cover
Contact Name
Aji Septiaji
Contact Email
ajiseptiaji@gmail.com
Phone
+6285294606969
Journal Mail Official
jurnaldiglosiaunma@gmail.com
Editorial Address
Jalan. K.H. Abdul Halim, No. 103, Kabupaten Majalengka
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Diglosia
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 25495119     EISSN : 25495119     DOI : -
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia tergabung dalam Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). Jurnal ini memuat artikel ilmiah penelitian dan gagasan konseptual atau kajian teoretis dalam bidang pendidikan, kebahasaan, dan kesusastraan Indonesia. Setiap artikel melalui peer review process. Adapun scope penelitian pada jurnal ini yaitu (1) sastra (teori, kritik, dan sejarah sastra); (2) Keterampilan dan pembelajaran sastra; (3) Keterampilan dan pembelajaran bahasa; (4) Analisis wacana; (5) Penelitian linguistik, sosiolinguistik, dan psikolinguistik; (6) Evaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (7) Kurikulum pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (8) Model atau media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (9) Kajian kebudayaan Indonesia; dan (10) penelitian lainnya yang relevan. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan FEBRUARI dan AGUSTUS.
Articles 297 Documents
KEEFEKTIFAN ALAT PENILAIAN MEMBACA PEMAHAMAN BERBANTUAN APLIKASI TESTMOZ R. Mekar Ismayani; Yesi Maylani Kartiwi
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.41 KB)

Abstract

Salah satu dampak revolusi industri 4.0 dalam bidang pendidikan yaitu proses penilaian yang memanfaatkan media ICT. Penilaian memiliki posisi yang strategis dalam usaha peningkatan kualitas pembelajaran dan lulusan pendidikan pada tiap jenjang sekolah. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan keefektifan alat penilaian membaca pemahaman berbantuan aplikasi testmoz pada siswa SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan tes dan nontes berupa angket, validasi ahli serta populasi sampel sebanyak 100 siswa SMK kelas XI. Berdasarkan hasil pengolahan uji coba soal bahwa 30 soal membaca pemahaman layak digunakan untuk siswa kelas XI, dengan validasi ahli baik, serta realibilitas sangat tinggi, dan tingkat kesukaran proporsional. Sementara, dari hasil angket diperoleh nilai rata-rata 73%. Dengan demikian dapat disimpulkan penggunaan aplikasi testmoz memberikan suasana baru dalam ujian, serta 30 soal membaca pemahaman sudah sesuai dengan indikator membaca pemahaman dan efektif digunakan sebagai alat penilaian untuk membaca pemahaman.Kata Kunci: alat penilaian, membaca pemahaman, aplikasi testmoz
ANALISIS WACANA KRITIS YOUTUBE PROGRAM UMKM PILIHAN MGDALENAF DI MASA PANDEMI COVID-19 Nunik Hariyanti; Fitrinanda An Nur; Rifdah Zulfa Ghinah Nabila
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2369.384 KB)

Abstract

Penelitian ini berfokus pada bagaimana wacana bantu usaha kecil mikro, kecil dan menengah (UMKM) saat pandemi Covid-19 pada tayangan food vlogger Mgdalenaf. UMKM menjadi sorotan karena menjadi sektor penting dalam perekonomian Indonesia yang terdampak oleh pandemi Covid-19. Salah satu food vlogger Indonesia dengan pengikut hampir 4 juta di kanal YouTube. Sejak akhir tahun 2020, Mgdalenaf menayangkan program bantu UMKM di daerah Jabodetabek. Pada tahun 2021 ini Mgdalenaf dan tim berupaya untuk menjangkau lebih luas lagi UMKM yang terdampak Pandemi Covid-19 di Jawa-Bali. UMKM sendiri adalah tonggak perekonomian Indonesia karena 60% PDB Indonesia berasal dari UMKM. Wacana bantu UMKM melalui tayangannya. peneliti bertujuan untuk mengungkap wacana kritis yang diangkat kreator tayangan food vlogger Mgdalenaf terkait isu bantu UMKM menggunakan analisis wacana kritis van Dijk melalui tiga komponen analisis yaitu teks, kognisi sosial dan analisis sosial. Hasil dari penelitian ini, teks menggambarkan pengalaman-pengalaman UMKM di tengah Pandemi Covid-19. Dalam konteks kognisi sosial, kreator memiliki peran untuk ikut bergerak membantu UMKM yang terdampak. Sedangkan analisis sosial yang diangkat merupakan dominasi wacana yang ada di masyarakat yaitu UMKM adalah representasi dari perekonomian kelas menengah bawah yang saat ini sulit untuk melakukan prosesn produksi, distribusi dan konsumsi. Selain itu, wacana yang muncul adalah membangkitkan kembali UMKM sebagai penggerak perekonomian masyarakat dan perempuan juga mampu berkontribusi dalam jalannya perekonomian. Kata Kunci: foodvlogger, mgdalenaf, umkm, vandijk, wacana, youtube This research focuses on how the discourse of helping small, small, and medium enterprises (MSMEs) during the Covid-19 pandemic is shown on the food vlogger Mgdalenaf. MSMEs are in the spotlight because they are an important sector in the Indonesian economy that has been affected by the Covid-19 pandemic—one of the Indonesian food vloggers with almost 4 million followers on the YouTube channel. Since 2020, Mgdalenaf has broadcast programs to help MSMEs in the Jabodetabek area. In 2021, Mgdalenaf and his team tried to reach a broader range of MSMEs affected by the Covid-19 pandemic in Java-Bali. MSMEs themselves are the pillars of the Indonesian economy because 60% of Indonesia's GDP comes from MSMEs. The discourse of helping SMEs through its broadcasts. The researcher aims to reveal the critical discourse raised by the creator of the food vlogger Mgdalenaf related to the issue of helping MSMEs using van Dijk's critical discourse analysis through three components of analysis, namely text, social cognition, and social analysis. The results of this study describe the experiences of SMEs amid the Covid-19 Pandemic. In social cognition, creators have a role to play in helping the affected MSMEs. While the social analysis that is raised is the dominance of the existing discourse in society, namely UMKM represents the lower-middle-class economy, which is currently challenging to carry out the production, distribution, and consumption processes. In addition, the discourse that emerged was to revive MSMEs as a driver of the community's economy. Keywords: critical discourse analysis, foodvloger, mgdalenaf, vandijk, youtube
BERPIKIR KREATIF DALAM MENULIS TEKS EKSPOSISI M. Nur Hakim; Marlina Bakri
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.504 KB)

Abstract

Pembelajaran menulis teks eksposisi merupakan salah satu kegiatan yang dapat membantu mahasiswa dalam berlatih menulis secara ilmiah. Namun kenyataan yang terjadi sebagian besar mahasiswa masih terkendala dalam memilih topik dan mengembangkan tulisan secara utuh. Salah satu langkah yang dapat dilakukan ialah melatih kemampuan berpikir secara kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dalam menulis teks eksposisi. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini ialah  berupa hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran menulis teks eksposisi dengan menerapkan tiga indikator kemampuan berpikir kreatif yang mencakup kelancaran, keluwesan, dan keaslian ide. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mahasiswa mampu mengembangkan tulisan teks eksposisi melalui tahapan berpikir kreatif. Hal tersebut terlihat dari tulisan yang dihasilkan oleh setiap kelompok melalui ide-ide baru mulai dari pemilihan tema, judul, hingga pengembangan tulisan teks eksposisi. Tema yang dipilih difokuskan pada kearifan lokal Sulawesi Selatan dengan tema makanan khas daerah, kearifan budaya, hingga pemaparan rumah adat Luwu.Kata kunci: pembelajaran menulis, berpikir kreatif, teks eksposisi Learning to write expository texts is one of the activities that can help students practice writing scientifically. However, the reality is that most students are still constrained in choosing a topic and developing their writing as a whole. One of the steps that can be taken is to train creative thinking skills. This study aims to describe students' creative thinking skills in writing exposition texts. The method used is descriptive qualitative. The data in this study is in the form of observations on the learning process of writing expository texts by applying three indicators of creative thinking skills which include fluency, flexibility, and originality of ideas. The results of the study revealed that students were able to develop expository text writing through the stages of creative thinking. This can be seen from the writings produced by each group through new ideas ranging from choosing themes, titles, to developing exposition texts. The theme chosen was focused on local wisdom of South Sulawesi with the theme of regional specialties, cultural wisdom, to the presentation of the Luwu traditional house.Keywords: learning writing, creative thinking, exposition text
MAKNA SYAIR LEDI TUA PADA MASYARAKAT KABUPATEN ROTE NDAO Ronni Marthen Ndun
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.572 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menemukan, menganalisis dan mendeskripkan makna syair ledi tua agar dapat dijadikan sebagai pedoman hidup masyarakat Rote Ndao. Disamping itu sebagai upaya menjaga dan melestarikan kearifan lokal masyarakat setempat terhadap ancaman kepunahan akibat tuntutan modernisasi dan globalisasi. Keterampilan menyadap lontar (ledi tua) oleh leluhur yang diwariskan secara turun-temurun perlahan mulai tergerus akibat gengsi generasi muda Rote Ndao dengan alasan tidak atau kurang kekinian. Mereka lebih memilih menjadi tukang ojek, buruh, kurir, dan sebagainya bahkan di negeri rantauan. Kalaupun masih ada segelintir orang muda Rote Ndao yang tertarik untuk menyadap lontar namun tidak lagi disertai dengan syair. Padahal syair ledi tua tidak saja bernuansa estetis namun mengandung berbagai makna atau pesan kehidupan yang mestinya dihayati dan diamalkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa makna yang terkandung  dalam syair ledi tua adalah makna religius yang merujuk kepada ketaatan dan keyakinan kepada Tuhan sebagai kausaprima, makna didaktis yang menekankan pada bagaimana bersikap dan berperilaku dalam konteks kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat, makna sosiologis bertautan dengan hubungan antar individu dalam konteks kehidupan bermasyarakat, makna ekonomis bertautan dengan pengungkapan informasi mengenai sistem ekonomi dan mata pencarian masyarakat Rote yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, makna politis sebagai ajang mengingatkan dan membangkitkan semangat juang masyarakat Rote Ndao bahwa untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik perlu perjuangan dan kerja keras serta ketekunan, kegigihan dan kedisiplinan, dan makna reflektif membimbing masyarakat pemiliknya untuk menghargai gagasan dan nilai kebenaran. Melalui syair ledi tua masyarakat disadarkan pentingnya penghormatan kepada Tuhan dan sesama.
TINDAK TUTUR PADA BAHASA PROMOSI (ENDORSEMENT) DI INSTAGRAM Melisa Sheila; Gallant Karunia Assidik
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.135 KB)

Abstract

Various kinds of media are used as a place of promotion today, one of which is Instagram. The contributing factor is the emergence of a large impact which is often called an influencer with diverse speech or speech acts and attracts the attention of the speech partner with their respective promotional language strategies. This study has a purpose, namely (1) finding the form of promotional language speech acts (endorsement) onInstagram (2) describing the forms of promotional language speech acts onInstagram (endorsement). The type of research used The type of research used is qualitative research using descriptive methods in describing the data found. The data from this research is using qualitative data, which is the speech act data of influencers the selected. While the data source is taken from the speech acts of the influencers onInstagram that have been selected. In this study using data collection techniques documentation and observation. Documentation technique is done by listening, reading, and speaking methods. For data validation used theory triangulation. The results of this study indicate that there are (1) 6 data of assertive speech acts (2) 10 data of directive speech acts (3) 4 data of expressive speech acts (4) 10 data of commissive speech acts. In the deepest assertive speech act suggesting, in the directive speech act there is a recommending and commanding speech act, in the expressive speech act there is a praising speech act and a commissive speech act there is an offering commissive speech act. Of speech acts assertive in endorsing there are a number of 6, totaling 10 directive speech acts, expressive speech acts amounted to 4, and the speech act 10.jumlah Komis as many as the entire data totaling 30 types of speech acts that are often used in the promotion of (endorsement) is a follow directive speech and commissive speech acts, can be seen in the table of directive and commissive speech acts, each totaling 10.
ANALISIS PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA DUA TAHUN DARI SEGI SINTAKSIS MENGGUNAKAN KAJIAN MEAN LEIGHT OF UTTERENCE (MLU) Muhammad Rizqi Fatahilah; Hendra Setiawan
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1360.021 KB)

Abstract

Bahasa merupakan sistem arbiter yang digunakan manusia untuk berkomunikasi. Manusia saling memahami satu sama lain dari bahasa yang diucapkannya. Penelitian ini dilakukan pada seorang anak yang berusia dua tahun. Anak ini bernama Ziyad Zafran Nugraha anak dari Bapak Heldi Nugraha dan Ibu Yati. Penelitian dilakukan untuk melihat kemampuan anak tersebut dalam berbicara dalam tiap ujarannya. Penelitian ini menggunakan teknik kajian Mean Length of Unterenncce (MLU). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara merekam kata-kata yang disampaikan oleh si anak dengan menggunakan telepon genggam. Metode yang digunakan adalah metode sadap dan catat, kemudian hasil rekaman dituliskan dan dianalisis. Cara menganalisis dengan melihat morfem dan sintaksis yang dipakai oleh anak.Kata kunci: Pemerolehan bahasa, Mean Length of Unterenncce (MLU), Morfem Language is an arbitrary system used by humans to communicate. Humans understand each other from the language they speak. This study was conducted on a child who was two years old. This child is named Ziyad Zafran Nugraha, the son of Mr. Heldi Nugraha and Mrs. Yati. The study was conducted to see the child's ability to speak in each utterance. This research uses the Mean Length of Unterence (MLU) study technique. The data collection technique was done by recording the words conveyed by the child using a mobile phone. The method used is the tapping and recording method, then the recording results are written down and analyzed. How to analyze by looking at the morphemes and syntax used by children.Keywords: Language acquisition, Mean Length of Unterence (MLU), Morpheme
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA KULIAH MORFOLOGI BAHASA INDONESIA BERBASIS ANDROID Asep Hidayatullah
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1192.337 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pengembangan bahan ajar mata kuliah morfologi bahasa Indonesia berbasis android; dan (2) mengetahui kelayakan bahan ajar mata kuliah morfologi bahasa Indonesia berbasis android. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian adalah metode R & D (Research and Development). Tahapan dalam penelitian ini dimulai dari mengkaji potensi dan masalah, mengumpulkan data, membuat desain produk, memvalidasi desain produk, merevisi produk, dan menguji coba produk. Hasilnya, bahan ajar ini terdiri atas tiga bagian, yaitu pengantar, isi, dan kontak. Pada bagian pengantar terdiri atas info aplikasi bahan ajar dan pengenalan materi morfologi. Bagian isi terdiri atas lima konten, yaitu konten paparan awal proses morfologis, afiksasi, reduplikasi, komposisi, dan abreviasi. Pada bagian akhir, disediakan konten yang berisi kontak peneliti. Hasil penilaian menunjukkan bahwa bahan ajar mata kuliah morfologi bahasa Indonesia yang dikembangkan masuk dalam kategori baik dengan perolehan skor rata-rata 3,66 dengan nilai B dan tingkat kelayakan 73,27%. Dengan demikian, bahan ajar mata kuliah morfologi bahasa Indonesia yang dikembangkan layak digunakan.
PERJUANGAN KARAKTER UTAMA MINTY MELAWAN DISKRIMINASI RASIAL DALAM NASKAH FILM "HARRIET" Yoga Pratama; Anna Al Adawiyah L
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.52 KB)

Abstract

Naskah film adalah cetak biru yang ditulis untuk film atau acara televisi. Naskah dapat dihasilkan dalam bentuk olahan asli atau adaptasi dari penulisan yang sudah ada seperti hasil sastra. Seperti jurnal ini mengangkat isu sosiologis diskriminasi rasial yang dialami oleh orang kulit hitam yang ditampilkan dalam naskah film Harriet. Dalam naskah ini mengangkat kisah nyata dari adanya isu diskriminasi ras yang dilakukan orang kulit putih pada era 1800. Karakter utama dalam skrip ini, Minty (Harriet), berjuang untuk menemukan kebebasannya dan melarikan diri dari perbudakan yang dia alami. Hal ini membuat Minty (Harriet) terus berjuang membantu dan juga membebaskan diri dari perbudakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melalui pendekatan teori Rasisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam naskah film Harriet karya Gregory Allan Howard ditemukan beberapa isu rasisme. Jenis rasisme seperti diskriminasi, ketidakadilan, warna kulit, segregasi dan perbudakan sebagian besar didominasi. Selain itu, orang kulit hitam juga mengalami tindakan rasis seperti penindasan, kematian, kelaparan, dan kematian yang membawa dampak buruk bagi kehidupan mereka. Dapat diasumsikan bahwa naskah ini menyajikan potret bagaimana kulit putih memperlakukan orang kulit hitam secara tidak adil.Kata kunci: Rasisme, Perbudakan, Pendekatan Sosiologi, Diskriminasi Ras A film script is a blueprint written for a film or television show. Manuscripts can be produced in the form of original processing or adaptations of existing writing such as literary results. For example, this journal raises the sociological issue of racial discrimination experienced by black people which is shown in the Harriet film script. This script is based on the true story of the issue of racial discrimination by white people in the 1800s. The main character in this script, Minty (Harriet), struggles to find her freedom and escape from the slavery that she experienced. This makes Minty (Harriet) continue to struggle to help other black people and also release herself from slavery. The method of research using qualitative method through a racism theory approach. The results showed that in the script for the film Harriet by Gregory Allan Howard, several issues of racism were found. Types of racism such as discrimination, injustice, skin colour, segregation and slavery are mostly dominated. In addition, black people also experience racist acts such as oppression, death, starvation, and death that have a negative impact on their lives. It can be assumed that this manuscript presents a portrait of how white people treated black people unfairly.Keyword: Racism, Slavery, Sociology Approach, Racial Discrimination
ANALISIS WACANA KRITIS MODEL VAN DIJK PADA BERITA ONLINE KASUS PERUNDUNGAN DAN PELECEHAN SEKSUAL DI KPI Hafizah Hafizah; Yumna Rasyid; Miftahulkhairah Anwar
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.859 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana kasus perundungan dan pelecehan seksual yabg dimuat pada portal berita online BBC News Indonesia tanggal 10 September 2021 dengan tajuk Korban Dugaan Pelecehan Seksual di KPI, Kasus yang Berulang di Lembaga Negara,’Kita Hanya Sibuk seperti Pemadam Kebakaran’. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif menggunakan model analisis wacana kritis yang dikembangkan oleh Teun A. van Dijk. Subjek penelitian adalah portal berita online BBC News Indonesia dengan objek penelitiannya berupa wacana perundungan dan pelecehan seksual pegawai KPI. Data diperoleh dengan cara dokumentasi wacana yang ada pada portalberita online BBC News Indonesia yang berhubungan dengan wacana perundungan dan pelecehan seksual pegawai KPI. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat tiga elemen di dalam wacana berita, yaitu elemen teks, elemen kognisi sosial, dan elemen konteks sosial. Pada dimensi teks, terdapat struktur makro/tematik tentang tema teks berita, superstruktur/skematik tentang susunan teks berita yang ditampilkan, dan struktur mikro makro tentang unsur semantik (latar, detil, maksud, praanggapan), sintaksis (koherensi, bentuk kalimat, dan kata ganti), stilistika berupa leksikon, dan retoris (grafis dan metafora). Pada dimensi kognisi sosial berhubungan dengan sikap mental wartawan dalam menulis berita, dan konteks sosial berupa pandangan masyarakat terhadap teks berita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat tiga dimensi analisis wacana menurut Teun A. van Dijk di dalam teks berita Korban Dugaan Pelecehan Seksual di KPI, Kasus yang Berulang di Lembaga Negara,’Kita Hanya Sibuk seperti Pemadam Kebakaran, yaitu dimensi teks, dimensi kognisi sosial, dan dimensi konteks sosial.Kata Kunci: analisis wacana kritis, berita online, Model Teun A. van Dijk  This study aims to analyze the discourse on cases of bullying and sexual harassment published on the online news portal BBC News Indonesia on September 10, 2021 with the title Victims of Alleged Sexual Harassment at KPI, Recurring Cases in State Institutions, 'We are just as busy as firefighters'. The research method used is descriptive qualitative method using a critical discourse analysis model developed by Teun A. van Dijk. The research subject is the online news portal BBC News Indonesia with the object of research in the form of discourse on bullying and sexual harassment of KPI employees. The data was obtained by documenting discourses on the online news portal BBC News Indonesia related to discourses on bullying and sexual harassment of KPI employees. The results of the research note that there are three elements in news discourse, namely text elements, social cognition elements, and social context elements. In the text dimension, there is a macro/thematic structure about the theme of the news text, a superstructure/schematic about the arrangement of the news text that is displayed, and a microstructure about semantic elements (background, details, intent, presuppositions), syntax (coherence, sentence form, and pronouns), stylistics in the form of lexicon, and rhetorical (graphics and metaphors). The social cognition dimension relates to the mental attitude of journalists in writing news, and the social context in the form of people's views on news texts. The conclusion of this study is that there are three dimensions of discourse analysis according to Teun A. van Dijk in the news text of Victims of Alleged Sexual Harassment at KPI, Recurring Cases in State Institutions, 'We Are Just Busy Like Firefighters, namely the text dimension, the dimension of social cognition, and dimensions of social contex.Keyword: critical discourse, analysis, online news, Teun A. van Dijk’s Model 
DINAMIKA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA ANAK TUNAWICARA RINGAN PADA SEKOLAH MENENGAH LUAR BIASA: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK Ona Diana Bani
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.421 KB)

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia anak tunawicara ringan di SMLB dituntut untuk bisa mencapai empat aspek keterampilan berbahasa diantaranya keterampilan membaca, menulis, menyimak dan berbicara. Saat pembelajaran Bahasa Indonesia anak tunawicara ringan di SMLB sering mengalami kendala berkomunikasi dengan guru, hal ini disebabkan karena perkembangan bahasa anak tunawicara ringan sangat berkaitan erat dengan indra pendengaran. Penelitian ini perlu dilakukan untuk mendeskripsikan dinamika pembelajaran Bahasa Indonesia anak tunawicara ringan di SMLB. Teori yang digunakan adalah teori psikolinguistik dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat masalah-masalah yang dialami anak tunawicara ringan saat belajar Bahasa Indonesia yaitu anak tunawicara ringan sulit berkomunikasi dengan guru saat belajar, siswa bosan dan jenuh saat belajar Bahasa Indonesia karena guru hanya berceramah, sehingga solusi terhadap masalah pembelajaran Bahasa Indonesia anak tunawicara ringan di SMLB yaitu saat pembelajaran Bahasa Indonesia sebaiknya guru lebih banyak menggunakan komunikasi secara oral dan isyarat, media pembelajaran sangat penting untuk menarik perhatian anak tunawicara ringan saat belajar Bahasa Indonesia seperti gambar, rekaman audio visual, teks tulis, media cetakan dan memilih metode saat belajar Bahasa Indonesia disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan anak tunawicara ringan seperti metode oral, metode isyarat, metode demonstrasi, metode menulis dan metode face to face.