluating. Based on the results of the questionnaire: 1) the participants of the disbursement activity did not always throw garbage in its place. 2) participants have carried out activities to reduce environmental pollution in their daily lives. 3) all participants stated that this activity was useful. The use of goods and packaging repeatedly can reduce environmental pollution. The introduction and training activities in making bioplastics can increase the awareness of participants to be more concerned about environmental sustainabilityKeywords: environtmental pollution; biodegradable plastic; plastic waste
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Sel Dengan Memanfaatkan Kertas Bekas eka kartikawati; Ranti An Nisaa; Maesaroh Maesaroh
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i3.4892

Abstract

Penggunaan kertas sudah menjadi hal yang selalu digunakan oleh kegiatan apapun, sehingga banyak kertas yang tidak dimanfaatkan kembali dan menjadi limbah kertas yang dibuang sia sia setelah digunakan. Hal inilah yang kemudian muncul ide untuk memanfaatkan dan dikaitkan dengan kegiatan pembelajaran yaitu sebagai media pembelajaran. Karena pada kegiatan belajar mengajar sangat diperlukan media yang sangat inovatif, kreatif dan memudahkan siswa-siswanya untuk mempelajari memahami materi pembelajaran. Salah satunya adalah pembelajaran biologi pada materi sel yang pemahaman akhir pembelajarannya mengharuskan peserta didik dapat memahami dan membedakan semua bentuk organelnya antara sel hewan dan tumbuhan. Dari permasalahan inilah maka diadakannya pelatihan pembuatan media pembelajaran sel dengan memanfaatkan kertas bekas. Metode pelaksanaan dalam pelatihan ini adalah dengan survey, pendekatan kepada mitra yang dituju, melaksanakan pelatihan dan evaluasi. Hasil kuesioner yang disimpulkan adalah 100% peserta pelatihan menyatakan kegiatan pelatihan ini  sangat bermanfaat, replika yang telah dibuat sangat memudahkan peserta didik untuk mempelajari sel hewan dan sel tumbuhan.  Kegiatan pelatihan ini untuk mengurangi kertas bekas dan memanfatkannya sebagai media pembelajaran yang menyenangkan.Kata Kunci: media pembelajaran; sel; kertas bekas Training on Making Cell Learning Media Using Waste PaperABSTRAC The use of paper has always been used by any activity, so many papers are not reused and become waste paper that is thrown away in vain after use. This then arises the idea to utilize and be associated with learning activities, namely as learning media. Because teaching and learning activities are very needed media that is very innovative, creative and makes it easy for students to learn to understand learning materials. One of them is the study of biology in cell matter, the final understanding of learning requires students to understand and distinguish all forms of organelles between animal and plant cells. From this problem, the holding of training in making cell learning media using paper was used. The method of this activity is to carry out training and approach the intended partners, carry out training and evaluation. The results of the questionnaire concluded that 100% of the training participants stated that the training activities were very useful, the replicas that had been made were very easy for students to study animal cells and plant cells. This training activity is to reduce waste paper and use it as a learning medium that makes it easier for students to understand cells in 3 dimensions.Keywords: learning media; cell; scrap paper
Peningkatan Literasi Proses Bisnis Pada Kelompok Tani Kopi Buntis Dalam Rangka Penciptaan Keberlanjutan Mokh Adib Sultan; Chairul Furqon; Fanji Wijaya; Eka Surachman
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i3.6512

Abstract

Kopi saat ini merupakan salah satu komoditas unggulan pertanian yang mempunyai kontribusi yang cukup nyata dalam perekonomian Indonesia, yaitu sebagai penghasil devisa, sumber pendapatan petani, penghasil bahan baku industri, penciptaan lapangan kerja dan pengembangan wilayah. Namun untuk menciptakan industri kopi yang berkualitas baik dan berkelanjutan, diperlukan upaya literasi kepada petani kopi. Petani yang membutuhkan literasi industri kopi diantaranya yaitu kelompok petani kopi buntis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman akan pentingnya bisnis kopi yang berkelanjutan. Metode yang digunakan yaitu pendekatan literasi Triple Layered Business Model Canvas. Hasil pengabdiannya menunjukkan bahwa pemahaman petani akan pentingnya menjaga keberlanjutan bisnis kopinya agar tingkat ekonomi petani tetap terjaga.Kata Kunci: : bisnis model kanvas, literasi, kopi. Improving Business Process Literacy at Buntis Coffee Farmer Groups in the Context of Creating SustainabilityABSTRACTCoffee is currently one of the leading agricultural commodities that have a significant contribution to the Indonesian economy, namely as a foreign exchange earner, a source of income for farmers, a producer of industrial raw materials, job creation and regional development. However, to create a coffee industry that is of good quality and sustainable, it requires literacy efforts for coffee farmers. Farmers who need coffee industry literacy include the Buntis coffee farmer group. This service activity aims to provide an understanding of the importance of a sustainable coffee business. The method used is the Triple Layered Business Model Canvas literacy approach. The results of his dedication show that farmers' understanding of the importance of maintaining the sustainability of their coffee business so that the economic level of farmers is maintained.Keywords:business model canvas, literacy, coffee.
Perbaikan mutu produk baby fish nila krispi di Kelompok Tani Karya Mina Utama, Rowo Jombor, Klaten, Jawa Tengah Nani Ratnaningsih; Tutiek Rahayu; Mujiyono Mujiyono
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i3.3785

Abstract

Kelompok Tani Karya Mina Utama merupakan kelompok produsen baby fish nila krispi di Rowo Jombor dengan mutu produk tidak konsisten, kemasan dan labeling sangat sederhana. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memperbaiki mutu dan kemasan produk baby fish nila krispi sehingga dapat meningkatkan branding produk dan pangsa pasar. Metode kegiatan dilakukan dengan diskusi bersama, penyusunan standar proses produksi, pendampingan penerapan standar proses produksi, serta perbaikan kemasan dan label. Hasil kegiatan menunjukkan mutu produk baby fish nila krispi yang diproduksi oleh Kelompok Tani Karya Mina Utama, Desa Krakitan, Klaten dapat ditingkatkan dengan perbaikan standar proses produksi, kemasan dan labeling produk. Standar proses produksi nila krispi meliputi pemilihan anak ikan, pembersihan isi perut, pembelahan, pencucian, perendaman dalam bumbu, pelapisan dengan tepung beras dan tapioka, penggorengan, penirisan minyak dengan spinner, dan pengemasan. Produk dikemas dengan kantong plastik pouch (200 gram) dengan label berisi brand/merk, nama produk, komposisi, berat bersih, informasi gizi, nomer P-IRT, nomer sertifikat halal, tanggal kadaluwarsa, nama dan alamat produksi, dan binaan. Produk nila krispi dari kegiatan ini dapat mencantumkan klaim kaya kalsium dan sumber protein sehingga berpotensi sebagai oleh-oleh khas Rowo Jombor.Kata Kunci: baby fish nila krispi; mutu produk; pendampingan; Rowo Jombor Improving the quality of crispy tilapia baby fish products at the Karya Mina Utama Farmers Group, Rowo Jombor, Klaten, Central Java ABSTRACTKarya Mina Utama Farmer Group is a producer of baby tilapia crisp from Rowo Jombor with inconsistent product quality and very simple in packaging and labeling. The purpose of community service activities was to improve the quality and packaging of baby tilapia crisp for increasing the brand product and market. The activities were done by focus group discussions, preparation of standards of production process, assistance in applying the standards of production process, and improvement of packaging and labels. The results showed that the quality of baby tilapia crisp produced by the Karya Mina Utama Farmer Group can be increased by improving the production process, packaging and labeling. Standard of production process consisted of selecting baby fish, cleaning stomach contents, cleavage, washing, soaking in seasonings, coating with rice flour and tapioca, frying, draining oil with spinner, and packaging. The product is packaged in a plastic bag pouch (200 grams) with a label containing the brand, product name, composition, net weight, nutritional information, P-IRT number, halal certificate number, expired date, name and address of production, and support team. Baby tilapia crisp can use the claim of rich in calcium and source of protein so that they have the potency as the special souvenir from Rowo Jombor.Keywords: baby tilapia crisp; product quality; assistance; Rowo Jombor
Pelatihan pembuatan produk makanan berbasis daun kelor untuk pemenuhan gizi balita di Desa Bogo Bojonegoro Karina Citra Rani; Nikmatul Ikhrom Eka Jayani; Noviaty Kresna Darmasetiawan
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i3.4501

Abstract

Permasalahan malnutrisi pada balita merupakan masalah kesehatan utama yang dihadapi oleh sebagian besar negara berkembang, termasuk Indonesia. Daun kelor merupakan salah satu bahan alam yang memiliki kandungan nutrisi dan bermanfaat untuk pemenuhan gizi. Daun kelor selama ini banyak digunakan pada berbagai negara berkembang sebagai alternatif makanan untuk mengatasi malnutrisi. Salah satu desa di Jawa Timur yang memiliki potensi tanaman kelor adalah di Desa Bogo, Bojonegoro. Daun kelor telah dimanfaatkan masyarakat Desa Bogo dalam bentuk olahan makanan sederhana seperti sayur bening, keripik, dan pepes. Produk makanan berbasis daun kelor yang selama ini dikembangkan belum ada yang dapat diterima dan digemari oleh anak-anak, padahal pemenuhan gizi balita merupakan salah satu fokus yang juga diprioritaskan oleh pemerintah Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan pada fakta tersebut, diperlukan suatu kegiatan pengembangan produk makanan berbasis daun kelor untuk pemenuhan gizi balita. Produk makanan yang dikembangkan dalam kegiatan ini adalah nugget dan es krim daun kelor. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Wanita Tani dan kader PKK di Desa Bogo untuk menciptakan produk makanan berbasis daun kelor yang digemari oleh balita. Kegiatan ini dilakukan dengan evaluasi pemahaman di awal kegiatan, penyampaian materi dengan media vidoe,  praktik pembuatan produk, dan evaluasi akhir kegiatan.Kata Kunci: produk makanan; daun kelor; gizi; balita; Desa Bogo. Training on Making Moringa Leaf-Based Food Products for Toddler Nutrition Fulfillment in Bogo Village, BojonegoroABSTRACTMalnutrition in toddlers is a major health problem suffered by most developing countries, including Indonesia. Kelor leaves are one of the natural ingredients which contain nutrients and beneficial for nutritional requirements. One of the villages in East Java that has the potential of kelor plants is Bogo, Bojonegoro. Kelor leaves have been utilized in Bogo as simple foods product including clear soups, chips, and pepes. Kelor leaf-based food products which have been developed, are not being accepted and favored by children. Whereas, the nutritional fulfillment of toddlers is one of the focus that is prioritized by the government of East Java province. Based on this fact, kelor leaf-based food development activity is required for the fulfillment of toddler nutrition. Food products developed in this activity are nuggets and ice cream based of  kelor leaf. This activity aims to empower Kelompok Wanita Tani and PKK in Bogo village to create a kelor leaf-based food products which are favored by toddlers. This activity is conducted by an evaluation of understanding at the beginning of activities, delivery of material using video, product creation practices, and final evaluation. The final result of this program obtained two new variants of product, including nugget and ice cream. Both products can be used as alternative food products to meet the nutritional needs of children in Bogo, Bojonegoro. Keywords: food product; kelor leaf; nutrition; toddler; Desa Bogo
Pemulung Cerdas Muara Fajar Nurul Safiqah Jonit; mardona mardona; Gustia Herliana; sari wulan; Nadia Fathurrahmi Lawita
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i3.3072

Abstract

PEDAS AJAR merupakan singkatan dari Pemulung Cerdas Muara Fajar yang  menjadi mitra pada program yang dilaksanakan. Kegiatan ini menjadi bentuk perhatian pemuda selaku mahasiswa  terhadap perekonomian masyarakat kecil yang notabennya adalah pemulung, dalam agenda yang direncanakan berlangsung selama tiga bulan, tim PEDAS AJAR  bermaksud untuk memberikan pelatihan atau mentoring kepada kelompok pemulung yang  berdasarkan yang dikategorikan sebagai masyarakat dengan pendapatan minim, dengan demikian TIM PEDAS AJAR memberikan pendampingan dan pelatihan dengan bantuan mentor untuk mengelola dan mengolah sampah plastik menjadi barang yang bernilai jual tinggi, sehingga pola perekonomian masyarakat berubah yang awalnya hanya mengumpulkan kemudian dijual, namun  menjadi mengumpulkan, menggolah dan menjual sehingga hasil produk olahan dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Pada kegiatan nantinya akan ada peresmian rumah produksi sebagai luaran dari kegiatan yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat pengelolan dari daur ulang sampah plastik oleh mitra. Dalam pelaksanaannya target yang ditetapakan tidak hanya pemulung dalam ketegori remaja hingga dewasa namun juga mentargetkan anak-anak pemulung untuk diberikan motivasi agar tetap bersekolah dan melanjutkan pendidikan hingga menggapai impian yang diinginkan, dimana sesi motivasi ini juga diselingi dengan games serta sharing pengalaman yang didampingi oleh tim, program ini disebut Program Kakak Asuh. Selain program Mentoring Pemulung dan program Kakak Asuh, program lain yang dilaksanakan  adalah program sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan hal ini dianggap penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat yang kesehariannya berbaur dengan sampah yang ada di TPA ( Tempat Pembuangan Akhir ) agar tetap memelihara kebersihan lingkungan sekitar untuk terciptanya masyarakat sehat yang produktif. Program- program yang diusung dalam PEDAS AJAR ini juga sebagai bentuk dari pengimplementasian mewujudkan SDGs / TPB atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.Kata Kunci: Mentoring, Kakak Asuh, Sosialisasi dan Periksaan kesehatan, meningkatkan pendapatan , mengapai impian dan lingkungan sehat, SDGs/TPB.Intelligent Scavengers of Estuary of Dawn ABSTRACTPEDAS AJAR stands for Smart Pemulung Muara Fajar who is a partner in the program being implemented. This activity is a form of attention from youth as students to the economy of small communities who in fact are scavengers, in an agenda that is planned to last for three months, the PEDAS AJAR team intends to provide training or mentoring to scavenger groups based on those categorized as people with minimal income, thus The PEDAS AJAR TEAM provides assistance and training with the help of mentors to manage and process plastic waste into items of high selling value, so that the community's economic pattern changes which initially only collects and then sells, but becomes collecting, processing and selling so that the processed products can have a selling value. higher. In the activity, there will be an inauguration of a production house as an output of the activity that can be used as a place for managing plastic waste recycling by partners. In its implementation, the targets set are not only scavengers in the category of teenagers to adults but also targeting scavengers' children to be given motivation to stay in school and continue their education to achieve the desired dreams, where this motivational session is also interspersed with games and sharing experiences accompanied by the team. , this program is called Foster Sister Program. In addition to the Scavenger Mentoring program and the Foster Brothers program, other programs implemented are the socialization program and health checks. These are considered important to provide education to the community who mix with the waste in the TPA (Final Disposal Site) in order to maintain the cleanliness of the surrounding environment for productive healthy society. The programs carried out in PEDAS AJAR are also a form of implementing the SDGs/TPB or Sustainable Development Goals.Keywords: Mentoring, Foster Brothers, Socialization and Health Checkups, increasing income, achieving dreams and a healthy environment, SDGs/TPB.
Kinerja Aparatur dalam Memediasi Kreativitas dan Inovasi Terhadap Keberhasilan Penerapan e-Kelurahan Dio Caisar Darma; Siti Maria; Tri Cicik Wijayanti
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i3.4004

Abstract

e-Government adalah pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pemerintahan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. Fokus penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat pengaruh Kreativitas dan Inovasi pada Keberhasilan Implementasi e-Kelurahan Gunung Panjang melalui Kinerja Aparatur. Untuk mengetahui pengaruhnya, maka digunakan metode Path Analysis. Jenis data primer atau langsung berbasis teknik wawancara terhadap 91 responden pada Agustus-November 2019. Temuan empiris membuktikan bahwa: (1) Kreativitas dan Inovasi secara langsung memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Aparatur Kelurahan Gunung Panjang Samarinda; (2) Kreativitas dan Inovasi secara langsung memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap Keberhasilan Implementasi e-Kelurahan Gunung Panjang Samarinda; (3) Kinerja Aparatur Langsung memiliki pengaruh positif terhadap Keberhasilan Implementasi e-Kelurahan Gunung Panjang Samarinda; dan (4) Kreativitas dan Inovasi secara tidak langsung memiliki pengaruh yang positif terhadap Keberhasilan Implementasi e-Kelurahan Gunung Panjang melalui Aparatur Kinerja.Kata Kunci: kantor publik; pegawai negeri sipil; teknologi dan informasi; analisis jalur.To what extent is the performance of the apparatus in determining the creativity and innovation of the e-Kelurahan's success? A CaseABSTRACT In the digital era, the use of technology and information has grown very rapidly to help humans in their daily work. This is inseparable from the demands of private companies and public agencies, in order to create a professional character for employees in a sustainable manner. We try to highlight the influence of creativity and innovation on the successful implementation of e-Kelurahan with the role of apparatus performance in Sidomolyo Village, Samarinda City. Path analysis techniques are used to answer the objectives and proposed hypotheses. Data interpretation was supported by survey data for 100 informant units in 2019. They are civilians who are domiciled and are taking care of the administrative needs that get services in the Sidmolyo area, so the purposive sampling technique is very appropriate to describe the characteristics of the informants. As a result, this finding concludes that creativity and innovation have a significant effect on personnel performance. from other direct influences, creativity and innovation have a significant impact on the successful implementation of e-Kelurahan. Then, the performance of the apparatus also has a significant effect on the success of implementing e-Kelurahan. Finally, especially for the indirect effect, creativity and innovation have had a significant effect on the success of implementing e-Kelurahan with the role of good apparatus performance. This study indicates that for theoretical and practical purposes, it is necessary to support the success of public services that synergize human resources and digitalization.Keywords: public office; civil servants; technology and information; path analysis.