cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
RETRACTED: Resepsi Penonton terhadap Pesan dalam Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Izzaturrahmi, Nabila Khansa; Zahro', Azizatuz
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 7, No 2 (2023): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah melakukan penelaahan yang cermat dan penuh perhatian serta pertimbangan terhadap artikel yang diterbitkan dalam Jurnal BASINDO yang berjudul "Resepsi Penonton terhadap Pesan dalam Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini" Vol 7, No 2, Desember 2023, URL: https://journal2.um.ac.id/index.php/basindo/article/view/38435Artikel ini ditemukan melanggar prinsip-prinsip publikasi Jurnal BASINDO dan telah ditarik kembali.Artikel tersebut telah diterbitkan dalam Jurnal ISLLAC pada Vol 7, No 1, Juni 2023, dengan judul "Audience Reception of Messages in Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini" URL: https://journal2.um.ac.id/index.php/jisllac/article/view/40098Dokumen dan isinya telah dihapus dari Jurnal BASINDO, dan upaya yang wajar harus dilakukan untuk menghapus semua referensi ke artikel ini.
REPRESENTASI GENDER DALAM PENGGUNAAN BAHASA: ANALISIS SOSIOLINGUISTIK PADA NOVEL GADIS PANTAI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER Carly Rosyidi, Bella Nafrilia; Puspita, Ayunda Riska
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p338-350

Abstract

The purpose of the study is to identify and analyze how the use of language in the novel Gadis Pantai reflects and influences gender representation, as well as to understand how it affects the reading of gender roles and positions in society. This research method uses a qualitative descriptive research method. Qualitative descriptive research is a research method that aims to describe or explain phenomena in detail, depth, and comprehensively. In the novel "Pantai Girl" by Pramoedya Ananta Toer, gender representation in the use of language describes the complexity of the social and cultural structure of the time. Through sociolinguistic analysis, it can be seen how language is used to build female and male characters, as well as how they interact in a society that is segmented based on social and economic status. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana penggunaan bahasa dalam novel Gadis Pantai mencerminkan dan memengaruhi representasi gender, serta untuk memahami bagaimana hal tersebut mempengaruhi pembacaan terhadap peran dan posisi gender dalammasyarakat. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif adalah metode penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan atau menjelaskan fenomena secara detail, mendalam,dankomprehensif. Dalam novel "Gadis Pantai" karya Pramoedya Ananta Toer, representasi gender dalam penggunaan bahasa menggambarkan kompleksitas struktur sosial dan budaya pada masa itu. Melalui analisis sosiolinguistik, dapat dilihat bagaimana bahasa digunakan untuk membangun karakter-karakter perempuan dan laki-laki, serta bagaimana mereka berinteraksi dalam masyarakat yang tersegmentasi 
IMPLIKATUR NONKONVENSIONAL ROASTING KIKI SAPUTRI “PESAN TERSIRAT DIBALIK KRITIK TERHADAP ERICK THOHIR DAN ZULKIFLI HASAN” Bhatinia, Siti Zenifa Nurul
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p205-218

Abstract

ABSTRAK Roasting merupakan salah satu teknik yang biasa digunakan dalam dunia komedi untuk menghibur dan memberikan kritik dengan tetap berpenampilan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana contoh implikatur inkonvensional dalam pemanggangan yang diucapkan Kiki Saputri terkait dengan persoalan politik dan kinerja pejabat yang akan dipanggang. Penelitian ini akan menggunakan analisis data yang berasal dari kutipan sangrai Kiki Saputri yang menggunakan implikatur nonkonvensional sebagai alat untuk memberikan efek sindiran yang tersirat pada orang yang disangrai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi. Menurut Mahsun (2006:84) penelitian bahasa deskriptif adalah penelitian yang dilakukan dengan cara mengamati fenomena-fenomena yang terjadi dalam suatu bahasa dalam kurun waktu tertentu. Kemudian teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan pencatatan. Dalam penelitian ini ditemukan implikasi inkonvensional dari terpakainya salah satu komika ternama yaitu Kiki Saputri di salah satu acara TV yang ditayangkan ulang di aplikasi You Tube yaitu “Lapor Pak”. yaitu Bapak Erick Tohir selaku Menteri BUMN dan Zulkifli Hasan yang kini menjabat sebagai Menteri Perdagangan. Dalam penelitian ini ditemukan 5 data dari hasil roasting Kiki Saputri kepada Erick Tohir dan 5 data juga diperoleh dari hasil roasting yang diperoleh dari cerita Kiki Saputri kepada Zulkifli Hasan.ABSTRAK Roastingan merupakan teknik yang biasa digunakan dalam dunia komedi untuk menghibur sekaligus memberikan kritik yang tetap dibalut dengan penampilan yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis menganai bagaimana contoh impilikatur nonkonvensional dalam sebuah roastingan yang dituturkan oleh Kiki Saputri terkait dengan isu-isu politik dan kinerja pejabat yang akan diroasting. Penelitian ini akan menggunakan analisis data yang berasal dari kutipan roastingan Kiki Saputri yang menggunakan implikatur nonkonvensional sebagai alat untuk memberikan efek sindiran secara tersirat pada orang yang sedang diroasting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi. Menurut Mahsun (2006:84) penelitian bahasa dengan cara deskriptif adalah penelitian yang dilakukan dengan cara mengamati fenomena yang terjadi dalam suatu bahasa dalam kurun waktu tertentu. Kemudian Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan pencatatan. Pada penelitian ini telah ditemukan implikatur nonkonvensional dari roastingan salah seorang komika terkenal yakni Kiki Saputri pada sebuah acara tv yang ditayangkan ulang pada aplikasi youtube yakni "lapor pak" penelitian yang dilakukan adalah mencari data mengenai hasil tuturan roastingan Kiki yang berpusat pada dua pejabat yakni bapak Erick Tohir sebagai mentri BUMN dan Zulkifli Hasan yang kini menjabat sebagai mentri perdagangan. Pada penelitian ini telah ditemukan 5 data dari hasil roastingan Kiki Saputri kepada Erick Tohir dan 5 data pula dari hasil roastingan yang didapat dari tuturan Kiki Saputri kepada Zulkifli Hasan.
REPRESENTASI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM MEDIA ONLINE DI MAKASSAR: ANALISIS WICANA KRITIS SARA MILLS Hukmi, Arif
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p273-291

Abstract

This study aims to reveal and analyze the representation of violence against women in online news published in the Fajar Daily in 2024. Adopting a critical discourse analysis approach developed by Sara Mills, this study explores how violence against women is represented, constructed, and reported by online media, particularly Harian Fajar. This research method involves collecting samples of online news related to violence against women, then conducting text analysis using a critical discourse analysis framework. The results of this analysis are expected to provide an in-depth understanding of how online media affects public perceptions of violence against women and the narrative construction contained in the news. The research also has implications for gender advocacy and the role of the media in supporting women's empowerment and addressing discrimination and violence against them.Keywords: Violence against Women, Critical Discourse Analysis, Online Reporting
BENTUK TOXIC GRAMMAR DALAM DUNIA KARTUN DIGITAL Muarifah, Risalatul
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p351-361

Abstract

Artikel ini menganalisis penggunaan “tata bahasa beracun” dalam komunikasi digital menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Bab ini mengidentifikasi makna dan struktur kategori istilah "tata bahasa beracun" dan menganalisis implikasi pragmatis penggunaannya. Studi ini berkontribusi untuk memahami dampak negatif penggunaan bahasa dalam interaksi sosial dan relevansinya dalam konteks sosial.
MENGUNGKAP BENCANA LINGKUNGAN DALAM LAGU “TARIAN PENGHANCUR RAYA” KARYA .FEAST: KAJIAN EKOKRITIK Wulan, Nawang; da Cruz, Vasco Fitas
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p219-233

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kerusakan dan bencana lingkungan yang direpresentasikan melalui karya prosa dan ditinjau berdasarkan konsep ekokritik oleh Greg Garrard. Sumber data pada penelitian ini adalah lagu genre indie karya band Feast berjudul Tarian Penghancur Raya. Data berupa kutipan lirik lagu yaitu kata, frasa, dan kalimat. Hasil penelitian ditemukan lima bentuk bencana lingkungan, yaitu (1) fenomena hujan es batu, (2) pencemaran udara, (3) efek rumah kaca, (4) penangkapan fauna liar, dan (5) eksploitasi tanaman hias. Selain itu, terdapat dua upaya konservasi dan perbaikan lingkungan, yaitu jual beli karbon dan alat makan ramah lingkungan serta peringatan bencana alam.
KERAGAMAN PUISI ANAK DALAM ANTOLOGI UNTUK LITERASI-PUISI Hasanah, Muakibatul; Ariani, Dewi; Amaliah, Rizka; Ng, Yufita
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p292-307

Abstract

Literasi sastra genre puisi memerlukan tersedianya antologi puisi anak yang memenuhi kriteria literer dan sesuai dengan perkembangan anak. Salah satu antologi yang dihasilkan dari penelitian yang memenuhi kebutuhan literasi-puisi untuk anak adalah Antologi Puisi Anak Tematik. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik puisi anak dilihat dari keragaman bentuk, isi, dan jenisnya. Untuk itu digunakan metode kajian kualitatif yang dipadu dengan analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa puisi yang terdokumentasikan dalam antologi untuk literasi puisi cukup beragam dilihat dari bentuk, isi, dan jenisnya. Keragaman jenis puisi anak yang dibedakan atas puisi berima, puisi deskripsi, puisi pendek, puisi humor, dan puisi ekspresi; keragaman isi puisi anak meliputi keragaman tema, pesan, dan nilai; dan keragaman bentuk meliputi keragaman bunyi, diksi, citraan, majas, sarana retorika, dan tipografi.
MAKNA KONOTASI DALAM LIRIK LAGU MAHALINI PADA ALBUM FABULA Azizah, Syafrinnissa; Marwan, Iwan
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p362-372

Abstract

Penelitian makna konotasi dari beberapa lagu Mahalini dalam album Fabula ini memiliki tujuan agar penikmat musik bisa memahami pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan beberapa data dari lirik lagu itu sendiri.  Dari hasil penelitian ini banyak ditemukan lagu yang bergenre pop mellow, sehingga banyak ditemukan makna konotasi negatif dalam penelitian ini. Meskipun banyak terdapat makna konotasi negatif, juga terdapat beberapa makna positif didalamnya.
WACANA KRITIS MODEL NORMAN FAIRCLOUGH PADA JUDUL BERITA KRONOLOGI KEBAKARAN BUKIT TELETUBBIES BROMO DALAM MEDIA DARING Kamilah, Romdhoni; Khotimah, Khusnul
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p234-245

Abstract

Penelitian pada artikel ilmiah ini membahas dan mengkaji mengenai Wacana Kritis Model Norman Fairclough Pada Judul Berita Kronologi Kebakaran Bukit Teletubbies Bromo dalam Media Daring. Metode penelitian yang peneliti gunakan untuk melakukan penelitian dalam artikel ilmiah ini yaitu metode kualitatif. Data yang ditemukan dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk deskriptif, yakni akurat, terpercaya, dan sesuai dengan fakta. Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah metode membaca dan metode mencatat. Sumber data yang dianalisis dalam penelitian ini berupa pemberitaan mengenai kronologi kebakaran Bukit Teletubbies Bromo yang kemudian dianalisis berdasarkan model Norman Fairclough. Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti meliputi tiga dimensi wacana sesuai dengan model Norman Fairclough, yakni dimensi mikrostruktural, dimensi mesostruktural, dan dimensi makrostruktural. Pada dimensi mikrostruktural dari kelima media daring diteliti sama-sama menggunakan diksi kronologi kebakaran yang berarti bahwa menjelaskan bagaimana peristiwa kebakaran itu bisa terjadi. Pada dimensi mesostruktural menjelaskan bagaimana proses penyebaran berita, proses pembuatan berita, siapa target dari berita yang disebarkan, dan jenis berita apa saja yang disajikan dari kelima media daring yang diteliti. Pada dimensi makrostruktural dalam konteks situasionalnya yaitu bagaimana proses terjadinya kebakaran tersebut dan apa yang memicu terjadinya kebakaran Bukit Teletubbies Bromo, sedangkan dalam konteks institusional yaitu pihak yang terkait adalah manajer wedding organizer dan sepasang kekasih yang sedang melakukan sesi pemotretan prewedding, sedangkan dalam konteks sosial yaitu setelah kelima media tersebut menyebarkan berita terkait kronologi kebakaran di Bukit Bromo besar kemungkinan berita tersebut akan ramai diperbincangkan bergantung pada opini yang digunakan oleh masing-masing lima media digital tersebut. Setelah peneiliti melakukan penelitian menganai analisis wacana kritis model Norman Fairclough dengan tiga dimensi wacananya, maka peneliti dapat menyimpulkan dari lima judul berita yang sudah dipilih dan sudah diteliti oleh peneliti menggunakan diksi yang mengarah dan mengacu pada Kronologi Kebakaran di Bukit Teletubbies Bromo. Dapat dilihat pula kebakaran Bukit Teletubbies adalah topik utama dalam pemberitaan yang diberitakan dalam lima media daring tersebut dengan opini dari masing-masing media. Implikasi pada penelitian ini bisa mnejadi rujukan bagi peneliti yang selanjutnya.
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM TUTURAN TOKOH FILM ANIMASI "DHOT DESIGN" EPISODE "LIBURAN KE PANTAI" Muttaqin, Moh Zainul; Kusuma, Emy Rizta
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p308-321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam tuturan tokoh film animasi “Dhot Design” episode “Liburan ke Pantai”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ditemukan empat bentuk tindak tutur ilokusi yang terjadi dalam tuturan tokoh film animasi, yakni 1) bentuk direktif, 2) bentuk asertif, 3) bentuk ekspresif, dan 4) bentuk komisif. Bentuk yang mendominasi ialah direktif, karena banyak tuturan tokoh yang menghasilkan tindakan. Bentuk yang sedikit ditemukan ialah komisif, karena hanya ada dua tuturan tokoh yang bertujuan memberikan penawaran atau janji. Selanjutnya, ditemukan empat fungsi tindak tutur ilokusi, yakni 1) fungsi direktif, 2) fungsi asertif, 3) fungsi ekspresif, dan 4) fungsi komisif. Fungsi yang mendominasi adalah fungsi direktif. Penyebab fungsi direktif mendominasi ialah frekuensi tuturan didominasi oleh tuturan yang menghasilkan tindakan. Fungsi yang sedikit ditemukan adalah fungsi komisif. Penyebab Fungsi komisif sedikit ditemukan ialah frekuensi tuturan hanya ditemukan dua tuturan yang bertujuan memberikan penawaran atau janji.