cover
Contact Name
Muhammad Ilham
Contact Email
muhammadilham@iainkendari.ac.id
Phone
+6285395492216
Journal Mail Official
jurnalatadib@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari Jln. Sultan Qaimuddin, No. 17 Baruga Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-Ta'dib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan
ISSN : 19794908     EISSN : 25983873     DOI : https://doi.org/10.31332/
Core Subject : Education,
Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan is a forum publishing original articles related to research-based education or Islamic education. It is published by Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kendari (Faculty of Education and Teaching, IAIN Kendari). This journal is for professionals, academics, researchers, and scholars whose empirical work focuses on curriculum, teaching methodology, learning activity, teaching media, learning approaches, learning achievement, character education, evaluation in education and the relationship between Islam and education. Authors are welcomed to submit their manuscripts for publication. Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan publishes articles on education in any area of study twice a year, every June and December. This journal charges no fees for publication.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 415 Documents
STRATEGI KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SUPERVISOR DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU Erdianti, Erdianti
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 1 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i1.242

Abstract

Upaya pemberdayaan seluruh potensi organisasi yangterkadang memiliki keterbatasan baik dari segi kuantitas maupundari segi kualitas, tentunya menuntut kemampuan dan ketrampilandari seorang kepala sekolah dalam mengelola dan menatasumberdaya organisasi yang dimiliki dengan sebaik mungkin dengancara menerapkan prinsip efektifitas dan efisiensi dalampengelolaannya.Dengan demikian, peningkatan dan pengembangankompetensi profesional guru menjadi suatu keharusan dan perlumendapat perhatian khusus terutama dari kepala sekolah sebagaisupervisor pendidikan yang berkewajiban melakukan pengawasandan pembinaan bagi guru khususnya di bidang akademik agarkinerja mereka dapat terus menerus mengalami peningkatan kearah yang lebih baik dari waktu ke waktu. Semakin baiknyakualitas proses pembelajaran yang dilakukan guru tentunyaberpengaruh secara langsung terhadap prestasi belajar yangdicapai oleh siswa. Namun demikian, dalam pelaksanaan supervisiakademik tidak terlepas dari faktor penghambat yang menjadirintangan dalam pelaksanaan pemberian bantuan profesionalkepada guru. Hal ini tampaknya harus disadari oleh supervisorsebagai suatu aspek yang tidak bisa dilepaskan dari seluruhkeberhasilan kegiatan upaya peningkatan mutu pembelajaran.Ada berbagai macam strategi yang dapat diterapkan kepalasekolah dalam pelaksanaan pemberian bantuan dan pembinaan gurudalam mengembangkan kompetensi profesional guru. Salah satunyayaitu melalui pemberdayaan di antara sesama guru, terutama olehguru yang dinilai telah profesional dan berpengalaman berbagipengetahuan dan pengalaman dengan guru yang lain.Kata Kunci : Strategi kepala sekolah,dan kompetensi guru.
PENINGKATAN MUTU DAN PROFIL LEMBAGA PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) Rasmi, Rasmi
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 1 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i1.243

Abstract

Mutu memiliki pengertian yang bervariasi. Oleh karena itu,diperlukan sebuah pemahaman yang jelas terhadap variasi maknamutu tersebut. Sebuah pemahaman tentang variasi arti mutu sangatdiperlukan sebagai langkah awal dalam memahami tentang TotalQuality Management (TQM). Total Quality Management (TQM)merupakan perluasan dan pengembangan dari jaminan mutu dantentang usaha menciptakan kultur mutu, yang mendorong semuaanggota stafnya untuk memuaskan para pelanggan. TQM adalahsebuah pendekatan praktis, namun strategis dalam menjalankanroda organisasi yang memfokuskan diri pada kebutuhan pelanggandan kliennya. Bukan merupakan sekumpulan slogan, namunmerupakan suatu pendekatan sistematis dan hati-hati untukmencapai tingkatan kualitas yang tepat dengan cara yang konsistendalam memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan. Sebagaisebuah pendekatan, TQM mencari sebuah peningkatan danperubahan permanen dalam tujuan sebuah organisasi/lembaga, daritujuan kelayakan jangka pendek menuju tujuan perbaikan mutujangka panjang. Total Quality Management (TQM) adalah suatumakna dan standar mutu dalam pendidikan. maka perlu diingatbahwa dalam manajemen mutu terpadu dalam pendidikan harusmenempatkan pelanggan dan produk sebagai perhatian utama. Olehkarena itu perlunya pengembangan kurikulum secara terus menerusberdasarkan kebutuhan masyarakat yang selalu berkembang.Dimana pelanggan utama pendidikan adalah peserta didik yangmenerima pelayanan pendidikan dan latihan, sedangkan produknyaadalah peluang pembelajaran yang harus tercapai keperluan yangelemennya adalah kurikulum dan sumber daya pembelajaran.Kata Kunci: Mutu, pendidikan, dan Total Quality Management
VARIASI INDIVIDUAL DALAM PEMBELAJARAN Mu'min, Sitti Aisyah
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 1 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i1.244

Abstract

Variasi individual merupakan salah satu aspek yang harusdiperhatikan dalam proses pembelajaran. Variasi tersebut antara laingaya belajar dan berpikir, inteligensi dan kepribadian. Gaya bukankemampuan tetapi cara yang disukai seseorang untuk memanfaatkankemampuannya. Masing-masing individu memiliki sejumlah gayabelajar dan berpikir. Gaya impulsive/reflektif yang disebut juga tempokonseptual merupakan dikotomi perbedaan antara tendensi untukbertindak cepat dan impulsive dengan tendensi untuk menggunakanlebih banyak waktu untuk merespons atau memikirkan (reflect)akurasi dari suatu jawaban. Adapun gaya mendalam/dangkal adalahsejauh mana murid menjalani proses belajar dengan satu cara yangmembantu mereka memahami makna materi (gaya mendalam) atausekadar mempelajari apa-apa yang perlu dipelajari (gaya dangkal).Inteligensi merupakan keahlian memecahkan masalah dankemampuan untuk beradaptasi pada, dan belajar dari, pengalamanhidup sehari-hari. Menurut teori triarkis Stenberg, inteligensi munculdalam bentuk analitis, kreatif dan praktis. Sedangkan Gardnermengemukakan delapan tipe inteligensi yaitu: inteligensi verbal,matematika, spasial, tubuh-kinestetik, music, intrapersonal,interpersonal, dan naturalis.Variasi ketiga yang dibahas dalam tulisan ini adalahkepribadian yang didefinisikan sebagai pemikiran, emosi dan perilakuyang khas yang menjadi cirri dari cara individu untuk beradaptasidengan dunianya. Para psikolog mengidentifikasi lima besar atau thebig five factor kepribadian , yaitu stabilitas emosional, ekstraversi,keterbukaan terhadap pengalaman, agreeableness danconscientiousness. Hal lain yang juga berkaitan dengan kepribadianadalah temperamen yang diartikan sebagai gaya perilaku seseorangdan cara merespons yang khas. Psikolog mengidentifikasi tiga gayatemperamen dasar, yakni: easy, difficult dan slow-to-warm-up.Berdasarkan pengetahuan tentang variasi individualtersebut, membantu guru dalam menentukan strategi dan gayamengajar yang tepat di kelas.Kata Kunci: Individu, Pembelajaran, dan Variasi Individual.
KARTU PERMAINAN: MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB KONTEKSTUAL Muna, Wa
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 1 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i1.245

Abstract

Kartu permainan ialah salah satu bentuk media pembelajaranbahasa Arab yang dapat digunakan sebagai bentuk ungkapan secaraverbal yang dituang dalam bentuk tulisan melalui potongan-potongankertas yang keras atau tebal dipotong-potong menjadi beberapabagian sesui selera guru atau penggunanya, sehingga menjadi katukartupermainan bahasa yang unik dan menarik.Kartu Permainan merupakan salah satu media kontekstualkarena media ini secara tidak langsung dapat membawa peserta didikke alam nyata melalui alat peraga (kartu permainan). Ada 12 kartupermainan bahasa Arab yang mudah digunakan yaitu: Kartupertanyaan dan jawaban (Bithoqah al As-ilah wa al-ijabah)., KartuPenyempurna (Bithoqah al Takmilah), Kartu Kosa kata (Bithoqah almufradat), Kartu Tiruan (Bithoqah al mushoghor), Kartu StickFigures (gambar hasil tangan) atau yang disebut bithoqah tashwir alyadi, “Kartu susun kata (Bithoqah tarkib al mufradat), Kartu tusukkata, Kartu pindah gambar, Papan tulis berkata, Temukanpasanganku.Media pengajaran bahasa Arab dapat diklasifikasikan menjaditiga jenis yaitu; “(1) media perangkat/peralatan (al ajhizah),(2)media materi pembelajaran (al mawad al ta’limiyah al ta’allumiyah),dan (3) kegiatan penunjang pembelajaran (al nasyathath alta’limiyah. Penggunaan media pembelajaran apabila “dikaitkandengan indra yang digunakan manusia untuk memperolehpengetahuan media diklasifikasikan menjadi tiga macam yaitu: (a)Media Bashariyah (media pandang/visual) yakni papan tulis dan alatperaga, (b) Media Sam’iyyah (media dengar/audio) yakni taperecorder, voic recorder, (c) Media Sam’iyyah-Bashariyyah (mediadengar- pandang/audio-visual) yakni TV, VCD, computer danlaboratorium bahasa yang sederhana.Kata Kunci: Kartu Permainan, Media Pembelajaran Bahasa Arab
PENGARUH DAN OTORITAS (Kajian Teori dan Praktek Konseling) Awad, Faizah Binti
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 1 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i1.246

Abstract

Perilaku individu merupakan cerminan dari kepribadiannya, baikperilaku untuk mempengaruhi orang lain maupun perilaku otoriteratau tidak. Individu sebagai makhluk sosial yang tidak lepas dalamberinteraksi dengan lingkungannya. Apapun statusnya pada prosesinteraksi tersebut terjalin hubungan yang bertujuan mempengaruhiorang lain dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Terkadangpemenuhan kebutuhan ini dengan mempengaruhi pihak lain melaluiteknik dan cara yang baik dan bjaksana, namun terkadang puladengan otoriter karena dilandasi oleh kekuasaan, kekuatan, danjabatan yang melekat pada dirinya, akan tetapi hal tersebut akanmelahirkan ketidak harmonisan di antara semua pihak, danberdampak negatif sehingga menimbulkan konflik dan kekerasan,sebagaimana fenomena akhir-akhir ini. Secara teoritis maupunpraktis, konseling telah membahas persoalan ini melaluipenyikapan terhadap kepribadiaan seseorang yang terkait dengan“diri” individu, di antaranya: self insight,attitude change, selfacceptance, motivation, dan problem solving.Kata Kunci: Pengaruh, kepribadian, perilaku, dan otoritas.
RELEVANSI KURIKULUM PERBANKAN SYARI’AH DENGAN DUNIA KERJA (Analisis Kurikulum Program Studi Perbankan Syari’ah STAIN Sultan Qaimuddin Kendari) Akmal, Akmal
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 1 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i1.247

Abstract

Analysis of curriculum study program of STAIN Kendari Islamic banking to its relevance to the world of work insustri sharia compliance with the industrial market pragmatism sharia. The composition and structure of the study program curriculum is designed on Islamic banking filosafi "Bee Smart" which comprises: main course competencies (MKU) 56%, 21% charged basic subjects (MKD), 12% of subjects supporting the rest of MKL. Semester credit units (credits) to be solved Islamic banking department of student totaled 145 credits consisting of 28 credits MKD, MKU 93 credits, 18 credits MKP, MKL, 12 credits. Learning tool is equipped with a technology-based instructional media and completeness of lab planning and mini sharia banks. SDM is supported 37 faculty lecturer sharia and Islamic economics, 6 lecturers Prodi with sharia-based educational qualifications, which amount will be increased to 16 lecturers in 2019.Constraints Prodi Islamic banking is a common obstacle that opens PTAI department / department of banking / economy sharia with the nomenclature of which the HR people and the implementation of the curriculum tend to charge Fiqh Muamalat concepts and theories. While the industrial market pragmatism requires the implementation of sharia more technical curriculum, the Faculty of Economics and Business nomenclature Islam is more appropriate, such as the status of the plan over STAIN be IAIN Sultan Qaimuddin Kendari nomenclature Faculty of Economics and Business Islamic adjusted.Keywords: Curriculum, Prodi Islamic banking, shariah industry workforce.
MANAJEMEN ORGANISASI PEMBELAJARAN DAN KEPEMIMPINAN Maguni, Wahyudin
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 1 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i1.248

Abstract

Proses belajar yang terjadi dalam tingkat individu,tim/kelompok dan organisasi harus dilakukan secara efektif dalamrangka meningkatkan kemampuan kompetisi organisasi, kemampuanmenghadapi segala perubahan lingkungan organisasi sertakemampuan mengitegrasikan diri dengan organisasi lainnya.Learning organization (organisasi pembelajaran) merupakan salahsatu ciri organisasi abad 21, karena organisasi yang demikianmampu menjawab tantangan yang dihadapi sekaligus menjaminterciptanya kehidupan dan kelangsungan organisasi. Organisasiyang memiliki keunggulan di masa depan akan menjadi organisasiyang senantiasa menumbuhkan komitmen dan kapasitas belajaranggotanya pada semua tingkat organisasi.Hidupnya struktur formal organisasi tergantungkedekatannya dengan jaringan-jaringan informal. Pimpinanorganisasi yang telah berpengalaman mengetahui dan mempelajaribagaimana bekerja dengan organisasi formal. Pemahamanpimpinan organisasi tentang perincian proses yang terlibat dalamjaringan sosial akan meningkatkan efektifitas peran dari individuindividudalam organisasi. Kapabilitas organisasi untuk beradaptasidengan dinamika lingkungan dan kapabilitas untuk berubah danberkembang, akan sangat ditentukan oleh agen perubahan yang adadalam organisasi. Dalam kondisi ini diperlukan kehadiran seorangpemimpin yang memiliki visi jauh kedepan, kepemimpinan yangmemiliki sense of change yang tinggi, pemimpin yang sadar akanposisinya ditengah tengah lingkungan yang terus berubah.Kata Kunci: Learning Organization, Kepemimpinan dalamOrganisasi dan Kelembagaan.
PEMBELAJARAN AKTIF SEBAGAI INDUK PEMBELAJARAN KOOMPERATIF Raehang, Raehang
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 1 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i1.249

Abstract

Pembelajaran aktif sebagai metode pembelajaran yangmelibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran.Pembelajaran aktif mengkondisikan agar siswa selalu melakukanpengalaman yang bermakna dan senantiasa berfikir tentang apa yangdapat dilakukan dalam proses pembelajaran, sehinggameningkatakan efektivitas dalam proses pembelajaran dan mencapaitujuan pendidikan. Keberhasilan ditentukan oleh pemberian materidan pemilihan metode pembelajaran yang tepat kepada siswa.Pemilihan strategi yang bervariasi dalam pembelajaran tentunyamelibatkan siswa disesuaikan dengan kondisi siswa itu sendiri.Penerapan dan pengembangan metode pembelajaran yang aktifmenentukan keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Denganpembelajaran aktif, siswa dimotivasi untuk memiliki kreativitas dalammelaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi.Pelaksanaan pembelajaran aktif dengan sendirinya dapatmemperoleh pengetahuan. Kecakapan baik melalui mendengarmengamati,empati,Mendiaknosa,serta terjadi kebersamaan danketerbukaan dan saling bekerja sama dalam memecahkan suatupermasalahan/menyelesaikan materi yang diberikan oleh guru untukdapat diselesaika melalui pembelajaran tersebut.Kata kunci: Pembelajaran aktif, dan pembelajaran kooperatif.
FUNGSI SIGAH AL-AMR DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI METODE RESPON FISIK TOTAL Mulu, Beti
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i1.286

Abstract

Keterampilan berbicara (mah>arah al-kala>m) adalah salah satutujuan ekspresif pembelajaran bahasa Arab yang ingin dicapai dalampembelajaran. Pembelajaran keterampilan berbicara merupakanpembelajaran yang terkait dengan peningkatan kemampuanmenggunakan bahasa Arab secara lisan untuk membantu siswamempelajari dan berlatih berbicara dalam kegiatan belajar mengajaragar siswa memiliki pengalaman individu sehingga mampuberkomunikasi secara lisan dengan menggunakan bahasa Arab.Metode respon fisik total adalah suatu metode pengajaran bahasayang dibangun berdasarkan koordinasi ujaran dan tindakan yangberupaya mengajarkan bahasa melalui kegiatan fisik atau aktivitasmotorik. Bahasa diajarkan dengan cara mengaktifkan seluruh gerakantubuh. Pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan metode responfisik total diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berbahasalisan bahasa Arab dengan tidak menggunakan teks pokok khususnyabagi pemula, karena suara guru, tindakan-tindakannya, dan isyaratisyaratnyasudah menjadi dasar yang cukup untuk aktivitas kelas.Aktivitas utama adalah guru memberi perintah dan melakukan perintah.Kata-kata perintah yang digunakan adalah s}igah al-amr untukmenimbulkan tindakan-tindakan dan aktivitas fisik dari para siswa.S}igah al-amr dalam pembelajaran keterampilan berbicarakhususnya bahasa Arab melalui metode respon fisik total berfungsisebagai sentral kegiatan pembelajaran yang meliputi fungsi sebagaibahan ajar, dasar pemerolehan keterampilan berbicara, sumberaktivitas guru dan siswa.Kata Kunci: S}igah al-amr, Pembelajaran Keterampilan Berbicara,dan Metode Respon Fisik Total.
PEMBELAJARAN DALAM KONSEP TEKNOLOGI PENDIDIKAN Aliwar, Aliwar
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i1.287

Abstract

Masih terdapat kekeliruan dalam memamahami bahwa ciriutama teknologi pendidikan adalah adanya peralatan/sarana canggihdalam proses pendidikan. Harus dibedakan antara teknologipendidikan dengan “teknologi dalam pendidikan”. Teknologi dalampendidikan memang menuntut adanya sarana (telepon, faksimili,komputer dsb.) dalam kegiatan lembaga pendidikan. Teknologipendidikan tidak menuntut adanya sarana tersebut, melainkanmenekankan pada adanya proses untuk memperoleh nilai tambah. Ialahir dari suatu gejala dimana terdapat: 1) Adanya sejumlah besarorang yang belum terpenuhi kesempatan belajarnya, baik yangdiperoleh melalui suatu lembaga khusus, maupun yang dapatdiperoleh secara mandiri. 2) Adanya berbagai sumber baik yang telahtersedia maupun yang dapat direkayasa, tetapi belum dapatdimanfaatkan untuk keperluan belajar. 3) Perlu adanya suatu usahakhusus yang terarah dan terencana untuk menggarap sumber-sumbertersebut agar dapat terpenuhi hasrat belajar setiap orang. 4) Perluadanya pengelolaan atas kegiatan khusus dalam mengembangkan danmemanfaatkan sumber untuk belajar tersebut secara efektif, efisiendan selaras.Secara operasional, teknologi pendidikan dapat dikatakansebagai proses yang bersistem dalam membantu memecahkanmasalah belajar pada manusia. Kegiatan yang bersistem mengandungdua arti, yaitu pertama yang sistemik atau beraturan, dan kedua yangsistemik atau beracuan pada konsep sistem. Oleh karena itu, konsepsisistem pembelajaran sangat perlu dilakukan agar tercapai apa yangmenjadi sebuah target kesuksesan dalam belajar.Kata Kunci: Pembelajaran dan teknologi pendidikan.