cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25284967     EISSN : 2548219X     DOI : -
Core Subject : Social,
Aksiologiya merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian. Artikel merupakan hasil dari IbM, IbW, IbPE, IbIKK, atau pengabdian lainnya yang berasal dari non dikti.
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
Implementasi Pemasaran Dan Pencatatan Penjualan Sederhana Pada UMKM Tanaman Hias Kecamatan Arcamanik Kota Bandung Dodi Supriyanto; Vania Rakhmadhani; Cecep Taufiqurrohman
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i2.6315

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di usaha tanaman hias yang merupakan produk dari jenis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdiri dari 12 (Dua belas) pedagang tanaman hias dengan kepemilikan yang berbeda-beda, dan dengan jarak yang saling berdekatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan  kegiatan pemasaran yang optimal dan berdaya saing serta pencatatan keuangan yang sederhana dalam membantu menjalankan usahanya. Permasalahan yang dialami oleh pengusaha tanaman hias, diantaranya pemasaran yang belum optimal, bukti transaksi yang belum memadai, terbatasnya modal serta sulitnya akses kepada lembaga keuangan. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan permasalahan tersebut diawali dengan survei ke lokasi, tahap pelaksanaan memberikan pendampingan dalam pemasaran ke konsumen melalui pelatihan pemasaran yang efektif dan pendampingan dalam pencatatan transaksi yang ada di tempat tanaman hias, tahap terakhir yaitu tahap monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu pengusaha tanaman hias dalam melaksanakan kegiatan pemasaran kepada konsumen dan pencatatan keuangan yang benar dan sesuai standar akuntansi.Kata kunci: Implementasi Pemasaran; Pencatatan Penjualan Sederhana; UMKM Implementasi Marketing And Simple Sales Recording on UMKM Ornamental Plants Arcamanik Sub-District Bandung ABSTRACTThis community service is carried out in the ornamental plant business which is a product of small and medium micro enterprises (UMKM) consisting of 12 (Twelve) ornamental plant traders with different ownership, and with close proximity to each other. This activity aims to realize optimal and competitive marketing activities as well as simple financial recording in helping to run its business. Problems experienced by ornamental plant entrepreneurs, such as optimal marketing, inadequate transaction evidence, limited capital and difficult access to financial institutions. The method used in solving the problem begins with a surveyto the location, the implementation stage provides a psideline in marketing to consumers through effective marketing training and assistance in recording transactions that are in place of ornamental plants, the last stage of which is the monitoring and evaluation stage. This activity is expected to assist ornamental plant entrepreneurs in carrying out marketing activities to consumers and correct financial recording and in accordance with accounting standards.Keywords: Marketing Implementation; Simple Sales Recording; UMKM
Model Pembelajaran Inovatif di Era Revolusi Industri 4.0 Bagi Pengawas Sekolah Dasar Kabupaten Ciruas, Banten Niko Sudibjo; Luluk Asmawati; Mohamad Fachri Yasin
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.4827

Abstract

Berbagai perubahan akibat dampak dari revolusi industry 4.0 tidak dapat dihindari, termasuk dalam sector pendidikan. Oleh sebab itu, para pemimpin di Lembaga Pendidikan perlu terus melakukan penyesuaian agar dapat mengikuti perkembangan zaman. Salah satu perubahan yang dimaksud adalah perubahan pada model pembelajaran. Model pembelajaran menjadi sangat penting karena bersinggungan langung dengan proses belajar kelas dan berpengaruh pada ketercapaian tujuan pembelajaran. Oleh sebab itu, seminar model pembelajaran inovatif di era 4.0 diberikan untuk memberikan pemahaman mengenai metode-metode pembelajaran yang sesuai dan dapat diterapkan, diantaranya adalah blended learning, flipped classroom dan Technological, Pedagogical, Content Knowledge (TPACK). Peserta dalam seminar ini adalah para pengawas Sekolah Dasar Kabupaten Ciruas, Banten sebanyak 86 orang. Setelah mengikuti seminar, para peserta diminta mengisi angket kebermanfaatan seminar. Hasil dari angket menunjukkan bahwa seminar yang diberikan sangat relevan dan memberikan manfaat bagi profesi peserta seminar saat ini.Kata kunci: blended learning; flipped classroom; technological; pedagogical; content knowledge (TPACK); revolusi industry 4.0 Innovative Learning Models in the Era of the Industrial Revolution 4.0 for Elementary School Supervisors in Ciruas Regency, BantenABSTRACTVarious changes due to the impact of the industrial revolution 4.0 can not be avoided, including in the education sector. Therefore, leaders in Educational Institutions need to continue to make adjustments in order to keep abreast of the times. One of the changes in question is a change in the learning model. The learning model becomes very important because it is directly related to the class learning process and affects the achievement of learning objectives. Therefore, a seminar on innovative learning models in the 4.0 era was given to provide an understanding of appropriate and applicable learning methods, including blended learning, flipped classroom and Technological, Pedagogical, Content Knowledge (TPACK). The participants in this seminar were the supervisors of 86 elementary schools in Ciruas, Banten. The results of the questionnaire showed that the seminar given was very relevant and provided benefits to the current seminar participant profession.Keywords: blended learning; flipped classroom; technological; pedagogical; content knowledge (TPACK); industrial revolution 4.0
Pemanfaatan Multimedia Dalam Pengembangan dan Promosi Potensi Desa Wisata Adiluhur Kebumen Ade Wahyudin; David Kristiadi; Ardian Setio Utomo; Arum Marwati; Riska Ana Gulang
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i2.3988

Abstract

Perkembangan teknologi komputer telah merubah gaya hidup masyarakat, dimana masyarakat semakin dimudahkan dalam mendapatkan informasi dan melaksanakan aktifitasnya dengan berbagai aplikasi dan gadget. Hal ini menjadi peluang dalam pengelolaan desa wisata, sehingga pengelola desa wisata mampu secara interaktif terhubung dengan wisatawan dengan memanfaatkan media sosial. Desa Wisata Adiluhur Kebumen merupakan salah satu desa yang memiliki potensi objek wisata yang bisa dikembangkan dan dipromosikan melalui multimedia.  Taman Reptil Adiluhur dan Kampung Wisata Inggris Kebumen merupakan potensi objek wisata yang menjanjikan dari Desa Wisata Adiluhur, namun pengelolaannya masih belum optimal. Oleh karena itu tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan warga untuk mempromosikan potensi desa wisata. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan multi media kepada warga desa selain itu melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan kepada perwakilan pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Kemudian disusun suatu strategi pengembangan dan promosi desa wisata menggunakan multimedia dan sosial media. Strategi tersebut antara lain pengotimalan website desa wisata dengan menggunakan search engine optimizer dan  pemanfaatan platform media sosia yang tepat. Hasil dari pengabdian masyarakat ini, peserta mampu memproduksi karya multi media yang dapat digunakan sebagai sarana promosi Desa Wisata Adiluhur.Kata Kunci : desa wisata; media sosial; multimedia; promosi.Utilization of Multimedia in the Development and Promotion of the Potential of the Adiluhur Kebumen Tourism VillageABSTRACTThe development of computer technology has changed people's lifestyles, where people are easy to getting the information and carrying out its activities by many applications and gadgets. This is an opportunity in the management of a tourist village so that the tourism village manager can interactively connect with tourists by utilizing social media. Adiluhur Kebumen Tourism Village is one of the villages that have potential tourism objects that can be developed and promoted through multimedia. Adiluhur Reptile Park and Kebumen English Tourism Village are promising tourism potentials of the Adiluhur Tourism Village, but the management is still not optimal. Therefore the purpose of community service is to increase the ability of citizens to promote the potential of tourism villages. The method used is multi-media outreach and training to villagers in addition to conducting observations, interviews, and documentation conducted to village government representatives and community leaders. Then developed a strategy for developing and promoting rural tourism using multimedia and social media. These strategies include optimizing the tourism village website by using a search engine optimizer and using an appropriate social media platform. As a result of this community service, participants were able to produce multi-media works that could be used as a means of promoting Adiluhur Tourism Village.Keywords: multimedia; promotion; social media; tourism village 
Pelatihan Keterampilan Esensial Konseling untuk Konselor Sekolah dengan Structured Learning Approach Diniy Hidayatur Rahman; Widya Multisari; Devy Probowati
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.4222

Abstract

Salah satu permasalahan pelik yang dialami oleh para konselor sekolah di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo adalah rendahnya keterampilan konseling. Hal ini karena sebagian besar mereka tidak berlatarbelakang pendidikan sarjana bimbingan dan konseling. Selama ini, proses konseling dilakukan dengan cara yang lebih mirip dengan pemberian nasehat daripada konseling profesional. Berdasarkan kondisi tersebut, dilakukan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan esensial konseling untuk para konselor dimaksud. Melalui pelatihan ini, diharapkan agar para konselor dapat meningkatkan: (1) keterampilan mendengarkan secara aktif; (2) keterampilan mempengaruhi; dan (3) keterampilan pemberian bantuan pemecahan masalah melalui prosedur-prosedur konseling secara umum. Kegiatan inidilaksanakan dengan menggunakan pendekatan structured learning approach (SLA) dengan sistem In, On, dan In. Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan dilaksanakan selama tiga bulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatanpengetahuan dan keterampilan konseling para peserta. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan skor-skor pengetahuan dan keterampilan mereka ke arah yang lebih baik.Kata Kunci:keterampilan esensial konseling; bimbingan dan konseling; structured learning approachCounseling Essential Skills Training for School Counselors with a Structured Learning Approach ABSTRACT One of the most compliacated problems of school counselors in Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo is the lack of their counseling skills. This is because their educational background is not related to guidance and counseling. Prior to this program, their counseling service was carried out in a way that could be called advice giving rather than professional counseling. Based on the situation, the program aims to improve the essential counseling skills of the counselors. The program is expected to improve the counselors’: (1) active listening skills; (2) influencing skills; and (3) skills in providing problem solving. The program is implemented with a structured learning approach (SLA) and In-On-In procedure. Overall, the entire program was carried out in three months. The result of the program is the improvement of the counselors’ understanding and skills in giving counseling service.Keywords: essential counseling skills; guidance and counseling; structured learning approach
Sosialisasi dan Edukasi Digital Marketing pada Komunitas BGBJ di Bantar Gebang Menghadapi Era 4.0 Janette Maria Pinariya; Diandra Forceila; Lystia Ivana; Anita Yunia
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i2.6148

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengatasi masalah yang sedang berkembang di Bantar Gebang yaitu sebagai salah satu wilayah daerah Bekasi yang dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah terakhir kawasan megapolitan Jabodetabek. Bantar Gebang selama ini dikenal sebagai daerah kumuh dengan kondisi perekonomian masyarakat bertaraf rendah (miskin). Sehingga muncul inisiatif anak-anak muda untuk membentuk suatu komunitas usaha kecil dengan memanfaatkan limbah kayu, plastik, dan kertas sebagai bahan dasar pembuatan produk kreatif, yaitu komunitas The Kingdom of BGBJ (Biji-Biji Bantar Gebang). BGBJ dibangun atas bantuan, dukungan, dan dedikasi para pengunjungnya. Komunitas ini menyediakan berbagai pelatihan, pendampingan, bantuan sandang, papan dan pangan untuk masyarakat yang tidak memiliki akses ke sumber daya ini. Dengan adanya kegiatan pemberdayaan ini, diharapkan dapat memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memutus siklus kemiskinan serta menciptakan lingkungan yang sehat dan aman. Namun untuk dapat mengembangkan program ini, BGBJ mengakui bahwa sumber daya yang dimilikinya belum paham akan strategi pemasaran. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan pemasarannya yang hanya dilakukan sebatas pada komunikasi offline yaitu Word of Mouth (WoM). Dengan permasalahan tersebut, maka dibuatlah suatu program pemberdayaan kepada peserta komunitas BGBJ dan masyarakat tentang pemahaman pemasaran digital (digital marketing) serta kegiatan pendukung lainnya yang bermanfaat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan model community development yang diberikan dalam bentuk sosialisasi dan edukasi serta pelatihan dan pendampingan selama 3 bulan, terhitung dari bulan Juni – Agustus 2020. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan pemberdayaan ini dapat diterima secara efektif dan para peserta dinilai sudah siap untuk beradaptasi menghadapi era 4.0. Hal ini dapat diukur berdasarkan survei yang dilakukan sebelum maupun setelah kegiatan pemberdayaan dilakukan. Meskipun demikian, terdapat evaluasi bahwa pengembangan program ini harus dilakukan secara berkelanjutan, dikarenakan masih terdapat sebagian peserta yang memerlukan arahan dan bimbingan lebih lanjut.Kata kunci: BGBJ; digital; media sosial; strategi pemasaran; 4.0.Socialization and Digital Marketing Education to the BGBJ Community in Bantar Gebang Facing Era 4.0 ABSTRACTThe purpose of this activity is to address a growing problem in Bantar Gebang, known as one of the Bekasi areas which is used as the final waste disposal site for the Jabodetabek megapolitan area. Bantar Gebang has been known as a slum area with low economic conditions (poor). So that the initiative of young people emerged to form a small business community by utilizing wood, plastic, and paper waste as basic materials for making creative products, they are The Kingdom of BGBJ (Bantar Gebang Seeds) Community. BGBJ was built on the help, support and dedication of its visitors. This community provides a variety of training, mentoring, clothing, shelter and food assistance for people who do not have access to these resources. With this empowerment, it is hoped that it can provide an alternative for the community to break the cycle of poverty and create a healthy and safe environment. However, to be able to develop this program, BGBJ admits that its resources do not understand the marketing strategy. This can be seen from its marketing activities which are only limited to offline Word of Mouth (WoM) communication. With these problems, an empowerment program was made for BGBJ community participants and the public regarding the understanding of digital marketing (digital marketing) and other useful supporting activities. The method of implementing activities is carried out with a community development model approach which is given in the form of socialization and education as well as training and mentoring for 3 months, starting from June - August 2020. The result showed that the empowerment activity can be accepted effectively, and the participants are considered ready to adapt to the 4.0 era. This can be measured based on a survey conducted before and after the empowerment activity was carried out. However, there is an evaluation that the development of this program must be carried out continuously, because there are still some participants who need further direction and guidance.Keywords: BGBJ; digital; social media; marketing strategy; 4.0.
Pendampingan Gerakan Literasi Masyarakat Melalui Rumah Baca Sukiyanto Sukiyanto; Eli Mufidah; Tsalitsatul Maulidah; Rofiatun Nisa’
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.4250

Abstract

Kemampuan membaca dan menulis anak-anak dan masyarakat di dusun Cumpleng tergolong rendah. Mereka lebih cenderung memilih untuk bermain dan nongkrong di balai desa hanya sekedar untuk bermain game online. Pengabdian ini menitik beratkan pada upaya pendampingan sebuah pembangunan rumah baca, yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Maka dari itu, pendampingan ini menggunakan tiga tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, dan hasil. Tahap perencanaan yakni melakukan sebuah observasi, menyusun jadwal, dan membuat Forum Group Discussion (FGD). Tahap pelaksanaan yakni merealisasikan aksi pembanguanna rumah baca tersebut dan setelah terrealisasikan rumah baca tersebut diadakan sebuah peresmian. Tahapan terakhir yaitu hasil, pada tahapan ini sejauh mana anak-anak dan masyarakat di dusun Cumpleng dapat memanfaat fasilitas yang telah ada. Dan hasilnya diperoleh bahwa anak-anak dapat memanfaatkan rumah baca tersebut dan dapat mengakses pengetahuan melalui fasilitas internet yang ada.Kata Kunci: gerakan literasi; rumah baca.Assistance For Community Literation Movement Through Reading HouseABSTRACTThe ability to read and write children and the community in the village of Cumpleng is relatively low. They are more likely to choose to play and hang out at the village hall to play online games. This dedication focuses on assisting in the construction of a reading house, which aims to overcome these problems. Therefore, this assistance uses three stages, namely, planning, implementation, and results. The planning stage is to make an observation, arrange a schedule, and create a Group Discussion Forum (FGD). The implementation phase is to realize the building of the reading house, and after the reading, the house is understood an inauguration will be held. The final stage is the results. At this stage, the extent to which children and the community in the village of Cumpleng can take advantage of existing facilities. And the results are obtained that children can use the reading house and can access knowledge through existing internet facilities.Keywords: literacy movement; reading house.
Penerapan Model Literasi Digital Berbasis Sekolah Untuk Membangun Konten Positif Pada Internet Jamilah Karaman; Ida Widaningrum; Mohammad Bhanu Setyawan; Sugianti Sugianti
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.3701

Abstract

Tidak bisa dipungkiri bahwa internet membawa dampak positf bagi kehidupan anak dan remaja karena memudahkan untuk mendapatkan informasi terbaru, informasi terkait tugas dan pelajaran sekolah, meningkatkan kreatifitas, memperat komunikasi antar teman dan lain-lain. Seperti dua sisi mata uang, teknologi internet juga memberi dampak negatif yang mempengaruhi martabat kedirian dan kehidupan generasi remaja sekarang ini. Munculnya beragam kasus cybercrime, adiksi terhadap pornografi dan games online, menjadi bukti nyata sangat rentannya pengaruh negatif perkembangan internet terhadap dunia anak. Kecakapan literasi digital, merupakan salah satu langkah preventif dan edukatif untuk menyadarkan dampak positif dan meminimalisir dampak negatif internet. Sekolah, bisa menjadi pengerak utama untuk mengkampanyekan dan memberikan kecakapan literasi digital kepada anak didiknya. Namun ada beberapa permasalahan untuk menerapkan literasi digital di sekolah. Pertama, belum adanya kurikulum kecakapan literasi digital dengan acuan standar. Kedua, hilangnya pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi yang seharusnya bisa menjadi media penyuluhan literasi digital. Ketiga, masih minimnya kecakapan literasi digital yang dimilliki oleh para guru. Hal ini juga terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Ponorogo, sehingga perlu diadakan pelatihan atau workshop literasi digital berbasis sekolah untuk menunjang keberhasilan budaya gerakan literasi sekolah. Berdasarkan evaluasi workshop literasi digital, peserta merespon dengan baik materi dan evaluasi kompetensi standard. Peserta mampu mengikuti dengan baik dan memahami semua materi informasi personal dan privasi, jejak digital dan kemanan Wi-Fi.Kata Kunci: cybercrime; literasi digital; madrasah.  Application of School Based Digital Literacy Model To Build Positive Content On The Internet ABSTRACT It is undeniable that the Internet has a positive impact on the lives of children and adolescents because it facilitates obtaining the latest information, information related to school tasks and increases creativity, strengthens communication between friends and others. Like the two sides of a coin, Internet technology also has a negative impact that affects the dignity of oneself and the lives of today's teenagers. The emergence of several cases of cybercrime, pornography addiction, and online games, is a real test of the very vulnerable negative influence of Internet development in the world of children. Digital literacy skills are one of the preventive and educational steps to achieve positive impacts and minimize the negative impacts of the Internet. Schools can be the main drivers for campaigning and providing digital literacy skills to their students. But there are some problems to implement digital literacy in schools. First, there is no curriculum for digital literacy skills with standard references. Secondly, the loss of Information and Communication Technology lessons that should have been a means for digital literacy advice. Third, the lack of digital literacy skills that teachers possess. This also happened in Madrasa Aliyah Negeri (MAN) 2 Ponorogo, so there must be a training or digital literacy workshop at the school to support the cultural success of the school literacy movement. Based on the evaluation of the digital literacy workshop, participants responded well to the material and the assessment of standard skills. Participants can follow well and understand all personal information and privacy material, fingerprints and Wi-Fi security..Keywords: cybercrime; digital literacy; madrasah. 
Belajar dari KKN Kebencanaan: Pola Distribusian Bantuan Paska Gempa Lombok antara MDMC dan BPBD Joni Safaat Adiansyah; Bedy Aga Fara Matrani
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i3.4247

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki berbagai macam potensi bencana seperti gempa bumi. Salah satu kejadian gempa bumi dengan kekuatan yang mencapai 6,8 Skala Richter (SR) terjadi di pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Komponen penting yang sangat berperan dalam manajemen bencana adalah distribusi bantuan paska bencana. Program Pengabdian Masyarakat (PKM) dengan tema kebencanaan diinisiasi oleh Universitas Muhammadiyah Mataram. Sejumlah 30 mahasiswa dikirim untuk membantu program distribusi bantuan paska gempa di dua simpul pengelolaan bantuan yaitu Muhammadiyah Managament Disaster Center (MDMC) yang bertempat di Gedung Dakwah Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang bertempat di kantor BPBD NTB. Dari kegiatan ini disimpulkan bahwa tata kelola dan strategi dalam pengelolaan distribusi bantuan bencana yang dilakukan oleh MDMC dan BPBD memiliki karakteristik yang berbeda, hal ini terkait dengan ‘payung’ operasional yang diacu oleh kedua lembaga tersebut. Beberapa karateristik perbendaan tersebut adalah sumber dana, sistim koordinasi, dan sumberdaya yang pada akhirnya menghasilkan perbedaan dalam alur distribusi.Kata Kunci: Bencana; BPBD; Distribusi Bantuan; MDMC; Paska Gempa Learning from Disaster Community Service: Distribution Pattern of Post-Lombok Earthquake Aid between MDMC and BPBDABSTRACTIndonesia is one the countries that has various potential disasters such as the Earth Quake. One of the Earth Quakes that reached magnitude of 6.8 Richter Scale (SR) was occurred at Lombok Island Province of West Nusa Tenggara (NTB). A critical component that plays in the disaster management is humanitarian logistic supply. The community services program (PKM) with disaster theme was initiated by Universitas Muhammadiyah Mataram. Total of 30 students were sent for assisting the humanitarian logistic supply post-earth quake at two main distribution focal point, namely Muhammadiyah Disaster Management Centre that located at Gedung Dakwah Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, and The Provincial Disaster Management Office (BPBD) that located at BPBD NTB office. The PKM concluded that the distribution of humanitarian logistic by MDMC and BPBD has different characteristic associated with management and strategy, these differences occurred due to operational guideline that referred by those two institution. Some of the characteristic differences include funding resource, coordination system, and human resources that generated the different distribution flow.         Keywords: Disaster; BPBD; Distribution Aid; MDMC; Post Earth Quake
Pelatihan Sistem Pembukuan Sederhana, serta Pengembangan Metode Pemasaran dan Pembelajaran yang Efektif di MDTA Nurhafa Bandung Hana Fadhilah; Nurul Fatimah; Annisa Nurfitriana
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i3.6529

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu menyelesaikan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) “NURHAFA” Bandung. Permasalahan yang dihadapi diantaranya berkaitan dengan sistem pembukuan, metode pemasaran dan pembelajaran. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut diawali dengan tahap penelusuran masalah dan kebutuhan, perancangan solusi serta implementasi. Penelusuran masalah dilakukan melalui metode survei dan wawancara di lokasi madrasah. Selanjutnya, tim menentukan solusi dan hal-hal yang dibutuhkan oleh MDTA Nurhafa. Pada tahap implementasi, tim memutuskan untuk menyumbangkan peralatan, rancangan sistem akuntansi, teknik pemasaran serta metode pembelajaran yang efektif sesuai kebutuhan MDTA Nurhafa. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu madrasah dalam meningkatkan sistem pembukuan, memperluas jaringan pemasaran serta memperbaiki metode pembelajaran demi tercapainya tujuan madrasah.Kata Kunci : madrasah; pemasaran; pembelajaran; pembukuan Simple Bookkeeping System Training, as well as the Development of Effective Marketing and Learning Methods at MDTA Nurhafa BandungABSTRACTThis service activity aims to help solve some of the problems faced by Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) "NURHAFA" Bandung. Some of the problems faced are related to the bookkeeping system, marketing methods and learning. The implementation method used in solving these problems begins with the stages of tracing problems and needs, designing solutions and implementing them. Troubleshooting was carried out through survey and interview methods at the madrasah location. Next, the team determined the solutions and things needed by MDTA Nurhafa. At the implementation stage, the team decided to donate equipment, design accounting systems, marketing techniques and effective learning methods according to MDTA Nurhafa's needs. This activity is expected to assist madrasah in improving the bookkeeping system, expanding marketing networks and improving learning methods in order to achieve madrasah goals.Keywords: madrasah; marketing; learning; bookkeeping
Perancangan Desain Wisata untuk Pengembangan Potensi Alam Desa Jatisari Imam Rofiki; Chansa Nabilla Aura; Ahmad Abtokhi; Abdussakir Abdussakir
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i3.4826

Abstract

Upaya pengembangan potensi alam sangatlah penting untuk meningkatkan potensi wisata Desa Jatisari. Beberapa cara dilakukan untuk menjadikannya sebagai desa wisata. Tujuan kegiatan ini untuk mengembangkan potensi wisata yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di Desa Jatisari Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Metode pelaksanaan yang digunakan untuk kegiatan pengembangan wisata ini adalah survei lokasi wisata dan perancangan desain. Kegiatan ini berupa perancangan desain wisata dengan bentuk animasi. Pihak perangkat desa dan masyarakat memberikan respons positif terhadap produk rancangan. Hasil perancangan ini dapat dijadikan acuan untuk pembangunan selanjutnya secara bertahap.Kata Kunci: perancangan desain; potensi alam; desa wisata.Tourism Design Design for the Development of Jatisari Village's Natural PotentialABSTRACT Efforts to develop natural potential are very important to increase the tourism potential of Jatisari Village. Several methods are used to make it a tourism village. The purpose of this activity is to develop tourism potential that can improve the economy of the community in the Jatisari Village, Tajinan District, Malang. The implementation method used for this tourism development activity was a survey of tourist sites and design construction. The activity is in the form of tourism design construction with an animation form. Village officials and the community responded positively to the product design. The results of this design can be used as a reference for further development gradually.Keywords: design construction; natural potential; tourism village.