cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 224 Documents
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA SMA/MA BERBASIS SIKLUS BELAJAR 7E (LEARNING CYCLE 7E) BERBANTUAN VIDEO PADA MATERI FLUIDA DINAMIS SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI Indhah Permatasari; Suparmi Suparmi; Widha Sunarno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i2.9490

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk pengembangan modul fisika berbasis siklus belajar 7E berbantuan video, kemudian menguji efektivitas modul dalam pembelajaran fisika dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Model pengembangan yang digunakan adalah model 4-D. Tahap model pengembangan 4-D adalah define (pendefinisian), design (perencanaan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Penelitian ini hanya sampai pada tahap develop karena keterbatasan waktu. Pengujian efektivitas modul dalam pembelajaran fisika dengan menggunakan ketuntasan nilai kognitif siswa. Selanjutnya untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar adalah dengan membandingkan motivasi belajar siswa sebelum menggunakan modul dan siswa setelah menggunakan modul. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket, lembar validasi, lembar observasi, dan soal tes. Uji hipotesis menggunakan uji t atau uji beda rerata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul fisika berbasis siklus belajar 7E efektif dalam pembelajaran fisika. Hal ini dapat dilihat dari ketuntasan nilai kognitif siswa. Terdapat 61,76% siswa tuntas memenuhi KKM. Sedangkan untuk motivasi belajar, modul fisika berbasis siklus belajar 7E dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini terlihat dari hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi kecil dari taraf signifikansi α = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahawa motivasi belajar siswa setelah menggunakan modul fisika berbasis siklus belajar 7E lebih baik dari pembelajaran konvensional.
PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS MASALAH DENGAN METODE PROYEK DAN EKSPERIMEN DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN KETERAMPILAN MENGGUNAKAN ALAT LABORATORIUM Chairunisa Ayu Saputri; Mohammad Tri Masykuri; Ashadi Tri Ashadi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v2i03.9782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kimia berbasis masalah denganmetode proyek dan eksperimen, kreativitas, dan keterampilan menggunakan alat laboratoriumserta interaksinya terhadap prestasi belajar. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Ponorogo kelas XIIPA tahun ajaran 2012/2013. Sampel diambil menggunakan teknik cluster random sampling.Teknik pengolahan data menggunakan ANAVA tiga jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) ada pengaruh penerapan pembelajaran kimia berbasis masalah dengan metode proyek daneksperimen terhadap prestasi belajar kognitif siswa, namun tidak ada pengaruh terhadap prestasibelajar afektif; 2) tidak ada pengaruh kreativitas terhadap prestasi belajar kognitif dan afektifsiswa; 3) ada pengaruh keterampilan menggunakan alat laboratorium terhadap prestasi belajarkognitif siswa, namun tidak ada pengaruh pada prestasi belajar afektif; 4) tidak ada interaksi antarapembelajaran kimia berbasis masalah menggunakan metode proyek dan eksperimen dengankreativitas terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif siswa; 5) ada interaksi antara pembelajarankimia berbasis masalah menggunakan metode proyek dan eksperimen dengan keterampilanmenggunakan alat laboratorium terhadap prestasi belajar kognitif siswa, namun tidak ada interaksiterhadap prestasi belajar afektif; 6) ada interaksi antara kreativitas dan keterampilan menggunakanalat laboratorium terhadap prestasi kognitif siswa, namun tidak ada interaksi pada prestasi afektif;7) tidak ada interaksi antara pembelajaran kimia berbasis masalah menggunakan metode proyekdan eksperimen, kreativitas dengan keterampilan menggunakan alat laboratorium terhadap prestasikognitif dan afektif siswa.Kata kunci : PBL, proyek, eksperimen, kreativitas, keterampilan menggunakan alatlaboratorium
PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN METODE LEARNING CYCLE 7E DAN GUIDED INQUIRY DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIVITAS SISWA Sri - Rusmiati; ashadi - -; Sulistyo - Saputro
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v2i03.9814

Abstract

Pembelajaran learning cycle 7E (LC 7E) dan guided inquiry adalah pembelajaran berparadigma konstruktivisme yang berpusat pada siswa. Pembelajaran LC 7Emerupakan rangkaian tahap-tahap pembelajaran yang melibatkan keaktifan siswa. Sedangkan guided inquiry memberi kesempatan pada siswa mengumpulkan dan verifikasi data melalui eksperimen, mengolah data dan menganalisis proses inkuiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran LC 7E, guided inquiry, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan interaksinya terhadap prestasi belajar. Penelitian ini dilaksanakan  bulan Mei 2012-Juli 2013. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA N 1 Magetan tahun Pelajaran 2012/2013. Sampel diperoleh dengan teknik cluster random sampling yang terdiri dari 2 kelas yaitu kelas X-2 yang diberi pembelajaran LC 7E dan kelas X-1 diberi pembelajaran guided inquiry. Data dikumpulkan dengan metode tes untuk prestasi belajar kognitif, kemampuan berpikir kritis dan kreativitas, angket untuk prestasi belajar afektif dan lembar observasi untuk psikomotor siswa. Hipotesis diuji dengan Anava (Analisis Varian) 2x2x2. Dari hasil analisis data disimpulkan: 1) ada pengaruh pembelajaran LC 7E dan guided inquiry terhadap prestasi belajar kognitif tetapi tidak pada afektif dan psikomotor, 2) tidak ada pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar kognitif tetapi ada pengaruh terhadap afektif dan psikomotor, 3) tidak ada pengaruh kreativitas siswa terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif tetapi ada pengaruh terhadap psikomotor, 4) tidak ada interaksi antara pembelajaran LC 7E dan guided inquiry dengan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor, 5) tidak ada interaksi antara pembelajaran LC 7E dan guided inquiry dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor, 6) ada interaksi antara kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotor tapi tidak pada afektif, 7) tidak ada interaksi antara pembelajaran LC 7E dan guided inquiry, kemampuan berpikir kritis, kreativitas terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa.
PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN KETERAMPILAN METAKOGNITIF Ira Sawitri; Suparmi Suparmi; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i2.9480

Abstract

Pembelajaran IPA, khususnya Fisika perlu disajikan secara interaktif, inspiratif, dan menyenangkan agar peserta didik dapat termotivasi untuk berpartisipasi aktif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pembelajaran PBL dengan metode eksperimen dan demonstrasi terhadap prestasi belajar dan keterampilan metakognitif antara peserta didik,mengetahui pengaruh pembelajaran PBL dengan metode eksperimen dan demonstrasi terhadap kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah dan pengaruh interaksi antara pembelajaran PBL dengan metode eksperimen dan demonstrasi dengan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar dan keterampilan metakognitif. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan populasi penelitian kelas X MIPA MAN 1 Kediri, Kabupaten Kediri.Teknik  pemilihan sampel menggunakan cluster random sampling yaitu pemilihan sampel secara acak dengan menggunakan undian. Sampel populasi ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen 1 dengan metode eksperimen dan eksperimen 2 dengan metode demonstrasi . Data prestasi belajar pengetahuan diperoleh dari tes pilihan ganda, data kemampuan berpikir kritis dan keterampilan metakognitif diperoleh dari tes uraian, sedangakan prestasi sikap dan keterampilan belajar diperoleh dari hasil observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan multivariate of anova menggunakan General Linier Model.Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh metode eksperimen lebih baik dibandingkan metode demonstrasi ditinjau dari kemampuan berpikir kritis, prestasi belajar, maupun keterampilan metakognitif.
PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN PROBLEM SOLVING MENGGUNAKAN MEDIA E-LEARNING DAN KOMIK DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR ABSTRAK DAN KREATIVITAS SISWA Tri Tri Murtiningrum; Ashadi Tri Ashadi; Sri Mulyani
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v2i03.9804

Abstract

Inovasi pembelajaran dapat memanfaatkan kemajuan teknologi. e-learning dan komik dapat dijadikansebagai alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar. Pembelajaran problem solvingdengan e-learning dan komik, dapat melatih siswa untuk memecahkan masalah untuk membentuk konsep.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengaruh pembelajaran kimia dengan problem solvingmenggunakan media e-learning dan komik, kemampuan berpikir abstrak, kreativitas siswa dan interaksinyaterhadap prestasi belajar ikatan kimia. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK N 2Purwodadi Grobogan tahun pelajaran 2012/2013. Sampel dipilih secara acak (cluster random sampling),sejumlah 2 kelas, yaitu kelas XI TOKR 3 sebagai kelas e-learning dan XI TOKR 2 sebagai kelas komik.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk prestasi belajar kognitif, kemampuan berpikirabstrak, dan kreativitas sedangkan prestasi belajar afektif menggunakan angket. Uji hipotesis menggunakananalisis non parametric Kruskal-Wallis Test. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1)ada pengaruh pembelajaran kimia dengan problem solving menggunakan media e-learning dan komikterhadap prestasi belajar siswa; (2) ada pengaruh kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajarsiswa; (3) ada pengaruh kreativitas terhadap prestasi belajar siswa; (4) ada interaksi antara pembelajarankimia dengan problem solving menggunakan media e-learning dan komik dengan kemampuan berpikirabstrak terhadap prestasi belajar siswa; (5) ada interaksi antara pembelajaran kimia dengan problem solvingmenggunakan media e-learning dan komik dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar siswa; (6) adainteraksi antara kemampuan berpikir abstrak dengan kreativitas dan terhadap prestasi belajar siswa; (7) adainteraksi antara pembelajaran kimia dengan problem solving menggunakan media e-learning dan komik,kemampuan berpikir abstrak dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar siswa.Kata Kunci: problem solving, e- learning, komik, kemampuan berpikir abstrak, kreativitas
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS GUIDED INQUIRY LABORATORY UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS DIMENSI PROSES MATERI SISTEM PENCERNAAN PADA KELAS XI Prima Maya Natalia; Maridi Maridi; Suciati Suciati
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i2.9474

Abstract

The purpose of this research is to find out: 1) the characteristics module based on guided inquiry laboratory to improve process dimension of students’ scientific literacy on the Digestive System material of XI grade; 2) the feasibility module based on the guided inquiry laboratory to improve process dimension of students’ scientific literacy on the Digestive System material of XI grade; 3) the effectiveness module based on guided inquiry laboratory to improve process dimension of students’ scientific literacy on the Digestive System material of XI grade. This Research and Development (R & D) is modified from Borg and Gall (1983). The development of module based on guided inquiry laboratory was done through 10 stages: 1) research and information collecting; 2) planning; 3) develop preliminary form of product; 4) preliminary field testing; 5) main product revision; 6) main field testing; 7) operational product revision; 8) operational field testing; 9) final product revision; and 10) dissemination and implementation. The validation of product development was done by a material expert, presentation of module expert, language expert, learning instrument expert. The main fields of research subjects with 67 students which consist of two classis use module, 34 students of XI grade of science class first and 33 students of XI grade of science class fourth with 67 students. The result of process dimension of students’ scientific literacy was analyzed by using normalized N-gain to investigate the effectiveness of module based on guided inquiry laboratory. Paired T-test to investigate process dimension of students’ scientific literacy before and after using module based on guided inquiry laboratory.  The results of this research and development is: 1) the characteristics of module based on guided inquiry laboratory is developed based on syntax guided inquiry laboratory which is: observation, manipulation, generalization, verification, and applications; 2) The result of validation module based on guided inquiry laboratory by expert has “very good” category (92,89%); and 3) module based on guided inquiry laboratory is able to improve dimension process of student’s scientific literacy on the Digestive System material of XI grade. The results of analysis non-parametric Wilcoxon test showed  that XI grade of science class first and XI grade of science class fourth had index of probability (p) <0.05, so H0 was rejected, there’s difference of the result before and after using modul based on guided inquiry laboratory. Based on this data it can be concluded that using module based on guided inquiry laboratory effective and feasible to improve process dimension of students’ scientific literacy in Digestive System material of XI grade.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROSES BERPIKIR KOGNITIF SISWA KELAS XI MIPA-1 SMA NEGERI 3 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Nanik Murti Prasetyanti; Dwi Nopita Sari; Sajidan Sajidan
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i2.9464

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan proses berpikir kognitif dalam bentuk kuantitas dan kualitas pertanyaan dan pernyataan siswa melalui model PBL pada materi sistem reproduksi pada kelas XI MIPA-1 SMAN 3 Surakarta. Jenis penelitian ini adalah PTK dengan dua siklus, yang dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2015/2016. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data proses berpikir kognitif berupa pertanyaan dan pernyataan siswa dianalisis menggunakan rubrik sesuai Taksonomi Bloom (Anderson & Karthwohl et al., 2001) dan dianalisis menggunakan teknik triangulasi (Moleong, 2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pertanyaan prasiklus didominasi oleh pertanyaan C2-konseptual (36,21%), C4-konseptual (29,31%). Kualitas pernyataan siswa pada prasiklus didominasi oleh C1-konseptual (17,93%) dan C2-konseptual (53,1%). Kualitas pertanyaan siklus 1 didominasi oleh pertanyaan C2-konseptual (54%), C4-konseptual (14%) dan C2-Prosedural (14%). Kualitas pernyataan siswa siklus 1 didominasi oleh C1-konseptual (21,43%) dan C2-konseptual (65,71%). Kualitas pertanyaan siklus 2 didominasi oleh pertanyaan, C2-konseptual (58,54%), dan C4-konseptual (15,85%). Kualitas pernyataan siklus 2 didominasi oleh C1-konseptual (20,85%) dan C2-konseptual (59,24%). Kesimpulan adalah model PBL dapat meningkatkan proses berpikir kognitif yang direpresentasikan dengan meningkatnya kuantitas dan kualitas pertanyaan dan pernyataan siswa kelas XI MIPA-1 SMA Negeri 3 Surakarta. Persentase pertanyaan dan pernyataan konseptual, prosedural dan metakognisi secara umum meningkat.
MODELPEMBELAJARAN GENERATIFDISERTAI MEDIA RIIL DAN MEDIA VIRTUIL DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH DAN GAYA BELAJAR M. Soeprijadi Djoko Laksana; Muhammad - Masykuri; Baskoro Adi Prayitno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v2i03.9810

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran generatif melalui media riil dan media virtuil, sikap ilmiah, gaya belajar dan interaksinya terhadap prestasi belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik mahasiswa.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi penelitian adalah seluruh  mahasiswa Prodi Biologi semester I IKIP PGRI Madiun Tahun Akademik 2012/2013. Sampel diperoleh dengan teknik sampling jenuh terdiri dari 2 kelas. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes.Data dianalisis menggunakan anava tiga jalan dengan SPSS 18.Uji validitas instrumen menggunakan korelasi product moment Karl Pearson dan uji reliabilitas menggunakan persamaan Kuder Richardson.Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan: 1) ada pengaruh penggunaan model pembelajaran generatif terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor mahasiswa; 2) ada pengaruh sikap ilmiah terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor  mahasiswa; 3) ada pengaruh gaya belajar terhadap prestasi kognitif, afektif, dan psikomotor mahasiswa; 4) ada interaksi antara model pembelajaran generatifmelalui media riil dan virtuil dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar mahasiswa  pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor; 5) tidak ada interaksi antara model pembelajaran generatif melalui media riil dan virtual dengan gaya belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa pada aspek kognitif, afektif  dan psikomotor; 6)tidak ada interaksi antara variabel sikap ilmiah (tinggi dan rendah) dan variabel gaya belajar (kinestetik dan visual) terhadap prestasi belajar mahasiswa pada aspek kognitif , afektif dan psikomotor; 7) tidak ada interaksi antara penerapan model pembelajaran generatif melalui media riil dan virtuil,variabel sikap ilmiah (tinggi dan rendah) dan variabel gaya belajar (kinestetik dan visual) terhadap prestasi belajar mahasiswa pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.       
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS GUIDED INQUIRY LABORATORY (GIL) UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS DIMENSI KONTEN Ita Widya Yanti; Suciati Sudarisman; Maridi Maridi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i2.9486

Abstract

Penelitian bertujuan untuk:1) mengetahui karakteristik modul berbasis GIL; 2) menguji kelayakan modul pembelajaran berbasis GIL; dan 3) menguji keefektivan modul berbasis GIL untuk meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi Sistem Pencernaan. Penelitian menggunakan model prosedur Research And Development (R & D) mengacu pada model Borg and Gall (1983) yang dimodifikasi. Subjek pengembangan meliputi responden uji lapangan awal berjumlah 4 validator dan 2 praktisi, responden uji skala kecil berjumlah 10 peserta didik. Responden uji lapangan terbatas berjumlah 50 peserta didik yang terdiri atas 2 kelas mengunakan modul yaitu 25 peserta didik kelas XI MIA 1 dan 25 peserta didik kelas XI MIA 3. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, lembar analisis, angket, lembar validasi, wawancara, dan tes. Data penelitian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan hasil belajar dianalisis dengan N-gain ternormalisasi untuk mengetahui keefektivan modul, Paired-sample t-test untuk mengetahui literasi sains dimensi konten sebelum dan setelah menggunakan modul berbasis GIL. Hasil penelitian diperoleh: 1) Modul berbasis GIL untuk meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi Sistem Pencernaan dikembangkan sesuai dengan sintaks GIL (observasi, manipulasi, generalisasi, verifikasi, dan aplikasi) dengan pendekatan saintifik; 2) Hasil pengembangan modul berbasis GIL dari validator ahli instrumen pembelajaran memperoleh kategori “baik” dengan persentase 85%, dan kategori “sangat baik” dari ahli keterbacaan dengan persentase 100%, ahli materi dengan persentase 92%, ahli penyajian modul dengan persentase 100%,  praktisi modul dengan persentase 100% serta responden uji skala kecil dengan persentase 87,38%, sehingga modul berbasis GIL layak digunakan di kelas XI; 3) Hasil keefektivan modul berbasis GIL pada materi Sistem Pencernaan terdapat kenaikan literasi sains dimensi konten setelah mengunakan modul berbasis GIL, sehingga modul efektif dalam meningkatkan literasi sains dimensi konten. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa karakteristik modul berbasis GIL sesuai sintaks GIL (observasi, manipulasi, generalisasi, verifikasi, dan aplikasi) dengan pendekatan sainstifik, layak, dan efektif untuk meningkatkan untuk meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi Sistem Pencernaan kelas XI.
PEMBELAJARAN IPA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL MELALUI METODE EKSPERIMEN DAN POE DITINJAU DARI KEMAMPUAN MENGGUNAKAN ALAT UKUR DAN KEMAMPUAN VERBAL SISWA Aris Nurkholis; Widha Sunarno; Suparmi Suparmi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v2i03.9778

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan kontekstual denganmenggunakan metode pembelajaran POE dan eksperimen, kemampuan menggunakan alat ukur, kemampuanverbal dan interaksinya terhadap prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimental(experimental quation) dengan desain faktorial 2x2x2. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik clusterrandom sampling sebanyak dua kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk mendapatkandata prestasi belajar kognitif dan kemampuan menggunakan alat ukur, sedangkan metode angket untukmendapatkan informasi prestasi belajar afektif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) terdapatpengaruh penggunaan metode pembelajaran eksperimen dan POE terhadap prestasi kognitif dan afektif; (2)tidak ada pengaruh kemampuan menggunakan alat ukur terhadap prestasi kognitif dan afektif; (3) terdapatpengaruh kemampuan verbal terhadap prestasi kognitif dan afektif; (4) tidak ada interaksi antara metodepembelajaran dengan kemampuan menggunakan alat ukur terhadap prestasi kognitif dan afektif; (5) tidak adainteraksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan verbal terhadap prestasi kognitif dan afektif; (6) tidakada interaksi antara kemampuan menggunakan alat ukur dengan kemampuan verbal terhadap prestasi kognitifdan afektif; (7) tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan menggunakan alat ukur dankemampuan verbal terhadap prestasi kognitif dan afektif.Kata kunci: pembelajaran kontekstual, eksperimen, POE, kemampuan menggunakan alat ukur, kemampuan verbal.

Page 4 of 23 | Total Record : 224