Progressa: Journal of Islamic Religious Instruction
Progressa, a periodic scientific publication since 2017 published 2 (two) times a year using a peer-reviewed system in article selection. Scientific work on research results, surveys, and literature review closely related to the field of Islamic religious education viewed from various perspectives: Development of Education, Educational Psychology, Education, Sociology of Education, Religion, interreligious relations (Pluralism) or comparative studies of Islamic Education.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus"
:
9 Documents
clear
Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Perspektif Teori Konstruktivisme pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
Misnatun, Misnatun
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32616/pgr.v9.2.508.87-97
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan teori konsruktivisme terhadap pembelajaran berdiferensiasi, serta penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan atau library research, yakni penelitian yang dilakukan melalui mengumpulkan data atau karya tulis ilmiah yang bertujuan dengan obyek penelitian atau pengumpulan data yang bersifat kepustakaan. Teknik pengumpulan data dilakukan berbagai sumber, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumen-dokumen resmi yang terkait membahas teori konsruktifisme, pembelajaran berdiferensiasi dan penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Hasil dari penelitian ini, peserta didik dapat mengkonstruksikan pemahamannya melalui pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Teori konstruktivisme dalam pembelajaran adalah suatu pendekatan di mana peserta didik harus secara individual menemukan dan menstransformasikan informasi yang kompleks, memeriksa informasi dengan aturan yang ada dan memperbaiki bila perlu. Sedangkan pembelajaran berdiferensiasi merupakan satu cara untuk guru memenuhi kebutuhan setiap peserta didik karena pembelajaran berdiferensiasi adalah proses belajar mengajar dimana peserta didik dapat mempelajari materi pelajaran sesuai dengan kemampuan, apa yang disukai, dan kebutuhannya masing-masing sehingga mereka tidak frustasi dan merasa gagal dalam pengalaman belajarnya. Walapun bukan hal baru dalam pembelajaran, namun penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada maa pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) hanya terbatas untuk mengukur hasil belajar.
Pembentukan Moral Peserta Didik Menurut St. Thomas Aquinas dan Immanuel Kant
Moh. Khoiruddin
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32616/pgr.v9.1.515.98-110
Pembentukan moral peserta didik merupakan aspek fundamental dalam pendidikan, karena berkaitan langsung dengan pembentukan karakter dan nilai-nilai etis dalam kehidupan. Pemikiran Thomas Aquinas dan Immanuel Kant menawarkan dua pendekatan filosofis yang berbeda namun saling memperkaya. Thomas Aquinas menekankan bahwa moralitas bersumber dari hukum alam yang berasal dari Tuhan, sehingga pendidikan moral harus mengarahkan peserta didik pada kebajikan dan ketaatan terhadap hukum ilahi melalui akal dan iman. Sementara itu, Immanuel Kant memandang moralitas sebagai hasil dari akal budi manusia yang otonom. Ia menekankan pentingnya tindakan berdasarkan kewajiban moral melalui prinsip imperatif kategoris. Dalam konteks pendidikan, pendekatan Aquinas menekankan pembinaan spiritual dan pembiasaan kebajikan, Immanuel Kant menekankan pengembangan rasionalitas dan otonomi moral. Kedua pendekatan ini memberikan kontribusi penting bagi model pendidikan moral yang seimbang antara iman, akal, tanggung jawab, dan kebebasan individu. Aquinas memberikan dasar transendental dan teologis yang menekankan pembentukan watak melalui kebajikan, sedangkan Kant memberikan kerangka etis berbasis rasional yang menumbuhkan kesadaran moral otonom. Kombinasi keduanya relevan dalam konteks pendidikan modern yang membutuhkan keseimbangan antara nilai spiritual dan kebebasan berpikir. Kajian ini diharapkan menjadi rujukan bagi pendidik, pembuat kebijakan, dan peneliti dalam merancang sistem pendidikan moral yang utuh, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Neurospiritualitas dalam Pendidikan Karakter: Antara Kognisi, Moralitas, dan Pengembangan Diri
Anas Amin Alamsyah
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32616/pgr.v9.2.517.128-139
Artikel ini merupakan hasil dari penelitian yang mengkaji neurospiritualitas sebagai kerangka interdisipliner yang memadukan neurosains kognitif, psikologi moral, dan filsafat pendidikan Islam dalam rangka memperkuat pendidikan karakter. Penelitian ini difokuskan pada tiga pertanyaan pokok: (1) bagaimana relasi antara neurospiritualitas dan perkembangan kognitif dalam pendidikan karakter? (2) sejauh mana pengaruh neurospiritualitas terhadap moralitas individu? dan (3) bagaimana pendekatan neurospiritualitas dapat diterapkan secara praktis dalam mendukung pengembangan diri peserta didik? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan dokumentasi berbasis studi kepustakaan sebagai teknik pengumpulan data dan pendekatan hermeneutik-filosofis sebagai dasar analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengalaman spiritual berpengaruh langsung terhadap aktivitas neurologis, khususnya pada korteks prefrontal dan sistem limbik —dua area yang berkaitan dengan empati, regulasi emosi, dan pengambilan keputusan moral. Analisis terhadap pemikiran Al-Ghazali, Ibn Sina, Ibn Miskawayh, dan tokoh-tokoh lainnya memperkuat temuan ini, dengan menekankan pentingnya integrasi antara akal dan jiwa dalam pembentukan akhlak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter berbasis neurospiritualitas tidak hanya menawarkan pendekatan yang lebih menyeluruh dan ilmiah, tetapi juga mampu mengisi kekosongan makna dalam pendidikan kontemporer yang selama ini cenderung terjebak pada pendekatan kognitif dan normatif semata.
Strategi PAIKEM dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Mubarak, Ruma;
Supriyatno, Triyo;
Susilawati, Samsul
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32616/pgr.v9.2.522.111-117
Dalam pembelajaran terdapat beberapa komponen yang berpengaruh dalam proses pembelajaran pendidikan agama, yang salah satunya adalah metode pembelajaran agama. Selama ini, metode pembelajaran agama Islam yang diterapkan masih mempertahankan cara-cara lama seperti ceramah, menghafal dan demonstrasi praktik-praktik ibadah yang tampak kering. Cara-cara seperti itu diakui atau tidak membuat peserta didik bosan, jenuh dan kurang bersemangat dalam belajar agama. Sebagai alternatif untuk meningkatkan mutu pendidikan, guru dapat menerapkan strategi PAIKEM (pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam, dengan strategi PAIKEM guru dan siswa di harapkan sama-sama aktif dan kreatif dalam kegiatan pembelajaran. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji secara teoretis dan aplikatif penerapan strategi PAIKEM dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif jenis riset studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi serta analisis data menggunakan teknik analisis konten (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan Strategi PAIKEM dalam meningkatkan Pembelajaran PAI ini mencakup beberapa hal yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Pengembangan Media Digital Interactive Workbook pada Pembelajaran Etika Pergaulan dan Komunikasi Islami
Anjani, Aura Sabilatul;
Akhmad, Satria Kamal;
Hasanah, Eva Putriya
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32616/pgr.v9.2.531.140-150
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat SMP masih didominasi metode ceramah dan media konvensional, sehingga kurang menarik dan berdampak pada rendahnya pemahaman siswa. Diperlukan media interaktif untuk meningkatkan keterlibatan dan efektivitas belajar, khususnya pada materi Etika Pergaulan dan Komunikasi Islami. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan uji coba pada siswa kelas IX SMP Islam Brawijaya Mojokerto. Hasil validasi menunjukkan skor rata-rata 4,18 dari ahli materi (kategori Baik) dan 4,35 dari ahli media (kategori Sangat Baik). Uji coba awal memperoleh persentase kelayakan 94% tanpa revisi, sedangkan uji lapangan meningkat menjadi 97%. Nilai N-Gain Score sebesar 0,4 (kategori Sedang) menunjukkan efektivitas media dalam meningkatkan pemahaman siswa. Interactive Workbook terbukti layak dan cukup efektif sebagai media digital untuk pembelajaran PAI. Media ini mampu membantu siswa memahami materi secara lebih interaktif dan menarik, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
Integrasi Psikologi Pendidikan Islam dengan Disiplin Psikologi Modern: Kajian Teoretis dan Aplikatif
Lail Rosyidatul Mu’ammaroh, Nurul
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32616/pgr.v9.2.532.118-127
Psikologi Pendidikan Islam berakar pada nilai-nilai spiritual, moral, dan transendental yang bersumber dari ajaran Islam, sementara psikologi modern mengandalkan pendekatan empiris dan rasional dalam memahami perilaku dan perkembangan manusia. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji secara teoretis dan aplikatif hubungan antara Psikologi Pendidikan Islam dan Psikologi modern, serta mengeksplorasi kemungkinan integrasi antara keduanya dalam ranah pendidikan. Melalui kajian ini, penulis ingin mengidentifikasi prinsip-prinsip yang selaras antara dua disiplin tersebut, serta menawarkan pendekatan integratif yang dapat diterapkan dalam praktik pendidikan Islam kontemporer. Dengan demikian, diharapkan tercipta kerangka kerja psikologis yang tidak hanya ilmiah dan empiris, tetapi juga sarat nilai-nilai spiritual dan moral keislaman. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif jenis riset studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi serta analisis data menggunakan teknik analisis konten (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi ini dapat memperkaya praktik pendidikan, khususnya dalam pengembangan kurikulum, strategi pembelajaran, dan layanan bimbingan konseling yang tidak hanya rasional tetapi juga berlandaskan nilai-nilai spiritual. Artikel ini merekomendasikan perlunya dialog interdisipliner yang berkelanjutan serta pengembangan model pendidikan yang mampu menggabungkan kekuatan dari kedua pendekatan secara seimbang dan aplikatif.
Optimalisasi Teknologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Bagus Indra Ardian;
Suharsono , Suharsono
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32616/pgr.v9.2.504.164-174
Penelitian kualitatif ini menggunakan studi literatur, wawancara, dan observasi untuk memetakan praktik, tantangan, dan strategi integrasi teknologi pada pembelajaran PAI. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola pemanfaatan teknologi dan prasyarat keberhasilannya. Integrasi teknologi seperti Learning Management System (LMS), aplikasi interaktif, media sosial, dan platform video meningkatkan motivasi belajar, memperluas akses sumber belajar, serta memfasilitasi interaksi guru–siswa. Strategi gamifikasi dan augmented reality (AR) memperkuat pemahaman konsep keagamaan. Hambatan utama meliputi keterbatasan infrastruktur, kesiapan guru, dan kesenjangan digital. Optimalisasi teknologi PAI menuntut pendekatan strategis dan kontekstual melalui pelatihan berkelanjutan bagi guru, penguatan infrastruktur, serta kolaborasi pemangku kepentingan. Temuan menegaskan potensi besar teknologi untuk mendukung pembelajaran PAI yang efektif dan interaktif, dengan syarat implementasi adaptif yang selaras dengan konteks pendidikan lokal.
Quantum Of Knowledge: Dialog Al-Qur'an Dan Filsafat Ilmu Di Abad Ke-21
Abd. La'lang
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32616/pgr.v9.2.505.151-163
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan. Analisis dilakukan dengan mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan, literatur filsafat ilmu, serta teori kuantum modern. Metode hermeneutis digunakan untuk menafsirkan keterhubungan antara nilai-nilai Qur’ani dan konsep-konsep ilmu pengetahuan. Kajian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip dalam teori kuantum, seperti ketidakpastian, dualitas partikel-gelombang, entanglement, dan keberlanjutan pengetahuan, memiliki korelasi dengan nilai-nilai epistemologis yang terkandung dalam Al-Qur’an. Konsep Quantum of Knowledge menegaskan bahwa pengetahuan berkembang secara bertahap dan berkesinambungan, dengan wahyu sebagai penuntun arah etis dan moral perkembangan ilmu. Dialog antara Al-Qur’an dan filsafat ilmu di era modern mengarah pada integrasi antara wahyu dan rasionalitas. Integrasi ini memungkinkan lahirnya paradigma ilmu pengetahuan yang lebih holistik, berorientasi pada keseimbangan antara kemajuan teknologi dan tanggung jawab moral, serta membentuk generasi ilmuwan yang etis dan bermanfaat bagi kemanusiaan. Konsep Quantum of Knowledge memberikan perspektif baru dalam menjembatani spiritualitas dan sains. Al-Qur’an, sebagai mitra dialog filsafat ilmu, mampu menjadi dasar pembangunan ilmu pengetahuan yang tidak hanya rasional dan empiris, tetapi juga transendental, beretika, dan berkontribusi bagi kemaslahatan umat manusia.
Model Transformasi Pendidikan Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik
Achmad Zainul Mustofa Al Amin;
Ismail, Ismail;
Febriana, Rima Nur
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32616/pgr.v9.2.537.175-186
Pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan tertua dalam perjalanan kehidupan Indonesia sejak ratusan tahun silam. Pesantren dituntut untuk memahami kembali identitasnya sebagai lembaga pendidikan Islam, sementara di pihak lain, pesantren juga dihadapkan pada tuntutan untuk membuka diri terhadap beberapa sistem pendidikan modern yang bersumber dari luar pesantren. Dalam hal ini pondok pesantren dihadapkan pada tuntutan untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, kualitas sumber daya insani yang dibutuhkan dalam kehidupan modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan model transformasi pendidikan pesantren pondok pesantren Mamba’us Sholihin Gresik, dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dan pengujian keabsahan data dengan tekhnik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, model transformasi pendidikan di pondok pesantren Mamba’us Sholihin Gresik, pesantren ini mengadopsi model integrasi penuh yang memadukan antara sistem salaf dan modern secara penuh. Terdapat dua sebab yaitu, sebab khusus dan sebab umum. Sebab khusus di pondok pesantren Mamba’us Sholihin adalah transformasi itu terjadi dilatarbelakangi oleh pendidikan pesantren yang ditempuh oleh seorang kiai. Al Mukarrom KH Masbuhin Faqih, yang merupakan alumni Pondok Modern Gontor dan Pondok Pesantren Langitan. Sebab umum terjadinya transformasi pendidikan pesantren mempunyai lima aspek yang menjadi sebab umum, yakni: aspek kultural, aspek politis, aspek ekonomis, aspek kepemimpinan dan aspek edukasional. (3) implikasi transformasi ini menggunakan pendekatan manajemen pendidikan dalam mengembangkan pesantren yaitu: a) Transformasi kepemimpinan pesantren; b) Transformasi sistem pendidikan pesantren; c) Transformasi kurikulum pesantren; d) Transformasi metode pendidikan pesantren; d) Transformasi institusi pesantren.