cover
Contact Name
Aji Septiaji
Contact Email
ajiseptiaji@gmail.com
Phone
+6285294606969
Journal Mail Official
jurnaldiglosiaunma@gmail.com
Editorial Address
Jalan. K.H. Abdul Halim, No. 103, Kabupaten Majalengka
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Diglosia
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 25495119     EISSN : 25495119     DOI : -
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia tergabung dalam Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). Jurnal ini memuat artikel ilmiah penelitian dan gagasan konseptual atau kajian teoretis dalam bidang pendidikan, kebahasaan, dan kesusastraan Indonesia. Setiap artikel melalui peer review process. Adapun scope penelitian pada jurnal ini yaitu (1) sastra (teori, kritik, dan sejarah sastra); (2) Keterampilan dan pembelajaran sastra; (3) Keterampilan dan pembelajaran bahasa; (4) Analisis wacana; (5) Penelitian linguistik, sosiolinguistik, dan psikolinguistik; (6) Evaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (7) Kurikulum pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (8) Model atau media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (9) Kajian kebudayaan Indonesia; dan (10) penelitian lainnya yang relevan. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan FEBRUARI dan AGUSTUS.
Articles 297 Documents
ANALISIS NARATIF TERHADAP ALUR DAN PENOKOHAN DALAM CERPEN "KADO ISTIMEWA" KARYA SUWADJI SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS XI Ade Nurhasanah; Any Budiarti; Desti Fatin Fauziyyah
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.3 KB)

Abstract

Cerpen merupakan karya sastra berbentuk prosa yang berisi cerita ringkas, karena ceritanya ringkas cerpen dapat dibaca dalam waktu 15 menit saja.  Berdasarkan data yang ditemukan, dalam pembelajaran cepen peserta diidik kesulitan menentukan alur dan penokohan. Penelitian ini bertujun untuk menganalisis unsur alur dan penokohan dalam cerpen Kado Istimewa karya Suwadji, sekaligus mengetahui kebermanfaatannya sebagai alternatif bahan ajar pada peserta didik kelas XI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam analisis alur, cerpen Kado Istimewa karya Suwadji memuat orientasi, komplikasi, pencapaian konflik, puncak konflik, resolusi dan koda. Selain itu juga, memuat kaidah plausibilitas, suspen, surprise, dan kepaduan. Cerpen ini beralur  progresif, berjumlah tunggal, dan bersifat padat, dan dalam analisis penokohan, Berdasarkan peran terdapat 2 tokoh utama, 1 tokoh bawahan, 5 tokoh tambahan.  Berdasarkan fungsi penampilan, semua tokoh (8 tokoh) merupakan protagonis. Berdasarkan perwatakan, semua tokoh berwatak sederhana, dan berdasarkan berkembang atau tidaknya, semua tokoh adalah statis. Kemudian, semua tokoh dalam cerpen ini dilukiskan secara dramatik. Selanjutnya, cerpen ini dapat dijadikan sebgai alternatif pemilihan bahan ajar bahasa Indonesia di kelas XI, bahan ajar yang dibuat berdasarkan pada karakter dan kelayakan bahan ajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data dalam penelitian bukan berupa angka, melainkan narasi atau deskripsi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu kumpulan cerpen Kado Istimewa karya Suwadji yang diterbitkan oleh Telaga Ilmu dan buku penunjang lainnya. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui telaah pustaka, wawancara, dokumentasi dan analisis.                 Kata Kunci: Analisis, cerpen, alur, penokohan, bahan ajar
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM KOLABORATIF BERBANTUAN APLIKASI PENGOLAHAN KATA DARING Yeni Rostikawati; Restu Bias Primandhika; Aurelia Sakti Yani
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1460.194 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membantu mahasiswa dalam memahami mata kuliah Isu-Isu Global Pendidikan Bahasa dalam mempersiapkan isu-isu yang diminati untuk penelitian masing-masing mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Pada penelitian ini, flipped classroom didefinisikan sebagai salah satu metode pengajaran yang mengutamakan mahasiswa mempelajari materi pembelajaran terlebih dahulu kemudian didiskusikan pada saat jam mata kuliah berlangsung. Materi yang diberikan adalah berupa bab dari buku sumber, video presentasi kelompok dan video pembelajaran lainnya. Pada saat kelas tatap maya, pengajar meninjau kembali (review) materi, membahas tugas atau latihan, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan mahasiswa yang masih belum mengerti tentang materi yang diberikan. Sedangkan mahasiswa datang ke kelas diharapkan sudah mendapatkan pemahaman mengenai materi yang disampaikan. Metode ini dicoba diterapkan untuk mengatasi keterbatasan waktu yang diberikan untuk mata kuliah ini, yaitu hanya 1x seminggu selama 2 SKS perkuliahan (50 menit). Diharapkan dengan diimplementasikannya metode ini keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan belajar mengajar di kelas meningkat dan dapat dengan mudah memahami materi yang disampaikan.
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARANN MENULIS TEKS EKSPLANASI Ima Siti Rahmawati
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.254 KB)

Abstract

Menulis sebagai salah satu keterampilan dan penunjang kebutuhan ilmu pengetahuan yang merupakan hal vital bagi keberlangsungan hidup masyarakat. Mengacu terhadap pembelajaran di sekolah, keterampilan menulis dijadikan sebagai salah satu keterampilan yang dikaitkan dalam materi ajar bahasa Indonesia. Salah satu materi yang mengasah kemampuan menulis peserta didik yaitu materi teks eksplanasi. Pada artikel ini penulis bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan media audio visual dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi. Metode yang digunakan dalam pembahasan artikel ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Pada pembahasan artikel akan disajikan tentang media pembelajaran, media audio visual, pembelajaran teks eksplanasi dan penerapan media aduio visual dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi. Adanya penelitian ini diharapkan dapat dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan inovasi dalam menyampaikan materi ajar khususnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia.Kata kunci: media audio visual, pembelajaran menlis, teks eksplanasi  Writing as one of the skills and supporting the needs of science which is vital for the survival of the community. Referring to learning at school, writing skills are used as one of the skills associated with Indonesian language teaching materials. One of the materials that hone students' writing skills is explanatory text material. In this article, the author aims to describe the application of audio-visual media in learning to write explanatory texts. The method used in the discussion of this article is a qualitative descriptive method. In the discussion of the article will be presented about learning media, audio visual media, explanatory text learning and the application of audio visual media in learning to write explanatory texts. The existence of this research is expected to be able to help students to increase innovation in delivering teaching materials, especially in learning Indonesian. Keywords: audio visual media, writing learning, explanatory text.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MODUL ELEKTRONIK BERBASIS WEB MENGGUNAKAN APLIKASI EXE LEARNING Rianto Rianto; Dede Endang Mascita
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1907.95 KB)

Abstract

AbstrakKurangnya inovasi media pembelajaran saat pembelajaran jarak jauh saat pandemi yang dialami mahasiswa menjadi latar belakang penelitian ini. Kemajuan teknologi berbasis informasi dan teknologi memungkinkan pendidik dalam hal ini dosen untuk mengembangkan media pembelajaran jarak jauh bersifat mandiri lebih menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menjelaskan pembuatan produk media pembelajaran jarak jauh yang bersifat pembelajaran mandiri berupa modul elektronik berbasis web menggunakan aplikasi Exe Learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan model luther-sutopo yaitu terdiri dari tahap pengonsepan, perancangan, pengumpulan bahan, pembuatan, pengujian serta pendistribusian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah modul elektronik berbasis web menggunakan aplikasi Exe Learning sangat layak digunakan untuk subbab pembelajaran tentang aplikasi Exe Learning pada mata kuliah digitalisasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. AbstractThe lack of innovation in learning media during distance learning during the pandemic experienced by students became the background of this research. Advances in information and technology-based technology allow educators, in this case, lecturers, to develop distance learning media that is independent and more attractive. This study aims to develop and explain the manufacture of distance learning media products that are independent learning in the form of web-based electronic modules using the Exe Learning application. The method used in this research is research and development with the luther-sutopo model which consists of the stages of conception, design, collection of materials, manufacture, testing, and distribution. The results obtained from this research are that the web-based electronic module using the Exe Learning application is very suitable to be used for the learning sub-chapter on the Exe Learning application in the digitalization course for learning Indonesian language and literature.
MEMBANGUN POLA BERPIKIR KRITIS DI KALANGAN GURU SEKOLAH MENENGAH ATAS DALAM PEMBELAJARAN KREATIF Zulhafizh Zulhafizh
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.848 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi membangun pola berpikir kritis di kalangan guru sekolah menengah atas dalam pembelajaran kreatif. Cara ini sebagai upaya kreativitas guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Tindakan yang dilakukan untuk penelitian ini melalui metode deskripif terhadap berbagai fenomena yang ada pada data. Subjek penelitian merupakan guru-guru sekolah menengah atas yang berada di kota Pekanbaru dan kabupaten Kampar. Masing-masing wilayah diambil sampel yang seimbang, yaitu 54 guru sehingga total sampel 108 orang. Data dikumpulkan dengan angket berskala Likert. Hasil analisis menunjukkan pola berpikir kreatif di kalangan guru tingkat menengah melalui pembelajaran kreatif lebih banyak berorientasi pada usaha memberikan respon terhadap berbagai aktivitas dann masalah dalam pembelajaran, kemudian diikuti dengan membangun pemahaman dan pengetahuan siswa, berpikir yang dinamis, dan beradaptasi dalam menyelesaikan masalah. Kemudian, aspek menggunakan pemikiran literal, mencari alternatif kegiatan yang kreatif, dan melakukan hipotesis strategi pembelajaran tergolong rendah setingkat dibandingkan dengan empat poin sebelumnya. Namun demikian, sebagai orang yang berupaya mencerdaskan anak bangsa melalui bekal pengetahuan dan pengalaman, para guru sekolah menengah atas di kota Pekanbaru dan Kecamatan Kampar berada pada standar sangat tinggi dengan mean 4,14 dengan standar deviasi 0,628 dalam berpikir kritis. Keadaan ini menunjukkan para guru berupaya membangun pola berpikir kritis dalam menghadirkan pembelajaran kreatif.Kata kunci: berpikir kritis, guru, pembelajaran kreatif This study to describe strategies for building critical thinking patterns among high school teachers in creative learning. This method is an effort of teacher creativity in improving the quality of learning. Actions taken for this research are through descriptive methods of various phenomena that exist in the data. The research subjects were high school teachers in Pekanbaru city and Kampar district. Each region was taken with a balanced sample, namely 54 teachers so that the total sample was 108 people. Data were collected using a Likert scale questionnaire. The results of the analysis show that creative thinking patterns among middle-level teachers through creative learning are more oriented towards efforts to respond to various activities and problems in learning, then followed by building student understanding and knowledge, dynamic thinking, and adapting to solve problems. Then, the aspect of using literal thinking, looking for alternative creative activities, and hypothesizing learning strategies is low level compared to the previous four points. However, as people who seek to educate the nation's children through the provision of knowledge and experience, high school teachers in Pekanbaru City and Kampar District are at very high standards with a mean of 4.14 with a standard deviation of 0.628 in critical thinking. This situation shows the teachers are trying to build a pattern of thinking in presenting creative learning.Keywords: critical thinking, teacher, creative learning
EKSISTENSI KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI MASA PANDEMI COVID-19 Luthfia Annisa Zahra; Nur Ngaeni; Nur Syamsiyah
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.294 KB)

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk meneliti bagaimana proses pembelajaran jarak jauh yang saat ini dilakukan pada masa pandemi Covid-19. Sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah melarang semua jenjang pendidikan untuk melakukan pembelajaran tatap muka dan memberlakukan pembelajaran jarak jauh secara daring. Penggunaan teknologi digital dapat membantu pelajar untuk tetap memungkinkan melaksanakan proses pembelajaran di tempat yang berbeda-beda. Penggunaan K13 dalam masa pandemi juga membuat seluruh stakeholder sekolah bekerja sama untuk menjalankan kurikulum sesuai yang telah ditetapkan, terlebih dengan adanya perubahan di masa pandemi sekarang. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah kepustakaan, metode yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mempelajari data yang diambil dari berbagai sumber baik berupa buku maupun hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian yang didapatkan antara lain adanya berbagai hambatan yang terjadi saat pembelajaran jarak jauh dilakukan, penerapan K13 juga dapat berjalan lancar meskipun melalui berbagai perubahan metode yang menyesuaikan keadaan pandemi saat ini, serta pelaksanaan penilaian tetap seperti biasanya yakni afektif, kognitif, dan psikomotorik.Kata kunci: pembelajaran jarak jauh, K13, pandemi covid-19 This paper aims to examine how the distance learning process is currently carried out during the Covid-19 pandemic. In accordance with the circular issued by the Ministry of Education and Culture, the Government prohibits all levels of education to conduct face-to-face learning and enforce distance learning online. The use of digital technology can help students to still allow the learning process in different places. The use of K13 in the pandemic period also makes all school stakeholders work together to carry out the curriculum as has been established, especially with changes in the current pandemic period. The method used in writing this article is literature, a method that is done by collecting and studying data taken from various sources both in the form of books and the results of previous research. The results of the study obtained include various obstacles that occur when distance learning is carried out, the application of K13 can also run smoothly although through various changes in methods that adjust the current pandemic conditions, as well as the implementation of fixed assessments as usual, namely affective, cognitive, and psychomotor.Keywords: distance learning, K13, pandemic covid-19
REFLEKSI FEMINISME PADA TOKOH KATHERINE ARAGON DALAM NOVEL THE CONSTANT PRINCESS KARYA PHILIPPA GREGORY Eka Yuniar Ernawati; Nurul Fitriani
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.651 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang citra perempuan dalam novel “The Constant Princess” karya Philippa Gregory melalui perspektif feminisme. Novel ini bercerita tentang kisah nyata dari tokoh Katherine Aragon atau Catalina, Putri Spanyol, sebagai tokoh utama dimana pada awal cerita lahir dan hidup di Spanyol. Katherine Aragon mewakili penindasan perempuan yang memiliki pengalaman menerima aturan tradisi dalam sistem di negaranya. Sistem pertunangan, perkawinan, pemberian mas kawin dan patriarki adalah identitas tradisional sebagai seorang wanita yang hidup antara Spanyol dan Inggris pada abad 15-16. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data yang digunakan adalah kutipan yang diambil dari novel “The Constant Princess”. Penelitian ini mengkaji tentang kritik feminisme melalui tokoh Katherine Aragon guna menggambarkan penindasan perempuan yang terindentifikasi dari adanya relasi gender atas nama kesetaraan dengan laki-laki.Kata kunci: Identitas, diskriminasi, feminisme The point of this study is women’s image in the novel “The Constant Princess” by Philippa Gregory through feminism perspective. It is a true story which tells Catherine of Aragon or Catalina, Princess of Spain, as the main character who was born, and lived in Spain. Catherine of Aragon represents women’s oppression in which she has to accept the rules of tradition in her country system. The betrothal system of marriage, the dowry, and the patriarchal are the traditional identities of hers as a woman who lives in between the Spain and England in the 15-16 century. This research uses qualitative approach with the primary source is based on the novel “The Constants Princess” by Philippa Gregory. This study explains about the critics of feminism through the main character, Catherine of Aragon in which it will show how women’s oppression is related to the gender in the name of equality with the men.Keywords:  Identity, discrimination, feminism
MITOS DALAM KUMPULAN PROSA KISDAP PILANGGUR KARYA HATMIATI MASY'UD Muhammad Yunus; Sri Normuliati; M. Ridha Anwari
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.46 KB)

Abstract

Kumpulan kisah berbahasa Banjar tidak bisa dipisahkan dengan mitos-mitos yang hadir di dalamnya. Mitos yang mengiringi kehidupan masyarakan Banjar diyakini kebenarannya dan mempengaruhi tingkah laku masyarakat seperti yang terdapat dalam kisah-kisah pendek yang Pilanggur karya Hatmiati Masy’ud. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan mitos-mitos yang ada pada masyarakat Banjar dalam kumpulan cerita Pilanggur Karya Hatmiati Masy’ud. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data-data yang dikumpulkan berupa kata-kata, frasa, kalimat, dialog para tokoh dan paragraf yang berhubungan dengan mitos masyarakat Banjar. Setelah data terkumpul, data akan dianalisis. Hasil penelitian mendeskripsikan mitos masyarakat Banjar diantaranya tentang kapuhunan, tambun (hantu air), hantu api, sanja kuning, dan pilanggur. Kapuhunan adalah gangguan makhluk halus bagi anak kecil/bayi yang salah satunya diakibatkan karena melewati tempat pekuburan. Kemunculan tambun (hantu air) dijadikan pertanda bahwa sungai sedang meminta tumbal. Hantu api juga menjadi pertanda bahwa akan ada bencana kebakaran. Sanja kuning juga berarti larangan bagi anak-anak untuk bermain di luar rumah. Pada saat sanja kuning, dihubungkan dengan hal-hal yang tidak baik seperti penyakit, hantu, dan santet. Pilanggur dianggap sebagai salah satu penyebab perempuan tidak kunjung menikah karena pada sore hari duduk di depan pintu.Kata kunci : mitos, masyarakat banjar, pilanggur, hatmiati masy’ud The collection of stories in Banjarese cannot be separated from the myths that are present in it. The myths that accompany the life of the Banjar people are believed to be true and affect people's behavior as contained in the short stories Pilanggur by Hatmiati Masy'ud. This study aims to reveal the myths that exist in the Banjar community in the collection of Pilanggur stories by Hatmiati Masy'ud. This research is included in qualitative research with descriptive method. The data collected were in the form of words, phrases, sentences, dialogues of the characters and paragraphs related to the myths of the Banjar people. After the data was collected, the data will be analyzed. The results of the study describe the myths of the Banjar people including the kapuhunan, tambun (water ghost), fire ghost, yellow sanja, and pilanggur. Kapuhunan is a disturbance of spirits for small children/babies, one of which is caused by passing through a cemetery. The appearance of tambun (water ghost) is used as a sign that the river is asking for sacrifice. The fire ghost is also a sign that there will be a fire disaster. Yellow sanja also means a prohibition for children to play outside the house. At the time of yellow sanja, associated with things that are not good such as disease, ghosts, and witchcraft. Pilanggur is considered as one of the causes of women not getting married because in the afternoon they sit in front of the doorKeywords: Myth, Banjar people, Pilanggur, Hatmiati Masy'ud
VARIASI BAHASA DALAM TUTURAN TNI ANGKATAN UDARA SATUAN RADAR 222 JOMBANG: KAJIAN SOSIOPRAGMATIK Diana Mayasari; Yulianah Prihatin
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1479.686 KB)

Abstract

Kemunculan variasi bahasa dalam masyarakat merupakan keheterogenan penutur dan kedinamisan bahasa, seperti variasi yang terdapat pada tuturan TNI angkatan udara satuan radar (TNI AU SATRAD) 222 Jombang. Bahasa dalam militer dikenal dengan bahasa yang beku, formal, dan resmi, namun hal ini berbeda dengan variasi bahasa pada tuturan TNI tersebut. Ara anggota memiliki jargon yang hanya dipahami oleh anggota satuan tersebut. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pembentukan dan makna tindak tutur pada jargon angkatan Udara tersebut. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan grounded teori. Sumber penelitian adalah tuturan anggota TNI AU SATRAD 222 Jombang, data adalah tuturan yang di dalamnya terdapat jargon. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dokumentasi, transkrip, dan FGD. Instrument yang digunakan adalah catatan lapangan, table identifikasi dan klasifikasi data. Teknik analisis data dengan seleksi data memakai teknik coding, analisis data berdasarkan teori, dan penarikan kesimpulan berupa teori yang bersumber dari data. Keabsahan data diuji dengan teknik trianggulasi sumber data yakni informan, metode pengambilan, dan teori yang digunakan, pemeriksaan teman sejawat dan ekspert jugdmen. Hasil penelitian pembentukan jargon berasal dari bahasa Indonesia yang telah berubah maknanya, proses morfologis, dan akronimisasi, sedangkan tindak tutur yang ditemukan adalah bentuk asertif berupa penjelasan dan direktif berupa kalimat Tanya yang berfungsi memerintah dengan menerapkan kesantunan dan kesopanan. Pembentukan jargon dan tindak tuturnya diharapkan dapat berimplikasi terhadap pendidikan bahasa Indonesia, BIPA dan UKBI.Kata Kunci: jargon, pembentukan jargon, tindak tutur The emergence of language variations in society is a result of the heterogeneity of speakers and the dynamics of the language, such as the variations found in the speech of the Indonesian Air Force radar unit (TNI AU SATRAD) 222 Jombang. The language in the military is known as frozen, formal, and official language, but this is different from the language variations in the TNI speech. Ara members have jargon that only members of the unit understand. The purpose of the study was to describe the formation and meaning of speech acts in the Air Force jargon. This type of research is qualitative with a grounded theory approach. The source of the research is the speech of members of the Indonesian Air Force SATRAD 222 Jombang, the data is speech that contains jargon. Data collection techniques were interviews, observations, documentation, transcripts, and FGDs. The instruments used are field notes, table identification and data classification. Data analysis techniques with data selection using coding techniques, data analysis based on theory, and drawing conclusions in the form of theories sourced from data. The validity of the data was tested using the triangulation technique of data sources, namely the informant, the method of retrieval, and the theory used, peer examination and expert judgment. The results of the research on the formation of jargon come from Indonesian which has changed its meaning, morphological processes, and acronyms, while the speech acts found are assertive forms in the form of explanations and directives in the form of interrogative sentences which function to command by applying politeness and politeness. The formation of jargon and speech acts is expected to have implications for Indonesian language education, BIPA and UKBI.Keywords: jargon, jargon formation, speech act 
MISREPRESENTASI AKTOR PEREMPUAN PADA SURAT KABAR JAWA POS Deden Sutrisna
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1838.612 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan ketidakbenaran penggambaran aktor perempuan yang ada pada wacana media Jawa Pos. Sumber data menggunakan dua wacana sebagai bahan perbandingan dalam merepresentasikan aktor perempuan, yang pertama yaitu surat kabar dari redaksi Jawa Pos berjudul Marahi Suami Mabuk, Perempuan Dituntut 1 Tahun Penjara, Ini Kata Pakar sebagi pihak yang memojokkan aktor perempuan. Kedua yaitu surat kabar dari redaksi Detik berujudul Minta Keadilan, Valencya: Masih Layakkah Saya Dijadikan Narapidana sebagai pihak yang membela aktor perempuan. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif yaitu metode yang biasa digunakan untuk memahami pesan simbolik dari suatu wacana atau teks, dalam hal ini ialah teks-teks berita. Dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis yang berfokus pada teori Teun van Dijk, yang menggambarkan tiga aspek yaitu struktur makro, super struktur dan struktur mikro. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian ini, diantaranya (a) mencari dua sumber data berupa wacana media yang pro dan kontra terhadap aktor perempuan, (b) membaca dan memahami dua sumber data yang diperoleh, (c) melakukan analisis teks berdasarkan teori Teun van Dijk pada dua wacana media yang bersumber dari surat kabar rekadsi Jawa Pos dan surat kabar redaksi Detik, dan (d) pemaparan misrepresentasi atau ketidakbenaran penggambaran aktor perempuan yang ada pada wacana media Jawa Pos. Hasil penelitian ini adalah ditemukan bahwa redaksi Jawa Pos dalam memberitakan kasus ini cenderung melakukan supremasi hukum—upaya menegakkan dan memosisikan hukum pada tingkatan tertinggi—pada wacana beritanya dengan cara melakukan misrepresentasi terhadap aktor perempuan.Kata kunci: analisis wacana kritis, wacana media, Jawa Pos.  This study aims to explain the untruth of the depiction of female actors in the Jawa Pos media discourse. The data source uses two discourses as comparison material in representing female actors, the first is a newspaper from the Jawa Pos editorial team entitled Marahi Husband Drunk, Woman Sueded for 1 Year in Prison, This is the Expert's Word as a party that corners female actors. The second is a newspaper from Detik's editor with the title Request for Justice, Valencya: Is it still worthy of me to be made a prisoner as a party defending female actors. This study uses a qualitative content analysis method, which is a method commonly used to understand the symbolic message of a discourse or text, in this case news texts. By using a critical discourse analysis approach that focuses on Teun van Dijk's theory, which describes three aspects, namely macro structure, super structure and micro structure. The stages carried out in this research include (a) looking for two sources of data in the form of media discourses that are pro and contra towards female actors, (b) reading and understanding the two sources of data obtained, (c) conducting text analysis based on the theory of Teun van Dijk on two media discourses sourced from the Jawa Pos newspaper and the Detik editorial newspaper, and (d) the presentation of misrepresentations or untruths in the depiction of women actors in the Jawa Pos media discourse. The results of this study were found that the Jawa Pos editor in reporting this case tended to carry out the rule of law—an effort to enforce and position the law at the highest level—in its news discourse by misrepresenting women actors. Keywords: critical discourse analysis, media discourse, Jawa Pos.