cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 144 Documents
ANALISIS RESPON BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN TAKSONOMI SOLO MATERI SUHU DAN KALOR Desyana, Nidya
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon belajar siswa berdasarkan taksonomi SOLO pada materi suhu dan kalor di SMA Negeri 3 Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling yaitu kelas X MIA-1 yang berjumlah 32 siswa. Respon belajar siswa dianalisis menggunakan taksonomi SOLO (Structure Of Observed Learning Outcomes) yang terbagi menjadi 5 bagian, yaitu prastruktural, unistruktural, multistruktural, relasional, dan abstrak diperluas. Hasil penelitian menunjukkan respon belajar siswa pada level unistruktural sebesar 87,35% dengan kategori baik sekali, level multistruktural sebesar 88% dengan kategori baik sekali, level relasional sebesar 64,10% dengan kategori cukup, dan level abstrak diperluas sebesar 73,4% dengan kategori baik.This study aims to analyze student learning responses based on the SOLO taxonomy on temperature and heat material at SMA Negeri 3 Samarinda. The type of research used is descriptive research. The research subjects were determined by purposive sampling technique, namely class X MIA-1, totaling 32 students. Student learning responses were analyzed using the SOLO (Structure of Observed Learning Outcomes) taxonomy which is divided into 5 parts, namely prestructural, unistructural, multistructural, relational, and expanded abstract. The results showed that student learning responses at the unistructural level were 87.35% in the very good category, the multistructural level was 88% in the very good category, the relational level was 64.10% in the moderate category, and the abstract level was expanded to 73.4% with good category. 
KELAYAKAN MODUL IPA SMP/MTS BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI SUHU DAN PEMUAIAN Sajiwo, Wahyu Tri; Sarwanto, Sarwanto; Ashadi, Ashadi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i2.37750

Abstract

Pendidikan sains adalah pendidikan yang memiliki kontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan khususnya mata pelajaran IPA. Pembelajaran IPA di SMP/MTs masih banyak yang menggunakan metode konvensional, belum berbasis masalah dan belum digunakan untuk meningkatkan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis karakteristik modul IPA berbasis Problem Based Learning yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi suhu dan pemuaian; 2) menganalisis kelayakan modul IPA berbasis Problem Based Learning yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi suhu dan pemuaian; 3) menganalisis efektivitas modul IPA berbasis Problem Based Learning yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi suhu dan pemuaian. Pengembangan modul berbasis Problem Based Learning ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan 4-D Model Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahap yaitu: tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Modul divalidasi oleh 3 dosen ahli (ahli materi, ahli bahasa dan ahli media), 2 reviewer dan 2 peer reviewer. Modul IPA berbasis Problem Based Learning yang dikembangkan diujicoba terbatas pada 10 orang siswa Kelas VII A. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan disimpulkan bahwa: 1) karakteristik modul IPA yang dikembangkan memuat tahapan Problem Based Learning pada setiap kegiatan belajar disertai dengan komponen indikator kemampuan berpikir kritis; 2) modul dikategorikan layak digunakan berdasarkan hasil validasi dan dianalisis menggunakan cut off score dengan persentase keidealan 92,0%, hasil respon dari siswa modul layak digunakan (85,7%), dan hasil respons guru dalam tahap penyebaran modul layak digunakan (88,2%)
PENGEMBANGAN INSTRUMEN AUTHENTIC ASSESSMENT PADA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK SISWA SMP KELAS VIII Lathifah, Lutfiatul; Sarwanto, Sarwanto; Aminah, Nonoh Siti
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i1.31812

Abstract

Pelaksanaan penilaian pembelajaran IPA di sekolah belum dilaksanakan secara autentik dan belum te`rintegrasi dengan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumenn authentic assessment pada pembelajaran IPA berbasis kontekstual untuk siswa SMP kelas VIII pada materi Indera Penglihatan dan Alat Optik.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII dan kelas IX SMP. Jenis penelitian ini adalah pengembangan, yang mengacu pada model pengembangan model 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, et.al terdiri dari empat tahapan yaitu: (a) tahap define (pendefinisian); (b) tahap design (perencanaan); (c) tahap develop (pengembangan); (d) tahap disseminate (penyebaran). Produk yang dihasilkan adalah instrumen authentic assessment pada pembelajaran IPA berbasis kontekstual untuk materi Indera Penglihatan dan Alat Optik kelas VIII Semester 2. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: produk yang terdiri dari pedoman penilaian kompetensi sikap ilmiah, pengetahuan, dan keterampilan disertai lampiran perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, RPP dan LKS memiliki kualitas baik dilihat dari: (1) hasil analisis data validasi, yaitu nilai rata-rata validasi isi pedoman authentic assessment pada tahap validasi sebesar 3,32 yang berarti memenuhi kriteria sangat baik; nilai rata-rata validasi isi lampiran perangkat pembelajaran sebesar 3,32 yang berarti memenuhi kriteria sangat baik; (2) hasil analisis data uji coba skala besar yang terdiri dari: (a) reliabilitas instrumen penilaian kompetensi sikap ilmiah sebesar 0,782 menunjukkan kategori tinggi; (b) reliabilitas instrumen penilaian kompetensi pengetahuan sebesar 0,54 menunjukkan kategori cukup; (c) reliabilitas instrumen penilaian kompetensi keterampilan sebesar 0,765 menunjukkan kategori tinggi; (3) hasil analisis data tahap penyebaran yang terdiri dari: (a) kevalidan dan reliabilitas tes pengetahuan menunjukkan semua item tes valid dengan reliabilitas sebesar 0,86 menunjukkan kategori tinggi; (b) respon terhadap penilaian sikap ilmiah menunjukkan kriteria yang sangat baik dengan rata-rata nilai 3,82; (c) respon terhadap penilaian keterampilan menunjukkan kriteria yang sangat baik dengan rata-rata nilai 3,73.
PENINGKATAN KOMPETENSI MENIMBANG DENGAN NERACA ANALITIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) PADA SISWA KELAS X KI A SMK NEGERI 2 SUKOHARJO SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Pangajuanto, Teguh
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan : (1) aktivitas siswa dalam pembelajaran menimbang dengan neraca analitis (2) kompetensi menimbang dengan neraca analitis, (3) perubahan perilaku siswa yang menyertai peningkatan kompetensi melalui model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) pada siswa Kelas X KI A SMK Negeri 2 Sukoharjo. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sebagai tindakannya adalah penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization pada materi penimbangan dengan neraca analitis. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas X KI A SMK Negeri 2 Sukoharjo tahun pelajaran 2019/ 2020 . Sumber data berupa kegiatan pembelajaran, kolaborator dan dokumen. Data diperoleh melalui observasi, tes tertulis dan praktik, dan kajian dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization dapat meningkatkan aktivitas dan kompetensi siswa pada materi penimbangan dengan neraca analitis kelas X KI A SMK Negeri 2 Sukoharjo tahun pelajaran 2019/ 2020. Hal tersebut dapat dilihat dari aktivitas siswa yang semula terlalu lama menunggu giliran menimbang menjadi 100% siswa memperhatikan dan berlatih menimbang, serta terjadi peningkatan persentase ketercapaian aspek pengetahuan pada siklus I sebesar 85,20% menjadi 93,88% pada siklus II dan kompetensi aspek keterampilan seluruh(100%) siswa kompeten dengan tingkat ketercapaian 97,94%. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan aktivitas, kompetensi dan perilaku siswa dalam penimbangan dengan neraca analitis kelas X KI A SMK Negeri 2 Sukoharjo.Improving Weighing Competence with Analytical Balance Through the Team Assisted Individualization (TAI) Learning Model for Class X KI A Students of SMK Negeri 2 Sukoharjo Semester 1 of the 2019/2020 Academic Year. Classroom Action Research (CAR) SMK Negeri 2 Sukoharjo. This study aims to improve: (1) student activities in learning to weigh with an analytical balance (2) competence to weigh with an analytical balance, (3) changes in student behavior that accompanies increasing competence through the Team Assisted Individualization (TAI) learning model in Class X KI students. A SMK Negeri 2 Sukoharjo. This research is a Classroom Action Research (CAR). The action is the application of the Team Assisted Individualization learning model on weighing materials with analytical balances. The research was carried out in two cycles, with each cycle consisting of planning, implementing actions, observing and reflecting. The research subjects were students of class X KI A at SMK Negeri 2 Sukoharjo in the 2019/2020 school year. Sources of data in the form of learning activities, collaborators and documents. Data were obtained through observation, written and practical tests, and document review. The data analysis technique used is descriptive qualitative analysis. The results showed that the application of the Team Assisted Individualization learning model could increase student activity and competence in weighing material with analytical balances for class X KI A SMK Negeri 2 Sukoharjo in the 2019/2020 school year. This can be seen from the activities of students who initially waited too long for their turn to weigh. to 100% students pay attention and practice weighing, and there is an increase in the percentage of achievement of the knowledge aspect in the first cycle by 85.20% to 93.88% in the second cycle and the competence of all skills aspects (100%) of competent students with an achievement level of 97.94% . The conclusion of this study is that the application of the Team Assisted Individualization (TAI) learning model can increase students' activities, competencies and behavior in weighing with analytical balances for class X KI A SMK Negeri 2 Sukoharjo.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN KELAS VII SMP N 1 SUKOLILO Sari, Ratna Kumala; Sunarno, Widha; Dwiastuti, Sri
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i2.37753

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik, keefektifan dan studi kelayakan untuk modul keterampilan proses sains yang terintegrasi dengan isu pencemaran lingkungan (SPSM-EP). Ini adalah penelitian dan pengembangan dengan studi kasus one-shot sebagai desain pra-eksperimental. Model Four-D (Thiagarajan, 1974) yang terdiri dari pendefinisian, perancangan, pengembangan dan diseminasi yang digunakan untuk pengembangan SPSM-EP. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Sukolilo dan data dikumpulkan dan dianalisis dengan deskripsi kualitatif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPSM-EP memiliki kontribusi dan efektif untuk meningkatkan berpikir kritis siswa dan hasil belajar. Efektivitas SPSM-EP menunjukkan peningkatan berpikir kritis dan hasil belajar. Efektivitas SPSM-EP terhadap berpikir kritis siswa ditentukan oleh persentase siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal tes berpikir kritis. Pikiran kritis siswa meningkat relatif tinggi dalam setiap aktivitas belajar dengan 77,57%, 83,83%, 93,45%. Efektivitas SPSM-EP terhadap hasil belajar siswa ditentukan oleh persentase siswa yang mencapai nilai kognitif, psikomotor dan hasil afektif. Hasil belajar siswa meningkat cukup tinggi yaitu 83,60%, 88%, 92% untuk kognitif, 86%, 92%, 92,2% untuk psikomotor dan 89%, 93%, 96% untuk hasil belajar afektif. Para ahli, teman sejawat, mahasiswa, pascasarjana dan guru sarjana bertekad untuk melakukan studi kelayakan untuk SPSM-EP. Para ahli melakukan studi kelayakan untuk SPSM-EP berdasarkan konten, desain dan bahasa. Hasil studi kelayakan dari para ahli adalah 92,5% untuk materi, 92% untuk desain dan 100% untuk bahasa. Hasil studi kelayakan dari teman sejawat, mahasiswa, pascasarjana dan sarjana adalah 96%, 98%, 96% dan 88%. Hasil studi kelayakan menunjukkan bahwa SPSM-EP layak untuk digunakan bagi siswa.
ANALISIS DAYA SERAP UN SISWA SMP DI TINJAU DARI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Mustikasari, Intan; Sajidan, Sajidan; Karyanto, Puguh
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41380

Abstract

Tuntutan di era kemajuan pendidikan dalam abad 21 dalam kurikulum 2013 revisi 2017 memiliki keterampilan yang harus saling berkesinambungan dalam mencetak peserta didik yang berkarakter dan memiliki wawasan ilmiah. Dalam proses pembelajaran sains di tingkat satuan Pendidikan khususnya tingkat menengah pertama dalam mata pelajaran ipa masih perlu adanya perbaikan bahan ajar yang di perbaharui guna peningkatan kompetensi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa daya serap UN pada satuan pendidikan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMP Boyolali. Data hasil UN siswa 3 tahun terakhir dikumpulkan menggunakan data Pusat Penilaian Pendidikan Nasional (PusPenDikNas) dan dianalisis menggunakan instrumen Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebanyak 8 Standar. Hasil analisis dari bahan ajar yang digunakan di sekolah tersebut  menunjukkan bahwa persentase gab atau permasalahan tertinggi pada standar proses yaitu sebesar 4,63 %. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang masih di gunakan di sekolah perlu untuk ditingkatkan, oleh karena itu bahan ajar harus menjadi perhatian dalam proses pembelajaran sains siswa.The demands in the era of educational progress in the 21st century in the 2013 revised 2017 curriculum have skills that must be mutually sustainable in producing students who have character and have scientific insight. In the process of learning science at the education unit level, especially the junior secondary level in science subjects, it is still necessary to improve teaching materials which are updated to increase student competence. The purpose of this study was to analyze the absorption of the National Examination in the education unit. This research was conducted by descriptive research method. The subjects of this study were students of class XI SMP Boyolali. Data on student exam results for the last 3 years was collected using data from the National Education Assessment Center (PusPenDikNas) and analyzed using the National Education Standards (SNP) instrument as many as 8 standards. The results of the analysis of the teaching materials used in the school showed that the highest percentage of problems or problems in the standard process was 4.63%. This shows that teaching materials that are still used in schools need to be improved, therefore teaching materials must be a concern in the students' science learning process.
POLA KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PADA KONSEP PERUBAHAN LINGKUNGAN ANTARA SISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI SMA NEGERI 2 MRANGGEN Kusumaningrum, Mira Esti; Siswanto, Joko; Roshayanti, Fenny
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i2.39140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kemampuan kognitif dan keterampilan berpikir kreatif antara siswa laki-laki dan perempuan di SMA Negeri 2 Mranggen. Penelitian ini termasuk dalam penelitian non eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI yang terdiri dari 9 kelas. Teknik sampling menggunakan stratified proportional random sampling, menggunakan rumus Slovin dengan taraf signifikan 10%, sehingga diperoleh 76 siswa dari 324 siswa, masing-masing 38 siswa untuk laki-laki dan perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa tes kemampuan koginitf dan keterampilan berpikir kreatif dalam bentuk soal pilihan ganda dan uraian pada materi perubahan lingkungan. Instrument yang digunakan berupa soal pilihan ganda yang memuat C1-C6 untuk kemampuan kognitif dan aspek berpikir kreatif untuk soal uraian. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan anlisis deskriptif kuantitatif dan t-test independent, dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan t-hitung sebesar -1,067 dan t-tabel dengan signifikanasi (α) 5% sebesar 1,922 untuk kemampuan kognitif. Sementara itu, keterampilan berpikir kreatif diperoleh bahwa t-hitung sebesar -3,088 dan t-tabel dengan signifikanasi (α) 5% sebesar 1,922. Hasil perhitungan keduanya menunjukkan bahwa H0 gagal ditolak yang berarti tidak ada perbedaan nyata antara keterampilan berpikir kreatif siswa laki-laki dengan siswa perempuan.This study aims to determine patterns of cognitive abilities and creative thinking skills between male and female students in SMA Negeri 2 Mranggen. This research is included in non-experimental research. The study population was students of class XI consisting of 9 classes. The sampling technique uses stratified proportional random sampling, using the Slovin formula with a significant level of 10% so that 76 students are obtained from 324 students, 38 students each for male and female. The technique of data collection in this study is in the form of tests of cognitive abilities and creative thinking skills in the form of multiple-choice questions and descriptions of environmental change material. The instrument used was in the form of multiple-choice questions that contained C1-C6 for cognitive abilities and aspects of creative thinking for the problem description. The data collected was then analyzed using quantitative descriptive analysis and independent t-test, with a significance level of 0.05. The results showed a t-test of -1.067 and t-table with a significance (α) of 5% of 1.922 for cognitive abilities. Meanwhile, creative thinking skills were obtained that the t-count was -3.088 and the t-table with a significance (α) of 5% was 1.922. The results of both calculations show that H0 fails to be rejected which means there is no real difference between the creative thinking skills of male students and female students.
STUDI LITERATUR DOUBLE LOOP PROBLEM SOLVING (DLPS) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH IPA SISWA SMP Permata, Silva Ayu Indah; Sunarno, Widha; Harlita, Harlita
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 1 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v11i1.55953

Abstract

Penelitian ini membahas berbagai literatur tentang model Double Loop Problem Solving (DLPS) sebagai solusi ketika mengembangkan kemampuan siswa SMP dalam memecahkan permasalahan. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes wawancara untuk guru dan siswa kelas VII SMPN 3 Singosari. Berdasarkan wawancara memperlihatkan kemampuan siswa tergolong rendah ketika memecahan masalah. Terlihat dari prilaku siswa yang pasif ketika proses pembelajaran berlangsung. Kebanyakan siswa berasumsi materi IPA adalah materi yang sulit dipahami, dan membosankan. Hal tersebut terjadi karena siswa ketika proses pembelajaran berlangsung hanya mendengarkan saat guru menjelaskan dan tidak terlibat langsung dalam mengkaji materi yang dipelajari. Guru dalam proses pembelajaran telah menyesuaikan kurikulum 2013 dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning, tetapi pada prosesnya guru hanya berceramah ketika menjelaskan materi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan wawancara. Berdasarkan hasil studi literatur dibutuhkan solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan penerapan model pembelajaran Double Loop Problem Solving.This study discusses various literature on the Double Loop Problem Solving (DLPS) model as a solution when developing junior high school students' ability to solve problems. The instrument in this study used an interview test for teachers and class VII students of SMPN 3 Singosari. Based on interviews, it showed that students' abilities were low when solving problems. Seen from the passive behavior of students when the learning process takes place. Most students assume science material is material that is difficult to understand and boring. This happens because students when the learning process takes place only listen when the teacher explains and are not directly involved in reviewing the material being studied. The teacher in the learning process has adjusted the 2013 curriculum by applying the discovery learning model, but in the process the teacher only lectures when explaining the material. The method used is literature study and interviews. Based on the results of the literature study, a solution is needed to overcome this problem by applying the Double Loop Problem Solving learning model.
PROBLEMATIKA SISWA KELAS IV SD KLUNGKUNG 01 DALAM MEMAHAMI MATERI PERUBAHAN SIFAT-SIFAT BENDA DAN KEGUNAANNYA DI KEHIDUPAN SEHARI-HARI (IPA) Indriany, Febi; Prayogo, Muhammad Suwigyo
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 1 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v12i1.67987

Abstract

Penelitian ini didesain tujuannya yaitu  menganalisis  poblematika siswa  dalam  Memahami sifat-sifat, Perubahan sifat Benda serta kegunaannya pada kehidupan sehari-hari kelas IV SD KLUNGKUNG 01 sekitar jember.  Dalam problemmatika siswa menjawab soal Kegunaan Benda Plastik, Kayu, Logam, dan Kertas. Metode penilitian ini menggunakan kualitatif serta  eksporatif Pengumpulan data dan semi  dengan istrumen penilaian melalui wawancara ke pengajar  kelas serta juga berupa : (1) Peserta didik  diminta untuk merampungkan soal tentang menjodohkan gambar (2) Mengambil beberapa jawaban siswa yang mengalami kesulitan untuk di analisis. 15 siswa kelas IV SD KLUNGKUNG 01 yang menjadi Subjek penelitian ini.This study was designed with the aim of analyzing students' problems in understanding the properties, changes in the nature of objects and their use in the daily life of class IV SD KLUNGKUNG 01 around Jember. In maths questions, students answered questions about the use of plastic, wood, metal and paper objects. This research method uses qualitative and exportative data collection and semi-assessment instruments through interviews with class sellers and in the form of: (1) Students are asked to complete questions about matching pictures (2) Take some of the answers of students who have difficulty analyzing them. 15 students of grade IV SD KLUUNGKUNG 01 who were the subjects of this study.
PENGARUH SUHU TERHADAP KELARUTAN DAN VISKOSITAS PADA GULA PASIR Astuti, Sanni Indri; Lestari, Puji; Aprianingsih, Tri; Sumardani, Titi Zaidaturrohmah; Wicaksana, Gilar Cesear; Sholiah, Alfiyatun
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 1 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v11i1.52179

Abstract

Fluida adalah zat yang dapat mengalir dan memberikan sedikit hambatan terhadap perubahan bentuk ketika ditekan. Fluida disebut juga sebagai zat alir. Jika dalam keadaan tidak mengalir, zat cair dan gas disebut dengan fluida statis. Salah satu contoh dari fluida statis adalah viskositas. Pengaruh suhu terhadap viskositas larutan gula yaitu apabila suhu naik maka viskositas akan turun dan berlaku untuk sebaliknya. Hubungan suhu terhadap viskositas adalah berbanding terbalik. Kelarutan adalah jumlah maksimum zat terlarut yang dapat larut dalam pelarut. pengaruh suhu terhadap kelarutan gula yaitu semakin tinggi suhu maka kelarutan suatu zat padat dalam cairan atau larutan akan semakin besar. Hubungan suhu terhadap kelarutan yaitu berbanding lurus.Fluids are substances that can flow and provide little resistance to deformation when pressed. Fluids are also known as flowing substances. If in a non-flowing state, liquids and gases are called static fluids. One example of a static fluid is viscosity. The effect of temperature on the viscosity of the sugar solution is that if the temperature rises, the viscosity will decrease and vice versa. The relationship between temperature and viscosity is inversely related. Solubility is the maximum amount of solute that can dissolve in a solvent. The effect of temperature on the solubility of sugar is that the higher the temperature, the greater the solubility of a solid in a liquid or solution. The relationship between temperature and solubility is directly proportional.

Page 4 of 15 | Total Record : 144