cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 417 Documents
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS LEARNING CYCLE PADA MATERI ALAT OPTIK MENGGUNAKAN FLASH DALAM PEMBELAJARAN IPA SMP KELAS VIII Damar Septian; Cari Cari; Sarwanto Sarwanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i1.17264

Abstract

Multimedia interaktif pembelajaran IPA pada materi alat optik di SMP perlu untuk dikembangkan untuk mengurangi mis-interpretasi belajar siswa. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui: (1) karakteristik hasil pengembangan multimedia interaktif berbasis learning cycle menggunakan flash dalam pembelajaran IPA, (2) kelayakan multimedia interaktif berbasis learning cycle menggunakan flash yang dikembangkan, (3) pencapaian hasil belajar kognitif siswa setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan multimedia interaktif hasil pengembangan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) yang mengacu pada model Borg&Gall. Uji coba lapangan permulaan dilaksanakan pada 10 siswa dan uji coba lapangan utama dilaksanakan pada 26 siswa kelas VIIIC SMP Negeri 1 Nguntoronadi tahun akademik 2014/2015. Data diambil dengan teknik tes dan angket. Data hasil belajar kognitif di analisis dengan uji t dua sampel berpasangan menggunakan software PASW Statistics 18. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan: (1) Karakteristik multimedia interaktif berbasis learning cycle yang dikembangkan yaitu menyajikan materi dan tes pengetahuan awal siswa, kasus kontekstual, ruang siswa untuk bereksplorasi, ruang siswa untuk menjelaskan hasil ekplorasinya, elaborasi kasus untuk memperdalam konsep siswa, teknologi mutakhir terkait konsep, dan soal evaluasi. (2) Multimedia interaktif yang dikembangkan dinyatakan layak berdasarkan; a) indikator kelayakan komponen materi pada aspek cakupan materi, keakuratan materi, relevansi, penyajian pembelajaran, komunikatif, dialogis dan interaktif, dan kesesuaian dengan kaidah bahasa indonesia memperoleh skor rata-rata sebesar 78,4, persentase skor rata-rata 93%, dan berada pada rentang kategori “sangat baik”. Indikator kelayakan komponen media pada aspek tampilan media, konten media, tata bahasa dalam media, dan interaktivitas memperoleh skor rata-rata sebesar 70,1, persentase skor rata-rata 92%, dan berada pada rentang kategori “sangat baik”, b) penilaian siswa dari aspek daya tarik, tingkat kesulitan, dan manfaat pada uji coba terbatas memperoleh skor rata-rata 12, persentase 100%, dan berada pada rentang kategori “sangat baik”, dan pada uji coba diperluas memperoleh skor rata-rata 11,9, persentase 99,4%, dan berada pada rentang kategori “sangat baik”, c) hasil belajar kognitif memperoleh skor rata-rata 83,52 dengan persentase 80,77% siswa mencapai KKM. (3) Pencapaian hasil belajar kognitif siswa setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan multimedia interaktif hasil pengembangan yaitu 80,77% siswa mencapai KKM.
PENGEMBANGAN MODUL PEREAKSI KIMIA BERBASIS SETS PADA MATA PELAJARAN ANALISIS KIMIA DASAR KELAS X SMK KIMIA INDUSTRI Tri Nanik Wulandari; Ashadi Ashadi; Sri Yamtinah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i4.9604

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan Modul Pereaksi Kimia berbasis SETS, (2) menganalisis kelayakan Modul Pereaksi Kimia berbasis SETS yang dikembangkan, dan (3) menguji efektivitas Modul Pereaksi Kimia berbasis SETS yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (R & D) mengacu pada model Borg & Gall yang disederhanakan menjadi 9 tahapan, dengan mengurangi tahap diseminasi, dilaksanakan mulai bulan September 2014 hingga Desember 2014 di SMK Negeri 1 Trucuk Klaten, SMK Batur Jaya 2 Ceper Klaten, dan SMK Negeri 2 Sukoharjo tahun pelajaran 2014/ 2015. Data kelayakan modul diambil dengan lembar penilaian yang diberikan kepada peserta didik dan guru. Data untuk mengetahui efektivitas penggunaan modul diperoleh dengan teknis tes untuk mengetahui hasil belajar kognitif, penilaian diri dan observasi untuk penilaian afektif, serta observasi dan portofolio untuk penilaian psikomotor. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan: (1) hasil tiap tahapan penelitian dan pengembangan pada: tahap penelitian dan pengumpulan informasi disimpulkan bahwa dibutuhkan Modul Berbasis SETS, tahap perencanaan dihasilkan draft awal modul, tahap pengembangan dihasilkan draf modul I, tahap uji coba lapangan awal dan revisi dihasilkan draf modul II, uji coba menengah dan revisi dihasilkan draf modul III, dan uji skala luas dan penyempurnaan produk dihasilkan produk akhir, (2) kualitas modul berdasarkan penilaian validator diperoleh VAiken sebesar 0,79 - 1,00, menunjukkan bahwa modul layak digunakan. Rata- rata penilaian kualitas modul oleh peserta didik dan guru pada semua uji memiliki katagori “Baik hingga Sangat Baik”, (3) efektivitas penggunaan modul menunjukkan hasil bahwa di SMK Negeri 1 Trucuk kelas yang menggunakan modul berbasis SETS mempunyai nilai pengetahuan dan sikap lebih baik dari pada kelas yang menggunakan catatan dan ringkasan materi dari guru, tetapi pada aspek keterampilannya tidak ada perbedaan, sedangkan di SMK Negeri 2 Sukoharjo, kelas yang menggunakan modul berbasis SETS mempunyai nilai pengetahuan lebih tinggi, sedangkan nilai sikap dan keterampilan antara dua kelas tidak ada perbedaan yang signifikan.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS GENERATIVE LEARNING PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA NEGERI 1 KEDUNGGALAR NGAWI Desi Nuzul Agnafia; Sutarno Sutarno; Baskoro Adi Prayitno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i2.17310

Abstract

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah: 1) mengetahui karakteristik modul siswa dan modul guru berbasis generative learning 2) menguji kelayakan modul siswa dan modul guru berbasis generative learning, 3) mengukur keefektifan modul siswa dan modul guru berbasis generative learning untuk menimgkatkan kemampuan berpikir kritis pada materi keanekaragaman hayati. Penelitian dan pengembangan modul ajar menggunakan model Borg & Gall yang dimodifikasi sampai pada tahap yang kesembilan, terdiri dari: 1) penelitian dan pengumpulan informasi, 2) perencanaan, 3) desain produk awal, 4) uji coba awal, 5) revisi terhadap produk awal, 6) uji coba lapangan utama, 7) revisi produk, 8) uji lapangan operasional, dan 9) revisi produk akhir. Instrumen yang digunakan adalah angket, observasi, wawancara, dan tes. Uji coba lapangan operasional menggunakan one group pretest-pretest design. Analisis data kemampuan berpikir kritis dihitung dengan n-gain ternormalisasi kemudian dianalisis dengan sampel paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Modul berbasis generative learning dikembangkan berdasarkan sintaks generative learning, tahapannya meliputi,  eksplorasi, pemfokusan, tantangan dan aplikasi ; 2) Kelayakan modul berbasis generative learning menunjukkan rata-rata penilaian yaitu: ahli materi 3,15 untuk modul siswa dan 3,07 untuk modul guru sehingga berkualifikasi baik, ahli pengembangan modul 3,63 untuk modul siswa dan 3,53 untuk modul guru sehingga berkualifikasi sangat baik, ahli desain dan keterbacaan adalah 3,69 untuk modul siswa dan 3,92 untuk modul guru sehingga berkualifikasi sangat baik, ahli perangkat pembelajaran adalah 3,85 untuk modul guru sehingga berkualifikasi sangat baik, dan praktisi 3,46 untuk modul siswa dan 3,44 untuk modul guru sehingga berkualifikasi baik. 3) Modul berbasis generative learning berdasarkan uji paired sample t-test diperoleh hasil sig (0.00<0.05) sehingga Ho ditolak dan rata-rata n-gain ternormalisasi sebesar 0,73 sehingga menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA SIMULATIF KIMIA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI ANALISIS KUALITATIF KATION GOLONGAN 1 Rani Fathonah S; Mohammad Masykuri; Sulistyo Saputro
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i3.9636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hasil dari proses pengembangan multimedia simulatif kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi analisis kualitatif kation golongan I; (2) kelayakan multimedia simulatif kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi analisis kualitatif kation golongan I; (3) efektivitas penggunaan multimedia simulatif kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi analisis kualitatif kation golongan I. Penelitian pengembangan multimediamenggunakan prosedur R&D menurut Borg & Gall yang telah dimodifikasi menjadi 9 tahapan yaitu: 1) penelitian dan pengumpulan informasi; (2) perencanaan; (3) pengembangan draf produk; (4) uji coba lapangan awal; (5) revisi hasil uji coba; (6) uji coba lapangan; (7) revisi produk hasil uji lapangan; (8) uji pelaksanaan lapangan dan (9) revisi produk akhir. Analisis data yang digunakan selama pengembangan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pengembangan multimedia simulatif kimia berbasis inkuiri terbimbing telah dilaksanakan melalui prosedur R&D dan telah direvisi berdasarkan saran dan masukan dari validator dan praktisi serta telah diujicobakan kepada siswa pada uji coba skala kecil, menengah dan luas; (2) kelayakan produk dikategorikan sangat baik dan sangat layak digunakan dengan persentase penilaian 86% dari validator dan 87% berdasarkan penilaian praktisi; (3) produk yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan prestasi belajar aspek kognitif dan afektif.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) PADA MATERI FLUIDA STATIS UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA KELAS X SMA/ MA Nur Kholis Novianto; Mohammad Masykuri; Sukarmin Sukarmin
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i1.19792

Abstract

Pembelajaran menggunakan metode ceramah mengakibatkan kreativitas belajar siswa rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui karakteristik khusus modul fisika berbasis Project Based Learning (PjBL) pada materi fluida statis untuk kelas X SMA/ MA, 2) mendapatkan modul pembelajaran fisika berbasis proyek (Project Based Learning) yang telah memenuhi kriteria layak, dan 3) mengetahui peningkatan kreativitas belajar siswa setelah menggunakan modul fisika berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi fluida statis. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang mengadaptasi model 4-D dari Thiagarajan, dkk (1974) yang meliputi tahap define, design, develop dan disseminate. Instrumen yang digunakan adalah angket, lembar observasi dan tes. Uji lapangan operasional menggunakan one group pretest-posttest design. Analisis data yang digunakan dalam penelitian dalam tahap define adalah analisis deskriptif, pada tahap design menggunakan analisis KD, tahap develope menggunakan analisis kuantitatif deskriptif dengan cara mengkonversi data menjadi kategori skala 4 untuk hasil validasi modul, hasil penilaian sikap dan hasil penilaian keterampilan sedangkan penilaian kreativitas belajar dianalisis menggunakan ­­n-gain ternormalisasi. Tahap disseminate menggunakan analisis deskriptif dari hasil penilaian modul dalam kategori skala 4. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil penelitian dan pengembangan sebagai berikut: 1) karakter khusus modul pembelajaran berbasis PjBL memiliki enam sintaks pembelajaran yang diintegrasikan di dalam rubrik modul dengan perincian ; (a) sintaks penentuan pertanyaan mendasar diintegrasikan dalam rubrik ‘Ayo Mencari Tahu!’, (b) sintaks perancangan proyek diintegrasikan dalam rubrik ‘Ayo Mendesain Proyek!’, (c) sintaks penyusunan jadwal pembuatan proyek diintegrasikan dalam rubrik ‘Mari Menyusun Jadwal!’, (d) sintaks pengawasan kemajuan proyek diintegrasikan dalam rubrik ‘Saatnya Memonitor!’, (e) sintaks pengujian hasil diintegrasikan dalam rubrik ‘Waktunya Menguji Hasil!’, dan (f) sintaks pengevaluasian pengalaman yang diintegrasikan ke dalam rubrik ‘Ayo Berbagi Pengalaman!’, 2) modul fisika berbasis PjBL yang dikembangkan memenuhi kriteria layak pada aspek kelayakan isi dan penyajian, kelayakan bahasa, kelayakan aspek pembelajaran PjBL, dan kelayakan kegrafikan dengan nilai rata-rata 3,8 atau dalam kategori ‘sangat baik’, 3) pembelajaran menggunakan modul pembelajaran fisika berbasis PjBL pada materi fluida statis dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa dengan nilai gain 0,46 atau dalam kategori sedang.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU UNTUK SMP/MTs BERBASIS EKSPERIMEN PADA TEMA FOTOSINTESIS UNTUK MEMBERDAYAKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Anggitalina Pramilia Dewi; Sarwanto -; Baskoro Adi Prayitno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 3 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v3i3.9668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan modul IPA Terpadu berbasis eksperimen pada temafotosintesis; 2) menganalisis kelayakan modul IPA Terpadu berbasis eksperimen pada tema fotosintesis; 3)menganalisis efektivitas modul IPA Terpadu berbasis eksperimen pada tema fotosintesis terhadap keterampilanproses sains siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan 4-D yangdiawali dengan define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), disseminate(penyebaran). Kelayakan modul dinilai oleh validator ahli berdasarkan kelayakan isi, bahasa, penyajian,kegrafikaan, keterpaduan, basis eksperimen, dan keterampilan proses sains. Modul kemudian diuji coba terbataspada 10 siswa. Setelah direvisi, modul diuji coba lapangan pada 32 siswa. Keefektifan modul terhadapketerampilan proses sains dianalisis menggunakan gain score dinormalisasikan untuk pretest-postest kelas ujicoba lapangan. Hasil penelitian ini adalah: 1) modul IPA Terpadu berbasis eksperimen pada tema fotosintesismemiliki karakteristik sebagai modul yaitu bahan ajar, utuh, berdiri sendiri, adaptif, dan bersahabat, sedangkankarakteristik materi IPA Terpadu yaitu holistik, bermakna, otentik, dan aktif, yang disertai sintaks pembelajaranberbasis eksperimen untuk melatih keterampilan proses sains; 2) modul IPA Terpadu berbasis eksperimen padatema fotosintesis memiliki kelayakan isi, bahasa, penyajian, kegrafikaan, keterpaduan, basis eksperimen, danketerampilan proses sains pada kategori sangat baik; 3) modul IPA Terpadu berbasis eksperimen pada temafotosintesis efektif meningkatkan keterampilan proses sains berdasarkan hasil N-gain score kelas uji cobalapangan yang menunjukkan kategori sedang.
PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL JIGSAW DAN GI (GROUP INVESTIGATION) DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN SIKAP ILMIAH BELAJAR SISWA Fuadi Susilo; Widha Sunarno; Suparmi Suparmi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 3 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i3.9440

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif menggunakan model Jigsaw dan GI, sikap ilmiah, kreativitas belajar, serta interaksinya terhadap prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasinya adalah seluruh siswa kelas XII jurusan teknik komputer jaringan dan broadcasting SMK PGRI 6 Ngawi tahun pelajaran 2012-2013, terdiri atas 5 kelas. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling, terdiri 2 kelas yaitu XIITKJ1 menggunakan model Jigsaw dan XIIBRO1 menggunakan model GI. Data prestasi belajar kognitif dikumpulkan dengan metode tes, metode angket untuk sikap ilmiah, kreativitas belajar, prestasi belajar afektif. Analisis data yang digunakan adalah analisis variansi tiga jalan dengan desain faktorial 2x2x2. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan: 1) ada pengaruh penggunaan metode JIGSAW dan GI terhadap  prestasi belajar fisika, metode JIGSAW lebih baik daripada metode GI, 2) ada pengaruh kreativitas tinggi dan rendah siswa terhadap prestasi belajar fisika, 3) tidak ada pengaruh sikap ilmiah tinggi dan rendah siswa terhadap prestasi belajar fisika, 4) ada interaksi antara metode pembelajaran dan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar fisika, 5) tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar fisika; 6) ada interaksi antara kreativitas dan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar fisika, dan 7) tidak ada interaksi antara metode pembelajaran, kreativitas, dan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar fisika.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIANTWO-TIER MULTIPLE CHOICE QUESTION UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA TEMA MATA SEBAGAI ALAT OPTIK Dhika Rizqi Damayanti; Sri Yamtinah; Suryadi Budi Utomo
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 2 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i2.22984

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui: 1) tahapan pengembangan two-tier multiple choice question, 2) kelayakan two-tier multiple choice question untuk mengukur keterampilan proses sains, 3) penggunaan profil siswa untuk mengukur keterampilan proses sains. Penelitian menggunakan prosedur Borg dan Gall yang direduksi menjadi 9 tahapan: 1) pendahuluan, 2) perencanaan, 3) pengembangan rancangan awal produk, 4) uji coba awal, 5) revisi produk uji coba awal, 6) uji coba lapangan, 7) revisi produk uji coba lapangan, 8) uji coba operasional, 9) revisi produk akhir. Penelitian dilakukan di SMPN 1 Tasikmadu, SMPN 3Karanganyar dan MTsN Karangmojo. Teknik pengumpulan data melalui metode angket, observasi, dan tes. Uji perbandingan untuk membandingkan nilai siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan TTMC dan kelas kontrol yang menggunakan MCQ. Hasil penelitian menunjukkan : 1) langkah pengembangan TTMC telah melalui 9 tahapan Borg dan Gall. 2) Kelayakan TTMCdijamin melalui validitas isi dinilai baik oleh ahli,reliabilitas tinggi, memiliki tingkat kesukaran soal dengan proporsi 8% mudah, 64% sedang, dan 28% sulit, dan daya pembeda soal interpretasi rata-rata dinilai baik artinya layak digunakan dalam pembelajaran. 3) Respon guru belum pernah menggunakan soal dalam bentuk two-tier multiple choice question, lebih rumit dibandingkan pilihan ganda biasa, sudah bagus dan tertata rapi, guru bersedia menggunakan kembali soal pilihan ganda bertingkat dengan alasan bentuk soal ini menantang siswa untuk mengukur keterampilan proses sains. Profil siswa yang dikembangkan dapat memperlihatkan kemampuan keterampilan proses sains siswa dengan baik.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TAI DAN STAD TERHADAP PRESTASI SISWA DENGAN MEMPERHATIKAN KEMAMPUAN AWAL DAN KEMAMPUAN MATEMATIK Ratna - Amalia; Sulistyo - Saputro; Ashadi - -
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 2 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v3i2.9700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Teams Assisted Individualization (TAI) dan Student Teams Achievement Division (STAD), kemampuan awal, kemampuan matematik, dan interaksinya terhadap prestasi belajar siswa. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dilakukan di SMA Negeri 1 Karangdowo tahun pelajaran 2012/2013, sampel diambil dengan teknik cluster random sampling, sampel pada penelitian ini adalah kelas XG menggunakan model pembelajaran TAI dan kelas XH menggunakan model pembelajaran STAD. Uji hipotesis menggunakan uji ANAVA. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: 1) terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran TAI dan STAD terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif; 2) terdapat pengaruh kemampuan awal tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif; 3) terdapat pengaruh kemampuan matematik tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif; 4) tidak ada interaksi antara model pembelajaran TAI dan STAD serta tinggi rendahnya kemampuan awal terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif; 5) tidak ada interaksi antara model pembelajaran TAI dan STAD serta tinggi rendahnya kemampuan matematik terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif; 6) tidak ada interaksi antara tinggi rendahnya kemampuan awal serta tinggi rendahnya kemampuan matematik terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif; 7) tidak ada interaksi antara model pembelajaran TAI dan STAD, tinggi rendahnya kemampuan awal dan tinggi rendahnya kemampuan matematik terhadap prestasi belajar baik kognitif maupun afektif.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS EMPAT PILAR PENDIDIKAN DENGAN TEMA PANTAI UNTUK MENINGKATKAN SIKAP ILMIAH SISWA KELAS VII SMP/MTs Ratih Artwiantini Astuti; Nonoh Siti Aminah; Sukarmin Sukarmin
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i2.9472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan karakteristik modul IPA terpadu berbasis empat pilar pendidikan dengan tema pantai untuk siswa kelas VII SMP/MTs. (2) mendapatkan modul IPA terpadu berbasis empat pilar pendidikan dengan tema pantai untuk siswa kelas VII SMP/MTs yang telah memenuhi kriteria kelayakan. (3) mengetahui penggunaan modul pembelajaran IPA terpadu berbasis empat pilar pendidikan dengan tema pantai dapat meningkatkan sikap ilmiah siswa kelas VII SMP/MTs. Metode penelitian ini adalah R & D dengan mengacu model Borg dan Gall (1983) terdiri dari mengumpulkan informasi awal, perencanaan, pengembangan draft produk, uji coba lapangan awal, revisi, uji coba lapangan utama, revisi, uji coba operasional, revisi produk akhir, dan deseminasi. Modul tersebut disusun berbasis empat pilar pendidikan terdiri dari unsur learning to do, learning to live together, learning to know, dan learning to be yang dijabarkan dalam materi dengan variasi kegiatan. Modul dinilai berdasarkan kelayakan materi,  media, dan bahasa, serta uji coba (awal, utama, dan operasional) kepada siswa. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket analisis kebutuhan, lembar validasi, angket respon siswa dan wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) modul IPA dibuat terpadu dengan menggunakan model keterpaduan connected dan disusun berbasis empat pilar pendidikan (learning to do, learning to live together, learning to know dan learning to be) yang tersirat dalam modul. (2) modul dikategorikan layak karena telah melalui uji kelayakan (materi, media, bahasa, guru, teman sejawat dan respon siswa) dan didukung oleh perhitungan cut off yang menyatakan modul berkategori layak. (3) penggunaan modul tersebut dapat meningkatkan  sikap ilmiah siswa, didukung dari hasil penilaian melalui angket (0,4156) dan observasi (0,546) termasuk kategori sedang.

Page 6 of 42 | Total Record : 417


Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 2 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 3 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 2 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 1 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 2 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 1 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 2 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 1 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): April 2019 Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 2 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 3 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 3 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 2 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 01 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 3 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 2 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 02 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 01 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA More Issue