cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 224 Documents
PENGARUH PEMBELAJARAN POE (PREDICT OBSERVE EXPLAIN) MELALUI METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS SISWA Siti Muthmainah; Mohammad Masykuri; Baskoro Adi Prayitno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i1.31782

Abstract

The aims of this reasearch are to find out the influence of POE model through experiment and demonstration methods viewed by prior knowledge and generic science skill and the interaction of them to students’ cognitive, afective, and phsycomotor learning achievements on environment pollution subject. The population of this reseach was all students of the seventh grade of MTs PPMI Assalam Sukoharjo. The sample of this reseach was determined by using cluster random sampling and the result got two classes. Experiment class I (7C) used POE model with experiment method and experiment class II used POE model with demonstration method. Data collected technique used test to get students’ cognitive achievement, while observation sheets were used to get students’ affective and phsycomotor acievements, and test sheets were used to get students’ prior knowledge and generic science skill. Hypothesis was analyzed used ANAVA. The results of the research were as follow: There was influence of prior knowledge and generic science skill to the student cognitive achievement and also there was interaction between the POE model through experiment and demonstration methods, prior knowledge, and generic science skill to the students’ cognitive achievement.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS PETA KONSEP PADA MATERI GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK KELAS XI SMAN 1 DOLOPO KABUPATEN MADIUN JAWA TIMUR Eka Karunia Hardanti; Sarwanto Sarwanto; Cari Cari
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i2.9476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) bentuk pengembangan modul pembelajaran fisika berbasis peta konsep; (2) peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran modul berbasis peta konsep. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development mengacu model 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate) dikemukakan Thiagarajan. Pengembangan modul berbasis peta konsep dinilai berdasarkan kelayakan materi dan media oleh 2 dosen pakar, 2 guru, dan 2 peer review. Data hasil belajar siswa dianalisis melalui uji Normalitas, uji Homogenitas dan uji Wilcoxon menggunakan software SPSS Versi 18. Pelaksanaan penelitian pengembangan memberikan kesimpulan: (1) pengembangan modul pembelajaran fisika berbasis peta konsep pada materi gelombang elektromagnetik menghasilkan produk pengembangan yang layak digunakan. Bentuk produk berupa modul yang berbasis peta konsep yang memuat tentang proposisi, hierarki, kaitan silang, dan contoh. (2) pencapaian hasil belajar siswa dengan menggunakan modul berbasis peta konsep pada materi gelombang elektromagnetik diperoleh gain ternormalisasi sebesar 0,3 yang menunjukkan hasil belajar siswa meningkat dengan kategori sedang.
PEMBELAJARAN BIOLOGI MODEL POE (PREDICTION, OBSERVATION, EXPLANATION) MELALUI LABORATORIUM RIIL DAN LABORATORIUM VIRTUIL DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR ABSTRAK Sawitri Epi Wahyuni; Suciati Makmur Sudarisman; Puguh Karyanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v2i03.9800

Abstract

laboratorium virtuil ditinjau dari aktivitas belajar dan kemampuan berpikir abstrak terhadap hasil belajar.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi penelitian adalahseluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Plupuh Sragen. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknikcluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I diberi perlakuan menggunakan laboratoriumriil terdiri dari 32 siswa dan kelas eksperimen II diberi perlakuan menggunakan laboratorium virtuil terdiri dari32 siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk data hasil belajar kognitif, psikomotor dankemampuan berpikir abstrak, angket untuk data aktivitas dan hasil belajar afektif, lembar observasi untuk datapsikomotor dan afektif. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan sel tak sama dengan bantuansoftware SPSS 17. Hasil penelitian didapatkan bahwa: (1) hasil belajar pembelajaran POE melalui laboratoriumriil lebih tinggi daripada laboratorium virtuil, baik aspek kognitif, psikomotor, maupun afektif; (2) siswa denganaktivitas belajar tinggi memiliki hasil belajar yang lebih baik daripada siswa dengan aktivitas belajar rendah; (3)siswa dengan kemampuan berpikir abstrak tinggi memiliki hasil belajar yang lebih baik daripada siswa dengankemampuan berpikir abstrak rendah; (4) terdapat interaksi antara pembelajaran model POE melalui laboratoriumriil dan laboratorium virtuil dengan aktivitas belajar terhadap hasil belajar; (5) tidak terdapat interaksi antarapembelajaran model POE melalui laboratorium riil dan laboratorium virtuil dengan kemampuan berpikir abstrakterhadap hasil belajar; (6) terdapat interaksi antara aktivitas belajar dan kemampuan berpikir abstrak terhadaphasil belajar; (7) tidak terdapat interaksi antara pembelajaran model POE melalui laboratorium riil danlaboratorium virtuil, aktivitas belajar, dan kemampuan berpikir abstrak terhadap hasil belajar.Kata kunci: Model POE, Laboratorium Riil, Laboratorium Virtuil, Aktivitas Belajar, Kemampuan Berpikir Abstrak
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU UNTUK SMP/MTs BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN TEMA FOTOSINTESIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Joko Suparno; Widha Sunarno; Ashadi Ashadi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i2.31828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakteristik produk modul IPA terpadu yang berbasis PBL dengan tema fotosintesis, (2) mengetahui kelayakan produk modul IPA terpadu berbasis PBL dengan tema fotosintesis, (3) mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah menggunakan modul IPA terpadu berbasis PBL dengan tema fotosintesis. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D). Pengembangan dilakukan dengan mengacu pada model 4-D dengan tahapan Define, Design, Develop, dan Disseminate yang dikemukakan oleh Thiagarajan. Pengembangan modul ini dinilai berdasarkan kelayakan isi, penyajian, dan bahasa oleh dosen, guru, dan peer review. Berdasarkan validasi kelayakan isi, penyajian, dan bahasa modul kemudian diujicobakan kecil pada 9 siswa. Setelah  direvisi, modul diujicobakan ke kelas. Kemampuan berpikir kritis siswa dianalisis dengan uji nonparametrik dua sampel berhubungan dengan uji Wilcoxon menggunakan software PASW Statistic 18. Hasil penelitian ini adalah (1) modul IPA terpadu berbasis masalah dengan tema fotosintesis dikembangkan menggunakan komponen pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan model 4-D meliputi Define, Design, Develop, dan Disseminate, (2) kelayakan modul IPA terpadu berbasis masalah dengan tema fotosintesis yang dikembangkan berkategori baik berdasarkan penilaian dari ahli, praktisi, dan respon siswa, dan (3) kemampuan berpikir kritis siswa setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan modul IPA terpadu berbasis masalah dengan tema fotosintesis mengalami peningkatan (sig.0,000). Besarnya peningkatan dilihat dari gain score pada 4 aspek kemampuan berpikir kritis meliputi aspek kelancaran 0,43 (sedang), aspek keluwesan 0,30 (sedang), aspek keaslian 0.35 (sedang), dan aspek memperinci 0,33 (sedang).
APLIKASI SAINS PADA ANAK USIA DINI DALAM KELUARGA UNTUK MENGHADAPI ABAD 21 Nana Nana
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aplikasi sains pada anak usia dini dalam keluarga untuk menghadapi abad 21. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif kualitatif yang di arahkan pada field research jenis. Jenis data yang digunakan adalah data-data yang diperoleh bersumber dari observasi, pengumpulan data lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang cukup baik bahwa 2% partisipan tidak pernah mengaplikasikan sains, 12% jarang, 39% netral, 37% sering, dan 10% sangat sering. Hasil ini akan ditindaklanjuti dengan workshop, program parenting, pembatasan penggunaan telepon selular dan program literasi. Hasil yang dicapai ke nantinya akan mendorong orang tua untuk lebih memahami pengaplikasian sains dan pola asuh anak yang baik dan benar. Selain itu, anak akan ditumbuhkembangkan minat membacanya, dan didorong untuk semakin imajinatif dan kreatif.This study aims to describe the application of science in early childhood in the family to face the 21st century. This study uses descriptive qualitative research methods that are directed at field research types. The type of data used is data obtained from observations, field data collection, interviews, and documentation. The results of the study showed a fairly good result that 2% of participants never applied science, 12% rarely, 39% neutral, 37% often, and 10% very often. These results will be followed up with workshops, parenting programs, restrictions on the use of cellular phones and literacy programs. The results achieved in the future will encourage parents to better understand the application of science and good and correct parenting. In addition, children will develop an interest in reading, and are encouraged to be more imaginative and creative.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN OTENTIK BERBASIS SCIENTIFIC LITERACY PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA SEBAGAI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Tutut Widowati; Nonoh Siti Aminah; Cari Cari
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i2.9466

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan dan kualitas dari instrumen penilaian otentik berbasis scientific literacy pada pembelajaran Fisika di SMA sebagai implementasi Kurikulum 2013. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D). Penelitian utama dilakukan di kelas X-MIA 1 SMA N 5 Surakarta pada tahun pelajaran 2013/2014. Data yang diperoleh berupa: (1) data kualitatif, yaitu hasil wawancara untuk analisis kebutuhan dan saran serta komentar terhadap kualitas produk dan perangkat (silabus, RPP, kisi-kisi dan rubrik); dan (2) data kuantitatif, berupa: (a) hasil validasi isi tentang kualitas produk dan respon produk dilihat dari nilai rata-rata totalnya; (b) hasil validasi konstruk dan reliabilitas lembar observasi dan angket penilaian; dan (c) taraf kesukaran, daya beda, dan keefektifan pengecoh serta reliabilitas item tes (tes otentik dan non otentik). Berdasarkan hasil analisis data penelitian dan pembahasan, disimpulkan bahwa: (1) proses pengembangan instrumen penilaian otentik berbasis scientific literacy pada pembelajaran Fisika di SMA sebagai implementasi Kurikulum 2013 mengacu pada model 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, et.al., terdiri dari tahap define, design, develop, dan disseminate; dan (2) kualitas instrumen sangat baik, dilihat dari: (a) hasil analisis data tahap validasi, yaitu nilai rata-rata validasi isi produk dan validasi isi tiap perangkat memenuhi kriteria sangat baik; (b) nilai rata-rata respon produk pada tahap uji coba kecil memenuhi kriteria sangat baik; (c) hasil analisis data uji coba skala besar yang terdiri dari: (i) masing-masing item lembar observasi, angket penilaian, dan soal evaluasi valid dan reliabel; dan (ii) nilai rata-rata respon produk memenuhi kriteria sangat baik; (d) nilai rata-rata respon produk pada tahap penyebaran memenuhi kriteria sangat baik; dan (e) tervalidasinya item tes non otentik dengan nilai reliabilitas yang memenuhi kriteria cukup.
KEEFEKTIFAN PRODUK PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KOGNITIF UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA (MENURUT TAKSONOMI BLOOM YANG TEREFISI) PADA MATERI PROTISTA Eny Tarliany; Sajidan Sajidan; Puguh Karyanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i1.31818

Abstract

Tujuan penelitian yaitu: Menguji keefektifan produk pengembangan instrumen penilaian kognitif untuk mengukur kemampuan kognitif siswa pada materi protista. Pengembangan instrumen penilaian kognitif untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi mengacu pada model research and development (R&D) modifikasi dari Borg and Gall meliputi 9 langkah, yaitu: 1) penelitian pendahuluan dan pengumpulan informasi, 2) perencanaan, 3) pengembangan produk awal, 4) uji coba produk awal, 5) revisi produk I, 6) uji coba lapangan, 7) revisi produk II, 8) uji coba lapangan operasional, dan 9) revisi produk akhir. Pada penelitian ini hanya dilakukan sembilan tahapan R&D. Analisis hasil penelitian menggunakan teknik deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian  meliputi: 1) produk pengembangan instrumen penilaian kognitif dikembangkan berdasarkan indikator keterampilan proses kognitif menurut Anderson dan Krathwohl 2010, 2) kelayakan isi produk instrumen penilaian kognitif untuk mengukur keterampilan proses kognitif termasuk dalam kategeri “sangat baik” dan validitas konstruk “sangat baik”; validitas butir soal dengan kategori interpretasi minimal “cukup”; tingkat kesukaran soal dengan proporsi 11,00% kategori sedang dan 89,00% kategori sulit; daya beda dengan interpretasi minimal “cukup”; kepraktisan soal termasuk aktegori “baik”, 3) Perbedaan nilai kemampuan kognitif siswa kelas evaluasi dengan GDL (77,10) dengan kelas existing learning dengan DL (70,60) menunjukkan keefektifan produk instrumen penilaian kognitif ini.
EFEKTIVITAS KOLABORASI QR CODE DAN EDMODO (QRCE) TERHADAP MOTIVASI SERTA HASIL BELAJAR MATERI KONSEP MOL PADA SISWA KELAS X SMK KESEHATAN PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2018/ 2019 Diah Megasari Tyasning; Arini Fadhilah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan motivasi dan hasil belajar siswa yang menggunakan kolaborasi QRCE dan pembelajaran konvensional pada materi konsep mol. Penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga Juli 2019. Populasi dalam penelitian ini meliputi siswa kelas X SMK Kesehatan Purworejo tahun pelajaran 2018/ 2019 yang terdiri dari 5 kelas. Jenis penelitian yang digunakan adalah non randomized pre-test and post-test control group. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu kelas X Farmasi 1 (kontrol) dan X Farmasi 2 (eksperimen). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan angket. Teknik analisis data untuk uji hipotesis dilakukan dengan tes nonparametrik Mann-Whitney. Dari hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan menunjukkan: 1) Ada perbedaan motivasi belajar siswa yang menggunakan kolaborasi QRCE dan pembelajaran konvensional pada materi konsep mol dibuktikan dengan nilai signifikansi untuk motivasi belajar 0,030. 2) Ada perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan kolaborasi QRCE dan pembelajaran konvensional pada materi konsep mol dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,024.This study aims to determine whether there are differences in student motivation and learning outcomes using QRCE collaboration and conventional learning on the mole concept material. The study was conducted from February to July 2019. The population in this study included class X SMK Kesehatan Purworejo 2018/2019 academic year which consisted of 5 classes. The type of research used is a non-randomized pre-test and post-test control group. Sampling was done by using cluster random sampling technique. The sample consisted of two classes, namely class X Pharmacy 1 (control) and X Pharmacy 2 (experimental). Data collection techniques using test and questionnaire techniques. The data analysis technique for hypothesis testing was carried out by the Mann-Whitney nonparametric test. From the results of research and analysis that have been carried out, it shows: 1) There are differences in student motivation using QRCE collaboration and conventional learning on the mole concept material as evidenced by a significance value for learning motivation of 0.030. 2) There are differences in student learning outcomes using QRCE collaboration and conventional learning on the mole concept material as evidenced by a significance value of 0.024.
STUDI LITERATUR: PENINGKATAN ORAL ACTIVITY DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE AND SHARE (SSCS) MATERI SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA Fasaila Nadif Widyati; Hani Irawati
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i2.50084

Abstract

Dominansi pendekatan pembelajaran teacher center menyebabkan oral activity siswa dan hasil belajar kognitif siswa rendah pada materi sistem ekskresi. Penerapan model pembelajaran SSCS diharapkan dapat meningkatkan oral activity  dan hasil belajar kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan oral activity dan hasil belajar kognitif siswa melalui model pembelajaran SSCS pada materi sistem ekskresi berdasarkan studi literatur. Jenis penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Artikel ilmiah sebagai data penelitian berasal dari jurnal nasional, prosiding dan repository. Validasi artikel dilakukan dengan pertimbangan artikel ilmiah bersifat open access, kualitas metodologi penelitian, kualitas penyajian data dan pembahasan, kecukupan data yang relevan, referensi mutakhir. Teknik pengumpulan data dengan cara koding definisi dan format penyajian data dalam tabel. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan studi literatur menunjukkan bahwa model pembelajaran SSCS dapat meningkatkan oral activity dan hasil belajar kognitif siswa. Hal ini diketahui melalui analisis data artikel ilmiah relevan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan oral activity dan hasil belajar kognitif. Oral activity siswa terlihat dalam penerapan model pembelajaran SSCS pada tahapan solve dan share. Model pembelajaran SSCS mendukung siswa mengembangkan kemampuan berpikir sehingga perolehan hasil belajar kognitif siswa meningkat. Selain itu, model pembelajaran SSCS dapat diterapkan pada materi sistem ekskresi.The dominance of the teacher center learning approach causes students' oral activity and students' cognitive learning outcomes to be low on the excretory system material. The application of the SSCS learning model is expected to improve students' oral activity and cognitive learning outcomes. This study aims to determine the increase in oral activity and student cognitive learning outcomes through the SSCS learning model on excretory system material based on literature studies. This type of research is a literature study research. Scientific articles as research data come from national journals, proceedings and repositories. Article validation is carried out with consideration of open access scientific articles, quality of research methodology, quality of data presentation and discussion, adequacy of relevant data, up-to-date references. Data collection techniques by coding the definition and format of data presentation in tables. The data analysis technique used descriptive analysis. Based on the literature study, it shows that the SSCS learning model can improve students' oral activity and cognitive learning outcomes. It is known that through data analysis of relevant scientific articles there is a significant effect on increasing oral activity and cognitive learning outcomes. The students' oral activity can be seen in the application of the SSCS learning model at the solve and share stages. The SSCS learning model supports students to develop thinking skills so that the acquisition of students' cognitive learning outcomes increases. In addition, the SSCS learning model can be applied to the excretory system material.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN (POE) DAN THINK-TALK-WRITE (TTW) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA Rifad Nurma Yuliansyah; Mohammad Masykuri; Puguh Karyanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i1.31820

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi adalah semua siswa kelas XI SMA Negeri 1 Karangpandan tahun pelajaran 2016/2017. Sampel diambil menggunakan cluster random sampling sejumlah 2 kelas. Kelas XI IPA 2 diberi model pembelajaran dengan Predict-Observe-Explain (POE) dan kelas XI IPA 4 diberi model pembelajaran dengan Think-Talk-Write (TTW). Data dikumpulkan dengan menggunakan tes untuk hasil belajar siswa dan  kemampuan berpikir analitis, angket untuk kreativitas siswa, hipotesis diuji dengan uji anacova. Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa: 1) ada pengaruh model Predict-Observe-Explain (POE) dan Think-Talk-Write (TTW) terhadap hasil belajar, 2) ada pengaruh   kreativitas tinggi  dan  rendah terhadap hasil belajar, 3) ada pengaruh kemampuan berpikir analisis tinggi dan rendah terhadap hasil belajar, 4) tidak ada interaksi model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) dan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) dengan kreativitas dikategorikan tinggi, rendah  terhadap hasil belajar, 5) tidak ada interaksi model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) dan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) dengan kemampuan berpikir analitis dikategorikan tinggi, rendah  terhadap hasil belajar, 6) ada interaksi   kreativitas dan kemampuan berpikir analitis dikategorikan tinggi, rendah  terhadap hasil belajar, 7) tidak ada interaksi model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) dan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) dengan kretivitas dan  kemampuan berpikir analitis dikategorikan tinggi, rendah  terhadap hasil belajar.

Page 5 of 23 | Total Record : 224