cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 224 Documents
PENGEMBANGAN MODUL KIMIA BERBASIS INKURI TERBIMBING PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS XI IPA SMA Indri Femiceyanti; Sentot Budi Rahardjo; Sri Yamtinah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i2.37758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengembangkan modul kimia berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses sains pada materi larutan penyangga, (2) menguji kelayakan modul kimia berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses sains pada materi larutan penyangga, (3) mengetahui efektivitas pembelajaran setelah menggunakan modul kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi larutan penyangga. Penelitian dilakukan di SMA Teladan Way Jepara, SMA N 1 Labuhan Maringgai, dan SMA Kosgoro Sribhawono di Kabupaten Lampung Timur. Penelitian pengembangan modul kimia ini menggunakan 9 tahapan prosedur Borg and Gall meliputi: (1) penelitian pendahuluan dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) penge,bangan produk, (4) uji coba lapangan awal, (5) revisi produk awal, (6) uji coba pelaksanaan lapangan, (7) penyempurnaan produk hasil uji coba lapangan, (8) uji pelaksanaan lapangan, (9) penyempurnaan produk akhir. Analisis kelayakan modul berdasarkan skor kriteria. Analisis efektifitas modul menggunakan uji-t pihak kanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) modul kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi larutan penyangga telah dikembangkan dengan menggunakan 9 tahapan prosedur Borg and Gall. Modul tersebut dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses sains. (2) modul kimia berbasis inkuiri terbimbing mendapat penilaian dengan kategori “Baik” sehingga layak digunakan pada proses pembelajaran (3) hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa modul kimia berbasis inkuiri terbimbing efektif digunakan pada sekolah dengan kategori tinggi,sedang dan rendah. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata prestasi belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.
“PACUL” ALAT TRADISONAL UNTUK PEMBELAJARAN IPA TERPADU BERBASIS STEM Delisma Wisnu Adi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i2.50081

Abstract

Hakikat IPA merupakan proses, sikap, produk dan aplikasi. Tuntutan perkembangan ilmu menghendaki adanya aplikasi pengetahuan dalam bidang teknik dan matematis tehadap lingkungan. Pendekatan STEM hadir untuk membelajarkan IPA. Pembelajaran IPA secara terpadu dan bermakna bagi peserta didik dapat diciptakan dengan membawa konsep pembelajaran dan diterapkan pada lingkungan peserta didik. Wilayah Indonesia yang sebagian berupa daratan subur maka mata pencaharian sebagai petani sudah menjadi pengetahuan umum. Dalam studi ini mencoba menyajikan pembelajaran IPA Terpadu berbasis STEM dengan menggunakan “Pacul” sebagai alat pertanian tradisional sebagai bahan pembelajaran IPA Terpadu. Alat pertanian yang umum tersebut dihadirkan dalam pembelajaran dengan harapan peserta didik paham bahwa konsep IPA dekat dengan mereka.The nature of science is a process, attitude, product and application. The demands of the development of science require the application of knowledge in the fields of engineering and mathematics to the environment. The STEM approach is here to teach science. Science learning in an integrated and meaningful way for students can be created by bringing learning concepts and being applied to the students' environment. As part of Indonesia's fertile land, livelihood as a farmer has become common knowledge. In this study, we try to present STEM-based Integrated Science learning using "Pacul" as a traditional agricultural tool as an Integrated Science learning material. These common agricultural tools are presented in learning with the hope that students understand that science concepts are close to them.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF KIMIA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK PEMBELAJARAN MATERI POKOK HIDROKARBON DAN MINYAK BUMI KELAS XI MIA Wulan Nugraheni; Sri Mulyani; Ashadi Ashadi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i2.37756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hasil pengembangan multimedia interaktif kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi hidrokarbon dan minyak bumi; (2) kelayakan multimedia interaktif kimia  berbasis inkuiri terbimbing pada materi hidrokarbon dan minyak bumi; (3) efektivitas pembelajaran menggunakan multimedia interaktif kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi hidrokarbon dan minyak  bumi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan pendidikan (educational reseach and development). Penelitian pengembangan multimedia ini menggunakan prosedur R&D menurut Borg & Gall yang telah dimodifikasi menjadi 9 tahap, yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan informasi; (2) perencanaan; (3) pengembangan draft produk; (4) uji coba lapangan awal; (5) revisi hasil uji coba; (6) uji coba lapangan; (7)  revisi produk hasil uji lapangan; (8) uji pelaksanaan lapangan; (9) revisi produk akhir. Analisis data yang digunakan selama proses pengembangan adalah analisis deskriptif kualitatif. Produk yang dikembangkan dalam penelitian adalah multimedia interaktif kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi hidrokarbon dan minyak bumi. Pengujian efektivitas multimedia dilakukan dengan membandingkan hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol pada masing-masing sekolah. Sampel dipilih dengan teknik cluster random sampling. Penelitian dilakukan di SMAN 2 Surakarta, SMAN 3 Surakarta, dan SMAN 8 Surakarta tahun pelajaran 2016/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengembangan multimedia interaktif kimia berbasis inkuiri terbimbing telah dilaksanakan melalui 9 tahap R&D menurut Borg & Gall dan telah direvisi berdasarkan saran dan masukan dari validator ahli dan praktisi, serta telah diujicobakan kepada siswa pada uji coba skala kecil, skala menengah, dan skala luas; (2) kelayakan produk multimedia dikategorikan sangat baik dan sangat layak digunakan dengan rerata persentase penilaian sebesar 86% dari validator ahli materi dan ahli media, serta 89% berdasarkan penilaian praktisi; (3) Hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang  signifikan antara hasil belajar siswa yang menggunakan multimedia interaktif yang dikembangkan (kelas eksperimen) dengan hasil belajar siswa yang tidak menggunakan multimedia (kelas kontrol). Berdasarkan rerata nilai hasil belajar kelas ekperimen yang lebih tinggi dari pada rerata nilai kelas kontrol, dapat disimpulkan bahwa produk multimedia yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar aspek pengetahuan dan sikap siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IPA POKOK BAHASAN MATA MANUSIA BERBASIS ANDROID Arif Billah; Sarwanto Sarwanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i2.50070

Abstract

Studi lapangan dan literatur merekomendasikan bahwa dibutuhkan media pembelajaran pokok bahasan mata manusia yang menyajikan tujuan pembelajaran, materi, evaluasi dan penilaiannya, serta mendukung terjadinya proses pembelajaran mandiri, interaktif, dan menyenangkan. Metode penelitian pengembangan ini menggunakan langkah-langkah: potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, dan produksi masal. Produk penelitian ini adalah aplikasi android ”Alat Optik Mata Manusia”. Karakteristik produk ini adalah: (1) memuat tujuan pembelajaran, materi, simulasi, latihan soal, dan evaluasi; (2) menu materi memuat: bagian-bagian mata, proses melihat, dan gangguan mata; (3) terdapat lima submenu simulasi yang interaktif dan komunikatif; (4) materi diuraikan melalui teks dan gambar full color; (5) terdapat evaluasi dengan penilaiannya; (6) dapat digunakan secara mandiri dan dapat mengulang-ulang materi yang diinginkan; dan (7) dapat digunakan dimanapun dan kapanpun. Kriteria kelayakan produk adalah ”sangat baik” dengan nilai 4,60; kriteria kepraktisan ”sangat baik” dengan nilai 4,51; dan kriteria keefektivan ”tinggi” dengan n-gain 0,76 sedangkan nilai rerata aktivitas siswa adalah 89,02 % dengan kriteria ”sangat baik”.Field studies and literature recommend that learning media for the subject of the human eye is needed that presents learning objectives, materials, evaluations and assessments, and supports an independent, interactive, and fun learning process. This development research method uses the following steps: potential and problems, data collection, product design, design validation, design revision, product testing, product revision, usage testing, product revision, and mass production. The product of this research is the android application "Human Eye Optical Instrument". The characteristics of this product are: (1) contains learning objectives, materials, simulations, practice questions, and evaluations; (2) the material menu contains: parts of the eye, the process of seeing, and eye disorders; (3) there are five interactive and communicative simulation submenus; (4) the material is described through text and full color images; (5) there is an evaluation with the assessment; (6) can be used independently and can repeat the desired material; and (7) can be used anywhere and anytime. The product eligibility criteria are “very good” with a score of 4.60; practicality criteria “very good” with a score of 4.51; and the effectiveness criterion is "high" with an n-gain of 0.76 while the average value of student activity is 89.02% with the criteria of "very good".
PENGEMBANGAN MODEL DISCOVERY LEARNING USING SURVEY PADA MATERI FUNGI SMA KELAS X MIPA Rini Setyowati; Sajidan Sajidan; Puguh Karyanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i1.31792

Abstract

Tujuan penelitian dan pengembangan yaitu untuk mengetahui : 1) Karakteristik  model Discovery Learning Using Survey pada materi jamur di SMA Negeri I Jogorogo Ngawi, 2) Kelayakan model Discovery Learning Using Survey pada materi jamur di SMA Negeri I Jogorogo, 3) Kefektifan model Discovery Learning Using Survey terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri I Jogorogo. Penelitian ini menggunakan metode Research And Development (R & D) mengacu pada model Borg &Gall yang telah dimodifikasi. Kelayakan model divalidasi oleh ahli model,  ahli materi, dan guru biologi (praktisi). Subjek uji coba pada penelitian ini adalah siswa kelas X MIA dengan rincian 23 research and information collection, 15 siswa untuk tahap main field testing dan 57 siswa untuk tahap operasional field testing. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan : 1) Karakteristik model Discovery Learning Using Survey dilakukan dengan memperhatikan karakteristik dari model yaitu adanya sintaks, sistem sosial, sistem pendukung, peran siswa, peran guru, dampak instruksional, dan dampak pengiring, 2) hasil pengembangan model Discovery Learning Using Survey layak untuk diterapkan pada materi fungi. Kelayakan model Discovery Learning Using Survey berdasarkan penilaian dari ahli, praktisi, dan respon siswa yang secara keseluruhan memberikan kategori sangat baik pada produk pengembangan dan layak digunakan di SMA Negeri I Jogorogo, 3) model Discovery Learning Using Survey sangat efektif serta mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan dari rerata hasil belajar antara kelas baseline dengan kelas uji coba dengan penggunaan model Discovery Learning Using Survey lebih baik dibandingkan dengan kelas baseline yang menggunakan model ceramah bervariasi.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DISERTAI DIAGRAM POHON PADA MATERI FOTOSINTESIS KELAS VIII SMP NEGERI 1 SAWOO Afrida Husniati; Suciati Suciati; Maridi Maridi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i2.9470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) karakteristik modul berbasis PBL disertai diagram pohon pada materi Fotosintesis; 2) kelayakan modul berbasis PBL disertai diagram pohon pada materi Fotosintesis; 3) keefektifan penggunaan modul berbasis PBL disertai diagram pohon pada materi Fotosintesis kelas VIII untuk meningkatkan hasil belajar siswa ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.Metode penelitian yang digunakan mengacu kepada metode penelitian pengembangan modifikasi Borg dan Gall (1983) menjadi 9 tahap, yaitu: 1) penelitian dan pengumpulan informasi; 2) perencanaan; 3) pengembangan produk awal; (4) uji coba lapangan awal; 5) revisi; 6) uji coba lapangan utama; 7) revisi; 8) uji lapangan operasional; 9) revisi produk akhir.  Penelitian pengembangan meliputi uji coba lapangan awal, yaitu validator ahli berjumlah 3 orang, subyek uji coba lapangan utama sejumlah 22 siswa dan 2 orang praktisi ahli, subyek uji  lapangan operasional 32 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sawoo. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan non tes (wawancara, angket, observasi). Uji lapangan operasional menggunakan one group pretest-posttest design. Data hasil belajar dianalisis dengan Paired sample t-test untuk mengetahui hasil pretest dan posttest dan dihitung menggunakan N-gain score. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) karakteristik modul berbasis PBL disertai diagram pohon pada materi Fotosintesis meliputi: belajar mandiri sesuai dengan kemampuan siswa, melatih kemampuan memecahkan masalah dengan pembelajaran sesuai sintaks PBL, mengaitkan konsep relevan dengan diagram pohon, integrasi PBL dengan diagram pohon meningkatkan hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor; 2) kelayakan modul berbasis PBL disertai diagram pohon pada materi Fotosintesis berdasarkan penilaian ahli termasuk kategori sangat baik (84,76%); 3) keefektifan modul berbasis PBL disertai diagram pohon ditunjukkan melalui N-gain score termasuk kategori sedang (0,41) dengan hasil belajar siswa setelah diberikan modul pembelajaran dengan nilai aspek kognitif termasuk kategori baik (79,91), aspek psikomotorik temasuk kategori sangat baik (85), aspek afektif termasuk kategori sangat baik (91).
ANALISIS RESPON BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN TAKSONOMI SOLO MATERI SUHU DAN KALOR Nidya Desyana
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon belajar siswa berdasarkan taksonomi SOLO pada materi suhu dan kalor di SMA Negeri 3 Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling yaitu kelas X MIA-1 yang berjumlah 32 siswa. Respon belajar siswa dianalisis menggunakan taksonomi SOLO (Structure Of Observed Learning Outcomes) yang terbagi menjadi 5 bagian, yaitu prastruktural, unistruktural, multistruktural, relasional, dan abstrak diperluas. Hasil penelitian menunjukkan respon belajar siswa pada level unistruktural sebesar 87,35% dengan kategori baik sekali, level multistruktural sebesar 88% dengan kategori baik sekali, level relasional sebesar 64,10% dengan kategori cukup, dan level abstrak diperluas sebesar 73,4% dengan kategori baik.This study aims to analyze student learning responses based on the SOLO taxonomy on temperature and heat material at SMA Negeri 3 Samarinda. The type of research used is descriptive research. The research subjects were determined by purposive sampling technique, namely class X MIA-1, totaling 32 students. Student learning responses were analyzed using the SOLO (Structure of Observed Learning Outcomes) taxonomy which is divided into 5 parts, namely prestructural, unistructural, multistructural, relational, and expanded abstract. The results showed that student learning responses at the unistructural level were 87.35% in the very good category, the multistructural level was 88% in the very good category, the relational level was 64.10% in the moderate category, and the abstract level was expanded to 73.4% with good category. 
KELAYAKAN MODUL IPA SMP/MTS BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI SUHU DAN PEMUAIAN Wahyu Tri Sajiwo; Sarwanto Sarwanto; Ashadi Ashadi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i2.37750

Abstract

Pendidikan sains adalah pendidikan yang memiliki kontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan khususnya mata pelajaran IPA. Pembelajaran IPA di SMP/MTs masih banyak yang menggunakan metode konvensional, belum berbasis masalah dan belum digunakan untuk meningkatkan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis karakteristik modul IPA berbasis Problem Based Learning yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi suhu dan pemuaian; 2) menganalisis kelayakan modul IPA berbasis Problem Based Learning yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi suhu dan pemuaian; 3) menganalisis efektivitas modul IPA berbasis Problem Based Learning yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi suhu dan pemuaian. Pengembangan modul berbasis Problem Based Learning ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan 4-D Model Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahap yaitu: tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Modul divalidasi oleh 3 dosen ahli (ahli materi, ahli bahasa dan ahli media), 2 reviewer dan 2 peer reviewer. Modul IPA berbasis Problem Based Learning yang dikembangkan diujicoba terbatas pada 10 orang siswa Kelas VII A. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan disimpulkan bahwa: 1) karakteristik modul IPA yang dikembangkan memuat tahapan Problem Based Learning pada setiap kegiatan belajar disertai dengan komponen indikator kemampuan berpikir kritis; 2) modul dikategorikan layak digunakan berdasarkan hasil validasi dan dianalisis menggunakan cut off score dengan persentase keidealan 92,0%, hasil respon dari siswa modul layak digunakan (85,7%), dan hasil respons guru dalam tahap penyebaran modul layak digunakan (88,2%)
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS BOUNDED INQUIRY LABORATORY (LAB) UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS DIMENSI PROSES PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN KELAS XI Resty Hermita; Suciati Suciati; Yudi Rinanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i2.9484

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: 1) Mengetahui karakteristik modul berbasis bounded inquiry laboratory (lab) untuk meningkatkan literasi sains dimensi proses; 2) Menguji kelayakan modul berbasis bounded inquiry laboratory (lab) untuk meningkatkan literasi sains dimensi proses; 3) Menguji keefektivan penggunaan modul berbasis bounded inquiry laboratory (lab) untuk meningkatkan literasi sains dimensi proses pada materi Sistem Pencernaan kelas XI. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R & D) mengacu pada model Borg and Gall (1983) yang dimodifikasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar analisis, lembar observasi, angket, lembar validasi, wawancara, dan tes. Data penelitian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan literasi sains dimensi proses dianalisis dengan N-gain ternormalisasi untuk mengetahui keefektivan modul berbasis bounded inquiry laboratory (lab), dan uji Wilcoxon untuk mengetahui literasi sains dimensi proses. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa: 1) Modul berbasis bounded inquiry laboratory (lab) untuk meningkatkan literasi sains dimensi proses pada materi Sistem Pencernaan dikembangkan sesuai dengan tahapan bounded inquiry laboratory (lab) (observasi, manipulasi, generalisasi, verifikasi, aplikasi) dan pendekatan saintifik; 2) Hasil pengembangan modul berbasis bounded inquiry laboratory (lab) layak untuk diterapkan pada materi Sistem Pencernaan. Kelayakan modul berbasis bounded inquiry laboratory (lab) pada materi Sistem Pencernaan berdasarkan validasi ahli memperoleh kategori “sangat baik” dengan persentase 98,21%, validasi praktisi memperoleh kategori “sangat baik” dengan persentase 99,22%, dan responden uji coba skala kecil memperoleh kategori “baik” dengan persentase 77,34%, sehingga layak digunakan kelas XI; 3) Modul berbasis bounded inquiry laboratory (lab) pada materi Sistem Pencernaan efektif untuk meningkatkan literasi sains dimensi proses yang ditunjukkan dengan hasil uji Wilcoxon yaitu diperoleh probabilitas (p) sebesar 0,000 (p < 0,05), H0 ditolak, sehingga ada perbedaan literasi sains dimensi proses sebelum dan setelah menggunakan modul bounded inquiry laboratory (lab) pada materi sistem pencernaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa karakteristik modul berbasis bounded inquiry laboratory (lab) sesuai tahapan bounded inquiry laboratory (lab) (observasi, manipulasi, generalisasi, verifikasi, aplikasi) dan pendekatan saintifik; layak dan efektif untuk meningkatkan literasi sains dimensi proses pada materi Sistem Pencernaan kelas XI.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN AUTHENTIC ASSESSMENT PADA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK SISWA SMP KELAS VIII Lutfiatul Lathifah; Sarwanto Sarwanto; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i1.31812

Abstract

Pelaksanaan penilaian pembelajaran IPA di sekolah belum dilaksanakan secara autentik dan belum te`rintegrasi dengan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumenn authentic assessment pada pembelajaran IPA berbasis kontekstual untuk siswa SMP kelas VIII pada materi Indera Penglihatan dan Alat Optik.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII dan kelas IX SMP. Jenis penelitian ini adalah pengembangan, yang mengacu pada model pengembangan model 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, et.al terdiri dari empat tahapan yaitu: (a) tahap define (pendefinisian); (b) tahap design (perencanaan); (c) tahap develop (pengembangan); (d) tahap disseminate (penyebaran). Produk yang dihasilkan adalah instrumen authentic assessment pada pembelajaran IPA berbasis kontekstual untuk materi Indera Penglihatan dan Alat Optik kelas VIII Semester 2. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: produk yang terdiri dari pedoman penilaian kompetensi sikap ilmiah, pengetahuan, dan keterampilan disertai lampiran perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, RPP dan LKS memiliki kualitas baik dilihat dari: (1) hasil analisis data validasi, yaitu nilai rata-rata validasi isi pedoman authentic assessment pada tahap validasi sebesar 3,32 yang berarti memenuhi kriteria sangat baik; nilai rata-rata validasi isi lampiran perangkat pembelajaran sebesar 3,32 yang berarti memenuhi kriteria sangat baik; (2) hasil analisis data uji coba skala besar yang terdiri dari: (a) reliabilitas instrumen penilaian kompetensi sikap ilmiah sebesar 0,782 menunjukkan kategori tinggi; (b) reliabilitas instrumen penilaian kompetensi pengetahuan sebesar 0,54 menunjukkan kategori cukup; (c) reliabilitas instrumen penilaian kompetensi keterampilan sebesar 0,765 menunjukkan kategori tinggi; (3) hasil analisis data tahap penyebaran yang terdiri dari: (a) kevalidan dan reliabilitas tes pengetahuan menunjukkan semua item tes valid dengan reliabilitas sebesar 0,86 menunjukkan kategori tinggi; (b) respon terhadap penilaian sikap ilmiah menunjukkan kriteria yang sangat baik dengan rata-rata nilai 3,82; (c) respon terhadap penilaian keterampilan menunjukkan kriteria yang sangat baik dengan rata-rata nilai 3,73.

Page 7 of 23 | Total Record : 224