cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 224 Documents
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI KIMIA LARUTAN PENYANGGA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI SMA DI KARANGANYAR Sarry Saraswaty; Mohammad Masykuri; Sri Mulyani
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i2.31822

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan modul yang mempunyai beberapa tujuan yaitu pertama, mengembangkan modul pembelajaran kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi Larutan Penyangga untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Kedua, menganalisis kualitas modul pembelajaran kimia berbasis inkuiri terbimbing materi Larutan Penyangga  yang dikembangkan. Ketiga, mengetahui efektivitas modul pembelajaran kimia berbasis inkuiri terbimbing materi Larutan Penyangga untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Terakhir, mengetahui peningkatan hasil belajar kimia siswa melalui modul kimia berbasis inkuiri terbimbing materi Larutan Penyangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama,  modul dapat  meningkatkan keterampilan berpikir kritis sisw. Kedua, kategori modul adalah sangat baik dan layak digunakan oleh siswa dan guru. Ketiga, pembelajaran menggunakan modul efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Terakhir, pembelajaran menggunakan modul dapat meningkatkan hasil belajar aspek pengetahuan siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN TPACK (TECHNOLGICAL, PEDAGOGICAL, AND CONTENT, KNOWLEDGE) GURU BIOLOGI SMA DALAM MENYUSUN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH Joko Suyamto; Mohammad Masykuri; Sarwanto Sarwanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41381

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa dijadikan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru. Untuk bisa mewujudkan hal tersebut, seorang guru perlu memahami dan mimiliki kemampuan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) yang merupakan pengembangan dari Pedagogical Content Knowledge (PCK)-nya Shulman (1986). TPACK merupakan pengetahuan untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam pengajaran materi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru biologi di SMA dalam aspek TPACK. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik cluster sampling . Sampel yang digunakan adalah 3 guru biologi di 3 sekolah (selanjutnya diberi kode B1, B2, dan B3) se – kecamatan gondang. Data dikumpulkan melalui metode observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman materi / Content knowledge (CK) guru B1 sebesar 76%, B2 sebesar 80% dan B3 sebesar 72% dalam kategori baik. Skor pada pengetahuan pedagogical knowledge (PK) guru B1 sebesar 50%, B2 sebesar 45%, dan B3 sebesar 60%. Skor pada pengetahuan technological knowledge (TK) guru B1sebesar 48,5%, B2 sebesar 40%, dan B3 sebesar 40%. Skor pada aspek Technological content knowledge (TCK) guru B1 sebesar 60%, guru B2 60% dan guru B3 40%. Skor pada aspek technological pedagogical knowledge (TPK) guru B1 60%, B2 67%, dan B3 60%. Skor aspek pedagogical conten knowledge (PCK) guru B1 60%, guru B2 40%, dan B3 54%. Skor pengetahuan TPACK guru B1 47%, guru B2 47%, dan B3 60%.The development of science and technology can be used as a way to improve the quality of learning carried out by a teacher. To be able to make this happen, a teacher needs to understand and have the ability of Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) which is the development of Shulman's Pedagogical Content Knowledge (PCK) (1986). TPACK is the knowledge to integrate technology into the teaching of certain materials. This study aims to determine the ability of biology teachers in high school in the TPACK aspect. This type of research is descriptive quantitative research with cluster sampling technique. The samples used were 3 biology teachers in 3 schools (hereinafter coded B1, B2, and B3) throughout Gondang sub-district. Data were collected through the observation method. The results showed that the understanding of the material / Content knowledge (CK) of B1 teachers was 76%, B2 was 80% and B3 was 72% in the good category. The score on the pedagogical knowledge (PK) of B1 teachers is 50%, B2 is 45%, and B3 is 60%. The score on the technological knowledge (TK) of B1 teachers is 48.5%, B2 is 40%, and B3 is 40%. Scores on the Technological content knowledge (TCK) aspect of B1 teachers are 60%, B2 teachers are 60% and B3 teachers are 40%. The scores on the technological pedagogical knowledge (TPK) aspects of teachers are B1 60%, B2 67%, and B3 60%. Scores of pedagogical content knowledge (PCK) aspects of B1 teachers are 60%, B2 teachers are 40%, and B3 are 54%. TPACK knowledge scores of B1 teachers 47%, B2 teachers 47%, and B3 60%. 
PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) DENGAN MEDIA ANIMASI BERBASIS FLASH DAN VIDEO INTERAKTIF DITINJAU DARI KEMAMPUAN MEMORI DAN KREATIVITAS Para Mitta Purbosari; Ashadi Tri Ashadi; Sri Mulyani
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v2i03.9796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengaruh penggunaan media animasi berbasis flash danvideo interaktif pada model pembelajaran TGT, kemampuan memori, kreativitas, dan interaksinya terhadapprestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan model eksperimen, dilakukan di SMK Negeri 2 Sukoharjotahun Pelajaran 2012/2013. Dalam penelitian ini sampel dipilih secara cluster random sampling. Kelaseksperimen I menggunakan model pembelajaran TGT dengan media animasi berbasis flash dan kelaseksperimen II menggunakan media video interaktif. Uji hipotesis menggunakan uji nonparametrik yaitu ujiKruskal-Wallis. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1). ada pengaruh penggunaan model TGT melaluimedia animasi berbasis flash dan video interaktif terhadap prestasi belajar siswa, (2). tidak ada pengaruhkemampuan memori tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa, (3). tidak ada pengaruh kreativitastinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa, (4). ada interaksi antara media pembelajaran TGT dengankemampuan memori terhadap prestasi belajar siswa, (5). ada interaksi antara media pembelajaran TGTdengan kreativitas terhadap prestasi belajar siswa, (6). tidak ada interaksi antara kemampuan memori dengankreativitas terhadap prestasi belajar siswa, (7). ada interaksi antara media pembelajaran TGT, kemampuanmemori, dan kreativitas terhadap prestasi belajar siswa.Kata kunci: prestasi belajar, eksperimen, uji non parametrik, lambang unsur, tata nama senyawa.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS DITINJAU DARI KEBIASAAN MEMBACA, MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR Rosmalah Yanti; Titi Prihatin; Khumaedi Khumaedi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i2.27422

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk menganalisis (1) pengaruh langsung kebiasaan membaca terhadap motivasi belajar; (2) pengaruh langsung kebiasaan membaca terhadap prestasi belajar; (3) pengaruh langsung motivasi belajar terhadap prestasi belajar; (4) pengaruh langsung kebiasaan membaca terhadap kemampuan literasi sains; (5) pengaruh langsung motivasi belajar terhadap kemampuan literasi sains; (6) pengaruh langsung prestasi belajar terhadap kemampuan literasi sains; (7) pengaruh tidak langsung kebiasaan membaca terhadap prestasi belajar; (8) pengaruh tidak langsung kebiasaan membaca terhadap kemampuan literasi sains; dan (9) pengaruh tidak langsung motivasi belajar terhadap kemampuan literasi sains. Metode penelitian ini adalah Ex Post Facto. Sampel berjumlah 112 siswa kelas VII di Kabupaten Luwu. Pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian adalah sebagai berikut 1) kebiasaan membaca berpengaruh secara langsung sebesar 0,16% terhadap motivasi belajar, 9,67% terhadap prestasi belajar, dan 3,6% terhadap kemampuan literasi sains; 2) motivasi belajar dapat memberikan pengaruh langsung sebesar 1,58% terhadap prestasi belajar, dan 3) prestasi belajar memberi pengaruh langsung terhadap kemampuan literasi sains sebesar 7,12%. Pengaruh tidak langsung kebiasaan membaca sebesar 10,17% terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar, serta berpengaruh terhadap kemampuan literasi sains melalui motivasi belajar sebesar 3,73%. Motivasi belajar tidak berpengaruh terhadap kemampuan literasi sains siswa. Kemampuan literasi sains siswa secara dominan dipengaruhi oleh kebiasaan membaca sehingga sebaiknya siswa dilatih dan dibiasakan mengerjakan soal-soal yang menguji dan dapat meningkatkan kemampuan literasi sains.This study aims to analyze (1) the direct influence of reading habits on learning motivation; (2) direct influence of reading habits on learning achievement; (3) the direct influence of learning motivation on learning achievement; (4) direct influence of reading habits on scientific literacy skills; (5) the direct effect of learning motivation on scientific literacy ability; (6) direct influence of learning achievement on scientific literacy ability; (7) the indirect effect of reading habits on learning achievement; (8) the indirect effect of reading habits on scientific literacy skills; and (9) the indirect effect of learning motivation on scientific literacy ability. This research method is Ex Post Facto. The sample is 112 class VII students in Luwu Regency. Sampling used cluster random sampling. The data analysis technique used path analysis. The results of the study are as follows: 1) reading habits have a direct effect of 0.16% on learning motivation, 9.67% on learning achievement, and 3.6% on scientific literacy skills; 2) learning motivation can have a direct effect of 1.58% on learning achievement, and 3) learning achievement has a direct influence on scientific literacy skills of 7.12%. The indirect effect of reading habits is 10.17% on learning achievement through learning motivation, and the effect on scientific literacy skills through learning motivation is 3.73%. Learning motivation has no effect on students' scientific literacy skills. Students' scientific literacy ability is dominantly influenced by reading habits so that students should be trained and accustomed to working on questions that test and can improve scientific literacy skills.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS EMPAT PILAR PENDIDIKAN DENGAN TEMA PANTAI UNTUK MENINGKATKAN SIKAP ILMIAH SISWA KELAS VII SMP/MTs Ratih Artwiantini Astuti; Nonoh Siti Aminah; Sukarmin Sukarmin
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i2.9472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan karakteristik modul IPA terpadu berbasis empat pilar pendidikan dengan tema pantai untuk siswa kelas VII SMP/MTs. (2) mendapatkan modul IPA terpadu berbasis empat pilar pendidikan dengan tema pantai untuk siswa kelas VII SMP/MTs yang telah memenuhi kriteria kelayakan. (3) mengetahui penggunaan modul pembelajaran IPA terpadu berbasis empat pilar pendidikan dengan tema pantai dapat meningkatkan sikap ilmiah siswa kelas VII SMP/MTs. Metode penelitian ini adalah R & D dengan mengacu model Borg dan Gall (1983) terdiri dari mengumpulkan informasi awal, perencanaan, pengembangan draft produk, uji coba lapangan awal, revisi, uji coba lapangan utama, revisi, uji coba operasional, revisi produk akhir, dan deseminasi. Modul tersebut disusun berbasis empat pilar pendidikan terdiri dari unsur learning to do, learning to live together, learning to know, dan learning to be yang dijabarkan dalam materi dengan variasi kegiatan. Modul dinilai berdasarkan kelayakan materi,  media, dan bahasa, serta uji coba (awal, utama, dan operasional) kepada siswa. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket analisis kebutuhan, lembar validasi, angket respon siswa dan wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) modul IPA dibuat terpadu dengan menggunakan model keterpaduan connected dan disusun berbasis empat pilar pendidikan (learning to do, learning to live together, learning to know dan learning to be) yang tersirat dalam modul. (2) modul dikategorikan layak karena telah melalui uji kelayakan (materi, media, bahasa, guru, teman sejawat dan respon siswa) dan didukung oleh perhitungan cut off yang menyatakan modul berkategori layak. (3) penggunaan modul tersebut dapat meningkatkan  sikap ilmiah siswa, didukung dari hasil penilaian melalui angket (0,4156) dan observasi (0,546) termasuk kategori sedang.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN TESTLET UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA MATERI ELEKTROKIMIA Indah Damayanti; Mohammad Masykuri; Sri Yamtinah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i1.31816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian testlet yang memiliki validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda dan indeks pengecoh yang memenuhi kriteria sebagai suatu soal yang baik juga untuk mengembangkan instrumen testlet pada materi elektrokimia, menjadi instrumen penilaian yang mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi. Pengembangan instrumen penilaian dalam bentuk testlet ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan yang terdiri dari 10 tahap. Penelitian ini dilakukan di SMK SMTI Yogyakarta, SMK SMAK Bogor, SMK SMAK Padang, dan SMK SMAK Makassar dengan jumlah responden siswa sebanyak 96 orang. Validasi instrumen penilaian testlet ini menggunakan metode Aiken dengan 7 orang validator ahli. Metode penilaian pada instrumen testlet ini menggunakan metode Graded Response Model (GRM). Hasil penelitian ini adalah instrumen penilaian testlet yang dikembangkan dinyatakan layak dan memenuhi kriteria sebagai suatu soal yang baik dengan validitas soal lebih dari 0,76 (valid) dan memiliki reliabilitas tes pada uji coba lapangan utama 0,889 yang tergolong tinggi, memiliki daya pembeda dengan presentase 30,56% cukup dan 38,88% baik dan 30,56 baik sekali . Instrumen penilaian testlet ini memiliki tingkat kesukaran dengan presentase 133,88% sukar; 63,89% sedang; 16,67% mudah; dan 5,56% sangat mudah. Instrumen penilaian testlet yang dikembangkan mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dengan persentase kemampuan siswa dalam menganalisis sebesar 61,15%; mengevaluasi 52,50%; mengkreasi 34,25%; berpikir kritis 42,50%; dan bernalar logis 37,25%.
PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM PANDANGAN MAHASISWA Destri Ratna Ma’rifah; Purwanti Pratiwi Purbosari
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41375

Abstract

Program kebijakan pemerintah terkait dengan profesionalitas guru saat ini tengah digalakkan melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Dalam kurun waktu pelaksanaan PPG tersebut, belum diketahui secara jelas terkait pandangan mahasiswa yang saat ini berkuliah di program studi kependidikan, terutama pendidikan biologi FKIP UAD, terkait program PPG. Pengetahuan akan persepsi mahasiswa diharapkan dapat menjadi salah satu informasi yang berguna bagi keselarasan antara program studi kependidikan dengan program PPG. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan mahasiswa angkatan 2015 yang merupakan mahasiswa semester VIII) Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UAD terkait dengan program PPG. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Data dikumpulkan melalui angket terbuka dan wawancara kepada responden. Responden dalam penelitian ini sebanyak 42 mahasiswa angkatan 2015 Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UAD yang dipilih secara acak. Dari penelitian ini diketahui bahwa 100% mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi angkatan 2015 mengetahui adanya program PPG. 93% mahasiswa mengetahui informasi tentang PPG saat mereka duduk di bangku kuliah, sedangkan 7% mengetahui saat masih di bangku SMA. Mahasiswa mengetahui adanya program PPG ini dari beberapa sumber. Pengetahuan mahasiswa angkatan 2015 terkait sasaran, manfaat, dan pelaksanaan program PPG bervariasi. 71,43% mahasiswa mengaku tertarik untuk mengikuti program PPG, sedangkan 28,57% tidak tertarik. Mahasiswa yang tidak berminat untuk mengikuti PPG menyampaikan alasan bahwa mereka lebih memilih untuk langsung melanjutkan ke jenjang S2 atau langsung bekerja. Alasan lain adalah lantaraan merasa belum diwajibkan untuk mengikuti program PPG, serta adapula yang dikarenakan belum ingin menjadi guru. Terkait saran mahasiswa terhadap pelaksanaan program PPG cukup bervariasi.Government policy programs related to teacher professionalism are currently being promoted through the Teacher Professional Education (PPG) program. During the PPG implementation period, it was not clear what the views of students currently studying in educational study programs, especially biology education at FKIP UAD, related to the PPG program were. Knowledge of student perceptions is expected to be one of the useful information for alignment between educational study programs and PPG programs. This study aims to determine the views of 2015 students who are semester VIII students of the Biology Education Study Program, FKIP UAD related to the PPG program. This research is a qualitative descriptive study. The data obtained in this study is qualitative data. The data obtained were analyzed descriptively using data reduction techniques, data presentation and drawing conclusions. Data were collected through open questionnaires and interviews with respondents. Respondents in this study were 42 students of the 2015 Biology Education Study Program, FKIP UAD who were randomly selected. From this research, it is known that 100% of students of the 2015 Biology Education Study Program are aware of the PPG program. 93% of students know information about PPG when they are in college, while 7% know when they are still in high school. Students know about this PPG program from several sources. The knowledge of the 2015 students regarding the objectives, benefits, and implementation of the PPG program varies. 71.43% of students claimed to be interested in joining the PPG program, while 28.57% were not. Students who are not interested in participating in PPG convey the reason that they prefer to directly continue to the Masters level or go straight to work. Another reason is because they feel they are not obliged to join the PPG program, and some are because they don't want to become a teacher. Regarding student suggestions for the implementation of the PPG program, it is quite varied.
PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI METODE EKSPERIMEN DENGAN LABORATORIUM RIIL DAN LABORATORIUM VIRTUIL DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DAN GAYABELAJAR SISWA Ena Marsutji Setia Bakti; Suparmi Suparmi; Widha Sunarno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v2i03.9786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode eksperimen melalui laboratorium riil danvirtuil, kemampuan berfikir kritis, gaya belajar, dan interaksinya terhadap prestasi belajar ranah kognitif danafektif siswa. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kecamatan Jetis semester 1 tahun pelajaran 2012-2013.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah seluruhsiswa kelas VIII. Sampel pada penelitian sebanyak 4 kelas diambil secara cluster random sampling.Pengumpulan data dengan menggunakan metode tes untuk prestasi kognitif dan kemampuan berfikir kritis.Metode angket untuk mengukur gaya belajar. Metode observasi untuk mengukur kognitif proses, sedangkanprestasi afektif menggunakan observasi dan angket. Analisis data menggunakan program PASW dan hipotesisdengan menggunakan anova 2x2x2. Hasil penelitian ini adalah: (1) ada pengaruh pengunaan metode eksperimendengan lab riil dan lab virtuil terhadap prestasi kognitif dan afektif siswa; (2) ada pengaruh kemampuan berfikirkritis terhadap prestasi kognitif dan afektif siswa; (3) ada pengaruh gaya belajar terhadap prestasi kognitif danafektif siswa; (4) ada interaksi penggunaan metode eksperimen dengan lab riil dan lab virtuil dengan kemampuanberfikir kritis terhadap prestasi kognitif dan afektif siswa; (5) tidak ada interaksi penggunaan metode eksperimenmelalui lab riil dan virtuil dengan gaya belajar terhadap prestasi kognitif dan afektif siswa; (6) tidak ada interaksipenggunaan metode eksperimen melalui lab riil dan virtuil dengan kemampuan berfikir kritis dan gaya belajarterhadap prestasi kognitif dan afektif siswa; (7) tidak ada interaksi antara metode eksperimen melalui lab riil danvirtuil, kemampuan berfikir kritis, dan gaya belajar terhadap prestasi kognitif dan afektif siswa.Kata Kunci: Metode Eksperimen, Laboratorium Riil, Laboratorium Virtuil, Kemampuan Berfikir Kritis, GayaBelajar.
PENGELOLAAN SAMPAH DI LINGKUNGAN SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN EKOLOGI SISWA Wahyuni Purnami
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i2.50083

Abstract

Pengelolaan sampah merupakan masalah nasional yang harus ditangani secara menyeluruh mulai hulu hingga ke hilir. Pengelolaan sampah secara tepat harus ditanamkan pada anak sejak dini. Tujuan penulisan ini untuk memaparkan tentang definisi sampah, dampak sampah serta pengelolaan yang telah dilakukan oleh pemerintah maupun pengelolaan sampah di salah satu sekolah dasar di Ruteng, Manggarai, Flores. Penulisan ini merupakan studi literature tentang pendidikan lingkungan hidup khususnya pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah yang tepat dilakukan dengan pola 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) dengan penerapan untuk meningkatkan kesadaran tentang lingkungan hidup (awareness), meningkatkan berpikir mendalam tentang lingkungan (Thinking) dan melakukan pengelolaan sampah untuk meningkatkan nilai ekonomi dan nilai estetika sampah (doing). Penerapan Pola pengelolaan sampah dengan tepat meningkatkan kesadaran ekologis siswa.Waste management is a national problem that must be handled thoroughly from upstream to downstream. Proper waste management must be instilled in children from an early age. The purpose of this paper is to describe the definition of waste, the impact of waste and the management that has been carried out by the government as well as waste management in an elementary school in Ruteng, Manggarai, Flores. This writing is a literature study on environmental education, especially waste management. Proper waste management is carried out with the 3R pattern (Reduce, Reuse and Recycle) with applications to increase awareness about the environment (awareness), increase in-depth thinking about the environment (Thinking) and carry out waste management to increase the economic value and aesthetic value of waste (doing). . The application of proper waste management patterns increases students' ecological awareness.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL GI DAN STAD DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR DEDUKTIF DAN MOTIVASI BERPRESTASI Karjo Karjo; Ashadi Ashadi; Sugiyarto Sugiyarto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i2.37755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan Saintifik dengan model GI dan STAD ditinjau dari kemampuan berpikir deduktif dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar. Penelitian ini disusun dalam rancangan faktorial 2x2x2. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X MIPA SMA Negeri 8 Surakarta. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I diberi perlakuan menggunakan pendekatan saintifik dengan model STAD terdiri dari 25 peserta didik dan kelas eksperimen II diberi perlakuan menggunakan pendekatan saintifik dengan model GI terdiri dari 25 peserta didik. Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk data hasil belajar kognitif dan kemampuan berpikir deduktif, sedangkan angket untuk data motivasi berprestasi. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan sel tak sama dengan bantuan software SPSS 18. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian adalah: (1) ada pengaruh pembelajaran saintifik dengan model GI dan model STAD terhadap hasil belajar; (2) ada pengaruh kemampuan berpikir deduktif terhadap hasil belajar; (3) ada pengaruh motivasi berprestasi terhadap hasil belajar; (4) ada interaksi antara pembelajaran Saintifik dengan GI dan STAD dengan kemampuan berpikir deduktif terhadap hasil belajar ; (5) ada interaksi antara pembelajaran saintifik dengan GI dan STAD dengan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar ; (6) tidak ada interaksi antara kemampuan berpikir deduktif dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar; (7) t i d a k ada interaksi antara pembelajaran saintifik dengan GI dan STAD dengan kemampuan berpikir deduktif dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar.

Page 2 of 23 | Total Record : 224