cover
Contact Name
Satria Kamal Akhmad
Contact Email
satriakamalakhmad@stitradenwijaya.ac.id
Phone
+6287761577535
Journal Mail Official
redaktur@jurnal.stitradenwijaya.ac.id
Editorial Address
Jl. Pekayon 1 No 99/A Kranggan Mojokerto
Location
Kota mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Progressa: Journal of Islamic Religious Instruction
ISSN : 25799665     EISSN : 25799673     DOI : https://doi.org/10.32616/pgr
Progressa, a periodic scientific publication since 2017 published 2 (two) times a year using a peer-reviewed system in article selection. Scientific work on research results, surveys, and literature review closely related to the field of Islamic religious education viewed from various perspectives: Development of Education, Educational Psychology, Education, Sociology of Education, Religion, interreligious relations (Pluralism) or comparative studies of Islamic Education.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2026): Februari" : 9 Documents clear
Implementasi Gagasan Paulo Freire dalam Menghadapi Isu Pernikahan Dini Melalui Lembaga Pendidikan Formal Yusuf, Muhammad Waliyuddin; Nadhifah, Nurul Asiya
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.1.533.01-11

Abstract

Untuk meningkatkan kesadaran kritis terhadap isu pernikahan dini, studi ini mengkaji bagaimana teori kesadaran pendidikan Paulo Freire dapat diterapkan dalam pendidikan formal. Tujuannya adalah menggunakan proses pendidikan transformatif untuk mengidentifikasi strategi teoretis dan praktis dalam mencegah pernikahan dini. Studi ini mengkaji literatur akademis, laporan kebijakan hukum, dan data statistik terbaru dari BPS dan UNICEF menggunakan teknik penelitian kualitatif berbasis riset kepustakaan yang bersifat perspektif. Menurut hasil temuan studi ini, pendidikan formal sangat penting dalam mengubah perspektif siswa dari kenaifan, yang menganggap pernikahan dini sebagai hal yang normal, menjadi kritis, yang mampu menolak praktik tersebut dengan cara yang bijaksana dan masuk akal. Ketika nilai-nilai pedagogis kritis Freire seperti diskusi, refleksi sosial, dan partisipasi aktif diterapkan, lembaga pendidikan dapat berfungsi sebagai ruang pembebasan yang membantu menciptakan konsepsi baru tentang kesetaraan gender, hak-hak anak, dan masa depan yang adil. Oleh karena itu, teori kesadaran kritis Freire menawarkan kerangka konseptual yang relevan untuk menekan praktik pernikahan dini melalui pendidikan formal yang humanis dan transformatif.
Implementasi Metode Deep Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Misnatun
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.1.540.35-44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode deep learning dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) memberikan kesempatan baru untuk meningkatkan berbagai materi ajar agar menjadi lebih interaktif, responsif, dan menarik bagi siswa. Dalam pembelajaran PAI, guru dapat memanfaatkan pendekatan ini melalui pengelolaan kelas yang efisien. metode deep learning bisa diterapkan untuk merancang aplikasi pendidikan yang membantu siswa memahami dan menghafal berbagai materi dalam Pendidikan Agama Islam. Metode ini mendorong siswa untuk tidak hanya berperan sebagai konsumen informasi tetapi juga sebagai pencipta pengetahuan yang mampu berpikir kritis. Misalnya, dalam proyek riset mini, siswa tidak hanya dituntut untuk menyusun laporan riset mini tetapi juga menganalisis dampak peristiwa-peristiwa tersebut terhadap masyarakat.
Implementasi Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa di SMP Wahid Hasyim 11 Damarsih Buduran Sidoarjo Moh. Khoiruddin
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.1.542.22-34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa di SMP Wahid Hasyim 11 Damarsi Buduran Sidoarjo. Pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, berdisiplin, dan bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, serta peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa di SMP Wahid Hasyim 11 Damarsi Buduran Sidoarjo dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran di kelas, budaya sekolah, kegiatan keagamaan, serta kegiatan ekstrakurikuler. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan antara lain religius, disiplin, jujur, tanggung jawab, kerja sama, dan toleransi. Faktor pendukung dalam pelaksanaan pendidikan karakter meliputi keteladanan guru, peraturan sekolah, dan kerja sama warga sekolah. Dengan demikian, implementasi pendidikan budaya dan karakter bangsa di sekolah ini berjalan dengan baik dan berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter peserta didik. Implementasi nilai budaya dan karakter di SMP Wahid Hasyim 11 Damarsih Buduran Sidoarjo perlu untuk diteladani, sebagai sekolah yang berada di tengah-tengah masyarakat, tetapi sekolah ini mampu mengimplementasikan nilai budaya dan karakter pada siswa-siswinya dengan penggunaan pendekatan dan model yang mereka ciptakan. Baik melalui kegiatan-kegiatan yang sudah terprogram maupun kegiatan incidental.
Degradasi Lingkungan Sebagai Pedagogi Moral: Pembacaan Pendidikan Al-Qur’an terhadap Q.S. Ar-Rūm (30) : 41 Rahmawati, Mutia; Barni, Mahyuddin
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.1.543.45-58

Abstract

Environmental degradation has increasingly become a critical issue within contemporary education, yet it is often approached from technical and scientific perspectives with limited attention to moral and spiritual dimensions. This article examines environmental degradation as a form of moral pedagogy through a Qur’anic educational reading of Q.S. ar-Rūm (30):41. The study aims to explore how the Qur’an conceptualizes environmental damage as a moral consequence of human actions and how this perspective can inform Islamic educational thought. Employing a qualitative and conceptual research design, this study is based on textual analysis of classical and contemporary Qur’anic exegesis, supported by relevant literature in Islamic education and moral philosophy. The analysis reveals that Q.S. ar-Rūm (30):41 frames environmental corruption as an educational sign that functions pedagogically to awaken moral awareness, ethical responsibility, and human accountability before God. Environmental crises are not merely physical phenomena, but moral lessons intended to correct human behavior and restore ethical balance. This study argues that positioning environmental degradation as moral pedagogy enriches Islamic education by integrating ecological awareness with Qur’anic moral reasoning. The findings contribute to the development of value-based environmental education grounded in Qur’anic epistemology and offer a conceptual framework for strengthening moral and ecological consciousness in Islamic educational discourse.
Nilai Sidq dalam Hadis Nabi Muhammad SAW Sebagai Fondasi Pencegahan Academic Dishonesty  di Dunia Pendidikan Rosalia, Sheila; Hudaya, Hairul; Rahmawati, Mutia
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.1.544.12-22

Abstract

Ketidakjujuran akademik merupakan persoalan serius dalam dunia pendidikan kontemporer yang berdampak pada degradasi integritas akademik dan melemahnya fondasi moral peserta didik. Berbagai upaya pencegahan yang menekankan regulasi, sanksi, dan pengawasan teknis dinilai belum sepenuhnya efektif karena kurang menyentuh dimensi etika internal. Artikel ini bertujuan mengkaji nilai sidq dalam hadis Nabi Muhammad ﷺ sebagai fondasi etika pencegahan ketidakjujuran akademik dalam konteks pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa hadis-hadis tentang ṣidq dalam Sahih al-Bukhari, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur ilmiah yang relevan dengan integritas akademik, pendidikan moral, dan etika Islam. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sidq merupakan nilai moral komprehensif yang menekankan keselarasan antara niat, ucapan, dan tindakan, serta berfungsi sebagai kontrol moral internal dalam perilaku akademik. Integrasi nilai sidq mampu memperkuat kesadaran etis, tanggung jawab moral, dan konsistensi akademik peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa sidq dapat diposisikan sebagai kerangka etika berbasis nilai yang relevan dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan ketidakjujuran akademik di dunia pendidikan.
Aksiologi Produksi Pengetahuan pada Masa Abbasiyah: Rekonstruksi Etika Penerjemahan Baghdad Sebagai Landasan Integritas Akademik di Pendidikan Islam Kontemporer Rachman, Reza Setya; Tarwilah; Suraijiah
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.1.545.59-71

Abstract

Kajian ini mengulas aksiologi produksi pengetahuan pada masa Abbasiyah terutama etika gerakan penerjemahan Baghdad dan merekonstruksinya sebagai landasan integritas akademik bagi pendidikan Islam kontemporer yang menghadapi plagiarisme, budaya instan, problem atribusi, serta kaburnya etika sitasi di era digital. Pemaparan ini berangkat dari celah kajian: studi Abbasiyah umumnya berhenti pada uraian historis kemajuan institusi dan dinamika ilmu tanpa menurunkan etika produksi ilmu menjadi kerangka normatif pendidikan, sedangkan kajian integritas akademik dalam pendidikan Islam lebih sering menekankan kebijakan, sanksi, atau pencegahan teknis, namun jarang ditautkan dengan fondasi aksiologis Islam yang spesifik dari ekosistem Abbasiyah. Tujuan kajian adalah memetakan nilai yang mengatur how knowledge is made dalam tradisi penerjemahan Abbasiyah dan merumuskan kerangka normatif integritas akademik yang dapat dioperasionalisasikan. Melalui studi kepustakaan kualitatif dengan analisis konseptual-filosofis dan sintesis historis-kritis, temuan merumuskan empat prinsip: ketelitian-akurasi, verifikasi, atribusi-otoritas rujukan, dan akuntabilitas ilmuwan–pendidik. Kerangka ini diturunkan menjadi pedoman sitasi-atribusi, rubrik verifikasi sumber, modul literasi digital/AI berbasis amanah, serta tata kelola etika akademik yang berorientasi pembinaan nilai.
Kisah Qabil dan Habil Perspektif Tafsir Maqashidi Fatih, Muhammad
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.1.546.72-83

Abstract

Kisah Qabil dan Habil diceritakan dalam surat Al-Ma’idah ayat 27-31. Kisah ini secara substansial sangat menarik karena berbicara tentang sejarah kemanusiaan. Kisah ini bermula dari kurban Habil yang diterima Allah dan ditolaknya kurban Qabil. Qabil sakit hati, dengki lalu membuahkan kebencian yang besar. Karena dorongan hawa nafsunya Qabil lalu membunuh Habil. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Data-data dideskripsikan lalu dianalis. Sumber datanya terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer bersumber dari ayat-ayat Al-Qur’an, sedangkan data sekunder bersumber dari kitab-kitab tafsir, jurnal penelitian, dan lain-lain yang berkaitan dengan tema. Berdasarkan hasil analisis, tafsir maqashidi adalah tafsir Al-Qur’an yang memberikan penekanan pada prinsip-prinsip maqashid syari’ah dan menguak ideal moral, tujuan, maksud, dan cita-cita Al-Qur’an di balik teks ayat. Dari sudut pandang tafsir maqashidi, ditarik kesimpulan bahwa kisah Qabil dan Habil berkaitan erat dengan prinsip-prinsip maqashid syari’ah. Yakni hifdzud din (menjaga agama), hifdzun nafs (menjaga jiwa), hifdzun nasl (menjaga keturunan), hifdzul aql (menjaga akal), dan hifdzul mal (menjaga harta). Pembunuhan Qabil terhadap Habil adalah melanggar prinsip hifdzun nafs. Sikap tidak mau menyerang atau membalas yang dilakukan Habil karena takut kepada Allah, memilih sikap pasrah dan menjunjung prinsip ketaqwaan adalah cerminan dari prinsip hifdzud din. Demikian pula keteguhan Habil menjaga emosi, tidak dikuasai hawa nafsu, tetap berpikir dengan jernih penuh pertimbangan adalah termasuk dalam kerangka hifdzul aql. Pembunuhan Qabil terhadap saudaranya adalah melanggar prinsip hifdzun nasl. Sikap Habil mempersembahkan kurban berupa domba yang besar, gemuk dan sehat merupakan cerminan dari prinsip hifdzul mal.
Pendidikan Islam Sebagai Praxis Intelektual: Rekonstruksi Filosofis Atas Paradigma Transfer Nilai Anas Amin Alamsyah; Billa, Mutamakkin
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.1.547.82-97

Abstract

Pada masa kontemporer sekarang ini, pendidikan Islam lebih didominasi oleh paradigma transfer nilai yang menempatkan proses pendidikan sebagai transmisi norma dan ajaran secara satu arah. Dalam keyataannya, paradigma ini belum sepenuhnya mampu merespons tantangan intelektual dan sosial yang dihadapi oleh masyarakat Muslim kontemporer. Melalui penelitian ini, penulis berupaya untuk merefleksikan secara filosofis paradigma transfer nilai dalam pendidikan Islam serta menawarkan rekonstruksi paradigma alternatif, yaitu pendidikan Islam sebagai praxis intelektual. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan filosofis-kritis yang didukung dengan analisis literatur utama dan data empiris sekunder dari berbagai studi pendidikan Islam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa paradigma transfer nilai memiliki keterbatasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Penilaian ini bisa diterima karena paradigma transfer nilai mereduksi peran peserta didik sebagai subyek intelektual yang kritis dan reflektif. Artikel ini menegaskan bahwa pendidikan Islam perlu dipahami sebagai praxis intelektual yang mengintegrasikan refleksi kritis, dialog pedagogis, dan tindakan etis dalam konteks sosial nyata. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa rekonstruksi pendidikan Islam, sebagai praxis intelektual, menyajikan kerangka paradigmatik yang dinilai lebih relevan dan transformatif untuk mengembangkan peserta didik menjadi subyek intelektual yang kritis dan kontekstual serta bertanggung jawab.
Konstruksi Filosofis Pendidikan Islam dalam Membangun Kurikulum Akhmad, Satria Kamal; Febriana, Rima Nur; Anam, Ahsanul
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.1.548.98-109

Abstract

Filsafat pendidikan Islam pada hakikatnya adalah konsep berpikir tentang kependidikan yang bersumber atau berlandaskan atas ajaran-ajaran agama Islam. Pengembangan kurikulum saat ini tidak lepas dari ide-ide dasar yang dikembangan melalui filsafat pendidikan, seperti Essensialisme, Perenialisme, Progressivisme, Eksistensialisme, Rekonstruksionisme, dan lain-lain. Penelitian ini mencoba memberikan sebuah tipologi terhadap berkembangnya wacana filsafat pendidikan Islam di Indonesia melalui beberapa literatur dan implikasinya terhadap pengembangan kurikulum di Indonesia. Sehingga filsafat pendidikan yang berkembang di Indonesia dapat dilihat secara utuh dan sesederhana mungkin. Dengan demikian upaya penyederhanaan terhadap sesuatu yang kompleks dapat terwujud. Di sisi lain kekhawatiran akan terlepasnya kurikulum saat ini dengan landasan filosofis yang sudah ada setidaknya dapat diminimalisir.

Page 1 of 1 | Total Record : 9