cover
Contact Name
Aji Septiaji
Contact Email
ajiseptiaji@gmail.com
Phone
+6285294606969
Journal Mail Official
jurnaldiglosiaunma@gmail.com
Editorial Address
Jalan. K.H. Abdul Halim, No. 103, Kabupaten Majalengka
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Diglosia
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 25495119     EISSN : 25495119     DOI : -
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia tergabung dalam Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). Jurnal ini memuat artikel ilmiah penelitian dan gagasan konseptual atau kajian teoretis dalam bidang pendidikan, kebahasaan, dan kesusastraan Indonesia. Setiap artikel melalui peer review process. Adapun scope penelitian pada jurnal ini yaitu (1) sastra (teori, kritik, dan sejarah sastra); (2) Keterampilan dan pembelajaran sastra; (3) Keterampilan dan pembelajaran bahasa; (4) Analisis wacana; (5) Penelitian linguistik, sosiolinguistik, dan psikolinguistik; (6) Evaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (7) Kurikulum pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (8) Model atau media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (9) Kajian kebudayaan Indonesia; dan (10) penelitian lainnya yang relevan. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan FEBRUARI dan AGUSTUS.
Articles 297 Documents
Penggambaran Penyair terhadap Doa pada Puisi-puisi Berjudul "Doa" dalam Kesusastraan Indonesia Feby Christiara Maldini; Novi Diah Haryanti
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.267 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan penggambaranpenyair terhadap doa pada puisi-puisi berjudul Doa dalam kesusastraanIndonesia karya Sanusi Pane, Amir Hamzah, Chairil Anwar, dan Taufik ismail.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui pendekatansastra bandingan dengan metode penelitian yang digunakan adalah metoderesepsi diakronis. Sumber data dalam penelitian ini yakni teks puisi Doa karyaSanusi Pane (1931), puisi Doa karya Amir Hamzah (1941), puisi Doa karyaChairil Anwar (1943), dan puisi Doa karya Taufik Ismail (1966). Teknik analisisdata yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis isi. Dari hasilpenelitian ini ditemukan mengenai penggambaran Sanusi Pane, Amir Hamzah,Chairil Anwar dan Taufik Ismail terhadap doa pada puisi-puisinya yang berjudulDoa yang mengalami perkembangan dari masa ke masa.Kata Kunci: Puisi Doa, Sanusi Pane, Amir Hamzah, Chairil Anwar, TaufikIsmailThis study aims to determine and compare the poet's description of prayer inpoems titled Prayer in Indonesian literature by Sanusi Pane, Amir Hamzah,Chairil Anwar, and Taufik ismail. This type of research is qualitative researchthrough a comparative literary approach with the research method used is thediachronic reception method. The data sources in this study are the text of Prayer poems by Sanusi Pane (1931), Prayer poems by Amir Hamzah (1941), Prayer poems by Chairil Anwar (1943), and Prayer poems by Taufik Ismail (1966). The data analysis technique used in this study is the content analysis technique. From the results of this study it was found about the portrayals of Sanusi Pane, Amir Hamzah, Chairil Anwar and Taufik Ismail of prayers in his poems, entitled Prayers which experienced development from time to time.Keywords: Prayer Poetry, Sanusi Pane, Amir Hamzah, Chairil Anwar, TaufikIsmai
Analisis Citra Perempuan dalam Novel Summit Karya Peringga Ancala dan Relevansinya sebagai Bahan Ajar Sastra di SMA Ayu Afriastuti; Dian Hartati; M. Januar Ibnu Adham
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.952 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya diskriminasi gender yang terjadi di sekolah. Kedudukan perempuan sering diperlakukan, dipandang atau diposisikan lebih rendah daripada laki-laki. Tujuan pembuatan skripsi ini untuk: (1) mendeskripsikan kajian unsur intrinsik dalam novel Summit karya Peringga Ancala, (2) Mendeskripsikan kajian citra perempuan dalam novel Summit karya Peringga Ancala, (3) Mendeskripsikan penyusunan bahan ajar berupa handout materi novel di SMA. Hasil analisis yang didapatkan: (1) Analisis unsur intrinsik yaitu tema: pendakian ke Gunung Rinjani, tokoh & penokohan: Lika perempuan keturunan bangsawan yang memiliki watak keras kepala namun tetap bertanggung jawab, latar (setting): Nusa Tenggara Barat, Lombok, Kecamatan Bayan, Desa Senaru, alur: alur maju, sudut pandang: menggunakan sudut pandang orang pertama “Aku”, gaya bahasa: bahasa Indonesia, bahasa daerah Lombok dan menggunakan majas hiperbola, amanat: ketika kita melakukan pendakian, melakukan petualangan, atau pun travelling jangan sesekali untuk merusak alam, (2) Hasil analisis citra perempuan ditemukan empat puluh tiga data yang dikelompokkan menjadi tiga aspek, yaitu aspek fisik, psikis dan sosial, pada aspek fisik di antaranya: perempuan, rambut cepak, tidak anggun, bertubuh mungil, berlesung pipi, berwajah manis, mesem-mesem, kulit putih, mata bulat, redup, bibir tipis, berbadan kurus, kuat, hebat dan modis, aspek psikis di antaranya: peduli, baik, perhatian, bertanggung jawab, kritis, galak, keras kepala, mandiri, pengertian, murah hati, empati, tegas, dewasa, penurut, jaim, manja, akrab, dan aspek sosial di antaranya: kaum bangsawan, memiliki gelar, keturunan ningrat, guide, anggota mapala, bibi, nenek, mantan kekasih, gadis kota, (3) Penelitian ini memiliki relevansi sebagai bahan ajar berupa handout pada materi novel Kompetensi Dasar (KD) 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan novel dengan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 3.9.1 Menemukan unsur intrinsik dan ekstrinsik novel.Kata kunci: citra perempuan, novel, handout This research is motivated by the many gender discrimination that occurs in schools. The position of women is often treated, viewed or positioned lower than men. The purpose of this thesis is to: (1) describe the study of intrinsic elements in the Summit novel by Peringga Ancala, (2) describe the study of women's images in the Summit novel by Peringga Ancala, (3) describe the preparation of teaching materials in the form of novel material handouts in high school. The results of the analysis are: (1) Analysis of the intrinsic elements, namely the theme: climbing to Mount Rinjani, character & characterization: Lika is a woman of aristocratic descent who has a stubborn character but is still responsible, setting: West Nusa Tenggara, Lombok, Bayan District , Senaru Village, plot: forward flow, point of view: using the first person perspective "I", language style: Indonesian, Lombok regional language and using hyperbolic language, mandate: when we are climbing, doing adventure, or traveling, don't occasionally to destroy nature, (2) The results of the analysis of women's image found forty-three data that were grouped into three aspects, namely physical, psychological and social aspects, on the physical aspects including: women, short hair, not elegant, small, dimpled, sweet face, greedy, white skin, round eyes, dim eyes, thin lips, thin body, strong, great and fashionable, the psychological aspects include: caring, kindness, attention, responsibility Responsible, critical, fierce, stubborn, independent, understanding, generous, empathetic, firm, mature, obedient, jaim, spoiled, familiar, and social aspects including: aristocracy, title, noble descent, guide, mapala members , aunts, grandmothers, ex-lovers, city girls, (3) This research has relevance as teaching materials in the form of handouts on novel Basic Competency (KD) material. 3.9 Analyzing novel content and language with Competency Achievement Indicators (GPA) 3.9.1 Finding intrinsic elements and novel extrinsics.Keywords: female image, novel, handout
Analisis Kendala Guru dalam Mengajar Bahasa Indonesia Kelas Rendah Sekolah Dasar di Samarinda Hani Subakti
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.657 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya kendala yang terjadi pada kegiatan proses pembelajaran baik secara daring maupun secara luring di SD Negeri 010 Samarinda Utara. Tujuan utama dalam penelitian ini untuk menganalisis kendala guru dalam mengajar pembelajaran bahasa Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar wawancara guru, lembar wawancara siswa, lembar wawancara orang tua, dan dokumentasi menggunakan gawai. Jenis triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 12 narasumber yaitu 1 guru kelas 1B, 6 siswa kelas 1B, dan 5 orang tua siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukan di SD Negeri 010 Samarinda Utara tentang kendala guru dalam mengajar bahasa Indonesia siswa kelas 1B ditemukan bahwa guru mengalami kendala pada saat proses mengajar yaitu (1) daya serap siswa sangat berbeda-beda dalam menerima pembelajaran dasar bahasa Indonesia di sekolah dan masih ditemukannya siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis. (2) Media pembelajaran merupakan alat komunikasi yang sangat penting bagi siswa dan guru dalam proses belajar mengajar, sementara itu sebagian siswa masih mengalami kesulitan jaringan dan kuota internet orang tua yang terbatas. (3) Ketidakdisiplinan siswa dalam mengumpulkan tugas membuat guru mengalami kesulitan dalam memeriksa tugas dan memberikan nilai. Namun kendala-kendala ini tidak menurunkan semangat belajar siswa kelas 1B di SD Negeri 010 Samarinda Utara. Guru selalu mengajak orang tua dan siswa agar tetap berusaha mengoptimalkan proses kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia secara aktif dan efektif.Kata kunci: kendala guru, mengajar, bahasa Indonesia This research is motivated by the obstacles that occur in the learning process activities both online and offline at SD Negeri 010 North Samarinda. The main objective of this study is to analyze the teacher's obstacles in teaching Indonesian language learning. This research method uses a qualitative descriptive method. Data collection techniques were carried out by interviews and documentation. The instruments used in this study were teacher interview sheets, student interview sheets, parent interview sheets, and documentation using gadgets. The type of triangulation used is source triangulation. The research subjects were determined by purposive sampling technique with a total of 12 sources, namely 1 teacher in class 1B, 6 students in class 1B, and 5 students' parents. Data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of research conducted at SD Negeri 010 Samarinda Utara regarding teacher obstacles in teaching Indonesian to grade 1B students found that teachers experienced problems during the teaching process, namely (1) students' absorption capacity was very different in receiving basic Indonesian language learning at school and still found students who have difficulty in reading and writing. (2) Learning media is a very important communication tool for students and teachers in the teaching and learning process, meanwhile some students still experience network difficulties and parents' limited internet quota. (3) Students' indiscipline in collecting assignments makes teachers have difficulty checking assignments and giving grades. However, these obstacles did not reduce the enthusiasm for learning for grade 1B students at SD Negeri 010 North Samarinda. The teacher always invites parents and students to keep trying to optimize the process of active and effective Indonesian language learning activities.Keywords: teacher barriers, teaching, Indonesian language
Pengembangan Bahan Ajar Membaca Teks Deskripsi untuk Siswa Kelas VII SMP/MTs Arshal Zairuby Harahap; Abdul Razak; Charlina Charlina
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.832 KB)

Abstract

Bahan ajar merupakan salah satu faktor keberhasilan guru dalam mengajar. Bahan ajar disusun untuk membantu guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Namun, penyediaan materi dalam bahan ajar di sekolah khususnya SMP kelas VII masih minim. Guru cenderung menggunakan bahan ajar seadanya, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Dalam hal ini perlu adanya penelitian tentang pengembangan bahan ajar membaca teks deskripsi untuk siswa kelas VII SMP/MTs. Fokus penelitian ini ialah: 1) bagaimanakah prosedur pengembangan bahan ajar membaca teks deskripsi untuk siswa kelas VII SMP/MTs, 2) bagaimanakah profil bahan membaca teks deskripsi untuk siswa kelas VII SMP/MTs. Selaras dengan itu, tujuan penelitian pengembangan ini ialah mendeskripsikan prosedur pengembangan bahan ajar membaca teks deskripsi untuk siswa kelas VII SMP/MTs dan mendeskripsikan profil bahan ajar membaca teks deskripsi untuk siswa kelas VII SMP/MTs. Model pengembangan yang digunakan ialah model ADDIE, yang meliputi analysis (analisis), design (merancang), development (mengembangkan), implementation (menguji cobakan), dan  evaluation (merevisi). Data dalam penelitian pengembangan ini tergolong data kualitatif, yang meliputi: 1) data validasi tahap analisis keperluan tentang KD dan indikator pencapaian kompetensi, 2) data validasi tahap analisis keperluan, 3) data validasi tahap rancangan produk, 4) data validasi tahap pengembangan produk, dan 5) data validasi kelayakan bahan ajar membaca teks deskripsi. Hasilnya, prosedur pengembangan bahan ajar model ADDIE menghadirkan sebuah produk bahan ajar membaca teks deskripsi untuk siswa kelas VII SMP/MTs. Kemudian, profil produk bahan ajar membaca teks deskripsi untuk siswa kelas VII SMP/MTs diberi judul Inilah Tamanku.Kata kunci: penelitian pengembangan, bahan ajar, membaca, teks deskripsi Teaching materials are one of the success factors of teachers in teaching. Teaching material are prepared to assist teachers and students in learning activities. However, the provision of materials in teaching materials in the school, especially junior high school grade VII is still minimal. Teachers tend to use basic teaching materials, thus impacting on the low learning outcomes of students. In this case,  there needs to be research on the development of teaching materials to read description text for grade VII SMP/MTs students. The focus of this research is: 1) what is the procedure for developing teaching materials to read descriptive text descriptions for grade VII SMP/MTs students, 2) how is the profile of teaching materials to read descriptive text for grade VII SMP/MTs. In line with that, the purpose of this development research is to describe the procedure of developing teaching materials to read the description text for grade VII SMP/MTs students and describe the profile of teaching materials to read the description text  for grade VII SMP/MTs students. The  development model used is the ADDIE model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation. The data in this development research is classified as qualitative data, which includes: 1) validation data of the analysis stage of the need about KD and competency achievment indicators, 2) validation data of the analysis stage, 3) validation data of the product design stage, 4) validation data of the product development stage, and 5) validation data of the feasibility of teaching materials reading the description text. As a result, the procedure for developing ADDIE model teaching materials presents a product of teaching materials to read the description text for grade VII SMP/MTs students. Then, the product profile of teaching materials for reading descriptive text for seventh grade students of SMP/MTs is entitled This is My Garden.Keywords: research development, teaching materials, reading, description text
Proses Pemerolehan Bahasa Kedua pada Peserta Didik Sabah Malaysia di SMK Brantas Karangkates Wawan Setyawan; Luluk Sri Agus Prasetyoningsih
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.073 KB)

Abstract

Pemerolehan Bahasa kedua terjadi setelah seseorang memperoleh bahasa ibunya (B1). Berdasarkan teori behaviorisme dan kognitivisme dapat disimpulkan bahwa factor lingkungan berperan besar dalam pemerolehan bahasa kedua. Studi penelitian ini tentang proses pemerolehan Bahasa kedua peserta didik Sabah Malaysia di SMK Brantas Karangkates. Penelitian ini bersifat penelitian kualitatif deskriptif yang nanti akan diuraikan secara terperinci tentang proses pemerolehan Bahasa kedua peserta didik Sabah Malaysia di SMK Brantas Karangkates. Dimana sumber data yang dipakai ialah peserta didik Sabah Malaysia itu sendiri. Pemerolehan bahasa kedua pada peserta didik Sabah Malaysia didapat melalui beberapa proses pemerolehan bahasa yang terdiri dari (a) adanya kemiripan antara B1 dengan B2, (b) pemerolehan bahasa kedua dari lingkugan SMK Brantas Karangkates yang diklasifikasikan menjadi dua yaitu di luar kelas dan di dalam kelas Mapel Bahasa Indonesia. Hailnya, Peserta didik Sabah Malysia mampu menguasai Bahasa kedua dengan baik di SMK Brantas Karangkates karena adanya beberpa faktor yang diantaranya adanya kesamaan B1 dengan B2, Interaksi komunikasi yang dilakukan setiap waktu dengan teman sekolah yakni pelajar asli dari penduduk Indonesia yang terjadi di luar kelas, dan inputan pengajar yang mendorong berlangsungnya proses pemerolehan Bahasa kedua yang terjadi di dalam kelas Mapel Bahasa.Kata kunci : Pemerolehan bahasa kedua, lingkungan sekolah The acquisition of a second language occurs after a person acquires his mother tongue (B1). Based on the theory of behaviorism and cognitivism, it can be concluded that environmental factors play a major role in the acquisition of a second language. This research study is about the process of acquiring the second language of Malaysian Sabah students at SMK Brantas Karangkates. This research is a descriptive qualitative research which will be described in detail about the process of acquiring the second language of Malaysian Sabah students at SMK Brantas Karangkates. Where the data source used is the Malaysian Sabah students themselves. The acquisition of a second language for Malaysian Sabah students is obtained through several language acquisition processes consisting of (a) the similarity between B1 and B2, (b) the acquisition of a second language from the Brantas Karangkates Vocational School environment which is classified into two, namely outside the classroom and inside the classroom. Indonesian Language Maple. As a result, Sabah Malysia students are able to master a second language well at SMK Brantas Karangkates because of several factors, including the similarities between B1 and B2, communication interactions that are carried out every time with school friends, namely native Indonesian students that occur outside the classroom, and teacher input that encourages the process of acquiring a second language that occurs in the Language Subject class.Keywords: Second language acquisition, school environment
CERITA REALISTIK TOKOH UTAMA DALAM NOVEL-NOVEL ANAK: KAJIAN SASTRA ANAK Risma Khairun Nisya; Pipik Asteka
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.42 KB)

Abstract

Tidak dapat dipungkiri bahwa sastra memiliki peran penting dalam kehidupan terutama anak-anak yang harus belajar mengenai nilai-nilai kehidupan sejak dini. Melalui sastra, anak dapat belajar nilai-nilai kehidupan dengan lebih menyengkan yang dapat diperolehnya melalui bahasa yang mudah dipahami dan cerita yang ringan seputar dunia anak-anak. Pembaca dalam hal ini anak-anak dapat memahami dan belajar cara bersikap, etika dan moral yang digambarkan melalui peran tokoh dalam cerita yang dibacanya. Cerita prosa anak yang menjadi bahan kajian dalam penelitian ini adalah novel-novel anak dengan memfokuskan penelitian pada analisis tokoh utama. Adapun cerita realistik merupakan cerita yang mengangkat kehidupan sehari-hari, sehingga melalui analisis tokoh cerita dalam novel anak, pembaca dalam hal ini anakanak dapat dengan mudah menyerap, memahami etika dan moral yang digambarkan penulis melalui tokoh dalam cerita. Novel-novel anak yang menjadi objek dalam penelitian ini berjudul Creepy Case Club: Kasus Pohon Pemanggil Karya Rizal Iwan, Duo Detektif: Komplotan Pencuri Hewan Peliharaan Karya Wiwien Wintarto, dan Anak Penangkap Hantu Karya Adam Putra Firdaus. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mendeskripsikan cerita realistik tokoh utama protagonis sebagai pelaku cerita dan nilai-nilai karakter tokoh utama dalam novel-novel anak tersebut. Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan mimesis yang menitikberatkan kajiannya terhadap hubungan karya sastra dengan kenyataan di luar karya sastraKata Kunci: sastra anak, realistik, novel anak It is undeniable that literature has an important role in life, especially children who must learn about the values of life from an early age. Through literature, children can learn the values of life with more fun which can be obtained through language that is easy to understand and light stories about the world of children. Readers, in this case, children can understand and learn how to behave, ethics and morals which are depicted through the roles of characters in the stories they read. The children's prose stories that were studied in this study were children's novels by focusing the research on the analysis of the main character. The realistic story is a story that raises everyday life, so that through the analysis of the story characters in children's novels, readers in this case children can easily absorb, understand the ethics and morals described by the author through the characters in the story. The children's novels that are the object of this research are entitled Creepy Case Club: The Case of the Summoning Tree by Rizal Iwan, The Detective Duo: A Pet Thief Conspiracy by Wiwien Wintarto, and The Ghost Catcher Child by Adam Putra Firdaus. The purpose of this study is to describe the realistic story of the main protagonist as the actor in the story and the character values of the main character in the children's novels. The method in this research is descriptive qualitative with a mimetic approach that focuses on the study of the relationship between literary works and realities outside of literary works.Keywords: children's literature, realistic, children's novel
VARIASI BAHASA MELALUI WHATSAPP DI KALANGAN MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA ANGKATAN 2018 Veronika Oktavia
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.812 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk variasi bahasa dan faktor-faktor yang melatarbelakangi timbulnya variasi bahasa mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Angkatan 2018 Universitas Singaperbangsa Karawang. Variasi bahasa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keragaman bahasa yang digunakan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Angkatan 2018 saat berkomunikasi di grup WhatsApp. WhatsApp Messenger sendiri merupakan media pengirim pesan instan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode pustaka yakni membaca percakapan atau dialog tertulis yang terdapat dalam obrolan WhatsApp grup yang mengandung variasi bahasa antar mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2018, percakapan didokumentasikan melalui tangkapan layar sehingga obrolan tersebut dapat terekam secara visual. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu (1) identifikasi data, (2) klarifikasi data, (3) penyajian data dan (4) penarikan kesimpulan.
PERBANDINGAN MAKNA PUISI "PERINGATAN" KARYA WIJI THUKUL DAN PUISI "CAGED BIRD" KARYA MAYA ANGELOU DENGAN PENDEKATAN MIMETIK Fairly Fabiola Hendrik Fernanda; Abdillah Nugroho
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.776 KB)

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu menganalisis perbandingan makna pada puisi Peringatan karya Wiji Thukul dan puisi Caged Bird karya Maya Angelou dengan pendekatan mimetik sastra. Yang mana dalam puisi yang berjudul Peringatan ini berisikan penindasan terhadap rakyat kecil oleh pemerintah dan rakyat kecil ini tidak bisa mengaspirasikan pikirannya karena dianggap rendah dan hak asasi manusianya di rampas. Dengan adanya permasalahan tersebut, Wiji Thukul yang berani mengeluarkan aspirasi masyarakat kecil ke dalam sebuah karya sastranya yaitu puisi. Sedangkan puisi Caged Bird karya Maya Angelou ini berisikan tentang rasisme terhadap orang berkulit hitam oleh oleh berkulit putih, orang berkulit putih menganggap orang yang berkulit hitam tidak sepadan dengan orang yang berkulit putih dan dikucilkan. Dengan begitu, si Maya Angelou juga termasuk orang berkulit hitam dan tidak terima jika di rendahkan begitu saja dan tidak memiliki hak yang sama dengan orang berkulit putih. Dengan adanya permasalahan tersebut, Maya juga membuat puisi yang berisikan penyindiran terhadap ketidakadilan yang dirasakan oleh orang berkulit hitam. Yang intinya kedua puisi tersebut sama-sama meminta keadilan dalam kehidupannya, dan kedua judul puisi tersebut juga akan dikaji dengan pendekatan mimetik sastra yang menitik beratkan kajiannya terhadap hubungan karya sastra dengan kenyataan di luar sastra.Kata Kunci: puisi, wiji thukul, maya angelou, pendekatan mimetik  The purpose of this study is to analyze the comparison of meanings in the memorial poem by Wiji Thukul and the Caged Bird poem by Maya Angelou with a literary mimetic approach. Which in the poem entitled warning contains the oppression of the small people by the government and these small people cannot aspire to their thoughts because they are considered low and their human rights are taken away. With these problems, Wiji Thukul who dared to express the aspirations of the small community into a literary work, namely poetry. While Maya Angelou's Caged Bird poem is about racism against black people by white people, white people think that black people are not commensurate with white people and are ostracized. That way, Maya Angelou is also a black person and doesn't accept being humiliated and doesn't have the same rights as white people. With these problems, Maya also wrote a poem that contained satire on the injustice felt by black people. The point is that the two poems both ask for justice in their lives, and the two titles of the poems will also be studied with a literary mimetic approach that focuses on the study of the relationship between literary works and realities outside of literature.Keywords: poetry, wiji thukul, maya angelou, mimetic approach
ANALISIS CERPEN "RUMAH TUHAN" KARYA ARIS KURNIAWAN BASUKI DALAM CERPEN PILIHAN KOMPAS 2013 MELALUI PENDEKATAN STRUKTURALISME GENETIK Asep Firmansyah
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.224 KB)

Abstract

Pengarang pada hakikatnya adalah anggota masyarakat. Karya sastra yang dihasilkannya pun merupakan gambaran kehidupan yang lahir dari realitas sosial yang dirasakannya. Melalui sastra pengarang menyampaikan hal-hal yang umum sampai ke hal-hal yang khusus serta menguak hal-hal yang tabu; yang tak sempat diperbincangkan oleh khalayak seolah menjadi makanan lezat bagi pembaca. Sastra dapat menyentuh keadaan yang tak terjamah oleh pandangan fisik yang terkadang mengelabui orang-orang yang memandang. Ia mampu menerobos ke dalam hal-hal sensitif yang tak mampu dipandang oleh mata telanjang. Berangkat dari pijakkan di atas, penulis tertarik untuk menganalisis cerpen yang berjudul Rumah Tuhan karya Aris Kurniawan Basuki sebagai cerpen pilihan Harian Kompas 2013 yang sudah dibukukan. Dalam kajian ini, penulis akan menganalisis cerpen tersebut dengan menggunakan pendekatan strukturalisme genetik sebagai alat untuk memahami isi cerpen yang dihubungkan dengan dunia pengarang sebagai latar belakang proses penciptaan karya tersebut. Dalam kajian ini, penulis membahas strukturalisme genetik yaitu fakta kemanusiaan, subjek kolektif, pandangan dunia, dan dialektika pemahaman-penjelasan. Di bagian penjelasan fakta kemanusiaan, penulis menjelaskan bertandang kepada orang sakit dari pandangan keyakinan dan kemanusiaan/sosial, fakta psikologis remaja dan kepatuhan seorang anak kepada orang tuanya, wanita dan karakternya serta laki-laki dan karakternya, dan gangguan dalam rumah tangga. Dalam pembahasan subjek kolektif, dinyatakan keadaan sosial dari suatu individu dalam anggota masyarakatnya. Dalam cerpen ini, tokoh ibu adalah sosok yang penuh gairah dalam mengamalkan ajaran agamanya, sekaligus memiliki rasa kemanusiaan terhadap sesamanya yakni menengok orang sakit. Sementara itu dalam pembahasan pandangan dunia, kebiasaan menengok orang sakit merupakan keadaan yang biasa orang-orang lakukan. Seperti sudah menjadi tradisi tersendiri ketika mendengar orang yang dikenal jatuh sakit, baik itu keluarga, saudara, tetangga, tokoh masyarakat, teman, dan lainnya maka orang akan menengoknya. Adapun pembahasan terakhir, yakni dialektika pemahaman-penjelasan, cerpen Rumah Tuhan karya Ak Basuki ini memberikan pemahaman kepada kita bahwa sebagai hamba Tuhan yang beriman kepada-Nya kita diharuskan untuk menjaga hubungan baik dengan Tuhan kita (habluminallah) maupun dengan sesama manusia (habluminannas).Kata Kunci: Cerpen Rumah Tuhan, strukturalisme genetik Authors are essentially members of society. His literary work is a description of life that is born from the social reality. Through literature, the author conveys general matters to specific matters and reveals taboo matters; which the audience does not discuss as if it becomes delicious dish for the reader. Literature can observe conditions that are not touched by physical views which sometimes deceive those who look. It is able to break through into sensitive matters that cannot be seen by the naked eye. Departing from the above steps, I am interested in analyzing the short story entitled Rumah Tuhan by Aris Kurniawan Basuki as the short story chosen by Kompas Daily 2013 which has been recorded. In this study, the author will analyze the short stories using a genetic structuralism approach as a tool of analysis in the short story content which is applied to the world of the author as the background for the development process of the work. In this study, the authors discuss genetic structuralism, namely human facts, collective subjects, world views, and the dialectic of understanding-explanations. In the part of human facts' explanation, the writer explains visiting the sick from the viewpoint of belief and humanity, the psychological and mental facts of a child to his parents, women and their characters, men and their characters, and domestic disturbances. In the discussion of the collective subject, it is stated the social condition of an individual in the story are members of society. In this short story, the mother character is a figure who is passionate about practicing her religious teachings, as well as a sense of humanity towards others, namely visiting the sick. Meanwhile, in discussing the world view, the habit of visiting the sick is in the circumstances that people usually do. As it has become an independent tradition when hearing people who are known to be sick, be it family, relatives, neighbors, community leaders, friends, and others, people will visit them. As for the final discussion, namely the dialectic of understanding, the short story Rumah Tuhan by Ak Basuki gives us an understanding that as servants of God who believe in Him we are required to maintain good relations with our Lord (habluminallah) and with fellow humans (habluminannas).Keywords: short stories of the House of God, genetic structuralism
PENGUATAN SASTRA MULTIKULTURAL SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI DI SEKOLAH DASAR Winda Amelia; Nurlinda Safitri; Arita Marini; Arifin Maksum
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.536 KB)

Abstract

Sastra multikultural berhubungan dengan perubahan masyarakat global dan lokal yang menjadi pluralistik. Pada bacaan sastra multikultural merespons kondisi pluralistik tersebut dan menginterpretasikannya dalam karya sastra, khususnya, pada bacaan sastra anak yang merujuk pada peningkatan kemampuan literasi dan komunikasi. Sastra multikultural berpotensi menjadi media komunikasi dan pendidikan karakter bangsa di Sekolah, yang mana, saat ini, para guru, pemerintah, dan penulis mengembangkannya. Lebih dari itu, sastra multikultural mampu melampaui batasan agama, etnis, bahasa, budaya, dan bangsa. Secara praktis, aktivitas kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler bisa menjadi medium untuk menyosialisasikan nilai-nilai multikultural melalui sastra. Lebih khusus lagi, sastra multikultural berpotensi menjadi media yang mempersatukan dan menggabungkan substansi lokal, nasional secara damai.Kata kunci: sastra, multikultural, sekolah dasar Novel literary works became one of the media for the author to channel ideas and ideas about the social conditions of the community in his day, because the novel is one of the works that can reflect the social conditions in society in detail. One issue that surfaced during the Dutch colonial period in Indonesia was racism. Pramoedya Ananta Toer's novel Bumi Manusia, one of the masterpiece literary works that discusses racism in colonial times. Research needs to be done to determine the extent of the practice of racism against Indonesian society by the Dutch colonizers. The approach used in the study is the Sociology of Literature with descriptive qualitative research methods. The results obtained, racism carried out by the Dutch colonials was not limited to just differentiating people based on skin color. However, the form of racism that appears in the novel up to the rights of people who are restricted by the colonial.Keywords: novels, bumi manusia, literary sociology, racism