cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 144 Documents
EFEKTIVITAS MODUL BERBASIS PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS SISWA Nurhemy, Try Nesia; Sutarno, Sutarno; Prayitno, Baskoro Adi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i2.37751

Abstract

Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah mengetahui keefektivan modul berbasis Problem solving untuk meningkatkan kekampuan analisis siswa. Metode yang digunakan untuk penelitian dan pengembangan sesuai dengan prosedur Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi sembilan tahapan dengan menerapkan sintaks model pembelajaran Problem solving. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan rancangan eksperimen one group pretest posttest design. Hasil penelitian dan pengembangan ini menyatakan bahwa modul berbasis Problem solving pada materi pencemaran lingkungan efektif meningkatkan kemampuan analisis siswa. Hasil uji Wilcoxon terdapat perbedaan antara nilai sebelum diberikan modul berbasis Problem solving dan sesudah diberikan modul dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Menurut hasil uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa modul berbasis Problem solving efektif meningkatkan kemampuan analisis pada materi pencemaran lingkungan
EFEK KOMBINASI YAKULT DAN TAPIOKA PADA PROSES PEMBUATAN TEMPE TERHADAP KETAHANAN TEMPE DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS SETS DI KELAS X SMA TUNAS PATRIA UNGARAN KABUPATEN SEMARANG Rahayu, Sarini
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41408

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang 1) Bagaimana daya simpan tempe dengan pemberian yakult dan tapioka .2) Bagaimana jamur kapang terdapat dalam tempe. 3) Untuk mengetahui kualitas hasil belajar siswa tentang materi fungi dengan menggunakan E LKS berbasis SETS pada materi fungi di kelas X SMA TUNAS PATRIA UNGARAN. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan Berdasarkan hasil penelitian diperoleh lama simpan tempe yang paling bagus pada penemabahan yakult 20 % dan tapioka 0,8 % P2 B2 dengan lama simpan umur tempe pada hari ke enam. Kesukaan masyrakat terhadap rasa atau aroma khas  tempe dapat diuji dengan organoleptik selain aroma dapat diketahui kekompakan dan warna. Aroma khas tempe dapat diketahui dengan nilai tertinggi pada penambahan yakult dan tapioka P1 B2 dan P2 B2 sebanyak 90 dan 91 total keseluruhan dengan rata rata sangat suka. kesukaan masyarakat pada aroma tempe kedelai pada K1B1, K1B2, kedelai dan ragi, P1 B1, P1B2 kedelai ragi, dan yakul ,P2 B1, P2B2 Kedelai ,ragi dan tapioka P3 B1, P3B2 kedelai, ragi yakul dan tapioka dari hari perta sampai hari ke 4 dan hari kelima dan selanjutnya sudah tercium aroma amoniak. Kekompakkan pada tempe dapat dilihat K1B1, K1B2, kedelai dan ragi, P1 B1, P1B2 kedelai ragi, dan yakul ,P2 B1, P2B2 Kedelai ,ragi dan tapioka P3 B1, P3B2 kedelai, ragi yakul dan tapioka dari hari pertama sampai hari ke 7 dan hari ketujuh dan selanjutnya sudah tidak terlihat kompak meselium tidak menyebar dipermukaan tempe warna pada tempe dapat dilihat K1B1, K1B2, kedelai dan ragi, P1 B1, P1B2 kedelai ragi, dan yakul ,P2 B1, P2B2 Kedelai ,ragi dan tapioka P3 B1, P3B2 kedelai, ragi yakul dan tapioka berwarna putih pada hari 2 sampai hari ke 5 dan hari ke 6 selanjutnya berwarna coklat pada Implikasi pembelajaran dengan penerapan pendekatan Sains Teknologi Lingkungan dan Masyarakat (Salingtemas) pada pokok bahasan fungi di kelas X IPA SMA TUNAS PATRIA UNGARAN Kabupaten Semarang pada pertemuan II aspek afektif adalah 82,35% , dengan ketuntasan klasikal adalah 88%, psikomotorik adalah 80,17% dengan ketuntasan klasikal 94%,aspek kognitif adalah 78,72%, dengan ketuntasan klasikal 88%.This study aims to examine 1) How is the shelf life of tempeh by giving yakult and tapioca. 2) How is mold fungus found in tempeh. 3) To find out the quality of student learning outcomes about fungi by using SETS-based E LKS on fungi in class X SMA TUNAS PATRIA UNGARAN. This type of research is a quasi-experimental. Based on the results of the study, the best tempeh shelf life was at the addition of 20% yakult and 0.8% tapioca P2 B2 with the shelf life of tempeh on the sixth day. The public's preference for the distinctive taste or aroma of tempeh can be tested by organoleptic, in addition to the aroma, compactness and color can be known. The distinctive aroma of tempeh can be seen with the highest value in the addition of yakult and tapioca P1 B2 and P2 B2 as much as 90 and 91 in total, with an average of very like. people's preferences for the aroma of soybean tempeh in K1B1, K1B2, soybean and yeast, P1 B1, P1B2 soybean yeast, and yakul, P2 B1, P2B2 Soybean, yeast and tapioca P3 B1, P3B2 soybeans, yakul yeast and tapioca from day one to day 4 and the fifth day onwards already smelled the smell of ammonia. The compactness of tempeh can be seen in K1B1, K1B2, soybean and yeast, P1 B1, P1B2 soybean yeast, and yakul, P2 B1, P2B2 Soybean, yeast and tapioca P3 B1, P3B2 soybean, yakul yeast and tapioca from day 1 to day 7 and on the seventh day and onwards, the mecelium did not appear to be compact, the color of the tempeh could be seen K1B1, K1B2, soybean and yeast, P1 B1, P1B2 soybean yeast, and yam, P2 B1, P2B2 Soybean, yeast and tapioca P3 B1, P3B2 soybean , Yakul yeast and tapioca are white on day 2 to day 5 and the next day 6 is brown on the implication of learning with the application of the Environmental and Community Science Technology approach (Salingtemas) on the subject of fungi in class X IPA SMA TUNAS PATRIA UNGARAN Semarang Regency on second meeting affective aspect is 82.35%, with classical completeness is 88%, psychomotor is 80.17% with classical completeness 94%, cognitive aspect is 78.72%, with classical completeness 88%.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA Hannum, Farida; Sukarmin, Sukarmin; Cari, Cari
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i1.31824

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah karena keterbatasan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran bagi siswa dan guru. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan karakteristik modul pembelajaran fisika berbasis Learning Cycle 5E, (2) mengetahui kelayakan modul, (3) mengetahui efektivitas penggunaan modul terhadap kemampuan berpikir analitis dan hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan Research and Development (R&D) dengan model 4-D yang terdiri dari: (1) define, (2) design, (3) develop, dan (4) disseminate. Materi yang dikembangkan dalam modul adalah Fluida Statis yang diperuntukkan siswa SMA kelas XI IPA. Modul  yang dikembangkan divalidasi oleh ahli materi, ahli bahasa, ahli media, reviewer, dan peer review. Modul dikategorikan layak untuk implementasikan. Modul diujicobakan secara terbatas pada 12 siswa di SMA Negeri 2 Ngawi dan diperoleh hasil bahwa modul termasuk dalam kategori “Sangat Baik” menurut siswa. Modul diujicoba dalam skala besar pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Ngawi. Data yang diperoleh yaitu data kemampuan berpikir analitis dan hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan disimpulkan bahwa: (1) karakteristik modul fisika yang dikembangkan berupa modul cetak materi fluida statis yang berbasis Learning Cycle 5E dengan tahapan engage, explore, explain, elaborate, dan evaluate dengan memunculkan indikator kemampuan berpikir analitis dalam setiap tahapannya yaitu menginterpretasi informasi, menggunakan konsep dalam pemecahan masalah, membuat dan mengevaluasi kesimpulan, serta memberikan alasan setiap jawaban, (2) modul pembelajaran fisika berbasis Learning Cycle 5E yang dikembangkan layak karena memenuhi kriteria nilai kelayakan berdasarkan Cut Off Score yaitu sebesar 87,32%, respon guru dalam tahap penyebaran sebesar 84,00% dalam kategori sangat baik, dan hasil angket respon modul oleh siswa sebesar 80,62% dalam kategori sangat baik, (3)  modul pembelajaran fisika berbasis Learning Cycle 5E efektif dalam meningkatkan  kemampuan berpikir analitis serta ketercapaian ketuntasan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata kemampuan berpikir analitis siswa sebesar 0,41 yang termasuk kategori “Sedang”. Sedangkan rata-rata ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 87,50% meningkat melampaui KKM.
ANALISIS KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI DI PENDIDIKAN BIOLOGI FKIP UAD Irawati, Hani
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan dasar mengajar mahasiswa prodi pendidikan biologi FKIP UAD tahun akademik 2018-2019 yang mengambil mata kuliah micro teaching. Adapun keterampilan yang ingin dilihat yaitu: 1) keterampilan membuka pelajaran, 2) keterampilan menjelaskan, 3) keterampilan memberi penguatan, 4) keterampilan mengadakan variasi, 5) keterampilan membimbing diskusi, 6) keterampilan mengelola kelas, 7) keterampilan bertanya, dan 8) keterampilan menutup pelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan populasi seluruh mahasiswa prodi pendidikan biologi FKIP UAD angkatan 2016 yang mengambil mata kuliah micro teaching. Penentuan sampel penelitian menggunkan teknik purposive random sampling, sampling penelitian terdiri atas mahasiswa micro teaching kelas A, D, E, F, dan J yang berjumlah 65 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi dan instrumen pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: keterampilan dasar mengajar mahasiswa calon guru program studi pendidikan biologi FKIP UAD berada dalam kategori sangat baik pada aspek membuka pelajaran, bertanya, dan menutup pelajaran. Kategori baik pada aspek penguasaan kelas, menjelaskan, dan memberikan penguatan. Kategori cukup pada aspek melakukan variasi, dan kategori kurang pada aspek memimpin diskusi kelompok kecil.This study aims to determine the level of basic teaching skills for Biology Education Study Program students of FKIP UAD for the academic year 2018-2019 who take micro-teaching courses. The skills to look at are: 1) opening lesson skills, 2) explaining skills, 3) reinforcement skills, 4) variation skills, 5) discussion guiding skills, 6) classroom management skills, 7) questioning skills, and 8) closing skills. This research is a quantitative study using a population of all students of biology education study program FKIP UAD class of 2016 who take micro-teaching courses. Determination of the research sample using purposive random sampling technique, the research sampling consisted of 65 students of micro-teaching classes A, D, E, F, and J. Data collection techniques using observation and data collection instruments using observation sheets. Data were analyzed descriptively quantitatively. The results showed that: the basic teaching skills of prospective teachers of the biology education study program FKIP UAD were in the very good category in the aspects of opening lessons, asking questions, and closing lessons. Good category on aspects of class mastery, explaining, and providing reinforcement. The category is sufficient on the aspect of doing variations, and the category is less on the aspect of leading small group discussions.
LEVEL OF INQUIRY PEMBELAJARAN FISIKA: PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH SISWA Sarwanto, Sarwanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i2.50086

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1) pengaruh level of inquiry (LoI) terhadap kemampuan kognitif; (2) pengaruh sikap ilmiah terhadap kemampuan kognitif, (3) dampak pembelajaran LoI terhadap sikap ilmiah siswa. Pembelajaran LoI dari dibatasi pada inquiry lesson dan guided inquiry lesson. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X salah satu SMA Negeri di Kabupaten Sukoharjo. Sampel dipilih dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumen; analisis data menggunakan uji anova. Hasil penelitian disimpulkan: (1) kemampuan kognitif antara siswa yang diberi pembelajaran guided inquiry lab lebih baik daripada inquiry lesson (Fobs=4,12 > Fα=3,97), (2) kemampuan kognitif siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi lebih tinggi sikap ilmiah rendah (Fobs=5,03 > Fα=3,97), (3) tidak ada interaksi pengaruh antara penggunaan pembelajaran inquiry lesson dan guided inquiry lab dengan kategori sikap ilmiah tinggi dan rendah terhadap kemampuan kognitif siswa (Fobs=0.33 > Fα=3,97).This study aims to analyze: (1) the effect of level of inquiry (LoI) on cognitive abilities; (2) the influence of scientific attitudes on cognitive abilities, (3) the impact of LoI learning on students' scientific attitudes. LoI learning is limited to inquiry lessons and guided inquiry lessons. This study uses a quasi-experimental method. The population of this study were students of class X one of the public high schools in Sukoharjo Regency. The sample was selected by cluster random sampling technique. Data collection techniques using observations, tests, and documents; data analysis using ANOVA test. The results of the study concluded: (1) the cognitive abilities of students who were given guided inquiry lab learning were better than the inquiry lesson (Fobs=4.12 > Fα=3.97), (2) the cognitive abilities of students who had high scientific attitudes had higher attitudes. low scientific knowledge (Fobs=5.03 > Fα=3.97), (3) there is no interaction effect between the use of inquiry lesson and guided inquiry lab learning with high and low scientific attitude categories on students' cognitive abilities (Fobs=0.33 > Fα= 3.97).
PENGEMBANGAN MODUL KIMIA BERBASIS INKURI TERBIMBING PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS XI IPA SMA Femiceyanti, Indri; Rahardjo, Sentot Budi; Yamtinah, Sri
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i2.37758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengembangkan modul kimia berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses sains pada materi larutan penyangga, (2) menguji kelayakan modul kimia berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses sains pada materi larutan penyangga, (3) mengetahui efektivitas pembelajaran setelah menggunakan modul kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi larutan penyangga. Penelitian dilakukan di SMA Teladan Way Jepara, SMA N 1 Labuhan Maringgai, dan SMA Kosgoro Sribhawono di Kabupaten Lampung Timur. Penelitian pengembangan modul kimia ini menggunakan 9 tahapan prosedur Borg and Gall meliputi: (1) penelitian pendahuluan dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) penge,bangan produk, (4) uji coba lapangan awal, (5) revisi produk awal, (6) uji coba pelaksanaan lapangan, (7) penyempurnaan produk hasil uji coba lapangan, (8) uji pelaksanaan lapangan, (9) penyempurnaan produk akhir. Analisis kelayakan modul berdasarkan skor kriteria. Analisis efektifitas modul menggunakan uji-t pihak kanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) modul kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi larutan penyangga telah dikembangkan dengan menggunakan 9 tahapan prosedur Borg and Gall. Modul tersebut dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses sains. (2) modul kimia berbasis inkuiri terbimbing mendapat penilaian dengan kategori “Baik” sehingga layak digunakan pada proses pembelajaran (3) hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa modul kimia berbasis inkuiri terbimbing efektif digunakan pada sekolah dengan kategori tinggi,sedang dan rendah. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata prestasi belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.
“PACUL” ALAT TRADISONAL UNTUK PEMBELAJARAN IPA TERPADU BERBASIS STEM Adi, Delisma Wisnu
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i2.50081

Abstract

Hakikat IPA merupakan proses, sikap, produk dan aplikasi. Tuntutan perkembangan ilmu menghendaki adanya aplikasi pengetahuan dalam bidang teknik dan matematis tehadap lingkungan. Pendekatan STEM hadir untuk membelajarkan IPA. Pembelajaran IPA secara terpadu dan bermakna bagi peserta didik dapat diciptakan dengan membawa konsep pembelajaran dan diterapkan pada lingkungan peserta didik. Wilayah Indonesia yang sebagian berupa daratan subur maka mata pencaharian sebagai petani sudah menjadi pengetahuan umum. Dalam studi ini mencoba menyajikan pembelajaran IPA Terpadu berbasis STEM dengan menggunakan “Pacul” sebagai alat pertanian tradisional sebagai bahan pembelajaran IPA Terpadu. Alat pertanian yang umum tersebut dihadirkan dalam pembelajaran dengan harapan peserta didik paham bahwa konsep IPA dekat dengan mereka.The nature of science is a process, attitude, product and application. The demands of the development of science require the application of knowledge in the fields of engineering and mathematics to the environment. The STEM approach is here to teach science. Science learning in an integrated and meaningful way for students can be created by bringing learning concepts and being applied to the students' environment. As part of Indonesia's fertile land, livelihood as a farmer has become common knowledge. In this study, we try to present STEM-based Integrated Science learning using "Pacul" as a traditional agricultural tool as an Integrated Science learning material. These common agricultural tools are presented in learning with the hope that students understand that science concepts are close to them.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF KIMIA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK PEMBELAJARAN MATERI POKOK HIDROKARBON DAN MINYAK BUMI KELAS XI MIA Nugraheni, Wulan; Mulyani, Sri; Ashadi, Ashadi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i2.37756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hasil pengembangan multimedia interaktif kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi hidrokarbon dan minyak bumi; (2) kelayakan multimedia interaktif kimia  berbasis inkuiri terbimbing pada materi hidrokarbon dan minyak bumi; (3) efektivitas pembelajaran menggunakan multimedia interaktif kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi hidrokarbon dan minyak  bumi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan pendidikan (educational reseach and development). Penelitian pengembangan multimedia ini menggunakan prosedur R&D menurut Borg & Gall yang telah dimodifikasi menjadi 9 tahap, yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan informasi; (2) perencanaan; (3) pengembangan draft produk; (4) uji coba lapangan awal; (5) revisi hasil uji coba; (6) uji coba lapangan; (7)  revisi produk hasil uji lapangan; (8) uji pelaksanaan lapangan; (9) revisi produk akhir. Analisis data yang digunakan selama proses pengembangan adalah analisis deskriptif kualitatif. Produk yang dikembangkan dalam penelitian adalah multimedia interaktif kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi hidrokarbon dan minyak bumi. Pengujian efektivitas multimedia dilakukan dengan membandingkan hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol pada masing-masing sekolah. Sampel dipilih dengan teknik cluster random sampling. Penelitian dilakukan di SMAN 2 Surakarta, SMAN 3 Surakarta, dan SMAN 8 Surakarta tahun pelajaran 2016/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengembangan multimedia interaktif kimia berbasis inkuiri terbimbing telah dilaksanakan melalui 9 tahap R&D menurut Borg & Gall dan telah direvisi berdasarkan saran dan masukan dari validator ahli dan praktisi, serta telah diujicobakan kepada siswa pada uji coba skala kecil, skala menengah, dan skala luas; (2) kelayakan produk multimedia dikategorikan sangat baik dan sangat layak digunakan dengan rerata persentase penilaian sebesar 86% dari validator ahli materi dan ahli media, serta 89% berdasarkan penilaian praktisi; (3) Hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang  signifikan antara hasil belajar siswa yang menggunakan multimedia interaktif yang dikembangkan (kelas eksperimen) dengan hasil belajar siswa yang tidak menggunakan multimedia (kelas kontrol). Berdasarkan rerata nilai hasil belajar kelas ekperimen yang lebih tinggi dari pada rerata nilai kelas kontrol, dapat disimpulkan bahwa produk multimedia yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar aspek pengetahuan dan sikap siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IPA POKOK BAHASAN MATA MANUSIA BERBASIS ANDROID Billah, Arif; Sarwanto, Sarwanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i2.50070

Abstract

Studi lapangan dan literatur merekomendasikan bahwa dibutuhkan media pembelajaran pokok bahasan mata manusia yang menyajikan tujuan pembelajaran, materi, evaluasi dan penilaiannya, serta mendukung terjadinya proses pembelajaran mandiri, interaktif, dan menyenangkan. Metode penelitian pengembangan ini menggunakan langkah-langkah: potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, dan produksi masal. Produk penelitian ini adalah aplikasi android ”Alat Optik Mata Manusia”. Karakteristik produk ini adalah: (1) memuat tujuan pembelajaran, materi, simulasi, latihan soal, dan evaluasi; (2) menu materi memuat: bagian-bagian mata, proses melihat, dan gangguan mata; (3) terdapat lima submenu simulasi yang interaktif dan komunikatif; (4) materi diuraikan melalui teks dan gambar full color; (5) terdapat evaluasi dengan penilaiannya; (6) dapat digunakan secara mandiri dan dapat mengulang-ulang materi yang diinginkan; dan (7) dapat digunakan dimanapun dan kapanpun. Kriteria kelayakan produk adalah ”sangat baik” dengan nilai 4,60; kriteria kepraktisan ”sangat baik” dengan nilai 4,51; dan kriteria keefektivan ”tinggi” dengan n-gain 0,76 sedangkan nilai rerata aktivitas siswa adalah 89,02 % dengan kriteria ”sangat baik”.Field studies and literature recommend that learning media for the subject of the human eye is needed that presents learning objectives, materials, evaluations and assessments, and supports an independent, interactive, and fun learning process. This development research method uses the following steps: potential and problems, data collection, product design, design validation, design revision, product testing, product revision, usage testing, product revision, and mass production. The product of this research is the android application "Human Eye Optical Instrument". The characteristics of this product are: (1) contains learning objectives, materials, simulations, practice questions, and evaluations; (2) the material menu contains: parts of the eye, the process of seeing, and eye disorders; (3) there are five interactive and communicative simulation submenus; (4) the material is described through text and full color images; (5) there is an evaluation with the assessment; (6) can be used independently and can repeat the desired material; and (7) can be used anywhere and anytime. The product eligibility criteria are “very good” with a score of 4.60; practicality criteria “very good” with a score of 4.51; and the effectiveness criterion is "high" with an n-gain of 0.76 while the average value of student activity is 89.02% with the criteria of "very good".
PENGEMBANGAN MODEL DISCOVERY LEARNING USING SURVEY PADA MATERI FUNGI SMA KELAS X MIPA Setyowati, Rini; Sajidan, Sajidan; Karyanto, Puguh
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i1.31792

Abstract

Tujuan penelitian dan pengembangan yaitu untuk mengetahui : 1) Karakteristik  model Discovery Learning Using Survey pada materi jamur di SMA Negeri I Jogorogo Ngawi, 2) Kelayakan model Discovery Learning Using Survey pada materi jamur di SMA Negeri I Jogorogo, 3) Kefektifan model Discovery Learning Using Survey terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri I Jogorogo. Penelitian ini menggunakan metode Research And Development (R & D) mengacu pada model Borg &Gall yang telah dimodifikasi. Kelayakan model divalidasi oleh ahli model,  ahli materi, dan guru biologi (praktisi). Subjek uji coba pada penelitian ini adalah siswa kelas X MIA dengan rincian 23 research and information collection, 15 siswa untuk tahap main field testing dan 57 siswa untuk tahap operasional field testing. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan : 1) Karakteristik model Discovery Learning Using Survey dilakukan dengan memperhatikan karakteristik dari model yaitu adanya sintaks, sistem sosial, sistem pendukung, peran siswa, peran guru, dampak instruksional, dan dampak pengiring, 2) hasil pengembangan model Discovery Learning Using Survey layak untuk diterapkan pada materi fungi. Kelayakan model Discovery Learning Using Survey berdasarkan penilaian dari ahli, praktisi, dan respon siswa yang secara keseluruhan memberikan kategori sangat baik pada produk pengembangan dan layak digunakan di SMA Negeri I Jogorogo, 3) model Discovery Learning Using Survey sangat efektif serta mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan dari rerata hasil belajar antara kelas baseline dengan kelas uji coba dengan penggunaan model Discovery Learning Using Survey lebih baik dibandingkan dengan kelas baseline yang menggunakan model ceramah bervariasi.

Page 3 of 15 | Total Record : 144