cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 144 Documents
APLIKASI SAINS PADA ANAK USIA DINI DALAM KELUARGA UNTUK MENGHADAPI ABAD 21 Nana, Nana
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aplikasi sains pada anak usia dini dalam keluarga untuk menghadapi abad 21. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif kualitatif yang di arahkan pada field research jenis. Jenis data yang digunakan adalah data-data yang diperoleh bersumber dari observasi, pengumpulan data lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang cukup baik bahwa 2% partisipan tidak pernah mengaplikasikan sains, 12% jarang, 39% netral, 37% sering, dan 10% sangat sering. Hasil ini akan ditindaklanjuti dengan workshop, program parenting, pembatasan penggunaan telepon selular dan program literasi. Hasil yang dicapai ke nantinya akan mendorong orang tua untuk lebih memahami pengaplikasian sains dan pola asuh anak yang baik dan benar. Selain itu, anak akan ditumbuhkembangkan minat membacanya, dan didorong untuk semakin imajinatif dan kreatif.This study aims to describe the application of science in early childhood in the family to face the 21st century. This study uses descriptive qualitative research methods that are directed at field research types. The type of data used is data obtained from observations, field data collection, interviews, and documentation. The results of the study showed a fairly good result that 2% of participants never applied science, 12% rarely, 39% neutral, 37% often, and 10% very often. These results will be followed up with workshops, parenting programs, restrictions on the use of cellular phones and literacy programs. The results achieved in the future will encourage parents to better understand the application of science and good and correct parenting. In addition, children will develop an interest in reading, and are encouraged to be more imaginative and creative.
KEEFEKTIFAN PRODUK PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KOGNITIF UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA (MENURUT TAKSONOMI BLOOM YANG TEREFISI) PADA MATERI PROTISTA Tarliany, Eny; Sajidan, Sajidan; Karyanto, Puguh
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i1.31818

Abstract

Tujuan penelitian yaitu: Menguji keefektifan produk pengembangan instrumen penilaian kognitif untuk mengukur kemampuan kognitif siswa pada materi protista. Pengembangan instrumen penilaian kognitif untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi mengacu pada model research and development (R&D) modifikasi dari Borg and Gall meliputi 9 langkah, yaitu: 1) penelitian pendahuluan dan pengumpulan informasi, 2) perencanaan, 3) pengembangan produk awal, 4) uji coba produk awal, 5) revisi produk I, 6) uji coba lapangan, 7) revisi produk II, 8) uji coba lapangan operasional, dan 9) revisi produk akhir. Pada penelitian ini hanya dilakukan sembilan tahapan R&D. Analisis hasil penelitian menggunakan teknik deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian  meliputi: 1) produk pengembangan instrumen penilaian kognitif dikembangkan berdasarkan indikator keterampilan proses kognitif menurut Anderson dan Krathwohl 2010, 2) kelayakan isi produk instrumen penilaian kognitif untuk mengukur keterampilan proses kognitif termasuk dalam kategeri “sangat baik” dan validitas konstruk “sangat baik”; validitas butir soal dengan kategori interpretasi minimal “cukup”; tingkat kesukaran soal dengan proporsi 11,00% kategori sedang dan 89,00% kategori sulit; daya beda dengan interpretasi minimal “cukup”; kepraktisan soal termasuk aktegori “baik”, 3) Perbedaan nilai kemampuan kognitif siswa kelas evaluasi dengan GDL (77,10) dengan kelas existing learning dengan DL (70,60) menunjukkan keefektifan produk instrumen penilaian kognitif ini.
EFEKTIVITAS KOLABORASI QR CODE DAN EDMODO (QRCE) TERHADAP MOTIVASI SERTA HASIL BELAJAR MATERI KONSEP MOL PADA SISWA KELAS X SMK KESEHATAN PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2018/ 2019 Tyasning, Diah Megasari; Fadhilah, Arini
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan motivasi dan hasil belajar siswa yang menggunakan kolaborasi QRCE dan pembelajaran konvensional pada materi konsep mol. Penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga Juli 2019. Populasi dalam penelitian ini meliputi siswa kelas X SMK Kesehatan Purworejo tahun pelajaran 2018/ 2019 yang terdiri dari 5 kelas. Jenis penelitian yang digunakan adalah non randomized pre-test and post-test control group. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu kelas X Farmasi 1 (kontrol) dan X Farmasi 2 (eksperimen). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan angket. Teknik analisis data untuk uji hipotesis dilakukan dengan tes nonparametrik Mann-Whitney. Dari hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan menunjukkan: 1) Ada perbedaan motivasi belajar siswa yang menggunakan kolaborasi QRCE dan pembelajaran konvensional pada materi konsep mol dibuktikan dengan nilai signifikansi untuk motivasi belajar 0,030. 2) Ada perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan kolaborasi QRCE dan pembelajaran konvensional pada materi konsep mol dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,024.This study aims to determine whether there are differences in student motivation and learning outcomes using QRCE collaboration and conventional learning on the mole concept material. The study was conducted from February to July 2019. The population in this study included class X SMK Kesehatan Purworejo 2018/2019 academic year which consisted of 5 classes. The type of research used is a non-randomized pre-test and post-test control group. Sampling was done by using cluster random sampling technique. The sample consisted of two classes, namely class X Pharmacy 1 (control) and X Pharmacy 2 (experimental). Data collection techniques using test and questionnaire techniques. The data analysis technique for hypothesis testing was carried out by the Mann-Whitney nonparametric test. From the results of research and analysis that have been carried out, it shows: 1) There are differences in student motivation using QRCE collaboration and conventional learning on the mole concept material as evidenced by a significance value for learning motivation of 0.030. 2) There are differences in student learning outcomes using QRCE collaboration and conventional learning on the mole concept material as evidenced by a significance value of 0.024.
STUDI LITERATUR: PENINGKATAN ORAL ACTIVITY DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE AND SHARE (SSCS) MATERI SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA Widyati, Fasaila Nadif; Irawati, Hani
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i2.50084

Abstract

Dominansi pendekatan pembelajaran teacher center menyebabkan oral activity siswa dan hasil belajar kognitif siswa rendah pada materi sistem ekskresi. Penerapan model pembelajaran SSCS diharapkan dapat meningkatkan oral activity  dan hasil belajar kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan oral activity dan hasil belajar kognitif siswa melalui model pembelajaran SSCS pada materi sistem ekskresi berdasarkan studi literatur. Jenis penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Artikel ilmiah sebagai data penelitian berasal dari jurnal nasional, prosiding dan repository. Validasi artikel dilakukan dengan pertimbangan artikel ilmiah bersifat open access, kualitas metodologi penelitian, kualitas penyajian data dan pembahasan, kecukupan data yang relevan, referensi mutakhir. Teknik pengumpulan data dengan cara koding definisi dan format penyajian data dalam tabel. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan studi literatur menunjukkan bahwa model pembelajaran SSCS dapat meningkatkan oral activity dan hasil belajar kognitif siswa. Hal ini diketahui melalui analisis data artikel ilmiah relevan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan oral activity dan hasil belajar kognitif. Oral activity siswa terlihat dalam penerapan model pembelajaran SSCS pada tahapan solve dan share. Model pembelajaran SSCS mendukung siswa mengembangkan kemampuan berpikir sehingga perolehan hasil belajar kognitif siswa meningkat. Selain itu, model pembelajaran SSCS dapat diterapkan pada materi sistem ekskresi.The dominance of the teacher center learning approach causes students' oral activity and students' cognitive learning outcomes to be low on the excretory system material. The application of the SSCS learning model is expected to improve students' oral activity and cognitive learning outcomes. This study aims to determine the increase in oral activity and student cognitive learning outcomes through the SSCS learning model on excretory system material based on literature studies. This type of research is a literature study research. Scientific articles as research data come from national journals, proceedings and repositories. Article validation is carried out with consideration of open access scientific articles, quality of research methodology, quality of data presentation and discussion, adequacy of relevant data, up-to-date references. Data collection techniques by coding the definition and format of data presentation in tables. The data analysis technique used descriptive analysis. Based on the literature study, it shows that the SSCS learning model can improve students' oral activity and cognitive learning outcomes. It is known that through data analysis of relevant scientific articles there is a significant effect on increasing oral activity and cognitive learning outcomes. The students' oral activity can be seen in the application of the SSCS learning model at the solve and share stages. The SSCS learning model supports students to develop thinking skills so that the acquisition of students' cognitive learning outcomes increases. In addition, the SSCS learning model can be applied to the excretory system material.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN (POE) DAN THINK-TALK-WRITE (TTW) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA Yuliansyah, Rifad Nurma; Masykuri, Mohammad; Karyanto, Puguh
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i1.31820

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi adalah semua siswa kelas XI SMA Negeri 1 Karangpandan tahun pelajaran 2016/2017. Sampel diambil menggunakan cluster random sampling sejumlah 2 kelas. Kelas XI IPA 2 diberi model pembelajaran dengan Predict-Observe-Explain (POE) dan kelas XI IPA 4 diberi model pembelajaran dengan Think-Talk-Write (TTW). Data dikumpulkan dengan menggunakan tes untuk hasil belajar siswa dan  kemampuan berpikir analitis, angket untuk kreativitas siswa, hipotesis diuji dengan uji anacova. Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa: 1) ada pengaruh model Predict-Observe-Explain (POE) dan Think-Talk-Write (TTW) terhadap hasil belajar, 2) ada pengaruh   kreativitas tinggi  dan  rendah terhadap hasil belajar, 3) ada pengaruh kemampuan berpikir analisis tinggi dan rendah terhadap hasil belajar, 4) tidak ada interaksi model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) dan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) dengan kreativitas dikategorikan tinggi, rendah  terhadap hasil belajar, 5) tidak ada interaksi model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) dan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) dengan kemampuan berpikir analitis dikategorikan tinggi, rendah  terhadap hasil belajar, 6) ada interaksi   kreativitas dan kemampuan berpikir analitis dikategorikan tinggi, rendah  terhadap hasil belajar, 7) tidak ada interaksi model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) dan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) dengan kretivitas dan  kemampuan berpikir analitis dikategorikan tinggi, rendah  terhadap hasil belajar.
DISCO NING CDC (DISCOVERY LEARNING DENGAN CHEMICAL DOMINO CARD) MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KIMIA PADA MATERI TATANAMA SENYAWA KIMIA BAGI SISWA KELAS X MIPA 4 SMA NEGERI 1 PURWOREJO TAHUN 2017/2018 Nurlaela, Erna Umu
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41377

Abstract

Tujuan penyusunan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa SMA Negeri 1 Purworejo kelas X.Dalam mempelajari materi kimia, siswa perlu memahami konsep, mengingat nama senyawa dan rumus kimia dari senyawa tersebut untuk memecahkan suatu permasalahan reaksi kimia. Diperlukan banyak sekali latihan dalam reaksi-reaksi kimia. Akan tetapi, siswa cenderung kurang latihan sehingga menganggap kimia itu sulit. Oleh karena itu diperlukan media yang mendorong siswa untuk sering berlatih, media pembelajaran berupa kartu dapat menarik minat siswa untuk berlatih. Dengan bermain sambil belajar di harapkan siswa tidak akan merasa jenuh. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kimia siswa SMA Negeri 1 Purworejo kelas X materi sub pokok bahasan Tatanama senyawa Kimia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dirancang dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap mulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Aktivitas belajar meningkat dari 12,90% sebelum siklus, 45,15% pada siklus pertama dan 80,63% pada siklus kedua, (2) hasil belajar meningkat, dari 38,71% sebelum siklus, 64,52% pada siklus pertama dan 87,10% pada siklus kedua. Oleh karena itu penggunaan media ini bisa menjadi salah satu referensi guru untuk melaksanakan proses pembelajaran.The purpose of preparing this Classroom Action Research is to improve the chemistry learning outcomes of students of SMA Negeri 1 Purworejo class X. In studying chemistry, students need to understand the concept, remember the name of the compound and the chemical formula of the compound to solve a chemical reaction problem. It takes a lot of practice in chemical reactions. However, students tend to lack practice so they think chemistry is difficult. Therefore we need media that encourage students to practice often, learning media in the form of cards can attract students' interest to practice. By playing while learning, it is hoped that students will not feel bored. This study aims to increase the activity and learning outcomes of chemistry students of SMA Negeri 1 Purworejo class X the subject matter of chemical compound nomenclature. The research method used is classroom action research. This research was designed in two cycles. Each cycle consists of four stages starting from planning, implementation, observation, and reflection. The results showed that: (1) learning activities increased from 12.90% before the cycle, 45.15% in the first cycle and 80.63% in the second cycle, (2) learning outcomes increased from 38.71% before the cycle, 64.52% in the first cycle and 87.10% in the second cycle. Therefore, the use of this media can be one of the teacher's references to carry out the learning process.
MENYELIDIKI ENERGI PADA FOTOSINTESIS TUMBUHAN Suyatman, Suyatman
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i2.50085

Abstract

Cahaya matahari memiliki sifat polikromatik bila dibiaskan akan menghasilkan cahaya-cahaya monokromatik. Cahaya-cahaya monokromatik inilah yang ditangkap oleh klorofil dan digunakan dalam proses fotosintesis. Dalam suatu percobaan diketahui bahwa gelombang cahaya biru dan cahaya merah adalah yang paling efektif dalam melakukan proses fotosintesis. Kesimpulan: 1). Gelombang cahaya biru dan cahaya merah adalah yang paling efektif dalam melakukan proses fotosintesis. Cahaya merah mempunyai energi foton 1.65-2.00 eV, sedangkan cahaya biru mempunyai energi foton 2.5-2.75 eV. 2). Pada fotosintesis terdapat dua reaksi yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Reaksi terang terjadi Pemecahan air (H2O) menjadi ion Hidrogen (H+) dan molekul air menggunakan energi cahaya, menghasikan O2, ATP, dan NADP H2. Reaksi gelap terjadi pengikatan karbondioksida (CO2) dan mengkombinasikannya dengan ion hidrogen (H+) sehingga membentuk gula. 3). Dalam fotosintesis berlaku hukum kekekalan energi yaitu Energi radiasi sinar matahari ditangkap oleh klorofil kemudian diubah menjadi energy kimia melalui proses fotosintesis. Dalam hal ini tidak ada energi yang musnah. Energy kimia tersebut digunakan untuk mensintesis CO2 dan H2O menjadi glukosa dan senyawa kompleks lainnya yang tersimpan dalam bentuk senyawa karbohidrat.Sunlight has polychromatic properties when refracted will produce monochromatic light. This monochromatic light is captured by chlorophyll and used in the process of photosynthesis. In an experiment it was found that blue light and red light are the most effective in carrying out photosynthesis. Conclusion: 1). Blue light and red light are the most effective in carrying out photosynthesis. Red light has a photon energy of 1.65-2.00 eV, while blue light has a photon energy of 2.5-2.75 eV. 2). There are two reactions in photosynthesis, namely the light reaction and the dark reaction. The light reaction occurs The splitting of water (H2O) into Hydrogen ions (H+) and water molecules using light energy, producing O2, ATP, and NADP H2. The dark reaction occurs when carbon dioxide (CO2) is bound and combines with hydrogen ions (H+) to form sugars. 3). In photosynthesis, the law of conservation of energy applies, namely the energy of solar radiation captured by chlorophyll and then converted into chemical energy through the process of photosynthesis. In this case no energy is lost. The chemical energy is used to synthesize CO2 and H2O into glucose and other complex compounds that are stored in the form of carbohydrate compounds.
PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS SAINTIFIK PADA MATERI INTERAKSI MAHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP Dewi, Imega Syahlita; Sunarno, Widha; Dwiastuti, Sri
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i2.37757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) karakteristik modul IPA berbasis saintifik pada materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungan; 2) kelayakan modul IPA berbasis saintifik pada materi interaksi mahluk hidup dengan lingkungan yang telah dikembangkan dalam pembelajaran IPA;3) keefektifan modul IPA berbasis saintifik pada materi interaksi mahluk hidup dengan lingkungan. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian pengembangan atau research and development (R&D). Model pengembangan yang digunakan adalah model Four-D yang diadaptasi dari Thiagarajan (1974) yang terdiri dari empat tahapan meliputi: pendefinisian (define),perancangan (design),pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Subyek uji coba terbatas dilakukan kepada 9 siswa kelas VII F di SMP Negeri 1 Weru dan uji coba skala luas dimplementasikan kepada 30 siswa di kelas VII D di SMP Negeri 1 Weru. Uji coba pemakaian dilakukan menggunakan pre- experimental design jenis One-Shot Case Study. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) karakteristik modul IPA berbasis saintifik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar pada materi interaksi makhluk  hidup dengan lingkungan telah berhasil dikembangkan menggunakan model pengembangan Four-D, 2)  hasil kelayakan modul yang divalidasi oleh validator ahli, praktisi pendidikan, teman sejawat, serta respon yang diberikan oleh guru dan siswa setelah pembelajaran menggunakan modul maka didapatkan hasil bahwa modul dengan kategori sangat baik dan layak digunakan dalam pembelajaran, 3)Keefektifan modul dapat dilihat dari tingkat keterbacaan yang tinggi serta sesuai dengan kemampuan atau penguasaan pemahaman siswa terhadap modul yang dikembangkan, dalam  penelitian ini yang diuji adalah keefektifan modul terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Keefektifan modul dapat dilihat dari rata-rata persentase kemampuan berpikir kritis siswa yang tinggi pada setiap kegiatan belajar yaituKB I 72,97% dengan kategori cukup, KB II mengalami peningkatan 85,72% dengan kategori baik, dan pada KB III meningkat 89,32% dengan kategori baik. Rata-rata hasil belajar siswa aspek pengetahuan pada KB I- KBIII meningkat dengan rincian pada KB I 80% siswa sudah mencapai KKM, KB II 83,34% siswa sudah mencapai KKM, KB III 96,64% siswa sudah mencapai KKM.Rata-rata hasil belajar siswa aspek sikap meningkat dari KB I– KB III berturut-turut menjadi 3,25; 3,36; 3,47 dengan kriteria baik. Rata-rata hasil belajar siswa aspek keterampilan meningkat dari KB I – KB III berturut-turut menjadi 3,07; 3,30; 3,45 dengan kriteria baik. Dapat disimpulkan bahwa modul IPA berbasis saintifik pada materi makhluk hidup dengan lingkungan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.
SISTEM NAVIGASI MAKLUK HIDUP: MENAKISME PENJELAJAHAN SECARA ALAMIAH (IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK PADA MATERI INDUKSI ELEKTROMAGNETIK) Nurohman, Sabar; Sarwanto, Sarwanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i2.50072

Abstract

Kompetensi Dasar 3.6 Kelas IX memberi tantangan bagi guru sains untuk mengelaborasi konsep sains secara terpadu. Pada kompetensi dasar tersebut konsep fisika tentang elektromagnetisme digabungkan dengan konsep biologi tentang sistem navigasi. Melalui studi literatur terhadap berbagai jurnal ilmiah, artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana konsep listrik dan magnet memiliki peran penting dalam peristiwa pergerakan/navigasi beberapa jenis hewan. Kajian ini juga diperluas terhadap hewan-hewan yang melakukan navigasi menggunakan gelombang bunyi. Secara lebih terperinci, tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis bagaimana mekanisme berbagai jenis hewan melakukan migrasi dikaitkan dengan beberapa konsep fisika berupa kelistrikan, kemagnetan, dan gelombang bunyi.Basic Competence 3.6 Class IX presents a challenge for science teachers to elaborate science concepts in an integrated manner. In these basic competencies, the physics concept of electromagnetism is combined with the biological concept of navigation systems. Through literature studies of various scientific journals, this article aims to examine how the concepts of electricity and magnetism have an important role in the movement/navigation of several types of animals. This study was also extended to animals that navigate using sound waves. In more detail, the purpose of this article is to analyze how the mechanism by which various types of animals migrate is related to several physical concepts in the form of electricity, magnetism, and sound waves.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA SMA BERBASIS SCIENCE TECHNOLOGY SOCIETY PADA MATERI ELASTISITAS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA Dwisetyaningrum, Yulia; Sarwanto, Sarwanto; Aminah, Nonoh Siti
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i1.31806

Abstract

Keberadaan modul fisika SMA yang mengaitkan konsep sains dan teknologi serta dampaknya ke masyarakat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, mengukur kelayakan, dan mengukur peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa pada penggunaan modul Fisika berbasis science technology society (STS) pada materi elastisitas. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang mengacu pada model Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi lima langkah. Modul yang sudah melalui tahap validasi ahli, guru, dan teman sejawat kemudian diujicobakan secara luas kepada 29 siswa. Hasil analisis data penelitian menunjukkan: 1) karakteristik modul adalah modul dikemas dalam tampilan yang menarik dan mudah digunakan, modul dikemas dengan menyajikan materi secara utuh, kegiatan belajar dalam modul bersifat saintifik yang mendukung Kurikulum 2013, dan modul menyajikan materi yang adaptif dan visioner; 2) kelayakan modul dilihat dari penilaian ahli, guru, teman sejawat yang memiliki nilai rata-rata di atas nilai cut off score (89% > 88%) dan penilaian produk oleh siswa (84% > 83%) 3) Penggunaan modul Fisika SMA berbasis STS pada materi elastisitas dapat meningkatkan hasil belajar (n-gain kategori sedang) dan motivasi belajar siswa (n-gain kategori rendah) dan 79% siswa mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Page 2 of 15 | Total Record : 144