cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman
ISSN : -     EISSN : 24776300     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Jurnal ini terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan artikel konseptual yang berkaitan dengan bidang ilmu bimbingan dan konseling, pendidikan, dan psikologi pendidikan..
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2025): December" : 16 Documents clear
Dinamika Interaksi Sosial Mahasiswa Broken-home dengan Teman Sebaya di Perguruan Tinggi Hidayah, Al Fitri Nur; Winingsih, Evi; Naqiyah, Najlatun
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20754

Abstract

Coming from an incomplete family background or a broken home can significantly impact the psychological and social development of college students. In college, these students face complex challenges in building social interactions with peers, who often serve as their primary support system. The dynamics of these interactions remain poorly understood. This study aims to describe and analyze the dynamics of social interactions between students from broken homes and their peers in college. Using a qualitative approach with descriptive analysis methods, this study involved four female students as subjects. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using an interactive model. The results indicate that the interaction dynamics stem from unresolved emotional burdens from family circumstances, which drain their social energy. Furthermore, a behavioral paradox arises between the need for connection and self-protection mechanisms triggered by fear of vulnerability. Nevertheless, students demonstrate agency and resilience by developing active coping strategies. The culmination of this process is the transformation of friendship into a "chosen family" that provides emotional support and a sense of psychological security. In conclusion, the social interactions of students from broken homes are a complex adaptive process, in which successful friendships serve as a key protective factor.____________________________________________________________Latar belakang keluarga yang tidak utuh atau broken home memberikan dampak signifikan bagi perkembangan psikologis dan sosial mahasiswa. Di perguruan tinggi, mahasiswa ini menghadapi tantangan kompleks dalam membangun interaksi sosial dengan teman sebaya, yang seringkali menjadi sistem pendukung utama mereka. Dinamika interaksi ini belum banyak dipahami secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis dinamika interaksi sosial mahasiswa berlatarbelakang broken home dengan teman sebaya di perguruan tinggi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif, penelitian ini melibatkan empat orang mahasiswi sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika interaksi berawal dari beban emosional yang tidak terselesaikan dari kondisi keluarga, yang menguras energi sosial mereka. Selanjutnya, terjadi paradoks perilaku antara kebutuhan untuk terhubung dan mekanisme perlindungan diri yang dipicu oleh ketakutan akan kerentanan. Meskipun demikian, mahasiswa menunjukkan agensi dan resiliensi dengan mengembangkan strategi koping aktif. Puncak dari proses ini adalah transformasi makna pertemanan menjadi "keluarga pilihan" (chosen family) yang menyediakan dukungan emosional dan rasa aman psikologis. Kesimpulannya, interaksi sosial mahasiswa broken home adalah proses adaptif yang kompleks, di mana pertemanan yang sukses berfungsi sebagai faktor protektif utama.
Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Prokrastinasi Akademik Siswa Sekolah Menengah Pertama Miswanto, Miswanto; Sihite, Fernando
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.21090

Abstract

This study aims to analyze the direction and strength of the relationship between social media use and academic procrastination among seventh-grade students at SMP Negeri 27 Medan, while also providing an empirical foundation for the development of school-based guidance and counseling services. The research employed a quantitative approach using a correlational design. The sample consisted of 133 seventh-grade students selected through a convenience sampling technique from a single school population. Research instruments included a social media use scale and an academic procrastination scale, both of which fulfilled established validity and reliability requirements. Data analysis was conducted using the Pearson Product Moment correlation technique. The results indicated a correlation coefficient of r = 0.483 with a significance value of p = 0.000 (p < 0.05), demonstrating a positive and statistically significant relationship between social media use and academic procrastination. The coefficient of determination showed that social media use contributed 1.7% to students’ academic procrastination, while the remaining 98.3% was influenced by other factors not examined in this study. Although the contribution was relatively small, social media use can still be considered a potential risk factor. _____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan menganalisis arah dan kekuatan hubungan antara penggunaan media sosial dan prokrastinasi akademik pada siswa kelas VII SMP Negeri 27 Medan serta memberikan dasar empiris bagi pengembangan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 133 siswa kelas VII yang dipilih melalui teknik convenience sampling pada satu sekolah. Instrumen yang digunakan berupa skala penggunaan media sosial dan skala prokrastinasi akademik yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar r = 0,483 dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05) yang menandakan adanya hubungan positif dan signifikan antara penggunaan media sosial dan prokrastinasi akademik siswa. Koefisien determinasi menunjukkan nilai R² sebesar 0,017, artinya penggunaan media sosial memberikan kontribusi sebesar 1,7% terhadap prokrastinasi akademik, sedangkan 98,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun kontribusinya relatif kecil, penggunaan media sosial tetap menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan. Secara praktis, hasil penelitian ini berimplikasi pada pentingnya layanan Bimbingan dan Konseling yang bersifat preventif dan pengembangan, melalui layanan informasi, bimbingan klasikal, serta konseling
Validitas dan Reliabilitas Instrumen Deteksi Ide Bunuh Diri pada Remaja Nurjanah, Anisa Siti; Ayriza, Yulia; Pama, Sindi Ayudia; Syarifudin, Syarifudin
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20248

Abstract

The identification of suicidal ideation is a crucial first step in comprehensive suicide prevention efforts because it enables timely intervention and appropriate support for individuals at risk. To ensure accuracy, the assessment process requires a measurement instrument that has been empirically tested and proven suitable for the intended population. This study aimed to validate a suicidal ideation detection instrument to confirm its readiness for practical application. The instrument was developed using a research-and-development approach guided by Saifuddin Azwar’s scale development design. The development procedures included defining measurement objectives, determining the measurement domain, operationalizing the construct, preparing a scale blueprint, formulating items, conducting qualitative reviews, carrying out pilot testing, performing item analysis, compiling the initial draft, selecting qualified items, and continuing with reliability and validity testing before producing the final instrument format. Content validity was assessed by three expert validators, followed by field testing involving 200 students. Quantitative data were analyzed using JASP version 0.16 software. The findings showed that the suicidal ideation detection instrument met the required validity criteria, demonstrated by an Aiken’s V coefficient categorized as high (0.866). Additionally, all items exhibited strong discrimination, and the overall reliability score reached 0.926, confirming that the instrument is suitable and effective for early detection among students._____________________________________________________________Deteksi ide bunuh diri sangat penting dilakukan sebagai tahap awal upaya pencegahan bunuh diri. Deteksi ide bunuh diri harus dilakukan menggunakan instrumen asesmen yang telah teruji valid dan layak digunakan. Penelitian ini berusaha melakukan validasi pada instrumen asesmen deteksi ide bunuh diri agar siap digunakan. Pengembangan instrumen menggunakan metode R&D dengan desain penyusunan skala Saifuddin Azwar. Adapun langkah penyusnan yaitu identifikasi tujuan ukur, pembatasan domain ukur, operasionalisasi konsep, penelitian item berdasarkan indikator yang disajikan dalam kisi-kisi skala, reviu kualitatif, uji coba, analisis item, kompilasi I seleksi item, pengujian reliabilitas, validasi, dan kompilasi II format final. Pengujian validitas dilakukan oleh tiga orang validator ahli, dan diujicobakan pada 200 siswa untuk uji validitas. Pengujian kuantitatif dilakukan menggunakan bantuan aplikasi JASP versi 0.16. Hasil menunjukkan bahwa instrumen asesmen deteksi ide bunuh diri valid digunakan karena memenuhi syarat validitas nilai Aiken’s V pada kategori tinggi dengan nilai 0,866. Instrumen memperoleh nilai tinggi pada tiap butir item pada uji daya diskriminasi, dan memiliki reliabilitas tinggi dengan skor 0,926.
Efektivitas Konseling Kelompok Teknik Cinematherapy untuk Meningkatkan Self-esteem Siswa Madrasah Tsanawiyah Aisah, Siti; Karamoy, Yurike Kinanthy; Mutakin, Fakhruddin
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.21171

Abstract

This study examined the effectiveness of group counseling using cinematherapy to improve self-esteem among seventh-grade students in Islamic secondary schools. The research was motivated by students’ tendencies to experience low self-esteem due to academic pressures and social–religious expectations within the school environment. A quantitative method with a pre-experimental one-group pretest–posttest design was applied. Participants were ten students identified as having low self-esteem through an initial assessment. Data were collected using a self-esteem scale that had been tested for validity and reliability, then analyzed with a paired-sample t-test. The findings showed a statistically significant increase in self-esteem after six group counseling sessions integrating cinematherapy (p < 0.05). The films encouraged self-reflection, helped students identify positive values, and strengthened self-image through structured and empathetic group discussions. Although the sample size was limited and no control group was used, the results indicate that cinematherapy is an innovative approach for group counseling services in Islamic schools to support students’ self-esteem development. ____________________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan konseling kelompok dengan teknik cinematherapy dalam meningkatkan self-esteem siswa kelas VII di madrasah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan rendahnya self-esteem siswa akibat tuntutan akademik serta ekspektasi sosial dan religius di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental tipe one-group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri atas sepuluh siswa yang memiliki skor self-esteem rendah berdasarkan hasil asesmen awal. Data dikumpulkan menggunakan skala self-esteem yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji paired-sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan self-esteem siswa yang signifikan secara statistik setelah mengikuti enam sesi konseling kelompok berbasis cinematherapy (p < 0,05), yang mengindikasikan peningkatan yang substansial setelah intervensi diberikan. Penggunaan film dalam layanan konseling kelompok memfasilitasi proses refleksi diri, identifikasi nilai positif, serta penguatan citra diri melalui diskusi kelompok yang terstruktur dan empatik. Meskipun penelitian ini memiliki keterbatasan pada ukuran sampel dan desain tanpa kelompok kontrol, temuan ini menunjukkan bahwa cinematherapy berpotensi menjadi pendekatan yang efektif dan inovatif dalam layanan Bimbingan dan Konseling di madrasah.
Gambaran Pengalaman Flow Pada Mahasiswa Yang Bekerja Part-time Rohmatika, Zidna; Sucipto, Muhammad Arif Budiman
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.19883

Abstract

Part-time working students face challenges in balancing academic and work demands, which can affect their learning engagement. This study entitled "Description of Flow Experiences in Part-time Working Students at Pancasakti University, Tegal" aims to describe the types of flow experiences experienced by students in academic activities, identify the factors that influence them, and understand their impact on learning engagement. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method. The subject of the study was one active student who works part-time, with additional data from parents and close friends. Data collection techniques include in-depth interviews, observation, and documentation. The results of the study indicate that students can still experience flow in activities such as reading, writing, and discussing, especially when the material is in line with their interests and is carried out in a comfortable learning atmosphere. Flow is triggered by internal factors such as intrinsic motivation and self-confidence, and supported by external factors such as social support and a conducive learning environment. The conclusion of this study shows that despite having a double burden, part-time students are still able to achieve optimal academic engagement through flow experiences facilitated by appropriate learning strategies and adequate environmental support. _____________________________________________________________ Mahasiswa yang bekerja part-time menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan tuntutan akademik dan pekerjaan, yang dapat memengaruhi keterlibatan belajar mereka. Penelitian ini berjudul "Gambaran Pengalaman Flow pada Mahasiswa yang Bekerja Part-time di Universitas Pancasakti Tegal" bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis pengalaman flow yang dialami mahasiswa dalam aktivitas akademik, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta memahami dampaknya terhadap keterlibatan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian adalah satu mahasiswa aktif yang bekerja part-time, dengan data tambahan dari orang tua dan teman dekat. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa tetap dapat mengalami flow dalam aktivitas seperti membaca, menulis, dan berdiskusi, terutama saat materi sesuai minat dan dilakukan dalam suasana belajar yang nyaman. Flow dipicu oleh faktor internal seperti motivasi intrinsik dan kepercayaan diri, serta didukung oleh faktor eksternal seperti dukungan sosial dan lingkungan belajar yang kondusif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun memiliki beban ganda, mahasiswa part-time tetap mampu mencapai keterlibatan akademik yang optimal melalui pengalaman flow yang difasilitasi oleh strategi belajar yang tepat dan dukungan lingkungan yang memadai.
Pengaruh Konseling Kelompok Teknik Self-Management terhadap Disiplin Belajar Siswa Madrasah Aliyah Rohman, Syahro Unzilatur; Karamoy, Yurike Kinanthy; Mutakin, Fakhruddin
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.21172

Abstract

Learning discipline is a crucial factor in students’ academic success; however, Islamic senior high school students (Madrasah Aliyah) often experience problems such as tardiness, task procrastination, and poor time management. This study aimed to examine the effect of group counseling services using the self-management technique on students’ learning discipline. A quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed. The participants consisted of seven eleventh-grade students selected through purposive sampling. The intervention was conducted in four group counseling sessions focusing on self-monitoring, self-evaluation, and self-reinforcement. Data were collected using a learning discipline scale with established validity and reliability, and analyzed using a paired sample t-test. The results indicated a significant difference in students’ learning discipline levels before and after participating in the group counseling sessions. These findings suggest that strengthening self-regulation through group-based self-management activities is positively associated with improved learning discipline. This study concludes that group counseling with the self-management technique has the potential to serve as a contextual guidance and counseling strategy for fostering learning discipline among Madrasah Aliyah students. _____________________________________________________________Disiplin belajar merupakan aspek penting dalam keberhasilan akademik siswa, namun pada jenjang Madrasah Aliyah masih ditemukan berbagai permasalahan seperti keterlambatan hadir, prokrastinasi tugas, dan rendahnya pengelolaan waktu belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik self-management terhadap disiplin belajar siswa Madrasah Aliyah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah tujuh siswa kelas XI yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan melalui empat sesi konseling kelompok yang menekankan tahapan self-monitoring, self-evaluation, dan self-reinforcement. Data dikumpulkan menggunakan skala disiplin belajar yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat disiplin belajar siswa sebelum dan sesudah mengikuti layanan konseling kelompok dengan teknik self-management. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan pengelolaan diri melalui dinamika kelompok berasosiasi positif dengan peningkatan disiplin belajar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konseling kelompok dengan teknik self-management berpotensi menjadi strategi layanan bimbingan dan konseling yang kontekstual dalam membina disiplin belajar siswa Madrasah Aliyah.
Edukasi Pranikah Sebagai Persiapan Kesehatan Keluarga Muslim: Analisis Perspektif Mahasiswi STDI Imam Syafi’i Jember Oktaviani, Witia; Azizah, Azizah; Nasution, Aprida
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20532

Abstract

The trend of premarital sex among Indonesian Muslim youth has become increasingly worrying at both global and national levels, largely due to limited knowledge and awareness. This phenomenon poses serious health risks, including sexually transmitted diseases such as HIV/AIDS and the possibility of unhealthy offspring. Premarital education is therefore expected to provide accurate information related to reproductive health, particularly for Muslim women. This study aimed to examine the general perceptions of female students at STDI Imam Syafi'i Jember regarding the quality and benefits of premarital reproductive health education. It also analyzed the correlation between age and differences in marriage plans with these perceptions. A quantitative approach was applied using a Likert-scale questionnaire administered to 130 female students. Data were analyzed using descriptive statistics, correlation tests, and the Mann–Whitney U test with JASP software. The findings showed that 92% of respondents held high or very positive perceptions of the quality and benefits of the education provided. These perceptions were not influenced by age or by differences in the students’ marriage plans. Overall, the results emphasize the urgency and relevance of premarital reproductive health seminars and the need for wedding education._____________________________________________________________Tren seks pranikah mengkhawatirkan baik secara global maupun nasional di kalangan remaja Muslim Indonesia, yang sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pengetahuan. Masalah ini memiliki konsekuensi kesehatan yang parah, termasuk risiko penyakit seperti HIV/AIDS dan potensi keturunan yang tidak sehat. Pelaksanaan edukasi pranikah diharapkan mampu memberikan informasi terkait permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi terutama pada kalangan wanita muslimah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum persepsi mahasiswi STDI Imam Syafi’i  Jember tentang kualitas dan manfaat dari edukasi kesehatan reproduksi pranikah yang dilakukan serta menguji korelasi usia dan perbedaan rencana menikah terhadap persepsi yang diberikan.. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif,  menggunakan kuesioner skala Likert pada 130 mahasiswi. Metode statistik deskriptif, uji korelasi dan uji Mann-Whitney U digunakan untuk menganalisis data dengan menggunakan JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswi terhadap kualitas dan manfaat edukasi pranikah yang diberikan termasuk kategori tinggi/sangat positif (92%). Persepsi ini tidak dipengaruhi oleh usia maupun perbedaan rencana menikah dari mahasiswi. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi pranikah melalui seminar kesehatan reproduksi yang dilakukan memiliki urgensi dan relevansi topik seminar tersebut sebagai bekal penting bagi wanita muslimah. Namun edukasi ini belum sepenuhnya memberikan manfaat bagi persiapan pernikahan. Oleh karen itu perlu dilakukan seminar lanjutan untuk persiapan pernikahan.
Pengembangan Sistem Pakar BK Berbasis Web: Analisis Kebutuhan dan Akuisisi Pengetahuan dengan Metode Forward Chaining Lena, Ai; Denni, Irdam; Bhakti, Demmy Dharma
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.21174

Abstract

Guidance and Counseling Services in schools often experience operational inefficiencies, such as manual recording of consultation histories and slow and unstandardized identification of student problems (personal, social, and learning). These problems underlie the need to develop a web-based expert system capable of providing a systematic initial diagnosis. This study aims to analyze the functional requirements of the system and acquire and formulate an initial knowledge base from Guidance and Counseling Teachers as domain experts. The method used is Research and Development guided by the Expert System Development Life Cycle framework, with a focus on the Planning and Knowledge Definition stages through structured interviews. This study specifically fills the gap in the literature on the formalization stage of the initial knowledge base of an expert system focused on guidance and counseling services. The results are the definition of the system's functional requirements (digital history module and PDF reporting) and an initial knowledge base in the form of a structured IF-THEN rule set. This knowledge base justifies the use of the Forward Chaining method as an inference logic that runs from student symptoms to diagnostic conclusions. With this valid rule base, the system is ready to become the foundation for an accurate diagnosis. ___________________________________________________________________Layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah seringkali mengalami inefisiensi operasional, seperti pencatatan riwayat konsultasi yang masih manual dan identifikasi masalah siswa (pribadi, sosial, belajar) yang lambat dan belum terstandar. Permasalahan ini mendasari kebutuhan untuk mengembangkan sistem pakar berbasis web yang mampu memberikan diagnosis awal secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan fungsional sistem dan mengakuisisi serta merumuskan basis pengetahuan awal dari Guru Bimbingan dan Konseling sebagai pakar domain. Metode yang digunakan adalah Research and Development yang dipandu oleh kerangka Expert system Development Life Cycle, dengan fokus pada tahap Perencanaan dan Pendefinisian Pengetahuan melalui wawancara terstruktur. Penelitian ini secara spesifik mengisi kekosongan literatur pada tahap formalisasi basis pengetahuan awal sistem pakar yang berfokus pada layanan bimbingan dan konseling. Hasilnya adalah terdefinisinya kebutuhan fungsional sistem (modul riwayat digital dan pelaporan PDF) dan basis pengetahuan awal berupa set aturan IF-THEN yang terstruktur. Basis pengetahuan ini menjustifikasi penggunaan metode Forward Chaining sebagai logika inferensi yang berjalan dari gejala siswa menuju kesimpulan diagnosis. Dengan basis aturan yang valid ini, sistem siap menjadi fondasi diagnosis yang akurat.
Intensitas Mendengarkan Musik K-Pop dengan Self-Love dan Kesehatan Mental Mahasiswa Indasari, Andi Desviana; Puswiartika, Dhevy; Fitriani, Dian
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.19810

Abstract

This research investigates the relationship between listening K-Pop music consumption and levels of Self-Love and mental health among students in the Faculty of Teacher Training and Education, class of 2021, at Tadulako University. The research participants consisted of 146 students from the Faculty of Teacher Training and Education, a 2021 batch, who actively listened to K-Pop music. Data collection employed adapted questionnaire instruments: a listening K-Pop music consumption questionnaire, a Self-Love scale, and a mental health assessment scale. The research employed a quantitative research methodology with a causal-associative design, utilizing correlation analysis to examine the relationships between variables. The Pearson Product-Moment correlation analysis yielded the following results: The correlation between BTS music consumption (Variable X) and Self-Love (Variable Y1) had a significance value (2-tailed) of 0.483, which is greater than 0.05. Similarly, the correlation between listening K-Pop music consumption (Variable X) and mental health (Variable Y2) yielded a significance value (2-tailed) of 0.877, which is greater than 0.05. Based on these statistical findings, both relationships demonstrate non-significant correlations. For the BTS music and Self-Love variables, the significance value (2-tailed) exceeds 0.05, leading to the rejection of the alternative hypothesis (Ha). which means there is no relationship between listening K-Pop music and Self-Love and mental health____________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan Self-Love dan kesehatan mental mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan angkatan 2021, subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan angkatan 2021 Universitas Tadulako yang mendengarkan intensitas mendengarkan musik K-Pop. Jumlah subjek pada penelitian ini sebanyak 146 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner adaptasi yaitu kuesioner intensitas mendengarkan musik K-Pop, skala Self-Love, dan skala kesehatan mental. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal menggunakan analisis korelasi. Hasil dari uji korelasi Product Moment Pearson terhadap variabel X dengan variabel Y1 diketahui nilai variabel intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan variabel Self-Love signifikan (2-tailed) 0,483 > 0,05. Pada variabel X dengan variabel Y2 diketahui nilai variabel intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan variabel kesehatan mental signifikan (2-tailed) 0,877 > 0,05. Maka Hipotesis alternatif (Ha) ditolak yang artinya tidak ada hubungan intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan Self-Love. Pada variabel intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan kesehatan mental hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikan (2-tailed) > 0,05 maka Hipotesis alternatif (Ha) ditolak yang artinya tidak ada hubungan intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan Self-Love dan kesehatan mental.
Dinamika Perilaku Fidgeting sebagai Regulasi Emosi pada Remaja dengan Kecenderungan Perfeksionis Salsabila, Esa Jihan; Sucipto, Muhammad Arif Budiman; Lutfia, Alifta Nur; Nabilah, Jihaan
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.21638

Abstract

The phenomenon of fidgeting in perfectionist adolescents is characterized by the emergence of small, repetitive movements in response to academic pressure, anxiety, and the demand for perfection. This study aims to describe the forms of fidgeting behavior, the factors underlying its emergence, and its impact on perfectionist adolescents. This study used a descriptive qualitative approach with a single-case qualitative study design conducted from September to November in Penusupan Village, Pangkah District, Tegal Regency. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation with one primary source and two secondary sources, then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions with validity tests using source and technique triangulation. The results of the study indicate that fidgeting behavior appears as a response to academic anxiety, perfectionistic pressure, and emotional tension, and functions as a temporary mechanism to relieve stress, but also has the potential to cause negative perceptions from the social environment. Based on the case findings, this study identified that service approaches focused on emotion management, self-awareness enhancement, and cognitive restructuring, such as emotion regulation, mindfulness, and cognitive-behavioral counseling, have conceptual relevance for helping perfectionist adolescents manage fidgeting behavior adaptively, while still considering the limitations of the case study design. ___________________________________________________________________ Fenomena fidgeting pada remaja perfeksionis ditandai oleh munculnya gerakan kecil berulang sebagai respons terhadap tekanan akademik, kecemasan, dan tuntutan untuk tampil sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk perilaku fidgeting, faktor-faktor yang melatarbelakangi kemunculannya, serta dampaknya pada remaja perfeksionis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal (single-case qualitative study) yang dilaksanakan pada bulan September hingga November di Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap satu narasumber primer serta dua narasumber sekunder, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku fidgeting muncul sebagai respons terhadap kecemasan akademik, tekanan perfeksionistik, dan ketegangan emosional, serta berfungsi sebagai mekanisme sementara dalam meredakan stres, namun juga berpotensi menimbulkan persepsi negatif dari lingkungan sosial. Berdasarkan temuan kasus tersebut, penelitian ini mengidentifikasi bahwa pendekatan layanan yang berfokus pada pengelolaan emosi, peningkatan kesadaran diri, dan restrukturisasi kognitif seperti regulasi emosi, mindfulness, dan konseling CBT memiliki relevansi konseptual untuk membantu remaja perfeksionis mengelola perilaku fidgeting secara adaptif dengan mempertimbangkan keterbatasan desain studi kasus.

Page 1 of 2 | Total Record : 16